"Kyu! Bangun Kyu!"
"Sampai kapan kau akan berada disini?!"
"Cepatlah bangun!"
"Aku tak ingin kau terus seperti ini! Sadarlah!"
Perlahan Kyuhyun membuka matanya setelah sayup-sayup ia mendengar suara seseorang yang tak asing sedang membangunkannya. Benar saja, saat ini ia sedang mendapati seorang teman yeoja-nya berada tepat di hadapannya.
"Su—Sungmin?"
"Kenapa kau terus seperti ini?!" marah Sungmin pada Kyuhyun. Dilihatnya namja itu depan tatapan penuh amarah. "Berhentilah menunggunya."
Kyuhyun terdiam. Namja itu memandang Sungmin tanpa membalas kata-katanya sedikitpun. Kyuhyun dapat melihat dengan jelas ekspresi khawatir, sedih, dan marah yang bercampur menjadi satu pada raut wajah yeoja itu.
"Kau hanya akan menyiksa perasaanmu sendiri jika kau terus seperti ini. Sadarlah, Ryeowook telah pergi." Sungmin mengepalkan tangannya, berusaha menahan emosi yang saat ini menguasai dirinya. "Kau sudah bukan remaja berusia 16 tahun. Kau yang sekarang adalah namja berusia 19 tahun. Sudah tiga tahun berlalu sejak kau berpacaran dengannya, sudah dua tahun berlalu sejak ia menghilang, dan... Sudah dua tahun kau menghabiskan waktumu hanya untuk menunggunya!"
Segera Kyuhyun mengalihkan pandangan matanya dari Sungmin. Semakin yeoja itu mengatakan kenyataan, semakin membuat hatinya terasa sakit.
"Kajja!" ucap Sungmin sambil menarik tangan Kyuhyun. Ia merasa harus melakukan hal tersebut agar namja itu benar-benar bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan tempat ini. Terlalu mengerikan baginya bila ia tetap membiarkan namja itu sendirian di taman dengan kondisi cuaca sedingin ini.
Sungmin menghela napas pelan. Sudah tak terhitung berapa kali Kyuhyun pergi ke taman ini dan duduk menunggu kedatangan Ryeowook semenjak yeoja itu menghilang. Sungmin sangat kesal juga penasaran tentang kemana Ryeowook pergi dan bagaimana yeoja itu menjalani hidupnya sementara disini ada seorang namja yang begitu menderita akibat kehilangan dirinya.
.
.
AlvinaVin presents...
''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Park of Memories
Chapter 14
(The Real Last Chapter!)
Pairing: KyuWook / MiWook (Slight: YeMin)
Cast: Kyuhyun, Ryeowook, Sungmin, Yesung, Siwon, Kibum, Heechul, and Zhoumi
Genre: Romance, Hurt/Comfort
Disclaimer: Tokoh yang ada dalam ff ini sepenuhnya milik diri mereka masing-masing.
Warning: Switch gender, OOC, AU
''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
.
.
~~Flashback~~
Dua tahun yang lalu, di sebuah kafe yang begitu sepi...
"MWO?! Kalian tidak pernah berciuman lagi?!"
"Sssst! Jangan keras-keras," omel Kyuhyun sambil membungkam mulut Yesung. Ia tak habis pikir sahabatnya itu akan memberikan respon berlebihan.
"Jinjja? Apakah kalian benar-benar tidak melakukannya?" tanya Yesung lagi.
Kyuhyun pun membalasnya dengan anggukan.
Yesung menautkan alisnya. Sulit sekali baginya untuk mempercayai apa yang baru saja ia dengar. "Ckckck. Kenapa kalian tidak melakukannya? Waeyo?"
"Itu..." gumam Kyuhyun ragu. Ia sendiri tak yakin. Ia tak tahu, apa alasan sesungguhnya yang membuatnya dan Ryeowook tidak melakukan pendekatan yang romantis. "Molla."
"Molla?" Jawaban Kyuhyun bukannya menjawab pertanyaan Yesung, mahal membuat namja itu semakin bingung. "Arraseo." Yesung mulai berpikir, mencoba mencari kata-kata yang tepat. "Apakah hubungan kalian memang tidak berjalan lancar?"
Seketika raut wajah Kyuhyun berubah. Tampak sendu. "Sepertinya begitu."
Yesung mengulum senyumnya. Ia mulai mengerti apa arti dari pernyataan namja itu.
