[FLASHBACK SETELAH DANSA]

Setelah pesta selesai, Tenten bertanya pada Neji tentang keadaannya. "Kau tidak apa-apa kan?". Neji memandang sang istri lalu mengangguk "Hn, aku tidak apa Tenten". Tenten kembali berdecak, "Ck, kurang ajar sekali mereka itu. Mereka seenaknya membelai rambutmu. Padahal rambutmu itu bagus banget dan hampir aja rusak". Neji berhenti sebentar lalu menatap istrinya, "Tenten…apa kau..", pria itu tidak melanjutkan perkataannya. Namun istrinya membalas, "Hm? Tentu saja aku khawatir tau….! Bukan hanya rambutmu tapi dirimu juga Neji…Kau ingat, kan? Saat di mansion para tetua selalu berpesan agar menjaga dirimu karena kau pemegang Byaakugan aktif terakhir…..yah walau aku ragu siih. Hinata juga udah aktif kemarin".

Neji terkejut dan langsung menahan kepergian Tenten ke mobil. "Apa kau bilang? Hinata juga aktif?". Tenten mengangguk, "Iya…tadi karena bantuan gadis itulah aku dan Sakura bisa menemukan kalian. Sebenarnya, ia ingin ikut dengan kami tapi si duren jelek itu nangis ampe meluk Hinata segala walaupun hampir pingsan saat liat mata Hinata aneh begitu. Memangnya kenapa siiiih?"tanya heran. Neji menggeleng. "Ah, kalau itu…aku baru ingat. Byaakugan Hinata aktif karena ia sudah pernah menyatu dengan naruto, dengan kata lain maka Naruto memang orang yang tepat untuk membangkitkan Byaakugan untuk Hinata. Para tetua kurasa tidak akan memanggil Hinata ke mansion karena itu, mereka hanya akan memberikan hadiah berupa bulan madu pada mereka"sahut Neji. Tenten hanya manggut-manggut.

"Iya ya…kalo dipikir-pikir kenapa sih Byaakuganmu aktif? Padahal kata Tetua harus begituan dulu baru bisa bangkit. Kok kau beda sih?"pikir Tenten keras. "Aaaa! Kau selingkuh ya? Kejam sekali Neji…kasian kan wanita itu? Coba kalau kau bilang dari dulu…kan kita tak perlu menikah….". neji sweatdrop. Ya ampuuuun, ini adalah aneh, istri tak cemburu dengan suami. Neji menyandarkan Tenten pada mobilnya. "Kau…bagaimana jika kukatakan aku menyukai dirimu…"sahutnya sambil menatap Tenten intens. Di hadapannya ada gadis cantik tampak tersipu…sungguh neji tak pernah mengira seorang Tenten bisa tersipu padanya. Neji tahu nanti mereka akan canggung jadi biarkan saja ia mengalah dulu. Ia menoel pipi tenten, "Aku bercanda bodoh!" Tenten lalu geram dan mencubit kedua pipi Neji. "Uggggghhhh, dasar cowok sombong…mentang-mentang kau lebih cantik dari aku saat didandani jadi putri. Kau tidak boleh keterlaluan…kau mengertiiii. Nah kita harus pulang, eeeh salah kita harus ke rumah Kou…gara-gara pesta ini gagal aku tidak jadi makan malam." Neji tambah sweatdrop….itu sama sekali tidak nyambung dengan apa yang ia katakan tadi.

Neji terdiam sambil mengelus pipinya yang merah karena cubitan 'sayang' istrinya. Tenten tampak riang memakan masakan Kou di rumah koki Hyuuga itu. meski sederhana tapi sangat enak. Oh Neji sungguh berharap Tenten bisa memasak normal dan 'ramah' diperutnya. Tenten menengok ke arah Neji yang masih memandangnya intens, "Apa!"sahutnya jutek. Neji hampir tersenyum mendengarnya, "Gak papa…aku hanya berpikir….coba masakanmu seenak dan seramah masakan Kou di perutku….". Tenten tambah kesal, ia pun mengambil makanan Neji dan menyantapnya dengan ganas. "Hei itu makananku….Tenten…"sahutnya. Tenten malah asyik makan dan tak menghiraukannya. Poor Neji.

Mereka akhirnya pulang setelah makan malam, namun Kou ikut serta untuk memasak sarapan pagi untuk mereka. Neji kemudian mengganti baju dan bergegas mengambil laptop untuk mengerjakan laporan. Ia memutar radio di hpnya dan memutarkan lagu Accidentaly in love, sambil mengerjakan beberapa laporan. Lama-lama ia tidak jadi konsentrasi karena lagu itu seolah menyentilnya. "Shit, am I accidentally in love with her?". Belum lagi bayangan dansa saat ia dan istrinya berputar di benaknya. Come on come on jump on little higher…dan yang terbayang adalah Tenten yang melompat di pelukannnya. "Tidak…aku terlalu capek…aku istirahat saja deeeh." Neji lalu merasakan penglihatannya buram dan menghitam.

