Title : Throwback

Cast: Kris Wu Yifan and Huang Zitao

Pairing: KrisTao

Warning: GS for uke, typo, bahasa tidak baku

Disclaimer: Semua cast bukan milik saya tapi cerita milik saya

.

.

.

.

.

PART 14

Zitao berjongkok di depan Sehan, putri semata wayang Sehun dengan Luhan untuk membantu anak perempuan itu berkemas sebelum pulang. Saat ini mereka sedang berada di sekolah Sehan, memang sudah menjadi rutinitas Zitao untuk mengantar keponakannya itu kesekolah jika ibu mertuanya sedang tidak berada di korea.

"Baiklah, semuanya sudah beres dan kita bisa segera pulang sayang,"ujar Zitao dengan senyum.

"Apa appa thudah datang?" Tanya Sehan.

"Appa?"ulang Zitao,"Memangnya appa bilang akan datang?"

Sehan hanya mengangguk mantap sebagai jawaban,"Tadi pagi appa bilang akan datang di telephon,"

"Ahhh begitukah?"tanggap Zitao,"Kalau begitu ayo cepat kita keluar, siapa tahu Appa sudah menunggu,"ajak Zitao sambil membawa tubuhnya berdiri, menggenggam sebelah tangan bocah itu dan menuntunnya keluar dari kelas.

"Ne, Aunty,"sambut Sehan dengan antusias, karena jujur saja bocah itu sudah begitu merindukan ayahnya itu karena mereka berdua hidup terpisah.

Baru saja mereka sampai di depan halaman sekolah Zitao sudah dikagetkan dengan Sehan yang tiba-tiba melepas genggaman tangannya dan berlari menjauh.

"Appa!"teriak Sehan dengan penuh semangat sambil berlari menghampiri seorang pemuda yang kini sedang bersandar di bandan mobil. Pemuda itu adalah Wu Shixun, adik ipar Zitao.

Zitao tersenyum hangat saat ia melihat Sehan kini sudah berpindah ke dalam gendongan ayahnya. Sampai saat ini pun pemandangan seperti ini masih saja berhasil membuat Zitao terharu.

"Halo sayang, bagaimana harimu?"Tanya pemuda itu pada putrinya.

Mendengar pertanyaan itu, yang bocah merengut dengan kesal,"Jungwa nakal Appa, Thesan thebal pokoknya thama dia!"Rengek Sehan manja.

Sehun terkekeh , bahkan dalam keadaan marah seperti ini Sehan masih terlihat menggemaskan.

"Apa kau tidak sibuk, tumben sekali kau datang kemari?"tanya Zitao tiba-tiba, sepertinya Sehun terlalu fokus pada anak perempuannya sampai dia tidak menyadari kehadiran Zitao.

"Kalau mengurusi kesibukan tidak akan ada habisnya noona, tapi tadi pagi Sehan merengek padaku. Jadi aku menyempatkan datang kemari,"jelas Sehun.

"Oh jadi jika tidak sempat kau tidak akan datang?"goda Zitao pada adik iparnya itu.

"Bukan begitu noona, tapi kan aku memang tidak bisa sering-sering berkunjung,"bela Sehun tak mau kalah.

"Oh ya ku dengar Luhan sudah pindah ke tempatmu?"

"Ya, kemarin dia baru datang,"jawab Sehun.

"Aku bingung mau memanggilnya apa, dia lebih tua dariku jadi seharusnya aku memanggilnya Unnie. Tapi walaupun begitu dia istri adik iparku, jadi jika menurut silsilah keluarga harus aku yang dituakan. Hmmm membingungkan, menurutmu bagaimana Sehun?"

Sehun hanya terkekeh mendengar celotehan Zitao," Terserah noona saja mau memanggilnya bagaimana, dia tidak akan keberatan,"

Zitao terdiam , dipandanginya wajah Sehun saat membicarakan Luhan. Begitu bahagia dan bersemangat, berbeda sekali dengan Sehun yang ia kenal selama ini.

"Hahh aku jadi ingin bertemu Luhan.."desis Zitao.

"Memangnya kenapa noona?"