"Aku tak mengerti apa yang dia pikirkan. Aku juga tak bisa menebak apa yang dia rasakan." Kyuhyun memejamkan matanya sejenak dan menghela napas berat. "Saat aku memeluknya, dia tidak menolak. Hanya saja dia jarang sekali membalas pelukanku. Saat aku berkencan dengannya. Dia juga tak banyak bicara. Hanya saja, saat aku mengungkapkan perasaanku padanya, dia akan selalu membalasku." Rasanya berat bagi Kyuhyun untuk menceritakan hubungannya. Namun ia berusaha mengeluarkan semua yang ia rasakan. "Ada saat dimana aku benar-benar merasa bahagia hanya dengan bersamanya saja. Ada juga saat dimana dia tampak sangat senang. Namun, ada juga saat dimana kami merasakan bahwa kami berada dalam keadaan yang mengkhawatirkan."
Kyuhyun terus menceritakan bagaimana hubungannya dengan Ryeowook sementara Yesung pun mendengarkan setiap penuturan namja itu dengan tenang. Tampaknya mereka tak menyadari, bahwa di sebuah meja tepat di belakang Kyuhyun, terdapat sepasang yeoja yang saat ini tengah asyik menyimak seluruh isi percakapan mereka.
"Apa tidak apa-apa jika kita menguping pembicaraan mereka?" tanya yeoja yang satu terhadap yeoja yang lainnya dengan suara kecil.
"Ne. Aku hanya ingin tahu apa yang dia pikirkan mengenai hubungan kami," jawab yeoja yang ditanya, juga dengan suara berbisik.
Mendengar jawaban sang teman, yeoja yang bertanya itu pun hanya bisa mengiyakan dan berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa apa yang mereka lakukan itu tidak akan menimbulkan masalah. "Waeyo Wook-ah?" tanyanya saat ia mendapati perubahan raut wajah temannya itu yang mendadak terlihat sedih.
"Ani..." lirih yeoja yang kembali ditanya itu. Ia berusaha mengelak untuk mengatakan apa yang sesungguhnya saat ini tengah ia rasakan. "Untung saja penyamaran kita tidak ketahuan ya, Sungmin-ah."
Yeoja yang dipanggil Sungmin itu hanya mengangguk. Setelahnya, keduanya kembali terdiam dan melanjutkan aktivitas menguping yang tengah mereka lakukan.
Tanpa Sungmin sadari, kini cairan bening mulai membasahi kedua mata Ryeowook. Segera Ryeowook menghapus air matanya agar yeoja di hadapannya itu tak menyadarinya.
~~Flashback-END~~
''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''''
Salju yang begitu dingin terasa menusuk bagi sesosok namja yang kini tengah berdiri sendirian di depan sebuah toko yang cukup ramai sembari menatap hamparan salju di depannya. Namja bernama Zhoumi itu merasa tercekat karena tiba-tiba saja sekelebat ingatan akan mantan yeojachingu-nya itu kembali terbayang dalam pikirannya. Ingatan akan kejadian dua tahun yang lalu yang cukup membebaninya.
.
~~Flashback~~
"Kau ingin pergi diam-diam?" Zhoumi terkejut. Tak pernah sekalipun ia membayangkan bahwa Ryeowook akan mengatakan hal seperti ini langsung padanya. "Wae? Untuk apa kau melakukannya?"
Ryeowook sedikit menunduk, memilih untuk berpikir ulang sebelum menjawab pertanyaan tersebut. Ia takut dan hatinya menolak untuk mengatakan alasan yang sebenarnya.
"Eodi? Kemana kau akan pergi?"
Ryeowook menghela napas sejenak. "Mian. Aku tidak bisa memberitahumu."
Zhoumi dibuat bingung akan jawaban Ryeowook. Ia sangat mengenal Ryeowook dan ia tahu bahwa yeoja di hadapannya ini tidak sedang bercanda. Zhoumi menyadari adanya raut keseriusan yang saat ini terlukis dengan sangat jelas pada wajah yeoja itu.
"Tolong jangan beritahu siapapun mengenai kepergianku ini, termasuk pada Kyuhyun. Jebal!" mohon Ryeowook, berusaha membuat namja di depannya itu mau menyetujui permintaannya.
Zhoumi terkejut. Ia tak habis pikir bahwa Ryeowook akan berbuat sampai sejauh ini. "Bagaimana mungkin kau pergi tanpa memberitahunya? Dia itu namjachingu-mu, ne?"
