Sebelumnya
Penonton terdiam, arena tiba-tiba saja menjadi sunyi
Prok
Prok
Prok
Prok
Prok
Prok
Hingga tepuk tangan memenuhi arena, di tempat para kage, sandaime dan yondaime serta kazekage ikut standing applause, melihat pertarungan hebat natsumi dan neji, di arena, genma berjalan ke tengah, mengangkat tangannya dan menunjuk natsumi, "PEMENANGNYA, NAMIKAZE NATSUMI"
DISCLAIMER : MASASHI KISHIMOTO-JIISAN
Summary
Satu tahun menjalani pelatihan dibawah bimbingan 12 belas saint athena, serta dua belas dewa olympus, mengubah naruto menjadi saint dengan kekuatan diluar nalar, bahkan untuk ukuran dewa sekalipun, lalu bagaimana dengan keluarganya, apa yang akan dia lakukan apda keluarganya, atau pada desanya.
LEGEND OF SHINOBI SAINT
Warning : kurang bisa dipahamai, abal-abal, dll
Setelah pertandingan pertama antara natsumi dan neji selesai, genma mengumumkan pertarungan selanjutnya, "pertarungan berikiutnya, shikamaru nara dari konoha melawan sabaku temari dari suna, untuk kedua peserta dipersilahkan memasuki arena", temari yang sudah bersiap dari tadi langsung menuju arena dengan jalan santai, sementara shikamaru... masih berbaring di tempat duduk para peserta, "oy shikamaru, sudah giliranmu", tidak meresepon, "kau tidak akan bisa membangunkan makhluk itu dengan cara biasa akimichi-san" sebuah suara mengalihkan pandangan para peserta, tak jauh dari mereka, sosok pemuda berparas tampan dengan rambut pirang jabrik, berjalan mendekat dan berhenti tepat dikepala shikamaru, mengangkat kerah baju pria nara itu dan, "kau harus melakukan hal seperti ini jika ingin dia mendengar" melemparnya ke arena.
Shikamaru mendarat dengan bokong terlebih dahulu, "sialan" shikamaru berdiri, melangkah ke tengah arena, hayate yang melihat shikamaru sudah siap(dengan wajah mengantuk), "pertandingan kedua, DIMULAI" temari mengambil ancang-ancang, membawa kipasnya kedepan, lalu mengibaskannya, menciptakan angin besar, yang nyaris menerbangkan shikamaru jika saja pemuda berambut nanas itu tidak berjongkok dan mencengkeram tanah. Di tempat penonton, ino tidak henti-hentinya berteriak menyemangatai shikamaru, sementara ditempat para peserta, naruto melihat pertandingan dengan intens, 'seperti yang dihrapkan dari seorang nara' batinnya, kembali ke arena, shikamaru masih berusaha menghindari semua terpaan angin temari, "apa kau hanya bisa menghindar saja" ejek temari.
Shikamaru yang mendengarnya mendecih, dalam satu kibasan temari menghasilkan sebuah angin besar, dan membuat shikamaru harus melompat dan bersembunyi di semak-semak, 'tcih tidak ada cara lain, aku harus melakukannya atau ini tidak akan selsai' shikamaru mengambil posisi seperti sedang bertapa, di tempat para penonton, asuma menyeringai saat melihat shikamaru, "apa yang shikamaru lakukan?" seorang jounin bertanya, "hisakakukochi, habis-habisan atau mati-matian, jika dia sudah seperti itu, percayalah, dia akan menang" jawabnya.
Kembali ke arena, temari mulai mengibaskan kipasnya ke segala arah, menyebabkan angin ribut, hingga shikamaru harus keluar dari tempat sembunyinya karena sudah ketahuan, untungnya dia sudah selesai, dia kini sudah tidak mengenakan rompinya, hanya tinggal baju jaring-jaringnya saja, dia mulai melemparkan 4 kunai biasa dan satu kunai peledak, namun bisa di tangkis dengan mudah oleh temari, "hanya itu saja?", tidak berhenti sampai disitu, shikamaru mulai memanjangkan bayanagnnya, berusaha menggapai bayangan temari, namun gadis berkuncir 4 itu menggunakan kipasnya sebagi tameng, hingga bayangan shikamaru tidak mampu menggapainya, tidak menyerah shikamaru kembali melemparkan sebuah kunai yang kembali ditepis oleh temari, "hanya ini?, ku kira kau bisa memberikan perlawanan yang le-" temari tersentak, dia tidak bisa bergerak, 'ke-kenapa ini', menengok kebawah dan alangkah terkejutnya ketika dia melihat, bahwa dia telah berdri didalam lingkaran berwarna hitam yang menjeratnya.
