.
.
Acting or Real ?
.
.
Chapter 14
.
.
"Tidak! kalian tidak boleh menikah!" Yoongi menggebrak meja kerja di hadapannya begitu mendengar ucapan Taehyung yang mengatakan bahwa dirinya dan Jungkook akan menikah. saat ini Taehyung, Jungkook, Jimin, Hoseok, Yoongi, Namjoon dan jin sedang berdiskusi di ruangan Yoongi untuk membahas masalah Taehyung yang akan menikah.
"aku juga tidak ingin menikah sekarang hyung, tapi kau tahu sendiri bagaimana eomma" Taehyung masih mencoba menjelaskan tentang rencana pernikahannya kepada Yoongi.
"tapi kalian tidak bisa menikah sekarang, Ya tuhan jika kalian tidak terlibat film ini aku tidak akan melarangnya, kalian memproduksi anak tiap hari atau menikah disetiap gang pun aku tidak peduli" Jungkook hanya mampu menundukkan kepalanya mendengar ucapan Yoongi
"Yak Jeon Jungkook, kenapa kau jadi malu-malu seperti itu huh? Apa setelah diperawani kau jadi jinak begitu huh, tahu seperti itu sudah ku perawani kau sejak dulu" Taehyung yang mendengar ucapan Yoongi hanya mampu misuh misuh sendiri, soalnya ga berani mau ngelawan Yoongi, dirinya baru saja selamat dari maut masa harus melawan maut lagi, kesian Jungkook dong udah jadi perawan tanpa status ehh lupa kan udah ga perawan
"memangnya kalian tidak bisa menolaknya huh? Jeon Jungkook kau kan anak kesayangan Yunho Ahjussi bagaimana mungkin ahjussi secepat itu memberi restu huh?"
"kau kan tahu Hyung walaupun Appa sangat menyayangiku tetap saja Appa takut dengan eomma"
"aish!" Yoongi mengacak rambutnya frustasi
"kalian tahu kan kita harus segera menyelesaikan film ini secepatnya, ku mohon bersabarlah" kali ini giliran Hoseok yang bersuara, dirinya merasa kesian melihat Yoongi yang sudah seperti orang yang siap bunuh diri.
"Hyung, eomma yang memaksa seperti itu, aku dan Jungkook sudah mencoba menjelaskannya tapi kau tahu bagaimana mereka bukan? Aku tidak akan bisa menang bernego dengan kedua orang itu" Taehyung pun tak kalah frustasinya saat ini.
Bukan karna dirinya tidak ingin menikahi Jungkook tapi karna scandal yang kemungkinan akan terjadi nanti, publik pasti akan mengatakan bahwa pernikahan ini adalah settingan untuk menaikkan rating film tersebut.
Hoseok hanya mampu menghembuskan napasnya dengan berat dan menatap Yoongi yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.
Hening…..
"Hoseok berapa bulan film ini akan selesai" ucapan Yoongi memecahkan keheningan yang terjadi.
"kita masih dalam tahap pembuatan awal, mungkin sekitar 1 tahun lagi"
"dipercepat"
"Huh?" Hoseok menyerutkan keningnya tidak mengeri maksud ucapan Yoongi.
"kalau film itu dipercepat syutingnya membutuhkan waktu berapa lama?"
"sekitar 5 bulan tapi bisa kita percepat lagi bila semua keperluannya sudah terpenuhi" Yoongi menganggukkan kepalanya tanda mengerti dengan penjelasan Hoseok.
"8 bulan.. 8 bulan lagi.." guman Yoongi sambil mengetuk meja kerjanya.
"Namjoon, jin kosongkan jadwal Jungkook dan Taehyung untuk 8 bulan ke depan"
"Jimin siapkan semua keperluan untuk film ini, semuanya tanpa kekurangan apapun"
"aku tidak menerima bentuk bantahan apapun dari kalian, Mengerti!" Namjoon, Jin dan Jimin hanya mampu menganggukkan kepalanya tidak berani melayangkan protes melihat Yoongi yang seperti ini.
"Taehyung, Jungkook ayo kita bertemu dengan eomma, aku yang akan bernego dengan mereka Hoseok kau harus ikut juga, bersiaplah kita akan berperang sekarang" setelah mengucapkan itu Yoongi segera beranjak dari ruangannya meninggalkan mereka semua yang memandang takjub ke arah Yoongi.
"Ya tuhan kenapa aku harus ikut juga, mereka pasti akan menyiksaku nanti" kali ini jeritan frustasi keluar dari mulut Hoseok begitu mendengar perkataan Yoongi.
.
.
.
"eomma ku mohon mengertilah, kondisinya sangat tidak memungkinkan untuk melakukan pernikahan saat ini" saat ini Yoongi sedang membujuk eomma Kim dan Eomma Jeon di rumah Jungkook.
