Disclaimer
Uki ga punya dasar maupun bukti-bukti kuat yang sah secara hukum untuk membuktikan di pengadilan bahwa Bleach, Yami no Matsuei, Kaine, Flame of Recca, Speed, Star Wars, Prison Break, , dll sebagai milik Uki kecuali OCs nya aja!
Jailhouse Rock bukan Uki yang nyanyi
Lagu-lagu yang nyempil cuma minjem
Warning : Gaje, Abal, Aneh, GaYuz (Garing dan jaYuz), Ngaco, Gado-Gado, AU, Pembunuhan Karakter, Pengaburan Identitas, Pencemaran Nama Baik, Penghancuran Image, OC(s)
Rate: Belum nyerempet kemana-mana, T
Summary :
Ichigo di dalam bui dan di interogasi! ... RnR-nya mana?
Uki Quiz! *again?*. Sebutkan nama-nama penyanyi yang judul lagunya Uki pake buat nama panggilan orang2 meifu ini *apaan sih! dateng2 ngasih kuis!*. Uki selipkan dengan tanda (#) baca dengan teliti ya... Bagi yang berhasil, berhubung payungnya udah hilang, bisa nongol di fic Uki yang lain! Yee.. ada yang mau? *Ga ada! Ga ada!*
...
"Mereka juga disebut sebagai shinigami tapi 'dunia' ini bukan Soul Society melainkan Meifu dan mereka semua... sudah mati"
Chapter 14: Jailhouse Rock
Para staf yang masih menunggu hasil rapat harap-harap cemas. Karena sudah tidak memiliki kepala pengadilan dan wakilnya, Goukan-chou dipimpin oleh pejabat pelaksana sementara yang dirangkap oleh dua orang staf yang paling tinggi kedudukannya dan paling senior, dengan demikian Goukan-chou masih dapat berjalan dengan semestinya. Tapi, ini pulalah yang mengakibatkan proses pengambilan keputusan berjalan lambat. Karena dua orang yang rangkap jabatan itu...
BRUAAKK!
Pintu ruang rapat utama tiba-tiba terbuka dan menghantam dengan keras wajah-wajah staf yang sedari tadi menguping jalannya rapat.
"Maumu yang sebenarnya apa, Queen!" seorang pria berjas biru tua keluar dari ruang rapat.
"Harusnya aku yang bertanya padamu, Prince," kata gadis berseragam sekolah warna hitam yang mengikuti pria itu keluar ruangan. Mereka mondar-mandir sebentar di luar ruangan.
"Umurmu sudah berapa, cobalah untuk mengikuti aturan yang ada."
"Hei! Jangan bawa-bawa umur dong! Umurmu sendiri berapa bisa-bisanya kau bicara seperti itu!"
'Mulai lagi... Kalau begini, rapat tidak akan pernah selesai,' para staf yang berada di dalam dan di luar rapat berpikiran sama.
"Sewaktu meninggal, aku lebih tua darimu, Queen!"
"Aku gentayangan lebih lama dibandingkanmu, Prince."
"Hei, hei. Aku lebih tua daripada kalian. Jadi aku yang paling senior kan?" kata pria bersweater hitam yang ikut keluar ruang rapat.
'Bukan itu masalahnya. Kami mohon, jangan menambah kericuhan...' sekali lagi para staf lain mengutarakan pendapatnya di dalam hati. Seorang pria berjas hitam diam saja di kursinya. Ia tampak tidak tertarik dengan keributan yang terjadi di luar ruang rapat, pikirannya masih tertuju pada kejadian di ruangan gadis itu sebelumya.
"Pemuda itu yang kau maksud, Queen?"
"Benar."
"Kenapa?"
"Soalnya-"
"Kau 'melihatnya' kan Queen?" potong #Mr. Wonderful yang ternyata ikut ke ruangan gadis itu.
"Benar."
"Apa yang ingin kau katakan?"
"Begini, kau pernah mendengar kemampuan semasa hidupnya kan?"
"Queen bisa merasuki pikiran orang lain dan dapat melihat ramalan kematian yang akan-"
"Tepat,"
"Maksudnya kau sudah tahu lebih dulu, oleh karena itu kau menanyakannya pada pihak Soul Society karena pemuda itu memiliki hubungan dengan mereka?"tanya pria berhas hitam itu pada sang gadis.
