BROTHER AND SISTER

Chapter 14

Author: ByunnaPark

Genre: Family, Romance

Rate: T

Main Cast: Park Chanyeol, Byun Baekhyun, LuHan (Park Luhan), Oh Sehun

Other Cast: Kim Jongin (Byun Jongin), Do Kyungsoo, Kris Wu dll.

Pair: Baekyeol, Hunhan, Kaisoo

Slight: Taoris, Sulay, Chenmin, KrisHan

Disclaimer: Semua member EXO milik Tuhan (maunya sih milik saya) #abaikan, ff ini murni dari imajinasi saya.

Warning: OOC, GS, typo (dimana-mana)/ gaje/ ngebosenin/ don't like, don't read.

Summary: Dua saudara kandung yang mempunyai marga berbeda (summary berantakan)

LET'S START

HAPPY READING

AUTHOR POV.

Dunia memang sempit, begitu pikir Hanzou. Dari sejuta gadis yang ada di luar sana, kenapa harus Baekhyun yang dicintai Chanyeol saat ini. Apakah ini adalah rencana Tuhan untuk membalas dosanya? Entah apa dia harus senang atau sedih. Kalau boleh ia jujur, sebenarnya ia tidak mempermasalahkan hubungan Chanyeol dan Baekhyun, tapi bagaimana dengan Hara dan Soobin? Apakah istri dan mantan istrinya itu akan menyetujui hubungan mereka, jika mengetahui Baekhyun dan Chanyeol masih dalam ruang lingkup keluarga.

Ternyata tidak semuanya berjalan dengan mulus, dengan adanya hubungan Chanyeol dan Baekhyun membuat ia harus mengatakan yang sebenarnya pada anak-anaknya, karena pasti cepat atau lambat mereka akan tau, walaupun nantinya banyak pihak yang harus tersakiti.

Perlahan Hanzou memutar kenop pintu kamarnya dan ia menemukan Hara yang sedang duduk di pinggiran tempat tidur mereka sambil memandangi foto keluarga mereka. Ia pun menghela nafas, melihat istrinya yang terus murung, membuat ia lagi-lagi bimbang akan keputusan mana yang harus ia ambil. Ia tidak tau harus bagaimana, agar istrinya itu tidak bersedih lagi dan melupakan sejenak masalah keluarga mereka.

Namja paruh baya itu mengikuti istrinya duduk di pinggiran ranjang, tangan kanannya merangkul pundak sang istri dengan sesekali mengusapnya. Sebisa mungkin ia akan menyembunyikan identitas Baekhyun yang sebenarnya pada Hara, ia tidak mau Hara tambah tertekan memikirkannya apalagi istrinya itu sudah tau hubungan Chanyeol dan Baekhyun.

"aku belum sanggup kehilangan Luhan, ge" kata Hara sambil menyenderkan kepalanya di bahu Hanzou.

"aku tau, untuk saat ini kita lupakan saja masalah ini, jangan terlalu dipikirkan, biarlah semua berjalan seperti biasanya" ucap Hanzou menenangkan Hara.

Hara sedikit terkejut mendengarnya, ia bingung dengan suaminya itu, bukannya kemarin Hanzou ingin mengatakan semuanya pada Luhan, tapi kenapa sekarang Hanzou menyuruhnya untuk melupakan masalah itu.

"a-apa maksudmu?" tanya Hara sambil menegakkan kepalanya, ia menoleh menatap Hanzou dengan tatapan bingung.

"sudah kuputuskan untuk saat ini aku akan merahasiakan dulu masalah ini, aku tidak mau kebahagiaan keluarga kita dan kebahagiaanmu terganggu"

"sungguh? Apa kau yakin ge?" tanya Hara dengan matanya yang berkaca-kaca.

Hanzou pun mengangguk,"ne, aku tidak mau melihatmu murung terus seperti ini dan satu lagi akhir pekan ini aku akan mengambil libur dan menghabiskan waktu bersama kalian"

Sontak Hara pun memeluk suaminya, ia senang mendengarnya, walaupun ia tau itu tidak akan bertahan lama tapi paling tidak ia masih bisa menikmati kehangatan keluarganya untuk saat ini.

"benarkah? gomawo" ucap Hara beserta senyumnya.

Hanzou juga tersenyum dibuatnya, tangannya membelai lembut rambut istrinya dan sesekali mencium pucuk kepala Hara. Melihat istrinya tersenyum kembali membuat hatinya lega.

"eomma, appa!" panggil sebuah suara yang sudah tidak asing lagi di telinga Hara dan Hanzou.

"Luhan!"

Hara dan Hanzou pun kaget melihat Luhan yang berdiri di ambang pintu sambil membawa boneka rusanya. Gadis itu segera menempatkan dirinya duduk di antara kedua orang tuanya dan menyipitkan matanya menatap Hanzou dan Hara secara bergantian.

"wa-wae?" tanya Hanzou yang merasa aneh ditatap Luhan seperti itu.

"apa kalian sedang bertengkar?" selidik Luhan.

"ani, siapa bilang kami bertengkar" sangkal Hanzou.

"lalu...kenapa eomma murung terus hari ini?"

"i-itu karena..."

"karena appa mu semakin hari semakin sibuk bekerja sehingga lupa dengan kita" potong Hara cepat

Luhan pun manggut-manggut setuju dengan perkataan Hara.

"ne, eomma benar, appa jahat, appa tidak sayang lagi dengan kita" ucap Luhan sambil memeluk Hara dari samping dan memandang Hanzou kesal.

"arraseo mianhae, sebagai gantinya akhir pekan ini kita berlibur bersama, otte?" tawar Hanzou.

Mata Luhan pun berbinar mendengarnya,"huwaaaah benarkah? Apa aku tidak salah dengar? Appa tidak bercandakan?" tanya Luhan meyakinkan apa yang ia dengar

Dan sebagai jawabannya Hanzou pun mengangguk mantab

"yaaaaaayyy gomawo appa" seru Luhan girang sambil berbalik memeluk appanya.

Kedua orang tuanya pun terkekeh melihat Luhan yang kegirangan mendengar rencana appanya karena mengingat mereka liburan bersama terakhir kali saat setelah kelulusan Luhan dari SMP dan menghabiskan waktu liburan di China mengunjungi saudara mereka.

"o iyaa kita mau liburan dimana?" tanya Luhan antusias.

Hanzou pun memasang tampang berpikir,"eummm, bagaimana kalo di rumah Jonhae ahjussi, appa dengar strawberry yang ia tanam sudah berbuah, kita bisa pesta strawberry di sana, bagaimana?"

Luhan pun mengangguk-anggukkan kepalanya setuju dan tersenyum girang,"setuju" serunya.

"Ya! kalian meninggalkanku" satu lagi suara yang masuk ke dalam kamar tersebut.

Sontak mereka bertiga pun langsung menoleh ke arah pintu dan mendapati Chanyeol yang tengah cemberut berjalan ke arah mereka dan mendudukkan dirinya di lantai bawah, tepat didepan kaki Hara.

"kau belum tidur Chan?" tanya Hanzou

"tentu saja belum, appa tidak tau kegiatan malam Channie yang rutin bicara dengan ponselnya seperti ini, baby saranghaeyo, baby Baekkie sedang apa, baby Baekkie pacarku yang cantik, baby Baekkie_"

"YAK!" seru Chanyeol yang kesal sambil mendeathglare Luhan karena menggodanya di depan kedua orang tuanya. Ia pun juga tidak menyangka kalau Luhan mengetahui kegiatan malamnya, dan jujur ia sangat malu sekarang.

Bukannya takut akan tatapan membunuh Chanyeol, Luhan malah menjulurkan lidahnya. Hara pun terkekeh melihat kelakuan kedua anaknya yang tidak bisa damai itu.

"Ba-Baekkie? Nugu?" tanya Hanzou yang sebisa mungkin berpura-pura tidak tau.

"itu lhoo appa yeojachingu dongsaengku tercinta ini, namanya Byun Baekhyun" terang Luhan sambil menarik-narik pipi Chanyeol yang mulai memerah.

Mendengar nama itu, hati Hanzou bergetar. Benar ternyata itu memang Baekhyun, nama anak kandungnya. Entah kenapa ia menjadi merasa bersalah pada Chanyeol.

"benarkah?" tanyanya pada Chanyeol dengan raut wajah senormal mungkin.

"aaiish jangan dengarkan ikan lohan itu appa" jawab Chanyeol kesal.

PLETAAK

Satu jitakan dari Luhan mendarat di kepala Chanyeol.

"YAK! Jangan menjitak kepalaku pabbo!" protes Chanyeol.

Hara pun menggeleng-gelengkan kepalanya,"sudah-sudah, Channie kau tau? akhir pekan ini appa akan mengajak kita berlibur ke rumah Jonhae ahjussi"

Reflek Chanyeol mendongakkan kepalanya menatap Hara,"benarkah? Benar itu appa?" tanyanya tak percaya.

Hanzou pun tersenyum dan menganngguk"ne, bagaimana kau senang?" jawab Hanzou.

Tapi bukan raut wajah ceria seperti Luhan yang Hanzou dapat dari Chanyeol, malainkan raut wajah kecewa.

"wae? Kau tidak suka?" tanya nya lagi

"a-ani, tentu saja aku senang hehe" jawab Chanyeol yang seketika itu juga mengubah raut wajahnya menjadi seceria mungkin. Tapi Hanzou tau ada sesutau yang tengah di pikirkan putranya itu.

"appa, aku boleh mengajak Sehun tidak?" tanya Luhan.

Hanzou pun mengalihkan pandangannya ke arah Luhan,"tentu saja, Sehun pasti bosan sendirian di rumah terus"

"yaaaayy gomawo appa" seru Luhan yang semakin semangat melewati akhir pekannya nanti.

Gadis itu pun mencium pipi ayahnya berkali-kali tanda terimakasihnya.

"sekarang kalian tidur sana, ini sudah malam" perintah Hara pada kedua anaknya.

"eomma boleh aku tidur bersama kalian malam ini" pinta Luhan sedikit merengek.

"cih, ingat umur ikan lohan" cibir Chanyeol yang disambut deathglare oleh Luhan.

Pandangan Luhan pun beralih menatap Hara dengan catty eyesnya (?),"boleh ya eomma, jebal malam ini saja"

Tapi Hara menggeleng,"tidak bisa, tidur dikamarmu sendiri sana"

"hey kau ini sudah besar sebentar lagi kuliah, sudah tidak pantas tidur bertiga dengan appa dan eomma" sambung Hanzou.