"Jebal... Jebal Zhoumi-ah," mohon Ryeowook lagi.
Zhoumi menghela napas panjang. Ia sama sekali tak mengerti apa yang sedang lawan bicaranya ini rencakan. "Lalu, untuk apa kau memberitahuku mengenai hal ini?"
Ryeowook kembali terdiam. Ia sadar bahwa demi meluruskan segalanya, ia harus mengungkapkan semua hal yang perlu ia ceritakan pada namja itu.
"Aku memberitahumu hanya untuk membantu Kyuhyun jika suatu hari nanti dia berada dalam keadaan yang sulit. Jika hal itu sampai terjadi, maka aku ingin kau memberitahunya mengenai alasan kepergianku ini."
Pernyataan Ryeowook perlahan membuat Zhoumi tercekat. Kata-kata Ryeowook mulai menyadarkannya akan situasinya saat ini. Entah langkah yang Ryeowook ambil benar atau tidak, ia sudah tak bisa menilainya.
"Jangan beritahu Kyuhyun soal ini. Jebal..." mohon Ryeowook lagi sambil menatap kedua mata Zhoumi lekat. "Alasanku pergi adalah selain karena ayahku dimutasi, juga karena..." Kalimat Ryeowook mendadak terhenti. Sejujurnya saat ini Ryeowook ragu bahwa ia mampu menggunakan kata-kata yang tepat. Yeoja itu tak yakin bahwa mantan namjachingu-nya ini akan menyutujui permintaannya. "Aku merasa lebih baik jika aku mengakhiri hubunganku dengan Kyuhyun."
Zhoumi terkejut. Tatapan matanya menunjukkan bahwa namja itu tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. "Kau ingin mengakhiri hubunganmu dengan Kyuhyun?"
Ryeowook mengangguk. "Kurasa itu adalah satu-satunya jalan terbaik."
~~Flashback-END~~
.
Mendadak Zhoumi tersadar dari lamunannya. Yah, kurang lebih seperti itulah peristiwa yang ia alami setahun yang lalu. Takut dirinya mendadak berubah menjadi melankolis, namja itu pun segera menghentikan bayang-bayang ingatannya akan Ryeowook yang saat ini meresap masuk dengan sendirinya ke dalam pikirannya. 'Andwae! Sebentar lagi aku akan kencan, aku tak boleh memikirkan hal itu lagi.' batinnya dalam hati.
Zhoumi pun berusaha menata kembali pikirannya pada posisi semula. Ia kembali menunggu kedatangan seseorang yang saat ini menjadi yeojachingu-nya dengan sabar hingga tiba-tiba saja, kedua matanya menangkap sesosok namja yang ia kenal sedang berjalan melewatinya.
"Kyuhyun!" pekik Zhoumi, berusaha menghentikan namja itu sebelum ia melangkah lebih jauh lagi.
Namja yang dipanggil Kyuhyun itu pun menengok setelah tak sengaja ia menangkap sebuah suara yang memanggil namanya. "Zhoumi?"
Zhoumi sedikit terkejut. Bukan karena suara Kyuhyun yang menyebut namanya. Melainkan karena tampang Kyuhyun yang saat ini terlihat pucat. Zhoumi terdiam. Diperhatikannya Kyuhyun dari ujung kepala hingga ke ujung kaki. Ia mendapati bahwa tubuh namja itu jauh lebih kurus dibanding saat terakhir kali keduanya bertemu.
"Gwenchana?" tanya Zhoumi, ingin memastikan keadaan namja di hadapannya. "Apa kau baik-baik saja?"
Kyuhyun tersenyum, namun ia tak menjawab pertanyaan Zhoumi padanya.
Zhoumi tercekat. Miris rasanya melihat keadaan Kyuhyun sekarang. "Kau harus makan yang banyak, arraseo?" ucap Zhoumi sambil menepuk-nepuk bahu Kyuhyun. Ia berharap bisa menyalurkan kekuatannya pada namja yang kini berada di hadapannya itu. "Jaga kesehatanmu."
"Arraseo," lirih Kyuhyun pelan.
