Main Cast
• Park Chanyeol
• Byun Baekhyun
Other Cast
• Find it yourself
Gendre : Romance, Hurt/Fluff
Rating : T menjurus M
DISCLAIMER : STORY BELONG TO AUTHOR, CAST SEUTUHNYA MILIK SM !
DON'T BE SIDERS !
WARNING : TYPO MENGHANTUI ANDA XD !
•
•
•
•
•
IT'S YAOI FICTION
•
•
•
- CHANBAEK STORY -
•
•
•
DON'T LIKE DON'T READ
STORY BELONG TO AUTHOR !
•
•
•
- HAPPY READING -
BAEKCHANNIE PRESENT
•
•
•
•
•
"ONE MISTAKE ONE REGRET"
Author POV
Sebuah mobil porsche berwarna hitam tiba di halaman rumah bernuansa mewah, terlihat seorang namja tinggi turun dari mobil itu dengan wajah paniknya langsung memasuki rumah tersebut. Suara langkah kakinya terdengar jelas di seluruh penjuru rumah dan itu tandanya ia sedang terburu-buru. Ia pun segera menerobos masuk ke dalam kamar yang bernuansa putih.
Hal pertama yang dilihatnya adalah seorang lelaki yang tengah memberontak sedangkan kedua tangannya ditahan oleh pembantu di rumah itu.
Melihat pemandangan yang saat ini ada di depan matanya, tanpa berlama-lama ia langsung menghampiri namja tersebut.
"Kyungsoo.. sadarlah.. aku disini.." tukas Chanyeol sambil memegang bahu Kyungsoo.
"Lepaskan..! Biarkan aku mati, tak ada gunanya lagi aku hidup di dunia ini..!" dengan berlinangan air mata namja mungil itu tetap memberontak sambil berusaha melepaskan kedua tangannya.
"Kyungsoo.. sadarlah! Ini aku Chanyeol..!" tukas Chanyeol dengan volume suara yang mulai meninggi, raut wajahnya menyiratkan rasa kekhawatiran dan juga panik.
"C-Chanyeol?..." Sontak Kyungsoo terdiam, pandangannya kosong.
Beberapa detik kemudian ia langsung menoleh ke arah Chanyeol.. menatap wajah tampan itu. Seketika itu juga air matanya mengalir semakin deras. "Chanyeol.. Chanyeol.. kumohon jangan tinggalkan aku hiks... aku membutuhkanmu.. kumohon tetaplah di sampingku hiks.. aku tak sanggup lagi Chanyeol.."
Lelaki tinggi itupun mendekatkan tubuhnya lalu membawa Kyungsoo ke dalam pelukannya, bersamaan dengan itu tangisan Kyungsoo pun semakin pecah.
Chanyeol mengelus punggung kurus Kyungsoo lalu mengedarkan pandangannya ke beberapa maid yang ada di ruangan itu, seolah mengerti dengan maksud Chanyeol akhirnya mereka meninggalkan kedua orang tersebut.
Kini tinggallah mereka berdua yang ada di ruangan itu, Chanyeol tetap mengelus punggung Kyungsoo berusaha menyalurkan ketenangan untuknya.
"Aku lelah Chanyeol.. aku lelah dengan semua ini.. hiks.. aku tak sanggup lagi menanggung semuanya.. Aku tak sanggup menahan rasa sakitnya.. hiks.. Lebih baik aku mati.. hiks.. aku lelah menanggung semua ini seorang diri.. Aku lelah Chanyeol.." Kyungsoo semakin membenamkan wajahnya.
"Apa yang kau bicarakan..? Kau pasti bisa, aku tahu ini sulit buatmu. Aku takkan meninggalkanmu, aku akan selalu bersamamu.."
"Hiks.. Chanyeol aku takut.. aku tak sanggup, ini terlalu berat bagiku.. aku lelah Chanyeol.. aku lelah berpura-pura kuat didepan semua orang.."
Chanyeol menghela nafasnya dan terdiam sejenak. "Aku akan membantumu dan menemanimu hingga semuanya selesai, berikan semua rasa sakit yang kau rasa padaku.. aku akan menanggungnya. Aku akan melakukan apapun agar kau tak lagi menanggung rasa sakit itu sendirian. Aku berjanji padamu.."
"Tidak perlu Chanyeol.. Aku sudah terlalu banyak merepotkanmu, kau tak perlu membantuku.. aku tak ingin semakin membuatmu kesusahan, aku tak ingin semakin merusak hubungan pernikahanmu. Aku bisa menanggungnya sendiri.." tukas Kyungsoo sambil menggeleng kecil dalam pelukannya.
Chanyeol melepaskan pelukannya lalu menatap wajah dihadapannya.
"Aku akan melakukannya untukmu. Bagaimanapun juga sekarang kau adalah tanggung jawabku, kau tak perlu khawatir tentang diriku aku bisa mengatasinya. Untuk saat ini kau hanya perlu memikirkan keadaanmu.." setelah itu Chanyeol mengelus surai cokelat milik Kyungsoo dan tersenyum lembut kearahnya.
"Tapi, apa tidak apa-apa..?" tanya Kyungsoo ragu.
Chanyeol mengangguk lalu kembali merengkuh Kyungsoo. Setelah dirasanya keadaan Kyungsoo mulai membaik iapun menyuruh lelaki mungil itu beristirahat, menunggunya hingga tertidur sebelum akhirnya ia keluar dan segera menuju lantai bawah.
"Ah tuan Chanyeol, bagaimana keadaan tuan muda?" tanya salah seorang maid dengan wajah khawatirnya.
"Keadaannya sudah lebih baik, aku sudah menyuruhnya untuk beristirahat." jawab Chanyeol sambil tersenyum kecil.
Maid itupun mengangguk. "Syukurlah kalau begitu.. Ah tuan, apa anda ingin kubuatkan teh?"
"Tidak usah, nanti saja."
"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu. Kalau anda butuh sesuatu anda bisa memintanya langsung padaku." maid itupun menunduk lalu membalikkan badannya.
Chanyeol menggaruk tengkuknya lalu tiba-tiba ia teringat sesuatu dan langsung memanggil maid tersebut.
"Ah.. Kang ahjumma.."
"Ya tuan?" maid itu berbalik menghadapnya.
"Bisa kau ceritakan kenapa Kyungsoo tiba-tiba seperti tadi?"
Wanita itu menghela nafasnya, raut wajahnya langsung berubah muram dan sedih. "Aku tak tahu pastinya, tapi disaat aku akan mengecek keadaannya ia sudah memegang sebuah cutter..."
.
Flashback ON
.
"Astaga tuan muda!" sontak wanita itu langsung menghampiri Kyungsoo dan berusaha mengambil cutter yang sedang dipegang olehnya. Dengan tangan gemetar serta derai air mata yang berlinangan, Kyungsoo berusaha melukai dirinya bunuh diri dengan cara melukai pergelangan tangannya.
"Lepaskan..! Biarkan aku mati! Tak akan ada gunanya lagi aku hidup..!" Kyungsoo histeris, ia meronta-ronta dan berusaha merebut cutter itu dari tangan pembantunya.
Dan acara saling tarik menarik itupun terjadi...
Mungkin karena suara teriakan Kyungsoo yang terlalu keras, membuat beberapa maid serta supir yang ada di rumah itu langsung berlari ke kamar Kyungsoo untuk mengetahui apa penyebab ia berteriak seperti itu.
Reaksi mereka pun sama seperti Kang ahjumma, tanpa disuruh beberapa maid itu langsung menahan tangan Kyungsoo sementara salah satu supirnya mengambil ponsel Kyungsoo dan segera menghubungi Chanyeol.
.
Flashback OFF
.
Chanyeol POV
"Apa baru kali ini Kyungsoo bersikap seperti itu?"
"Ini adalah yang ketiga kalinya dalam sebulan ini.." wanita itu menghela nafasnya, lalu ia teringat sesuatu dan menyuruhku untuk menunggunya.
"Ini hasil pemeriksaan tuan muda yang kemarin.." ia menyerahkan sebuah map berwarna cokelat padaku.
"Ah.. ne.." aku pun mengambil map tersebut, entah mengapa firasatku menjadi tidak enak bersamaan dengan aku memegang amplop ini.
"Umm.. Tuan, apa ada lagi yang ingin anda tanyakan?"
Suara Kang ahjumma berhasil membuatku tersadar dari lamunanku, akupun menggeleng kecil. "Ah tidak ada.. kau bisa kembali bekerja."
"Baiklah saya permisi.." wanita itu membungkuk.
Aku kembali menatap amplop tersebut, lalu berniat membukanya di ruang kerja Kyungsoo.