"Aku hanya penasaran, orang seperti apa wanita yang dicintai Kris..." Zitao mengatakan hal itu dengan pandangan kosong. Tiba-tiba saja kejadian tadi pagi terngiang lagi di telinganya.

"Kau pasti sudah tahu perasaanku tidak pernah berubah Zitao, aku masih mencintai Luhan. Dan sekarang aku yang akan merebutnya dari Sehun!"

Luhan, Zitao benar-benar penasaran dengan sosok itu. Begitu special kah dia hingga Kris begitu mencintainya. Hingga tidak ada ruang lagi di hati Kris untuk ia tempati.

"Noona, apa ada yang salah?"tanya Sehun khawatir, dia tahu pasti ada yang tidak beres.

Zitao menggeleng pelan,"Tidak, semua baik-baik saja Sehun,"jawab Zitso, "Sebaiknya kita pulang saja sekarang,"

Sehun pun hanya mengangguk menuruti perintah kakak iparnya itu.

.

.

.

Kris mengemudikan mobilnya seperti orang kesetanan. Emosi kini tengah menguasai pria berusia 29 th itu. Saat ini Kris baru saja kembali dari mengunjungi Luhan. Segila kedengarannya, Kris sama sekali tidak memikirkan akibat dari perbuatannya dan langsung saja mendatangi Luhan yang kini tinggal di rumah Sehun.

Tak Kris sangka, ternyata kondisi Luhan jauh lebih baik daripada yang ia bayangkan. Tanpa berbasa-basi Kris langsung saja meminta Luhan untuk kembali padanya. Saat itu emosi Kris sedang kacau. Jika Kris tidak bisa bersama orang yang ia cintai, maka Sehun dalang dari semua masalah ini juga tidak boleh mendapatkan cintanya. Dengan cara apapun Kris akan berusaha memisahkan Sehun dari Luhan.

Namun di luar dugaan, reaksi Luhan jauh dari apa yang ia perkirakan. Luhan yang pernah tergoncang jiwanya karena ulah Sehun itu justru kini mengatakan telah jatuh cinta pada adik laki-lakinya.

"Tapi aku mencintainya Kris.."

Kris tidak menyangkal, bahwa dia sempat sakit hati saat Luhan mengatakan hal itu di depannya. Bagaimanapun mereka berdua pernah saling mencintai. Kris merssa tidak rela, bahwa kini Luhan telah menemukan cintanya yang baru, sedangkan Kris sendiri, dia harus menerima kenyataan bahwa sebentar lagi Zitao akan pergi dari hidupnya.

"Kris kumohon...tolong jangan berusaha merubah perasaanku pada suaminku.."

Kris merasa miris saat mendengar kata 'Suami' dari mulut Luhan. Benar, kini Luhan adalah istri Sehun. Yeoja itu kini berstatus sebagai adik iparnya.

"Kris..itu artinya kita tidak berjodoh. Kita relakan saja semuanya. Aku tidak lagi pantas untukmu Kris. Kau berhak mendapatkan yeoja yang lebih baik dariku. Kau orang baik, aku yang paling tahu itu. Aku yakin, di suatu tempat di dunia ini pasti ada seseorang yang akan mencintaimu sepenuh hati..."

Mencintaimu sepenuh hati..

Kris tidak berbohong, jika bayangan Zitaolah yang muncul saat Luhan mengatakan hal itu. Kris tidak menginginkan siapapun saat ini, dia hanya menginginkan Zitao. Namun gadis itu menolaknya. Kris tidak terima, dia ingin bahagia seperti orang lain. Maka egonya lah yang kini mengambil alih kendali dirinya. Biarlah dia menjadi orang jahat sekarang, Kris tetap tidak ingin Sehun dan Luhan bersatu

Tak terasa Kris sudah sampai di depan rumah kediaman keluarga Wu, hari masih siang namun Kris memutuskan untuk tidak kembali ke kantor. Maka dengan malas-malasan pemuda itu melangkahkan kakinya memasuki rumah. Baru beberapa langkah ia memasuki rumah, Kris mendengar suara orang mengobrol. Indera penglihatannya menangkap dua orang kini tengah menuruni tangga. Mereka berdua adalah Zitao dan Sehun, mereka terlihat mengobrol dengan antusias. Dan sesekali keduanya terlihat tertawa.

