You're not Ice in My Eyes

Disclaimer :

Naruto only milik Masashi Kishimoto-sama

But, This Fanfic is Mine ^_^

Pairing : GaaSakuSasu

Rated : T

Warning!

This Fanfic is many Typo, OOC, Kalimat masih berantakan, dan Kurang jelas.

Jadi, Kyou minta pengertiannya dan Kyou tunggu Reviewnya. ^_^

Happy Reading Minna…..

Chapter Fourteen

.

'Tapi, dengan sedikit usaha, aku yakin bisa untuk...'

.

.

Teng-tong

Suara keras yang menggema diseluruh ruangan membuat salah satu orang kepercayaan keluarga Haruno melangkah dan membuka pintu besar didepannya.

"Ohayo! Shizune nee-chan!"

"Ah. Ohayo gozaimatsu Ino-sama. Silahkan masuk, Sakura-sama sedang ada dikamarnya." Ucapnya dengan sopan.

"Baiklah. Permisi... Aku akan masuk..." gadis cantik itu melangkah masuk dengan ceria. Tapi sebelum ia menanjaki anak tangga pertama, ia menoleh kearah wanita yang telah menutup pintu.

"Ano-ne Nee-chan! Berhentilah memanggilku dengan sebutan –sama! Kita kan sudah seperti saudara. Iya kan?" ujar Ino dengan tersenyum.

"E-eng- iya. I-Ino-c-chan." Ino kembali tersenyum lalu melanjutkan perjalanannya.

Saat ini, ia mematung didepan pintu berwarna merah muda yang bertuliskan 'Sakura'. Dia sudah mendengar semua dari sahabatnya yang sempat ia benci. Ia sadar, ia juga mengambil peran dalam misi membohongi sahabat pink-nya. Hingga dengan ragu-ragu, ia mengetuk pintu itu dengan pelan.

"Masuk." Suara dingin itu kembali ia dengar. Dengan pelan, ia menarik kenop pintu, lalu masuk kedalam. Aquamarine-nya menatap ragu-ragu gadis yang kini berdiri membelakanginya.

"Ini aku. Saku ch- Sakura..." Tidak ada reaksi. Ino berbalik untuk menutup pintu dengan pelan.

"Kenapa kau membohongiku?"

Deg. Gadis pirang itu tidak bisa kembali berbalik dan memilih menatap pintu didepannya.

"Kenapa kau membohongiku?" Ino menggengam erat kenop pintu itu.

"Aku kira kita sahabat. Kenapa kau membohongiku?" Ino masih diam.

"Oh. Jadi, hanya aku yang menganggap persahabatan ini ya... Kalau begitu, lebih baik jika kita-

"KARENA KAU SAHABATKU!" potong Ino yang masih membelakangi Sakura.

"Karena kau sahabatku aku membohongimu! Aku benci melihatmu menangis! Aku benci melihatmu selalu berusaha tampak tegar! Karena kau sahabatku aku mempercayainya! Uchiha bilang, dia bisa mengembalikanmu seperti dulu! Uchiha bilang, dia bisa membuatmu melupakan Gaara!" Ia mengatakannya dengan sangat keras.

Tes.

Aquamarine-nya kini dibanjiri airmata. Ia sudah mencoba menahannya, tapi, tidak bisa. Dia menatap sendu lantai dibawahnya, ia tetap berusaha mengeluarkan suaranya walau suara kerasnya kini berubah menjadi parau dan pelan.

"Karena aku sahabatmu... kulakukan apapun untuk mengembalikanmu ceria seperti dulu... Karena kita adalah saha-

Aquamarine yang sudah basah itu membulat sempurna merasakan sentuhan hangat yang mengelilingi tubuhnya.

"Aku tau. Aku tau, kau adalah sahabatku. Aku adalah sahabatmu. Aku, Kau, dan Gaara adalah sahabat sejati. Ne. Ino-chan?"

Deg.

"Aku mendengar semuanya. Aku juga sudah tau semuanya." Sakura melepaskan pelukannya, sehingga Ino memilih membalikan tubuhnya. Emerald yang teduh itu menenangkan aquamarine-nya. Dengan pelan, ia menghapus jejak-jejak airmata disekitar mata dan pipinya.

"Ma'afkan aku yang selalu cengeng dan berusaha tampak tegar. Ma'afkan aku selalu memberimu senyum palsu yang kau benci. Ma'afkan aku yang melupakan kenangan kecil kita. Ma'afkan aku karena aku.. aku tidak menjadi diriku sendiri. Ma'afka-

Hap.

Ino memeluknya dengan erat.

"Syukurlah... kau tidak membenci sahabatmu ini..." Sakura sempat terkejut tapi, bibir yang mengucapkan kalimat penyesalan itu berubah menjadi senyuman yang tulus.

Mereka mempertahankan sikap itu cukup lama hingga keduanya kembali tenang. Ino memegang pundak Sakura dan menatapnya dengan serius.

"Ne. Sakura...

"Saku-chan!"

"Hah?"

"Panggil aku Saku-chan. Ino-chan..."

"Ee-et- Sak-Saku-ch-chan.." Sakura terkekeh melihat wajah merah Ino.

"Baiklah Saku-chan! Jika kau sudah tau semuanya, kenapa kau menakutiku tadi?" ujar Ino sambil cemberut.

"Hehehehe.. Gomen gomen. Aku kan ingin mendengar langsung dari Ino-chan! Hehehe.." Ino melepaskan pegangannya lalu mendekap kedua tangannya dan bersikap seperti orang marah.

