"Aku pergi ya?"

"Kau yakin Kyungin aman bersamaku?"

"Tentu saja! Kau ayahnya. Dia tak mungkin rewel jika bersamamu, Jongin-ah.."

"Tapi Soo-"

"Aku pergi! Have a good day ayah!"

Jongin memandang lemas Kyungsoo yang sudah menaiki mobilnya, mengendarai kendaraan beroda empat itu meninggalkan rumah mereka. Meninggalkan Jongin dan Kyungin berdua di rumah. Jongin tersenyum kecil saat Kyungsoo melambaikan tangan padanya. Menghela nafasnya, Jongin kembali masuk ke dalam rumah setelah eksistensi Kyungsoo tak lagi nampak dipenglihatannya.

Hari ini Jongin libur. Kesempatan itu Kyungsoo gunakan untuk pergi melakukan perawatan dan jalan-jalan bersama teman-temannya–Baekhyun dan Luhan lebih tepatnya–. Jongin yang pada dasanya tak tega karena selama ini ia sudah jarang melihat Kyungsoo pergi menyenangkan diri, maka ia pun memberi izin. Dan harus merelakan hari liburnya yang sangat langka ini untuk menjaga Kyungin seorang diri.

Perjanjian mereka, Kyungsoo akan pergi pukul sembilan pagi dan pulang sebelum malam tiba. Tidak lama memang. Tapi bagi Jongin yang belum pernah ditinggal mengasuh Kyungin sendirian, hari ini akan terasa panjang.

"Ibuuu~"

Jongin berlari ke arah kamar mereka saat mendengar suara Kyungin. Oh, anak itu sudah bangun ternyata.

KLEK

"Ibuuu~" Rengeknya lagi saat ia tak kunjung mendapat sahutan. Jongin tersenyum geli saat melihat anak itu sedang menungging di atas kasur dengan wajah yang ia benamkan di bantal. Kentara sekali anak itu masih mengantuk sebenarnya.

"Halo sayang." Jongin berbaring di samping Kyungin. Anak itu mengerut bingung. Bingung karena tak biasanya ia bisa melihat sang ayah saat dirinya menyambut pagi.

"Ayah?"

"Iya sayang. Ini ayah." Kata Jongin sambil membersihkan kotoran di mata Kyungin. Anak itu beringsut maju lalu memeluk ayahnya.

"Oohh.. Appa bogoshipeo?" Tanya Jongin. Kyungin mengangguk. Jongin tersenyum lebar. Tak menyangkal bahwa ia juga merindukan buah hatinya.

Kyungin melerai pelukan mereka. Anak itu memilih duduk di atas perut ayahnya lalu bertanya, "Ibu mana?"

"Ibu sedang pergi sebentar. Kyungin hari ini bermain dengan ayah, ya?"

"Jinjja?"

"Tentu! Jja, kita mandi dulu ya?"

Nasib baik bagi Jongin karna Kyungin menurut. Anak itu bahkan tak merengek saat Jongin melarangnya bermain air terlalu lama. Selesai mandi dan berpakaian, Kyungin juga masih menjadi anak baik dengan memakan sarapan dengan lahap.

Semua baik-baik saja, awalnya. Siang menjelang, Jongin tiba-tiba mendapat panggilan dari Sehun bahwa ada data yang harus ia selesaikan hari ini juga. Maka sambil mengawasi Kyungin yang sibuk menari ditemani lagu baby shark di ruang keluarga, Jongin duduk di sofa dan sibuk dengan laptop nya. Entah sudah berapa lama ia mengabaikan Kyungin. Yang jelas, sekarang anaknya itu sudah duduk di sampingnya sambil merengek.

"Ayah susuuuuuuuuuuu~" Rengek nya nyaring. Jongin yang masih sibuk hanya menjawab seadanya.

"Iya sayang, sebentar ya. Pekerjaan ayah sedikit lagi selesai. Pintarnya ayah tunggu sebentar ya."

