JUST YOUR ORDINARY ROMCOM STORY
A Beelzebub Fanfiction Story by Maplerivers
Chapter 14
'wah, udah kamis aja.. shimatta, i'm slacking off again, padahal udah mau selesai ceritanya. Baiklah mumpung selo dan woles, mari menulis..' kata Author saat menyadari bahwa udah telat update-tunggu ngapain aku nyisipin cerita gak penting ini.
Beru-chan, Hiruda-san, Oga-sama wa Ryuhei Tamura shoyu shite ita. (thanks google translate)
~00~
"Pak Pendeta, aku keberatan dan menolak penyatuan bla-bla-bla ini. Tahu kenapa? Karena si cantik yang berdiri di sini ini adalah kekasihku, dan aku yang seharusnya mendampinginya di altar ini," Oga Tatsumi menyatakan dengan keras dan jelas.
Apa? Apa aku tidak salah dengar? Benarkah apa yang dikatakan oleh Tatsumi ini, apa dia bersungguh-sungguh dengan kalimatnya itu? Tunggu memangnya dia Tatsumi sungguhan, aku tidak akan percaya kalau dia benar-benar Oga Tatsumi yang itu, iya yang itu.
Preman sekolahan kurang kerjaan yang-aku yakin, sampai sekarang masih males beliin susu buat anaknya itu. Yang kalau tidur masih suka jatuh sendiri dari kasurnya(iya memang aku dan Beelze yang menuhin kasurnya sih, tapi). Darimana dia belajar kalimat manis itu, kalau dia gak pernah ngerjain PR dan tahunya cuman adu jotos aja. Ya enggak berarti aku gagal tersanjung dengan kalimatnya itu sih, tapi seperti itu kah aku dimatamu Tatsumi? Kamu kan tidak pernah bilang aku cantik, kamu selalu bilang aku cerewet, bawel, wanita setan, tapi ternyata kalau dihadapkan dalam situasi seperti ini, tampaknya egomu bisa kau tepis.
Tatsumi... aku tidak akan menutupinya lagi, aku tidak akan bisa. Aku telah menunggumu. Menunggumu menyatakan hal yang sama yang telah kurasakan selama ini.
Kau telah datang...
...
Hilda menatap Tatsumi dengan terpana. Ksatrianya telah datang, tepat di saat-saat terakhir. Tak terasa airmatanya menetes, tak hanya terharu namun juga sangat bersyukur. Hilda pun mendengar kalimat dari ayahnya sebelumnya, saat ini bahkan ayahnya sudah mengizinkannya berlari ke pelukan sang ksatria.
"TIDAK SECEPAT ITU, KORA!" Jabberwock yang sempat tercengang dan bertanya-tanya dari mana munculnya orang-orang itu terlihat murka melihat kejadian itu. Terang saja, saat sudah sejentik lagi bersama dengan pujaan hatinya, hanya karena penyusup tidak sopan ini, gagal semuanya.
"Jabberwock tenang, Beelzebub-sama apa maksud perkataan anda..?" ayah Jabberwock, Behemoth mengonfrontasi Beelzebub. Kalimatnya yang tenang tidak berhasil menutupi wajahnya yang sudah terlihat sangat marah.
"Tidak perlu berpura-pura kaget seperti itu, Behemoth. Aku tahu kau sebenarnya juga tahu kalau aku tidak pernah menyetujui pernikahan ini kan?"
Meski telak pernyataan Beelzebub-sama itu, namun Behemoth tidak akan pernah mengakuinya. Benar dia tahu kalau pernikahan ini adalah cara ilegal untuk mendapatkan Hilda karena Behemoth tahu tanda tangan Beelzebub di surat perjanjiannya palsu, tapi dia juga tidak terima harga dirinya dijatuhkan seperti ini.
Walaupun dia juga dalam posisi salah.
Karena ini bukan hanya masalah Jabberwock yang benar-benar jatuh cinta dengan Hilda, tapi juga menyangkut gengsi dan nama besarnya. Behemoth tidak bakalan mau menanggung malu karena telah ketahuan melakukan cara busuk.
"Ayah apa itu benar?" Jabberwock terlihat tidak percaya dengan kalimat dari Beelzebub, bahwa Beelzebub tidak menyetujui pernikahannya. Nampaknya Tuan Muda dari Pillarscorps. itupun juga tidak mengetahui cara bawah tangan yang dilakukan ayahnya.