"Ya."
"'Dia' sudah tahu?"
"Apakah #Prince Of The Universe yang kau maksud? Tidak. Aku tidak memberitahunya. Bisa-bisa, dia mengomel panjang lebar nanti."
"Apa yang kau lihat selanjutnya, Queen?" tanya
"Tidak ada. Selanjutnya tidak ada. Aku hanya melihat ia datang tapi selanjutnya gelap. Nasib pemuda itu belum pasti."
"Kita harus segera melakukan interogasi begitu dia sadar! Kau takut?" suara di luar ruangan membuyarkan pikiran pria berjas hitam itu.
"OK! Kita interogasi dia! #Mr. Brightside interogasi ryoka itu begitu ia sadar!"
"Aye Sir!"
...
Gedung tempat menahan para tahanan dijaga dengan penjagaan berlapis keju –eh maksudnya penjagaan berlapis. Di gedung inilah si ryoka, Ichigo, yang sebelumnya masih tak sadarkan diri, mendekam di salah satu ruang tahanan. Segala persiapan interogasi telah selesai.
Ichigo duduk di sebuah kursi, di depannya ada meja yang membatasinya dengan dua orang yang duduk di depannya. Beberapa orang ikut hadir di ruangan itu dan beberapa lainnya mengawasi di ruang sebelah dari cermin satu sisi yang menyambungkan kedua ruangan itu. Sebuah lampu duduk menyorot wajah Ichigo.
"Interogasi tersangka dimulai. Pukul 16.12," kata salah satu interogator.
"Kita mulai-"
"Ah sebelumnya, kita perkenalkan diri dulu. Orang ini namanya Hajime Terazuma, dari bagian investigasi. Nama panggilannya Mr. Brightside, dia dulu tewas dalam tugas. Dan namaku Ryoubou, wakil kepala komisi militer Goukan-chou, pangil saja aku dengan nama Mr. Wonderful. Aku menggantikan #Uptown Girl yang sedang tugas di 'lapangan'. Salam kenal ya," potong Mr. Wonderful.
"..."
"Mr. Wonderful, jang-"
"Lalu pemuda berseragam gakuran itu ketua regu tiga komisi milter, namanya Tetsuo Nakamura, panggilannya #Hound Dog. Itu lho, yang merobohkanmu kemarin. Dia mati karena kelaparan"
"Ckk."
"#Poker Face, kau mau aku perkenalkan juga?"
"Tidak usah."
"Kumohon dengan sang-"
"Nah pria beryukata yang sedang mengawasi dengan malas-malasan itu namanya Katsushiro Uesugi, nama pangilannya #Soldier Of Fortune. Dia mati karena diburu aparat pemerintah. Biar begitu-begitu sekarang dia ketua regu dua komisi militer. Eh dimana #Mr. Simple?"
"Dia sedang bertugas di gedung utama."
"Wah sayang sekali."
"Bisakah anda untuk-"
BRAKK!
"Ah curang-curang! Kenapa aku tidak diajak sih!" serbu seorang bocah yang tanpa ba-bi-bu lagi, langsung masuk ke dalam ruangan.
"..."
"Gantian!" bocah itu langsung menyikut pinggang Mr. Wonderful dengan keras.
"Aduh!"
"Wai... Ryoka berambut oranye... Hehehehe.. Namaku Kouru Koganei. Aku ketua regu satu! Semua orang di sini menyebutku #Sk8ter Boy. Makanan favoritku hamburger dan omelet!"
"Sk8ter Boy, jangan ganggu ya? Nih kukasih permen. Main di luar sana," Mr. Wonderful menyodorkan permen.
"Permen murahan! Huh!"
"Hei Sk8ter Boy! Harusnya kau ikut aku melapor! Kenapa kau malah kemari- Aih~... ada yang 'bening'," susul seorang wanita seksi dan genit.
"..."
"Mr. Wonderful, kalau ada yang 'bening' begini harusnya kau ajak aku dong~!"
"Wahh gimana ya #Lady Masquarade, ini juga aku ikut dengan setengah maksa"
"Tolong-"
"Nanti dulu Mr. Brightside! Hai anak manis~, namamu siapa? Mau main dengan kakak tidak~? Nama kakak Ochiyo, tapi nama profesi kakak Kazetsubaki. Tenang~ kakak akan mengajarimu."