Di podium hokage, minato menatap shikamaru dengan pandangan kagum, 'cerdas seperti biasa'. Temari sendiri masih tidak mengerti bagaimana dia bisa terjebak, "kunai..." dan ketidak mengertian temari dijawab oleh shikamaru, "lihat sekelilingmu...", dan benar saja, empat kunai yang tadi dilemparkan shikamaru menjadi penghubung bayangannya yang menyelinap lewat semak-semak dan menyambung ke kunai dibelakang temari, "kunai peledak yang pertama kali kulemparkan adalah pengalih perhatian, itu agar kau berpikir bahawa yang kulakukan hanyalah melemparnya saja, sementara kunai kedua ketiga keempat dan kelima, kulemparkan memang dengan maksud agar kau menepisnya, dengan memperhitungkan vektor serta besarnya gaya tolak yang kau gunakan untuk menghalau kunai tadi, aku bisa dengan mudah mengatur agar kunai itu berada tepat ditempat yang aku inginkan, selanjutnya aku hanya tinggal membawa mu pada tempat yang aku inginkan saja", temari benar-benar geram, "ka-kau, BRENGSEK...".
Di podium peserta, naruto menatap shikamaru dengan antusias, 'kemenangan tidak ditentukan pada besar kecilnya kekuatan, namun tergantung pada bagaimana kau menggunakan kekuatan itu sebaik-baiknya' batinnya. Asuma, kakashi, kurenai, dan guy menatap shikamaru dengan pandangan kagum, "muridmu yang satu itu benar-benar lawan yang mengerikan dengan pemikirannya, asuma" kakashi berkomentar, yang dijawab cengengesan oleh asuma. Kembali ke arena, shikamaru membentuk segel tangan, menghilangkan lingkaran bayangan yang menjerat temari dan menyambungkan bayangannya sendiri pada bayangan temari, berjalan yang diikuti oleh temari hingga mereka berhadapan, shikamaru lantas mengangkat tangan, "AKU MENYERAH", dan pengakuan shikamaru membuat penonton serta teman-temannya bingung(minus neji dan sasuke), "kau yakin?", shikamaru mengangguk, "ini merepotkan, tapi melihat pertarungan berikutnya, para monster akan bertarung, dan aku tidak ingin jadi bulan-bulanan nanti".
Dibalkon peserta, naruto memandang shikamaru dengan pandangan tertarik, 'dia sudah menyadarinya', setelah shikamaru dan temari meninggalkan arena, "pertarungan selanjutnya, akimichi chouji melawan haruno sakura", sakura dan chouji melangkah memasuki arena, saling berhadapan dan bersiap dengan style masing-masing, sakura dengan kunai ditangan kanannya, sementara chouji dengan... kripik dikedua tangannya, "bersiap, mulai" sakura melancarakan serangan pertama, dia melesat maju dan bersiap memukul chouji, namun dapat dihindari cohuji dengan cukup mudah, "baiklah, aku sudah cukup kenyang, baika no jutsu", kedua tangan chouji membesar, lalu diayunkan, memaksa sakura untuk melompat menjauh, tidak ingin hanya terus menghindar sakuran melemparkan kunai ditangannya ke arah chouji yang ditangkis dengan mudah oleh pemuda bertubuh tambun itu.
