Make destiny
Yosh... Saya nongol lagi kuharap tidak ada yang bosan denganku..
Jawaban tentang mangekyou akan bertahap si chapter berikutnya, begitu juga tentang kata Nee Chan saat Mito memanggil Naruto.
Apalagi yah... Saya bingung mau menjawab yang mana lagi, jadi sebaiknya langsung cemot saja.. Saya menambahkan word sedikit seperti permintaan para reader. Sedikit demi sedikit saya berusaha memanjangkan wordnya...
Selamat membaca,
Black, out...
Team
.
.
.
.
.
Dirumah sakit sebelumnya, bunshin Naruto, Hanabi dan Mito muncul diatap rumah sakit dengan kilatan api Shunshin No Jutsu Naruto. Mito disebelah kanan dan hanabi disebelah kiri menggenggam kedua tangan naruto. Bunshin Naruto yang lainnya bersama Iruka lngsung dibawa keruang UGD untuk dilakukan perawatan khusus.
"Wow.. Nee chan hebat.. Kita tiba dengan cepat" ucap Mito kagum pada kemampuan Naruto. Naruto hanya bisa menggaruk garuk belakang kepalanya yang tidak gatal itu menatap adiknya sesikit salah tingkah
"Hehehe.. Iyakah?" Tanya naruto dibalas anggukan kedua bocah 7 tahun dengan tampang blush manja imut dan lucu.
"Itu namanya shunshin no jutsu" jelas Naruto pada kedua bocah yang mengangguk meski masih bingung itu. Pipi kedua gadia lugu itu berwarna merah memperlihatkan begitu manisnya mereka.
"Apa Nee Chan mau mengajariku?" Tanya mito menatap penuh harapan untuk diaharkan jutus itu.
"Kenapa Mito chan mau belajar shunshin no jutsu?" Tanya Naruto dengan berlutut dihadapan Mito, dia mengerakan tangannya menggeser hanabi kesamping adik nya yang langsung merasa begitu akrab dengannya.
"Biar Mito chan bisa kuat seperti Nee Chan" jawab Mito sedikit blush diwajahnya di polesi semanagat menggebu pada tiap perkataannya
"Hm.. Adik kecilku mau belajar padaku yah.. Bukankah kau ingin menjadi murid Menma karena dia seorang Roki of The Year sepertinya?" Tanya naruto membungkam gadis belia itu. Mito memang ingin menjadi murid Menma karena dia kagum pada dengan rekor kakanya yang lain itu.
"Ano.. Hm.. Itu.. Hmm" ucap mito mencoba mencari alasan yang tepat, sambil berbicara dan memegangi kepalanya bagian belakang. Naruto tersenyum melihat bocah gadis lugu di hadapannya berpikir keras untuk meyakinkannya demi Shunshin No Jutsu.
"Ok, nanti kita bicarakan lagi. Kalau kau ingin latihan, kau bisa datang ke sini tiap hari pukul 4 sore. Ok?" Tanya naruto pelan menatap mito. "Sekarang kalian harus ke dalam ruangan karena di sini sangat dingin dan nee chan harus memeriksa lebih intnsif lagi apa kalian memiliki luka atau tidak... Bagaimana?" Lanjut Naruto memberikan saran cukup menarik.
"Hai" jawab mito dengan grin menatap naruto.
"Ano.. Apa Hanabi juga boleh ikut?" Tanya hanabi dengan blush diwajahnya yang rupanya tertarik sama seperti Mito.
"Eh.. Apa Hanabi chan akan dibolehkan ayahmu?" Tanya Naruto dan hanabi perlahan mengangguk meski agak ragu.
"Ayolah Nee Chan.. Ijinkan Hanabi chan bersama kita" ucap mito merengak dihadapan Naruto menggunakan jutsu paling berbahaya di dunia Shinobi, 'puppy eyes No jutsu'. Naruto hanya bisa tersenyum menatap kearah mito.
"Baik.. Tapi sekarang kita keruangan pemeriksaan dulu yah" ucap narutoperlahan berdiri berdiri merangkul kedua bucah itu mlangkah turun. namun anbu muncul menghentikan mulusnya rencana mereka.
"Naruto Sama, Mito Sama, Hanabi Sama, kalian dari mana? Hokage sama dan semua mengira kalian diculik" ucap anbu boar yang muncul dihadapan naruto.
"Kami baik baik saja. Laporkan pada hokage kalau kami ada diruangan 304" ucap Naruto meneruskan perjalannya dan anbu itu menghilang
Dikamar no 304, terdengar pintu dibuka dengan keras, sedikit di dobrak dari luar. Begitu pelaku terlihat ternyata oleh seorang wanita bermbut merah yang diikuti seorang Hyuuga di belakangnya
"Hanabi/Mito chan" ucap fugaku dan kushina berlari kedalam ruangan mencari keberadaan anak mereka lalu langsung memeluk erat gadis belia itu.
"Kau tidak apa apa Mito chan?" Tanya kushina menyudahi pelukannya. "Apa kau tidak terluka.." Lanjutnya meraba tubuh Mito memastikan tubuhnya tidak terluka. Sama halnya dengan hanabi yang berada diranjang sebelah Mito. Tsunade berada diantara dua ranjang itu bersama Naruto yang memeriksa laporan kesehatan keduanya. Minato dan sandaime kemudian menyusul dan masuk kedalam ruangan itu.