"Hentikan Lady Masquarade, dia ketakutan tuh."
"Aih~ Hound Dog kau cemburu ya~?"
"Enak saja!"
"Ngaku aja deh~ dasar pemalu. Tapi aku suka~"
"Menjauh dariku!"
"..."
"Kakak cantik ini dari bagian penjemputan arwah. Dia mati dibunuh," sambung Mr. Wonderful.
"..." Ichigo tak mampu berkata apa-apa, bayangan akan kejamnya penjara seperti yang digambarkan dalam manga Rainbow maupun serial Prison Break mendadak lenyap dari otaknya.
"Perlukah saya catat?" tanya seorang interogator.
"Kalau kalian mau bersenang-senang di sini, aku tidak ikut. Huuaahhmmm..." Soldier Of Fortune melangkah ke luar ruangan.
"Mr. Brighside, Mr. Brighside kenapa urat wajahmu keluar semua? Serem deh," tanya Sk8ter Boy dengan polos.
"Wah penuaan dini, pasti lupa merawat kulit.."
"KUMOHON DENGAN SANGAT! BISAKAH KALIAN TIDAK MENGGANGGU INTEROGASI INI?" ledak Mr. Brightside.
"Ihh marah tuh.."
"Nanti cepat tua lho~"
"Wai Mr. Brightside serem.. eh ryoka, kita main di luar saja yuk?"
"Anu.."
"Ada apa ini? Kenapa interogasi belum berjalan?" gadis berseragam sekolah dan seorang pria bersetelan cokelat datang.
"Maaf Queen, mereka seenaknya saja datang berkenalan dengan tersangka," lapor Mr. Brighside.
"Begitu ya, hmm? Bisa-bisanya kalian berkenalan dan melalaikan tugas," gadis itu lalu mendekati Ichigo, semua orang memasang wajah serius. Ichigo tampak tegang sementara si gadis malah tersenyum santai.
"Ini pertama kalinya kita bertemu ya? Namaku Yuuzuki dari klan Fujiwara. Aku Souchou di sini," Gadis itu malah ikut memperkenalkan diri.
"Dia dipanggil dengan nama #Killer Queen, dia mati bunuh diri. Yang bersamanya itu, namanya Yoshimitsu Suwa dari bagian arsip. Dia mati tertimpa reruntuhan gedung."
"Aduh Mr. Wonderful jangan sebut-sebut sebab kematianku dong."
"KALIAN BERDUA! #Goldenfinger, lakukan sesuatu!" emosi Mr. Brightside meledak lagi.
"Sudah kuduga. Tolong 'itu' dibawa kemari!" perintah Goldenfinger, lalu dua orang staf datang membawa stand banner bergambar pria berjas biru.
"Apa-apan ini! Goldenfinger!"
"Wow Goldenfinger, kau memang penuh persiapan ya?" ujar Sk8ter Boy.
"TAARRAA!"
"Si seram ini.."
"Jabatannya adalah..."
"Sanbo~"
"Namanya Ashikaga no Masanori."
"Dia dulu di hukum mati."
"Semua memanggilnya sebagai Prince Of The Universe," kata mereka, kecuali Mr. Brightside tentunya, secara bergantian memperkenalkan si sanbo yang sosoknya tercetak di stand banner itu. Mr. Brightside terduduk lemas di kursinya.
"SALAM KENAL~!" koor para biang onar tersebut.
"E-eh sama-sama," Ichigo ikut terbawa suasana.
"Kenapa? Kenapa semua ini harus terjadi padaku?" ratap Mr. Brightside.
"Maaf, interogasinya bagaimana?" tanya si interogator pendamping.
...
" Kyahahahaha~"
"Beneran tuh?"
"Bener."
"Cuma pake handuk?"
"Iya."
"Huahahahaha~"
"Mr. Brightside, tolong bawakan tehnya kemari!"
"Kau bisa ambil sendiri kan, Queen?"
" Hajime, I'm your senpai."
"Uggh.." mau tak mau Mr. Brightside menuangkan tehnya.
"Aih~ kakak jadi ingin lihat~"
"Yah. Aku ngerti kok. Salut malah! Demi bertemu pujaan hati kau rela berbugil ria."
"Beginilah cinta, deritanya tiada berakhir."
