Everyday with Suho and Lay

Drabble!

Suho and Lay, ofcourse._.

Genre bermacam-macam sesuai perubahan mood saya xD

CHAPTER 13 (B)

.

.

.

.

.

"Jadi kau yang bernama Zhang Yixing"

Yixing tersenyum kaku dan membungkukkan badannya kearah wanita paruh baya ini. Sungguh, ini adalah saat yang paling mendebarkan dalam hidupnya. Bertemu dengan orang tua kekasihmu itu rasanya.. hmm.

"Duduklah, nak" katanya mempersilahkan Yixing duduk. Perempuan itu menurut dan duduk dengan anteng membuat Ibu Joonmyeon terkekeh.

"Gugup, ya?"

"Eh," Yixing mendongak lalu mengangguk dengan polos "Iya, Nyonya.."

Mereka terdiam sejenak. Ibu Joonmyeon sibuk meneliti Yixing, dimulai dari cara berpakaian, tata krama, dan tentu saja wajah. Dan kesan pertama yang wanita itu tangkap dari seorang Zhang Yixing adalah.. manis dan lugu.

"Siapa diantara kalian yang mengajak kencan duluan? Kau atau Joonmyeon?"

"Presdir Joonmyeon yang mengajak pertama Nyonya. Sebelumnya saya sudah menolak, karena saya rasa tidak mungkin seseorang seperti Presdir berkencan dengan perempuan biasa macam saya" jawab Yixing terkesan apa adanya dan lugu. Sementara Ibu Joonmyeon berdecak dalam hati, sebenarnya ia salut. Tapi sedikit menaikkan gengsi tidak apalah..

"Kau orang China?"

"Ne. Tapi saya dan Ibu saya pindah ke Korea sudah lama"

"Dimana Ayahmu?"

Yixing terdiam sejenak "Ayah saya terkena kecelakaan kerja dan meninggal di tempat Nyonya. Ahh, itu sudah lama sekali" katanya dan tanpa sadar menerawang.

Mendengar itu, Ibu Joonmyeon merasa bersalah. Ia cepat-cepat memegang tangan perempuan itu dan memandangnya menyesal "Maafkan aku,"

"Tidak apa-apa" Yixing menyunggingkan senyuman.

Beralih ke style pura-pura nya, Ibu Joonmyeon kembali menatap Yixing mengintimidasi "Kau bisa masak?"

"Tentu saja"

"Sudah berapa lama kau kerja di supermarket Joonmyeon?"

Yixing mencoba mengingat "Mungkin sudah dua tahun ini"

"Kau tidak kuliah?"

"Saya putus kuliah karena kendala biaya, Nyonya" jawab Yixing memaksakan senyuman.

Dan sekali lagi, Ibu Joonmyeon benar-benar ingin menepuk jidatnya sendiri karena telah membuat Yixing mengingat kenangan pahit tentang Ayahnya. Imej galak yang sengaja ia rencanakan untuk memojokkan Yixing luntur seketika. Ia mendekatkan wajahnya dan memegang dagu runcing perempuan itu. "Ngomong-ngomong, kau cantik ya" Ibu Joonmyeon berkata terus terang, membuat Yixing merona malu "Kau tidak pernah operasi plastik, kan?"

Yixing tertawa tanpa sadar dan menggeleng pelan. Heol, untuk biaya kuliah saja ia kesulitan dan harus terpaksa mengeluarkan diri. Apalagi untuk operasi plastik :3

"Ah! Kau punya lesung pipi ya?!"

Perempuan itu berjengit. Ia meraba pipinya yang mencekung karena dibuat tersenyum atau tertawa. Yixing bahkan tidak menyangka kalau Ibu Joonmyeon akan se-excited itu melihat lesung pipinya.

"Sejauh ini, kau lumayan juga" Ibu Joonmyeon mendekatkan wajahnya lagi "Tapi tidak berarti aku sudah memberikan lampu hijau untukmu dan puteraku"

.

.

.

"Bagaimana? Apa Ibu berkata kasar padamu? Apa dia berbuat sesuatu yang menyakitimu?" tanya Joonmyeon beruntut setelah Yixing keluar dari ruangan Ibunya.

Yixing tersenyum tipis dan menepuk lengan Joonmyeon dua kali. "Aku pulang, ya"

"Hey, aku belum menjawab pertanyaaku tadi!"

"Ayolaaah. Aku mengantuk, Joonmyeon!" rengek Yixing tiba-tiba. Joonmyeon terkekeh, ini pertama kalinya melihat wajah menggemaskan Yixing saat merengek dan ini juga pertama kalinya Yixing memanggilnya dengan nama aslinya.

Joonmyeon mengangguk "Iya-Iya. Ayo"

"Aku akan pulang naik bis saja" tolak Yixing halus.

Alis Joonmyeon menukik tajam "Tidak bisa! Kau harus mau kuantar!"

.

.

.

Tiga hari pasca pertemuan Yixing dengan Ibunya, Joonmyeon benar-benar dibuat gusar dengan perempuan itu. Yixing tak membalas pesannya sama sekali, di hubungi juga tidak angkat. Di angkat pun, yang terdengar hanya suara angin dan setelah itu Yixing mengakhiri panggilannya. Joonmyeon juga tidak bertemu Yixing sama sekali di supermarket. Entah, mungkin perempuan itu bersembunyi untuk menghindarinya. Dan ia baru sadar, kalau galau itu rasanya tidak enak!

.

.

.

"Lupakan Kim Joonmyeon dan fokus untuk bekerja Zhang Yixing" ucap Yixing pada dirinya sendiri. Ia berjalan sendirian menuju rumahnya. Selesai kerja, ia memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar guna menghilangkan rasa galau dihatinya.