"Heh, omong kosong apa yang keluar dari mulutmu itu? Aku hanya tidak terima bahwa kau menghianatiku dan dengan beraninya mempermainkan hati anakku yang benar-benar telah jatuh hati dengan putrimu itu," bagaikan kleptomaniak yang panik saat diinterogasi, Behemoth mulai mencari-cari alasan. "Kau juga sudah mengerti kan, bagaimana bersungguh-sungguhnya Jabberwock untuk mendapatkan Hilda. Aku sebagai ayahnya hanya bisa mengusahakan yang terbaik untuk membantu menyatukan dua hati itu. Tapi kau, apa yang kau lakukan, hanya pergi untuk sesaat, tapi pernyataanmu sudah berubah. Aku benar-benar tidak menyangka semudah itu, heh."
Apapun yang direncanakan oleh Behemoth lewat kalimat konfrontasionalnya itu berhasil membuat Beelzebub-sama mulai naik pitam. Tapi kemudian dia melihat dua sejoli yang ada di depannya, Hilda dan Oga. Melihat Hilda yang memandangnya dengan tatapan bertanya-tanya dan Oga yang terlihat sangat mengaharapkan penjelasannya itu membuatnya berfikir bahwa dia harus menjelaskan semuanya dengan kepala dingin.
"Ya, aku tahu kau sedikit panik ketika aku muncul tiba-tiba dari balik pintu itu, apalagi bersama dengan orang yang menghancurkan mimpi anakmu itu. (a/n; Cie Oga.) Itu bisa dimengerti," kata Beelzebub-sama sedikit lebih pedas di telinga Behemoth. "Tapi aku bisa meyakinkan bahwa aku tidak pernah menandatangani dokumen apapun yang berhubungan dengan pernikahan ini,"
Kalimat apapun, kalau diucapkan dengan jelas dan tenang itu lebih efektif dan meyakinkan. Dan itu pula yang dirasakan oleh Hilda. Meski demikian, gadis itu masih belum mengerti siapa sebenarnya dalang dibalik huru-hara ini.
"Lalu jelaskan adanya dokumen pertunangan ini?" Behemoth kemudian mengeluarkan sebuah kertas. Tentu saja kertas yang berisi tanda tangan palsu Beelzebub.
"Yolda. Kau tahu sesuatu mengenai hal ini..?"
Tentu saja, Hilda langsung tercengang menyadari apa yang dimaksudkan oleh ayahnya itu. Dia memandang Yolda seolah tidak percaya. Sementara Behemoth merasa sudah berada diatas angin, mengkambinghitamkan Yolda, yang sebenarnya memang pelakunya.
"ayah... ak-aku.. aku bisa menjelaskan.."
"iya aku menunggumu.."
"itu... adalah.." anak macam apa yang tidak akan gugup dan menciut nyalinya ketika melihat ayahnya dengan mata menyala seperti itu menunggu penjelasannya. Apalagi setelah ketahuan melakukan kesalahan.
"Yolda," Hecados menepuk pundak istrinya dengan pelan, nada bicaranya pun lebih pelan. Namun genggaman tangannya itu terasa lebih erat dari yang seharusnya. "Sudahlah." Matanya memandang Yolda dengan lembut, seolah menyiratkan 'aku akan selalu ada untukmu'
"Dokumen itu asli," dengan tanpa membalas tatapan ayahnya Yolda menjawab, nampaknya gestur dari suaminya itu gagal dipahami oleh Yolda. Langsung saja Hecados menarik istrinya.
"Yolda-"
"aku akan menyelesaikan ini dengan caraku,"
"tapi caramu itu tidak akan menyelesaikannya. Sudahlah akhiri saja," kata Hecados (a/n: mungkin dia lelah dengan semua ini). Melihat kasak-kusuk Hecados dan Yolda semakin membuat Beelzebub-sama dan yang lainnya semakin yakin bahwa Yolda yang melakukannya.
Dalam benak Yolda, ibu En itu malah semakin membenci semua orang dalam ruangan itu, terlebih pada Hilda. Mengapa semuanya hanya peduli pada Hilda, mengapa tak sekali saja mereka berfikir bagaimana keadaan Yolda sebenarnya. Kecemburuannya membuatakan mata hatinya. Dan Hecados pun tidak membantu, apanya yang akan selalu ada untuknya? Dia pasti hanya ingin melihatnya di omeli ayahnya kan? (a/n: Tunggu, kenapa jadi kaya curhatan anak TK)
"Beelzebub-sama, mungkin anda ingin mendengarkan penjelasannya. Dokumen itu... saya yang membuat-"
"Anata...!"