Chanyeol POV end
.
Author POV
Chanyeol memasuki ruang kerja Kyungsoo lalu bersandar di salah satu sofa yang ada di ruangan itu dan mulai membuka map berwarna cokelat yang dibawanya.
Seketika itu matanya membelalak membaca isi surat dari amplop tadi, ia pun membanting amplop tersebut dan kembali menghempaskan dirinya ke belakang sambil mengacak rambutnya frustasi.
"Abonim.. apa yang harus aku lakukan sekarang..?" tukasnya lirih dan terdengar putus asa.
.
.
.
Esok harinya Chanyeol kembali ke rumahnya setelah sebelumnya memastikan keadaan Kyungsoo.
"Baekkie aku pulang.." tukas Chanyeol sambil mendekati Baekhyun.
Namja imut tersebut tak menyahut bahkan ia langsung berjalan menjauhi Chanyeol begitu namja tinggi itu berada di sampingnya.
Chanyeol mengernyitkan dahinya begitu melihat reaksi Baekhyun yang menurutnya tiba-tiba berubah dingin seperti ini.
"Baekkie kau kenapa?" Chanyeol kembali berdiri di samping Baekhyun, dan reaksi yang di dapatnya sama seperti tadi. Namja imut itu tak menghiraukannya, bahkan ia malah berbalik membelakangi Chanyeol.
"Baekkie.." Chanyeol langsung menarik bahu namja imut itu hingga membuat keduanya berhadapan.
"Wae?" tanya Baekhyun dengan suara dinginnya.
"Kau kenapa? Kau marah padaku?"
"Entahlah.." namja imut itu kembali membelakangi Chanyeol.
Chanyeol menghela nafasnya, "Baiklah.. aku tahu saat ini kau pasti marah padaku, aku minta maaf karena semalam aku pergi tanpa sempat berpamitan padamu. Saat itu aku ada urusan mendesak dan aku tak bisa menundanya."
"Urusan mendesak katamu?" tukas Baekhyun sambil membalikkan badannya ke arah Chanyeol, terlihat saat ini matanya menyiratkan emosi dan juga kekecewaan yang berusaha ia tahan. "Oh.. jadi saat ini kau lebih mementingkan Kyungie-mu dibanding diriku?"
"Baekhyun ini bukan seperti yang kau pikirkan.."
"Lantas apa..? Chanyeol, kupikir tanpa ku tanyakanpun kau sudah tahu hal apa yang sebenarnya ingin ku tanyakan padamu.."
"Baekhyun.. mian—"
"Cukup Chanyeol, aku tak butuh permintaan maafmu.." Baekhyun menatap Chanyeol lalu melangkah pergi meninggalkan namja tinggi itu.
"Baekhyun.." Chanyeol berbalik, tatapannya mengikuti kemana arah Baekhyun berjalan sambil terus memanggil namja mungil tersebut, namun sayangnya namja imut itu tak mau mendengarkan dan tetap meninggalkannya.
Chanyeol berniat mengejar Baekhyun, namun ponselnya tiba-tiba berdering menandakan ada panggilan masuk. Baekhyun yang saat ini tengah menaiki tangga sontak terdiam di tempat tanpa memalingkan wajahnya.
"Ne,"
"..."
"Baiklah, aku akan segera kesana."
Chanyeol menutup panggilannya, ia menatap kearah Baekhyun walaupun namja imut itu tak memalingkan wajahnya.
"Aku pergi dulu, hari ini aku akan pulang malam jadi kau tak usah menungguku." tukas Chanyeol, ia kembali mengambil kunci mobil miliknya dan meninggalkan rumah itu.
Sepergiannya Chanyeol akhirnya Baekhyun memalingkan wajahnya sambil mengepalkan kedua tangannya, ia pun memutuskan untuk pergi menemui Kai.
Baekhyun menunggu Kai di tempat yang dulu di tunjukkan oleh namja berkulit tan tersebut, berada di tempat ini benar-benar bisa membuat perasaannya tenang. Tak lama kemudian tanpa di ketahuinya, Kai datang dan berjalan menghampirinya secara perlahan. Kai langsung menutup kedua mata Baekhyun dengan tangannya, namja imut itupun terkejut dan menjerit. Sementara Kai sedang berusaha menahan tawanya.
Dengan paksa Baekhyun melepas tangan Kai lalu berbalik, "Aish.. ini siap— Kai..?" sontak namja imut itu memukul tangan Kai lalu melipat kedua tangannya.
"Hahaha.. kenapa kau menjerit? Kau takut diculik?" ejek Kai sambil mendudukkan dirinya di samping Baekhyun.
"Tidak lucu Kai, kau benar-benar mengganggu ketenanganku."
"Baiklah, kalau aku mengganggumu lebih baik aku pergi saja.." Kai segera bersiap untuk kembali berdiri.
"Yaa.. aku hanya bercanda bodoh..!" tukas Baekhyun sambil menahan tangan Kai.
Tanpa Baekhyun sadari Kai menyeringai kecil lalu kembali duduk di samping Baekhyun.
Setelah beberapa menit dihabiskan dengan keheningan, akhirnya Kai memilih untuk menatap Baekhyun dengan tatapan tajam yang dibuat-buat.
"Jangan menatapku seperti itu, kau benar-benar tak pantas melakukannya." Baekhyun tiba-tiba memalingkan wajahnya ke arah Kai dan sontak membuat Kai terkejut, sontak Kai langsung membuang muka dan tanpa sadar ia menghembuskan nafasnya.
"Kau kenapa?" Baekhyun mengernyitkan dahinya tak mengerti.
"Ah.. bukan apa-apa.." jawab Kai sambil tersenyum tipis.
Baekhyun hanya mengangkat kedua bahunya dan kembali memandang ke depan.
"Yaa Baekhyun, sebenarnya apa yang kita lakukan disini? Apa kau memanggilku kemari hanya untuk melihatmu menikmati pemandangan?" tanya Kai, sambil berpura-pura memasang wajah bosan padahal sejujurnya ia sangat senang bisa menghabiskan waktunya berdua bersama Baekhyun.
"Kalau kau tak ingin menemaniku, yasudah sana pulang..!"
"Aish.. aku bertanya baik-baik, kenapa nada bicaramu terdengar kesal begitu?"
Bagaimana Baekhyun tak kesal, dari tadi Kai selalu mengusik ketenangannya dengan pertanyaan serta keluhan yang ia lontarkan. Tapi ia tak mungkin menyuruh Kai pulang karena saat ini ia benar-benar membutuhkan seseorang untuk menemaninya, maka ia memilih untuk diam.
"Bagaimana kondisimu sekarang? Apa baik-baik saja?" tanya Kai begitu ia hendak mengantar Baekhyun pulang.
"Hmm.. aku baik-baik saja." Jawab Baekhyun sambil mengangguk kecil.
"Apa kau yakin?"
"Sungguh.. memangnya ada apa Kai?" Baekhyun balik bertanya dengan wajah penasaran.
"Bukan apa-apa.." jawab Kai seadanya, Baekhyun hanya mengangguk kecil lalu kembali memalingkan wajahnya menghadap depan.
Sekitar 5 menit kemudian akhirnya mereka tiba di halaman rumah Baekhyun, saat ini mereka tengah berdiri di depan mobil Kai.
"Gomawo Kai, lagi-lagi aku harus merepotkanmu untuk mengantarku."
"Tidak apa-apa, santai saja.." Kai memamerkan senyumnya lalu mengacak rambut Baekhyun. "Sebaiknya kau masuk.. udara mulai dingin."
Baekhyun tersenyum tipis lalu mengangguk, "Baiklah aku masuk dulu, kau pulanglah. Hati-hati di jalan." Baekhyun pun berniat masuk tapi tiba-tiba tangan Kai menahannya.
"Baekhyun.."
"Ada apa Kai?"
Kai menatap Baekhyun selama beberapa detik sebelum akhirnya ia mendekatkan dirinya dan menangkup pipi kiri Baekhyun. "Kau tahu kan, aku akan selalu ada untukmu. Aku akan selalu menjagamu dan melindungimu jadi kau harus menghubungiku jika terjadi sesuatu denganmu, aku akan selalu siap membantumu kapanpun itu." tukas Kai dengan sungguh-sungguh, Baekhyun sempat terdiam lalu akhirnya ia kembali ke alam sadarnya dan ia mengangguk kecil.
"Arraseo, gomawo Kai atas semua bantuanmu selama ini." Baekhyun tersenyum kecil dan bersamaan dengan itu Kai menurunkan tangannya.