Pertarungan sakuran dan chouji cukup seru untk ditonton namun tidak cukup untuk membuat naruto tertarik, 'dia masih belum bisa merubah sifatnya', cara bertarung sakura masih memperlihatkan keraguan, dimatanya, ketakutan akan dunia shinobi masih terlihat besar, meski pertarungan terlihat berpihak pada sakura, tapi gerakan sakura masih terbatas, gadis berambut pink itu ragu menyerang chouji, sebaliknya chouji bahkan tidak segan-segan memukul menendang, bahkan menebas dengan kunai, hingga dibeberapa tubuh sakura goresan-goresan kunai disertai tetesan darah dari goresan itu terlihat hampir disemua bagain tubuhnya,
Bubun Baika No Jutsu
Chouji memukul sakura dengan tangan besarnya, membuat gadis itu terbang dan menghantam dinding pembatas dengan keras hingga menciptakan retakan ditempatnya 'menempel'. Disisi sakura, gadis musim semi itu mengerang kesakitan, mencoba mempertahankan kesadarannya, 'aku tidak boleh kalah, demi sasuke-kun', seusai mengucap nama sasuke dalam batinnya ucapan naruto kembali terngiang, 'berhentilah jadi shinobi, sakura',' kau yang hanya mampu berlindung dibelakang teman-temanmu, tanpa bisa melakukan apapun, lebih baik berhenti jadi shinobi',' tujuanmu masuk kedunia penuh darah ini adalah hanya karena ingin bersama sasuke kan?', 'dan alasan bodoh itulah yang akan membawamu pada kematian suatusaat nanti, bahkan bukan tidak mungkin kau akan membawa rekan-rekanmu mati bersamamu….', 'jadi sebelum kau menyesali keputusanmu, berhentilah sekarang dan hiduplah sebagai orang biasa'.
Ucapan naruto dihutan kematian kembali memenuhi kepalanya, membuatnya merasa ragu, 'apa iya aku hanya beban?' tatapan dingin naruto menghiasi kepalanya, 'apakah aku hanya akan menjadi batu sandungan?' tiba-tiba semua tingkahnya saat masih di akademi berseliweran dibenaknya, saat dia dan ino berebut duduk disamping sasuke, saat hari-harinya di akademi hanya diisi dengan menatap dan mengagumi pria uciha itu, saat dia terlampau bahagia karena satu tim dengan sasuke, saat di nami no kuni dia hanya mampu melihat sasuke dan natsumi dari belakang, dilindungi tanpa bisa berbuat apapun, semua itu membuatnya sadar, 'benar' dia menghapus air matanya yang nyaris keluar, 'aku hanya akan membawa rekan-rekanku mati', dia berdiri, mengambil kunai yang tergeletak tidak jauh dari tempatnya, 'karena itu', dia memasang kuda-kuda, 'karena itu' matanya terbuka, menatap tajam chouji, 'aku harus berubah' melihat seisi arena, 'aku, harus jadi kuat', matanya terhenti saat menatap sasuke, 'harus jadi lebih kuat', iris hijau emerald itu menatap natsumi, 'hingga...', terhenti ketika menatap naruto yang tengah berdiri bersedekap dada diatas atap arena pertandingan, menatap dingin sakura, 'aku bisa berdiri sejajar dengan mereka'.
Hal selanjutnya yang terjadi benar-benar mengejutkan seisi arena, kakashi hampir menjatuhkan bukunya, asuma menganga hingga rokoknya terjatuh, naruto menyunggingkan senyuman tipis. Sakura melempar kunainya pada chouji, yang ditangkis dengan kunai juga, namun ternyata itu hanya pengalihan, sakura langsung memompa cakra pada kakinya, mengumpulkan cakra pada tangan kanannya, mengepalkan tangan penuh cakra itu, dan menghantamkannya pada perut chouji yang terlambat bereaksi, menghempaskan anak bertubuh tambun itu hingga menabrak dinding arena, tidak sampai disitu, sakura melompat, mengisi kembali cakra pada lututnya, lalu menghantamkannya pada perut chouji, membuat tubuh gempal itu semakin 'terbenam' didinding arena sekaligus menghilangkan kesadarannya.