"Yolda! Dengarkan aku, kau hanya cemburu pada Hilda. Kau ingin bisa sepertinya yang bisa bebas memilih siapa pendampingnya iya kan?" pertanyaan dari Hecados itu membuatnya tercengang, apakah Hecados cemburu?
Suaminya itu kemudian memaksanya untuk menatap matanya. Dua lenganya masih menggenggam erat pundaknya.
"Aku minta maaf karena telah mengambil kebebasanmu, aku tahu aku egois karena memperistrimu. Tapi aku sungguh peduli padamu, aku tidak ingin kau terus hidup dengan kebencianmu yang tak beralaskan itu.." Kalimat dari Hecados itu seakan menggema dalam hati Yolda yang seolah kosong. Meresap ke dalam benaknya.
"Maka dari itu, mungkin ini bisa membuatmu memaafkan keegoisanku," kalimat lembut itu yang membuat Yolda berhasil memahami bahwa suaminya itu benar-benar peduli padanya.
"Beelzebub-sama, aku yang membuat dokumen itu agar aku bisa mengambil alih bisnismu dengan Behemoth, Yolda hanya sebatas membantu. Oleh karena itu saya bersedia bertanggung jawab,"
Baiklah, situasinya benar-benar menjadi berbelit-belit. Oga sendiri yang dari tadi diam saja malah semakin tidak mengerti dengan kejadian ini. Apalagi bagi Furuichi yang tadi sempat diam-diam menyusup dan menyimak setengah jalan apa yang terjadi di ruangan mewah itu. Dan kalau-kalau kalian bertanya bagaimana nasib pendeta yang ingin menikahkan Hilda dan Jabberwock tadi, dia hanya bisa clingak-clinguk dan akhirnya diantar keluar oleh seorang bodyguard.
"Oga, kok malah jadi kaya sinetron Rom-com gini sih hidup lo? Bukannya elo itu preman sakti mandraguna semua orang terpana dari Ishiyama?"
"Diem Furuichi, gak kaya gue pengin aja ngalamin hidup kek gini," jawab Oga masih berusaha berfikir. Behemoth yang marah-marah padahal salah, kemudian mengkambinghitamkan Yolda yang sebenarnya juga salah tapi gak mau mengalah. Malah suaminya yang mengaku dan berlagak heroik menyelamatkan muka istrinya. Jadi sebenarnya siapa yang salah..?!
Mungkin yang sebenarnya paling bingung adalah Jabberwock. Sungguh, keinginannya sebenarnya sangat sederhana. Dia hanya ingin mempersunting pujaan hatinya. Dia tidak tahu akan begini kejadiannya, siapa orang yang berkata bahwa dia adalah kekasih Hilda? Apa yang dimaksud oleh Beelzebub-sama bahwa dia tidak pernah menyetujui pernikahannya ini? Kalau begitu dia gak jadi nikah sama Hilda, sedih dong. Lalu kenapa ayahnya malah menyalahkan Beelzebub-sama soal dokumen pertunangannya? Kenapa Beelzebub-sama malah berkata kalau itu palsu dan ayahnya menggunakan cara yang licik? Apakah ini berarti dia hanya dibodohi oleh ayahnya? Lalu kenapa pula Yolda-san dan Hecados-san malah main drama di saat-saat genting seperti ini? Lagian drama macam apa itu?!
...
Semuanya bermula senja itu, saat pertama aku melihatmu. Kau terlihat bersungguh-sungguh untuk bisa menguasai lagu klasik itu. Alismu yang tergambar sempurna oleh Tuhan itu terpaut kencang seperti senar dari biolamu. Aku tidak tahu lagu apa itu yang kau coba mainkan, aku tidak peduli, tapi aku sangat menikmatinya. Menikmati ciptaan Tuhan secantik ini.
"Yolda, kemana Hilda?"
Kudengar ayahmu bertanya. Ah, sayang bukan engkau yang akan bersatu denganku. Kau saudarinya.
"ayah!" pertama kali kudengar seruanmu, oh sungguh merdu suaramu, "apa kau melihatnya? Melihatku bermain biola barusan?" iya aku melihatnya, itu sangat bagus. Tapi sayangnya ayahmu tidak. Itu terbukti saat dia malah bertanya sekali lagi dimana gerangan saudarimu. Aku tahu kamu kesal, aku tahu kamu marah, mungkin kau hanya ingin mendengar sedikt pujian dari ayahmu, iya kan?