"Apa ada yang bisa menjelaskan apa yang terjadi disini?" Tanya Minato serius menatap naruto. Namun naruto hanya fokus pada pekerjaannya disamoing tsunade
"Ak-aku di culik iwa nin, tapi Naruto Nee chan menghajar mereka dengan cepat menggunakan jutsu sangat keren Tou chan" terang Mito dengan semangat mengangkat tangannya keatas. Minayo yang baru masuk keruangan rawat tersebut hanya bisa melebarkan matanya shok tak percaya seorang dead last menghajar penculik, begitu juga Hiashi.
'Seorang dead last menghajar Jounin.. Sangat mustahil tapi mana mungkin bocah ini bisa berbohong. Mereka masih polos dan...' Pikir Hiashi mengamati Mito
"Ak-aku diculik kumo nin, tapi naruto ni san menyelamatkanku dengan jutsu yang wow.. Dia menghajar 2 iwa nin dengan 4 iwa bunshin menggunakan do-"
"Ah.. Hanabi chan, biar aku yang menjelaskan" potong naruto. Semua mendengar hanabi mengatakan bahwa naruto menghajar 2 junin iwa dengan 4 iwa bushin penasaran stengah mati.
"Jelaskan" ucap yondaime.
"Hum.. " Ungkap malas Naruto dengan matanya masih di kertas laporannya. " Aku sedang duduk menikmati malam diatas patung kepala shodai, lalu aku merasakan chakra Mito san Hanabi chan berjalan kearah hutan. Mizuki menjadi perantara dari iwa dan kumo membawa mereka berdua pada iwadan kumo nin." Naruto berhenti sejenak menatap hanabi dan senyum, sementara yang lainnya Shok selain Tsunade dan Sandaime.
"Tahan dulu... Apa maksudmu merasakannya?" Tanya bingung Kushina menatap Naruto sambil memeluk Mito.
"Jangan bilang kalau.." Tambah Minato menyipitkan matanya penasaran di komentaru anggukan Naruto.
"Minato... Naruto kun adalah seorang Ninja type sensorik yang cukup lumayan... Sangat susah bersembunyi darinya.." Komen senyum bangga Hiruzen.
"Kenapa tidak ada yang menginformasikan padaku bahwa dia adalah seorang sensorik... " Tegas geram Minato melototi Sandaime dan Tsunade sebagai guru mereka. "Dia adalah Anakku dan ak"-
"Apakah seorang anak harus memberitahukan apa yang mereka bisa pada orang tua mereka?" Potong Naruto melototi Minato. "Lalu apa tugasmu sebagai orang tua? Kau mengatakan kalau kau orang tua tapi apa aku harus memberitahukanmu jika kau memang pantas di sebut orang tua... Apa anak harus meminta pada orang tua meski sudah beratus kali di tolak mentah-mentah" lanjut Naruto geram membuat suasana hening. Minato dan Kushina sadar maksud perkataan Naruto menundukan wajahnya.
"Gemen... Naruto" gumam pelan Kushina.
'Kalian berdua kena sekarang... Kalian tidak tau apa yang bisa di lakukan oleh Naruto sebenarnya... ' Pikir senyum Tsunade memperhatikan reaksi dua ortu Naruto yang merasa telah menyesali perbuatan mereka.
'Aku memang tidak pantas untuk di sebut orang tua untukmu Naruto.. Aku tidak tau sedikitpun tentangmu, aku juga terus mengabaikanmu selama ini... Gomen' pikir Minato sedih sadar akan perbuatannya.
"Saat aku tiba di lokasi, hanabi sedang meronta di pundak kumo nin. Aku berhasil melumpuhkannya dan tidak akan menjelaskan secara detail bagaimana tapi aku berhasil." Naruto berhenti sejenak menatap kembali ke laporannya sudah terlihat tenang setelah sempat memanas.
"Aku mengobati Mito chan dengan Ninjutsu madic dan Mito chan menyadarkan hanabi chan yang saat itu tengah pingsan oleh perbuatan salah satu dari mereka. Satu iwan Nin berhasil kulumpuhkan dan 2 lainnya sementara kutangani" jelas naruto membuat semua shok
"Apa maksudmu sementara kau tangani?" Tanya bingung Kushina.
"Aku hanyalah Bunshin, sementara tubuhku yang asli sedang bertarung di sana melawan mereka. Prioritas penyelamatan yang lainnya adalah utama" jawab bunshin itu.
"APA... BUNSHIN... KENAPA KAU BEGITU BODOH.." Komen tegas Tsunade ingin menghajar Naruto tapi begitu tangannya di depan wajah bunshin itu terhenti karena sedikit sentuhan saja bunshin itu akan menghilang. Mata Minato, Sandaime dan semua melebar mendengarkan uraian singkat Naruto.
"Dimana dirimu yang asli sekrang tebane.." Tanya depresi Kushina tiba-tiba. Bagaimana tidak, seorang gradution fresh akademi melawan 2 jounin sekaligus bukanlah hal yng bisa di terima begitu saja.
"Di hutan perbatasan, mendekati lembah terakhir" jawab Bunshin itu.
"Anbu... " Perintah Minato dan muncullah anbu boar dengan cepat Langsung berlutut di hadapannya menunggu perintah. "Perintahkan 5 anbu black opp untuk mencari keberadaan Naruto... SECEPATNYA" tegas Minato memerintahkan boar yang langsung menghilang. 'Bertahanlah Naruto.. Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan jika aku kehilanganmu untuk saat ini..' Pikir sesih Minato menatap ke Bunshin Naruto.
"Ba chan, ada pesan dari diriku yang asli" gumam bunshin itu mengrcup kening tsunade. Semua spontan terkejut meligat aksi Naruto, kecuali Sandaime pastinya, sedangkan tsunade hanya tersenyum tipis.
"Nee chan.. Kenapa ka mencium oba san?" Tanya mito dengan blush diwajahnya bingung.