Zhoumi melepaskan tangannya dari bahu Kyuhyun, kemudian ia mengulum senyumnya. "Mianhae. Bukan maksudku untuk menyalahkan tindakanmu. Hanya saja... bukankah sudah terlalu lama bagimu untuk menunggunya?" Namja itu menghela napas sejenak, sebelum ia kembali melanjutkan. "Sudah dua tahun berlalu. Kau yang sekarang adalah namja berusia 19 tahun, karena itu kau harus melanjutkan hidupmu dengan baik, arraseo?"
"Ne." Kyuhyun tersenyum singkat. "Aku pergi dulu, ne?" pamitnya yang dibalas dengan anggukan dan lambaian tangan oleh Zhoumi.
Zhoumi mengantarkan kepergian Kyuhyun dengan sebuah senyum pilu. 'Ah, andai saja aku bisa membantunya.'
.
.
Sementara itu, di sebuah minimarket...
Saat ini Yesung sedang berjalan dengan riang sambil membawa beberapa barang yang ingin ia beli menuju kasir. Sesampainya di depan kasir, namja itu pun segera meletakkan semua barang belanjaannya. Betapa terkejutnya ia saat tiba-tiba saja ia melihat sesosok yeoja yang sudah lama tak ia temui kini berdiri tepat di depannya. Yeoja tersebut baru saja menyelesaikan transaksinya dan saat yeoja itu menengok ke arah Yesung, ekspresi wajahnya menunjukkan bahwa ia juga sama terkejutnya dengan namja itu. Keduanya pun saling bertatapan selama beberapa saat.
"Ryeowook?!"
Yeoja itu segera berlari keluar dari minimarket tersebut. Melihat tindakan sang yeoja, Yesung pun ikut berlari. Ia berusaha untuk mengerjarnya. Kali ini, ia bertekad untuk tidak membiarkan yeoja itu lolos.
GREB!
Tak lama, Yesung akhirnya berhasil menangkap tangan yeoja itu dan menghentikannya.
"Ryeowook-ah!" panggil Yesung pada yeoja itu.
Yeoja itu pun menengok dan mendapati seorang namja yang sangat tak asing baginya telah berhasil menghentikan aksi kaburnya.
"Kau—Kenapa kau tiba-tiba saja menghilang?" tanya Yesung dengan penuh penekanan.
Yeoja bernama Ryeowook itu tercekat. Ia bisa melihat dengan jelas kekesalan dan kekhawatiran yang tergambar jelas pada raut wajah Yesung saat ini. Ia bisa merasakan dengan sangat jelas, betapa namja itu sangat menginginkan penjelasan darinya.
Yesung menunggu jawaban Ryeowook dengan sabar, namun yeoja itu tak kunjung menjawab.
"Kau tak ingin menjawabnya?" tanya Yesung memastikan.
Ryeowook menggeleng, membuat namja itu hanya bisa menghela napas dan menyerah.
"Baiklah..." ujar Yesung seakan memberikan sinyal pada Ryeowook bahwa yeoja tersebut bisa bernapas lebih lega. "Yang terpenting, kau harus pergi menemui Kyuhyun sekarang juga."
"Sekarang?" tanya Ryeowook tak mengerti maksud namja tersebut.
"Ne!"
"Wae?"
"Karena dia sudah menunggumu selama 2 tahun!" pekik Yesung cukup keras.
Kedua mata Ryeowook membelalak lebar. Syok. Ia sangat terkejut akan apa yang baru saja dikatakan oleh namja di hadapannya itu.
"Dua tahun. Dia benar-benar menunggumu selama dua tahun," ucap Yesung mengulangi perkataannya, berharap yeoja itu segera mengerti keadaan yang sebenarnya. Yesung benar-benar ingin menolong Kyuhyun, sahabatnya.
"Jinjja?" tanya Ryeowook tak percaya.
"Jinjja." Yesung menghela napas pelan dan kembali menggenggam tangan Ryeowook. "Karena itu, ayo kita temui dia sekarang. Arraseo?"
Ryeowook segera melepaskan tangannya dari genggaman Yesung. "Andwae."
"Andwae? Waeyo?"
Ryeowook terdiam. Ia tidak siap untuk bertemu dengan Kyuhyun sekarang. Sejak Ryeowook pergi meninggalkan Kyuhyun, tak pernah sedetikpun ia sanggup membulatkan tekadnya untuk suatu hari nanti ia kembali menemui namja itu.
"Kenapa kau begini Ryeowook-ah?" tanya Yesung, sama sekali tak mengerti akan sikap yeoja di hadapannya. "Dia sangat menderita karena tak bisa melupakanmu semenjak kau pergi. Kau harus menemuinya."
