The Death Fourth

.

.

.

Main Cast : Oh Sehun , Xi Luhan, Kim Jongin, and Park Chanyeol

Pairing: HunHan/KaiSoo/ChanBaek

Genre : Romance, Action, Friendship, Hurt/Comfort

Rate : T-M

Length : Chapter

YAOI. Typo (s)

HUNHAN STORY!


.

.

.

Cuap-cuap kita:

Q: sampe berapa chap ka?
A: ga sampe seribu kok tenang aja.. Tapi emang diantara ff ff nya triplet yang ini agak lebih panjang.

Q: M-preg ka?
A: Ngga deh kayanya...tapi klo chapter memungkinkn mungkin iya

Q:Sad/Happy end.
A:Happy aja deh ya.. Tapi mau Angst juga hayo gue mah :p

Q: Sehun berpaling ngga?
A: iyalah berpaling.. Orang Sehun lagi lirik gue #biasathepowerofauthor wkwkwk :D... Ngga kokkk ga berpaling..

Q:Sekaiyeol tetep manjain Lulu ga?
A: Ga usah ditanya itumah.. BIG YES.. Soppasti :D

Q: Kok banyak musuhnya.?
A: Daripada banyak selingkuhan mending banyak musuh yekan :p… lagi gue sendiri ngefavorite sama karakter Luhan disini, doi jarang-jarang bisa lompat dari gedung yekan wkwkwk…

Q: Jung bersaudara sama ibunya musnahin dong!

A: Jangan dulu, mereka masih dibutuhkan buat main jambak-jambakan sama mbak Lulu :D

Q: Han HyooJoo gangguin HunHan ga?
A: Baca ya di chap ini :D

Oke udahan dulu yaaaa tanya jawab singkatnya :*...

..

..

..

..

The Death Fourth

..

..

..

..

back to the story...

"Bagaimana Kyu? Apa Sehun baik-baik saja" tanya Luhan cemas, mereka sekarang sudah berada dirumah mereka tepatnya dikamar Sehun karena Sehun menolak untuk dibawa kerumah sakit maka terpaksa Kai menjemput Kyuhyun untuk meminta tolong memeriksa keadaan Sehun.

"Sehun mengalami dehidrasi berat, efek obat bius dan tak ada asupan makanan selama beberapa hari ini membuat tubuhnya lemas dan tak bisa melakukan apapun, tapi kau tenang saja, aku sudah memberikannya infusan elektrolit yang akan mengembalikan cairan di tubuh Sehun, kekasihmu akan baik-baik saja Lu" Kyuhyun mengusak rambut Luhan menenangkannya.

"Gomawo Kyu" ujar Luhan tersenyum lirih menatap Sehun lemas tak berdaya dengan jarum ditangannya seperti itu.

"Aku akan melepas infus Sehun besok siang. Sekarang biarkan dia isrtirahat, aku pamit pulang" Kyuhyun tersenyum pada Luhan

"Hmm terimakasih untukmu. Aku disini ya, Kai dan yang lain akan mengantarmu pulang"

"Aku bisa sendiri Lu, ssampai besok" pamit Kyuhyun keluar dari kamar Sehun "Sampai besok" balas Luhan tersenyum menutup pintu kamar Sehun.

Luhan kembali berjalan menghampiri Sehun yang sedang tertidur, ia mengecup kening Sehun sekilas dan duduk disamping ranjang Sehun menggenggamnya erat "Aku senang kau sudah kembali kerumah. Jangan pernah pergi lagi ya, aku tidak bisa tanpamu lirih Luhan mengecupi tangan Sehun yang dipakaikan infus.

Saat sedang menciumi tangan kekasih-ralat- tangan tunangannya Luhan melihat cincin yang melingkar di jari manisnya, dia tersenyum mengingat bahwa dia dan Sehun kini bukan sepasang kekasih lagi melainkan sepasang tunangan yang mungkin akan segera menjadi sepasang suami istri "Aku malu" gumam Luhan tersipu mengingat betapa manis Sehun mengumumkan pertunangannya.

Cklek!

"Lu, cepat tidur, biarkan Sehun istriahat" Kai menginterupsi kegiatan merona yang sedang Luhan rasakan "Oke, aku akan keluar sebentar lagi" katanya memberitahu Kai.

"Aku dan Chanyeol kerumah Kyungie ya, mereka masih menunggu kami" pamit Kai memberitahu.

"Jangan menginap, aku tidak mau tidur sendiri" protes Luhan

"Araseo cantik. Kami tidak menginap, aku pergi ya, dah lulu" Kai menutup pintu kamar Sehun dan tak lama pergi bersama Chanyeol "Dah Jongin" balas Luhan yang kembali memusatkan perhatiannya pada Sehun.

"Cepat sembuh ya sayang, aku ingin tidur denganmu lagi" gumam Luhan mencium kening Sehun dan berjalan hendak keluar kamar Sehun.

Namun saat dirinya belum melangkah, ada tangan yang menariknya pelan membuat Luhan kembali terduduk "Eh Sehunnie, kau bangun? Mana yang sakit?" Tanya Luhan khawatir dan Sehun tersenyum menggeleng lemah

"Tidur denganku Lu, aku ingin memelukmu" ujar Sehun dengan suara pelan namun terdengar Luhan.

"Apa boleh? Tanganmu kan diinfus" tanya Luhan khawatir namun berharap.

"Tentu saja boleh, cepat berbaring disini cantik" Sehun memberikan space untuk Luhan agar bisa berbaring disampingnya.

Dan setelahnya dengan sangat hati-hati Luhan berbaring nyaman dipelukan kekasih tampannya ini "Selamat tidur tunanganku yang cantik" gumam Sehun tersenyum mengelus punggung Luhan agar segera tertidur. Si rusa cantik ini pun hanya bisa merona dengan debar jantung yang cukup tak beraturan saat kekasihnya menyapanya dengan status baru mereka.

"Selamat tidur juga tunanganku yang tampan" balas Luhan menyembunyikan wajahnya didada Sehun dan tak lama keduanya tertidur dengan wajah penuh kebahagiaan, karena hari ini adalah hari yang sangat berarti untuk mereka.

..

..

..

Keesokan harinya Luhan sengaja bangun pagi-pagi untuk membuatkan bubur untuk Sehun agar kondisi kekasihnya itu cepat pulih dan kembali bertenaga. Entah bubur macam apa yang dibuat Luhan, yang jelas Luhan mengklaim kalau bubur yang sedang ia buat adalah bubur cinta untuk tunangannya. Mengingatnya saja membuat pria cantik ini terus bersemu merah.

Cklek!

Terdengar suara pintu kamar terbuka menampilkan sosok berkulit agak hitam yang masih sempoyongan karena baru terbangun dari tidurnya, dia mengedarkan pandangannya dan terkekeh melihat Luhan yang sedang bersenandung.

Alih-alih menggoda rusa cantiknya, dia lebih memilih berjalan menuju meja makan dan menidurkan kepalanya yang terasa berat.

"Lu, aku rasa aku demam" gumam Kai merengek memberitahu.

"Eh? Kau sudah bangun. Kau demam?" Tanya Luhan menghampiri Kai di meja makan dan menempelkan telapak tangannya didahi Kai "Badanmu memang hangat. Sebentar aku ambil termometer dulu" Luhan berlari menuju kotak obat dan segera mengambil termometernya.

"Bilang aaaa" perintah Luhan dan Kai membuka mulutnya "Tunggu sepuluh menit, aku akan segera kembali" Luhan kembali kedapur dan mematikan kompornya tak lama ia kembali berlari ke arah Kai dan mengambil termometernya "kau demam Kai" ujar Luhan memberitahu kemudian dia menarik Kai untuk berbaring di sofa.

"Tunggu disini, aku akan meminta Chanyeol membawamu kerumah sakit ya" kata Luhan menyelimuti Kai dan berjalan kekamar Chanyeol.

Tok! Tok!

"Yeolie, kau sudah bangun" teriak Luhan bertanya namun tak ada jawaban.

"Yeol, aku masuk ya" ujar Luhan dan tak lama membuka pintu kamar Chanyeol. Luhan mengernyit bingung karena Chanyeol tak bergeming dari tidurnya, padahal biasanya kalau Luhan masuk kedalam kamarnya, Chanyeol akan segera menghampirinya.

"Yeol, Kai sakit. Aku minta tolong bawa dia kerumah sakit, kau mau kan?" Tanya Luhan namun tak ada jawaban, Chanyeol hanya tidur dibalik selimutnya.

Luhan yang sudah merasa khawatir pada Kai agak sedikit kesal karena Chanyeol tak merespon "Yeolie kena..."

"Astaga yeol! Kau kenapa?" Teriakan kesal Luhan berubah menjadi pekikan khawatir karena mendapati Chanyeol berkeringat dan terlihat sangat pucat. Luhan buru-buru meletakkan tangannya ke kening Chanyeol dan "urhh.. Badanmu panas sekali" gumam Luhan khawatir. Dan kini Luhan harus mengurus dua bayi besarnya yang terkena demam.

Luhan keluar dari kamar Chanyeol dan berlari kekamar Sehun untuk memberitahu Sehun kalau dia akan membawa Chanyeol dan Kai kerumah sakit, tapi saat melihat keadaan Sehun pagi ini. Luhan semakin dibuat bingung dan takut karena sepertinya Sehun juga terkena demam "Oh tidak" katanya menatap horor wajah Sehun yang sudah putih bertambah putih karena pucat.

..

..

..

"Mereka bertiga demam Lu, tapi hanya butuh waktu sehari suhu tubuh mereka akan kembali normal. Aku juga sudah melepas infus Sehun. Kau rawatlah ketiga anak kembarmu ini" kekeh Kyuhyun yang sudah membantu Luhan memindahkan ketiga temannya keruang santai agar dia bisa memperhatikan ketiganya dengan mudah.

"Kau benar... Mereka selalu seperti ini, jika satu demam yang lain ikut demam" gumam Luhan memijat kepalanya yang pusing.

"Dan setelah itu kau yang demam" Kyuhyun mengingatkan Luhan membuat mereka berdua mau tak mau tertawa.

"Yasudah aku pamit pulang dulu. Minumkan obat yang aku berikan padamu, mereka tertidur karena efek obat yang aku berikan pada mereka, setelah itu kau harus meminumkannya lagi oke" katanya berpesan pada Luhan.