"Baiklah.. aku masuk dulu. Hati-hati di jalan." namja imut itu melambaikan tangannya lalu berjalan menuju pintu rumahnya.
"Kau juga.. Beristirahatlah.." balas Kai sambil tersenyum. Ia menunggu Baekhyun masuk sebelum akhirnya meninggalkan area rumah Chanyeol dan Baekhyun.
Author POV end
.
Baekhyun POV
Suara pintu terbuka berhasil menyapa telingaku, akupun menoleh sekedar memastikan siapa yang membuka pintu dan ternyata itu adalah Chanyeol. Aku langsung menghela nafas dan kembali memalingkan wajahku tak berniat menyambutnya.
Tentu tanpa kujelaskan lagi, kalian sudah tahu apa penyebab sikapku bisa seperti saat ini. Ya, gara-gara panggilan telpon dari Kyungsoo dua hari lalu yang secara mendadak membuat 'aktivitas'ku dengan Chanyeol harus berakhir dengan Chanyeol yang meninggalkanku tanpa pamit. Cih, sepenting itukah Kyungsoo dimatamu Chanyeol hingga untuk berpamitan dan menjawab pertanyaanku saja sepertinya tak penting bagimu. Dan jelas aku berbohong kalau aku berkata aku tak kesal, kecewa, dan sakit hati dengan kelakuan Chanyeol dua hari lalu.. Ani aku bukan kesal tapi aku marah, sangat marah. Sebenarnya apa yang Chanyeol sembunyikan dariku?
"Baekkie.." suara Chanyeol berhasil menyadarkanku dan kulihat saat ini ia tengah memandangku dengan memegang gelas berisi minuman di tangannya, iapun meletakkan gelas itu dimeja lalu duduk di sebelahku.
Aku tak menghiraukannya dan tetap diam. Ia menatapku lalu sedikit menggeser duduknya, perlahan tangannya terulur mengelus kepalaku dengan lembut.
Aku meliriknya dan langsung mendorong dadanya dengan sedikit keras, ia terkejut lalu menghela nafasnya berat.
"Kau masih marah padaku?"
Aku tak menjawab pertanyaannya dan berniat untuk beranjak dari sofa, sontak ia menahan tanganku.
"Baekhyun, biarkan aku menjelaskannya padamu.." Ia kembali menarikku untuk duduk.
"Kemarin alasanku pergi tiba-tiba karena pembantunya Kyungsoo memberi tahuku bahwa Kyungsoo sakit, dan saat itu aku langsung panik hingga tak sempat memberitahumu. Mianhe Baekhyun, aku tak bermaksud mengecewakanmu.." tukasnya sambil tetap menggenggam tanganku, untuk beberapa saat aku tak menjawab dan menunggu ia melanjutkan perkataannya.
"Kenapa harus kau? Bukannya di rumahnya ada banyak pembantu? Seharusnya mereka tak perlu menghubungimu." jawabku masih dengan nada dingin tanpa menoleh ke arahnya.
"Kau tahu sendiri Baekhyun, saat ini Kyungsoo tak memiliki siapa-siapa lagi. Kedua orang tuanya meninggal dan ayahnya menitipkannya padaku, aku tak mungkin bersikap acuh begitu tahu ia sakit."
Aku memutar bola mata malas. "Ya.. ya.. aku tahu, mana mungkin kau bersikap seperti itu pada Kyungie-mu."
"Baekhyun, apa kau tak lagi mempercayaiku?"
"Tentu saja Chanyeol..! Bagaimana bisa aku semudah itu mempercayaimu setelah kau berhasil membohongiku ratusan kali..!" bentakku sambil menatapnya.
"Aku tak membohongimu, apa yang ku katakan barusan itu benar Baekhyun. Kyungsoo benar-benar sakit dan ia sangat membutuhkanku saat itu."
Aku berdecih lalu kembali berdiri. "Jangan menggunakan alasan dia sakit untuk menutupi kebohonganmu Chanyeol, kalau dia benar-benar sakit ia bisa langsung pergi menghubungi dokter.. lagipula apa dia akan mati jika kau tak berada di sampingnya, hah?!"
"Baekhyun.. jaga bicaramu!" Chanyeol ikut berdiri dengan nada suaranya yang mulai meninggi.
"Chanyeol sebegitu pentingnya kah Kyungsoo bagimu? Kau selalu mementingkan dirinya dibanding diriku, begitu dia sakit kau langsung pergi tanpa menjelaskan apapun padaku.. Bahkan untuk sekedar pamit saja kau tak sempat. Apa kau tahu hatiku lebih sakit dan terluka melihat kau selalu bersamanya tanpa memikirkan perasaanku. Apa salahku Chanyeol hingga kau setega ini padaku? Apa?!"
"Baekhyun aku benar-benar tak bermaksud membuatmu kecewa.. mianhe ak—"
"Hentikan..! Aku tak ingin mendengar perkataan maafmu. Apa gunanya kau meminta maaf padaku jika pada akhirnya kau terus melakukannya lagi?! Aku muak mendengarnya Chanyeol..!" setelah berkata seperti itu aku langsung meninggalkannya sendirian, tak menghiraukan panggilan darinya.
Aku pun segera masuk ke dalam kamar lalu membanting pintunya dengan keras, perlahan tubuhku jatuh terhempas ke lantai dan mulai merasakan mataku memanas. Aku berusaha meredam tangisanku dengan menggigit ujung bibirku.
"Hiks.. aku benar-benar kecewa padamu Chanyeol.."
Baekhyun POV end
.
Chanyeol POV
Aku menatap kepergian Baekhyun dengan penuh penyesalan, mianhe Baekhyun aku selalu mengecewakanmu. Andai saja aku bisa jujur tentang apa yang sebenarnya terjadi pasti sudah dari dulu kukatakan, tapi untuk saat ini walaupun aku jujur padamu nampaknya akan sangat sulit bagimu untuk percaya lagi padaku.
Tiba-tiba aku merasakan getaran dari saku celanaku, aku mengambil ponsel milikku mengecek siapa yang menelpon malam-malam begini.
-Hyunwoo hyung-
"Yeobseo," aku menjawab telponnya sambil berjalan ke ruang kerjaku.
"Aku sudah menghubungi teman lamaku, katanya dia bisa membantu kalian."
"Sungguh? Gomawo hyung.."
"Oh iya ada yang ingin aku tanyakan padamu, bisakah kita bertemu lusa?"
"Lusa? Baiklah.. memangnya apa yang ingin kau tanyakan?"
"Nanti saja aku jelaskan secara langsung padamu. Baiklah aku tutup telponnya."
"Ah.. ne hyung.."
Lusanya tepat pada hari Kamis, aku bertemu dengan Hyunwoo hyung. Hyunwoo hyung adalah suami dari noona-ku, pada awalnya ia tinggal di Paris bersama Yoora noona dan bekerja di salah satu rumah sakit terkenal disana tapi karena tuntutan pekerjaan akhirnya ia kembali ke Seoul dan bekerja sebagai dokter pengganti selama satu tahun kedepan.
"Chanyeol, apa belakangan ini Kyungsoo sempat mengalami depresi? Ah maksudku apa dia sempat mengalami stress beberapa hari belakangan ini?" tanya Hyunwoo hyung begitu aku menanyakan perihal apa ia memanggilku ke ruangannya.
"Stress? Maksudmu?"
"Tadi pagi aku sempat memeriksa tekanan darahnya, dan hasilnya tekanan darah Kyungsoo sangat tinggi.. aku hanya khawatir ini dikarenakan stress yang dia rasakan selama beberapa hari belakangan." tukasnya sambil menatapku serius.
"Maksudmu apa hyung? Aku tak mengerti.."
Ia menatapku sejenak sebelum akhirnya menghela nafasnya, "Aku hanya khawatir ia mengidap penyakit Dermatillomania."
"Derma.. apa?"
"Dermatillomania yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat tekanan dan stress yang berkepanjangan."
Sontak mataku membelalak, "Ta.. tapi bagaimana itu bisa terjadi?"
"Faktornya bisa berasal dari keadaan si penderita, kau tahu sendiri Chanyeol bagaimana keadaan Kyungsoo saat ini. Walaupun ia berusaha terlihat kuat dan tegar tapi sebenarnya ia mengalami tekanan dan stress, ayahnya belum lama ini meninggal, belum lagi ia harus bertanggung jawab terhadap perusahaan ayahnya dan masih banyak hal lain yang bisa saja memicu penyakit ini muncul." jelasnya panjang lebar.
"Lalu apa yang harus dilakukan? Apa itu bisa diobati?"
