.

Akatsuki No Yona

Second Generation

.

Chapter 14 – Adoption

Tak seperti para sepupunya

Hanya ia yang diadopsi

.


Di antara anak-anak Yona, Hak, Yun, ke-4 ksatria Naga dan Soo Won, jika ditanya anak siapa yang paling tua, jawabannya adalah Bam, putra angkat Shina yang setahun lebih tua dari Hakuren dan Nari, yang kini bekerja sebagai pengawal Rui, putri bungsu dari keluarga kerajaan Kouka. Di tengah hari yang cerah, hari itu mereka semua sedang berkumpul seperti biasa.

"hee, jadi marga kalian 'Son' adalah nama yang berasal dari ibu kalian?" ujar Umi.

"benar, nama ibuku Son Aina. Ayahku tak punya nama marga, jadi kami berdua memakai marga ibu kami" angguk Nari.

"tentu saja pak tua itu tak punya nama marga, sudah di-blacklist" gerutu Hakuren sinis.

"kakak!? Sudah, kita kan sudah janji untuk tak membicarakan soal itu di hadapan orang lain?!", Nari menjitak kepala Hakuren sebelum memitingnya "kenapa juga tahu-tahu sekarang kau jadi menyinggung masalah ini? Masih marah?".

"tidak, cuma kesal".

"sama saja".

Setelah mendengar percakapan kecil antara Hakuren dan Nari dengan mereka, Rui bertanya pada Bam yang sudah ia anggap seperti kakak laki-laki sendiri "kak Bam, bagaimana ceritanya kakak bisa diadopsi oleh paman Shina? Di antara anak para paman Naga, hanya kakak yang diadopsi dan kakak yang paling tua, kan?".

"Rui?! Tak seharusnya kau bertanya begitu kepada Bam. Bagaimana jika itu topik sensitif?" tegur Hanna.

"tak apa, Hanna. Sudah biasa, kok", Bam mengayunkan tangan dan tersenyum simpul "benar juga, aku tak pernah cerita soal ini pada siapapun, ya? Sebenarnya bukan karena tak ada yang pernah bertanya sama sekali, tapi aku tahu biasanya orang merasa enggan, padahal tidak masalah bagiku jika menceritakannya. toh, lagipula aku sudah menganggap Seiryuu Shina sebagai ayah kandungku sendiri".


.

Flashback

.

Butuh waktu 3 tahun bagi Yona dan Hak untuk mengambil alih tahta setelah mereka mendapatkan pedang dan perisai sesuai dengan ramalan. Soo Won menghilang bersama anak-anaknya. Keishuk ditangkap dan dihukum mati. Joo Doh diberi pengampunan dan menjalankan amnesti sesuai yang ditawarkan oleh Yona.

Anehnya, sebelum penobatan Hak dan Yona sebagai Raja dan Ratu (juga pesta pernikahan mereka berdua), samar-samar Shina merasa ada Seiryuu yang baru. Namun entah kenapa hawa dan sinar dari Seiryuu yang baru ini terasa berbeda dengan yang sudah-sudah. Shina, Jae Ha dan Kija tak tahu soal itu jika bukan karena Zeno yang mengkonfirmasi soal ini. Jika ditanya apa yang berbeda, entah kenapa sinarnya kali ini terasa lebih lemah dan layaknya cahaya kunang-kunang, terasa lebih redup dari yang biasanya. Ke-4 Ksatria Naga akhirnya memutuskan untuk membicarakan hal ini dengan Yun, Yona dan Hak. Akhirnya diputuskan, Jae Ha dan Yun akan pergi menjemput Ik-Su untuk meminta Ik-Su menjelaskan mengenai apa yang terjadi (sekaligus meminta Ik-Su untuk bertugas sebagai pendeta di upacara pernikahan mereka).

Ik-Su menjelaskan pada mereka, dengan dibangkitnya Pedang dan Perisai Raja serta kembalinya Naga Merah saat fajar sesuai dengan ramalan, terjadi perubahan pada Ksatria Naga, dimana para Ksatria Naga generasi selanjutnya akan tetap mewarisi kekuatan yang diberikan darah Naga tapi kekuatan itu perlahan akan melemah, bukan menghilang, tapi kembali ke tempat asalnya di Surga seiring dengan berlangsungnya garis keturunan mereka yang selanjutnya. Akan ada ciri khas dari mereka yang hilang secara perlahan tapi pasti, hingga akhirnya di saat kekuatan ini tak diperlukan lagi di dunia, kekuatan ini akan kembali seutuhnya ke Langit.