Luhan berjalan mengantar Kyuhyun kedepan pintu "Aku mengerti" katanya memberitahu Kyuhyun.

"Hati-hati Kyu" Luhan melambaikan tangannya saat mobil Kyuhyun bergerak menjauh meninggalkan rumah mereka.

Sepeninggal Kyuhyun Luhan bermaksud menghubungi Kyungsoo dan Baekhyun, namu sial karena kedua temannya ternyata tidak berada di Korea. Mereka sedang melakukan perjalanan penyambutan mahasiswa baru karena kebetulan mereka ketua dan wakil ketua bagian kemahasiswaan periode ini. Membuat Luhan menghela kasar nafasnya "Semoga kalian tidak membuatku pusing" kekeh Luhan menghampiri ketiga temannya yang sudah berbaring di ruang tengah dengan selimut panjang menutupi mereka.

Luhan mengambil kompresan dan mengompres satu persatu dahi ketiganya, dan tak lama ia tersenyum "Sudah lama aku tidak melihat kalian setenang ini" katanya mencium kening Kai dan Chanyeol setelah itu mengecup lembut bibir Sehun "Cepat sembuh ya. Aku sayang kalian" gumam Luhan memutuskan untuk keluar sebentar untuk membeli semangka dan melon yang merupakan buah favorit ketiga temannya jika sedang sakit.

..

..

..

"Lu..." Panggil sebuah suara yang Luhan tebak milik Kai "Lulu" kali ini suara Chanyeol yang menginterupsi "Luhannie" Sehun yang terusik pun tak mau kalah dengan kedua temannya yang terus memanggil Luhan.

"Iya sebentar aku kesana" teriak Luhan yang memang sedang sibuk membuat bubur untuk ketiganya.

"Luhan!" Ketiganya bersahutan membuat Luhan jengah dan sedikit kesal "iya iya" gumamnya mematikan kompor dan mendekati ketiga bayi besarnya.

"Ada apa?" Tanya Luhan duduk di tengah-tengah mereka bertiga yang masih berbaring "Lapar" keluh Chanyeol membuka matanya dan menjatuhkan kompresannya "Aku juga" sahut Sehun dan Kai bersamaan

"Minum ini dulu" pinta Luhan memberikan sebuah minuman berwarna hitam pada ketiganya.

"Itu apa?" Tanya Sehun yang reflek menutup mulutnya "ini gingseng minum dulu sayang" katanya sabar menghampiri Sehun pertama kali.

"Lu, jangan paksa aku" katanya menatap horor minuman yang terlihat pahit itu.

"Kalau begitu jangan paksa aku untuk menciummu" balas Luhan menatap tajam Sehun "Ish. Curang" gerutu Sehun mengambil gelas ditangan Luhan dan

GLUP!

"Ba-bagaimana rasanya?" Tanya Kai menatap jijik pada Sehun "Racun" gerutu Sehun yang masih sebal karena dipaksa minum,

"Jangan mengeluh sayang" Luhan memperingati Sehun "Kau cepat minum" katanya mendelik tajam pada Kai.

"Lu aku lapar bukan haus" rengeknya menggelayuti lengan Luhan "Minum dulu baru makan" ujar Luhan berusaha sabar.

"Ani, aku makan saja.." Balas Kai keras kepala "Oh, kalau begitu biarkan Kyungsoo mempunyai kekasih baru di Busan. Aku tidak akan menyetujui Kyungie mempunyai kekasih yang disuruh minum obat saja tidak mau" sindir Luhan membuat Kai menatap ke arahnya.

"Kyungie di Busan? Untuk apa?" Tanya Kai seperti orang bodoh karena tidak tahu apa yang dilakukan kekasihnya. "Aku juga harusnya ada disana, tapi sepertinya mereka tahu kalau mengajakku itu artinya kalian ikut. Tidak seru" kekeh Luhan menuang segelas air untuk Kai

"Mereka? Baekhyun juga?" Tanya Chanyeol bersender di sofa

"Hmm.. Baekie dan Kyungie kan seperti kembar dempet, satu jomblo yang lain jomblo, satu memacari temanku yang lain ikut memacari temanku dan satu selingkuh pasti yang satu juga seling.."

Pletak!

"Yak! Kenapa memukul Luhan?" Teriak Sehun melihat kepala tunangannya dibogem mentah Kai dan Chanyeol.

"Ishhh" geram Luhan melotot pada Kai dan chanyeol

"Hati-hati kalau bicara. Bisa-bisa si manusia es ini yang selingkuh" cibir Chanyeol yang masih terlihat pucat.

"Sehun selingkuh pun akhirnya dia akan kembali padaku juga, iya kan sayang?" Katanya percaya diri "iya iya" balas Sehun yang takut dengan tatapan tajam kekasihnyaa.

"Sini Lu" Chanyeol dan Kai mengambil paksa gelas yang ada di tangan Luhan dan

GLup!

Keduanya menelan habis minuman aneh itu "Whoaa, kalian keren" puji Luhan berbinar

"Cepat suapi aku makan, aku ingin istirahat lagi, nanti kalau sudah enakan aku akan langsung terbang ke busan" ujar Kai bersemangat.

"Kau ini selalu saja mencontek ide di kepalaku" gerutu Chanyeol yang juga berniat menyusul Baekhyun.

"Baiklahh! Kalau nanti sore kalian bertiga sudah merasa lebih baik, kita akan ke Busan. Oke" kata Luhan bersemangat dan ketiganya pun mengambil posisi nyaman agar Luhan tidak kesulitan menyuapi mereka.

Sehun memeluk Luhan dari belakang, sementara Kai dan Chanyeol tidur dipaha kanan kiri Luhan, membuat Luhan benar-benar terlihat seperti seorang ibu yang memiliki tiga anak super nakal nan tampan.

"Kita akan cari cincinmu di Busan ya" bisik Sehun saat Luhan menyuapi Kai. Luhan mendongak sekilas ke arah Sehun dan tersenyum "Tentu saja" katanya mengecup bibir Sehun sekilas

..

..

..

Dan disinilah mereka, ditempat yang terkenal dengan tempat wisata dan liburannya. Keempatnya secara tergesa membeli tiket kereta api sore hari dan sampai di hotel yang sama dengan Baekhyun dan Kyungsoo pada malam hari. Mereka hanya memesan satu kamar besar untuk tidur bersama. Karena Kai dan Chanyeol berniat untuk pindah kekamar kekasih mereka jika sudah bertemu nanti.

"Lu, bawa barangku kesana ya. Aku mau cari Kyungie" kata Kai meletakkan barangnya terlebih dulu dan berjalan cepat keluar kamar hotel.

"Aku juga Lu" ujar Chanyeol tak mau kalah.

"Yasudah pergi sana, aku ingin honeymoon dengan tunanganku" balas Sehun ssangat pelan namun terdengar Luhan yang mencubit perutnya gemas. "Jangan macam-macam" gerutu Luhan mendelik ke Sehun

"Wae?" teriak Sehun saat Kai dan Chanyeol sudah pergi dari kamar mereka.

"Kau masih sakit jangan macam-macam" balas Luhan tegas

"Ish, kau menyebalkan Lu" kessal Sehun yang juga memutuskan berjalan-jalan keluar

BLAM!

Pintu kamar hotel mereka dibanting Sehun membuat Luhan terkekeh "Pada akhirnya kau akan mendapatkan keinginanmu sayang" gumam Luhan tertawa dan kembali membereskan pakaian mereka berempat.

..

..

..

Luhan telah selesai membereskan semua pakaiannya dan ketiga temannya, namun dia menggerutu kesal karena tidak ada satupun dari ketiga pria nya yang kembali kekamar. Hal ini membuatnya kesal dan memutuskan untuk berjalan-jalan keluar hotel.

Ting!

Terdengar suara pintu lift terbuka, Luhan yang tidak tahu mau kemana tersenyum saat melihat Banner pertunjukan acara di kampusnya terpampang jelas dan kelihatan meroiah. Oleh karena itu dirinya memutuskan untuk ke halaman belakang hotel , menebak ketiga temannya yang mungkin juga ada disana.

Kakinya terus melangkah menghampiri kerumunan orang yang ia tebak adalah teman-teman kampusnya, dan benar saja tak perlu menunggu waktu lama Changmin dan Minho yang menyadari kehadiran Luhan langsung berlari menghampirinya. "Lulu" teriak Changmin yang langsung menubruk Luhan dan memeluknya erat

"Kau kemana saja rusa? Membolos tiga kali tournament, kalau Kris melihatmu dia akan menyuruhmu menyelami samudra pasifik bodoh" ujar Changmin terlalu bersemangat memeluk Luhan "Tanpaku kalian juga menang" kekeh Luhan yang merasa sesak karena Changmin benar-benar membuatnya kesulitan bersemangat.

"Berbeda Lu, kalau ada kau pertandingan jadi lebih seru" Minho membenarkan ucapan Changmin membuat Luhan mau tak mau tertawa "Araseo araseo.. aku akan bertanding di pertandingan selanjutnya" janji Luhan mengalah pada tim Basketnya

"Aigoo lucu sekali" gemas Minho mencubit kencang pipi Luhan "Hey, kekasihku disini, jangan terlalu berlebihan padaku kalau tak mau babak belur" kekeh Luhan mengingatkan Changmin dan Minho

"Kekasihmu disini? Pria yang menonton pertandingan basketmu waktu dikampus Lu?" Tanya Changmin memastikan "Hmm.. yang paling tampan dan seksi" gumam Luhan membanggakan Sehun

"Berarti yang bersama wanita tadi benar dia" gumam Changmin terdengar oleh Luhan "Bersama wanita? Siapa? Sehun? Kalian yakin" Tanya Luhan yang merasa panas dalam hitungan detik'

"Iya Lu, disana" Minho menunjukkan arah dimana mereka melihat Sehun "Awalnya kami tidak yakin karena berfikir untuk apa kekasihmu disini, aku sudah bilang Changmin itu kekasihmu tapi dia tidak per…" kalimat Minho menggantung karena rusa cantik ini sudah berlari dan berjalan tergesa menghampiri tempat yang ditunjuk Minho.