"Untuk saat ini jangan memancing emosinya, ia harus tetap tenang. Untuk itu kau sebagai orang terdekatnya harus bisa menjaganya agar tetap tenang dan mampu memberinya semangat dan dukungan, apalagi saat ini adalah saat-saat yang tersulit baginya untuk tetap harus berpikir jernih."
Aku langsung terdiam mendengar penjelasan Hyunwoo hyung. Tiba-tiba kurasakan sebuah tepukan di pundakku, aku menoleh dan mendapati dirinya yang ternyata saat ini sudah berada di sampingku.
"Jangan terlalu dipikirkan, aku akan membantumu mencari cara bagaimana menyembuhkannya." tukasnya sambil tersenyum berusaha menenangkanku.
"Haah.. entahlah hyung, aku tak tahu lagi mana yang harus kupikirkan. Masalah pribadiku, masalah pekerjaan, atau tentang Kyungsoo.. benar-benar membuatku pusing."
Ia tertawa mendengar penjelasanku. "Semua masalah pasti ada jalan keluarnya, yang kau perlukan adalah bersabar."
Aku hanya mengangguk memilih mengiyakan perkataannya, semoga saja aku tak ikut-ikutan menderita Dermatillomania hanya karena memikirkan masalahku.
Chanyeol POV end
.
Author POV
"Haah.. sampai kapan hubunganku dengan Chanyeol akan seperti ini..? Sejujurnya aku merasa tak nyaman dengan hubungan yang seperti ini. Setiap harinya hanya bertengkar, bertengkar, dan bertengkar. Chanyeol selalu membohongiku hingga membuatku sulit untuk percaya padanya, dan juga ia masih belum jujur padaku sepenuhnya. Haah.. kalau seperti ini terus apa gunanya hubungan ini dipertahankan..? Aku lelah untuk berpura-pura kuat dihadapannya, berpura-pura menyangkal semuanya. Aku tak sanggup lagi menatap wajahnya karena saking seringnya ia mengecewakanku.." gumam Baekhyun sambil menyenderkan kepalanya di dinding, matanya nampak sembab sehabis menangis.
Tiba-tiba ia teringat sesuatu, 'Ah iya bukannya hari ini aku ada janji dengan Kai, kira-kira ia akan mengajakku kemana? Lebih baik aku segera menghubunginya sekarang. Setidaknya bersama Kai bisa membuatku melupakan masalahku dengan Chanyeol' –pikir Baekhyun-
Ia pun menghubungi namja tan tersebut, sepertinya saat ini Baekhyun mulai merasakan sebuah rasa kenyamanan jika berada di dekat Kai. Entah apa yang akan terjadi ke depannya..
.
.
.
"Kyungie.." Chanyeol membuka pintu kamar Kyungsoo dan terlihat Kyungsoo sedang duduk menghadap ke jendela, sepertinya ia tak menyadari kedatangan Chanyeol. Lelaki tinggi itupun tersenyum tipis lalu menghampiri lelaki imut tersebut dan memegang kedua pundaknya.
"Melamunkan apa, hmm?" tukas Chanyeol tepat di telinga Kyungsoo yang berhasil membuatnya terkejut dan menolehkan wajahnya.
"Yeol.."
Lalu namja tinggi itupun berpindah dan berjongkok di hadapan Kyungsoo, dan menatap wajah lelaki imut tersebut
"Apa yang sedang kau pikirkan?"
"Tidak ada.." jawab Kyungsoo sambil menggeleng kecil dan tersenyum.
"Apa kau yakin?"
"Iya Yeol.. Sungguh.." tukasnya sambil mengangguk layaknya anak sd.
Chanyeol terkekeh lalu akhirnya berdiri dan menggenggam tangan Kyungsoo. "Ayo temani aku jalan-jalan!"
"Eh.. kemana?"
"Kemana saja.. Ayo!"
Chanyeol menarik tangan Kyungsoo sedangkan namja mungil itu hanya menurut dan membiarkan Chanyeol menarik tangannya.
"Kau menyukainya?" tanya Chanyeol tepat di samping Kyungsoo. Ternyata Chanyeol mengajak Kyungsoo ke sungai Han, pemandangan sungai Han pada malam hari benar-benar terlihat indah.
Namja imut itu menoleh kesamping dan mengangguk senang. "Ne.."
Chanyeol hanya membalasnya dengan senyuman lalu ia mengacak rambut Kyungsoo sesaat sebelumnya ia sempat menyampirkan jaketnya di pundak Kyungsoo.
"Chanyeol.." tukas Kyungsoo dengan suara pelannya.
"Hmm?"
"Gomawo.. atas semua yang kau berikan padaku selama ini, kau selalu membantuku, menjagaku, memperhatikanku, dan mengurusku. Aku tak bisa membayangkan jika aku melewatinya sendirian tanpamu." Kyungsoo tersenyum tipis.
"Sama-sama, meskipun seandainya ini bukan kewajibanku untuk melindungimu.. aku akan tetap melakukannya untukmu." tukas Chanyeol lalu ia tersenyum sambil mengelus surai halus Kyungsoo.
Sementara itu disisi lain sungai Han, nampak seorang namja mungil bersurai cokelat sedang berjalan dengan seseorang.
"Sungguh? Ah, aku benar-benar ingin melihat dance milikmu. Sudah lama aku tak melihatnya." tukas Baekhyun sambil berjalan disebelah Kai.
"Hmm.. Baiklah, tapi dengan satu syarat!" jawab Kai sambil mengacungkan jari telunjuknya. "Aku ingin mendengarmu menyanyi sekaliii saja."
Baekhyun berpura-pura berdecih dan memasang tatapan malas. "Sudah kuduga, kau akan menagih yang satu itu."
"Ck, ayolah Baekhyun.. lagipula apa susahnya kau menyanyi sekali saja? Bukannya semudah menyanyikan nada Do.. Re.. Mi.. Fa..."
"Yaa, suaramu merusak gendang telingaku!" Baekhyun langsung memotong perkataan Kai sambil berpura-pura menutup telinganya.
Kai langsung terkekeh kecil lalu mencubit hidung Baekhyun. "Baiklah.. aku akui suaramu lebih indah daripada suaraku."
"Sudah sepantasnya." balas Baekhyun sambil memasang wajah angkuh lalu terkekeh.
Lalu keheningan kembali muncul diantara keduanya, mereka berjalan beriringan sambil tetap menyusuri pinggiran sungai Han.
Tiba-tiba angin yang cukup keras berhembus dan berhasil membuat Baekhyun melipat kedua tangannya sambil sesekali menggosok-gosokkan telapak tangannya, Kai yang melihatnya langsung melepas jaket miliknya dan menyampirkannya di pundak Baekhyun.
"Gomawo Kai.." tukas Baekhyun sambil tersenyum kearahnya, Kai hanya membalasnya dengan senyuman dan ia memutuskan untuk mengajak Baekhyun duduk di sebuah bangku.
"Tunggu disini, aku akan membelikanmu minuman hangat." tukas Kai sebelum ia pergi dan hanya dibalas sebuah anggukan oleh Baekhyun.
Tak lama kemudian Kai kembali lalu menyodorkan kaleng minuman kepada Baekhyun.
Tak ada yang memulai percakapan diantara keduanya, hanya terdengar hembusan nafas dan juga suara gemericik air. Sesekali Kai melirik ke arah Baekhyun dan ia menyadari ada raut kegundahan serta kesedihan di wajah cantik itu, ia tahu jelas apa yang saat ini sedang dipikirkan oleh namja imut tersebut dan jauh didalam lubuk hatinya ia ingin sekali menggantikan raut kesedihan itu dengan sebuah senyuman yang selalu terukir indah di wajah Baekhyun. Ia akan melakukan apa saja untuk dapat menjaga senyuman itu agar tak hilang dari wajah namja imut di sampingnya ini.
Sejujurnya, Kai tak percaya Chanyeol akan tega berselingkuh di belakang Baekhyun. Pada saat kejadian di taman bermain seminggu yang lalu sebenarnya itu bukan kali pertamanya ia melihat Chanyeol berjalan bersama Kyungsoo, sebelumnya sudah sekitar dua kali ia melihat kedekatan mereka berdua namun saat itu ia tak pernah berpikiran bahwa Chanyeol dan Kyungsoo berselingkuh karena ia menganggap kedekatan mereka berdua hanya sebatas sahabat. Apalagi Kai tahu bahwa Chanyeol dan Kyungsoo adalah teman semasa kecil. Tetapi setelah kejadian kemarin serta mendengar cerita dari Baekhyun ia baru menyadari bahwa perkiraannya selama ini salah.