Kemudian yang kutahu, kau duduk disebelahku. Di meja di depan kita tersebar surat-surat pertunangan. Ibumu yang duduk di kursi roda itu menyodorkan perhiasan jari manis yang cantik. Satu hal yang membuatku menyukai perhiasan itu adalah karena itu akan digunakan untuk mengikatmu denganku.
Kakekku meninggal beberapa bulan setelahnya, keluargaku sangat terkejut dengan kepergiannya. Karena tidak ada tanda-tanda yang berarti, bahkan hari sangat cerah, sakura yang bermekaran tidak berhasil menghentikan kepergiannya. Dan di bawah guyuran Sakura yang sama kita resmi bersatu. Genta dari gereja kecil milik keluargaku berdentang riang, sama dengan hatiku.
Tapi, saat aku melihat wajahmu, ada kenyataan yang berbeda. Matamu hampa, lirikanmu pada saudarimu menyakitkan. Saat itulah aku tahu, kau terluka.
Kau tidak menginginkan pernikahan ini, karena ini sebenarnya bukan hakmu, bukan kamu yang berkewajiban berdiri di sampingku di depan altar ini. Sementara aku, aku gagal memahaminya sampai saat terakhir janji ini terucap. Aku yang semakin menambah luka hatimu. Seharusnya aku menunggumu, menunggumu untuk bisa mengijinkanku memasuki hatimu, aku tahu cinta bisa menunggu. Tapi aku bodoh.
Kini satu-satunya yang bisa kulakukan padamu, pada istriku, adalah membantumu menyembuhkan luka hatimu, sampai kau tahu bahwa aku peduli dan aku sayang padamu.
...
"Hecados, aku tahu." Kata Beelzebub-sama membuat Yolda membelalakan mata, apakah ini berarti Hecados yang akan menanggung kesalahannya.
"... kau tidak perlu berbohong. Aku tahu kau adalah orang yang baik, dan aku beruntung bisa mendapatkan putra menantu sepertimu. Tapi kau harus tahu bahwa terkadang untuk bisa membuka mata seseorang, tidak hanya dengan kebaikan, tapi juga harus dengan paksaan,"
Kini giliran Hecados yang membelalakan mata. Apakah ini berarti Yolda akan tetap menanggung ulahnya.
"Yolda selalu cemburu dengan Hilda. Aku tahu itu kesalahanku yang terlalu meninggikan Hilda," tepat saat Beelzebub-sama berkata itu, Lady Iris dan Laymia beserta Alaindelon muncul. (Lamia diungsikan sementara.) "tapi yang perlu kau ketahui Yolda, hal itu karena aku ingin kau tetap berada disisiku. Semua tetua menginginkan kelangsungan bisnis keluarga ini di tangan putra pertama, tapi karena Hilda perempuan, mereka hanya bisa membuatnya melakukan pernikahan bisnis. Aku tidak bisa mencegahnya, tapi kalau itu kau, aku yakin aku bisa melakukan sesuatu untuk mencegahmu menjalani pernikahan bisnis. Tapi di hari itu Hilda menghilang, dan tetua salah mengiramu dengannya. Itulah yang terjadi,"
"Yolda..." Hilda yang mendengar pengakuan itu lalu memandang Yolda dengan penuh rasa bersalah.
"Semuanya sudah terlanjur.." kata Beelzebub-sama yang kemudian disahut oleh Behemoth, "Benar! Lalu apa yang akan kau lakukan dengan ini semua? Aku tidak peduli dengan urusan sentimentil keluargamu itu, tapi kalau sampai ini tidak jadi aku akan menuntut kalian, apalagi kamu!" Behemoth menunjuk Yolda.
"Silakan menuntut kami, tapi kami juga mau mengingatkan sekali lagi, bahwa dokumen pernikahan itu palsu, jadi kau tidak punya dasar untuk menuntut pernikahan yang tidak jadi ini.."
"Nenek..!" En- yang kalau kalian penasaran apa yang dilakukan anak itu dari tadi, dia serius merawat tamagotchinya dan tidak memperdulikan sinetron live & exclusive di ruang yang sama dengannya itu. Anak itu kemudian menuju neneknya yang menggendong adik sepupunya.
"Wah ada bayi beneran, namanya siapa?"
"Baby Beel,"
"Bebebe?"
"En, bisa bantu nenek untuk membawa adikmu ini..?"