"Oh.. Itu ciuman untuk seorang keluarga Mito chan, tepatnya keseorang yang dianggap orang tua" ucap naruto dengan senyum menatap mito. Dalam hal ini kushina dan Minato shok mendengar jawaban naruto
"Kau tidak mencium ka chan dan tou chaan" tanya lanjut mito polos lalu menatap bingung kedua orang tuanya. "Ka chan.. Hm... Naruto nee chan adalah kakak Mito kan? Kenapa kaa chan dan tou chan tidak pernah mengatakannya?" Pertanyaan polos Mito itu terasa ribuan Jarum menusuk kejantung pasangan itu. Sangat sakit melihat mito mempertanyakan status kakaknya sendiri pada mereka. Kushina dan Minato tidak bisa berkata apa-apa untuk menjawab pertanyaan itu.
'Mito yang malang... Tidak mengetahui kebenaran tentang kakaknya sendiri, dan mereka tidak memberitahukannya.. Apa kau serius?' Pikir terkejut Hiashi memperhatikan Minato sambil memegangi tangan anaknya.
"Kau akan sadar Mito chan jika kau merasakan apa yang kurasakan. Terkadang kau akan merasa nyaman bersama orang yang tidak memiliki hubungan darah dibandingkan dengan orang yang memiliki hubungan darah tapi tidak menganggapmu" ucap sinis naruto menatap kushina dan minato. Terlihat jelas tatapan naruto penuh kebencianpada kedua orang tuanya.
"Naru chan... " Ucap tsunade menghentikan tatapan kebencian naruto. Naruto menatap kearah plafon dan menarik napas lalu menghapus air matanya yang jatuh karena amarah
"Maaf ba chan" ucap pelan naruto.
Ekspresi minato dan kushina berubah 180 derajat mejadi sedih melihat naruto mengeluarkan air mata karena murka atas perlakuan mereka. Mini flash back dikepala Naruto memancing emosinya pada kedua orang tuanya.
"Naruto san.. Terima kasih telah menyelamatkan anakku.. Mungkin kau bisa datang ke Hyuga mansion untuk makan malam" ucap hiasi dengan senyum memecah kebuntan. Naruto berbalik menatap hiasi dan mangangguk.
"Dengan senang hati, tapi maaf sebentar lagi chkaraku habis dan harus pergi" ucap naruto melangkah melewati kushina yang memeluk mito
"Naruto" ucap minato menahan tangan naruto.
"Maaf.. Tapi aku harus menghilng dan melaporkan pada diriku yang asli apa yang sedang terjadi di sini... Hokage sama" ucap naruto dengan dingin langsung menjadi gumpalan asap.
"Kalian berdua sebaiknya jangan mengejarnya" ucap tsunade dengan monoton menatap kearah kedua orang tuanya.
"Dan kenapa saya tidak boleh mengejar anakku sendiri" bentak kushina dengan keras dihadapan tsunade.
"Tsk..anakmu katamu.." Ucap tsunade perlahan menunduk.
"DIMANA KALIAN SELAMA TIGA BELAS TAHUN HIDUPNYA. APA KALIAN ADA SEKALIPUN UNTUKNYA. APA KALIAN TAU APA YANG DIINGINKAN NARUTO. APA KALIAN PERNAH MENGINGAT NARUTO BAHKAN DIHARI ULANG TAHUNNYA KALIAN HANYA MENGINGAT MENMA. KALIAN LUPA TADI MALAM HAH? KALIAN BISA MENINGGALKAN NARUTO SELAMA 13 TAHUN DAN TIDAK UNTUK TIGA JAM BEGI NENMA DANSELURUH DESA, DAN KALIAN MASIH MENGATAKAN KALIAN ORANG TUANYA. APA KALIAN TAU KALAU NARUTO SEMALAM MENANGIS MERATAPI NASIBNYA YANG TIDAK DIPERHATIKAN OLEH KALIAN SELAMA INI.. " Teriak tsunade membuat semua shok. Kushina jatuh berlutut dengan tangisnya sedang minato shok tak percaya akan mendengar perkataan tsunade.
"Dia bertanya kepadaku... "Ucap pelan tsunade dengan air mata mulai jatuh diwajahnya. "Dia bertanya, apa yang salah padaku, kenapa mereka tidak pernah menganggapku" ucap tsunade dengan tangisnya. Mito memperhatikan kebingungan apa yang terjadi, begitu juga Hanabi.
"Dan sejak saat itu, aku sadar bahwa kalian tidak pantas dipanggil orang tua untuk Naruto. Dia terlalu baik untuk menjadi anak kalian berdua. Dia terlalu sabar untuk menahan penderitaan yang kalian berikan selma ini. Dia terlalu naïve untuk memberikan kebahagiaan pada kalian. Dan sejak saat itu juga, aku berjanji atas nama kalung hashirama senju yang ada dilehernya, aku tidak akan pernah membiarkan kalian berdua menyakiti perasaannya lagi. Ingat itu " ucap tsunade menatap kearah kedua orang tua kandung naruto...
Arena pertarungan Naruto.
Naruto berdiri kokoh dengan di selubungi chkara berwarna putih membentuk tulang rusuk dari kaki sampai atas kepalanya. Melipat kedua tangan di depan dadanya memandang rendah dua sosok ninja di hadapannya.
"Sekarang bersiaplah menemui Shinigami Sama" tegas Naruto menurunkan kedua tangannya lalu di genggam erat, memaksa keluar chakra dalam jumlah banyak. Skeleton tulang rusuk berubah menjadi tulang punggung di belakangnya dan tulang rusuk yang sama tapi dalam ukuran besar.