Kalau saja ia tahu Chanyeol akan menyakiti Baekhyun seperti saat ini, ia pasti takkan pernah mengijinkan dan merelakan pernikahan mereka berdua. Pernikahan Chanyeol dan Baekhyun..
"Dengarkan ucapanku baik-baik. Sekali lagi kau berani menyakitinya, aku tak akan segan-segan untuk merebutnya darimu."
Ia bersumpah dengan kata-katanya waktu itu, jika Chanyeol selalu saja menyakiti Baekhyun lebih baik ia merebut Baekhyun dari Chanyeol. Ia bersumpah akan membahagiakan Baekhyun dan takkan pernah mengecewakannya.
"Kai.." tukas Baekhyun memecah keheningan, Kai yang tersadar dari pikirannya sontak langsung menoleh ke arah Baekhyun.
"Apa yang salah dariku..? Apa yang kurang dariku hingga Chanyeol setega itu.."
Suara Baekhyun terdengar pelan dan bergetar, Baekhyun langsung menundukkan wajahnya dan tangannya meremas kaleng minuman yang saat ini dipegangnya. Bersamaan dengan itu Kai langsung memeluk Baekhyun dan menyandarkan kepala Baekhyun didadanya.
"Apa aku kurang baik sampai Chanyeol setega itu menghianatiku..? Aku tahu aku ini orang yang paling bodoh dan paling menyebalkan. Aku tahu aku belum bisa memberikan semua yang terbaik untuk Chanyeol.. Aku tahu aku ini sangat jauh dari kata sempurna, tapi.. tapi kenapa.. kenapa harus orang yang paling kucintai yang harus menyakitiku seperti ini? Kenapa harus Chanyeol yang melakukannya..? Mungkin.. aku memang tak pantas menjadi pendamping hidupnya.. Aku gagal Kai.." tangisan Baekhyun pun pecah, ia meremas kaus milik Kai dan membenamkan wajahnya. "Aku gagal Kai.. Aku lelah.. Aku tak tahan.. hiks.. Aku muak dengan semua permasalahan ini.. hiks.. Aku tak tau lagi harus bagaimana.."
"Sstt.. uljima.. kau bukan orang yang seperti itu Baekhyun. Kebaikanmu, kehangatanmu, kasih sayangmu yang tulus, rasa pedulimu, hal itulah yang membuatmu sempurna Baekhyun. Aku yakin Chanyeol tak mungkin setega itu terhadapmu, Chanyeol sangat mencintaimu dan ia tak mungkin menghianatimu. Jadi..." Kai melonggarkan pelukannya lalu menatap wajah Baekhyun, menangkup kedua pipi tirus itu sambil menghapus air mata Baekhyun yang mengalir. "Berhentilah menangis..! Kau lebih cocok ketika tersenyum. Bukankah aku pernah mengatakannya padamu.. aku akan membantumu, melindungimu, menjagamu kapanpun itu. Aku akan selalu ada untukmu Baekhyun.. jadi jangan pernah sembunyikan semua rasa sakit yang kau rasa, katakan semua yang kau rasa padaku.. Aku akan membantumu apapun itu."
Mendengar penuturan Kai barusan berhasil membuat beban yang dirasa Baekhyun sedikit berkurang, ia pun tersenyum kecil lalu mengangguk.
Kai yang melihat senyuman milik Baekhyun tanpa sadar berhasil membuatnya terbius, entah setan apa yang merasukinya hingga secara perlahan ia menangkup wajah Baekhyun dan mendekatkan wajahnya ke arah Baekhyun, begitu jarak mereka tinggal beberapa senti...
"Hatchi..!" tiba-tiba Baekhyun bersin dan berhasil membuat Kai menghentikan niatnya, ia sedikit gelagapan berusaha menghilangkan rasa gugupnya.
"Hatchi..!" lagi-lagi Baekhyun bersin, kini namja imut itu tengah menutup hidungnya sementara tangan yang satunya semakin menarik jaket milik Kai.
"Kau kedinginan?" tanya Kai.
Baekhyun mengangguk kecil. "Sepertinya aku sedikit masuk angin."
"Baiklah.. ayo ku antar pulang, lagipula ini sudah larut." Kai berdiri lalu menarik tangan Baekhyun, namja imut itu akhirnya ikut berdiri lalu mengikuti langkah Kai.
Tanpa disadari keduanya, dari kejauhan terlihat Chanyeol sedang menatap marah ke arah Baekhyun dan Kai. Ia mengepalkan tangannya berusaha menahan emosi.
"Ah.. disini rupanya, aku dari tadi men—Yeol?" Kyungsoo menatap wajah Chanyeol dengan tatapan bingung, iapun mengikuti arah tatapan namja tinggi itu namun tak ada siapa-siapa disana.
"Chanyeol.." Kyungsoo menepuk pundak Chanyeol, dan namja tinggi itu tersadar dari lamunannya dan perlahan kepalan tangannya terlepas.
"Ah Kyungie kau sudah selesai?" tanya Chanyeol sambil tersenyum ke arah Kyungsoo.
Namja mungil itu hanya mengangguk. "Apa yang kau lihat tadi?"
"Ani, bukan apa-apa.." Chanyeol menggeleng kecil lalu memegang tangan Kyungsoo. "Sudah larut, sebaiknya kita pulang sekarang."
Namja mungil itupun hanya mengangguk setuju.
.
.
.
'Apa yang baru saja kulakukan? Ya Tuhan hampir saja aku mencium Baekhyun, kau bodoh Kai apa yang nantinya Baekhyun pikirkan jika saja tadi kau benar-benar menciumnya. Bodoh..bodoh..! hampir saja kau membuat masalah baru. Semoga saja Baekhyun tak menyadarinya' – Kai merutuki dirinya dalam hati-
Suasana hening menyelimuti dirinya dan Baekhyun saat ini, ia tak berniat memulai pembicaraan karena menurutnya saat ini bukanlah waktu yang pas dan ia memilih untuk fokus menyetir.
Kai menoleh ke samping begitu mereka telah sampai di rumah Baekhyun, ia mendapati namja imut itu tengah tertidur pulas, iapun keluar dari mobil dan menggendong tubuh kurus itu masuk membawanya ke kamar lalu menyelimutinya hingga sebatas leher.
Dalam diam Kai menatap wajah damai Baekhyun ketika tertidur.. benar-benar tak ada perubahan, wajahnya masih saja terlihat seperti anak kecil jika sedang tertidur pulas seperti ini. Tanpa sadar sudut bibirnya tertarik mengulas senyuman kecil, ia mengelus kepala Baekhyun secara lembut lalu membungkukkan badannya hingga wajahnya sejajar dengan wajah Baekhyun.. ia mengecup dahinya selama beberapa detik sebelum akhirnya ia kembali mengelus kepala Baekhyun lalu keluar dari kamar itu.
Sontak Kai memegang dada kirinya, merasakan detak jantungnya yang sangat cepat sambil tersenyum. Semakin hari perasaannya terhadap Baekhyun semakin besar, ia semakin ingin menjaga dan melindungi lelaki yang dicintainya itu..
'Tenang saja Baekhyun, aku akan selalu ada untukmu kapanpun itu' –tukasnya dalam hati-
Esok harinya Baekhyun terbangun seorang diri tanpa Chanyeol di sampingnya. Ia hanya menghela nafas berat mengetahui lagi-lagi Chanyeol tak pulang semalam. Ia tak bisa terus diam seperti ini, ia harus meminta penjelasan yang jelas tentang semua yang Chanyeol sembunyikan.
Suara pintu tertutup dari belakang berhasil membuat Baekhyun yang tengah mempersiapkan sarapan menolehkan kepalanya, nampak Chanyeol yang saat ini tengah berjalan memasuki ruang tengah sambil menempelkan ponsel di telinganya.
"Siapkan dokumen untuk rapat sebentar dan pastikan pagi ini sudah terkumpul semuanya, aku akan kesana 20 menit lagi. Dewan komisaris akan tiba jam satu siang dan aku ingin semua persiapan sudah beres sebelum rapat siang dimulai." tukas Chanyeol sambil menaiki tangga tanpa menolehkan wajahnya ke arah Baekhyun.
Begitu pintu kamar mereka kembali tertutup namja imut itu hanya menghela nafasnya pasrah lalu kembali melanjutkan menyiapkan sarapan.
10 menit kemudian semuanya sudah beres, saat ini Baekhyun tengah duduk di meja makan sambil menunggu Chanyeol keluar.