Tenten baru saja selesai mandi dan bersiap untuk tidur. Matanya tampak burem akibat lelah menyelamatkan Neji. Ngomong-ngomong, suami gantengnya itu memujinya hari ini. Sumpah, saat itu Tenten merasakan jantungnya seperti genderang yang ditabuh saat perang. Sial, pria itu hanya bercanda. Tenten lalu membuka kamarnya dan tampaklah mahluk berambut panjang dengan yukata tidur putih dengan pose menantang, mata dikedip-kedipkan dan berkata, "Hai…beibeeeeeh" dengan mendesah. Tenten terdiam sejenak sebelum berteriak, "Kyaaaaaaaaaaahhhhh! Banciiiiiiiiiiiiiii!" sambil berlari keluar.

Kou masih berada di rumah mereka dan tengah menyiapkan sarapan (agar tinggal dihangatkan besok) untuk tuanya kaget saat melihat Tenten dengan piyama bergaris dan rambut masih terbungkus handuk berlari histeris dan berteriak banci. Seketika itu juga, pelayan setia itu langsung ke kamar Tenten dan mendapati Neji yang berubah gaya menjadi feminin. Neji tampak duduk menyamping di lantai, masih dengan yukata putih yang dipakainya sambil menggigit jari dan mata berkedip-kedip sedih. Percayalah, pemandangan itu cukup bikin Kou syok di tempat sampe-sampe terduduk.

"Hiks…apa aku kurang ganteeeeeng? Padahalkan aku mulus gini…"sahutnya sambil menurunkan sebelah yukata putihnya dan memperlihatkan bahu putih yang berotot pada Kou. Kou langsung keluar dengan terisak, "Tidak mungkiiiiiin, tuan Nejiiiiiiii hiks!" Di luar tampak seseorang yang bikin Kou lebih syok lagi. Tenten nampak sembunyi di bawah meja sambil menggigil. Saat pria itu mendekati Tenten, gadis itu berteriak, "Jangaaaaannnnn, aku masih mau jadi ceweeeeeeekkkkk. Aku gak pengen dicium banciiiiiiiiii!". Kou menenangkan Tenten, "Nyonya, saya Kou…". Tenten langsung histeris, "Huaaaaa…..Kou….Neji…Neji jadi banciiiiiiii…..aku takutttttt!". Oke, Kou juga cukup mengerti Tenten pasti kaget Neji berubah jadi seperti itu tapi kok istri tuannya itu sampe segitu bencinya pada banci?

Usut-punya-usut, ternyata dulu saat kecil Tenten dan Neji pernah berperan drama dan Neji menjadi Putri sedangkan Tenten dijadikan Pangeran. Tenten sih biasa-biasa aja sama Neji yang dijadiin putri bahkan kagum karena sahabatnya tampak cantik. Tapi, masalahnya adalah saat mereka pulang. Saat itu, Guy yang seharusnya menjemput Tenten malah terlambat karena kebanyakan curhat ama Asuma, teman seangkatan. Alhasil, sore itu Tenten harus menunggu di sekolah dan saat itu terdapat segerombolan banci. Banci itu lalu menggoda Tenten karena tampannya riasan yang dibuat padanya. Tenten bisa diselamatkan karena Anko (yang saat itu masih SMA) mengamuk dan menghajar para banci itu disusul Guy yang datang dan mengeluarkan 'dynamic entry'nya. Guy pun minta maaf pada Tenten yang tersedu. Sejak saat itu pula Tenten paling takut ama banci dan Tenten akhirnya malah milih untuk kemana-mana bareng neneknya.

Kou sungguh trenyuh, kasihan sekali nasib istri tuannya ini. Tiba-tiba Kou merasa kerah leher belakangnya ditarik. Ia pun diusir paksa Neji ke luar. Whaaaaat? Padahal ia kan koki yang paling menjadi favorit Neji?. Kou segera melapokan kejadian aneh ini pada Tuan Besar Hiashi.