Zitao tertawa? Entah sejak kapan terakhir kali Kris melihat pemandangan itu. Tiga tahun yang lalukah? Atau lebih lama dari itu? Kris bukannya bodoh atau pura-pura tidak tahu bahwa dialah penyebab utama lenyapnya senyum dari wajah Zitao.

Sehun dan Zitao menghentikan obrolannya saat menyadari kehadiran Kris. Tiba-tiba saja suasananya menjadi hening dan sedikit mencekam. Bahkan suara langkah kaki Zitao dan adik iparnya itu menggema di lantai. Sehun berjalan ke arah Kris dan langsung membungkukkan tubunya untuk memberi salam.

"Aku pergi dulu hyung, permisi.."pamit Sehun lalu kini bergegas keluar dari rumah itu. Sampai saat ini pun hubungan Kris dan Sehun belum juga membaik. Kris tidak pernah memaafkan adiknya, sebanyak apapun Sehun meminta maaf.

Tinggalah Kris dan Zitao di ruangan itu. Suasana canggung ini benar-benar mencekik Zitao.

"Kau sudah pulang?"tanya Zitao singkat.

"Hmm,"gumam Kris sekenanya, dan pemuda itu lebih memilih menaiki tangga meninggalkan Zitao di belakang.

"Menatapku saja kau sudah tidak mau melakukannya Kris..."bisik Zitao di dalam hati. Rasa sakit tiba-tiba merayapi hatinya. Zitao ketakutan, wantunya semakin lama semakin habis. Mau tidak mau dia harus meninggalkan rumah ini. Hanya membayangkannya saja kadang Zitao merasa tidak sanggup.

.

.

.

Kris mengusap lembut surai Sehan yang kini tertidur di sampingnya. Seperti yang dia janjikan tadi pagi, malam ini Kris membacakan dongeng untuk Sehan hingga keponakannya itu tertidur.

Ekor matanya melirik Zitao yang sedari tadi memandangi Sehan tanpa berkedip. Saat ini mereka berdua memang sedang berada di kamar Sehan, tepatnya mereka berdua duduk bersandar di ranjang si mungil dengan si empunya kamar tertidur di antara mereka. Sudah menjadi kebiasaan Kris dan Zitao untuk selalu mengantar Sehan tidur.

Merasa diperhatikan akhirnya Zitao memilih untuk membuka suara,"Mungkin, jika kita berpisah nanti aku akan sangat merindukan Sehan,"ujar Zitao pelan, matanya tak lepas memandang Sehan penuh sayang.

"Menurutku kau terlalu berlebihan untuk seseorang yang bukan Ibunya. Aku jadi penasaran, bagaimana jika kau memiliki anak sendiri. Mungkin kau akn menyanjungnya hingga ke ujung dunia,"balas Kris dengan nada pedas, entah mengapa dia kesal mengetahui Zitao lebih bersedih berpisah dengan Sehan daripada dengannya.

Zitao sedikit tersentak mendengar Kris menyinggung soal anak, tanpa sadar Zitao mengusap perutnya yang masih datar, ada rasa hangat yang menjalari hatinya saat Zitao sadar ada kehidupan di perutnya,"Ya, tentu aku akan sangat menyayanginya jika itu anakku sendiri,"balas Zitao dengan senyum lembut, seperti tidak perduli dengan ucapan pedas Kris barusan,. Yeoja itu terlalu terhanyut dengan angan-angannya untuk menimang anaknya sendiri.

Ada rasa cemburu yang menjalari Kris saat melihat senyum lembut Zitao. Kris mengira Zitao sudah tidak sabar untuk meninggalkan dirinya dan menempuh hidup baru dengan orang lain. Hidup baru yang tidak ada Kris di dalamnya.