Tak lama kemudian orang yang ditunggunya keluar dengan menggunakan setelan jas yang rapi, rambut dark brown-nya disisir sedemikian rupa sehingga terlihat lebih muda namun dewasa pada saat yang bersamaan. Ia turun sambil membawa beberapa dokumen dan juga ponsel yang sedari tadi tak henti-hentinya berdering, Chanyeol menghampiri meja makan untuk menyeruput tehnya walau hanya sedikit lalu ia menoleh ke arah Baekhyun.
"Aku akan pulang larut malam ini, jadi jangan menungguku." tukasnya seadanya, lalu ia mengatur sedikit jasnya sebelum akhirnya mengambil kunci mobilnya.
"Aku pergi dulu." Iapun berangkat tanpa mengucapkan sepatah kata manis yang dulunya seringkali ia lontarkan kepada Baekhyun.
Baekhyun hanya bisa diam mematung tanpa mengatakan sepatah kata apapun, perlahan ia merasakan hatinya seperti tertimpa beban yang berat hingga membuatnya merasa sesak, ia mulai terbiasa dengan perasaan yang seperti ini.. perasaan yang sudah hampir 1 bulan ini dirasanya.
- One Mistake One Regret -
Baekhyun terbangun pada pukul 6 pagi, dan Chanyeol baru pulang satu jam yang lalu. Ia menoleh ke samping dan mendapati Chanyeol yang saat ini tengah tertidur sambil membelakanginya.
Sejak pertengkaran mereka lalu, mereka tak lagi saling berbicara satu sama lain. Sikap Chanyeol juga cenderung berubah dingin jika berhadapan dengan Baekhyun, namja imut itu akhirnya bangun dari tidurnya lalu mendekatkan tubuhnya untuk menatap wajah Chanyeol yang terlihat semakin kurus.
Ia pun berniat akan ke kamar mandi dan begitu ia kembali, ia melihat pakaian yang dipakai Chanyeol kemarin saat ini tergeletak di atas sofa dengan kondisi berantakan. Ia berniat akan membersihkannya namun begitu ia mengangkatnya sesuatu terjatuh dari dalam jas Chanyeol, ia menatap benda kecil tersebut lalu memungutnya. Ia tahu betul benda ini, ia menoleh ke arah Chanyeol yang saat ini tengah tertidur, ia meremas benda kecil tersebut dengan ekspresi yang tak dapat dimengerti.
"Chanyeol.." Baekhyun memanggil namja tinggi yang kini baru selesai mandi, Chanyeol hanya menoleh sebentar lalu kembali mengeringkan rambutnya yang basah.
"Ada apa Baekhyun?" tanya Chanyeol sambil mengambil pakaian dari dalam lemari.
"Ada yang ingin kutanyakan padamu."
Chanyeol berbalik dan menatapnya tanpa ekspresi. "Tanyakan saja.."
Ia mengambil sesuatu yang ada di sakunya dan mengeluarkan benda yang tadi pagi dilihatnya.
"Punya siapa ini?" tanya Baekhyun sambil melemparkan benda kecil itu di atas tempat tidur.
Seketika pupil Chanyeol membesar saat melihat benda itu, ia mengambil benda tersebut dan memasukannya kedalam saku. "Bukan urusanmu." jawab Chanyeol singkat lalu ia membalikkan badannya.
"Aku tanya itu milik siapa?!" tukas Baekhyun, tanpa sengaja ia membentak Chanyeol.
"Aku bilang itu bukan urusanmu Byun Baekhyun." tukas Chanyeol sambil membalikkan badannya menghadap Baekhyun. Ia merasa heran dengan sikap Baekhyun yang belakangan ini gampang sekali emosi.
"Baiklah kalau itu bukan urusanku, tapi aku hanya bertanya kenapa kau menyimpan kunci apartemen di dalam jasmu? Itu milik siapa?" tanya Baekhyun sekali lagi, ia berjalan mendekati Chanyeol.
Namja tinggi itu berdecak kesal. "Baiklah, itu kunci apartemen milikku. Apa kau puas?" Chanyeol menutup lemarinya dengan sedikit keras dan keluar terlebih dahulu meninggalkan Baekhyun.
"Chanyeol.." Baekhyun mengejar Chanyeol keluar lalu menahan tangan Chanyeol.
"Ada apa lagi Baekhyun, kalau kau hanya ingin mempermasalahkan tentang kunci apartemenku nanti saja, aku sedang terburu-buru." tukas Chanyeol sambil membalikkan badannya dengan nada malas-malasan.
"Apa maksudmu dengan 'kunci apartemenku'? Kau menyewa apartemen? Untuk apa?"
Chanyeol berdecak lalu menghela nafasnya. "Baekhyun, aku benar-benar tak punya waktu. Aku harus ke rumah Kyungsoo sekarang."
Sontak Baekhyun langsung melepaskan genggamannya dari lengan Chanyeol. "Ck, Kyungsoo.. Kyungsoo.. Kyungsoo. Selalu yang ada di pikiranmu itu Kyungsoo. Chanyeol bisakah sehari saja kau tak memikirkannya? Apa kau tak memikirkan perasaanku?! Aku tak suka melihat kedekatanmu dengan Kyungsoo..!" bentak Baekhyun.
"Baekhyun bisakah kau jangan mengungkit masalah ini lagi? Berapa kali aku harus mengatakannya padamu, kami hanya berteman..!"
Baekhyun tersenyum sinis. "Ya.. berteman dalam artian lain." tukasnya dengan penuh penekanan.
Chanyeol mengepalkan tangannya. "Berhentilah bersikap kekanak-kanakan Baekhyun.. kau kenapa menjadi keras kepala seperti ini..? Pasti ini gara-gara Kai yang menghasutmu untuk tak mempercayai perkataanku."
"Jangan membawa-bawa Kai dalam masalah ini, dia tak pernah menghasutku! Dia lebih memahami perasaanku dibanding dirimu Chanyeol..!" suara Baekhyun makin meninggi menggambarkan seberapa marahnya ia saat ini.
"Dia lebih memahami perasaanmu? Baiklah.. Kalau begitu kau menikah saja dengan Kai!" tukas Chanyeol dengan suara tak kalah kerasnya sebelum ia berjalan pergi meninggalkan rumah tersebut.
Author POV end
.
Baekhyun + Chanyeol POV
"Dia lebih memahami perasaanmu? Baiklah.. Kalau begitu kau menikah saja dengan Kai!" tukas Chanyeol dengan suara kerasnya, iapun segera melangkahkan kakinya meninggalkan rumah bahkan aku dapat mendengar suara pintu rumah yang dibanting dengan keras.
Aku tak sempat menahannya karena terkejut mendengar perkataan Chanyeol barusan, apa maksudnya ia menyuruhku untuk menikah dengan Kai..? Apa itu tandanya ia ingin bercerai denganku..? Apa ia sudah tak mencintaiku..? Tapi aku benar-benar tak bermaksud mengatakan hal seperti itu, aku benar-benar tak berniat membeda-bedakan Chanyeol dengan Kai. Aku hanya mengutarakan perasaanku, memang benar semenjak sikap Chanyeol berubah seperti ini hanya Kai yang bisa memahami perasaanku, tapi kenapa Chanyeol berpikiran aku menyukai Kai karena tanpa sengaja membanding-bandingkannya..?
Chanyeol, kemana sikapmu yang dulu..? Aku merindukan dirimu yang lembut dan perhatian, kau seperti orang lain saat ini. Bahkan aku merasa kau seolah-olah semakin jauh dariku, aku merasa hubungan ini semakin merenggang dari waktu ke waktu.. tak senyaman dan sehangat dulu. Chanyeol, apa ini tandanya saat ini hubungan kita sedang di ambang kehancuran? Apa pada akhirnya kita harus berpisah dan saling membenci satu sama lain..?
Kau berubah Chanyeol.. semenjak kedatangan Kyungsoo aku merasa dirimu semakin jauh dariku..
•
"Aaargh.. Ck! Bodoh! Apa yang barusan kukatakan..? Aku tak bermaksud berkata sekasar itu pada Baekhyun.."
Kau bodoh Park Chanyeol..! Pasti saat ini Baekhyun sangat kecewa dan berpikir aku tak lagi mencintainya. Tapi aku sendiri tak mungkin berkata seperti itu jika bukan Baekhyun yang memancingnya, jelas-jelas dia tahu aku tak suka melihat kedekatannya bersama Kai tapi kenapa ia malah membelanya dihadapanku. Dan lagi setelah melihat kejadian malam itu, aku terus menerus mengingatnya.. benar-benar membuat moodku semakin buruk.
Ck! Bagus Park Chanyeol.. kau semakin menambah masalahmu dan membuat Baekhyun semakin sulit untuk memaafkanmu.