Ryeowook tetap ini ia sama sekali tak berani menatap mata Yesung. Jantungnya berdegup kencang. Ryeowook berada dalam keadaan tertekan dan hatinya bagai teriris di saat bersamaan. Ia tak menyangka bahwa namja-nya akan begitu setia menunggunya. Perasaannya begitu pilu. Rasanya ia tak ingin mempercayai perkataan namja yang berada di hadapannya kini. Karena jika semua itu benar, maka ia akan merasa sangat bersalah.
"Dia tak pernah melupakanmu. Aku sahabatnya dan aku tahu itu," ucap Yesung pada Ryeowook, berharap yeoja itu mau mempercayainya. "Temui Kyuhyun. Jebal!"
Ryeowook ingin menoleh namun ia sama sekali tak memiliki keberanian yang cukup untuk melakukannya.
"Dia sangat merindukan. Karena itu, kumohon... kali ini tolong temui dia," mohon Yesung dengan sangat, seakan ini adalah kesempatan terakhirnya untuk bisa mempertemukan Kyuhyun dengan Ryeowook.
Yesung pun terkejut karena tiba-tiba saja ia melihat cairan bening mulai mengalir turun dari pelupuk mata Ryeowook.
Yeoja itu menangis dalam diam. Ia sadar betul akan kesalahan yang telah dilakukannya. Betapa kejam dirinya. Ia merasa bahwa dirinya yang dulu terlalu mengikuti emosi hingga hubungannya dengan Kyuhyun berakhir buruk.
"Aku memang yeoja yang jahat," lirih Ryeowook sambil terisak. "Eotteokhae? Bagaimana mungkin aku bisa menemui Kyuhyun?"
"Uljima. Kau bukan yeoja yang jahat. Aku tahu itu," hibur Yesung sambil tersenyum. "Lebih baik kau menemuinya daripada terus menghilang seperti ini, arraseo?"
Ryeowook tidak menjawab. Tampaknya ia masih ragu untuk bertemu dengan namjachingu yang telah menerima begitu banyak luka darinya.
"Percayalah padaku," ucap Yesung dengan segala keyakinannya. "Kau takkan menangis jika kau sudah tidak menyukainya."
Ryeowook mengangguk. Entah mengapa, perkataan Yesung begitu menguatkannya, membuatnya lebih berani untuk menemui Kyuhyun, namja yang tak bisa ia lupakan sampai detik ini. Ia sangat bersyukur karena Yesung telah menyadarkannya akan hal yang terpenting, perasaannya yang sesungguhnya.
Setelah mendapatkan persetujuan dari Ryeowook, Yesung pun segera menelepon Kyuhyun. Ia menunggu dengan sabar, namun namja itu tak kunjung menjawab panggilannya. "Tak diangkat."
Sementara Yesung terus mencoba menelepon Kyuhyun berkali-kali, mendadak Ryeowook teringat akan satu tempat yang menurutnya...
"Yesung-ah aku pergi dulu, ne?" pamit Ryeowook pada sang namja yang baru beberapa saat lalu menjadi lawan bicaranya. Ia pun mulai melangkahkan kakinya, pergi meninggalkan namja itu.
Sesaat Yesung bingung akan ulah sang yeoja, namun tak lama ia segera tersadar. "Kemana kau akan pergi?!" teriaknya, berusaha menghentikan langkah Ryeowook yang semakin menjauh darinya.
Mendengar suara Yesung, Ryeowook pun segera menghentikan langkahnya dan menoleh. "Ke tempat Kyuhyun!"
"Mwo?"
Tanpa memedulikan respon Yesung, Ryeowook segera berlari, pergi meninggalkan Yesung meski ia tahu namja itu pasti akan kebingungan akibat tingkahnya.
Benar saja, Yesung sukses dibuat bimbang. Ia ragu antara memilih untuk mengejar Ryeowook atau membiarkan yeoja tersebut pergi begitu saja. Ia bisa melihat bahwa yeoja itu semakin menjauh dan akhirnya menghilang. Pada akhirnya, Yesung memilih untuk mempercayainya serta berharap semoga saja yeoja itu tidak berbohong padanya.
.
.
Ryeowook terus berlari menuju suatu tempat yang ia yakini meski tak yakin Kyuhyun-nya berada disana.