"betul sekali" sahut Chanyeol.

Luhan pun tertunduk lesu sambil mengerucutkan bibirnya.

"oh atau noona tidur denganku saja" usul Chanyeol asal.

Buugh

Boneka rusa itu pun mendarat tepat di muka Chanyeol.

"jangan harap tiang jemuran"

"sudah sana kalian tidur, besok masih sekolah" lerai Hara.

"ne eomma, kajja noona kita pergi!" ajak Chanyeol

"shireo" tolak Luhan sambil memalingkan muka dan melipat tangannya

"aish ayo noona kau mengganggu appa dan eomma tau" ajak Chanyeol lagi seraya menarik-narik tangan Luhan untuk pergi.

"shireo lepaskan tanga_ kyaaaaaa" teriak Luhan kaget karena tiba-tiba Chanyeol menggendongnya bridal style. Dongsaengnya itu sudah capek menarik-narik Luhan dari tadi.

"eomma appa jaljayo saranghae" teriak Luhan sebelum benar-benar menghilang dibalik pintu.

Hanzou dan Hara pun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak-anaknya itu yang selalu saja bisa mebuat suasana ramai. Mereka tidak rela jika keceriaan keluarga ini harus berakhir nantinya, maka dari itu sebisa mungkin mereka akan memepertahankannya.

#

#

#

Sekembalinya ia dari kamar orang tuanya, Chanyeol tidak bisa langsung tidur. Ia tengah sibuk mondar-mandir di dalam kamarnya sambil menggenggam ponsel. Namja itu terlihat bingung memikirkan acara akhir pekannya. Sebenarnya ia senang dengan rencana appanya mengajak untuk menghabiskan akhir pekan mereka bersama, mengingat itu adalah kesempatan langka, tapi bersamaan dengan itu ia juga ada janji dengan Baekhyun, mengajak yeojachingunya itu jalan-jalan akhir pekan ini.

"aish bagaimana ini, aku sudah janji mengajak Baekkie jalan-jalan akhir pekan ini" gumanya dengan masih mondar mandir tidak jelas.

"apa yang harus aku katakan pada Baekkie, dia pasti kecewa"

"kalau begitu ajak saja dia sekalian" sahut suara yang tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya.

Reflek Chanyeol pun menoleh ke arah sumber suara tersebut dan mendapati appanya sedang berjalan ke arahnya. Chanyeol pun kaget dibuatnya.

Hanzou sekarang tau alasan kenapa raut wajah Chanyeol mendadak murung saat mendengar rencana akhir pekan mereka.

"apa maksud appa?" tanya Chanyeol bingung.

"ajak Baekhyun sekalian nanti, kita pergi bersama-sama"

Mata Chanyeol langsung berbinar,"bo-bolehkah appa?"

Hanzou pun mengangguk,"ne tentu saja, sekalian appa ingin bertemu dengan gadis yang sudah mencuri perhatian putra appa ini" ucap Hanzou seraya menepuk-nepuk bahu Chanyeol. Mendengarnya pun membuat rona merah tercipta di kedua pipi Chanyeol.

"apakah dia orangnya?" tanya Hanzou sambil pandangannya tertuju pada foto seorang gadis yang terpajang di dinding kamar Chanyeol.

Chanyeol pun mengikuti ke mana arah pandang Hanzou dan ia terlihat kikuk menjawabnya.

"n-ne" jawab Chanyeol sambil menggaruk tengkuknya.

"cantik" komen Hanzou sambil tersenyum memandangi foto yeojachingu Chanyeol yang sekaligus foto putri bungsunya.

"eh?"

"kau pintar Chanyeol-ah" padangan Hanzou beralih menatap Chanyeol yang membuat putranya itu semakin tertunduk malu.

Hanzou terkekeh melihat putranya yang sedang tersipu saat ini.

"ya sudah kalau begitu kau cepat tidur, ini sudah malam" perintah Hanzou lalu melangkahkan kakinya keluar dari kamar Chanyeol.

"appa!" panggil Chanyeol yang berhasil menghentikan langkah Hanzou.

"gomawo" lanjutnya.

Hanzou pun menoleh sekilas ke arah Chanyeol sambil mengangguk dan memberi senyumnya sebagai jawabannya.

#

#

#

Tuk tuk tuk

Terdengar bunyi ketukan di atas meja ruang baca perpustakaan yang berasal dari jari lentik seorang gadis bernama Park Luhan. Gadis itu sedang meletakkan kepalanya di meja dengan bibir manyun, terlihat sekali kalau gadis itu sedang bosan saat ini. Di sebelahnya terdapat Oh Sehun yang sedang fokus membaca.

Sebenarnya kalau bisa memilih, jujur saja ia tidak mau menemani Sehun yang selalu mengunjungi perpustakaan saat jam istirahat. Tapi berhubung sudah tidak ada lagi teman yang ia ajak untuk menghabiskan waktu istirahat, mengingat semua teman-temannya sudah sibuk dengan namjachingunya masih-masing, apa boleh buat ia pun mengikuti Sehun ke perpustakaan. Mungkin nasib Luhan yang paling memprihatinkan, karena mempunyai namjachingu yang selalu menyibukkan diri membaca buku di perpustakaan saat istirahat.

Luhan pun tidak bisa melarang kebiasaan Sehun yang satu itu, yeojachingu macam apa dia jika melarang namjachingunya belajar. Ia juga enggan untuk mengajak bicara Sehun kalau namja itu sudah fokus membaca karena nanti pasti akan ditanggapi hanya dengan gumaman atau "benarkah?" "oh! Begitu" tanpa mengalihkan tatapannya dari buku, membuat Luhan semakin kesal karena merasa berbicara dengan robot yang hanya bisa mengucapkan satu dua patah kata..

Sehun sendiri sebenarnya juga heran, kenapa Luhan tetap menjadi siswi unggulan. Padahal ia tau betul, Luhan jarang belajar. Itu yang membuat Sehun iri pada Luhan, karena yeojachingunya itu sudah ditakdirkan terlahir dengan otak yang cerdas.

Diam-diam Sehun melirik ke arah Luhan yang masih dengan raut cemberutnya sambil terus mengetuk-ngetuk jari telunjuknya di meja. Namja itu terkekeh pelan melihatnya, ia tau Luhan sudah merasa sangat bosan sekarang.

Pandangan Luhan pun beralih menjelajah setiap sudut ruangan perpustakaan. Matanya langsung bebinar kala mendapati objek yang menarik. Melihat seorang namja tampan nan tinggi yang sibuk mencari buku di salah satu rak buku membuat ia mendapatkan ide untuk mencari perhatian Sehun.

Yeoja itu pun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah namja itu. Sehun yang kaget melihat Luhan tiba-tiba pergi pun hanya mengerutkan keningnya sambil pandangannya mengikuti kemana arah Luhan pergi. Dan matanya membulat saat mengetahui yeojachingunya berjalan menghampiri mantan namjachingunya, yang tidak lain adalah Kris Wu, namja yang membuat Sehun cemburu setengah mati. Dan hal itu sukses menghentikan acara membaca Oh Sehun. Ia pun menatap tajam ke arah Luhan dan Kris yang tengah asik berbincang-bincang.

PUK

"hey, naga jelek!" sapa Luhan sambil tangannya menepuk bahu Kris, karena posisi namja itu tengah memunggunginya.

Merasa ada yang menepuk bahunya, Kris pun langsung berbalik dan wajahnya cerah seketika kala mendapati wajah cantik mantan pacarnya.

"eh? Lu, kau disini juga ternyata, sedang apa?"

"biasa, menemani kutu buku itu kencan dengan buku-bukunya" ucap Luhan sambil melirik ke arah Sehun. Kris pun mengikuti arah lirikan Luhan dan mendapati Sehun yang tengah duduk sambil melipat tangannya dan menatap mereka tajam.

Kris terkekeh dibuatnya.

"kau sendiri sedang apa disini?"

"aku hanya sedang mencari buku sejarah, karena Jung Sonsaemgnim memeberi tugas tadi, kau tau sendiri kan aku lemah dalam pelajaran sejarah" jelas Kris.

"haha arraseo, lalu apa sudah ketemu? Apa mau aku bantu mencari?" tawar Luhan.

"tidak usah terima kasih, lagipula aku sudah menemukannya"

Luhan pun hanya mengannguk-anggukkan kepalanya.

Sedangkan ditempatnya duduk, Sehun masih menatap Luhan dan Kris tajam. Hatinya seperti terbakar melihat Luhan dan Kris tertawa bersama seperti itu. Walaupun sebenarnya Sehun juga tau kalau Luhan sudah tidak mempunyai perasaan apa-apa terhadap Kris, tapi mana Sehun tau dengan perasaan Kris. Mungkin saja namja itu masih ada rasa terhadap Luhan.

"Lu, kau tidak merasa kalau Sehun sedari tadi menatap kita" ucap Kris sedikit berbisik.

"biarkan saja siapa suruh mengacuhkanku dari tadi"

"ooo...jadi kau memanfaatkan aku untuk mencari perhatian Sehun eoh?"

"eummm bisa dibilang begitu hahaha" goda luhan.

"aish dasar rusa jelek" ucap Kris sambil mencubit hidung Luhan.

"Ya! naga jelek appo" ringis Luhan mengusap hidungnya.

"siapa suruh memanfaatkanku untuk memanas-manasi Sehun"

"hehe mianhae"

Luhan hanya menampilkan cengirannya. Entah kenapa setiap melihat Luhan yang tersenyum ceria seperti ini, hatinya masih terasa bergetar seperti saat Luhan masih menjadi yeojachingunya. Jujur sampai sekarang ia masih menyimpan rasa itu, tapi tak ada niatan untuk berharap lebih lagi, bisa melihat Luhan tersenyum dan masih mau berteman baik dengannya saja itu sudah lebih dari cukup.

Melihat Kris mencubit hidung Luhan, membuat rahang Sehun semakin mengeras. Namja itu juga mengepalkan tangannya menahan emosi.

"kalau begitu aku pergi dulu ne, aku tidak mau keluar jadi mayat jika lama-lama denganmu, lihat saja Sehun aeperti ingin menelan ku hidup-hidup" Kris sedikit bergidik ngeri melihat tatapan Sehun yang semakin lama semakin tajam.