Awalnya anak itu menurut. Ia diam dan duduk menunggu ayahnya. Tapi, dua puluh menit berselang, susu yang ia minta tak kunjung ia dapatkan. Kali ini, Kyungin tak lagi merengek. Balita itu turun dari sofa. Jongin yang sibuk tak menyadarinya. Bahkan Kyungin yang saat ini sedang berjalan ke arah toilet sambil membawa ponsel pintar miliknya pun Jongin masih tak menyadarinya.

Langkah kecilnya akhirnya membawa Kyungin sampai ke toilet. Anak itu berjalan ke arah kloset duduk yang ada di sana.

"Hana,"

Anak itu menghitung.

"dul,"

Tangan kecilnya yang menggenggam ponsel sang ayah ia angkat ke atas kloset duduk yang terbuka.

"set."

PLUNG!

Oh tidak.

Ia lalu menutup kloset duduk itu dengan cukup kuat. Suaranya bahkan membuat Jongin yang sedang fokus dengan pekerjaannya teralihkan. Pria itu baru sadar bahwa Kyungin sudah tak ada di sisinya entah sejak kapan. Dengan panik, ia bangkit dari duduknya. Mencari di mana keberadaan Kyungin.

"Kyungin? Sayang?" Panggil Jongin. Pria itu menemukan Kyungin yang berdiri mematung di dalam toilet. Ia lalu menghampiri Kyungin.

"Anak ayah sedang apa di sini? Kyungin mau poop?" tanya Jongin sambil berjongkok di samping Kyungin. Balita itu menggeleng.

"Lalu?"

Anak itu tidak menjawab. Hanya saja, telunjuk kecil nya menunjuk ke arah kloset yang tadi ia tutup dengan ponsel pintar Jongin yang sudah sekarat di dalam sana.

"Oh, kloset nya tertutup sendiri ya? Kyungin tidak bisa buka?"

Jongin berdiri. Ia mendekat pada kloset tersebut lalu membuka kloset tersebut dan menahan nafasnya saat melihat ponsel pintarnya sudah mengambang di sana.

Dengan tangan bergetar, ia mengambil ponsel pintarnya.

"KIM KYUNGIN!" Geram Jongin saat melihat anaknya itu sudah melarikan diri sambil terkikik puas.

.

.

.

Kyungsoo menepati janjinya dengan pulang sebelum malam tiba. Ibu muda itu masuk ke dalam rumah dengan dahi berkerut karena menemukan keadaan rumah yang sepi. Namun Kyungsoo tersenyum saat melihat Jongin dan Kyungin yang tertidur di ruang keluarga dengan televisi yang masih menyala. Kyungsoo meraih remote, lalu mematikan televisi tersebut.

"Jonginnie…" Panggil Kyungsoo sambil mengusak rambut hitam Jongin yang terlihat berantakan. Pria itu terusik.

"Oh, kau sudah pulang?" Tanya Jongin dengan suara seraknya. Kyungsoo hanya mengangguk.

"Jam berapa ini?" Tanya Jongin lagi.

"Jam lima sore. Maaf ya, aku pergi terlalu lama. Tadi Baekhyun minta ditemani mencari perlengkapan bayi." Jelas Kyungsoo sambil merapihkan rambut suaminya yang kini sudah duduk sambil menahan kantuk.

"Perlengkapan bayi?"

Kyungsoo mengangguk lagi.

"Baekhyun hamil lagi."

Jongin melenguh lalu memeluk pinggang Kyungsoo dan menenggelamkan wajahnya di perut Kyungsoo.

"Kau tidak ingin hamil lagi?"

"Bagaimana harimu? Kyungin tidak nakal kan?" Kyungsoo mengalihkan pembicaraan.

"Dia baik."

"Dia tidak melukai atau memukulmu kan?"

"Dia tidak."

"Syukurlah." Ujar Kyungsoo sambil tersenyum lega.

"Tapi ponsel ku menjadi sasarannya."

"Maksudmu?"

"Ponsel ku ia masukkan ke dalam kloset."

"Apa?!"

.

.

.

.

.

TBC

Hehehe. Hai.

-03-01-2018-