Baekhyun + Chanyeol POV end
.
Author POV
From : Kim Jongin
Bisa kita bertemu hari ini? Ada yang ingin kubicarakan denganmu. Aku tunggu di cafe yang dulu pernah kita datangi, jam 4 sore.
Kyungsoo membaca pesan yang baru saja masuk di ponselnya, sudah sekian lama ia tak bertemu namja berkulit tan itu semenjak kejadian di taman bermain beberapa waktu lalu. Kira-kira apa yang ingin dibicarakan oleh Kai.
"Kyungsoo.." ia langsung mengalihkan pandangannya dari ponsel miliknya begitu seseorang memanggilnya.
"Sehun.. wae?"
"Kau sudah masuk kantor, apa kondisimu baik-baik saja? Kudengar belum lama ini penyakitmu kambuh." ujar Sehun sambil berjalan mendekati Kyungsoo setelah sebelumnya ia menutup pintu ruangannya.
Kyungsoo mengangguk kecil. "Sudah lebih baik.. lagipula aku tak mungkin bermalas-malasan dirumah padahal pekerjaan kantorku menumpuk."
"Jangan memaksakan dirimu. Kau bisa memintaku untuk mengurus separuhnya kalau memang kau tak sanggup."
"Tidak usah, aku tak ingin semakin menambah beban pekerjaanmu lagipula aku masih bisa mengurusnya."
"Baiklah.. tapi kalau kau butuh bantuan, kau bisa langsung mengatakannya padaku."
"Arraseo." Kyungsoo tersenyum kecil sambil mengangguk.
- One Mistake One Regret -
"Jadi, ada urusan apa kau mengajakku bertemu disini?" tanya Kyungsoo yang saat ini tengah duduk berhadapan dengan Kai di restoran yang pernah di datangi mereka dulu, tepatnya disaat hubungan mereka berdua mulai dekat.
"Katakan padaku, apa yang sebenarnya sedang kau rencanakan Do Kyungsoo? Apa kau berniat menghancurkan kehidupan rumah tangga Chanyeol dan Baekhyun?" tanya Kai dengan tatapan tajamnya.
"A-apa maksudmu Kai..? aku tak mengerti.."
"Kau masuk dalam kehidupan Chanyeol dan merusak kehidupan rumah tangganya bersama Baekhyun. Apa yang sebenarnya sedang kau rencanakan?"
"Jadi kau menuduhku sebagai dalang dalam permasalahan ini? Kalau kau menyuruhku kesini hanya untuk mempermasalahkan tentang itu, lebih baik aku pergi. Aku tak punya waktu untuk berurusan denganmu." Kyungsoo memukul meja dengan keras lalu berdiri dan keluar dari restoran tersebut tanpa menghiraukan tatapan dari beberapa pelanggan yang ada di sekitar mereka.
Kai segera mengejar Kyungsoo keluar. "Kalau kau berusaha mencari perhatian Chanyeol bukan seperti ini caranya.. Aku tahu kau menyukai Chanyeol."
Perkataan Kai barusan berhasil menghentikan langkah Kyungsoo, namja mungil itu akhirnya berbalik sambil memicingkan matanya kearah Kai.
"Apa urusanmu Kim Jongin? Seingatku aku tak pernah ikut campur dengan masalahmu."
Kai menghela nafasnya. "Karena aku mencintai Baekhyun, dan aku tak bisa berdiam diri melihat orang yang kucintai terluka hanya gara-gara kau!.. dan Chanyeol..! Aku takkan tinggal diam."
Kyungsoo membulatkan matanya. "Kau.. mencintai Baekhyun?"
"Ya, aku memang mencintai Baekhyun tapi aku tak pernah berniat untuk merusak hubungannya dengan Chanyeol karena bagiku melihatnya bahagia dengan orang yang dia cintai itu sudah cukup. Aku tak sepertimu Kyungsoo, aku hanya mengharapkan Baekhyun bahagia tapi kau malah masuk dalam kehidupan mereka berdua dan merusak semuanya. Asal kau tau saja, aku takkan membiarkanmu merusak kehidupan Baekhyun.. Aku akan selalu melindunginya! Jadi jangan coba-coba mengganggu hubungan Chanyeol dan Baekhyun atau kau akan berurusan denganku..! Ingat itu!" Kai menatap Kyungsoo tajam sebelum akhirnya berbalik meninggalkannya yang masih saja diam mematung.
"Kyungsoo.. gwenchana?" Chanyeol menepuk pundak Kyungsoo yang sedang melamun hingga tak mendengarkan perkataan Chanyeol.
"Ah.. wae?" Kyungsoo terkejut dan mengerjap-ngerjapkan matanya sambil menatap Chanyeol.
"Kau tak mendengarkan pengarahanku tadi?"
"Mian.. hari ini aku sedang banyak pikiran."
Chanyeol menutup dokumennya lalu menggeser duduknya "Kau kenapa? Apa kau ada masalah dikantor?"
"Tidak ada.. hanya masalah kecil.." Kyungsoo menggeleng kecil berusaha meyakinkan namja tinggi yang saat ini berada di sebelahnya, Chanyeol hendak membuka mulutnya namun Kyungsoo kembali menginterupsi, "Yeol, aku ingin makan Fettucine kau mau membelikannya untukku?"
Baru saja Chanyeol akan kembali membuka mulutnya, lagi-lagi Kyungsoo langsung memotongnya.
"Ayolah.. sudah lama aku tak memakannya, kumohon kali iniii saja..!" Kyungsoo berusaha membujuk Chanyeol sambil memasang wajah memelas.
Chanyeol menghela nafasnya lalu mengangguk pasrah. "Baiklah, aku akan membelikannya untukmu.. tapi hanya kali ini aku mengijinkanmu memakan makanan itu."
"Ne.. Arraseo dokter Park. Gomawo.." Kyungsoo mengangguk layaknya anak kecil yang menuruti perkataan ayahnya. Chanyeol hanya tersenyum lalu keluar dari ruang kerja Kyungsoo.
Namja tinggi itu mengemudikan mobilnya menuju salah satu restoran yang terbilang cukup mewah dan restoran ini adalah salah satu restoran favorit Kyungsoo, untuk itu Chanyeol sudah tahu dimana ia harus membeli makanan kesukaan namja mungil tersebut.
"Satu porsi Fettucine tolong di bungkus." tukas Chanyeol kepada salah seorang waiters.
Ia duduk di salah satu kursi yang ada di tempat itu sambil menunggu pesanannya datang, iseng-iseng ia mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut restoran dan lagi-lagi matanya menangkap dua sosok yang sangat dikenalnya –Baekhyun dan Kai- yang tengah asik bercengkrama, raut wajah Baekhyun terlihat sangat ceria bahkan sesekali ia tertawa dan memukul tangan Kai. Chanyeol merasa hatinya memanas melihat pemandangan yang ada dihadapannya, tanpa sadar ia mengepalkan tangannya. Mungkin saking emosi dan cemburunya ia bahkan tak mengindahkan panggilan waiters yang saat ini berada disebelahnya.
"Tuan..?"
Chanyeol tersentak lalu ia mengalihkan pandangannya ke pelayan yang ada di hadapannya.
"Ah, ne?"
"Ini pesanan anda tuan."
"Ah.. ne, Kamsahamnida." ujar Chanyeol sambil berdiri lalu membayar pesanannya.
Ia sempat menolehkan wajahnya ke arah Kai dan juga Baekhyun lalu segera kembali memalingkan wajahnya, ia tak sanggup melihat Baekhyun bersama lelaki lain terlebih Kai. Secepat mungkin ia ingin keluar dari restoran tersebut dan berusaha mengabaikan apa yang telah dilihatnya.
Author POV end
.
Chanyeol POV
Apa yang mereka berdua lakukan ditempat itu? Dan lagi kelihatannya Baekhyun sangat nyaman berada di samping Kai.. walaupun aku yakin Baekhyun hanya menganggapnya sebagai seorang sahabat tapi aku tak dapat memungkiri aku tak suka melihat kedekatan mereka berdua, apalagi aku tahu arti tatapan Kai ketika menatap Baekhyun lain dari yang biasanya. Apa mungkin perasaannya terhadap Baekhyun masih saja sama dan ia memanfaatkan kondisi rumah tanggaku dengan Baekhyun saat ini untuk merebut Baekhyun dariku.. tapi kurasa Kai bukan orang yang seperti itu, ia tak mungkin melakukannya..
"Dengarkan ucapanku baik-baik. Sekali lagi kau berani menyakitinya, aku takkan segan-segan untuk merebutnya darimu."