"lalu aku harus menunggu berapa lama lagi huh?" sebenarnya Yoongi sedikit takut juga berhadapan dengan eomma- eomma sosialita ini.
"8 bulan eomma, hanya tunggu 8 bulan lagi"
"MWO? 8 bulan? Banyak juga nyawa mu bernego seperti itu dengan ku!" Yoongi memundurkan tubuhnya saat mendengar teriakan Heechul
"eomma bukan seperti maksudnya ku, aishh eomma mengerti lah perasaan ku saat ini" ucap Yoongi dengan mengacak – acak rambutnya frustasi
Yoongi, Hoseok dan Jimin memang sudah sangat dekat dengan keluarga model setengah waras ini. Jadi mereka memang memanggil duo ahjumma itu dengan sebutan eomma, mereka dulu sempat ingin di panggil nuna sebelum di tolak keras oleh suami mereka.
"eomma..tunggu sampai premier film ini eomma" Yoongi mencoba membujuk eomma Kim dengan memegang tangannya dan langsung di tepis oleh pemiliknya.
"kau menyuruh ku menunggu selama itu huh? Kau ingin membuat anak ku hidup tidak jelas seperti Hoseok huh?"
"eomma apa hubungannya dengan ku" Hoseok yang sedari tadi diam tidak terima saat namanya dibawa-bawa di dalam konversi meja bundar ini ehh maksudnya debat ini.
"kau masih tidak sadar juga? Kau lihat hidup mu itu tidak jelas sama sekali, pacaran tidak, menikah tidak, belok tidak, lurus tidak, sadarlah Hoseok kau sudah tua jangan banyak bermain sendiri saat punya mu mengkerut baru kau tahu rasa" Demi Tuhan Hoseok sangat menyesal melemparkan pertanyaan seperti itu dengan Kim Heechul karna dia pasti tahu dirinya akan selalu terhina disini.
"eomma sudahlah jangan bahas nasib Hoseok yang memang sudah men-jomblo dari lahir"
"Hey Min Yoongi kau juga bercermin, hidup mu juga tidak jelas. Sekarang aku tanya apa hubungan dengan Jimin huh? Pacar bukan tapi berbuat maksiat terus kau ingin anak ku seperti itu huh" kali ini giliran Min Yoongi yang misuh misuh karna terkena hinaan juga oleh Kim Heechul
"Jaejoong Eomma….." karna merasa tidak ada harapan lagi membujuk Kim Heechul, Yoongi beralih ke arah Jaejoong yang hanya terdiam.
"Sebenarnya aku tidak masalah kalau mereka tidak menikah sekarang tapi Jungkook sedang hamil saat ini"
"MWO?" semua orang di dalam ruangan tersebut berteriak serentak begitu mendengar ucapan Jaejoong.
"Ju-Jungkook Ha-hamil Ba-bagaimana bisa?" Yoongi merasa lidahnya keluh seketika begitu mendengar ucapan Jaejoong, kenapa dua pasangan mesum itu tidak bercerita tentang ini padanya.
"Ne, Jungkook sedang Hamil, Taehyung mengatakannya padaku kemarin" serempak mereka semua menatap ke arah Taehyung dengan Tajam membuat Taehyung tergagap seketika.
"sungguh aku tidak menghamili Jungkook" bantah Taehyung
"Kemarin Taehyung mengatakan seperti ini pada ku 'Tenang saja eomma, aku menembakkan cairan ku sampai ke dalam, aku yakin jika sperma bisa langsung melahirkan seorang anak, anak ku dan Jungkook sudah lahir semalam, karna aku tidak membiarkan setetes pun keluar' jadi saat ini Jungkook sedang hamil Yoongi" kali ini semuanya hanya terperangah Mendengar ucapan Jaejoong dan Jungkook hanya mampu menepuk keningnya pelan melihat kelakuan sang eomma.
Sebenarnya Jungkook tidak ingin jadi anak durhaka tapi demi Tuhan Jungkook juga lelah melihat tingkah sang eomma yang entah memang polos atau bodoh karna bagi Jungkook itu beda tipis.
"Ya tuhan Kim Jaejoong ingin rasanya ku menampar dirimu saat ini" pekik Kim Heechul gemas.
"eomma, eomma-nim, ijinkan untuk menyelesaikan film ini sekali saja, Ku mohon ini ambisi ku, kalian tahu bagaimana keinginan ku untuk menjadi seorang actor jadi tolong biarkan menggapai cita-citaku yang satu itu" ucap Jungkook tiba-tiba membuat Heechul terdiam.
"ini mimpi ku eomma, hanya film ini harapanku satu-satunya untuk menggapai mimpiku" lirih Jungkook membuat Heechul menatapnya dengan sendu.