"Iya!"
Setelah En kembali sibuk dengan Baby Beel, Lady Iris yang muncul bersama dengan Laymia itu kemudian mendekat pada Beelzebub-sama.
"Aku tidak peduli, aku akan tetap menuntut kalian semua, untuk semua kerugian yang tidak bisa digantikan ini,-"
"Ayah! Jelaskan dulu semuanya padaku! Aku merasa sangat bodoh berada di sini tanpa melakukan apa-apa,"kini mulai Jabberwock yang sudah frustasi dengan apa yang terjadi.
"Pernikahan ini dibatalkan, aku sudah tidak peduli lagi alat bisnis itu.." jadi selama ini Behemoth hanya memandang Hilda sebatas alat saja, dia tidak terlalu peduli dengan perasaan konyol anaknya.
Tapi tanpa diketahui oleh Behemoth sendiri, perasaan Jabberwock itu nyata. Bukan sebatas remeh temeh semata. Seperti Hecados yang tersihir pada Yolda meskipun hanya melihatnya sekali. Dan Jabberwock tentu tidak akan dengan mudah melepaskan Hilda yang sudah sedikit lagi miliknya. Dia hanya menginginkan Hilda.
"Tidak! Aku juga tidak peduli ayah. Ayah boleh pergi dari sini dan menuju pengadilan sendirian, aku akan tetap mendapatkan Hilda-chan..-Bugh!-" Jabberwock yang berencana menyahut tangan Hilda hanya bisa mengelap darah yang mengalir dari sisi bibirnya.
Meletikkan jemarinya yang barusan digunakan untuk menghantam rahang Jabberwock itu, Oga kemudian mulai memasang tampang jahanamnya. "he? Kau bilang sesuatu..?"
"Dengarkan baik-baik, dasar kuping lancip! Kau masih harus berlatih di Netherealm selama seratus tahun untuk bisa mengambil Hilda dari tanganku.." katanya membuat Jabberwock murka, saat Jabberwock ingin membalas Oga, ayahnya menghentikannya.
"Kami tidak akan tinggal diam dengan ini. Ini juga akan kami masukan dalam daftar tuntutan kami, dengar itu Beelzebub!" kata Behemoth, jari telunjuknya menuding dengan penuh amarah pada Beelzebub-sama.
"YEYEYE LALALALA, TATSUMI-KUN.. GANBATTE... UYEE..." entah darimana Beelzebub-sama mendapatkan seragam cheersleader itu, tapi yang pasti itu cukup menunjukan pada Behemoth bahwa Beelzebub-sama benar-benar gak peduli sekalipun gedung apartemen itu dibom oleh Behemoth.
"Iya-iya-iya.. silakan deh. Aku punya Laymia yang akan membantuku mengurus semuanya kok," kata Beelzebub-sama kemudian. Membuat Behemoth tercengang, Sekretarisnya sendiri..?!
"Maaf Behemoth-san, saya sudah tidak mampu lagi berada dibawah anda dan menyaksikan kecurangan anda selama ini. Saya akan membantu Beelzebub-sama mulai dari sekarang, silakan panggil saya menghianat, tapi saya hanya meyakini apa yang saya rasa benar." Pernyataan yang padat dari Laymia itu, sukses membuat Behemoth menyeret Jabberwock dan keluar dari ruangan itu tanpa bisa berkata apa-apa.
...
"Jadi sekarang apa..?" tanya Furuichi.
"Ehem.." mulai dari Hilda yang mendekati Tatsumi yang terlihat menyembunyikan mukanya. Tunggu, kemana perginya pemeran utama gagah berani sinetron rom-com komedi kita?
"Tatsumi.. " menggantung cukup lama kalimat yang ingin diucapkan oleh Hilda itu, tampaknya gadis itupun tidak mampu untuk menyusun kata-katanya untuk menggambarkan betapa bersyukurnya dia kala itu.
Sekejap mata Oga memeluk Hilda yang kemudian terbelalak matanya. Sosok yang selama ini dia harapkan, lengan hangat ini...
"Besok lagi kalau mau pergi pamit dulu..." ucap Oga pelan, "kau membuat Baby Beel khawatir sampai dia eror tuh.." tambahnya membuat Hilda terkekeh pelan. Dia tahu kok maksudnya, 'kau membuatku khawatir sampai aku setengah gila lagi..'