Seisi arena terdiam, terkejut melihat aksi sakura, gadis yang selama ini hanya tau tentang sasuke sasuke dan sasuke, baru saja menggunakan tekhnik milik tsunade senju, meski tidak sehebat tsunade tetap saja kekuatan penghancur itu bukanlah sesuatu yang bisa diangap main-main, beruntung saat ini sakura sedang kelelahan karena kekurangan cakra akibat serangan-serangan chouji sebelumnya, bagaiman jika dia dalam keadaan fit?, bisa hancur isi perut chouji, "pemenangnya..." genma mengangkat tangannya, menunjuk sakura, "haruno sakura",
Prok
Prok
Prok
Prok
Tepuk tangan menghiasi arena, mengiringi kemenangan sakura, sekaligus secara tidak langsung menjadi tepuk tangan pembuka bagi perubahan drastis seorang haruno sakura. Sakura sendiri saat ini sedang berjalan tertatih-tatih keluar dari arena, berusaha keras mempertahankan kesadarannya akibat kehabisan hampir seluruh cakranya, saat tiba ditangga, dia kehilangan keseimbangan namun sebuah punggung menahan tubunya, ketika mendongak dia melihat wajah natsumi yang tersenyum senang, kakashi yang mengacungkan jempol, dan sasuke yang menatapnya disertai senyuman tipis, ketiganya mengucapkan satu kata yang mengiringi tidur istirahat sakura, "SELAMAT".
Kembali ke arena, setelah sakura meninggalkan arena dan chouji mendapatkan perawatan, pertarungan kembali dilanjutkan dengan pertarungan antara shino dan kankuro, namun tiba-tiba saja kankuro mengundurkan diri dengan alasan sedang dalam keadaan yang tidak baik hingga tidak memungkinkannya untuk bertarung, 'mencoba menyimpan tenaga, ya' naruto membatin. Pengunduran diri kankuro sontak menyulut emosi penonton, shino sendiri hanya diam dan meninggalkan arena. Genma berjalan memasuki arena, pertarungan terakhir Uciha sasuke melawan Sabaku gaara, kedua peserta dipersilahkan memasuki arena. Sunyi. Stadium tiba-tiba menjadi sunyi, hanya tapak kaki yang terdengar, dari arah berlawanan sasuke dan gaara memasuki arena keduanya saling berhadapan, mencoba mengintimidasi lawan masing-masing.
Dibalkon peserta dan jounin sensei, para peserta hanya bisa menelan ludah, ini adalah pertarungan yang paling ditunggu, pertarungan antara sang uciha berbakat melawan putra yondaime kazekage yang katanya memiliki reputasi hebat dalam setiap misinya, "kedua peserta bersiap ..." genma mengingatkan, sasuke mendongak menatap naruto yang balik menatapnya dari atas atap stadion, melihat naruto mengangguk disertai senyum tipis membuat sasuke percaya diri, naruto percaya padanya, dia akan memenangkan pertarungan ini, pasti, "mulai" ketika genma menghilang 5 buah shuriken melayang menyerang gaara, yang tentu saja dihentikan oleh pasir yang keluar dari gentong dipunggungnya. Melihat serangannya gagal sasuke mengambil 2 buah kunai ditangannya berlari mendekati gaara sembari menghindari serangan pasir yang terus saja berniat meremukkan tulangnya, ketika jaraknya dan gaara tinggal 2 meter, sasuke melempar kunai ditangan kanannya lalu melompat dan bersalto diudara, dalam keadaan terbalik, sasuke melemparkan kunai ditangan kirinya tepat di titik buta gaara, ketika mendapati pasir gaara kembali menghentikan serangannya.
Dari balkon, para jounin sensei menatap arena dengan antusias, "kenapa sasuke menyerang seperti itu, terlebih lagi dia tidak menggunakan sharingannya" asume berkomentar, "sasuke mencoba mencari tau kelemahan teknik pertahanan gaara, dan soal sharingan, dia tidak mau terlalu bergantung pada hal itu, dia menyadari bahwa sharingan hanyalah alat, jadi dia memutuskan untuk menggunakannya hanya pada saat alat itu dibutuhkan" jawab kakashi, asuma mengangguk mengerti, diatas atap naruto menatap sasuke dengan sebuah senyum lembut, 'kau sudah berkembang sasuke' menghilang dan muncul tepat dibelakang para jounin yang terkejut ketika naruto tiba-tiba saja berdiri dibelakang mereka, "naruto-sa" ucapan kurenai terpotong ketika naruto mengangkat tangannya,mensisuaratkan kepada wanita bermata merah darah itu untuk berhenti, "sudah kubilang berapa kali kurenai-san, aku tidak melakukan apapun agar pantas dipanggil seperti itu" .