Sementara itu, Neji mendekati Tenten yang mulai berlari di sekitar meja. Jadi deh putar-putaran kayak film india gitu kejar-kejarannya. Hingga Neji pun mendesak Tenten ke dinding. Saat istrinya itu ingin kabur, tangannya menghalangi jalan Tenten. Tenten melotot, terutama karena gaya Neji yang kemayu tapi maksa. "Kenapa siih? Yey gak pernah perhatiin eikeh? Eikeh kurang apa coba? Eikeh ganteng, yey bilang juga rambut eikeh bagus sampe suka ngelus-ngelus rambut eikeh ampe eikeh suka ketiduran gitu, eikeh juga tajir tapi yey gak pernah bilang eikeh ganteng…yey itu terlalu….". Tenten sangat ketakutan disudutin plus dihalangin ama kedua tangan Neji itu. Sebenarnya Tenten gak mungkin nangis kalo ini, Neji yang macho dan laki seperti biasanya. Lagian pose ini, biasa terjadi kalo pas mereka berkelahi bareng. Tapi ini….Neji yang kemayu, sumpeh Tenten ketakutan setengah mati.

"Ja..jangan ji…saya masih pengen jadi cewek. Aku gak bakal ganggu kamu..hiks…tolong tinggalin saya…huaaaaa!"tangisan cengeng Tenten pun akhirnya kedengaran ampe keluar. Brak! Bunyi kaca pecah terdengar, dan tampaklah Guy. "My beautiful flower! Ayah dataaaaang! Eh?" Guy juga cukup kaget melihat pose anak dan menantunya itu. Pria itu tersenyum gugup sambil tetap memperlihatkan senyum pepsodent, "Ah, hahahaha…ternyata kalian mau membuat cucu buat ayah ya? Yosh! Ganbattee, mumpung kalian masih muda…berjuanglaaaah!". Guy pun pergi lagi dengan terjun dari kaca jendela yang ia pecahkan tadi.

Krik…krik…krik..bunyi jangkrik di malam hari mengisi kesunyian yang awkward pasca iklan si Guy tadi. Oke lupakan saja pria itu, kembali pada Tenten yang terancam di bawah pengaruh Neji yang kemayu. Liat saja, pria itu sudah mulai membuka bungkusan handuk di kepala istrinya itu. Terpampanglah, rambut coklat kehitaman Tenten yang ikal mempesona (menurut Neji). Tenten sampe menangis…menangis…oke, ini adalah rekor dalam sejarah Tenten menangis karena perbuatan Neji sampe dua kali. "Hiks, jangan lakukan itu Neji…aku masih ingin jadi cewek. Aku…aku takuuuuuuuuut…"sahutnya mengiba-iba.

Neji malah nyolot "Hey! Yang bilang yey itu cowok siapa heh? Eikeh..mmm(sambil menggigit bibir bawahnya seksi) cuma mau mengagumi rambut yey, doang kok!" Tenten mulai panik saat Neji mulai mengambil rambutnya yang setengah basah itu dan mencium baunya. "Kyaaaa!" Tenten pun mendorong suaminya itu dan beranjak pergi sebelum Neji menariknya dan memaksa Tenten bertarung dengannya. Well ini, pertarungan pertama mereka sejak menikah, mengingat beberapa bulan menghabiskan waktu di Mansion Hyuuga untuk Neji berlatih Byaakugan.

Tenten terpaksa mengeluarkan jurus andalannya lagi, tentu bukan hal mudah mengingat suaminya itu punya Byaakugan yang bisa ngintip apa aja. Pervert! Pertarungan taijutsu pun dimulai, Neji pun tampak kewalahan dengan Tenten dan berakhir dengan dirinya terperangkap oleh senjata-senjata Tenten yang membuatnya menempel bak cicak di dinding. Oh sungguh menyedihkan. Pintu rumah dibuka paksa dari luar dan menampakkan Hiashi di sana.

"Astaga! Aku tidak percaya ini….padahal baru saja semalam lepas dari penculikan dan seminggu keluar dari mansion itu . Tenten tidak ada cara lain, kita harus membawanya lagi ke mansion Hyuuga itu."sahut Hiashi yang melihat keadaan Neji. "Iiiih, cerewet banget sih yey! Asal tahu aja ya, eikeh gak suka disuruh-suruh. Apalagi sama lelaki duda lapuk kaya yey!". Sumpah, Hiashi langsung melotot kesal mendengar perkataan tak sopan dari Neji itu namun ia bergidik sendiri. Kalo Neji biasanya nadanya bariton dan macho, nah yang di depannya itu gerakannya gelisah dan kemayu kaya cewek. Ia pun mengeluarkan cambuknya dan memukulkan ke samping badan Neji yang masih tertempel di dinding, Terang saja pria itu langsung teriak "Kyaaaa! Eikeh takutttt!"

Grr, Hiashi kesal sekali mendengarnya. Sempat terlintas, apa Neji emang punya kepribadian ganda kemayu gini ya? Setelah Hiashi dan Kou melepaskan Neji dari dinding dan mengikatnya, mereka segera pergi ke mansion Hyuuga. Tenten menolak ikut, ia sangat trauma dengan kejadian ini. Liat aja dia sudah mojok di sudut sambil nangis.