"Adadah... MAMAAMAMAMAMAMA...~~~" celotehan dari Baby Beel yang membuat mereka melepaskan pelukan sementara mereka, bayi itu kemudian merangkak menghampiri mereka.
"WOGH.. bisa gerak sendiri adek bayinya...!" dengan noraknya En berseru, membuat kakek dan neneknya hanya bisa tersenyum.
"Yolda," Beelzebub-sama memanggil Yolda yang masih terpekur tidak tahu harus bereaksi bagaimana. "Sini nak, kau selama ini hanya menginginkan pelukan dari ayah kan?"
Dengan mata yang berkaca-kaca Yolda mulai berjalan menghampiri Beelzebub-sama. Sampai ke dalam pelukan hangat sang ayah yang selama ini dia damba.
"Papa... kok Mama nangis..?" En yang melihat tangis Yolda masih belum mengerti dengan konsep menangis bahagia. Anak kecil itu malah ikutan ingin menangis begitu melihat ibunya tersedu-sedu. Hecados kemudian menggendongnya, mencoba menenangkannya.
"Anakmu menangis, buatin susu sana," kata Beelzebub-sama setelah melepaskan pelukannya.
Yolda kemudian menghampiri suami dan anaknya itu, melihat Hecados yang –sebenarnya- masih terlihat kaku menggendong anaknya. Dia kemudian menyadarinya, Hecados selama ini berusaha keras untuk menjalin hubungan yang normal dalam keluarganya meskipun sifatnya yang dingin itu. Yolda merasa seolah tidak pantas menjadi pendampingnya.
"Anata.. aku minta maaf selama ini tidak menyadari betapa tulusnya rasa sayangmu.. ijinkan aku untuk menebus semua itu,"
"Kau tidak perlu melakukan apapun, kau tahu aku akan selalu bersamamu," jawab Hecados meyakinkan istrinya.
Melihat saudarinya yang terlihat sudah menggapai kebahagiaannya itu membuat Hilda jadi kepikiran. Mumpung mereka , &Oga berdiri di altar, kapan mereka akan meresmikan hubungan mereka. Disenggolnya lengan Tatsumi yang langsung meliriknya dengan datar.
"Kapan kita menyusul mereka?" tanya Hilda santai, Beelzebub-sama dan Lady Iris yang mendengarnya tersenyum penuh arti.
"Apaan. Kita udah menyalip mereka kali," jawab Oga membuatnya menerima jitakan dari Hilda.
"Buat apa kau menjitakku..?!" tanya Oga sedikit tidak terima, aah~ beberapa hal memang tidak berubah.
"Maksudnya kapan kau akan mengikatku dengan cincin di jari manis?"
"hm... tunggu ya, aku tanya Tojo ada pekerjaan apa enggak, aku gak punya duit soalnya," jawab Oga singkat membuat Hilda sweatdrop. Benar, beberapa hal memang tidak berubah, dan dia menyukurinya.
Tamat.
Iya tamat.
Stay tune for epilog.
Sekedar info Netherealm itu arena di game Mortal Kombat. (author gaya, padahal gak pernah sekalipun nge-game Mortal Kombat)
Jadi begitu saudara-saudara. Ending yang 'crappy' banget ya? Haha, silakan marahi saya karena kapasitas otak saya yang juga 'crappy' banget. HAHAHHA...
Tapi serius, it's been such a pleasure to write this fic. Mungkin ada yang ngeh juga di awal-awal kalo tulisannya kaya pointless banget, tapi karena dukungan semua orang aku berhasil menamatkan cerita ini. Woot! It's such an achievement, ngerti. Buat semuanya yang sudah review dan favorite-kan cerita ini, terimakasih hamnida...
- 2623, makasih, makasih, makasih.
- Varawan. Ahaha, jangan di cie-cie-in terus dong, aku kan bisa tersipu.. (apaan.)
-Aika Nara. Terima kasih ya buat excitement ya.. hihi..:3
Namikaze Anwar, Hayaa-Shigure-kun, rizkiirawan3, Aika Nara, Deica-chan, Tatsumi, Skylar Knightwalker, Lampu Petromax, , Troublemaker, Miyuku-chan, Onizuka Audrey, aikawa ahmad, all the guest. (moga gak ada yang kelewatan). Juga Terima kasih ya semua guest yang sudah mendukung, wah sayang gak bisa PM.. semuanya.. Muah..! i lophyupull...
Oke, sekali lagi makasih semuanya.. stay tune buat epilog. (walaupun belum punya ide epilognya gimana)