"Sehunnie kau berani sekali" geram Luhan berjalan menyeruak di tengah-tengah keramaian, membuat beberapa orang mengumpat kesal pada Luhan, tak terkecuali dua wanita yang sedang memilih menu makan malam mereka yang sama sekali tidak bergizi. Kedua wanita ini hanya mengambil setengah potong tomat, selada dan beberapa jenis sayuran yang menjijikan lainnya untuk makan malam, mereka mengeluh jika tidak seperti itu, mereka akan menjadi gemuk dalam kedipan mata. Dan sialnya, itu adalah sayuran terakhir, sehingga terlihat tidak terlalu segar dan layu. Mereka lebih sial lagi karena tanpa melihat jalan, sang rusa cantik menyeruak di tengah mereka dan

BRAK!

Karena tidak ada persiapan, kedua "makan malam" yang digenggam gadis itu meluncur bebas ke tanah, membuat mereka berdua menatap iba pada tomat dan selada yang sudah kotor itu, namun memang keduanya bukan orang yang baik. karena dalam hitungan detik mereka sudah menggeram dan

"YAK! KAU SIALAN, BERHENTI DISANA" teriak si sulung bermarga Jung. Luhan sedikit berjengit kaget saat suara nenek lampir itu berteriak padanya, saat menoleh mendapati perempuan yang memanggilnya dia tidak menyangka kalau ternyata yang dia tabrak barusan adalah kedua wanita sialan yang selalu mengganggunya.

"Hey bit*h.. kenapa berteriak? Ah… rumput liarmu jatuh ya? Cepat pungut dan ambil atau kalian mati kelaparan dengan perut buncit nanti" desis Luhan tak peduli dan kembali melanjutkan berjalan ke tempat Sehun

"Sialan itu disini" geram Krystal mengepalkan tangannya. "Eonni, kenapa kau diam saja? Ayo kita bunuh si sialan itu"rengek Krystal yang langsung mendapat death glare dari kakak peremouannya "Kau idiot atau apa? Kecilkan suaramu" desis Jessica "Lagipula jangan urusi dia saat ini, cepat atau lambat kitalah masalah utama dalam hidupnya. Kau tenang saja." Seringainya sangat mengerikan persis seperti ibunya.

..

..

..

Sementara itu Luhan menggerutu kesal karena tidak menemukan Sehun di tempat yang diberitahu oleh Minho dan Changmin, kemudian dia mencoba berfikir positif dan kembali tersenyum "Pasti mereka salah orang. Sehun mungkin sedang bersama Kai dan Chanyeol" gumam Luhan, dengan gerakan tiba-tiba membalikkan badannya dan

BRAK!

Lagi, dia kembali menabrak seseorang, namun kali ini dia sampai terjatuh karena seseorang yang ia tabrak juga terlihat sangat buru-buru "Ish, kenapa tidak pakai mata kalau jalan" teriak Luhan masih memegangi pantatnya yang sakit

"Dasar rusa ini, tidak pernah berubah sama sekali" ujar seseorang yang ditabrak Luhan dengan suara lega mengetahui kalau orang didepannya ini benar Luhan

"Eh?" Luhan merasa familiar dengan suara ini, dia perlahan mendongak ke asal suara dan membelalak kaget mendapati

"Joong ki hyung" pekik Luhan menyapa pria dengan nama lengkap Song Joong Ki ini dengan bersemangat. Bagaimana dia tidak bersemangat karena orang yang menyapa ini adalah pria pertama yang ia sukai namun si pria ini hanya terus menganggapnya sebagai adiknya "Cepat bangun Lu, kau terlihat sangat memalukan" kekeh Joong Ki mengulurkan tangannya membantu Luhan berdiri, alih-alih menyambut tangannya, Luhan lebih memilih untuk bangun sendiri dan langsung menubruk hyung yang memiliki perbedaan usia lima tahun dengannya ini.

"Kau kemana saja hyung? Kenapa kau pindah dari Gyeongnam tidak mengabariku" lirih Luhan memeluk Joong Ki dengan erat, "Mianhae Lu, saat itu semuanya terlalu mendadak. Kau apa kabar hmm.. kenapa terlihat semakin cantik" Joong ki menggoda Luhan membuat Luhan mengerucut sebal.

"Kau masih mengingatku hyung? Aku pikir aku akan tetap menjadi korban cinta yang bertepuk sebelah tangan selamanya denganmu" kekeh Luhan yang kemudian merangkul lengan Joong Ki dengan manja "Kau masih sendiri?" Tanya Joong Ki tak yakin

"Ani, aku sudah punya kekasih, kami bahkan sudah bertunangan" gumam Luhan malu-malu menyembunyikan wajahnya di lengan hyungnya ini.

"Ish, benarkah? Kau mematahkan hati oppa Lu" Joong ki berpura-pura sedih "Itu hukuman untukmu karena tidak pernah membalas perasaanku oppa" Luhan juga memulai aktingnya dan tak lama keduanya tertawa bersama.

"Aku senang kau sudah bahagia. Selamat ya Lu? Jadi wanita mana yang beruntung mendapatkanmu?" Joong Ki kembali menggoda Luhan

"Oppaaa… Tunanganku pria tampan" rengek Luhan yang tahu kalau Hyungnya ini sedang menggodanya.

"Dia disini?" Tanya Joong Ki yang sudah merengkuh pinggang Luhan berjalan menuju ke tempat yang lebih sepi.

"Ada.. dia di,,,"

Kalimat Luhan berhenti, mulutnya terasa kaku, pegangannya di lengan Joong Ki juga melemas. Karena saat ini dia dan Joong Ki sedang berpapasan dengan Sehun yang sedang menggenggam erat tangan seorang wanita.

Tidak jauh berbeda dari Luhan, Sehun juga merasa sangat marah mendapati seseorang merengkuh pinggang kekasihnya dengan mesra, dia ingin sekali menghajar pria yang sedang dirangkul Luhan sekarang juga, namun niatnya terhenti saat Luhan membuka suara dan menatapnya sama kesalnya dengan dirinya sekarang.

"Di-dia siapa?" Tanya Luhan tercekat, Luhan semakin mengeratkan pegangannya di lengan Joong Ki meminta pertolongan padanya agar kalau-kalau dia terjatuh, hyungnya ini bisa membawanya pergi secepatnya.

"Dia siapa?" Sehun juga bertanya pada Luhan dan menatap tajam Joong Ki yang hanya membalas tatapan Sehun dengan tenang.

"Aku Song Joong Ki, hyung Luhan, kau siapa?:" Tanya Joong ki tanpa ragu

"Oh Sehun, tunangan Luhan" ujarnya mendesis membuat wanita yang disebelahnya hanya bisa tersenyum pahit mendengar pernyataan pria yang beberapa menit yang lalu sudah dengan tegas mengatakan kalau dirinya hanyalah masa lalunya.

Flashback

Sehun merasa kesal karena Luhan menyia-nyiakan kesempatan untuk bercinta di tempat yang indah ini, menemukan fakta bahwa Kai dan Chanyeol sedang mencari kekasih mereka sehingga Sehun dan Luhan hanya benar-benar berdua membuat Sehun tambah kesal karena tidak bisa bercinta dengan kekasih-tidak- tunangannya saat ini"Harusnya dia tidak menolakku" kekeh Sehun masih sedikit merasa kesal

"Eh?" perhatian Sehun teralihkan saat melihat sebuah toko perhiasan tak jauh dari hotel tempatnya menginap "Aku akan membujuknya dengan cincin kalau begitu" ujar Sehun penuh semangat memasuki toko perhiasan tersebut

Tring~

Suara lonceng yang dipasang di toko tersebut berbunyi menandakan pengunjung yang datang, membuat si pengunjung, Oh Sehun, merasa senang karena toko tersebut tampak sepi, karena dia ingin memilih yang terbaik untuk Luhan

"Selamat malam tuan ada yang bisa saya bantu" Tanya seorang pegawai wanita menghampiri Sehun "Aku ingin cari cincin" balas Sehun seperlunya

"Cincin apa tuan? Cincin pasangan, tunangan atau cincin pernikahan" Tanya si wanita lagi

"Tunangan" balasnya lagi tanpa berbasa-basi. "Ini contoh cincin pertunangan yang disediakan di toko kami tuan. Semuanya asli buatan designer terkenal dari perancis" pegawai tersebut memberitahu Sehun

"Mana yang paling bagus" Tanya Sehun "Cincin polos berwarna perak dengan huruf L yang tersemat sangat kecil ini mempunyai arti Love si designer membuatnya saat melamar tunangannya dan hingga sekarang keduanya masih harmonis dan saling mencintai memasuki tahun pernikahan yang ke dua puluh tahun tuan"

"Benarkah?" Tanya Sehun memastikan "Kami punya paper yang bisa kau baca agar tambah yakin tuan" kata si pegawai tersenyum meyakinkan Sehun. "Baiklah, aku mau yang itu. Bungkuskan untukku"

"Apa anda ingin menulis sesuatu atau hanya cincin ini?" Tanya si pegawai lagi "Ambilkan aku pena" perintah Sehun tersenyum dan mulai menuliskan kalimat gombalnya pada Luhan. Tidak, Sehun yakin ini bukan kalimat gombal karena dia bersungguh-sungguh dengan apa yang ia tuliskan di kertas itu.

"Ini.. aku sudah selesai" Sehun menyerahkan kertasnya dengan senyum sumringah "Pegawai kami akan membungkuskan cincin dan kartu ucapannya, tunggu sebentar tuan" dan tak lama si pegawai masuk membawa kartu dan cincin pesanan Sehun.

Selesai membayar, Sehun menunggu cincinnya datang, dan tak lama pegawai lain menghampirinya dengan tangan bergetar "I-ini tuan cincin pertunangan anda" kata si wanita menyerahkan cincin pada Sehun tanpa menatapnya.

Sehun mengernyit bingung dan hendak memaki si pegawai karena menurutnya kurang sopan, namun kerutan didahinya tiba-tiba hilang digantikan dengan tatapan tak percaya dengan apa yang sedang ia lihat.

"Hyoojo-ya..Hyo noona. Ka-kaukah itu?" Tanya Sehun takut kalau dia salah orang. Si pegawai perlahan menatap Sehun dengan tatapan rindu dan berkaca-kaca. "Sehunna, ini aku" lirihnya tercekat.