"Kalau kata QUEEN, ini disebut dengan'Crazy Little Thing Called Love'"
"This thing called love I just can't handle it.. this thing called love I must get round to it..I ain't ready...Crazy little thing called love..This (This Thing) called love (Called Love)...It cries (Like a baby)... In a cradle all night..It swings (Woo Woo) ...It jives (Woo Woo)...It shakes all over like a jelly fish,..I kinda like it... Crazy little thing called love...There goes my baby..She knows how to Rock n' roll...She drives me crazy...She gives me hot and cold fever..Then she leaves me in a cool cool sweat"
Killer Queen dan mulai berduet dengan diiringi piano-yang entah kapan pindah ke ruang interogasi- yang dimainkan oleh Goldenfinger
"I gotta be cool relax, get hip...Get on my track's...Take a back seat, hitch-hike...And take a long ride on my motor bike...Until I'm ready...Crazy little thing called love.."
"Anu boleh tanya sesuatu?" Ichigo bertanya.
"Silahkan."
"Kenapa kalian tahu tentang QUEEN, Star Wars, Tarzan, dan lain-lain?"
"Television, Jack. Wave of the future ha..ha..ha..," Mr. Wonderful dan Killer Queen menjawab serentak dengan mengutip kalimat si antagonis dalam film 'Speed'.
Jika anda mengharapkan interogasi yang menekan psikologis tersangka atau penuh penyiksaan, mungkin anda akan gigit jari. Tidak ada kekerasan fisik maupun verbal yang mengancam keselamatan diri tersangka. Yang ada malah seperti seksi curhat antara tersangka dan para staf yang dilakukan sambil memakan kudapan, sedikit lagu sebagai intermezzo, beberapa parodi iklan maupun film, serta beberapa candaan baik itu candaan garing, jayus, serius, full of error maupun candaan mesum yang sudah bisa ditebak siapa pelakunya. Kecuali Mr. Brightside yang tetap memasang wajah serius.
Dengan sedikit ilustrasi yang di gambarkan di atas, anda sudah tentu dapat membayangkan sendiri bagaimana jalannya interogasi. Ichigo tanpa sadar telah menceritakan semua yang terjadi dalam kehidupannya, baik itu sebelum bertemu dengan Rukia, saat menjadi agen shinigami, maupun kisah perjalanannya bertualang antar 'dunia'. Dan Ichigo pun menjadi bulan-bulanan sebagian besar candaan mereka.
"Kyahahahahaha..."
"Wahahahahaha..."
"Aduh jangan begitu, aku jadi malu."
"Wkwkwkwkkwk.."
"Tapi petualanganmu seru sekali *Orenji-kun."
"Benar. Apa kau pernah hampir mati, **Shichi-Go-San?"
"Hei kalian jangan asal memberinya nama panggilan."
"***Otouto-chan~ jangan ngambek yah~?"
"Tapi aneh sekali kalau memanggilnya Ichigo-san"
"Memangnya kenapa?"
"Urutannya salah. Hihihihi..."
"Bener banget tuh, Queen."
"Kyahahaha.."
"Huahahahaha.."
"Fuffufufu.."
"Nyehehehe.."
"Maaf jika kedatanganku mengganggu," seorang pria berkacamata tiba-tiba menyela.
"Ada apa, 'Shinogu'?"
'Pria ini, rasanya aku pernah lihat. Di mana ya? Tapi rasanya sorot matanya agak berbeda. Seharusnya sorot matanya begitu kuat, agresif dan arogan bukan ramah dan sopan seperti ini. Dan lagi, rambutnya berwarna merah bukan hitam,' Ichigo merasa yakin pernah
"Souchou, Sanbo meminta untuk bertemu."
"Ngg... eng.. eng…eng…" Ichigo masih berpikir keras sambil terus menatap si kacamata.
"Yah baiklah. Ng? Wah wah, sepertinya kau dikenali ya, #Heartbreaker," Killer Queen yang menyadari sikap Ichigo, tiba-tiba mencopot kacamata yang digunakan oleh pria itu. Mendadak sorot matanya berubah, begitu pula rambutnya yang berubah menjadi merah.
"Ahh!" Ichigo terkejut saat melihat perubahan pria itu.
"Apa?" tiba-tiba ucapan penuh sopan santun itu berubah.
"KAINE!" jerit Ichigo histeris.