Tanpa sadar Kris mendengus tidak suka,"Baguslah, aku do'akan kau akan mendapatkan seseorang yang mencintaimu setelah kita berpisah,"

Rasa hangat seketika sirna di hati Zitao saat mendengarnya, seolah Kris begitu ingin segera mengakhiri hubungan mereka,"Tentu, aku akan mencari seseorang yang bersedia mencintaiku dan aku juga mencintainya,"balas Zitao berusaha untuk tidak tersinggung.

Kris memandang Zitao tajam,"Mungkin, jika kita tidak pernah menikah saat ini aku pasti sudah menikahkanmu dengan seseorang yang bisa menjagamu,"

"Untuk apa menyesali masa lalu, semua sudah terjadi Kris. Tidak ada yang bisa di ulang kembali,"balas Zitao tanpa emosi yang nyata, yeoja itu hanya berusaha tidak terpancing emosi.

"Hah, kau bicara seperti itu seolah-olah kau bukanlah dalang dari semua ini?"ujar Kris sarkatis, jika Kris pikir kembali mungkin memang lebih baik jika ia tidak pernah jatuh cinta pada Zitao. Mungkin akan lebih baik jika Kris terus saja membenci Zitao.

"Sudah tiga tahun berlalu, dan juga sudah ratusan kali aku katakan jika aku tidak pernah membujuk Kakek untuk menikahkan kita. Tapi sepertinya sedikitpun kau tidak pernah mau mengerti,"

"Aku menyayangimu,"potong Kris dan Zitao tersentak,"Aku dulu begitu menyayangimu sampai aku tidak pernah ingin melihatmu terluka. Kau adikku Zitao, seharusnya selamanya kau tetap jadi adikku!" Kris benar-benar sudah terbawa emosi, dan pemuda itu sama sekali tidak berusaha untuk menutupinya. Pergolatan batin membelenggu hatinya saat ini.

Tenggorokan Zitao seperti tercekat, air mata merebak dipelupuk matanya. Jadi benar seperti itu, Kris hanya menganggapnya adik, mungkin jika benar mereka bercerai nanti Kris dan Zitao bisa menjadi saudara seperti sebelumnya. Sekuat tenaga Zitao menahan air matanya walaupun rasanya sesak di dada.

"Maukah kau berjanji satu hal padaku?"pinta Zitao dengan suara parau.

Sedangkan Kris tidak menjawab, hanya memandang Zitao dengan tatapan penuh luka dan amarah.

"Setelah kita bercerai nanti tolong kembalikan Kris ge padaku.."lanjut Zitao dan bola mata Kris membola mendengarnya,"Aku merindukannya Kris, sudah tiga tahun aku tidak bertemu dengannya..kumohon..."suara Zitao semakin lirih di akhirnya, terdengar rapuh dan juga pilu.

Gemuruh memenuhi dada Kris saat ini, perasaan ini kenapa begitu terasa kejam. Terasa kejam hingga rasanya Kris tidak sanggup untuk menanggunya,"...boleh saja...sepertinya Kris ge mu itu juga sudah merindukan adik kesayangannya..."

Berakhir disini, mungkin memang lebih baik mereka tetap menjadi saudara sejak awal. Agar tidak akan semakin banyak hati yang terluka.

TBC

Guys, maaf ya ini pendek, kalo menurut kalian pilih update cepet tapi pendek apa update lama tapi panjang?

Susahbanget nulis ff ini, coz sebenernya chap ini cuma pengulangan di Love Trauma jadi moodnya bener-bener ruined

Mungkin harusnya aku berhenti sebelum love trauma mulai, and langsung di lanjut setelah love trauma

Coz sumbah, nulis ulang dengan sudut pandang beda tu ribet sekali

And buat chocomilk, yang dsri kemarin ngespam ff ini pake komen gokil, aku cewe ko say

Emang salah ya kalo cewe namanya anjar?

Trus kalo huruf W itu, sebenrnya itu bentuk rasi bintang Cassiopeia, fandom pertama aku di kpop a.k.a Fans of TVXQ

So sebenernya nama akun aku tu AnjarCassiopeia, bukannya AnjarWu

Iya sih dulu gue ngebias Kris, tapi gue ga segitu cintanya juga sampe pake nama dia di akun aku, lol