Saling sambung menyambung membentuk kerangka tubuh manusia dari tulang stengah badan, lengkap dengan sepasang tangan dan tengkorak kepalanya. Belum cukuo di situ, perlahan daging membentuk otot kekar dari kedua tangannya bergerak keatas sampai ke lehernya dan akhirnya ke kepalanya. Bentuk yang tadinya hanya kerangka di sempurnakan oleh kulit pada bagian terakhir.
"Ini adalah susano'o stengah badan dan belum sempurnaku" ucap Naruto menjelaskan jutsu skeleton dengan chakra besar itu. Sangat besar dan berwarna putih seolah cahaya bulan menerangi tempat itu. Bentuk terakhirya dengan sepasang tanduk dan wajah tengkorak, tubuh berotot. (Bayangkan bentuk holo ichigo lengkap dengan tanduknya).
"Ap-apa ini perasaanku saja atau memang chakrnya lebih besar dibandingkan yang tadi?" Gumam Mizuki tidak percaya kalau ia bisa merasakan chakra meski ia bukanlah seorang sensorik. Lambaian rambut panjang susano'o itu dengan mata merah darah memberikan kesan sangat mengerikan.
"Ini adalah nyata? Chkara yang sangat besar dan... Stabil" komen Soroi menggenggam erat tangannya depresi saat merasakan besarnya chakra itu.
"Sekarang... Matilah..." Ucap pelan Naruto memberikan seringai Evil menatap sosok ninja yang akan ia hancurkan itu. Di kedua tangan Susano'o itu membantuk sebilah katana berwarna putih terang dan padat. Kedua tangan siangkat menyilan di udara lalu siap untuk di luncurkan ke dua Ninja itu.
'Ini.. Buruk...' Pikir Soroi depresi menatap kearah katana chakra itu akan menghabisi mereka, dan pasti akan menjadi debu.
Deg...
Jantung Naruto serasa meledak saat itu, sebelum katana chakra itu mengenai dua Nin di hadapannya. Perlahan katanya itu menghilang begitu juga bentuk susano'onya kembali ke bentuk pertama kerangka manusia lalu menghilang.
"Uhuk..." Naruto menutup mulutnya dengan telapak tangannya langsung memuntahkan darah segar. Ia jatuh berlutut bernapas terengah-engah dengan tangan kirinya memegangi dadanya. 'Jantungku terasa di tikam... Apa ini pengaruh penggunaan Mata ini...' Pikir shok Naruto melebarkan matanya merasakan sakit luar biasa di jantungnya.
"Sepertinya kekuatanmu belumlah sempurna dan mempunyai efek samping yang cukup parah... Bocah.." Komen Soroi menberikan seringainya merasa ia sudah berada siatas angin melihat kondisi sekarang Naruto. Naruto tidak memperdulikannya, masih sibuk memuntahkan datah segar dari mulutnya.
Suiton : Teppo dama" teriak soroi yang rupanya sudah melakukan handseal jutsunya. Ia mengeluarkan jutsunya dari mulut, berupa air membentuk bulatan sekitar 2 meter dan langsung meluncur cepat kearah Naruto. Saat Naruto mengangkat wajahnya, jutsu itu sudah berhasil mengenainya, melemparkannya ke arah pohon besar.
Broookkk
Pohin itu tumbang sedang Naruto di sana duduk lemah bersandar di pohon dalam keadaan kesakitan. Matanya sudah kembali Normak dengan bagian kanan tertutup menahan rasa sakit di tubuhnya. 'Sial... Jika begini terus aku bisa mati.. Chakraku langsung habis saat membentuk suasano'o dan jantungku sakit saat tubuhku berekasi.. Apa ini bayaran untuk sebuah kekuatan besar?' Pikir Naruto menatap terengah-engah Jounij kumo Nin melangkah mendekatinya sambil melakukan handseal dengan pelan.
"Sekarang saatnya untuk mengakhiri semua ini... Mayatmu akan menjadi persembahan terbaik di kumo dan matamu.. Matamu akan menjadi hadiah untuk Raikage Sama.." Ungkapnya melakukan handseal seperti bertapa, sangat mirip dengan jutsu sebelumnya.
Ranton : Raiza susassu" gumamnya pelan melakukan kembali jutsu rantonnya menyerang Naruto. Kali ini Aruto tidak dapat bergerak lagi, ia sudah kehabisan chakra dan rasa sakit di tubuhnya luar biasa. Jutsu ranton itu semakin mendekatinya, sudah siap untuk menghancurkan tubuhnya.
BAAAAMMMM
Ledakan besar terjadi menciptakan debu menggumpal tebal di tempat Naruto berdiri. Seringai senang terlihat jelas di wajah Soroi menatap kearah Naruto yakin kalai Naruto sudah berakhir.
"Uhuk... UHUK..." Terdengar batuk darah Naruto dari dalam gumpalan debu. Saat sudah bersih, terlihat Naruto di lindungi kembali oleh tulang rusuk Susano'onya. Matanya membentuk mangekyou lagi dan kali ini memuntahkan darah lebih banyak lagi dari sebelumnya. 'Jika aku tidak memiliki mata ini aku pasti sudah akan mati' pikirnya mengatur pernapasannya dan pelindungnya menghilang bersamaan dengan nonaktifnya Mangekyounya.
"Matamu itu benar-benar sangat menarik bocah.. Aku semakin tertarik untuk memilikinya dan menggunakannya sebagai kekuatanku sendiri... " Ucap arrogan si kumo Nin menatap kearah Naruto penuh dengan rasa percaya diri di tiap perkataannya.