"hal ini baru bisa kita ketahui sekarang setelah Pedang dan Perisai Raja bangkit dan Naga Merah kembali saat fajar seperti yang tertulis di ramalan", Ik-Su lalu memberitahu Kija dan Jae Ha untuk bersiap sebab Hakuryuu dan Ryokuryuu selanjutnya adalah anak mereka sendiri "untuk Ouryuu Zeno, kekuatan itu bisa kau wariskan pada keturunanmu. Putrimu akan mewarisi kemampuanmu sebagai Ouryuu tapi kekuatan itu bisa ditransfer pada keturuna putrimu kelak, jadi kau tak perlu khawatir sebab putrimu takkan menjadi abadi sepertimu. Hanya saja… sebaiknya kalian segera membawa Seiryuu kecil itu kemari, dia sangat membutuhkan pertolongan kalian untuk keluar dari kegelapan".

Shina, Jae Ha dan Zeno bergegas pergi ke desa Seiryuu untuk mengambil Seiryuu selanjutnya tapi mereka sangat terkejut, bukan hanya karena tahun ini Seiryuu kecil ini akan berusia 3 tahun, ia lahir di saat yang bertepatan dengan tahun yang sama saat Yona meninggalkan kastil 3 tahun lalu. Anak itu tak lahir dengan rambut biru tapi ia memiliki mata Naga, ia lahir kira-kira sekitar 4 bulan setelah Shina meninggalkan desa ini saat mereka tengah berada di Xing. Melihat mata Naga yang dimiliki oleh anak yang baru lahir itu, ibu kandungnya mati bunuh diri sedangkan ayahnya terpaksa membesarkannya seorang diri karena Seiryuu pendahulunya, Shina tak lagi berada di desa itu. Saat Zeno bertanya pada salah seorang anak di desa itu, anak kecil itu menceritakan apa yang sering ia dengar dari orang tuanya bahwa Seiryuu kecil itu selalu dikurung di rumah, ayahnya selalu mabuk-mabukan dan memukuli Seiryuu kecil itu. Untuk pertama kalinya, Seiryuu kecil itu menggunakan kekuatannya baru-baru ini yang berakibat fatal, ia membunuh ayah kandungnya sendiri, meski itu ia lakukan secara tak sengaja karena ia menghentikan jantungnya menggunakan mata Naganya di saat ayahnya yang kejam itu memukulinya. Merasa bahwa mereka sudah mendapat keterangan yang cukup, Jae Ha sangat ingin menghajar atau membunuh siapapun yang berani menganiaya Seiryuu kecil yang tak bersalah ini. Setelah Zeno berhasil menenangkan Jae Ha yang memutuskan akan menunggu di luar saja, Zeno bernegosiasi dengan tetua desa Seiryuu. Setelah mereka mendapatkan izin untuk mengambil Seiryuu kecil ini, Shina meminta Zeno untuk menunggu bersama Jae Ha selagi ia menemui dan membujuk anak ini.

Shina mengepalkan tangannya, menahan amarahnya pada warga desa yang membiarkan anak ini dan pada mendiang ayah kandung anak ini yang tega memukuli dan menyiksa anak sekecil ini. Ia tak bergerak dari sudut ruangan tempat ia meringkuk sambil memeluk lutut dan menyembunyikan wajahnya di balik lututnya tapi Shina masih bisa melihat dengan jelas, lebam dan luka sayatan di tubuh anak itu.

Shina berjongkok di depan anak itu dan mengulurkan tangannya "ikutlah denganku".

Anak itu menatapnya tajam dan menepis tangannya dengan kasar "apa jaminannya kau takkan melakukan hal yang sama dengan ayahku padaku jika aku ikut denganmu? Pergi! Aku ini dikutuk karena kedua mata ini?!".

"aku takkan menyakitimu hanya karena mata itu sebab sama sepertimu, aku juga dibenci karena mata ini", Shina membuka penutup mata yang ia kenakan sehingga sepasang mata Naga miliknya bertatapan dengan mata emas milik Bam "tapi aku diselamatkan oleh teman-teman yang sudah kuanggap sebagai keluargaku sendiri, mereka tak pernah takut padaku, mereka tak akan menghina atau memandangku berbeda, malah mereka bisa menerimaku apa adanya. Ikutlah denganku, agar kau juga jadi bagian dari keluarga kami".

Anak itu menatap tak percaya saat melihat mata yang sama persis dengan miliknya "…mereka tak akan mengucilkan atau memukuliku?".

