Cartas de Amor

Length Chaptered

Lai Guanlin x Park Jihoon asmaincast

Rating T

.

.

Berawal dari Guanlin, si siswa penyendiri, yang iseng meninggalkan coretannya di atas meja kantin dan ditemukan oleh Park Jihoon. Berakhir dengan saling jatuh cinta dengan tulisan masing-masing.

.

.

.

.

.

.

"Niel," Daniel mendongakkan kepalanya. Mengarahkan pandangannya dari handphone yang ia genggam ke asal suara.

"Ya, hyung?" si sumber suara tersenyum kemudian meminum ice americanonya sebelum menyahut.

"Jihoon, ya?" Daniel menggeleng dan tersenyum tipis. Tangannya terulur berniat menggenggam tangan yang lebih tua.

"Seungwoo hyung," Seungwoo berdeham sebagai jawaban. Matanya menatap tangannya yang digenggam Daniel erat. "Aku bingung," Seungwoo tersenyum kecil kemudian melepaskan genggaman Daniel dan menangkup wajah Daniel. Membuat yang lebih muda menatap matanya.

"Dengar. Aku mencintaimu. Dan itu masih berlaku bahkan jika kau lebih memilih Jihoon daripada aku. Tapi Daniel, menjadi yang dibohongi lebih menyakitkan daripada yang disembunyikan. Jika kau memilih Jihoon, pergi dan jemput dia," Seungwoo tersenyum pada Daniel. Mengecup bibir yang lebih muda sebelum melepaskan tangannya dari wajah Daniel.

Daniel menatap Seungwoo lembut begitu Seungwoo menjauhkan tangannya dari wajahnya. Daniel tersenyum tipis kemudian menggenggam tangan Seungwoo dan mencium punggung tangannya. "Aku tau apa jawabanku, hyung,"

.

.

.

.

.

"Jihoon sunbae!"

Jihoon mengalihkan pandangannya dari ponsel begitu ia mendengar namanya diteriakan. Matanya menatap ke seberang halte dan mendapati adik kelasnya, yang bahkan hingga sekarang tidak ia tahu namanya, tengah melambaikan tangan padanya sambil tersenyum. Jihoon mengangkat sudut bibirnya membentuk senyuman sebelum balas melambai pada adik kelasnya.

"Niel hyung?" Jihoon memekik begitu seseorang secara tiba-tiba menghentikan motornya di depan Jihoon. Jihoon tersenyum cerah begitu pemuda di hadapannya melepaskan helm, melupakan adik kelasnya yang masih berdiri di seberang halte.

"Jihoon," Daniel turun dari motornya dan memeluk Jihoon, membuat yang lebih mungil tersentak kemudian menyamankan dirinya dalam pelukan Daniel. Hingga dua menit setelahnya Daniel masih belum juga membuka suara.

"Hyung, ada apa?" Jihoon merasakan pelukan Daniel padanya semakin erat membuat Jihoon menepuk-nepuk pelan punggung Daniel berharap Daniel merasa lebih tenang.

"Ayo putus," bisikan Daniel berhasil menghentikan pergerakan tangan Jihoon pada punggungnya. "Ayo putus, Park Jihoon," Daniel mengulangi kalimatnya. Jihoon tertawa hambar begitu mendengarnya secara jelas.

"Kau bercanda?" Jihoon melepaskan pelukan Daniel dan mencoba menatap mata Daniel dengan matanya yang mulai berair. Namun sialnya, tidak ada keraguan apapun pada mata Daniel. "Hyung, kau bercanda 'kan? Ini tidak lucu, hyung," Daniel di hadapannya menggeleng. Jihoon kembali tertawa hambar. "Hyung, lalu apa artinya hubungan kita selama dua tahun ini? Kau benar-benar brengsek, hyung. Katakan apa salahku dan kita perbaiki semuanya, ya?"

Daniel menggelengkan kepalanya. "Aku memang brengsek, Hoon. Kau tidak bersalah. Aku yang bersalah di sini. Kau boleh memukulku jika kau mau,"

Jihoon tertawa dengan air mata yang sudah tidak dapat ia tahan lagi. "Seungwoo hyung?" Jihoon mengucapkan kalimat itu tanpa ragu dan sebagai jawaban Daniel mengangguk.

"Kau benar-benar brengsek," Jihoon mengangkat tangannya berniat meninju wajah Daniel sebelum Daniel tiba-tiba tersungkur di hadapannya. Setelahnya, tangannya ditarik oleh seseorang menjauhi halte.

.

.

.

.

Ehehehe, drama banget kenapa deh. Mana aku bayangin bagian ongniel, si seungwoo soft banget astaga ;_;Inshaallah satu chapter lagi akan selesai. Dan maafkan aku karena tidak sesuai harapan kalian ya:""")