"Heh.. Seperti... Kau... Mampu... Mengambilnya...Uhuk.." Gumam Naruto sudah sangat lemah dan kembali memuntahkan darah segar di barengi detakan jantung seolah akan meledak. 'Sial... Sakit sekali' pikir Naruto.
"Kau pikir kalau aku tidak mampu meng"- perkataan kumo Nin terpotong saat ia merasakan beberapa shuriken menyerangnya. Ia langsung melompat kebelakang menghindari serangan itu dengan bersalto.
"NARUTO SAMA.." Terdengar suara wanita di baluti pakaian anbu berambut ungu langsung mendarat di samping Naruto sedangkan 4 anbu lainnya di depan bersiap menghancurkan musuh.
"Aku... Serahkan... Pada... Kalian.." Gumam lemah Naruto langsung tidak sadarkan diri.
"Neko.. Segera bawa Naruto sama ke konoha.. Ia sudah sangat lemah.. " Perintah salah satu anbu. Neko langsung mengangguk dan menggendong Naruto bridal style lalu melompat menjauhi pertarungan kembali ke desa.
"Anbu black opp.. " Gumam mizuki
"Mizuki.. Atas perbuatanmu kau akan di hukum begitu juga kau Kumo nin akan mendapatkan hukuman yang setimpal". Tegas sang pemimin black opp mencabut katana di belakangnya diikuti rekannya akan memulai pertarungan.
Mentari pagi membuka hari baru dikonohagakure. Sinar yang kembali diberikan oleh sang surya meulai terasa dari ufuk timur konohagakure no sato. Perlahan lahan mulai muncul bayangan mentari dengan sedikit malu karena telah 12 jam mengjilang dari bumi dan kini kembali lagi untuk melaksanakan tugasnya selama waktu yang tidak diketahui.
Kicauan burung bernyanyi membangunkan anak mereka mengingatkn suasana pagi hari yang indah di konohagakure. Sedang si ayah pergi mencari sarapan berburu serangga dari tanaman tanaman mati untuk menghidupi keluarganya. Kehidupan mereka kembali lagi seperti biasanya dengan anak mereka yang perlahan telah tumbuh menjadi dewasa.
Sama halnya dengan tokoh favorit kita namikaze naruto. Dia telah tumbuh menjadi seoarang yang gagah, berwibawa dan selalu calm. 13 tahun telah berlalu sejak ia dilahirkan dan 13 tahun bukan waktu yang cepat untuk ia rasakan dengan kehidupan menyedihkannya. Hidup terasa diantara orang asing padahal keluarga sendiri.. Malang.
13 tahun yang panjang kini telah berlalu, sejak dari hari pertama ia merasakan yang namanya sakit dan kini dia masih merasakam sakit, walau sakit yang tidak bisa disembuhkan dengan obat obatan, sakit yang hanya bisa disembuhkan oleh kasih sayang.
Tiga tahun belakangan adalah tiga tahun yang lumayan berarti bagi si blonde ini. Dalam tiga tahun terakhir, dia telah menjadi seorang madic dan melakukan tugasnya dengan baik di Rumah sakit konoha, terlalu baik malahan. Kini dia harus memfokuskan diri kebidang lain, mencari pengalaman di dunia shinobi.
Tidak ada lagi rutinitas jaga yang akan ia lakukan di rumah sakit. Dia kini harus fokus pada kehidupn shinobi, melanjutkan cita cita yang ia lupakan selama ini. Cita cita yang ingin ia juga shisui capai, melebihi legenda uchiha, uchiha madara.
Diakademi konihagakure, terlihat semua siswa sedang duduk manis di tempatnya masing masing dngan seorng chunin memiliki garis melintang vertikal dibatang hidungnya. Terlihat jelas pakaian chuninnya dengan hita itae konohagakure no sato.
Dibelakang tangannya seperti dia menyembunyikan selembar kertas. Sedang tangan kanannya berada didagunya berpose sedang memikirkan apa yang akan ia katakan.
"Ok semua.. Aku lihat kalian semua sudah hadir" ucap Iruka umino dengan menebarkan pandangannya kesemua calon genin dihadapannya.
"Iruka sensei.. Tapi naruto kun belum datang" teriak ino menatap kursi naruto yang kosong.
"Dia tidak berkualitas menjadi genin, dia seharusnya jadi suster saja" ejek Kiba dengan suara keras. Seluruh konoici dikelas melototinya dengan ganas kecuali hinata hyuga yang nenunduk malu.
'Wanita memang mengerikan' pikir kiba dengn sesikit menelan ludah ketakutannya menghadapi tatapan horor konoici di kelasnya.
"Sudah.. Sudah.. " Ucap iruka menenangkan amukan massa tatapan horor koniichi.
"Naruto tidak bisa hadir disini karena alasan tertentu" ucap iruka menjelaskan dan semua hanya ber oh ria saja. 'Kuharap kau baik-baik saja Naruto' pikir iruka khawatir
"Hari ini adalah hari terakhir kalian berada diruangan ini mendengarkan ceritaku. Hari ini juga kalian akan memulai kehidupan kalian sebagai shonobi genin konohagakure no sato, dan selamat atas itu" ucap iruka dengan senyum dibalas dengan seringai dari wajah semua genin fresh itu.
"Dalam hal ini, aturan konohagakure tentang pengadaan shinobi konohagakure no sato. Sampai waktu kalian menjadi chunin kedepan kalian akan dibagi menjadi beberapa kelompok dengan seoramg junin sensei sebagai pembimbing kalian. Ikutilah semua perkataan daei junin sensei yang akan membimbing kalian nanti selama tahun tahun yang kalian lewati" ucap iruka serius berhenti sejenak menatap kearah kertas di ltangan kirinya itu
"Sesua dengan aturan konoha, team terbagi atas 3 junin dan 1 junin. Jadi setiap dari klian akan memiliki rekan masing masing dua orang. Untuk mempersingkat waktu saya akan membacakan susunan team, team 1...