"Rupanya kau lumayan terkenal. Setelah 15 tahun kematian pun, kau masih memiliki fans."
"Cih."
"Kaine! Kaine! Kaine! Kaine! Kaine-"
BRUAKK
Ichigo tumbang saat akan memeluk salah satu artis favoritnya. Rupanya Sk8ter Boy telah memisahkan jiwa dan tubuh Ichigo.
"Mr. Brightside, tolong buat laporan berdasarkan hasil rekaman ini," perintah Killer Queen sambil menyerahkan alat perekam yang sedari tadi ada di balik tudung lampu duduk yang ada di meja.
"Aye Ma'am!"
"Poker Face tolong bawa tubuhnya ke tempat asalnya sebelum terlambat."
"Aye Ma'am!"
"Hound Dog, bawa dia ke ruangannya."
"Aye Sir!"
"Segera kembali ketempat kalian!"
"Aye!"
...
Killer Queen berjalan menuju ruangan Prince Of The Universe bersama Goldenfinger dan Heartbreaker yang belum kembali pada alternya,'Shinogu'. Sambil berjalan ia kembali menyenandungkan lagu 'Die Moritat von Mackie Messer'.
"Interogasi yang menyenangkan kan, Queen? "
"Tidak juga. Wajah Mr. Brightside terus diliputi awan kelabu. Sepertinya dia marah karena aku ikut campur."
"Bukannya dia selalu seperti itu?"
"Heartbreaker, dia tidak selalu seperti itu kok. Bagaimana dengan persiapannya? Apakah #Material Girl dan #Mr. USA sudah mengerjakannya?"
"Sebentar lagi selesai."
"Begitu ya? Goldenfinger berkas yang kuminta sudah kau kirim ke Soul Society?"
"Ya, #Mr. Taxi sudah kembali. Kita tinggal menunggu reaksi mereka."
"Bagus."
Bersambung...
"The warden threw a party in the county jail...The prison band was there and they began to wail...The band was jumpin' and the joint began to swing... You should've heard those knocked out jailbirds sing...Let's rock Everybody, let's rock.
Everybody in the whole cell block.. was dancin' to the Jailhouse Rock. " – Jailhouse Rock by Elvis Presley.
Penting Ga Penting
Semua detil OCs n chara tamu ada di chapter spesial 'Interviews With An Author' yang Uki update bareng ma chp 14 ini.
Yang dimaksud dengan 'lapangan', dunia tempat manusia yang masih hidup.
Lagu yang dinyanyiin oleh Killer Queen dan Mr. Wonderful adalah 'Crazy Little Thing Called Love' yang dinyanyiin ma QUEEN.
*Orenji=Oranye.
**Shichi-Go-San = Upacara yang diadakan di kuil, yang dilakukan untuk anak usia 7 (shichi), 5 (go) dan 3 tahun (san) di Jepang. Memparodikan nama Ichigo jadi Ichi-Go-San (ichi=1, go=5 dan san=3). Oleh karena itu Killer Queen sebut sebagai 'urutan yang salah'.
***Otouto=Adik laki-laki.
Maap klo Uki agak telat. Biasa, abis liburan banyak bgt 'administrative disasters' yang terjadi n bikin Uki-tachi jumpalitan. Trus Uki ketularan penyakit 'kalo-tidak-minum-sekarang-saya-bisa-mati' yang dalam bahasa Jerman disebut sebagai 'Hauss nicht Gack Ketulluengann', bawaannya pingin minum terus, Uki bukan lagi jadi 'Author Gaje' tapi 'Author Gelonggongan' gara2 minum mulu. Udah gitu abisx Uki tepar g bisa gerak gara2 kebanyakan cairan dalam perut.
OCs dan chara tamu udah Uki keluarin. O ya semua nama panggilan minjem judul lagu orang. Dikasih nama panggilan, maksudnya supaya ga bikin bingung dengan chara2 asli Bleach yang bakal nongol nanti –eh kok malah spoiler?. Jujur aja Uki agak ga puas ma ni chapter coz g sesuai ma bayangan yg ada di kepala Uki n humornya jadi kurang. Klo ada yang punya waktu luang silahkan jawab kuis Uki
Maap klo ga lucu n ga menarik trus maapkan klo ternyata ada yang g sesuai dg EYD.
Beri review ttg bagian kedua ini ya? RnR!