Sehun merasa lega luar biasa karena ternyata mantan tunangan dan mantan calon istrinya ini baik-baik saja dan kini berdiri didepannya "Noona, syukurlah. Syukurlah kau bertahan" gumam Sehun yang langsung memeluk erat si wanita yang terlihat cantik walau hanya menggunakan seragam kerjanya ini.

"Ayo kita bicara. Ikut aku" Sehun melepas pelukannya dan menarik paksa tangan Hyoojo "Sehunna aku masih bekerja" elaknya melepas tangan Sehun

"Siapa manager disini?" tanya Sehun pada pegawai yang pakaiannya berbeda "Saya tuan, ada apa?" tanya si manager pada Sehun

"Pegawaimu ikut denganku sekarang, aku akan membayar kerugianmu tanpa pegawai malam ini. oke" Kata Sehun yang langsung menarik Hyoojo keluar toko.

Dan tak lama sampailah mereka di sebuah kafe dekat dengan hotel tempat Sehun menginap "Ini minumlah noona, kau pasti lelah" Sehun membawakan cappucino caramel untuk Hyoojo

"Gomawo" katanya pada Sehun "Untuk apa?" tanya Sehun bingung "Kau masih mengingat minuman kesukaanku" balasnya tersenyum bahagia.

"Aku tidak melupakanmu" ujar Sehun membalas senyumnya

"Kau apa kabar?" tanya Sehun dan Hyoojo bersamaan. Keduanya pun tertawa karena suasana canggung kentara sekali terasa di keduanya.

"Aku baik noona, bagaimana denganmu" Sehun menjawab terlebih dulu dan kembali bertanya. Hyoojo tampak menghela pelan nafasnya dan tersenyum lirih menatap Sehun "Aku hancur dihari pernikahan kita Sehunna, sejak itu aku mati secara batin" lirihnya berkaca-kaca.

"Mianhae" balas Sehun menyesal dan menggenggam erat tangan Hyoojo "Aku akan mengembalikan hidupmu, aku janji" ujar Sehun berjanji

"Kau tahu kan aku tidak akan pernah bisa kembali ke Seoul, ayahmu membuangku dan orang tuaku jauh dari hidup kamu kami sebelumnya. Kami tak ada harapan Sehunna" lirih Hyoojo bercerita

"Noona, aku akan mengembalikan hidup dan karirmu. Aku janji" Sehun meyakinkan Hyoojo dan menggenggam tangannya erat. Hyoojo adalah seorang koki handal yang sudah membangun restaurantnya sendiri di Seoul, tapi karena skandalnya dengan ayah Sehun membuat dia harus membayar mahal atas kesalahan hubungannya dengan Sehun.

"Apa kau tidak bisa mengembalikan cintaku saja? Aku hanya membutuhkan itu Sehunna" lirih Hyoojo menundukkan kepalanya bergetar. Dia tahu permintaannya tidak akan pernah terjadi karena Sehun sudah bertunangan dan baru saja dia membelikan cincin untuk tunangannya.

Sehun tersenyum lirih dan menarik bangku kesamping Hyoojo dia kemudian membawa Hyoojo ke pelukannya "Maaf aku membuat hidupmu hancur. Aku berjanji akan mengembalikan hidupmu seperti yang sebelumnya, tapi aku sangat minta maaf untuk hubungan kita noona, aku- .. selama aku mencarimu, selama aku menunggumu. Aku mengenal seorang pria yang dengan sabar terus menungguku menyatakan perasaanku padanya, dia hanya pria kecil polos yang terlalu baik untukku, hingga akhirnya aku terjatuh dalam sosoknya dan berakhir dengan sangat mencintainya hingga sekarang. Maafkan aku" lirih Sehun memeluk Hyoojo erat

"Kau egois Sehunna, kita hampir menikah. Tidak bisakah kita memulainya lagi dari awal, tidak bisakah kau memutuskan hubunganmu dengan pria itu. Aku membutuhkanmu, aku mohon" pinta Hyoojo terisak pilu, karena mantan calon suaminya sudah benar-benar berpaling padanya.

"Kita bicara besok, kau terlalu emosi sekarang. Aku akan mengenalkanmu pada Luhan" ujar Sehun menangkup wajah Hyoojo

"Apa aku benar tidak harapan?" tanyanya pada Sehun "Noona aku mohon, jangan teruskan lagi. Ikut aku ke hotel, aku akan memesan kamar untukmu dan aku akan membawamu pulang ke Seoul. Aku akan bertanggung jawah untuk hidupmu di Seoul, aku janji" balas Sehun mengahpus air mata Hyoojo. Hyoojo yang merasa tak punya harapan pun hanya bisa terisak pelan dan mengangguk lemah

"Gomawo, kita bicara besok. Sekarang kau ikut aku" Sehun memutuskan untuk berbicara lebih banyak dengan Hyoojo besok pagi dengan Luhan disampingnya agar tunangannya tidak salah paham "Apa kau bersamanya ke sini?" tanya Hyoojo pada Sehun yang menggenggamnya "Iya dia disini bersamaku. Aku akan memperkenalkanmu padanya" balas Sehun tersenyum membuat Hyoojo hanya diam menahan rasa sakitnya.

End of flashback

"Lepaskan dia" geram Sehun karena Luhan semakin mengeratkan pegangannya pada Joong Ki "Kau yang lepaskan dia" pekik Luhan memerah karena Sehun juga melakukan hal yang membuatnya sangat marah.

"Kau!" geram Sehun melepaskan tautannya pada Hyoojo dan berjalan penuh amarah ke arah tunangannya "Ikut aku" Sehun menarik paksa Luhan membuat Joong Ki sedikit kesal dan menahannya "Jangan ganngu sialan" geram Sehun dan

BUGH!

"SEHUN!" pekik Luhan

Sehun mendaratkan pukulannya telak di wajah Joongki membuatnya tersungkur di tanah dengan sudut bibirnya berdarah

"Kau menyebalkan!" pekik Luhan memaki Sehun dan membantu Joongki berdiri "Ayo hyung kita pergi" katanya merasa tak enak hati karena Sehun memukul wajahnya

"Kau pikir kau mau kemana?" desis Sehun mencengkram erat lengan Luhan "Lepaskan" balas Luhan melepaskan cengkraman Sehun dan membawa Joongki pergi darisana

"Xi Luhan! kembali" teriak Sehun namun Luhan mengabaikannya.

"Sialan!" geram Sehun menendang meja yang ada didekatnya dengan kasar.

..

..

..

"Siapa yang selingkuh, kalian saja yang terlalu sibuk" gerutu Kyungsoo dan Baekhyun yang baru selesai memberi pengarahan pada siswa baru dan dibawa paksa oleh kekasih mereka ke taman belakang di hotel tempat mereka menginap.

"Yang penting kan kami disini sekarang. Besok kami akan membawa kalian pulang" kekeh Kai mengusak sayang rambut Kyungsoo

"Acara kami sampai lusa" Baekhyun memberitahu kekasih dan temannya itu "Yasudah kami juga disini sampai lusa" balas Chanyeol santai

"Hitung-hitung liburan, iya kan Kai?" tanya Chanyeol meminta dukungan "Benar sekali yeol" cengir Kai dan Chanyeol yang bertos ria didepan kekasih mereka yang hanya bisa tertawa karena kelakuan konyol keduanya.

"Eh? Bukankah itu Luhan? dia dengan siapa?" tanya Kyungsoo menyipitkan matanya membuat ketiga orang lainnya ikut melihat kearah Luhan

"Kyung, bukannya itu Joongki hyung?" tanya Baekhyun menydari pria yang dipapah Luhan "K-kau benar" ucap Kyungsoo terkejut.

"Ish rusa itu cari mati" gumam Kai yang langsung berlari menghampiri Luhan

"Kau mau kemana?" tanya Kai terengah merentangkan tangannya mencegah Luhan pergi "Minggir" desis Luhan yang kesalnya merembet kemana-mana

"Kenapa mendesis padaku, aku salah apa?" tanya Kai tak terima

"Lu, dia siapa? Kau mau kemana?" terdengar suara Chanyeol yang juga mendekati Luhan bertanya padanya "Bukan urusan kalian, minggir aku bilang" balas Luhan masih emosi menabrak bahu Kai dan Chanyeol dengan kasar.

"Ish kau kenapa sih" geram Kai namun Chanyeol mencegahnya "Dilihat dari keadaan pria itu sepertinya Sehun yang melakukannya. Biarkan saja dulu, kita tanya pada Baekhyun dan Kyungsoo. Mereka sepertinya kenal pria itu" katanya menenangkan Kai

Kai mendesah nafasnya kesal dan kemudian mengangguk pelan "baiklah" katanya mengikuti Chanyeol membiarkan Luhan bersama pria asing itu

..

..

..

"Apa dia tunanganmu Lu, posesif sekali" cibir Joongki yang membawa Luhan kekamarnya, awalnya dia mengatakan pada Luhan kalau dirinya baik-baik saja, tapi Luhan keras kepala mengatakan kalau dia akan mengobati memar yang dibuat oleh Sehun pada wajah tampan hyungnya ini.

"Iya. Dia orangnya, ahhhh… sudahlah jangan bahas dia. Aku sedang kesal" ujar Luhan tiba-tiba berteriak membuat Joongki terkekeh

"Kau cemburu bodoh" cibir Joongki terang-terangan "Ani, dia yang cemburu" katanya percaya diri "Yasudah kalau begitu setelah ini dia akan tidur dengan wanita itu" balas Joongki menggoda Luhan

"Andwae!" jerit Luhan semakin kesal "Makanya cepat bertemu dengan tunanganmu, dia akan semakin membenciku kalau tahu kau disini" saran Joongki pada Luhan "Nanti setelah aku membersihkan lukamu aku akan menemuinya." Ujar Luhan yang kembali mengompres memar hyungnya

"Adikku sudah besar ya? Ah.. hatiku tiba-tiba sakit mengetahui kau sudah memiliki tunangan"Katanya mendramatisir "Cih! Siapa suruh menolakku saat aku terang-terangan mengatakan menyukaimu" cibir Luhan

"Kau tidak pernah menyukaiku bodoh, kau hanya mengagumiku" balas Joongki berbangga diri

"Terserah! Jangan berisik" ujar Luhan kembali focus pada memar hyungnya "Aigoo, imut sekali luluku yang sudah dewasa" katanya tertawa mengusak rambut Luhan membuat Luhan mau tak mau ikut tertawa karena hyungnya masih hyung yang tampan dan konyol.