Dirumah sakit, naruto kini sedang duduk di ruanagan tempat kerja tsunade senju tepatnya di kursi sofa yang ada diruangan itu. Dia memegang selembar kertas ditangannya dan menatap kearah kertas itu sedikit serius. Sudah dua minggu sejak ia terluka juga harus menjalani perlakuan serius. Tsunade senju yang sedang mengerjakan laporan bulanannya hanya melirik kearah naruto yang sedikit serius menatap kertas itu.
"Jadi naru chan, apa yang sedang kau baca sekarang?" Tanya Tsunade menghentikan kerjaannya menatap naruto sambil bersandar di kursinya.
"Oh.. Ini... Susunan team genin graduate" ucap naruto sambil menatap kearah kertas itu
" Kenapa kau tidak membacakannya? Biarkan aku mengetahui siapa yang akan menjadi rekanmu" ucap Tsunade dengan sedikit senyum pada naruto. Naruto hanya bisa menarik napas dalam dan mengeluarkannya
"Sedikit berbeda dengan seharusnya" jawab pelan Naruto membuat tsunade semakin penasaran
"Look, team 1... Team 7, Namikaze Menma, Uchiha Sasuke dan Haruno sakura. Jouin senseinya hatake kakasi. Legendari team 7 koniha kembali seperti masa kakasi dan masamu ba chan. Dengan sasuke dan menma sebagai team yang bertugas menghajar musuh dan dengan sakura chan sebagai madic. Toag dan slut bisa bersama kembali, sayang Orachimaru tidak ada" ucap naruto dwngan sedikit monotone. Tsunade hanya perlahun mengangguk setuju dengan pendapat naruto itu.
"Dan kakasi pasti yang meminta itu, jika dipikir dia bisa menginginkan bebannya dengan melatih Sasuke uchiha. Disisi lain, dia bisa membalas budi Minato sebagai senseinya dan mengambil murid Menma. Pelengkap sakura yang bisa merawat mereka juga bisa mendukung di pertarungan, team perfect" ucap Tsunade mengomentari team 7.
"Yup.. Team 8 gabungan sensorik dan pelacak. Hinata hyuga, Kiba inuzuka dan Shino aburame, jounin sensei the genjutsu mistress yuhi kureai" lanjut naruto.
"Pilihan tepat, Yuhi bisa melindungi mereka dengan genjutsu senentara mereka dalam tugas pelacakan" ucap lanjut tsunade dan naruto hanya mengangguk
"Team 9 masih aktif jadi lanjut team 10 mengembalikan kedudukan Ino, Shi, Cho. Asuma sarutobi adalah jounin sensei mereka" lanjut naruto serius
"Taijutsu dan serangan jarak dekat, menarik" komen tsunade senju
"Tapi kau berada dalam team yang mana? Semua clan heir sudah dengan teamnya masing masing " tanya tsunade dengan sedikit bingung.
"Team zero ba chan, dengan Yamato sebagai jounin sensei" ucap naruto menjawab pertanyaan tsunade "apa kau mengenal yamato ini? Aku belum pernah mendengarnya.
"Team zero? Yamato?" Tanya penasaran tsunade kembali menatap naruto
"Team zero adalah team backup yang dapat masuk kesemua team. Dengan memanfaatkan kemampuan dari madic nin Naruto, dia bisa sebagai team emergancy merawat seluruh shinobi yang sedang terluka di setiap misi" jelas iruka kepada semua genin fresh dihadapannya itu.
"Hahahha.. Jadi melanjutkan tugasnya sebagai suster panggilan yah" ejek Menma dengan suara keras menimbulkan tawa yang besar bergemuruh di kelas.
"DIAMM" teriak murka sakura tak tahan lagi. Dia lalu berdiri dan menatap menma dengan tatapan emosi
"Akubingung kenapa Naruto harus selalu mengalah padamu. Aku tidak melihat sedikitpun sisi baik yang menurutku pantas baginya untuk memiliki adik kembar sepertimu" ucap Sakura geram membuat semua tersdiam
"Tunggu dulu, apa maksudmu?" Tanya Menma dengan sedikit risau menatap sakura.
"Kau tidak tau apapun tentang naruto dan kemampuannya, jadi jangan pernah berkata buruk tentangnya. Aku tidak tau kenapa seorang saudara bahkan rela menyakiti saudaranya" ucap sakura mengakhiri teriakannya dan duduk kembali
"Sakura.. Aku perintahkan untuk mengatakan padaku semuanya" terang Menma memerintahkannya. Sakura hanya tersenyum mengejek menatap menma
"Tsk.. Kenapa aku harus... Menma Sama..." Tanya sakura dengan peneknan.
"Sakura. Aku memerintahkanmu" lanjur menma dengan berteriak keras menunjuk sakura
"Dan kenapa aku harus mau? Kau bukan siapa siapa yng berhak memerintahkanku" ucap sakura menatap kearah menma
"Kau tau perbedaanmu dengan Naruto kun? Kenapa aku sangat menyukai naruto kun?"Tanya sakura membuat semuanya gempar karena dia jelas jelas mengatakan menyukai naruto.
Flashback
Sakura berumur 10 tahun sedang frustasi karena dia selalu kalah dari ino. Dia bahkan dikatakan tidak bisa menjadi ninja karena dia hanya campuran civilian dan shinobi. Dia duduk sendiri di taman dengan banyak bunga sakura disitu.