Tiba-tiba aku teringat ancaman Kai beberapa hari lalu. Sial..! aku takkan membiarkanmu untuk merebut Baekhyun dariku. Takkan pernah..!
Setelah mengantar makanan untuk Kyungsoo, aku langsung memutuskan untuk pulang ke rumah menunggu Baekhyun datang dan berniat meminta penjelasan padanya.
Setelah sekitar 2 jam aku menunggunya, akhirnya ia pulang dan tentu saja diantar oleh Kai. Aku menunggunya di depan pintu dan berhasil membuat Baekhyun terkejut.
"Chanyeol..?!" tukas Baekhyun sambil mendongak kearahku.
Aku hanya menatapnya dingin lalu berbalik tanpa berkata apa-apa, ia mengikutiku hingga ke kamar. Mungkin karena dirasanya sikapku sedikit aneh akhirnya ia membuka suaranya mencoba mengajakku berbicara.
"Chanyeol.. aku ingin menyampaikan sesuatu padamu." tukasnya dengan suara pelan.
Aku membalikkan badan dan menatapnya masih dengan tatapan yang sama. "Kebetulan aku juga ingin menyampaikan sesuatu padamu."
"Eh.."
"Berapa kali harus kukatakan padamu Byun Baekhyun, aku tak suka melihat kedekatanmu dengan Kai.. kenapa kau masih saja keluar bersamanya?" ucapku tanpa berbasa-basi terlebih dahulu.
Baekhyun terdiam berusaha mencerna perkataanku, lalu tak lama kemudian ia menyunggingkan senyuman sinisnya sambil menatapku.
"Apa urusanmu, Park Chanyeol? Memangnya kau peduli?"
"Ya.. tentu saja itu adalah urusanku, kau milikku Baekhyun aku tak suka melihatmu jalan bersamanya..!" tukasku dengan suara yang mulai meninggi.
Ia menatapku sinis lalu melipat kedua tangannya. "Kalau begitu apa bedanya dengan dirimu..? Apa kau tak sadar dengan perlakuan yang selama ini kau lakukan padaku? Kau melarangku untuk dekat-dekat dengan Kai padahal kau sendiri justru dekat-dekat dengan Kyungsoo."
"Jangan membawa-bawa Kyungsoo dalam masalah ini, dia tak ada hubungannya."
"Tak ada hubungannya? Kau pikir siapa yang duluan memulai masalah ini, itu kau Chanyeol..! Kau yang duluan diam-diam berselingkuh dengan Kyungsoo..!" suara Baekhyun ikut-ikutan meninggi.
"Aku tak pernah berselingkuh Byun Baekhyun..! Sudah berapa kali ku katakan aku dengan Kyungsoo hanya berteman dan ia saat ini sedang dalam masa sulit, hanya aku yang bisa menolongnya."
Ia menghela nafasnya. "Baiklah.. aku percaya, tapi Chanyeol apa kau tak ingat dengan statusmu saat ini? Pikirkan posisiku juga, pikirkan perasaanku.. Kau jarang sekali pulang ke rumah dan lebih menghabiskan waktumu bersamanya, kau juga tak lagi bersikap manis seperti dulu, kau seolah-olah menelantarkanku dan mengacuhkanku.. Setidaknya kau jangan melupakan kewajibanmu untuk memperhatikanku, kau berubah Chanyeol..! Kau seperti orang lain saat ini, aku bahkan merasa kau seolah-olah semakin jauh dariku."
Aku berdecak lalu mengalihkan pandanganku sejenak sebelum kembali menatapnya. "Kau sendiri.. bisakah kau memikirkan posisiku saat ini? Kau memintaku untuk mengerti akan posisimu tapi kau sendiri tak pernah mengerti akan posisiku, tak mau mendengar penjelasanku dan hanya mengambil kesimpulan dari sudut pandangmu sendiri. Kau pikir selama ini kegiatanku hanya sibuk mengurusi Kyungsoo, aku juga sibuk mengurusi perusahaan.. pekerjaanku yang selalu menumpuk setiap harinya. Kau bilang sikapku berubah? Apa kau tak sadar Baekhyun, bahkan kau sendiri berubah.. kau menjadi keras kepala dan bersikap egois. Kau tak seperti Baekhyun yang kukenal..!"
"Egois? Kau bilang aku egois?! Aku tak mungkin seegois ini kalau sejak awal kau mau terbuka denganku, dan sekarang kau menyalahkanku dengan mengataiku egois..?!" bentak Baekhyun, ia memelototiku dengan wajah memerah karena emosi.
Aku terdiam melihat wajah emosinya, jujur ini baru pertama kalinya aku melihat Baekhyun seemosi ini, ia menundukkan wajahnya sambil mengatur nafasnya.
"Chanyeol.. kalau kau sudah bosan denganku bukan seperti ini caranya, bukan dengan cara menyiksaku seperti ini. Ini sama saja dengan kau mencoba membunuhku secara perlahan.." suaranya terdengar pelan dan bergetar, perlahan ia kembali mengangkat wajahnya dan menatapku. "Untuk apa hubungan ini terus dilanjutkan jika kau sudah tak mencintaiku lagi.. lebih baik kita mengakhirinya kalau itu memang yang terbaik."
"Baekhyun, apa yang kau katakan..? Kenapa kau berpikiran seperti itu?"
Apa yang kau katakan Baekhyun? Mana mungkin aku tak mencintaimu lagi, kenapa kau sampai berpikiran seperti itu.
"Mianhe Chanyeol.. aku memang tak pantas untukmu." ia menundukkan wajahnya lalu berlalu meninggalkanku menuju kamar, aku mengikutinya dan mendapati dirinya yang sedang mengemas beberapa barang-barang miliknya.
"Kau mau kemana?" tanyaku sambil menahan tangannya.
"Daripada setiap harinya kita bertemu dan saling menyalahkan satu sama lain.. lebih baik aku keluar dari rumah ini. Aku takkan melarangmu lagi Chanyeol, semua terserah padamu.. Aku terlalu lelah untuk terus menerus mempermasalahkan hal yang sama." tukasnya tanpa menatapku, ia melepas genggaman tanganku dan berjalan melewatiku.
"Baekhyun.. kumohon jangan pergi, kita bisa membicarakannya secara baik-baik." Aku berusaha mengejarnya lalu kembali menahan tangannya. "Baiklah aku minta maaf jika aku mengacuhkanmu dan menelantarkanmu, aku takkan mengulanginya lagi.. tapi please Baekhyun, kumohon jangan pergi. Tetaplah bersamaku."
Ia berbalik menatapku dan menghela nafasnya berat. "Kumohon Chanyeol, biarkan aku pergi.. aku butuh waktu untuk sendiri."
"Baekhyun please jangan pergi.. aku akan memperbaiki semuanya. Aku janji."
"Chanyeol.. kumohon beri aku waktu, kita butuh waktu untuk sendiri-sendiri saat ini untuk memperbaiki diri kita masing-masing.. mengertilah Chanyeol."
Aku menatap wajah Baekhyun selama beberapa detik, mencari keyakinan dengan apa yang telah dikatakannya. Aku pun melepas peganganku dan menghela nafas, "Baiklah jika itu maumu, aku tak bisa memaksamu untuk tinggal. Aku tahu seberapa besar rasa kecewa yang kau rasakan saat ini, mianhe..." tukasku dengan wajah penuh penyesalan. Seandainya aku bisa menjelaskan semuanya saat ini juga, tentu aku tak mungkin mau melepas Baekhyun pergi.
Ia hanya tersenyum tipis nyaris tak terlihat lalu kembali membalikkan badannya dan melangkah keluar dari rumah. Dengan berat aku menatap kepergiannya dan melepasnya untuk pergi. Baekhyun benar, untuk saat ini aku dan dirinya butuh waktu untuk memperbaiki semuanya. Untuk mengintrospeksi diri masing-masing dari kesalahan yang kita perbuat.
TBC
A/N : Huwaa udah mulai masuk konfik kedua nih.. huehue disini Chanbaek hubungannya semakin rumit yah chingudeul.. hmm, kira-kira mereka bakalan cerai ga yaa? Hehehe ntar deh, tergantung ide authornya.. kalo saya emang berminat untuk bikin chanbaek cerai terus malah berubah pairing *Chansoo dan Kaibaek*.. kalian jangan kecewa yaa(?)
Hehe ga ding, bercanda kkk.. main pairingnya forever chanbaek kok... jadi tenang aja.
RnR juseyo ^^ ditunggu reviewnya yang banyak,
Keep support and love One Mistake One Regret
With Love
Baekchannie