"Huh! Tidak lucu tau!"

"Ah? Saku-kan sudah bilang minta ma'af... Tapi. Tadi Ino-chan lucu banget lho, saat ngucapinnya... Kawaiii... hahaha..."

Ino semakin cemberut. Tapi, melihat tawa Sakura, mau tak mau membuatnya ikut tertawa.

.

Keesokan Harinya

Pukul 06.45

.

"AAA.. Sakura-chan kemana sih? Tumben jam segini belum datang? Apa dia lupa hari ini sekolah? Ah. Dia-kan tidak ikut pelajaran kemarin, apa dia tidak apa-apa?"

"Diamlah Naruto! Kau membuatku semakin khawatir saja!"

"Sa-Sakura-chan.. Ke-kemana ya..."

"Iya ya.. Tumben jam segini belum datang.. Ah! Ino! Apa kau yakin dia akan berangkat sekolah?" Tanya gadis merah berkaca-mata pada Ino yang sudah duduk didepan Sabaku no Gaara.

"Aku yakin. Kalian tunggu sa-

'Brraakkkk'

Suara pukulan pintu itu mengalihkan semua pandangan. Semua mata tertuju pada gadis merah muda yang kini tengah terengah-engah dan berusaha menstabilkan nafasnya.

-ja..." lanjut Ino.

"Dia kembali kan Ino..." gadis pirang itu menolehkan wajahnya kebelakang lalu tersenyum.

Flashback On.

"Lalu, kau mau bagaimana forehead? Ah. Maksudku Saku-chan.."

"Ah sudahlah. Memang lebih nyaman jika memakai panggilan itu pig!"

"Memang benar sih.. hehehe.. Itu kan panggilan kesayangan... Jadi, bagaimana?"

"Haah... Emm.. sebenarnya, aku juga bingung kenapa aku membenci mereka dan bersikap dingin dengan mereka. Aku ingin dekat dan berteman dengan mereka seperti dulu. Tapi, aku bingung untuk memulainya..."

"Oh.. Tapi, bukankah mereka sudah tidak menganggapmu Princess Ice ya?"

"Ah! Benar juga ya... Ternyata, amnesiaku berguna juga! Hahaha.."

Flashback off

"Ohayoo Minna~" Suara keras itu menyadarkan Ino kembali. Ia kembali menoleh kearah Gaara.

"Ah! Kurasa, kau harus bersiap-siap Gaara..."

"Huh?"

Ino terkekeh lalu menghampiri sahabatnya yang sudah dikerubungi banyak orang.

"Kau kemana saja sih Sakura-chan! Aku kira kau sakit lagi!" gerutu siswa jabrik kuning.

"Iya! Kami khawatir tau!" imbuh gadis bercepol.

"Kenapa kau bisa terlambat?" tanya siswa bertato segitiga dipipi.

"He'em. Kenapa? Tak seperti biasanya saja.." imbuh gadis berkaca mata. Dan masih banyak pertanyaan yang terdengar disekitar Sakura.

"Aaa.. Gomen-gomen. Ino-pig kemarin malam datang kerumahku. Jadi, aku terlambat tidur dan akhirnya terlambat bangun deh. Hehehe..."

"Apa-apaan kau Forehead! Kenapa kau malah menyalahkanku hah?" Ino datang dengan tatapan menantang. Semua yang ada disana-pun terkejut dan memilih diam.

"Itu kan memang salahmu. Kenapa kau malah tidak menungguku datang hah?" balas Sakura juga dengan menantang. Mereka saling adu tatapan mematikan. Suasana-pun menjadi tegang.

"Emm.. E-eto.. Sa-Sakura-chan.. I-Ino-chan..." suara gadis lavender yang menengahi mereka, membuat keduanya mengembungkan pipi lalu sesaat kemudian...

"Hahaha... Ekspresi kalian lucu sekali hahaha... Terlebih dirimu Naruto. Hahaha.. Aku tidak tahan lagi! Hahaha"

"Hahaha.. Benar sekali Saku-chan! Mereka sangat lucu. Hahaha"

Tawa dari mereka menyadarkan semuanya dan memberitahu apa yang sedang terjadi saat ini. Sontak semuanya mengerutu secara bersamaan pada dua duo jail itu lalu sesaat kemudian, mereka tertawa bersama-sama.

Kecuali 2 orang.

Pertama.

"Eh. Naruto kenapa kau diam saja?" tanya Sakura didepan wajah Naruto.

"A-akhirnya... Sa-Sakura-chan me-memanggil nama depanku..." ujarnya bersemi yang langsung mendapat jitakan dari Tenten sehingga semua jadi tertawa kembali sedangkan Naruto meringis kesakitan.

Kedua.

"Haahh.. rasanya memang sedikit kesal ya Gaara. Sekarang, dia tidak hanya tersenyum untukmu. Tapi, dirimu lebih menyukai dirinya yang sekarang kan?" Ujarnya pelan pada dirinya sendiri dengan senyum tulus yang muncul diwajahnya.

.

TBC

.

Yeee! Kurang 1 Chapter lagi! Kyou harus bikin ending yang gmana ya.. Hehehe..

DevilishGrinJoker : Kyou usaha-in ya... oh ya, yang chapter sbelumnya udah Kyou bnenerin. Itu prasaan Saku kpada Ga raa. Mkasih reviewnya...^_^ Special Thanks buat Sakurada chan yang udah follow. . Gomen ne~ Kyeboard Kyou rusak. Jadi, Kyou nulisnya rapat dan dikit. Jaa~ Arigatou Minna~