Meski berbagai rasa pahit mulai menyelubungi dan menganggu pikirannya. Meski takut dan hatinya belum siap. Ia terus berlari menuju tempat tersebut, seakan ini adalah kesempatan terakhirnya untuk bertemu dengan namja itu.
Setelah beberapa saat berlari, tanpa terasa akhirnya Ryeowook pun sampai pada tempat tujuannya. Sebuah taman yang menjadi firasatnya saat ini. Sebuah taman yang penuh akan kenangannya dengan seorang namja yang sampai saat ini masih memiliki tempat di hatinya.
Ryeowook mengedarkan pandangannya ke segala arah, berusaha menemukan keberadaan Kyuhyun. Karena merasa lelah, dengan napas yang juga masih terengah, ia pun segera mencari bangku taman terdekat dan mendudukan dirinya disana.
"Wookie!"
Ryeowook terkejut. Hatinya tergetar akan suara yang tiba-tiba saja memanggil namanya. Panggilan akrab yang dirindukannya, juga suara seseorang yang sangat ia rindukan. Segera ia mengangkat kepalanya yang tertunduk dan menemukan bahwa namja yang ia cari itu kini berada tak jauh di depannya.
Keduanya pun saling berpandangan. Terdiam dan terkejut. Saking terkejutnya, keduanya bisa merasakan jantung mereka seakan berhenti berdetak. Seakan tak percaya bahwa semua ini nyata. Bahwa orang yang paling dirindukan kini berada di depan mata.
Setelah tersadar dari keterkejutan yang dirasakan keduanya, segera Kyuhyun berlari ke arah Ryeowook yang masih duduk di kursinya dan membawa yeoja itu ke dalam dekapannya.
"Wookie..." panggil Kyuhyun lagi sambil tetap memeluk Ryeowook.
Dua tahun sudah keduanya terpisah. Semenjak perpisahan itu, hampir setiap hari Kyuhyun menunggunya di taman ini. Berjaga-jaga kalau suatu hari nanti Ryeowook akan kembali.
Kini bertemu kembali dengan Ryeowook, membuat hatinya merasakan haru dan kebahagiaan yang begitu dalam. Tanpa Kyuhyun sadari, Ryeowook yang kini berada dalam pelukannya mulai menangis. "Mianhae Kyuhyun-ah..." lirihnya.
Mendengar isakan tangis Ryeowook, Kyuhyun pun segera mengendorkan pelukannya untuk melihat wajah yeoja itu. Dugaannya tepat. Yeoja dalam dekapannya itu sedang menangis. Segera Kyuhyun berlutut agar keduanya berada dalam posisi sejajar, kemudian ia pun mengusap air mata yang mengalir turun membasahi wajah Ryeowook.
"Apa kau merindukanku?" tanya Kyuhyun pada Ryeowook. Ia ingin memastikan apakah yeoja itu merindukannya seperti yang selama ini ia rasakan terhadap yeoja-nya itu.
Ryeowook mengangguk. "Jeongmal bogoshipo."
Sesaat Kyuhyun tercekat. Pernyataan Ryeowook benar-benar membuat hatinya merasa bahagia. "Nado bogoshipo," balas Kyuhyun.
Melihat Kyuhyun dalam jarak sedekat ini serta pernyataan namja itu yang sesuai harapan Ryeowook, telah membuat hati Ryeowook bergetar hebat.
Sebenarnya Ryeowook sempat berpikir, bagaimana kalau setelah ia kembali ke kota ini dan kembali menemui Kyuhyun, Kyuhyun sudah tak menginginkannya lagi? Bagaimana kalau selama ia pergi, Kyuhyun bahkan sedikitpun tak pernah merindukannya? Bagaimana kalau Kyuhyun sudah memiliki yeoja lain?
Meski Ryeowook tak ingin Kyuhyun terus menunggunya, namun bagaimanapun juga ia sadar bahwa selama ini perasaannya masih menginginkan Kyuhyun. Meski berharap Kyuhyun tetap menunggunya merupakan hal yang egois, tapi ia tak bisa membantah bahwa itulah yang diinginkan oleh hatinya. Setelah dua tahun berlalu, Ryeowook semakin menyadari bahwa semakin ia terpisah dengan Kyuhyun, maka semakin ia menginginkan namja itu hadir di dalam kehidupannya.
