felita :"Maafkan ke kelamaan dapet idenya saya semua~"
Shaka :"Haish, gitu juga perlu minta maaf?"
Felita :"Perlu-perluin aja lah..."
Shaka :"Ya lah... ngomong-ngomong ini Mū sama kakakmu mana? kok main ngilang ngitu?"
Felita :"Kalo Kak Alba sama Mū mah tidur, gara-gara capek bantuin aku ngegantung kak Kardia di kuil Cancer..." *Mengingat masa bahagia(?)*
Shaka :"..." *Speechless*
Felita :"Yasudah, kita langsung lanjut ke ceritanya aja~"
-
tangga paling bawah Kuil Aries...
"Hohoho, akhirnya saya kembali..."
Kuil Papacy disaat yang sama...
Jadi? kenapa ini bisa terjadi?!" tanya Saori dengan nada kesal.
Semua goldies, pope, serta calon gold saintnya diam semua.
"HM?!" Saori Masih menunggu jawaban mereka.
Ehem, begini kronologi masalahnya...
Tadi subuh(?), sang duo gemini Muda (Saga dan Kanon) bertengkar lagi untuk ke-146 kalinya (ntu angka ngawur kok, tenang aja, mereka bertengkar jauh lebih banyak kali) Kali ini mereka entah kenapa mencoba bersaing menangkap petir di subuh buta(?) dan bukannya ketangkap, petirnya malah nyasar kearah Sanctuary dan dengan ajaibnya menerbalikkan kelakuan SETIAP Mahluk berkelamin laki-laki... dan saat Saori mengetahui semua ini, semua ini terjadi...
(Readers :"Ini kronologi macam apa?"
Felita :"Aku juga gak tau... hahaha...")
Dan mereka (biang masalahnya) menceritakan kejadiannya seperti kronologi gak jelas barusan...
"Jadi... ini semua karena kalian ya..." kata Saori sambil memukul-mukul kan tongkat Nike nya dengan penuh amarah.
disaat ini Saga dan Kanon saling berpelukan penuh ketakutan...
"Nona Saori... sabar-sabar... dari pada di pukul pake tongkat, mending suruh mereka berdua mencari solusi nya, gimana?" Kata deathmask yang jadi begitu peduli terhadap sesama... dan ini mengakibatkan munculnya tatapan horror dari seluruh Mahluk hidup disana...
"Hm... ide Bagus Deathmask... tidak kusangka kamu pintar juga ya." kata Saori memuji.
Oh ya, tadi ada orang didepan, mari kita lanjutkan bagiannya...
Sang penghuni kuil Libra yang sudah menjadi ungu tersebut pun melanjutkan perjalanannya kembali ke kandangnya(?) dan ditengah perjalanannya sang telo berjalan(?) pun bertemu dengan salah satu temannya yang digantung terbalik di kuil Cancer...dengan catatan yang tertempel didahinya yang berbunyi:
"Siapapun yang berani menurunkan kalajengking ini, akan digantung bersamanya
-Felita"
Dan sang Telo pun merasa takut, tetapi menanyakan keadaan temannya tersebut.
"Woi~ Kar, loe gak papa kan diatas?" tanya sang telo.
(Telo :"Napa aku dipanggil telo?!"
Felita :"Kamu kan kecil dan ungu sekarang, mirip telo, makanya aku panggil telo...")
Kardia tenang bergoyang diatas(?)
"Kar?" Sang telo mulai khawatir.
Dan kalajengkingnya masih bergoyang tanpa suara, tetapi dia terlihat seperti mengucapkan sesuatu.
"hellow, Kardia!!!" dan telonya pun jengkel dan meneriaki nama Kardia.
Dan karena kesal dikacangi, sang telo pun pergi meninggalkan kalajengking gantung tersebut.
Kita kembali ke masalah para goldies...
"Yaaa, itu memang terdengar lebih membantu..." kata Aiolos dengan nada ceria dan berpose ceria.
(Felita :"Maafkan saya para fans Aiolos diluar sana...")
"Bila Mereka dipukul, Ada kemungkinan 50% mereka akan terkena Amnesia, jadi saya juga menyarankan untuk mengirim mereka berdua untuk mencari solusi dari masalah ini..." kata Milo dengan penuh Wibawa dan terdengar pintar, sambil membenahi kacamatanya yang entah dapat dari mana.
"Kalau begitu, kalian berdua harus menemukan solusi mengembalikan semuanya seperti semua dalam waktu seminggu, dimulai dari Besok! Paham?!" bentak Saori Tiba-tiba menunjuk mereka berdua dengan ujung tongkat Nike nya.
"B-baik Nona Athena!!!" kata mereka berdua serentak.
Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka dari arah pintu ruang Papacy...
"Baik apa?" tanya sang telo yang baru masuk.
"DOHKO?!" Teriak mereka semua bersamaan.
"Eeehhhh?! dia kak... maksudnya kek dohko? yang katanya satu generasi sama kak Shion dan kak Alba?... kok tua banget? ungu lagi, mirip telo deh..." kata Angelina.
Disaat ini Sang telo... eh...kak... maksudnya ... kek Dohko langsung merasa down karena dia dibilang mirip telo lagi...
to be continue...
-
Felita :" Akhirnya bisa update..."
Shaka :"...telo...?"
Felita :"Hahaha... habis, kalo liat ka-masksudnya kek dohko langsung inget telo..."
Dohko :"Tapi kenapa Telo?!"
Felita :" Karena Telo itu kecil dan dalamnya ungu... ato mau aku panggil anggur?"
Shion :"Gak ada yang enak..."
Felita :"Maafkan ketidak jelasan chapter ini, seperti biasa sih... gak jelas..."
Asmita :"Ngomong-ngomong itu Kardia kita biarin ngegantung terus nih?"
Felita :"Oh iya masih ada kak kardia ya..."
Batin yang lain :' Dia baru inget?!'
Felita :"hm... kita turunin dulu, nanti kita gantung lagi..." *senyum jahat*
Shaka :" huh... sudah lah... kalian yang membaca tolong di review dan natikan kelanjutan nya bagi yang masih tahan baca..."
Felita :" Guru!!! Maksudnya apa?!"
Shaka :" Kan kamu update nya waktu ada inspirasi, kalo dapet inspirasi bulan depan sih masih gak papa, tapi kalo dua bulan lagi gimana?"
Felita :" um... kalo gitu habis Ulangan Aku bakalan update!!!"
Shaka :'heh,kena~'
Felita :" Oh iya, bagi yang mau review, sekalian minta saran panggilan buat si telo ungu ya~ saya tunggu, terima kasih
untuk membaca, sampai jumpa selesai ulangan~"