..

..

..

"Namanya Joong Ki, Song Joong Ki, Luhan biasa memanggilnya Joongie hyung. Dia pria pertama yang Luhan sukai" Kyungsoo sedang menjelaskan kepada ketiga pria yang tampaknya gusar karena Luhan bersama pria lain

"Sebenarnya berapa pria yang Luhan sukai saatbelum bertemu denganku" geram Sehun mengusak kasar rambutnya.

Mereka kini sedang berada di restaurant hotel. Setelah memesan kamar untuk Hyoojo, Sehun dipaksa Kai dan Chanyeol untuk ikut mereka dan menjelaskan kenapa Luhan bisa semarah dan sekesal itu.

"Entahlah, setahuku dia hanya menyukai Yoochun dan Jongie hyung semasa dulu. Tapi Luhan sepertinya hanya kagum pada keduanya, dia tidak benar-benar mencintai mereka seperti dia mencintaimu bodoh tenang saja" cibir Baekhyun menenangkan Sehun yang tampak seperti orang gila

"Yang jelas Joongie hyung tidak pernah membalas perasaan Luhan tentu saja. Luhan hanya dianggap adik olehnya. Sejak dulu setahuku, kalau sekarang aku kurang tahu" kekeh Kyungsoo membuat Sehun mendesah frustasi.

"Lalu Luhan dimana sekarang? Apa dia akan tidur dengan bajingan itu" geram Sehun menoleh kesana kemari berharap Luhan ada disekitanrnya sekarang

"Aku disini dan dia bukan bajingan" suara yang sangat familiar itu terdengar masih sangat kesal dan marah "Lu, kau darimana saja" Sehun dengan polosnya memeluk Luhan membuat Luhan yang masih kesal memaksanya melepaskan pelukannya.

"Kau harus minta maaf padanya" ujar Luhan sangat dingin "Aku tidak salah. Siapa suruh dia menggandengmu" balas Sehun tak mau kalah

"KAU JUGA MENGGANDENG WANITA ITU" pekik Luhan yang kembali emosi mengingat Sehun dan wanita lain bergenggaman erat.

"Lu, dia Hyoojo, wanita yang selama ini aku cari, aku ingin memperkenalkanmu pada-.."

"MEMPERKENALKAN AKU PADANYA UNTUK APA? UNTUK MENGUCAPKAN SELAMAT TINGGAL PADAKU? KAU JAHAT OH SEHUN!" teriak Luhan frustasi dan ketakutan

"Lu, tidak enak dilihat banyak orang" Baekhyun berlari memeluk Luhan yang kini menangis tersedu di pelukannya

"Sehun berhenti memaksanya! Dan wanita apa? Kau belum cerita pada kami. Dasar pria menyebalkan" gerutu Kyungsoo menghampiri Luhan dan merangkul lengannya "Kau tidur dengan kami Lu" katanya tajam pada Sehun membuat Sehun kembali frustasi

"Sampai besok" ujar Kyungsoo dingin meninggalkan kekasihnya dan teman-teman Luhan membawa Luhan kekamarnya dan Baekhyun

"H-hey apa mereka juga marah pada kita?" tanya Kai tercekat merasa ngeri dengan situasi ini "Kepalaku sakit" gumam Chanyeol yang masih tak paham dengan situasi ini

..

..

..

Keesokan paginya keadaan tidak semakin baik, Luhan semakin gencar menghindari ketiga temannya membuat ketiganya terutama Sehun menjadi sangat gusar karenanya. Setiap salah satu dari mereka mendekat Luhan akan menjerit tak jarang menangis, membuat Baekhyun dan Kyungsoo mati-matian melarang mereka untuk berbicara dengan Luhan saat ini.

Seperti saat ini, mereka sarapan di waktu yang sama namun berbeda tempat. Luhan sarapan bersama Joongki, Kai dan Chanyeol bersama kekasih mereka sementara Sehun yang memang tidak berniat membuat Luhan tambah marah sarapan dengan Hyoojo, dia tidak punya pilihan lain karena Hyoojo sendirian disini, dia tidak bisa egois meninggalkannya sendirian karena tidak mengenal siapapun dihotel ini.

"Kalian masih bertengkar?" tanya Joongki yang kaget karena pagi-pagi buta Luhan sudah didepan kamarnya dan mengajaknya sarapan bersama "Lihat saja si idiot itu, dia bahkan lebih memilih bersama mantan calon istrinya daripada bersama tunangannya" desis Luhan menatap tajam kearah meja Sehun

"Lu, kau juga sangat posesif ya? Mungkin saja tunanganmu memang hanya ingin menolongnya bukan kembali bersama wanita itu" kekeh Joongki membela Sehun

"Dia mencari wanita itu dua tahun ini hyung. Sekarang mereka bertemu, ya tentu saja mereka akan kembali bersama dan Sehun meninggalkanku" lirih Luhan tersenyum pahit

Joongki tersenyum gemas dan mengusak kasar rambut Luhan "Kalau begitu ikut denganku saja" katanya memberitahu Luhan "Hyung mau kemana?" tanya Luhan bingung

"Aku ke Seoul nanti malam Lu karena besok aku harus terbang ke Jepang"

"MWO? Kenapa dadakan sekali" pekik Luhan merasa kesal "Aku ada bisnis disana, kau mau ikut aku?" tawar Joongki asal "MAU!" Luhan menjawab antusias

"Tidak usah memaksakan diri, kau yakin mau ikut denganku dan meninggalkan pria mu" kekeh Joongki yang kembali mengusak rambut Luhan dengan gemas.

Luhan menatap lirih ke arah Sehun dan bergumam tak jelas "Mana bisa aku meninggalkannya" katanya menyembunyikan wajahnya di meja

"Bagaimana kalau makan malam bersama hari ini? Anggap sebagai salam perpisahan kita Lu" ujar Joongki memberi usul

"Baiklah! Setuju" girang Luhan tertawa senang, membuat ketiga pasang mata yang lainnya mendecih sebal terutama sepasang mata yang jelas-jelas pemilik dari rusa itu "Berhenti membuatku kesal Lu" geramnya mengepalkan tangan erat

"Kenapa kau duduk disini kalau kau sangat kesal dia dengan orang lain?" Tanya Hyoojo yang merasa Sehun malah tidak menghargainya sama sekali

"Aku menemanimu" balas Sehun masih menatap tajam Luhan

"Tidak perlu. Aku biasa sendiri, kau urusi saja urusanmu" lirihnya berjalan pergi meninggalkan Sehun

Sehun baru menyadari kalau dia sangat keterlaluan pada mantan calon istrinya ini, dengan berat hati dia mengejarnya yang jelas-jelas melalui meja Luhan, membuat Luhan kembali lesu dan berkaca-kaca "Kau lihat mereka hyung, aku benar tidak ada harapan" gumamnya menyembunyikan wajahnya di meja.

Kai dan Chanyeol yang melihat Sehun mengejar wanita itu pun kembali menggerutu pada Sehun "Bisa-bisanya dia begitu, dasar albino" cibir Kai yang sudah bangun dari mejanya ingin menjemput Luhan

Namun sebelum kakinya melangkah, Baekhyun dan Kyungsoo tampak berjalan mendekati meja Luhan, terlihat mereka menenangkan Luhan dan tak lama tertawa bersama dengan Joongki menmbuat kedua partner Sehun ini, tak kalah mirisnya karena bernasib sama dengan Sehun "Apa tidak ada yang bisa aku bunuh disini" geram Kai kesal menendang meja makan dan pergi meninggakan restaurant hotel, Chanyeol yang juga sangat kesal hanya bisa mendesah kasar dan ikut meninggalkan restaurant hotel.

..

..

..

"Noona berhenti!" teriak Sehun namun Hyoojo tetap berjalan semakin menjauh kea rah pintu keluar. Hal ini sebenarnya membuat Sehun tak sabaran dan terpaksa mengejarnya "Kau pikir kau mau kemana?" geramnya mencengkram erat tangan Hyoojo

"Urusi saja tunanganmu itu" teriaknya penuh kesakitan "Aku akan mengurusi Luhanku nanti, yang jelas aku tidak akan membiarkanmu pergi. Aku harus mengembalikan hidupmu, aku sudah berjanji kan" katanya melembut

"TIDAK PERLU MERASA BERSALAH PADAKU SEHUNNA! AKU SUDAH CUKUP TIDAK DIHARGAI SIAPAPUN DAN KINI KAU YANG TAK SAMA SEKALI MENGHARGAIKU" teriaknya bergetar penuh amarah.

Sehun hanya bisa terdiam dan tak lama menatap wanita yang pernah mengisi hidupnya ini "Mianhae" hanya itu yang bisa Sehun ucapkan.

"Biarkan aku pergi" katanya memaksa agar Sehun melepas cengkramannya "Ani" balasnya keras kepala "Ke-kenapa kau harus bertemu dengannya? Kenapa kita tidak bisa bersama lagi Sehunna" tangisan Hyoojo pun pecah, dia berjongkok dan menangis terisak mengeluarkan semua amarah dan sakit hatinya selama dua tahun ini, membuat Sehun kembali merasakan rasa bersalah yang teramat.

Sehun ikut berjongkok disana dan memaksa Hyoojo menatapnya "Aku tahu aku menyakitimu dengan sangat, aku minta maaf. Tapi untuk kembali bersama aku rasa itu adalah hal terakhir yang aku pikirkan. Aku hanya ingin mengembalikan kehidupanmu yang layak jauh sebelum kita bertemu, hanya itu. Aku mencintai Luhan, dan aku tidak bisa membuatnya merasa ditinggalkan" lirih Sehun sangat menyesal

"Kau egois" tuduhnya dengan cepat "Kenapa harus pria itu? Dia terlihat sangat egois. Kenapa dia tidak mati sa.."

"Noona!" bentak Sehun memotong ucapan Hyoojo dengan membuatnya tersentak "Aku yang salah disini, jadi jangan pernah melibatkan Luhan apalagi sampai ingin membuatnya mati. Sudah banyak yang ingin membunuhnya, dan mereka semua berakhir mengenaskan" Sehun entah kenapa sangat marah saat Hyoojo yang ia kenal begitu baik, tega meluncurkan kalimat yang sekeji itu.