Tatapan datar naruto membuat kurenai berpaling, dan tidak ada yang tau bahwa jounin dengan julukan ice queen it tengah merona hanya karena ditatap oleh naruto. Di arena, sasuke masih berusaha keras menghancurkan pertahanan gaara, kunai dan shuriken masih terbang melayang berusaha menusuk tubuh pemuda sabaku itu, sasuke juga sudah mulai mengluarkan keringat, pertanda bahwa dia sudah mulai kelelalahan. Sasuke memutuskan untuk mengubah pola, mengaktifkan sharingan 2 tomoenya, mengambil 5 shuriken dari tas ninja dipinggangnya, melemparnya dan
Katon : Moeru shuriken
Menembakkan peluru api kecil hingga membungkus shuriken itu, membuat shuriken yang dilemparnya terbungkus api dan tampak seperti roda api kecil yang tajam terbang menuju gaara. Gaara sendiri tidak mau mengambil resiko, mengetahui bahwa jurus itu sanggup menembus perisainya, pemuda berambut bata itu menerbangkan pasir dari guci dipunggungnya, melapisinya dengan cakra hingga menjadilebih kuat, membuat shuriken api itu hanya menancap di dinding pasirnya, namun tanpa dia ketahui sasuke menyeringai, 'boooom', dinding pasir gaara tiba-tiba meledak, bukan ledakan besar memang, namun karena ledakan beruntuk sebanyak lima kali menyebabkan perisai pasirnya mau tidak mau harus berlubang dan menciptakan celah, yang tentu saja di manfaatkan sasuke dengan baik. Pemuda berambut bebek itu melesat dengan cepat, melakukan segel tangan yang panjang dan cepat, hingga menciptakan suara seperti kicauan seribu burung ditangannya disertai terbentuknya percikan listrik yang cukup besar
Raiton : Chidori
Sasuke menusukkan chidorinya tepat di perut gaara lewat lubang yang tadi dia ciptakan, membuat perut pemuda bertato 'ai' didahinya itu mengeluarkan darah, 'a-apa ini, cairan merah ini, apa, perasaan ini apa' kata-kata itu terus terulang dibenak gaara, merasakan sensasi terluka yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya membuatnya mematung sebentar sebelum jatuh berlutut, namun sebelum genma mengumumkan kemenangan sasuke, sebuah ledakan dibagian gerbang desa mengalihkan perhatian semua orang, tidak lama kemudian ledakan cakra yang disebabkan gaara membuat sasuke terpental sebelum menabrak dinding hingga meninggalkan retakan. Dibalik asap akibat ledakan cakra gaara, sebuah bor panjang yang terbuat dari pasir melesat cepat berniat melubangi perut sasuke, sebelum
Crystall wall
Sebuah dinding yang terbuat dari kristal murni berwarna emas menghentikan serangan gaara sekaligus mengantarkan sasuke pingsan, namun sebelum pandangannya berubah menjadi gelap, dia dapat melihat naruto menatapnya dengan lembut, dan karena sharingan yang masih aktif, sasuke dapat membaca gerak bibir naruto, "tidurlah, saudaraku".
T B C
YOYOYOYOYOYOYO, hakumei ryuga disini, kembali melanjutkan fic bobrok namun alhamdulilah masih ada yang mau baca, sebelumnya saya minta maaf yang sebesar-besarnya akibat kelamaa update. Alasannya adalah karena laptop cuman satu, dan karena kakak saya udah KKN, makanya dia yang make laptop lebih banyak, dan saya cuman bisa make laptop kalau dia udah tidur. Tapi mari kita tinggalkan cerita basi itu, saya cuman mau bilang semoga chap ini bisa memuaskan para reader sekalian, wordnya memang kurang karena saya bikinnya agak buru-buru, jadi tolong dimaafkan, akhir kata happy read
HAKUMEIRYUGA LOGOUT