"hahahaha ya sudah kembali sana, oh iya titip salam untuk nona panda ne"

"ne pasti, annyeong rusa cantik" pamit Kris pada Luhan

"annyeong naga jelek"

Kemudian pandangan Kris pun beralih menatap Sehun,"Sehun-ah annyeong" seru Kris yang cuma dibalas anggukan datar dari Sehun.

Setelah Kris pergi, Luhan pun berjalan kembali ke tempatnya semula dengan wajah tanpa dosa dan tanpa memperdulikan tatapan mematikan Sehun. Gadis itu mendudukkan dirinya kembali di sebelah Sehun dengan santai.

"eh? sudah selesai membacanya?" tanya Luhan dengan tampang polos

"menurutmu?" tanya Sehun balik dengan nada dingin.

Luhan hanya mengendikkan bahu tak peduli, lalu melipat tangannya di dada.

"kau sengaja membuatku cemburu?" tanya Sehun

Sontak Luhan pun menatap Sehun,"oh jadi kau cemburu...ku kira tidak ada yang bisa mengalihkan perhatianmu dari buku-buku itu" sindir Luhan dengan nada kesalnya sambil memalingkan muka.

Sehun hanya bisa menghela nafasnya. Niatnya marah tiba-tiba menguap entah kemana saat melihat raut wajah Luhan yang tak kalah kusutnya. Ia heran dengan dirinya sendiri kenapa ia sama sekali tidak bisa marah pada Luhan. Ia tau kalau niat Luhan mendekati Kris tadi hanya untuk mencari perhatiannya, kalau dipikir-pikir ia juga yang salah karena mengacuhkan Luhan dari tadi.

"jadi kau marah?" tanya Sehun kembali, kali ini dengan nada lembut.

"ani, hanya kesal saja denganmu" jawab Luhan datar.

"ya sudah aku minta maaf..." dan Sehun lebih memilih untuk mengalah agar urusannya tidak bertambah rumit.

"kenapa kau meminta maaf, kau kan tidak salah apa-apa" sindir Luhan lagi

"bukankah aku tadi mengacuhkanmu?"

"oh, baguslah kalau kau menyadarinya" ucap Luhan cuek masih dengan memalingkan muka.

"jadi apa tuan putri memaafkanku?" tanya Sehun, tangannya beralih menggenggam satu tangan Luhan dan menciumnya.

Luhan pun menoleh ke arah Sehun,"tergantung" jawabnya.

Sehun mngerutkan alisnya tidak mengerti,"heeh? Maksudnya?"

"jika kau mengcuhkanku sekali lagi, aku tidak akan memaafkanmu, arraseo?"

"ne Oh Sehun janji tidak akan mengacuhkan Park Luhan" ucap Sehun sambil mengangkat sebelah tangannya," sekarang beri senyum mu padaku, kau tidak pantas dengan muka cemberut seperti itu"

"hehehe" bukan senyuman yang diberi Luhan tapi cengiran yang membuat Sehun terkekeh melihatnya.

"eumm mianhae sudah membuatmu kesal tadi..." sekarang giliran Luhan yang menundukkan kepalanya, ia sebenarnya juga merasa bersalah karena membuat Sehun cemburu.

"...aku cuma mengobrol biasa tadi, sungguh, aku hanya ingin berteman dengannya saja" lanjut Luhan.

Sehun hanya tersenyum sambil mengeratkan genggamannya,"ne aku tau, sudah jangan dibahas lagi"

Luhanpun tersenyum cerah, ia sungguh merasa beruntung memiliki Sehun yang sangat sabar luar biasa mengahadapinya,"gomawo, oh iya akhir pekan ini appa mengajak ku ke rumah Jonhae ahjussi, Hunnie ikut ya?" pinta Luhan

"heeh? Itu kan acara keluarga kalian kenapa aku juga ikut?"

"biar Hunnie tidak bosan di rumah, lagipula lebih seru jika banyak orang dan nanti Baekhyun juga ikut, otte? Mau ya?" mohon Luhan dengan memasang catty eyes nya, jurus terampuh Luhan untuk meluluhkan Sehun.

"kau tau kan aku tidak bisa menolakmu kalau kau sudah memasang tampang seperti itu"

Luhan pun menampilkan cengirannya," hehe gomawo chagiya, tapi...aku juga punya satu permintaan hari ini"

"permintaan? Apa?" tanya Sehun bingung.

"kau maukan menemaniku jalan-jalan dengan Soobin ahjumma nanti setelah pulang sekolah?"

"siaaap, Oh Sehun siap mengantar tuan putri kemanapun" ucap Sehun sambil memberi hormat.

Luhan terkikik geli mendengarnya,"bodoh" cibirnya

"jelek" ucap Sehun tak mau kalah

"bodoh"

"jelek"

"bo_"

"sssssttt kalau ingin membuat gaduh diluar saja sana, di sini tempat untuk membaca" tegur penjaga perpustakaan.

"ah jeosonghamnida" ucap Sehun dan Luhan bersamaan sambil membungkuk berkali-kali.

Setelah itu mereka kembali tertawa tanpa suara, karena melihat raut wajah seram penjaga perpustakaan.

#

#

#

"baby, Jongin mana?" tanya Chanyeol setelah membuka kamar Jongin dan tidak ia temukan Jongin di dalam.

"molla, akhir-akhir ini dia sering pulang terlambat" jawab Baekhyun.

Chanyeol kemudian mengikuti Baekhyun duduk di sofa ruang tengah dan pelahan memejamkan matanya untuk melepas lelahnya seperti biasa.

"baby, aku tidur sebentar ya, nanti kalau sudah agak sore bangunkan aku ne?" pinta Chanyeol dengan mata terpejam.

Baekhyun pun tersenyum,"ne, tidurlah dulu, kau pasti capek sekali" ucap Baekhyun sambil membelai lembut pucuk kepala Chanyeol, agar namjachingunya itu segera terlelap.

Tapi tidak lama kemudian mata Chanyeol terbuka lebar.

"kenapa bangun lagi?" tanya Baekhyun bingung.

"aku lupa, ada yang ingin aku katakan padamu"

"apa?" tanya Baekhyun dengan kening berkerut.

"akhir pekan ini appa mengajakku pergi ke rumah Jonhae ahjussi dan appa juga menyuruhku untuk mengajakmu, otte? Kau mau kan?" tanya Chanyeol berharap Baekhyun mau pergi bersama keluarganya.

Baekhyun pun terlihat kebingungan harus menjawab apa. Entah kenapa ia merasa gugup membayangkan ia akan bertemu dengan ayah Chanyeol, karena selama ini ia belum pernah sama sekali bertemu dengan ayah namjachingunya itu.

"bagaimana baby? Kau mau kan?" tanya Chanyeol sekali lagi.

Tapi belum ada jawaban yang keluar dari mulut Baekhyun. Gadis itu masih terlihat sibuk memikirkan tawaran Chanyeol.

"kalau kau tidak mau, aku juga tidak mau ikut"

Mata Baekhyun membulat mendengarnya,"Ya! mana bisa begitu, kau harus ikut, itu kan acara keluargamu, jangan hanya gara-gara aku kau tidak jadi ikut"

"kalau begitu kau harus ikut bersamaku" paksa Chanyeol.

Gadis itu hanya bisa menghela nafas, ia tau sekali namjachingunya itu sangat keras kepala.

"baiklah-baiklah aku ikut" ucap Baekhyun yang berhasil membuat Chanyeol tersenyum lebar.

"yaaaayy, gomawo baby, kau memang yang terbaik" seru Chanyeol girang sambil memeluk Baekhyun dari samping dan mengcup pipi gadis itu berkali-kali.

"YA! sudah hentikan, jangan mencium pipiku terus seperti ini iiissh" protes Baekhyun.

"kenapa? Kau tidak suka? Oh...atau kau lebih suka aku cium disini" ucap Chanyeol sambil ibu jarinya membelai bibir cherry Baekhyun.

Pipi yeoja itu pun merona dibuatnya. Secepat kilat ia singkirkan ibu jari Chanyeol dari bibirnya.

"jangan mulai lagi Park Chanyeol, sudah sana tidur nanti keburu sore"

"shireo, tiba-tiba ngantukku hilang"

"lalu kau mau apa?" tanya Baekhyun, namun setelah itu ia bergidik ngeri melihat Chanyeol yang tengah menyeringai ke arahnya.

"aku ingin ini" ucap Chanyeol sambil ibu jarinya kembali menyentuh bibir Baekhyun.

Baekhyun pun semakin susah payah menelan ludahnya,"ANDWAEEEE!"

#

#

#

Jongin dan Kyungsoo tengah menyusuri jalan setapak di taman kota. Mereka memutuskan untuk bersantai sejenak di taman tersebut karena memang letaknya tidak terlalu jauh dari Gyeonsung. Sudah menjadi tugas baru bagi Jongin menemani Kyungsoo jalan-jalan setelah pulang sekolah. Jongin pun juga tidak menolak karena ia pikir tugas sebagai namjachingu memang seperti itu, menemani kemanapun yeojachingunya pergi.

Gadis itu tersenyum ceria sambil mengayun-ayunkan tautan tangan mereka. Bibirnya mengalunkan nyanyian-nyanyian betema cinta yang membuat telinga Jongin geli mendengarnya. Entah kenapa ia merasa Kyungsoo belum pantas menyanyi lagu-lagu seperti itu, tapi kalau Kyungsoo menyanyikan lagu anak-anak juga malah terlihat aneh, jadi apa yang sebenarnya Jongin inginkan? Entahlah dia sendiri juga tidak tau -_-"

"kajja kita duduk di sana" ajak Kyungsoo sambil menarik Jongin duduk di salah satu bangku taman yang menghadap ke arah jalan raya.

Jongin menghempaskan tubuhnya di bangku tersebut dengan di ikuti Kyungsoo yang tidak berhenti tersenyum ceria. Mulutnya masih mengalunkan nyanyian-nyanyian khas orang jatuh cinta. Sekilas Jongin mengamati Kyungsoo bernyanyi. Ia akui suara gadis itu tidak terlalu buruk, bahkan terdengar sangat merdu, tidak kalah dengan suara noonanya.

Sadar diperhatikan, lambat-lambat Kyungsoo menghentikan nyanyiannya dan beralih menatap Jongin karena semula pandangannya menatap lurus ke arah jalan raya.

"wa-waeyo?"

"kenapa kau tidak mengikuti audisi menjadi trainee untuk penyanyi saja?" tanya Jongin

"mwo? Penyanyi? Apa suaraku memenuhi syarat untuk jadi penyanyi?" tanya Kyungsoo tak percaya.