"Aku menyukaimu," ungkap Kyuhyun sambil menatap mata Ryeowook dalam, hingga Ryeowook bisa merasakan ketulusan dalam pernyataan cinta namja itu terhadapnya. "Apa kau juga menyukaiku?"
Air mata Ryeowook kembali mengalir. Ia terharu. Saking gembiranya, Ryeowook langsung mengangguk tanpa ragu. "Saranghaeyo," ucap Ryeowook tulus.
Belum sempat Kyuhyun membalas perkataan Ryeowook, Ryeowook segera mendekatkan wajahnya pada namja itu dan mencium bibirnya.
Kyuhyun terkejut. Kini ia mulai merasakan sensasi yang berbeda dibandingkan saat pertama kali keduanya berciuman. Ini adalah pertama kalinya Ryeowook yang memulai.
Tak lama Ryeowook pun melepaskan ciuman mereka dan memperlihatkan sebuah senyuman yang manis pada Kyuhyun.
Kyuhyun pun membalas senyuman tersebut. Sama sekali ia tak menyangka bahwa hari ini adalah hari dimana ia akan mendapat berbagai kejutan dari yeoja yang begitu ia cintai. Ia sungguh merasa bahagia dan bersyukur akan keajaiban terbesar yang telah Tuhan berikan padanya hari ini.
"Mari kita ulangi semuanya dari awal," ucap Kyuhyun sambil mengambil sebelah tangan Ryeowook dan mengenggamnya.
Ryeowook mengangguk. "Ne."
Keduanya saling memandang satu sama lain. Dalam hati, baik Kyuhyun maupun Ryeowook, berharap agar ke depannya hubungan mereka akan berjalan jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
"Saranghaeyo Wookie-ah."
.
.
Saat ini aku benar-benar bahagia karena bisa bertemu lagi dengan Ryeowook. Meski Ryeowook telah membuatku melalui dua tahun yang berat dan menyiksa, entah mengapa aku tak bisa marah padanya. Sebelum mengenal cinta, aku menganggap bahwa orang yang memaafkan pasangannya dengan mudah padahal pasangannya sudah berbuat kesalahan besar adalah hal yang bodoh. Tapi tak kusangka, setelah aku merasakannya sendiri, aku malah memaafkan Ryeowook dengan mudahnya. Ah, mungkin inilah yang disebut sebagai cinta yang sesungguhnya?
Semakin lama mengenal cinta, aku juga semakin menyadari bahwa tak ada percintaan yang selalu berjalan mulus dan bahagia. Jika ada kisah cinta yang seperti itu, maka itu hanya ada dalam khayalan manusia saja. Bahkan dalam sebuah drama percintaan maupun cerita fiksi sekalipun, semua kisah cinta akan selalu menemui rintangannya masing-masing demi mencapai kebahagiaan. Tapi satu hal yang kupelajari, bahwa setiap rintangan yang ada bisa kita jadikan pembelajaran agar ke depannya hubungan kita dan pasangan kita bisa menjadi lebih baik. Bahkan jika berakhir dengan putus, itu bisa menjadi pembelajaran juga agar kelak kita bisa menjalin hubungan baru yang jauh lebih baik.
Dan hal yang terakhir kupelajari adalah...
Jika kau sudah lama terpisah dengan orang yang kau cintai dan akhirnya saat bertemu lagi kau masih menyukai orang tersebut...
Mungkin itulah jodoh yang ditakdirkan untukmu.
.
.
Park of Memories
-_THE END_-
A/N: Annyeong readers ^o^ *peluk cium* akhirnya Park of Memories tamat sampai disini.
Sebelumnya, author mau menyampaikan mianhae dan mianhae karena ff ini lama updatenya, mianhae.
Author juga ingin mengucapkan gomawo dan gomawo yang sebesar-besarnya atas kesetiaan kalian semua terhadap ff ini.
Seperti yang sudah kalian ketahui, memang seharusnya ff ini tamat di chapter 13, tapi akhirnya author tambahkan satu chapter biar dapat happy ending hehe. Setelah melihat review kalian, author baru menyadari bahwa ff ini lebih cocok happy ending XD karena itu thanks ya atas review kalian yang telah menyadarkan author.
Sedih juga karena akhirnya harus berpisah disini T_T
Author harap semoga kalian menyukai endingnya XD hehe
Oke, karena bingung mau ngomong apa lagi, tanpa banyak basa basi lagi...
Thanks for reading all and review please?
See you in the next ff XD