Herannya, saat mereka separuh perjalanan Neji sadar. "Paman, kenapa aku dibawa kaya gini ya? Kok aku diikat?" Hiashi melototkan mata, "Hmmh, biar belajar sopan santun. Kamu bahkan membentakku tadi." Neji mengerutkan kening, "Memangnya kapan aku melakukan seperti itu paman? Aku kan hanya tertidur tadi….". Oke, Hiashi dan Kou fix bingung, baiklah sepertinya ada yang aneh. Hiashi semakin penasaran kenapa keponakannya itu ajdi macho lagi. Mereka balik lagi ke apartemen Neji. Oke, di sana Tenten sudah tidak nampak. Gawat! Hiashi sempat berpikir Tenten kabur dari rumah tapi tidak, ternyata Tenten pingsan di sudut. Nampaknya kecapekan dan ketakutan pasca kejadian tadi.

Neji tampak kaget, "Ih, dasar cewek aneh. Kok dia tidur di sini sih?" Ya ampuuun Neji, dia gak sadar kalo istrinya itu kaya gitu gara-gara dia berubah jadi banci manis. "Kok, gak biasanya sih dia tidur sambil menggerai rambutnya pas di luar kamar. Dia kan takut banget keliatan rambut aslinya….padahal gaya rambutnya ini sangat unik". Neji berceloteh sambil membawa Tenten ke kamarnya. Sebelum itu, Hiashi berkata, "Neji, besok datanglah ke rumah sendiri. Ada yang ingin paman katakan padamu". Neji yang tampak bingung sambil membawa istrinya mengangguk saja, 'Ah paling hanya tentang bisnis atau aturan Hyuuga lain lagi.'

Pagi harinya Tenten bangun dengan histeris, "Tidaaaaak! Neji jadi banciiiiiii!" teriaknya dari kamar. Kontan saja Neji yang habis minum kopi paginya itu tersembur. Ia langsung menuju kamar Tenten. Ia mendapati Tenten panik melihatnya. "Jangan dekati aku Neji! Kau ternyata banci! Aku tidak mau menjadi banci sepertimu!" Twitch,, perempatan muncul di sudut kepala suaminya itu. Pluk, Neji melemparkannya handuk, "Heh! Enak saja! Aku lelaki tulen! Sana mandi! Makanya jangan terlalu banyak mengkhayal, aku tuh cowok tulen". Tenten berkedip sebentar, "A..apa? Horeeeeee! Neji cowok asli…..bukan banci! Yesss!". Tenten mencubit pipi Neji dan segera ke kamar mandi.

Tenten yang sudah selesai mandi, segera memasakkan nasi goreng untuk Neji sebagai tanda bersyukur karena Neji masih 'cowok tulen'. Neji mau gak mau menerima, yaah rasanya lumayan dan semoga ia tidak sakit perut hari ini.

[END OF FLASHBACK]

Yah seperti itulah kejadiannya. Hmm, pria itu emang gak pernah ingat atau tahu dia pernah berubah jadi banci manis dan Tenten juga gak nyadar kalo yang semalam itu emang nyata. Neji akhirnya pergi ke rumah sang paman dan disana ia mendapat keterangan yang mencengangkan. Yang ia alami adalah akibat dari gerhana bulan yang bersamaan dengan berjejernya 9 planet secara beruturan. Well, tentu saja Neji gak tahu tentang hal kaya gituan.

Hiashi sendiri baru menyadari sesaat setelah ia pulang dari pesta. Saat itu, berita mengabarkan tentang gerhana bulan yang terjadi malam itu. Zaman dulu, berdasarkan tradisi di masa lalu pria Hyuuga tanpa pasangan harus terkurung seharian penuh dan bermeditasi di depan pedang suci. Tradisi ini bernama Hold The Heart. Hal ini, untuk mencegah perilaku mereka yang aneh bila mereka bertemu lawan jenis. Para pria yang sudah menikah umumnya tidak terpengaruh dengan efek ini. Yah, maklum siih peristiwa alam ini gak sering terjadi, akhirnya tradisi ini perlahan menghilang dengan sendirinya.

Huft, Hiashi mengerti kalo keponakannya ini gak pernah mau nyentuh si istri yang katanya sahabat semati sejak kecil, Wajar aja sih kalo keponakannya itu rada agresif, cuma itu loooooh…..kenapa siiiiiih Neji kemayu bangeeet. Kayak banci pasar yang sering geret-geret dirinya dulu sepulang sekolah karena dikira ingin mengambil tempat 'jajahannya'. Untung saja gak ada yang tahu tentang ini semua. "Jika tidak, mau ditaruh dimana mukakuuu" batin Hiashi sedih.