"Tapi aku sudah terlanjur suka pada Presdir.." bahunya merosot lemas, bibirnya mengerucut.

"Kenapa pulang terlambat, hah?!"

Yixing sedikit terlonjak. Matanya melotot kala melihat Joonmyeon berdiri di depan rumah mungilnya dengan wajah datar, dan matanya semakin melotot lebar kala melihat kalau pria itu tengah menggendong seorang bayi mungil di lengannya.

'Apa Joonmyeon kemari untuk mengucapkan selamat tinggal dan minta maaf padaku karena selama ini dia ternyata sudah beristri dan punya anak? Oh tidaaak! Joonmyeon, kenapa kau tega sek-'

"Jangan melotot, Xing. Matamu bisa keluar!"

Yixing mengedip. Ia memandang rindu ke arah pemuda tampan ini, tapi apa daya ia begitu malu untuk sekedar mengucapkannya.

"Itu anakmu?"

"Uh?"

"Dia anakmu, kan? Astaga Joonmyeon, jadi selama ini kau sudah punya anak dan bermain api di belakang istrimu sendiri?! Kau sungguh pria jahat!" seru Yixing marah. Matanya berkaca-kaca.

".."

"Kenapa diam?!"

Seketika. Tawa Joonmyeon meledak begitu saja, ia tertawa dengan keras dan membuat bayi di gendongannya ikut-ikutan tersenyum lebar memamerkan gigi susu mungilnya.

"Dia anak Noonaku, Xing. Dan aku belum menikah, kalaupun menikah kan itu denganmu.."

"Apa?"

"Apa, Apa maksudmu?"

Yixing tergagap "Jadi ini bukan anakmu?" dan gelengan pun menjadi jawaban Joonmyeon.

"AAHHH. KIM JOONMYEON, SARANGHAEEEE!" Yixing memeluk Joonmyeon begitu saja dan melonjak-lonjak senang. Rasanya begitu lega saat mendengar bahwa Joonmyeon masih single, dan sebenarnya Yixing malu juga karena telah salah paham.

"Aw. Aw. Aku juga cinta kau, sayang. Ngomong-ngomong, kau jadi agresif begini ya?"

Perempuan itu mendelik, setelah itu tersenyum pahit "Ku kira, hubungan kita berakhir saja Joonmyeon"

Joonmyeon menatapnya tidak suka "Kau baru mengucapkan kata cinta padaku, dan sekarang sudah mau minta putus?!"

"A-Aku hanya.. Ibumu, sepertinya tidak merestuiku untuk menjalin hubungan denganmu" lirih Yixing.

Joonmyeon menggeram. Ia menarik tangan Yixing dan membawanya menuju rumahnya. Jantung Yixing berdentum gila-gilaan. Oh, ayolah. Ia terlalu takut berhadapan lagi dengan Ibu Joonmyeon.

.

.

.

"Calon mantu ku sudah datang, ya?"

Yixing mematung di tempat. Tubuhnya diam saja saat Ibu Joonmyeon membawanya ke sebuah pelukan ringan yang hangat. Ini memang perasaannya atau Ibu Joonmyeon kelihatan aneh?

Joonmyeon pun juga tak kalah kaget. Ia memandang Ibunya bingung "Bukannya Ibu tidak merestuiku dengan Yixing, ya?"

Ibu Joonmyeon memukul kepala puteranya seraya mendengus "Ibu tidak pernah bilang tidak. Ibu hanya perlu waktu untuk berpikir, kau tidak mendengar kata-kata Ibu kemarin?"

Pria itu mengaduh dan mengusap kepalanya yang nyut-nyutan "Ibu jangan bohong!"

"Tidak, nak. Duh, kau ini kenapa ngenyel sekali" jawabnya jengkel, ia memandang Yixing yang masih diam membatu "Dan untuk kau, kau harus lebih pandai-pandai mencuri hatiku dan membuatku suka padamu"

Yixing tersenyum bahagia, ia lalu menyambut uluran tangan Joonmyeon dan pria itu memeluknya erat.

Jinwoo juga tersenyum lebar ikut merasa bahagia serta melambai-lambai ria ke arah sang adik, sedangkan kakak iparnya ber-acting seolah-olah ia sedang menangis tersedu-sedu terharu. Lengkap dengan celemek bayi milik puterinya –Luhan. Joonmyeon memandang mereka berdua datar. Sedikit menyesal karena ia punya Noona yang punya sifat alay dan menggelikan, dan takdir wanita itu juga yang punya suami humoris berlebihan macam Song Minho-_-

Tapi, ia rasa ia juga harus berterimakasih pula pada puteri kakak iparnya ini. Berkat Luhan, ia tidak mungkin bisa mendengar teriakan kata cinta langsung dari mulut Yixing. Ahahah-

.

.

.

.

END

APAKAH KALIAN SUKA DENGAN ENDINGNYA? :D aku hanya membuat sedikit salah paham dengan menyertakan luhan kecil didalamnya, ehehe.

Apa kalian tau couple WINNER yang Mino-Jinwoo? Kebetulan aku suka juga sama mereka. Nah, aku sengaja ngebuat mereka jadi kakak Joonmyeon soalnya.. apa ya. Cocok aja, kebetulan si Jinwoo marganya kan Kim sama kaya Joonmyeon. Terus juga, bandingin aja wajah luhan sama jinwoo. Mereka agak mirip /menurutku/ sama-sama punya wajah cantik unyuw-unyuw dan mata rusa mereka ituloooh. Jadi pantes aja kalo jinwoo jadi mamanya luhan :v.

Ah, apa saya kebanyakan ngomong? xD. Mohon kritik dan saran yaa..