"justru mereka akan marah dan menghajar orang yang berani melakukan itu padamu. Mereka pasti akan membantuku untuk melindungi dan menyayangimu layaknya keluarga sendiri, maka izinkan aku menjadi ayahmu mulai sekarang", Shina menarik pergelangan tangan anak itu sebelum ia memeluknya dengan lembut "maaf, karena aku tak menemukanmu dan membawamu pergi lebih cepat dari kegelapan ini".

Anak kecil itu mencengkram lengan baju Shina erat-erat dan menangis keras, tangisan pertamanya setelah semua yang ia alami. Meski ia baru berusia 3 tahun, ia sudah harus menghadapi kekejaman dunia ini. Shina bersumpah ia takkan membuat anak ini merasa kesepian sepertinya. Shina keluar dari desa Seiryuu, menemui Zeno dan Jae Ha yang sudah menunggunya di depan desa sebelum mereka bertiga bergegas kembali ke kastil Hiryuu, tepat waktu sekitar beberapa hari sebelum pesta pernikahan Yona dan Hak serta penobatan mereka berdua. Hal pertama yang dilakukan Shina saat mereka kembali adalah menemui Kayano dan Yun untuk mengobati dan mengurus Bam meski sudah seperti Zeno duga, Kayano marah besar melihat luka di tubuh anak itu.

"keterlaluan?! Apa saja yang dilakukan oleh para orang dewasa tak berguna di desa itu?! Apa mereka tak punya akal sehat?", Kayano menggerutu saat membantu Yun untuk mengobati luka-luka di tubuh Seiryuu kecil setelah memandikannya "andai kalian mengizinkanku ikut, mereka akan ku—".

"Kayano, tenanglah. Kau membuatnya takut", Zeno menyerahkan Waka yang berusia 2 tahun pada Kayano sebelum membantu Yun memakaikan baju pada Seiryuu kecil setelah Yun membalutkan perban pada Seiryuu kecil yang ia sadari belum diberi nama "ah, omong-omong, namanya siapa?".

Seperti Shina, ia juga tak memiliki nama. Yona mengusulkan bahwa Shina sebagai ayahnya yang berhak memberinya nama, karena Shina yang membawa anak itu keluar dari tempat itu, sehingga Seiryuu kecil pasti akan menerima nama yang ia berikan. Tentu saja Kija, Jae Ha dan yang lain akan membantunya jika Shina kesulitan mencari nama untuknya. Shina mengingat pertama kali ia menemukan Seiryuu kecil ini di tengah kegelapan pada malam yang gelap. Meski berada di tengah kegelapan, ia berusaha untuk tidak takut dan ia tak gentar menghadapi kegelapan malam seorang diri. Jika Shina adalah cahaya bulan di malam hari, maka ia berharap anak yang ada dihadapannya bisa menjadi anak yang kuat, meski tanpa cahaya bulan di malam hari karena ia adalah malam itu sendiri.

"…Bam…", Shina duduk di samping Seiryuu kecil itu dan menepuk kepalanya "artinya 'Malam', jadi kau takkan pernah takut menghadapi kegelapan di malam hari, karena kau malam itu sendiri".

"nama yang bagus" komentar Hak.

Mendapat nama baru dari ayah barunya, serta mendapat kehangatan keluarga di rumah barunya memberikan kehangatan di hatinya sehingga Bam melompat ke pelukan Shina sambil melingkarkan lengannya ke leber Shina, berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah ke bahu Shina "…terima kasih…".

Yona dan yang lain tertawa dan tersenyum melihat sikap Bam yang begitu manis.

Yun menepuk kepala Bam dan terkekeh "apa semua Seiryuu itu pemalu, ya?".

Karena Bam tak pernah merasakan bagaimana kasih sayang seorang ibu, Kayano dan Yona yang dekat dengannya menjadi sosok ibu baginya meski Kayano yang paling sering mengurusnya-lah yang benar-benar ia anggap sebagai ibu, itulah juga sebabnya ia bisa begitu dekat dengan Waka.

.

Flashback End

.


"begitulah ceritanya, tapi…", Bam menautkan alis "hei, kau yang bertanya, tapi kenapa kau malah menangis?".

Seperti biasa, Rui memang paling mudah menangis, kali ini ia menangis karena ia merasa bersalah pada Bam "maaf… seharusnya aku tak bertanya…".

"tak apa-apa, kok. Sungguh, sebab sekarang ini aku sudah cukup puas dengan hidupku dan aku bahagia karena dikelilingi oleh teman-teman dan keluarga yang baik", Bam tersenyum lebar dan mengelus kepala Rui "buktinya, aku punya adik-adik sepupu dan para paman yang lucu, meskipun salah satunya cengeng seperti ini".

"kak Bam!?" pekik Rui yang disambut suara tawa para sahabat dan keluarga mereka.