"kalau suaramu tidak memenuhi syarat tidak mungkin aku menanyakan hal seperti itu" ucap Jongin datar.

Kyungsoo pun terlihat berpikir dengan memajukan bibir bawahnya dan mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya di dagu. Namun tiba-tiba ekspresinya terlihat seperti orang kaget, matanya membulat dan mulutnya sedikit terbuka lalu setelah itu Kyungsoo menggeleng-gelengkan kepalanya. Jongin yang melihat tingkah aneh Kyungsoo pun hanya menaikkan sebelah alisnya bingung.

"kalau aku jadi penyanyi berarti aku juga jadi artis?" tanya Kyungsoo polos.

"menurutmu?" tanya balik Jongin

"kalau aku jadi artis berarti aku juga punya fans?" tanya Kyungsoo lagi

Jongin memutar bola matanya,"kurasa aku tidak perlu menjawab pertanyaan yang kau sendiri sudah tau jawabannya"

Kyungsoo kembali terlihat berpikir,"ani ani...ani ...ani" gumamnya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Jongin semakin bingung melihat tingkah Kyungsoo.

"aku tidak mau jadi penyanyi" tolak Kyungsoo

"wae?"

"kalau aku jadi penyanyi berarti aku juga menjadi artis dan otomatis aku juga mempunyai banyak fans nantinya, aku tidak mau saingan Jongin bertambah banyak, cukup Jongin saja yang mendengar aku bernyanyi" jelas Kyungsoo mantap

"kau terlalu berlebihan Do Kyungsoo" ucap Jongin sambil terkekeh kecil.

Dan demi 102 botol kutek koleksinya, saat ini Kyungsoo ingin berteiak sekencang-kencangnya melihat kekehan kecil dari Jongin. Selama mengenal Jongin, gadis itu belum pernah melihat Jongin menarik sudut bibirnya membentuk senyuman manis dan keajaiban itu ia dapatkan hari ini. Matanya pun berbinar seperti ada kumpulan gambar hati dan bunga di dalam iris hitamya.

"wa-wae?" tanya Jongin yang merasa aneh ditatap sepeti itu.

"aku suka melihat Jongin tersenyum" ucap Kyungsoo tanpa berkedip,"manis" lanjutnya yang berhasil menciptakan semburat merah di kedua pipi Jongin. Namja itu memalingkan mukanya berusaha menyembunyikan rona merah yang seenaknya datang dengan tiba-tiba.

"Jongin-ah~!" seru Kyungsoo manja sambil mengguncang-guncangkan lengan Jongin.

"hmm" gumam Jongin sambil masih memalingkan muka.

"aku boleh minta sesuatu?"

"apa?"

"eumm itu ... eumm lakukan gwiyomi untuk ku! Mau kan? Jebal ne" ucap Kyungsoo memohon dengan menangkupkan kedua tangannya.

Mata Jongin terbelalak kaget dan reflek menoleh ke arah Kyungsoo dengan tatapan horor. Melakukan gwiyomi? Hell nooo... sampai monggu melahirkan anak kuncing pun Jongin tidak sudi melakukan nyanyian dengan gerakan menjijikkan itu (menurut Jongin).

"SHIREO!" tolak Jongin

Kyungsoo merubah raut mukanya menjadi terlihat sedih. Tapi bukan Kyungsoo namanya kalau menyerah secepat itu.

"jebal Jongin-ah, sekaliiiii saja ya"

Gadis itu sedikit merapatkan duduknya ke arah Jongin dan membuat namja itu ikut bergeser.

"Shireo, aku tidak bisa, kau tau itu sangat menjijikkan" tubuh Jongin merinding seketika, membayangkan dirinya melakukan gwiyomi yang mungkin saja menyebabkan cacing-cacing di dalam tanah pingsan jika melihatnya.

"ayolaaahh chagi, jebal untukku sekali saja, aku janji tidak akan memintamu lagi untuk melakukan itu ya ya ya" rayu Kyungsoo lagi dan semakin merapatkan duduknya.

Jongin yang sadar kalau setengah pantatnya sudah tidak menempel di bangku pun mulai beranjak dari duduknya dengan sedikit begetar.

"SHIREOOO..." seru Jongin sambil bersiap-siap mengambil langkah seribu untuk menghindari Kyungsoo.

"YA! JONGIN-AH, BERHENTI!" teriak Kyungsoo saat melihat Jongin kabur. Secepat kilat gadis itu pun ikut berlari mengejar Jongin. Kyungsoo tidak akan menyerah segampang itu, ia selalu mendapatkan apa yang ia inginkan.

Jongin terus saja berlari ke segala arah guna menghindari Kyungsoo. Ia bisa saja menyanggupi apapun yang Kyungsoo minta sekalipun gadis itu memintanya masuk ke kandang singa, akan Jongin lakukan. Tapi tidak untuk melakukan aegyeo atau gwiyomi, membayangkannya saja sudah terlihat mengerikan untuk Jongin.

"Jongin-ah berhentii..." teriak Kyungsoo dari belakang yang sama sekali tidak dihiraukan oleh Jongin.

"shireo, pokoknya aku tidak mau melakukannya" teriak Jongin.

Sesekali Jongin menengok ke belakang melihat Kyungsoo yang masih mengejarnya. Terlihat sekarang gadis itu hampir bisa menangkapnya. Tapi gagal Jongin menambah volume kecepatan larinya dengan sedikit mengecoh Kyungsoo. Pandangannya tidak fokus ke depan karena terus mengawasi Kyungsoo yang sudah tertinggal jauh dibelakang sehingga membuat tubuhnya membentur tubuh seseorang.

BRUUUKK

Mereka pun terjatuh secara bersamaan di rerumputan taman tersebut

"aaaww..." ringis Jongin sambil mengusap lengannya.

Yeoja yang ditabrak Jongin itu pun juga tidak beda jauh dengan Jongin tapi bedanya yeoja itu mengusap pantatnya yang mendarat duluan ke tanah.

"Ya! kalo jalan hati-ha_" bentakan yeoja itu terhenti saat melihat sosok namja kulit tan yang ada di hadapannya. Jongin pun juga menoleh ke arah yeoja itu dan membelalakkan matanya.

"AAAAAAAAA!" teriak mereka bersamaan.

#

#

#

"itu Soobin ahjumma, palli Hunnie" seru Luhan, tangan kanannya menarik tangan Sehun untuk berjalan mendekat ke arah yeoja paruh baya yang terlihat tengah berdiri sambil menyandarkan punggungnya dipintu mobil.

"annyeong ahjumma" sapa Luhan setelah bediri di depan Soobin, sedangkan Sehun hanya membungkukkan badannya. Soobin sedikit terlonjak kaget mendengar sapaan Luhan.

"eh Luhan...kau mengagetkan ahjumma" Soobin terkekeh sambil mengusap dadanya.

"hehe mian ahjumma" cengir Luhan,"eumm ahjumma sudah lama menunggu?"

"ani, ahjumma juga baru saja sampai" bohong Soobin, bahkan yeoja itu sudah menunggu selama 40 menit.

Luhan hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.

"oh iya, kita mau jalan-jalan dimana ahjumma?" tanya Luhan semangat.

Seketika itu juga raut wajah Soobin berubah lesu, yeoja paruh baya itu pun menundukkan kepalanya. Luhan mengerutkan keningnya bingung dengan perubahan raut wajah Soobin.

"ahjumma kenapa?" tanya Luhan khawatir.

"mian Lu, sepertinya acara jalan-jalan kita hari ini harus tertunda karena mendadak ahjuma ada meeting dengan klien, kita ganti lain hari saja ya?"

"oh gwenchana ahjumma, lain kali juga tidak apa-apa, aku tau ahjumma sibuk sekali hehe" ucap Luhan sambil memberi cengirannya. Sebenarnya ia juga kecewa karena acara jalan-jalan mereka harus batal. Entah kenapa ia selalu bersemangat jika Soobin mengajaknya jalan-jalan. Tapi bagaimana lagi, Byun Soobin memang seorang wanita karir yang super sibuk.

"kau tidak apa-apa kan?" tanya Soobin takut kalau Luhan kecewa.

Luhan menggelengkan kepalanya dengan imut,"aniyo ahjumma aku mengerti, lagi pula kita bisa jalan-jalan lain kali karena pekerjaan ahjumma lebih penting"

Soobin tersenyum mendengarnya, tangannya terangkat untuk membelai lembut rambut Luhan sayang.

Sedangkan di sisi lain Sehun sedikit mengerutkan keningnya, bingung dengan perlakuan Soobin pada Luhan. Sehun melihat pancaran kerinduan yang amat dalam dari tatapan Soobin. Yeoja itu memperlakukan Luhan seolah-olah anaknya sendiri. Ia sangat tau setiap hari Luhan selalu berhubungan dengan Soobin melalui sambungan telepon atau pesan singkat. Dan ia yakin ada sesuatu di balik itu semua, tapi apa? Entahlah Sehun juga kesulitan untuk menebak, biarkan waktu yang menjawab semuanya.

"oh iya, ada yang ingin ahjumma berikan untukmu, sebentar ne" Soobin masuk kembali ke dalam mobil dan terlihat mencari sesuatu di jok belakang. Luhan yang melihat aktivitas Soobin hanya memiringkan kepalanya tidak mengerti.

"ini untukmu dan Sehun" ucap Sobin sambil menyodorkan kotak bekal makanan kepada Luhan.

Dengan ragu Luhan mengambil kotak bekal itu,"ini apa ahjumma?" tanyanya.

"ini makan siang untuk kalian, ahjumma sendiri yang buat, kalian makan ne!"

"ahjumma tidak usah repot-repot begini, aku jadi tidak enak merepotkan ahjumma terus menerus"

"aniyo, kau sama sekali tidak merepotkan sayang, tadi kebetulan ahjumma sedang memasak dan ternyata porsinya berlebih, jadi ahjumma bagi untukmu juga" jelas Soobin.

"oh ne gomawo ahjumma" ucap Luhan dengan senyum manisnya.

"kamsahamnida ahjumma" sambung Sehun.

"ne, ya sudah kalau begitu ahjumma kembali ke kantor dulu, jangan lupa dihabiskan makanannya"

"ne ahjumma tenang saja, makanan ini pasti habis tidak bersisa hehe" jawab Luhan.

Soobin terkekeh mendengarnya, tangannya terangkat mengacak-acak rambut Luhan kemudian beralih mencium kening gadis itu. Salah satu keinginannya selama ini adalah memasakkan makanan untuk Luhan. Ia ingin anak sulungnya itu juga ikut merasakan masakan buatannya seperti Baekhyun dan Jongin. Melihat Luhan memakan makanan buatannya sudah cukup membuat Soobin senang.