"kau tahu bagaimana perasaan ku saat mengetahui kau akan menjadi menantu ku ? aku sangat ingin kau menjadi anak ku juga" Heechul menghampiri Jungkook dan menggenggam tangan Jungkook.
"aku sangat mengerti eomma, tapi kau juga tahu ini impian terakhir ku" Heechul dengan segera memeluk Jungkook saat melihat Jungkook yang ingin menangis.
"baiklah eomma akan menunda pernikahan kalian, tapi kau janji hanya sampai impianmu dan film ini selesai setelah itu kalian harus segera menikah" Jungkook mengangguk kepalanya di dalam pelukan Heechul.
Jungkook melirik dan menyeringai ke arah Yoongi
" 100 juta won Hyung" ucap Jungkook tanpa suara membuat Yoongi mendecah kesal karna sudah melakukan perjanjian dengan bocah yang dia anggap seperti setan itu.
Sebelum sampai kerumah Jungkook, Yoongi memberikan penawaran kepada siapa saja yang berhasil membujuk eomma Kim maka dia akan langsung memberikan uang 100 juta won dan Yoongi menyesal sekarang karna Jungkook si bocah licik itu memang sengaja menjebaknya untuk mengeluarkan uang itu.
"Jaejoong eomma tidak masalah kan jika kita menundah pernikahan mereka" Yoongi bertanya kepada Jaejoong membuat Jaejoong mendesah kecewa.
"Sebenarnya aku tidak masalah dengan pernikahan ini, aku hanya ingin menggendong cucuku dengan segera tidak perduli kapan mereka ingin menikah"
"EOMMA!"
.
.
.
"sialan aku yakin Jungkook memang sengaja menjebak kita, aku sudah tahu bocah licik itu pasti bisa membujuk eomma Kim tanpa perlu kita terkena hinaan dari mulut neraka itu" keluh Yoongi.
Saat ini Yoongi dan Hoseok tengah berkumpul diruangan Yoongi untuk membahasa kelanjutan dari film yang sedang mereka kerjakan.
"sudahlah lupakan masalah tadi, kau membuatku merasa sakit hati saat mengingat hinaan eomma Kim"
"jadi semua masalah tentang pasangan aneh itu sudah selesai dan kita bisa mulai shooting kembali ?" tanya Yoongi membuat Hoseok menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
Tiba-tiba Yoongi menyeringai membuat Hoseok merinding seketika "apa yang kau pikirkan ?" tanya Hoseok.
"Kau tidak ingin balas dendam oleh pasangan gila itu karna membuat kita kerepotan mengurus mereka?" ucap Yoongi menimbulkan tatapan tidak mengerti dari Hoseok.
"aku akan menambahkan beberapa scene yang akan menjadi puncak masalah dalam film ini"
"scene apa yang ingin kau tambahkan?"
"orang ketiga"
"MWO?!" Hoseok tidak dapat menahan keterkejutannya begitu mendengar ucapan Yoongi.
"Kau gila!"
"aku hanya akan menambah scene itu sedikit biar film ini mempunyai konflik, mungkin hanya sampai orang ketiga itu mencium Jungkook" ucap Yoongi dengan santai.
"kau benar-benar gila, aku yakin Taehyung akan mengamuk nanti dan kau pasti akan dibunuh olehnya" komentar Hoseok membuat Tawa Yoongi pecah seketika.
"Meraka akan melakukannya, tenang saja aku punya Jungkook yang akan menahan Taehyung dengan caranya, kau masih ingat bukan impian Jungkook untuk menjadi seorang actor? Tentu saja dia akan melakukan apapun untuk mencapai impian nya itu" ucap Yoongi membuat Hoseok hanya mendesah sebagai jawabannya.
"Tenang saja aku tidak sejahat itu membuat Taehyung terus menderita, aku akan membuat scene khusus special untuknya"
"apa?"
"memangnya apa yang dia ingin selama ini ? tentu saja otaknya yang mesum itu sudah dapat kita tebak apa isinya, aku akan memberikan dia kebebasan dalam adegan sexnya, terserah apa yang ingin dia lakukan untuk Jungkook, aku berharap Taehyung memiliki rasa sadis yang tersembunyi agar aku dapat melihat yang akan di rantai olehnya" Yoongi tertawa lebar begitu membayangkan apa yang baru saja dia ucapan membuat Hoseok ikut tertawa saat membayangkannya.
"kita akan melihat adegan anak gadis Jepang menjerit-jerit Hyung" ucap Hoseok masih dengan tawa di bibirnya.
"bersiaplah kita akan menerima amukan mereka besok"
T.B.C
.
.
.
.
.
.
Stephiie Lee