Hyoojo berhenti menangis dan menatap takut pada Sehun "Maaf" lirihnya merasa takut. Sehun hanya bisa kembali menghela nafa frustasinya, karena hanya ada Luhan yang terus berputar saat ini "Bukan salahmu, ayo kembali kekamarmu dan tunggu aku menyiapkan segala sesuatunya untuk kepulanganmu ke Seoul besok" katanya meraih paksa tangan Hyoojo dan membawanya kembali kekamarnya.

"Aku ingin bertanya satu hal padamu. Hanya satu" katanya menahan Sehun yang ingin menariknya pergi "Katakan" balas Sehun

"Apa aku sudah tidak berarti apa-apa lagi untukmu" tanyanya bergetar

Sehun membawa wanita didepannya ini ke pelukannya "Kau berarti untuk masa laluku. Terimakasih untuk waktu indah yang pernah kita lewati bersama, maaf merusak hidupmu. Aku akan mengembalikan semua hidupmu" katanya memeluk meyakinkan Hyoojo

"Bukan itu yang kutanyakan, apa kau sudah tidak mencintaiku?" lirihnya bertanya "Noona, kau tahu jawabanku kan? Aku tidak ingin semakin menyakitimu" balas Sehun menatap Hyoojo

"Katakan" tantang Hyoojo. Awalnya Sehun tampak ragu namun dia menghela nafasnya lembut mengatakannya dengan pasti "Aku mencintai Luhan, maaf" .

..

..

..

Waktu sudah menunjukkan sore hari, seharian ini Sehun menyiapkan tiket, tempat tinggal dan semua keperluan Hyoojo saat dia kembali ke Korea. Hyoojo akan pulang sendiri terlebih dulu ke Seoul untuk membangun karirnya yang sempat hancur karena ayah Sehun, dan sebagai permintaan maaf, Sehun berjanji akan mengembalikan hidupnya walau tak bisa mengembalikan cintanya.

Selagi berjalan ke lobi hotel untuk mengambil beberapa keperluannya Sehun berpapasan dengan Luhan. Keduanya saling menatap dan tak lama Luhan kembali berulah dengan memanfaatkan kehadiran Joongki yang kebetulan juga ada di lobi hotel "Hyung, kita jadi makan malam kan" tanyanya sengaja dikeraskan agar Sehun mendengarnya.

"Eh? Lu? Kau bilang mau mencari tuna-" mulut Joongki dibekap Luhan tiba-tiba, dia yang bingung pun menyadari kenapa Luhan bertingkah kekanakan karena orang yang dicari Luhan sudah berada didepannya dan sedang menatap tajam kea rah mereka.

"Jadi kan?" katanya yang kembali sengaja merangkul Joongki "Hmm tentu saja, aku sudah memesan restaurant mahal untuk kita" timpalnya membalas Luhan.

Sehun benar-benar geram melihat pemandangan didepannya, tapi karena tidak mau tersulut emosinya, dia sengaja berjalan lurus ke arah Luhan dan menabrak bahunya pelan, membuat Luhan menoleh dan mendapati wajah super dingin dan tak peduli dari tunangannya.

Ting!

Terdengar pintu lift terbuka dan tak lama tertutup saat Sehun menekan tombolnya, mereka masih bertatapan dengan bermusuhan sampai akhirnya pintu lift benar-benar tertutup "Lihat kan? Dia semakin menyebalkan" lirih Luhan melepas rangkulan Joongki

"Kau yang mencari gara-gara anak bodoh. Cepat minta maaf padanya" saran Joongki mengusak rambut Luhan "Tidak mau! Dia yang salah." Katanya keras kepala

"Jangan mencariku kalau sebentar lagi kau menangis patah hati" goda Joongki membuat Luhan mendelik padanya "Ngomong-ngomong kau benar-benar sudah memesan restaurant untuk kita? aigoo imut sekali hyung ku" puji Luhan

"Tentu saja belum,. Itu akting bodoh" kekeh Joongki meninggalkan Luhan yang tampak seperti orang bodoh. "Sampai bertemu nanti malam Lu" Joongki mengingatkan Luhan dan melambai ke arahnya "Hyung kau benar-benar!" geram Luhan yang memutuskan berjalan sebentar.

..

..

..

Dan bukan Luhan namanya kalau tidak ceroboh saat berjalan sendiri, saat memutuskan untuk berjalan-jalan sendiri, dia sampai di gang yang agak sepi. Awalnya ingin berakting terlihat sedang dalam bahaya agar Sehun datang menolongnya, tapi sial. Karena ternyata ada anjing gila yang sepertinya kelaparan, awalnya Luhan berfikir anjing tersebut seperti Monggu dan Janggu, tapi saat dia menyapa si anjing liar ini, dia malah dikejar membuatnya terpaksa berlari dan membuatnya jatuh ke selokan yang sangat kotor membuatnya mendapatkan luka di lutut dan lengannya.

"Cih, benar-benar bocah" cibir Kai saat membersihkan luka Luhan. Dia dan Chanyeol cukup kaget karena beberapa waktu lalu pintu kamar mereka diketuk dengan kencang dan mendapati Luhan yang terengah menangis ketakutan dan sangat bau.

"Yeolieeee" adu Luhan karena Kai terus mengatainya bocah "Minum dulu" Chanyeol memberikan segelas air pada Luhan "Anjing idiot" Luhan kembali menggerutu mengingat anjing tersebut mengejarnya dengan kencang

"Kau yang idiot" cibir Kai sengaja menekan luka Luhan membuatnya kembali menangis "Ish, biar Chanyeol saja, hitam menyebalkan" gerutu Luhan tapi Kai memaksa Luhan kembali duduk di sofa lagi.

"Yak! Kau pikir tanganmu kemana?" teriak Luhan yang memang hanya kini menggunakan bathrobe, keduanya memaksa Luhan untuk mandi terlebih dulu baru mereka mau membersihkan lukanya. Tapi bukan Kai kalau tidak pernah menggoda Luhan, tangannya terang-terangan masuk kedalam paha Luhan dan mengelus menggoda Luhan

"Aku pikir disitu ada luka" cengirnya membuat Luhan melotot kesal "Selesai. Ayo kita makan. Kau pasti lapar" Katanya duduk di sebelah Chanyeol menatap Luhan

"Makan? Memang ini jam berapa?" tanya Luhan bingung "Hampir jam delapan malam Lu" Chanyeol yang menjawab

"MWO?"" pekik Luhan berteriak "Kenapa sih?" tanya Kai jengkel "ASTAGA! AKU ADA JANJI MAKAN MALAM DENGAN JOONGKI HYUNG!" Luhan kembali memekik dan segera mencari pakaiannya, membuat kedua orang yang sedang duduk di sofa menatap jengkel ke arahnya. "Kau makan malam dengan kami Lu" Chanyeol memberitahu Luhan

"Malam ini tidak bisa yeol" balas Luhan masih sibuk mencari pakaiannya.

Cklek!

Terdengar suara pintu kamar terbuka menampilkan penghuninya yang lain "Ada apa?" tanya Sehun yang bingung melihat Kai dan Chanyeol tampak gusar

"Rusamu akan makan malam berdua dengan pria itu" Kai memberitahu Sehun

"Biarkan saja" jawaban Sehun sontak membuat Luhan sedikit terdiam dan membuatnya berdenyut sakit hati karena Sehun tampaknya benar-benar sudah tak peduli padanya.

"Kalian dicari Baekhyun dan Kyungsoo. Mereka menunggu di lobi" Sehun berbaring dikasurnya memberitahu Kai dan Chanyeol

"Terserah kalian berdua. Kalau mau putus lakukan secepatnya, kami lelah melihat tingkah kalian" geram Chanyeol keluar kamar membanting pintu diikuti Kai yang juga membanting pintunya, meninggalkan Sehun dan Luhan berdua dikamar. Luhan sendiri kembali menyibukkan diri dan merutuk dirinya karena tidak membawa sepasang pakaian formal.

"Kakimu kenapa?" tanya Sehun yang menopang berat badannya dengan satu tangan bersender di kasur "Bukan urusanmu" balas Luhan yang masih merasa sakit hati.

"Baiklah. Bukan urusanku. Selamat bersenang-senang kalau begitu" balas Sehun membuat ekpektasi Luhan berantakan, dia pikir Sehun akan menghampirinya dan memeluknya karena khawatir.

"Cih menyebalkan sekali" lirihnya bergetar menahan kesal "ishh, kemana bajuku" geramnya tak menemukan pakaian yang cocok

"Baiklah, pinjam Kyungie saja. Dia pasti bawa banyak" ujar Luhan berjalan ke pintu keluar, namun saat melewati kasur tempat Sehun berbaring, tangannya tiba-tiba ditarik membuatnya duduk disamping Sehun

"Apa yang kau lakukan? Aku sudah terlambat" geram Luhan berusaha melepaskan cengkraman Sehun di pergelangan tangannya.

"Kau pikir kau mau kemana?" desis Sehun yang sudah duduk merengkuh pinggang Luhan

"Tentu saja ingin makan malam dengan hy…"

"Mmmmpph?!" Luhan mengerang tertahan. Saat Sehun dengan tiba-tiba mencium bibirnya dan sedetik kemudian bibirnya dengan Sehun menyatu sempurna, lidah Sehun mulai menekan-nekan bibir bawahnya yang mulai memerah dan bengkak. Tubuhnya sesaat serasa lumer, dan kakinya jadi lemas. Sehun terus melumat bibir Luhan dengan menuntut, kemudian menyelipkan lidahnya ke dalam bibir Luhan, Sehun menyesap seluruh rasa yang ada di dalam goa hangat Luhan, saling bertukar saliva dan menekan-nekan lidah si rusa agar menyerah dan tak lagi keras kepala. Luhan menyerah, dia membiarkan Sehun menguasai mulutnya.

"Ngh! Mmmhhh!" desah Luhan tertahan, saat tangan Sehun menjalar masuk ke dalam baju mandinya, menekan nipplesnya yang mulai menegang, kemudian mencubitnya hingga memerah. Sehun melepaskan pautan bibirnya, membuat napas Luhan tersengal-sengal.