"annyeong ahjumma hati-hati" Luhan melambaikan tangannya ke arah Soobin yang sudah siap di kursi kemudi. Soobin pun tersenyum dan ikut melambaikan tangannya, dan tidak lama kemuadian mobil itu berjalan menjauh.

Setelah mobil Soobin sudah luput dari pandangannya, Luhan pun menengok ke arah Sehun.

"kajja Hunnie kita makan siang di taman kota saja" ajak Luhan.

Sehun pun hanya mengannguk dan mengikuti langkah Luhan sambil menuntun sepedanya. Sementara ini suasana hening, tapi bukan keheningan yang canggung. Luhan terlihat menikmati udara yang kebetulan tidak sepanas biasanya sambil melangkah dengan senyum ceria.

"Lu, kenapa Soobin ahjumma begitu perhatian padamu?" tanya Sehun memecah keheningan tersebut.

"eh?" Luhan sedikit kaget mendengarnya,"molla Hunnie aku juga tidak tau, Soobin ahjumma sering memperlakukanku seperti anaknya sendiri".

"kau tidak merasa aneh dengan itu?"

"awalnya aku merasa aneh tapi lama-kelamaan aku menjadi nyaman dengan perlakuan Soobin ahjumma padaku, aku seperti mempunyai dua eomma Hunnie, bukankah itu sangat menyenangkan hehe" cengir Luhan.

Sehun pun menanggapi dengan senyum tipis. Ia masih bingung dengan perlakuan Soobin pada Luhan dan ia yakin ada sesuatu di balik itu semua.

Mereka terus saja menyusuri trotoar dan tidak lama kemudian mereka sampai juga di taman kota. Letak taman kota dari Yonsang memang tidak terlalu jauh, hanya memerlukan waktu 20 menit dengan berjalan kaki.

"kajja Hunnie kita duduk disana" tunjuk Luhan pada sebuah bangku yang berhadapan langsung dengan air mancur di depan taman. Sepenglihatan Sehun, hari ini yeojachingunya itu terlihat sangat ceria entah apa yang membuat dia seperti itu. Apa hanya gara-gara diberi bekal makan siang oleh Soobin gadis itu berubah menjadi ceria lebih dari biasanya. Sehun hanya geleng-geleng kepala melihat Luhan yang begitu semangat berjalan ke arah air mancur itu sampai tak sadar meninggalakan Sehun yang masih menuntun sepedanya di belakang.

Melihat air mancur tersebut sebenarnya mengingatkan Luhan pada kenangannya dulu bersama Kris, karena mereka sering mengunjungi taman ini setelah sepulang sekolah. Tapi semua itu hanya kenangan masa lalu yang sudah tersamarkan dengan kehadiran Sehun sekarang.

Luhan berjalan cepat menuju ke arah air mancur taman tersebut karena ia sudah tidak sabar ingin mencicipi masakan Soobin dan sejujurnya perutnya juga lapar karena istirahat tadi ia belum sempat makan apa-apa. Gadis itu terlalu semangat melangkahkan kakinya sampai mengabaikan keadaan sekitar hingga ia merasakan tubuh seseorang membentur tubuhnya cukup keras hingga ia pun terjatuh ke tanah rerumputan tersebut dengan mendaratkan pantatnya terlebih dahulu.

Gadis itu terlihat meringis kesakitan sambil mengusap pantatnya yang baru saja mencium tanah. Keadaan perut yang lapar membuat emosinya naik seketika.

"Ya! kalo jalan hati-ha_" bentakannya terhenti saat melihat sosok namja kulit tan yang tadi menabraknya. Dan entah kenapa mendengar namja itu berteriak membuat ia juga ikut berteriak.

"AAAAAAAAA!"

Sehun membelalakkan matanya kala melihat Luhan terjatuh tidak elit di tanah. Namja itu pun menggeletakkan sepedanya begitu saja di tanah dan berlari menghampiri Luhan.

"Lu gwenchanna?" tanya Sehun khawatir. Pandangan Luhan pun tidak beralih dari namja kulit tan itu.

Karena merasa tidak ada respon dari Luhan, Sehun pun mengikuti arah pandang Luhan dan ikut terkejut saat melihat namja kulit tan itu dengan tampang shocknya menatap ke arah Luhan.

"Jo-Jongin-ah!" panggil Sehun pada namja kulit tan itu yang ternyata adalah Jongin.

"hy-hyung!" seru Jongin kaget.

Luhan pun juga tersadar dari acara bengongnya,"YA! ternyata kau lagi, kenapa kau suka sekali menabrakku sih aisshh" bentak Luhan.

"siapa yang menabrakmu, aku tidak sengaja tau, salah siapa jalan tidak lihat-lihat" elak Jongin.

"apa kau bilang? Hey siapa yang tidak lihat-lihat, kau yang berlari seenaknya tidak lihat jalan didepan, dan memang dasarnya saja kau hobi sekali menabrak orang" ucap Luhan tak mau kalah

Jongin hanya memutar bola matanya malas.

"hosh hosh Jongin-ah syukurlah kau berhenti juga hosh hosh" seru gadis bermata bulat yang tengah mengatur nafasnya karena lelah dari tadi bermain kejar-kejaran dengan Jongin. Mata gadis itu semakin membulat saat matanya melihat ke arah Luhan.

"Luhan eonnie!" pekik Kyungsoo

"Kyungsoo-ya, kau bersamanya juga?" tanya Luhan sambil menggerakkan kepalanya menunjuk Jongin.

"ne eonnie, tapi kenapa kalian duduk ditanah seperti ini?" tanya Kyungsoo bingung.

"tanyakan saja padanya kenapa berlari-lari tidak jelas dan akhirnya menabrakku" ucap Luhan malas dan menegakkan tubuhnya berdiri kembali dengan dibantu Sehun.

Dan Kyungsoo pun berkacak pinggang sambil menatap Jongin kesal,"aigoo ternyata kau menabrak Luhan eonnie? Ckckck Jongin-ah sudah kubilangkan berhenti berlari, tapi kau malah terus berlari dan akhirnya menabrak Luhan eonnie, untung Luhan eonnie yang kau tabrak bagaimana kalau sampai yeoja lain yang kau tabrak bisa-bisa yeoja itu jatuh cinta padamu dan bagaimana kalau yeoja itu lebih cantik dari pada aku yaah walaupun itu tidak mungkin sih, tapi tetap saja aku punya saingan iiissh" ceramah Kyungsoo panjang lebar dan beralih melipat tangannya didada.

Luhan, Sehun dan Jongin sweatdrop mendengarnya -_-".

"kau terlalu berlebihan Do Kyungsoo" ucap Jongin datar sambil berdiri dan membersihkan celananya dari debu.

"tunggu...apa kalian pacaran?" tanya Luhan dengan meniyipitkan matanya, menatap curiga ke arah Jongin dan Kyungsoo.

Jongin pun terlihat gugup mendengar pertanyaan Luhan.

"tenmmpppph" jawaban Kyungsoo terputus karena tangan Jongin dengan sigap membungkam mulutnya.

"bukan urusanmu nona pudel"

"Ya! berhenti memanggilku nona pudel kkamjong!" kesal Luhan sambil melipat tangannya didada.

"shireo weekk" ejek Jongin dengan menjulurkan lidahnya, membuat Luhan semakin kesal dibuatnya dan gadis itu hampir melepas sepatunya untuk dilemparkan ke arah Jongin jika tidak ditahan oleh Sehun.

"sudah-sudah kalian ini, selalu saja bertengkar, cobalah untuk berdamai" lerai Sehun.

"SHIREO!" seru Luhan dan Jongin bersamaan.

Sehun hanya geleng-geleng melihatnya. 'selalu saja begini'

"mmmppphh mmpphh" ronta Kyungsoo yang saat ini mulutnya masih dibungkam oleh Jongin.

"Ya! Jongin-ah lepaskan Kyungsoo, kau tidak tau dia kesulitan bernafas" perintah Sehun karena kasian melihat kyungsoo yang sedari tadi terus meronta.

"eh? ani Kyungsoo alergi debu hyung makanya aku tutup supaya dia tidak menghirup debu terlalu banyak hehe, eumm kalau begitu kami pulang dulu ne annyeong hyung" pamit Jongin dan menyeret Kyungsoo pergi dengan masih membungkam mulut gadis itu.

"ne anyyeong, hati-hati"

Tapi tidak lama kemudian Jongin berbalik kembali,"hyung jangan lupa jinakkan nona pudel ne agar dia tidak berubah menjadi rottweiler nantinya" seru Jongin mengejek dan akhirnya berlari membawa Kyungsoo.

"YAK! BYUN JONGIN KEMBALI KAU!" teriak Luhan kesal sambil mengepalkan tangannya.

Tapi dari kejauhan Jongin hanya menjulurkan lidah tak peduli.

Dan tawa Sehun pun pecah seketika, tapi saat ia menoleh ke arah Luhan, namja itu langsung menutup mulutnya dan susah payah menelan ludahnya kala melihat yeojachingunya yang cantik itu berubah menjadi monster dengan muka merah penuh emosi. Mungkin jika ada animasi dibelakang Luhan saat ini terlihat ada kobaran api yang siap melalap siapa saja tidak terkecuali Sehun.

"ekheem..." dehem Sehun untuk menghentikan niatnya tertawa kembali.

"ka-kajja, kita makan, kau pasti sudah lapar" ajak Sehun.

Namja itu berniat menggandeng tangan Luhan tapi yeoja itu malah menepisnya dan berjalan medahului Sehun dengan wajah kusut melebihi Yixing saat sedang kesal. Sehun pun hanya bisa menghela nafas, tangannya mengusap dadanya sambil bergumam kecil,"sabar Oh Sehun, sabar".

Ia pun akhirnya cepat-cepat mengikuti Luhan yang saat ini sudah duduk manis di bangku taman. Dan beginilah nasib Oh Sehun yang selalu di uji kesabarannya oleh Park Luhan.

#

#

#

"eomma!" seru Luhan mengagetkan Hara yang saat ini tengah sibuk mengaduk masakannya.

"Luhan, kau ini selalu saja mengagetkan eomma" Hara mengusap dadanya yang kaget karena ulah putrinya itu.

"hehe mian eomma, aku kan mau memberi eomma kejutan" cengir Luhan.