Naruto muncul dengan keranjang berisi beberapa tanaman herbal yang ia kumpulkan
"Hey.. Hello" sapa 10 tahun naruto melihat Sakura yang sedang duduk menangis
"Hallo.. " Jawab sakura dengan sedikit menghapus air matanya
"Kau Sakura. Benar kan?" Tanya naruto
"Hai.. Naruto sama" jawab Sakura sopan yang tau kalau naruto adalah anak dari hokage.
"Jangan panggil aku dengan sama, aku tidak suka fotmalitas, lagi pula aku tidak mau karena nama clan dihargai atau dihormati. Respect digapai bukan didengar" ucap Naruto senyum membuat Sakura sedikit shok
"Kenapa kau sendiri?" Tanya naruto duduk disamping sakura
"Apa.. Aku... Orang bilang..aku... Tidak bisa menjadi ninja?" Tanya sakura dengan menunduk. Naruto hanya mengangkat keningnya sedikit kebungungan
Kenapa kau bilang begitu?" Tanya Naruto penasaran.
"Aku hanya memiliki sedikit chakra karena darah civilian dan aku ... lemah" ucap sakura dengan menunduk kembali menyembunyikan wajahnya. Naruto hnya tersenyum menatap kerah sakura
"Kenapa kau tidak memanfaatkan sisi yang lainnya?" Tanya naruto dengan senyum membuat sakura mengangkat kepalanya Menatap naruto.
"Begini.. Orang yang memiliki sedikit chakra memiliki control chakra yang bagus. Kau bisa menjadi genjutsu master atau ... Madic.." Ucap naruto dengan swnyum.
"Madic.. Apa seperti Tsunade sama?" Tanya sakura yang seperti mulai memiliki semanagt kembali.
"Hai.." Jawab pelan naruto mengangguk dengan senyum menatap sakura
"Kau serius?" Tanya sakura kembali. Naruto hanya mengangguk kembali menatap sakura.
"Tapi.. Bagaimana caranya?" Tanya sakura kembali menunduk
"Aku tidak mempunyai seorang sensei untuk itu" ucap sakura lemas
"Aku akan mengenalkanmu pada seseorang yang bisa melatihmu" ucap Naruto dengan senyum
End
"Itulah perbedaanmu dengan naruto kun. Dia bisa membantu orang menyelesaikan masalahnya dan tidak bergantung pada nama Hokage atau uchiha" jawab sakura dengan duduk kembali sedikit menyinggung Sasuke.
Menma dan sasuke yang tersinggung semakin geram dengan apa yang dilakukan naruto pada pujaan hati mereka itu. Mereka telah kalah mentah mentah dengan seorang dead last
"Sudah, kita kembali ke team" ucap Iruka mengakhiri perang mulut mereka. Menma hanya melirik tidak suka dengan apa yang dikatakan sakura
"Kalian akan dijemout oleh jounin sensei kalian habis makan siang" ucap iruka dengan itu dia kekuar dari kelas meninggalkan semua murid muridnya
Kembali ke tempat Tsunade dan Naruto, tsunade kini mengerti mengapa Minato namikaze menjadikan Naruto team zero. Dia bisa menjadi beck up tepat dengan mengakui kemampuan madic naruto. Dia juga mengetahui maknanya dengan menempatkannya bersama Yamato.
Yamato adalah sensei khusus dari menma untuk mokuton. Menma juga seorang jinjuriki, jadi jika menma melakukan hal bodoh dan lose control yamato akan menghentikannya dan naruto akan menyembuhkan luka luar dari menma. Semua kembali lagi pada menma yang diutamakan dari semua segi.
Naruto berdiri dari tempat duduknya menatap kearah plafon dan meregangkan ototnya. Tsunade hanya tersenyum tipis melihat aksi dari orang yang paling ia sayangi itu.
"Apa yang akan kau lakukan sekarang?" Tanya tsunade menatap naruto.
"Menemui yamato untuk memastikan aku lulus menjadi genin. Setelah itu .." Naruto berhentu sejenak menatap taunade.
"Jangan terlalu memaksakan diri.. Kondisimu masih belum pulih betul dari luka terakhir yang kau alami" ucap Tsunade memperingati Naruto di jawab anggukan mengerti.
"Ba chan.. Aku akan pindah ke apartemen shisui ni san nanti sore. Jadi kalau ba chan mrncariku disana saja" ucap naruto dengan sedikit senyum. Tsunade mengangkat alisnya bertanya tanya kenapa nsruto mau pindah
"Kenapa kau mau pindah?" Tanya tsunade
"Simple.. Namikaze compound bukanlah sebuah tempat yang pantas disebut rumah" jawab naruto dengan tampang serius menutup matanya. Dia berjalan kearah pintu ruangan tsunade senju itu
"Kuharap kau sudah memikirkan itu matang matang" ucap tsunade sebelum naruto menarik gagang pintu ruangan tsunade.
"Qku tau apa yang saya lakukan ba chan" ucap naruto menarik gagang pintunya.
"Dan aku tidak akan menyesalinya" lanjutnya kembali melangkah keluar dari pintu ruangan Tsunade senju. Tsunade menarik napas panjang, menutup matanya. 'Kuharap juga begitu' pikirnya kembali dan terlihat pintu tertutup rapat dengan naruto yang telah pergi
Disebuah hutan tidak jauh dari markas anbu konohagakure , seorang pria sedang duduk diatas dahan pohon dengan menutup matanya. Dia memiliki ciri ciri rambut hitam pendek jabrik seperti shisui dengan bola mata hitam agak besar. Di kepalanya hiasan wajah seperti nidaime Tobirama senju. Dia memiliki badan sedikit lebar dan menggunakan pakaian jounin standar.