"A-aaakhhh… Sehunnie!" desahnya keras saat bibir Sehun mulai melumat lehernya, menjilati dengan kasar dan menggigitnya keras hingga membentuk tanda kemerahan. Tangan Sehun kini bergerak untuk mendorong tubuh ringkih Luhan hingga jatuh ke atas kasur, tanpa melepaskan lumatannya yang terus memberikan tanda kemerahan di leher putih pucat rusanya.

Luhan hanya bisa menggeliat resah, saat tangan Sehun yang besar membelai perut ratanya, kemudian menjalar turun menuju kejantanan Luhan yang mulai berdiri tegak. "Uuuhh…. Se-sehun…." Desahnya, saat namja tampan itu berhasil meraup kejantanannya yang mungil.

Sehun mendekatkan bibirnya ke telinga Luhan, kemudian berbisik pelan, "Kau pikir kau mau kemana hmm… kau hanya akan disini menemaniku bukan pria bodoh itu" seringai Sehun namun diabaikan Luhan yang sedang dalam kenikmatannya

Sehun mengocok kejantanannya dengan cara yang cukup kasar, membuat miliknya berdenyut-denyut dan mengeluarkan pre-cum.

"Kau milikku, rusa nakal…" ujar Sehun tegas, membuang baju mandi Luhan, membuat tubuh pucat Luhan jadi polos tanpa tertutup sehelai benang pun.

Sehun menatap Luhan dengan pandangan lapar, tubuh putih pucat itu terlihat begitu sempurna. Ditambah wajah Luhan yang kini penuh keringat, bibirnya terbuka sedikit dengan saliva mengalir di ujungnya.

"Lu… Hmmmppp…" Sehun mencium Luhan lagi dan lagi, menghisap dan melumat bibir Luhan. Tangannya memilin-milin kasar kedua puting Luhan yang sudah menegang sepenuhnya, kemudian menarik-nariknya kuat.

"Akkhh.. Sehun…. Nggghh!" Luhan mendesah sejadi-jadinya, saat bibir Sehun beralih menghisap dan mengemut putingnya, sekali menekan-nekan dengan lidah dan menggigitnya hingga semakin memerah.

Tangannya tanpa sadar malah menekan-nekan kepala Sehun, mengarahkan bibir menggoda Sehun ke puting satunya lagi, agar mendapat perlakuan yang sama.

Jilatan Sehun bergerak turun, menuju kejantanan Luhan yang sudah basah sempurna karena cairan bening pre-cum. Sehun menjilat pusar Luhan membuat perut ratanya basah, Luhan mempererat pegangannya pada kain kasur yang sudah terlihat berantakkan saat lidah basah Sehun mendekati pusat tersensitifnya.

Sehun mengecup puncak kejantanan Luhan, "Luuu… Mhhh…" ujarnya mulai mengemut kejantanan Luhan yang berukuran kecil.

Luhan memejamkan matanya menikmati sentuhan Sehun dan terus mendesah kenikmatan karena perlakuan Sehun.

"S-sehunnn-akkkhh" desah Luhan yang mendapatkan orgasme pertamanya.

Sehun membiarkan Luhan beristirahat sebentar, setelah dirasa cukup dia ingin membuat Luhan kembali terangsang

"Kita belum selesai sayang" desah Sehun dengan suara seksinya

Luhan hanya pasrah mengangguk ketika Sehun mulai menghisap dan mengocok puting dan juniornya secara bersamaan. Luhan kembali terangsang dan siap mendapatkan perlakuan istimewa dari Sehun lagi.

Sehun yang terus mencium Luhan ingin terus memberikan kenikmatan untuk Luhan dan dirinya. Ciuman Sehun turun kebawah lagi, ia menemukan kejantanan Luhan namun kali ini mengabaikannya.

Sehun lebih memilih memasukkan lidahnya keluar masuk ke lubang Luhan, menusuk-nusuk pintu analnya yang berkedut-kedut.

"Luu…. Kau… slrrrp…. Nikmat…." Ujarnya sambil menghisap-hisap pintu anal Luhan yang berdenyut minta di isi.

"S-sehun, te-ruskan" pinta Luhan yang merasa sangat nikmat dengan perlakuan Sehun

"Ngghh…" Luhan kembali berjengit merasakan lidah hangat Sehun kembali membalut kejantanannya dan menghisapnya

"Hmmmh… Baby Lu… Kau… Hmpph… nikmat sekali" ujarnya sambil menghisap-hisap kejantanan Luhan yang kembali mengeluarkan pre-cum.

Tanganya tidak tinggal diam, dilesakkannya dua jari masuk ke dalam lubang Luhan
"Se-Sehun…. Uhhhh…" kata Luhan kenikmatan saat jari-jari Sehunbergerak keluar masuk dengan agak kasar.

Sehun semakin terangsang saat jari-jarinya diremas lembut oleh lubang Luhan yang masih tetap terasa sempit. Ia tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Ia membuka seluruh pakaiannya dan segera memasukkan juniornya, hingga seluruhnya masuk kedalam lubang Luhan dalam satu sentakan

"Se-sehuunn!" Pekik Luhan tertahan karena perlakuan Sehun yang tiba-tiba

"Maaf sayang, aku tidak tahan lagi" ucap Sehun membenarkan letak poni Luhan agar dapat melihatnya dia memberikan kesempatan pada Luhan untuk membiasakan diri dengan keberadaan juniornya di lubang Luhan

"Aku masih kesal padamu" protes Luhan menggeliatkan badannya agar jari Sehun keluar dari lubangnya, alih-alih menuruti keinginan Luhan, Sehun malah tersenyum nakal dan berbisik pada Luhan

"Kalau begitu aku juga kesal padamu. Terima hukumanmu cantik" membuat Luhan was-was akan rasa sakit dan nikmat yang akan ia terima setelah ini

Sehun sendiri tersenyum melihat Luhan yang begitu menggairahkan, badan ramping nya yang memiliki kiss mark dimana-mana, pipi pucatnya yang penuh semburat merah, napasnya yang terengah-engah, matanya yang separuh terpejam, bibir merahnya yang bengkak, dan jangan lupakan kejantanan mungil nan basah milik Luhan yang masih berdiri tegak, seakan sedang memohon agar Sehun untuk kembali melumatnya

Sehun tanpa mau menunggu lama, langsung mengeluarkan kejantanannya hingga tinggal tersisa kepalanya saja, kemudian langsung memasukkannya lagi dengan keras hingga mengenai titik terdalam milik Luhan.

"Se-sehunn! AAARRGGH!" Teriak Luhan yang terkejut, karena lubangnya yang sempit, dan sensitive dihajar tanpa ampun oleh milik Sehun yang berukuran besar.

Sehun tersenyum menggoda, "Enak kan Lu? Kau akan sangat menyukainya saat aku menggerakannya…" ujar Sehun sambil terus menggerayangi tubuh Luhan tanpa menghentikan sodokannya.

Luhan makin memejamkan matanya, nafsunya mengalahkan kekesalannya pada pria yang sedang mengerjai tubuhnya ini, membuat si pria yang berperan sebagai seme ini menyeringai karena berhasil menjinakan rusanya "Ha…aaaghh…. Ngghhh…haa…." Desahnya penuh kenikmatan, saat Sehun makin mempercepat tempo genjotan pada lubangnya yang tetap sempit.

"So tight…. Lu…. Hgggh…." Erang Sehun, kejantanannya serasa diremas dan dipijat-pijat oleh lubang Luhann yang hangat, sempit dan terus berkedut-kedut.

Luhan kembali mendesah , "Haaaghhh…. Sehun..Ngghhh…. Uuuhhh….." bibirnya terbuka sedikit dan matanya terus terpejam menikmati kenikmatan yang serasa terus menggelitiki titik sensitifnya tiada henti.

"A-aku mau keluar…. Uhhh…." Ucap Luhan yang sepertinya akan klimaks. Namun hal itu tidak dibiarkan oleh Sehun, ia ingin klimaksnya bersamaan dengan dirinya. Sehun menutupi lubang kecil di kejantanan Luhan dengan ibu jarinya.

"Tidak sekarang sayang, ingat! Aku sedang menghukummu" ucap Sehun yang terus menyodok lubang Luhan tanpa ampun, membuat Luhan meracau kesakitan dan kenikmatan secara bersamaan

"Se-sehun aku mohon" pinta Luhan disela desahannya

"Mohon apa sayang?" Tanya Sehun menggoda

"Aku akan ingin keluar" mohon Luhan

"Baiklah. Aku bantu" seringai Sehun yang kemudian membalik tubuh Luhan, membuatnya beralih pada posisi menungging dari belakang, dan segera melesakkan kejantanannya dalam-dalam dan melakukan penetrasi dari belakang.

Hal ini tentu membuat Luhan diambang rasa nikmat serta gelisah, karena tidak juga dapat melepaskan hasratnya. Satu tangan Sehun tetap memegangi kejantanan Luhan, sedangkan tangan lainnya mencubit dan meremas-remas dada Luhan yang sudah menegang dan merah.

Sehun terus menggerakkan kejantanannya keluar masuk dengan tempo yang cepat.
"Kau nikmat sayang!" ujar Sehun memuji Luhan,

Sehun kemudian membalik lagi tubuh Luhan menjadi tertidur di kasur dengan posisi terguling. Sehun melakukan gerakan penetrasi dari samping.

"Huuuuhhh… Ooohhh! Sehun…! ….. Le-lepaskannn aku benar-benar ingin keluar!" Desah Luhan penuh nikmat sekaligus sakit, karena hasratnya masih belum juga boleh keluar.

"Belum sayang." Kata sehun yang masih menutupi lubang kejantanan Luhan dengan ibu jarinya. Luhan sudah frustasi mencengkram erat bedcover yang sudah berantakan karena kegiatan mereka

Sehun kembali mengubah posisi menjadi duduk dengan Luhan berada di atas pangkuannya, tentu saja tanpa melepaskan kejantanannya dari lubang Luhan yang semakin lama semakin ketat membawanya menuju klimaks.

Dengan tenaga yang tersisa sedikit, Luhan menggerakkan tubuhnya naik hingga kejantanan Sehun hanya tersisa ujungnya, kemudian menghujamkan tubuhnya keras, "Ahhk! Haaahhh…. Uhhh…"

"SShhh…. Luu,aaahhh…" desah Sehun dengan mata terpejam , dirinya begitu menikmati pemandangan dihadapannya.