"ne arraseo, sudah sana cepat ganti baju dan makan, eomma akan siapkan makanan untukmu dulu"

"eh? tidak usah eomma, aku sudah kenyang" tolak Luhan.

Kening Hara berkerut,"kenyang? Kau beli makanan di luar?" tanya Hara bingung, karena tidak biasanya Luhan membeli makan diluar.

"ani, tadi Soobin ahjumma memberiku dan Sehun makan siang"

"mwo? Bagaimana bisa?" tanya Hara tak percaya.

"molla, Soobin ahjumma memang sangat baik padaku eomma, ia selalu memperlakukanku seperti anaknya sendiri"

Dan entah kenapa hati Hara menjadi gelisah mendengarnya. Ia sudah mendengar semua tentang Soobin dari Luhan. Saat melihat Luhan yang dengan antusiasnya bercerita membuat ia merasa cemburu. Harusnya ia merasa senang karena ada yang memperhatikan anaknya juga, tapi kenapa Hara justru merasa cemburu? Hara pun juga tidak mengerti dengan perasaannya sendiri.

"eomma melamun lagi" tegur Luhan.

"eh? ani... eumm Lu, lain kali jangan gampang menerima pemberian dari orang lain ne, tidak baik kalau terus-menerus" nasihat Hara.

"ne eomma, arraseo lain kali aku akan menolaknya, tapi kalau Soobin ahjumma tetap memaksa, apa boleh buat dengan senang hati aku menerimanya hehe" canda Luhan beserta cengirannya.

"ck kau ini, ya sudah sana ganti baju lalu istirahat ne"

"ne eommaku yang cantik, annyeong" Luhan mencium pipi Hara dan berjalan menuju kamarnya.

Hara tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Luhan yang masih terlihat manja padanya, padahal kini usia Luhan sudah menginjak 18 tahun. Sungguh tidak terasa waktu memang cepat berlalu.

#

#

#

"hyung ini gawat" adu Jongin pada orang di seberang telepon.

"gawat? Apanya yang gawat?" tanya seseorang di seberang telepon dengan suara bass nya yang ternyata adalah Chanyeol.

"Kyungsoo marah padaku"

"marah? Memangnya apa yang kau lakukan?"

"aku tidak melakukan apa-apa, tadi dia memintaku melakukan gwiyomi, jelas saja aku menolak, kau tau hyung, seberapa menjiikannya gerakan itu hiiiii" Jongin bergidik ngeri membayangkannya.

"bwhaahahahaha..." dan Chanyeol hanya tertawa menanggapinya.

"YAK! Jerapah kenapa kau malah tertawa?"

"bwahahaha... kenapa kau tidak lakukan saja kkamjong, bukankah itu sangat imut,i deohagi ineun gwiyomi, sam deohagi sameun gwiyomi... bwhahaha" ejek Chanyeol sambil menyanyikan sedikit lirik gwiyomi.

Jongin pun mendengus kesal,"YAK! Kau lebih menjijikkan jerapah"

"hahaha, apa Kyungsoo benar-benar marah padamu?" tanya Chanyeol.

"aku rasa begitu hyung, tadi sepulang dari taman kota, dia sama sekali tidak mau bicara padaku wajahnya cemberut terus, pesan ku juga tidak ada yang dibalas, aku telepon beberapa kali juga tidak di angkat, eottokkae?"

"kenapa kau sepanik itu kkamjong?"

"tentu saja, ini pertama kalinya Kyungsoo marah padaku dan ternyata rasanya tidak enak hyung"

Chanyeol terkekeh diseberang telepon,"kalau begitu apa boleh buat kau harus melakukannya!"

"mwo? Shireo!" tolak Jongin mentah-mentah.

"mau bagaimana lagi, hanya itu yang bisa membuat Kyungsoo tidak marah lagi padamu"

"tapi itu sangat menjijikan sekali hyung, apa kata orang-orang nanti"

"hey kau bisa melakukannya saat berdua saja dengan Kyungsoo, tidak akan ada yang melihat tenang saja"

"apa tidak ada cara lain hyung?" tanya Jongin memelas.

"jawabannya... tidak ada"

Jongin menarik sudut bibirnya kebawah sambil menunduk meratapi nasibnya.

"tapi aku tidak bisa melakukannya"

"aaiiissh kau ini merepotkan saja, minta ajari Baekhyun, dia pintar sekali melakukan gwiyomi"

Mata Jongin membulat,"mwo? Kau gila, aku tidak mau"

"wae? Kau malu?"

"tentu saja, Baekhyun noona pasti menertawakanku"

"tidak akan, aku jamin 100%"

"ta-tapi hyung..."

"sudah sana, minta Baekhyun mengajarimu, atau Kyungsoo akan marah terus padamu"

Jongin menghela nafasnya,"ne, arraseo" ucap Jongin lesu

"haha semoga berhasil adik ipar, hwaiting!"

Klik

Jongin memutuskan sambungan teleponnya dengan Chanyeol, ia pun mengacak-acak rambutnya prustasi, sungguh ia sangat malu kalau harus minta di ajari oleh Baekhyun. Tapi mau bagaimana lagi, ia juga tidak mau Kyungsoo marah padanya terlalu lama. Dan ia putuskan sekarang untuk menemui sang noona dikamarnya.

#

#

#

Baekhyun tengah duduk termenung dikursi belajar dan menopang kepalanya dengan tangan, gadis itu masih memikirkan ajakan Chanyeol untuk melewati akhir pekan bersama keluarga namjachingunya itu. Entah kenapa ia merasa gugup luar biasa, mengingat ini adalah pertemuan pertama Baekhyun dengan ayah Chanyeol yang selama ini hanya ia lihat di foto. Ia takut kalau ayah Chanyeol tidak seramah ibunya atau lebih parahnya lagi ayah Chanyeol tidak menyukainya. Pikirannya sudah melayang kemana-mana sekarang. tapi bagaimanapun juga ia tidak bisa menolak, mau tidak mau harus ia hadapi.

Cklek

Tiba-tiba lamunannya terhenti saat mendengar pintunya dibuka oleh sesorang. Kepalanya pun menoleh ke arah sumber suara tersebut dan mendapati adiknya dengan wajah lesu berjalan ke arahnya. Jongin duduk di samping Baekhyun dengan menundukkan kepalanya.

Yeoja itu terlihat mengerutkan keningnya melihat kelakuan aneh Jongin.

"Jongin-ah wae?" tanya Baekhyun.

"noona bisa melakukan gwiyomi?" tanya Jongin datar masih dengan menundukka kepalanya.

"sedikit, wae?" tanya Baekhyun yang keningnya semakin berkerut.

"noo-noona mau mengajariku?"

"ppfffttbwahahahaha" tawa Baekhyun pecah seketika.

Sontak Jongin menatap Baekhyun yang tengah tertawa sambil memegangi perutnya.

'benar kan, noona sama saja dengan jerapah itu huuuh' batin Jongin.

"Ya! noona, berhenti tertawa iisshh" dengus Jongin kesal.

"hahaha kenapa kau tiba-tiba minta di ajari gwiyomi? Haha"

"anu eumm itu untuk... eumm_"

Drrrttt ddrrrtt

Baekhyun perlahan menghentikan tawanya, saat mendengar getaran ponsel yang ada di mejanya.

"haha chakkaman ne" ucapnya pada Jongin lalu mengangkat panggilan seseorang di ponselnya.

"ne chagiya" sapa Baekhyun langsung karena sudah mengetahui siapa yang menelpon nya malam-malam begini kalau bukan Park Chanyeol.

"baby, ajari Jongin gwiyomi ne, kalau tidak nanti dia bisa diputus pacarnya"

Samar-samar Jongin mendengar suara bass Chanyeol, matanya pun membulat. Selama ini yang mengetahui ia pacaran dengan Kyungsoo hanya Chanyeol karena Jongin terlalu malu untuk bercerita dengan kakaknya.

Jongin panik dibuatnya.

"mwo? Pacar?" tanya Baekhyun bingung.

"YAK! Jerapah sialan diam kau" teriak Jongin sambil ingin merampas ponsel Baekhyun. Tapi dengan sigap Baekhyun menghindar agar Jongin tidak bisa mengambil ponselnya. Ia ingin tau lebih lanjut tentang dongsaengnya.

"nugu?" tanya Baekhyun, tangannya masih mengahalangi Jongin yang masih berusaha merebut ponselnya.

"noona jangan dengarkan dia, noona... YAK!"

"Do Kyungsoo kau pasti sudah sangat menganlnya" ungkap Chanyeol.

Tubuh Jongin melemas seketika dan pergerakannya pun terhenti. Percumah ia merebut ponsel Baekhyun karena noonanya sekarang sudah tau semuanya.

"mwo? Kyungsoo? Sejak kapan?" tanya Baekhyun kaget.

"sudah tanyakan nanti saja, sekarang ajarkan Jongin gwiyomi dulu ne, aku percayakan padamu, saranghae baby"

Gigi Jongin bergemeletuk, ingin rasanya ia mencekik Chanyeol dan menggantung calon kakak iparnya itu di puncak namsan tower atau menendang Chanyeol sekalian ke neptunus.

"nado" Baekhyun pun memutuskan sambungan teleponnya dan menatap Jongin minta penjelasan.

"nanti saja tanya nya, sekarang noona ajari aku gwiyomi dulu ne" pinta Jongin datar.

Baekhyun terkekeh melihat tampang kusut dongsaengnya.

"aissh kenapa noona tertawa lagi?"

"ani, noona hanya tidak menyangka dongsaeng kecil noona sudah punya yeojachingu haha"

"sudahlah noona jangan meledekku terus, sebaiknya noona ajari aku sekarang"

"haha baiklah, pertama lihat noona dulu ne, setelah itu kau ikuti gerakan noona"

Baekhyun pun menyanyikan gwiyomi disertai gerakan-gerakan yang membuat Jongin merinding. Ia akui noonanya sangat imut dalam melakukannya, tapi bagaimana dengan dirinya. Apakah ia juga akan terlihat imut seperti Baekhyun? Jongin sendiri pun tidak yakin.

i deohagi ineun gwiyomi

sam deohagi sameun gwiyomi

sa deohagi saneun gwiyomi

o deohagi oneun gwiyomi

yuk deohagi yugeun cup cup cup cup cup cup gwiyomi

"nah sekarang giliran mu, ikuti gerakan noona tadi"

Dengan ragu Jongin menyanyikan lirik pertama gwiyomi sambil menunjukkan kedua jari telunjuknya dan menempelkannya di pipi.