Tingginya sekitar 180 cm dengan postur labuh lebar. Dia memiliki kulit putih dan wajah blank tanpa ekspresi. Maklum anggota root yang insaf hehe.
"Hello.. Menurut perkiraanku kau adalah yamato" ucap naruto yang muncul dihadapan yamato. Yamato shok dan membuka matanya melihat naruto
"Naruto" ucap yamato shok yang melompat kebelakang menghindari naruto. 'Aku bahkan tidak bisa merasakan kehadirannya' pikir terkejut yamato
"Dari mana kau tau kalau saya ada disini?" Tanya yamato penasaran menatap naruto.
"Oh.. Aku sensorik" jawab datar naruto membuat yamato yang kini berdiri tegap menatap naruto penasaran.
'Sensorik.. Tidak ada laporannya dia seorang sensorik' pikir yamato kembali.
"Baiklah kalau kau sudah datang, bagaimana kalau kita memperkenalkan diri masing masing" ucap yamato dengan senyum. mereka berada dijarak 5 meter pada sebuah dahan pohon besar.
"Hum.. " Jawab simple naruto menatap yamato datar
"Namaku yamato, suka pada tanaman dan hutan. Tidak suka pada orang arrogant yang membenci seseorng pada hal yang tidak bisa ia rubah. Hobi, berkumpul dengan teman teman anbu dan nongkrong di dango stand. Cita cita, mengkin menguasai mokuton dengan baik. Sekrang giliranmu" ucap yamato menunjuk naruto
"Nama anaruto.. " Yamato sedikit shok mendengar naruto tidak menyebut nama clannya
"Tidak suka, pada orang yang membeda bedakan kasih sayang karena sesuatu yang bodoh. Suka, di ruangan Tsunade ba chan dan tempat spesialku bersama shisui. Hobi.. Aku kira membuat jutsu baru yang hanya aku sendiri bisa melakukannya. Cita cita, mewujudkan mimpiku dan shisui uchiha dan ambisiku, membunuh seseorang" ucap naruro menyelesaikan kalimatnya.
'Jadi dia membenci orang tuanya dan menyayangi shisui. Tapi.. Tunggu dulu, apa maksudnya membuat jutsu baru dimana hanya dia yang dapat melakukannya, membunuh.. Sipa yang ingin ia bunuh?' Pikir shok yamato tak percaya menatap naruto.
"Apa lagi yang akan kita lakukan?" Tanya Naruto dengan sedikit senyumannya.
"Besok kita akan melakukan test bersama team 7 di training ground 7. Test untuk menentukan kelulusanmu menjadi genin" ucap yamato serius menatap naruto.
"Apa lulus tidaknya team 7 berhubungan denganku? " Tanya nartuo dan yamato mengangguk
"Tidak adil.. Aku bukan bagian dari team mereka. Kenapa aku harus test dengan mereka sedangkan aku bisa test bersamamu" tanya naruto secara logika.
"Itulah, testnya tidak bisa dilakukan 1 lawan 1 da"-
"Jika testnya tentang kerjasama team aku sudah tau. Konoha adalah ninja dengan kemampuan kerjasama team yang menakutkan" potong Naruto dingin
'Dia langsung menyadarinya? Tidak salah sandaime menggelarimu 'The Tobirama reborn' dengan kepintaranmu' pikir yamato dalam shoknya
"Perhatikan.. Suatu hal yang sangat sulit tercapai jika kau ingin aku bekerjasama dengan Sasuke dan Menma. Mereka berdua adalah ninja naïve yang mengira mereka terkuat dengan sharingan dan mokuton juga kyubi. Mereka tidak tau kalau diatas gunung masih ada gunung. Jika aku bekerja sama dengan sakura itu mungkin karena sakura akan mendengarkan apa yang saya katakan. Sedangkan Menma dan Wasuke hanya akan menonjolkan diri mereka masing masing saja. Tentu harus ada yang memimpin pergerakan jika adanya kerjasama team. Jika menma sebagai pemimpin maka sasuke tidak akan mengikuti, begitu juga sebaliknya" ucap naruto berhenti sejenak
"Mereka mungkin tidak akan menyadari inti dari test ini, yang ada. Di pikiran mereka hanya untuk lulus dan menjadi yang terkuat dari sekuruh genin. Untuk Sakura, dia pada dasarnya tidak suka pada Menma dan Sasuke yang arogan. Mungkin sakura tidak terlaku kuat untuk mengalahkan sasuke atau menma, tapi tidak menutup kemungkinan dia akan mengetahui maksud dari test ini mengingat kepintarannya. Tapi kembali lagi, kerjasama team akan susah" ucap naruto menyelesaikan kalimatnya dengan yamato pada posisi shok mulut terbuka lebar
"Aku tidak akan terima dengan team yang akan kau berikan. Kenapa kau tidak menggabungkan testnya dengan team asuma, aku yakin kami akan langsung lulus. Shika akan mengetahui maksud dari test begitu pula choji akan mengikuti rencana shika. Aku akan menangani ino mengingat dia menyukaiku jadi akan mudah" ucap naruto melanjutkan
"Kau.. Lulus" ucap yamato dengan sangat serius
"Tapi untuk testnya kau akan tetap datang ke training ground 7 jam 7. Aku akan menguji dan ingin mengetahui kemampuanmu" ucap yamato dengan senyum pada naruto.
"Menarik.. Ok.. Dengan begitu saya resmi menjadi genin' ucap Naruto senyum dijawab anggukan kepala oleh Yamato.
Leave Much Review...