Luhan bergerak naik turun dengan tubuh berhiaskan keringat, belum lagi nipplesnya yang mengacung tepat di depan wajah Sehun. Sehun tidak membuang kesempatan ia menjulurkan lidahnya ke nippple Luhan dan mengemutnya keras membuat Luhan semakin menggila.

"Haaaagghhh… Ahhhh! Haaaahh…" desahan Luhan semakin terdengar keras. Gerakkannya semakin cepat, kejantanan Sehun serasa membesar dan berdenyut-denyut di dalam lubangnya.

Luhan berusaha mempercepat tempo gerakan naik-turunnya, disela kenikmatan di dada dan rasa sakit di kejantanannya yang belum bisa mencapai klimaks.

"Ssshhh…. Haaah…" Sehun mendesah lega saat kejantanannya menyemburkan benih putih lengketnya yang hangat ke dalam Lubang Luhan.

Disaat yang hampir bersamaan, Sehun melepaskan genggamannya pada ujung kejantanan Luhan, membuat Luhan mendesah nikmat, "Ahhhkkk…. Haaaa…." Desah keduanya bersamaan

Setelah menikmati orgasme, Sehun mengeluarkan miliknya dari dalam lubang Luhan yang sudah penuh dan basah oleh cairan miliknya.

Sehun membaringkan tubuhnya di samping Luhan.
Luhan masih terengah-engah, napasnya memburu, namun dirinya merasa lega sekaligus nikmat disaat bersamaan.

"Kau benar-benar menghukumku hah? Harusnya kan aku yang marah" kesal Luhan memukul dada Sehun

Sehun tertawa renyah dan membawa Luhan kepelukannya, "kau salah karena kau selingkuh nakal, mana mungkin aku membiarkanmu makan malam romantis dengan pria menyebalkan itu" cibir Sehun yang kembali meraup bibir Luhan

Luhan yang mulai kehabisan nafas sedikit mendorong dada Sehun "Sehunnie sesak" erangnya menggerutu, dan dengan berat hati Sehun melepaskan lumatannya.

"Dan Joongki hyung tidak menyebalkan! Kau yang menyebalkan" geram Luhan yang kembali merasa kesal pada Sehun.

Sehun mengernyit bingung dan baru menyadari beberapa hal "Sayang kenapa kau jadi sangat kesal padaku? Aku salah apa?" Tanyanya memastikan tebakannya.

"Dasar egois! Mata belang! Kau jelas-jelas sedang berselingkuh didepanku. Tidak-.. Sebenarnya bukan selingkuh.. Kau miliknya" lirih Luhan menutupi wajahnya dengan selimut.

Sehun tersenyum karena tebakannya benar kalau pria kecilnya ini sedang cemburu bukan marah padanya "Apa kau sedang membicarakan Hyoojoo noona?" Tanya Sehun menarik lembut selimut Luhan dan memaksanya menatap dirinya.

"Kau bahkan memanggilnya dengan mesra. Apa aku hanya tinggal menunggu waktu sampai ditinggalkan.. La-.. Lakukanlah sekarang. Aku sudah siap" katanya yang sangat kentara menahan tangisannya.

"Aigoo, rusa kecilku sedang patah hati. Menangislah sayang, aku tidak akan kemana-mana" ujar Sehun setengah menggoda Luhan dan sisanya adalah kebenaran.

"Kau jahat sayang... Kita baru saja bertunangan, tapi kau sudah ingin meninggalkan aku... Jangan tinggalkan aku, aku tidak bisa lagi ditinggalkan. Aku mo-hiks-hon" isaknya mencengkram erat dada Sehun hingga memerah.

Setelahnya hanya terdengar ujaran Luhan dalam isakan, dan Sehun yang hanya memeluk Luhannya erat dan mengelus serta mengecupi sayang tunangannya ini.

"Lu" panggilnya setelah dirasa Luhan sudah tenang dan sedang bermain di dadanya "hmmm" balas Luhan menciumi aroma maskulin yang sangat memabukkan seakan takut kalau pemilik aroma ini kapan saja meninggalkannya.

"Apa kau bisa berjalan saat ini juga" tanyanya terdengar membingungkan "maksudmu?" Luhan mendongak dan menatap kekasihnya.

"Iya apa bagian bawahmu terasa sakit kalau berjalan saat ini juga?" Gemas Sehun yang menemukan bahwa tunangannya memang yang paling imut sejagat raya.

"Sedikit. Aku sudah terbiasa, kenapa?" Tanya Luhan setelah Sehun selesai mencumbui bibirnya lagi.

"Pakai bajumu. Aku akan memperkenalkanmu dengannya secara resmi" balas Sehun tersenyum

"Dengannya?" Tanya Luhan yang sudah tahu maksud Sehun dan kembali ingin menangis.

"H-hey sayang kenapa menangis lagi?" Sehun buru-buru memeluk Luhan saat rusanya kembali bergetar "Untuk apa?" Tanyanya sarat kekecewaan.

"Sudah jelas kan? Untuk memperkenalkan masa depanku padanya" katanya menangkup wajah Luhan dan mengecup kedua matanya yang basah bergantian.

"Eh? Benarkah?" Tanya Luhan langsung berbinar "yak! Tunggu dulu, siapa masa depanmu itu?" Kesalnya mengerucut pada Sehun

"Tentu saja kau nyonya Oh. Kenapa kau begitu cerewet Lu" gemasnya mencubit keras pipi Luhan, membuat Luhan tertawa merona

"Ba-bagaimana kalau dia sakit hati?" Tanya Luhan yang tak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya.

"Kau dan semua sifat yang kau miliki membuatku semakin mencintaimu kau tahu?" Tanya Sehun mengelus sayang pipi Luhan "Kau jelas-jelas belum mengenalnya tapi kau sudah mengkhawatirkannya" tambahnya mencium kening Luhan

"Itu karena dia pernah kehilanganmu, dan dia akan kehilanganmu lagi. Kalau itu aku, aku bisa gila" lirihnya menatap erat sehun

"Kau tidak perlu menjadi gila karena aku tetap disampingmu" katannya kembali mengecup Luhan "Aku mencintaimu sayang" Sehun mengatakannya terlalu jelas malam ini membuat Luhan merasakan degup jantung yang luar biasa kencangnya.

"Lagipula, Hyoojo merupakan wanita kuat yang bisa bertahan tanpaku. Jadi aku tidak perlu mengkhawatirkannya, karena rusaku akan selalu menjadi rusa manja yang membutuhkan aku. Aku akan menjagamu selamanya" ujarnya lagi kembali memeluk Luhan

Sehun tiba-tiba melepas pelukannya pada Luhan dan memakai cepat boxernya kemudian mengambil sesuatu dari laci lemari baju mereka "Ah, aku lupa. Aku punya ini. Salahkan benda ini karena benda ini yang membuatku dan Hyoojo bertemu" katanya kembali membawa kotak kecil berwarna merah

"Ini apa?" tanya Luhan bingung bersandar di kepala ranjangnya "Bukalah" balas Sehun merengkuh pinggang Luhan, membawa Luhan duduk didepannya dan ia melingkarkan tangannya di pinggang Luhan.

Luhan membuka kotaknya dan tak lama berbinar berkaca-kaca. Bukan karena cincin yang Sehun beli, tapi karena tulisan yang tertera didalam kotaknya yang berbunyi

Nanti, saat aku sudah siap sepenuhnya menjagamu, kalimat aku mencintaimu akan berubah menjadi "maukah kau menikah denganku" tunggu aku hingga hari itu tiba. Aku mencintaimu, dan cincin ini adalah milikmu. Ani, hanya aku milikmu Oh Luhan

"Ck, belajar darimana gombalan ulung seperti ini" cibir Luhan mendongak menatap Sehun "Itu dari hatiku yang membayangkanmu saat menulisnya." Balas Sehun yang mengambil cincin itu dalam box dan melepas cincin sementara yang Luhan pakai, kemudian memakaikannya dijari Luhan "Cantik" gumam Luhan berdesir saat Sehun memakaikan cincinnya.

"Jangan marah lagi. Aku hanya mencintaimu sekarang dan selamanya, ingat itu" katanya mengecup Luhan. Luhan memberikan jawabannya, dia membalikan tubuhnya berhadapan dengan Sehun dan kemudian mengalungkan lengannya di leher Sehun dan tak lama mengecup lembut bibir yang sudah menjadi candu untuknya ini.

"Maaf tidak pernah menjadi dewasa. Aku juga mencintaimu dan jangan tinggalkan aku" lirihnya memeluk Sehun erat "Kau juga jangan tinggalkan aku" pinta Sehun dan Luhan mengangguk dengan semangat.

"Kau mau kemana?" tanya Sehun mengernyit bingung saat Luhan kembali memakai pakaiannya "Ini. Kita harus berkenalan dengan wanita yang pernah mengisi hidupmu kan?" tanya Luhan mengangkat tangan yang terpasang cincin dari Sehun. "Aku ingin berterimakasih padanya" gumamnya tersenyum lembut menatap Sehun.

"Kau sudah menjadi dewasa kalau begitu" puji Sehun kembali memeluk Luhan sekilas dan ikut bersiap untuk bertemu dengan Hyoojo

"Kau juga harus bertemu dengan hyungku setelah ini" katanya menatap tajam pada Sehun

"Luuu" rengek Sehun "Tidak ada tapi-tapian. Dia sangat baik asal kau tahu" Luhan kembali memuji Joongki

"Araseo..araseo.. ini terakhir kalinya aku melihatmu memuji pria lain selain diriku, kalau kau melakukannya lagi, aku akan membuatmu hamil" ancam Sehun yang sedang memakaikan sweater untuk Luhan.

"Ancamanmu hanya khyalan bodoh sayangku" gemas Luhan berjinjit mencium Sehun dan berjalan mendului Sehun yang sedang terkekeh "Kalau begitu mari buat jadi kenyataaa" gumam Sehun bersemangat dan menghampiri Luhan kemudian merengkuh pinggang tunangannya ini untuk bertemu dan berterimakasih pada masa lalu mereka.


tobecontinued..


ini adalah waktu terlama gw update... dan gue bayar dengan dua chap..

.

aaaaah pokonya maapin gue yang kurang sehat minggu ini, tetiba kepincut sama Song Joong Ki akhirnya dimunculin disini, Hyoojonya ga ganggu2 amat kok...

.

ah pokonya selamat baca yaaaa.. :*