"aiish stop, ekspresimu jangan datar seperti itu, kau harus tersenyum manis, sekarang ulangi" perintah Baekhyun sekali lagi.

Jongin pun hanya pasrah menuruti perintah noonanya. Ia pun memulai gerakannya dan bekali-kali Baekhyun memintanya untuk mengulangi lagi karena menurut Baekhyun gerakan Jongin masih sangat kaku, wajahnya juga sangat susah untuk berekspresi se imut mungkin. Tapi untungnya Baekhyun masih diberi kesabaran penuh untuk mengajari dongsaenya itu dan akhirnya malam ini menjadi malam yang sangat membuat Baekhyun prustasi karena mengajari Jongin yang benar-benar sangat payah melakukan gwiyomi.

#

#

#

"kajja!" ajak Chanyeol sambil menggandeng tangan Baekhyun untuk memasuki rumahnya. Merasa Baekhyun tidak ikut melangkah, Chanyeol pun menengok kebelakang dan mendapati Baekhyun yang masih mematung di sebelah motor vespanya.

"wae? Ayo kita masuk, appa dan eomma pasti sudah menunggu"

"aku takut Yeollie" ucap Baekhyun sambil menundukkan kepalanya.

Chanyeol mendekati Baekhyun kembali dan membelai rambut gadis itu.

"kenapa takut? Ada aku disini lagi pula appa orang baik baby, dia sama sekali tidak mempunyai tampang seram" bujuk Chanyeol.

"aku tau, hanya saja... aku takut appa mu tidak menyukaiku"

Chanyeol terkekeh mendengarnya,"hey kau ini bicara apa, justru appa sangat menyukaimu maka dari itu appa menyuruhku untuk mengajakmu juga, bahkan appa bilang kalau kau cantik jadi kau tidak usah khawatir ne"

Dengan ragu Baekhyun menganggukkan kepalanya dengan tersenyum tipis. Chanyeol pun ikut tersenyum lalu mencium pucuk kepala Baekhyun sekilas dan mengajaknya kembali memasuki rumahnya.

"appa eomma Baekhyun sudah datang!" seru Chanyeol saat sudah memasuki rumahnya.

Hara yang saat itu sibuk di dapurpun langsung keluar setelah mendengar suara Chanyeol.

"Baekhyun-ah sukurlah kau sudah datang, kami sudah menunggu mu dari tadi" seru Hara girang sambil berjalan menghampiri Chanyeol dan Baekhyun.

"ah ne ahjumma, maaf membuat menunggu" ucap Baekhyun sambil membungkuk.

"ani, kami juga masih bersiap-siap"

"appa mana eomma?" tanya Chanyeol karena tidak melihat sang appa.

"appa mu sedang memasukkan barang-barang di bagasi bersama Sehun, sebentar eomma panggilkan..."

"yeobo~! Kesini sebentar Baekhyun sudah datang" seru Hara memanggil suaminya.

Baekhyun semakin mengeratkan genggaman tangannya pada Chanyeol, jantungnya serasa ingin berlari. Chanyeol mengusap punggung tangan Baekhyun agar gugup yeojachingunya itu bekurang. Ia tau yeojachingunya saat ini sedang gugup luar biasa.

Hanzou yang saat ini sibuk memasukkan barang-barang di mobil pun terkejut saat mendengar Hara memanggilnya. Ia juga tidak kalah gugupnya. Sebentar lagi ia akan melihat wajah putri bungsunya secara langsung. Ia bingung harus bersikap bagaimana di depan Baekhyun. Ia takut lepas control dan malah membuat keluarganya curiga.

"ahjussi gwenchanna? Hara ahjumma memanggil ahjussi" tegur Sehun karena melihat Hanzou melamun.

"ah gwenchanna... ee.. Sehun-ah tolong kau panaskan mobil ne, ahjussi temui ahjumma dulu"

"ne ahjussi" ucap Sehun sambil mengangguk.

Hanzou mengambil nafas panjang sebelum akhirnya melangkahkan kakinya menemui yeojachingu putranya.

"perlu bantuan?" tawar Luhan yang mengikuti Sehun memasuki mobil.

Sehun tersenyum dan menoleh ke arah Luhan,"ani, tuan putri cukup duduk manis disitu saja"

Luhan pun terkekeh dibuatnya, tapi tiba-tiba pandangannya tertuju pada dashboard mobil appanya. Di situ terlihat seperti ada selembar kertas yang tergeletak. Karena penasaran Luhan pun mengambil kertas itu dan matanya membulat sempurna saat mengetahui bahwa itu bukan kertas biasa melainkan sebuah foto dimana tercetak wajah Baekhyun di dalamnya. Keningnya berkerut, ia bingung kenapa ada foto Baekhyun di mobil appanya.

"wae?" tanya Sehun yang merasakan ke anehan Luhan.

"Hunnie, kenapa ada foto Baekhyun disini?"

Sehun pun juga kaget dibuatnya,"mwo? Jinjja?"

Dan dijawab anggukkan oleh Luhan sambil memperlihatnya foto itu pada Sehun.

"mungkin Chanyeol yang meninggalkannya disini"

"hhmm ... mungkin saja, ya sudah aku simpan saja" tanggap Luhan dan memasukkan foto itu ke dalam sakunya.

At Living Room

"yeobo perkenalkan ini Baekhyun" ucap Hara memperkenalkan Baekhyun pada suaminya.

Ini seperti mimpi bagi Hanzou dapat melihat wajah putri bungsunya dari jarak sedekat ini. Pandangannya tak lepas dari Baekhyun, ia akui wajah Baekhyun sangat mirip dengan Luhan. Jika saja ia tidak dalam keadaan sadar pasti saat ini ia sudah memeluk Baekhyun erat dan enggan untuk melepaskannya kembali, tapi sayangnya Hanzou masih cukup sadar untuk tidak melakukan hal itu di depan keluarganya.

Baekhyun tersenyum lalu memperkenalkan dirinya,"annyeonghaseyo Byun Baekhyun imnida, bangapsseumnida ahjussi" ucap Baekhyun sambil membungkuk.

Hanzou segera menghentikan lamunannya,"eh? ne Park Hanzou ayahnya Chanyeol, ternyata pacarmu lebih cantik dari fotonya Chanyeol-ah" ujar Hanzou senormal mungkin.

Terlihat sekarang rona merah yang menghinggapi pipi Chanyeol dan Baekhyun. Dua sejolli itu masih sangat terlihat malu-malu di depan kedua orang tuanya. Hara pun terkekeh melihat dua remaja itu.

"te-tentu saja appa" jawab Chanyeol malu-malu.

"kenapa kau tidak kenalkan pada appa dari dulu?"

"Ya! memangnya kapan appa ada dirumah?" kesal Chanyeol.

"haha ne arraseo mianhae, eumm Baekhyun-ah, kau tidak keberatan kan menghabiskan akhir pekan bersama kami?" tanya Hanzou.

Baekhyun menggeleng sambil tersenyum,"ani ahjussi, sama sekali tidak"

Hanzou sedikit mengalihkan pandangannya tak berani manatap senyum Baekhyun yang membuatnya merasa berdosa karena menyia-nyiakan malaikat Tuhan untuknya.

"baiklah kalau begitu kajja kita berangkat sekarang, yeobo apa bekalnya sudah siap semua?" tanya Hanzou pada Hara.

"sebentar aku siapkan strawberry cake untuk Seosa dulu" jawab Hara dan bergegas menuju dapur menyiapkan cake pesanan Seosa, keponakannya yang tidak lain adalah anak Jonhae.

"Baekkie tunggu disini sebentar ne, aku mengambil tasku dulu di atas"

Baekhyun mengangguk sebagai jawabannya.

Sekarang tinggallah Hanzou dan Baekhyun di ruang tamu. Baekhyun yang merasakan kecanggungan karena Hanzou sedari menatapnya hanya tertunduk untuk menyembunyikan wajahnya.

Tapi tidak lama kemudian Baekhyun terlonjak kaget saat Hanzou menggenggam tangannya.

"jangan gugup seperti itu Baekhyun-ah, anggap kami sebagai keluargamu sendiri ne"

Dan akhirnya lagi-lagi Baekhyun tersenyum manis pada Hnazou,"ne ahjussi gomawo"

"ne, kajja kita ke mobil sekarang" ajak Hanzou sambil menarik tangan Baekhyun untuk mengikutinya.

Gadis itu merasa lega sekarang. Ternyata ayah Chanyeol tidak seseram yang dibayangkannya. Keluarga Chanyeol memang keluarga yang hangat, membuat ia nyaman berada ditengah-tengah keluarga ini. Ia sempat membayangkan andai ia mempunyai appa seperti Chanyeol, pasti hidupnya akan menjadi sempurna. Bukannya selama ini ia tidak bahagia, ia bahkan sudah cukup bahagia hanya dengan adanya eomma dan Jongin tapi Baekhyun tidak munafik, ia juga sangat membutuhkan figur seorang ayah, dari kecil ia tidak bisa merasakan kehangatan dari seorang ayah, jangan salahkan Baekhyun kalau ia kadang merasa iri dengan teman-temannya jika sudah bercerita tentang ayah mereka membuat Baekhyun hanya menjadi pendengar yang baik tanpa bisa membalas cerita mereka.

Tapi hari ini ia seperti merasakan kehangatan seorang ayah yang sesungguhnya saat Hanzou menggenggam tangannya.

'beginikah rasanya punya ayah, Yeollie? Sehangat inikah?'

#

#

#

Di perjalanan sesekali Hanzou melirik ke arah baekhyun lewat kaca spion mobilnya. Ia masih tidak percaya, saat ini dapat melihat putri yang sudah lama ia ridukan berada disini bersamanya dan bersama keluarganya. Bisa melihat Baekhyun dengan jarak sedekat ini saja sudah membuat Hanzou lega. Dulu ia pikir tak akan bisa melihat Baekhyun untuk selamanya, tapi ternyata Tuhan masih sayang padanya terbukti saat ini ia telah dipertemukan dengan Baekhyun, walaupun gadis itu sama sekali tidak mengetahui bahwa ayah namjachingunya yang dia panggil ahjussi itu adalah ayah kandungnya.

Terlihat sekarang Baekhyun yang asik bercanda dengan anak-anaknya. Sejujurnya ia tidak tega melihatnya, takut jika suatu saat senyum itu akan hilang. Rasa besalah pun menghantuinya lagi. Bagaimana nanti jika mereka mengetahui yang sebenarnya? Apakah Chanyeol masih mencintai Baekhyun saat tau kalau ternyata Baekhyun adalah saudara tirinya? Apakah anak-anaknya akan membencinya setelah mengetahui semuanya? Pertanyaan yang bisa saja membuat Hanzou gila jika memikirkannya terus menerus.

"yeobo kau tidak apa-apa?" tanya Hara khawatir karena melihat tingkah suaminya yang aneh hari ini.

"a-ani gwenchanna"

"apa ada yang mengganggu pikiranmu?"

"ani, kau tidak usah khwatir, aku hanya sedang mengingat-ingat apakah ada barang yang tertinggal atau tidak" bohong Hanzou.

Hara pun mengangguk,"sepertinya sudah lengkap semua"

"ne semoga tidak ada barang yang tertinggal"

Setelah menempuh kurang lebih 1 jam perjalanan, sampailah mereka di rumah Jonhae. Mobil Hanzou sekarang sudah memasuki halaman rumah Jonhae. Di depan rumah itu sudah terlihat Jonhae dengan istri dan putrinya menunggu kedatangan Hanzou sekeluarga yang sangat jarang berkunjung.

"ahjumma bogoshipoyo!" seru gadis kecil berusia kurang lebih 7 tahun bernama Seosa yang tidak lain adalah putri Jonhae, berlari memeluk Hara.

"nado chagiya, kau semakin cantik saja"

"tentu saja, aku kan kembarannya Luhan eonnie, oh iya Luhan eonnie mana?" tanya Seosa antusias.

"siapa yang mencariku?" sahut Luhan dari belakang.

"eonniee..." seru Seosa kemudian dan beralih berlari memeluk Luhan,"bogoshipo!"

"nado, eonnie sangat sangaaat merindukanmu" jawab Luhan sambil mengacak-acak rambut Seosa.

"jeongmal?"

"ne dan coba tebak siapa yang ikut kesini bersama eonnie?"

Seosa memasang tampang berpikirnya yang sangat imut khas anak kecil.

"siapa eonnie?"

Luhan hanya menampilkan senyumnya"itu lihat" tunjuk Luhan ke arah namja yang baru saja keluar dari mobil.

Mata Seosa langsung bebinar,"SEHUN OPPA!" teriaknya antusias memanggil Sehun.

Sehun pun melambaikan tangannya dan berjalan ke arah Seosa dan Luhan. seketika itu juga gadis kecil itu berhambur memeluk Sehun.

"kau masih ingat oppa eoh?" tanya Sehun pada Seosa yang sekarang sudah ada di gendongannya.

"tentu saja, Sehun oppa kan oppa ku yang paling tampan" ucap gadis itu seraya mengacungkan jempolnya.

"YA! jadi aku tidak tampan?" protes Chanyeol yang tiba-tiba datang tentunya dengan Baeknhyun yang setia mengekor dibelakangnya.

Seosa menggeleng imut,"ani, Channie oppa seperti monster weeekk" ejek Seosa sambil menjulurkan lidahnya.

"YAK! Awas kau ya" Chanyeol merebut paksa Seosa dari gendongan Sehun lalu menggelitikki gadis itu sampai tertwa terpingkal-pingkal.

"hahaha oppa geli hahahaha"

"siapa suruh mengatai oppa monster, rasakan ini" Chanyeol terus saja menggelitiki Seosa tanpa ampun.

"hahaha ampun oppa hahaha"

"ani sebelum Oca bilang oppa tampan"

"haha iya oppa tampan haha"

Dan Chanyeol pun akhirnya menghentikan aktivitasnya menggelitikki Seosa.

"nah begitu, itu baru dongsaeng oppa"

"tapi bohong weeekk" ejek Seosa lalu berlari menghindari Chanyeol.

"Ya! Oca berhenti" seru Chanyeol sambil mengejar Seosa.

"shireo weeekk Channie oppa mons_"

Brukk

Tiba-tiba gadis itu menghentikan larinya karena merasa tubuhnya menubruk seseorang. Seosa mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang ia tabarak dan terlihatlah seorang yeoja cantik yang sekarang tengah mensejajarkan tubuhnya dengan Seosa. Seosa terbengong melihat yeoja yang ada di depannya sekarang karena masih merasa asing.

"eonnie siapa?" tanya Seosa polos.

"hup... kena!" seru Chanyeol yang berhasil menangkap Seosa.

"oppa, eonnie ini siapa?" tanya Seosa pada Chanyeol.

"teman oppa, bagaimana? cantik kan?, ayo beri salam pada Baekhyun eonnie"

Baekhyun terkekeh melihat ekspresi kebingungan Seosa yang terlihat lucu.

"annyeong eonnie, Oca imnida"

"annyeong adik manis, panggil saja Baekkie eonnie ne" ucap Baekhyun sambil mengacak-acak rambut Seosa.

"eonnie cantik sekali sama dengan Luhan eonnie, berarti Baekkie eonnie juga kebaran Oca ya kan oppa?"

"Ya! sudah berapa orang yang kau sebut kembaranmu?" protes Chanyeol yang gemas dengan adiknya itu.

"aiissh kembaranku cuma Luhan eonnie, oppa! Tapi sekarang tambah Baekkie eonnie juga, eonnie mau kan jadi kembaran Oca?"

"tentu saja, Oca kan cantik" jawab Baekhyun sambil tersenyum manis.

Seosa pun girang dibuatnya,"kajja eonnie kita masuk!" ajak Seosa dengan menarik Baekhyun menuju ke dalam rumah meninggalkan Chanyeol yang terlihat sedang menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah lucu adik sepupunya itu.

"appa appa! Oca punya kembaran baru" teriak Seosa berlari ke arah Jonhae yang tengah berbincang-bincang dengan Hanzou di teras rumah, sedangkan Hara dan Riyoo (ibu Seosa) sudah sejak tadi masuk ke dalam rumah.

"oh iya? Siapa?" tanya Jonhae.

"Baekkie eonnie temannya Channie oppa"

Baekhyun yang ada dibelakang Seosa pun hanya tersenyum canggung.

Jonhae pun mengalihkan pandangannya pada seseorang yang ditunjuk Seosa. Pria itu sedikit mebulatkan matanya melihat gadis yang ia rasa sudah tidak asing lagi. Sedangkan Hanzou yang sedang duduk di sebelah Jonhae pun terlihat gugup. Ia lupa tidak memperkenalkan Baekhyun terlebih dahulu kepada Jonhae tadi.

Merasa sebagai seorang tamu Baekhyun pun memperkenalkan dirinya pada sang tuan rumah.

"annyeonghaseyo Byun Baekhyun imnida, bangapsseumnida ahjussi "

DEG

TBC

Yak...itu keluarga Hanzou berasa kayak mudik aja deh kkkk, maklum mo lebaran cin XD

Udah deh saya pasrah aja kalo emang chap ini berantakan banget, banyak typo atau bahkan ancur, agak gak pede soalnya, maap ya maap #bow

Makasih banget buat review-review kalian yang bikin saya terus usaha in buat ngelanjutin ni cerita hehe walaupun lelet yee #plak, balasan review udah di PM, yang belum saya blas disini:

cho kyuminyeol: huwaaa maap chingu update saya gak bisa cepet #bow, oke ini saya kasih panjaaaang chingu hehe, makasih reviewnya #bow bareng hanzou

NSMaru: makasih chingu #bow, buat chanbaek... hehe #smirk #plak ditunggu aja deh ya kayak gimana ntar, oke salam balik buat hano, makasih reviewnya #bow bareng hanzou

Kamila: annyeong, iya gpp makasih udah mau baca #bow, boleh kog chingu tapi tinggal gimana sama orang tua mereka aja hehe, iya gapapa and makasih reviewnya #bow bareng hanzou

PutriPootree: untuk sementara ini belum chingu #plak, iya si jotam udah mau pacaran kkkk, oke ni udh di lanjut maap lama huhu, makasih reviewnya #bow bareng hanzou

Zukazuka: iya jotam udah tobat, setannya udh kluar #plak, oke ini udh dilanjut maap lama #bow, makasih reviewnya #bow bareng hanzou

silent reader: iya chingu, biar mudeng baca samapi akhir ya hehe,makasih reviewnya #bow bareng hanzou

parKYeollie: iya gakpapa makasih juga udh mau baca, makasih banyak udah mau suka sama ni cerita hehe #bow and makasih lagi buat reviewnya #bow bareng hanzou

Sherry Cho: huwaaah makasih chingu #bow, ni udah dilanju maap lama hiks, makasih reviewnya #bow bareng hanzou

ExoticBaby'z: iya chingu ini udah dilanjut maap lama #bow, makasih reviewnya #bow bareng hanzou

Guest: makasih chingu and makasih reviewnya #bow bareng hanzou

Eunwoo: hiks saya juga gak tega sama hara chingu, lubaek taunya kapan saya juga belum bisa masti in hehe, oke deh makasih reviewnya #bow bareng hanzou

Park Byun Joon: iya gakpapa makasih udah mau baca #bow, ni udah dilanjut chingu tapi maap lelet huhu, oke makasih reviewnya #bow bareng hanzou

aasElfExo: iya sama-sama saeng, haha iya ini udah dilanjutain maap lama #bow, amiiiin ya hehe makasih reviewnya #bow bareng hanzou

DiraLeeXiOh: huwaaaaoo makasih banget chingu udah mau review dari chap 1 #bow bow, tenang Sehun udah gak menderita kog hehe, oke makasih reviewnya #bow bareng hanzou

Baekyeol Honey: iya chingu ini udah dilanjut, huwaaah makasih ya chingu hehe and makasih reviewnya #bow bareng hanzou

Akhir kata salam XOXO (Kiss & Hug) to My Lovely Readers, Thanks for your review:

dian deer, samkou, AiiAy-Chan, dhiya hanisiya, , chyshinji0204, majey . jannah, han ah byeol, Oh Hannie, jungroopark, Imeelia, Queen DheVils94, jungsssi, enchris . 727, baconeggyeol, byunbaekhoney, hatakehanahungry, cho kyuminyeol, NSMaru, kamila, PutriPootree, zukazuka, rachel suliss, silent reader, parKYeollie, Sherry Cho, baekchannie, ExoticBaby'z, Park YeonChan, Guest, eunwoo, Park Byun Joon, ichakyungsoo, aasElfExo, DiraLeeXiOh, KaiSoo'sChild, Miss Kui Jeong sshi, Baekyeol Honey

Review Again Please!