Waiting for Eunhae, D-288 (Hyukjae), D-290 (Donghae)

Title : Red Hair, Blue Eyes

A.I : AU, Fluff, T

.

.


'Red Hair, Blue Eyes'

.

.

Author's POV

Di Korea, memiliki rambut merah merupakan sesuatu yang biasa. Cat rambut dapat dengan mudah mengubah warna rambut siapapun menjadi warna merah, dan dengan trend k-pop hal tersebut sama sekali tidak asing.

Akan tetapi, memiliki rambut merah yang natural merupakan sesuatu yang sangat berbeda. Meskipun ginger head bukanlah sesuatu yang cukup asing, akan tetapi warna merah tua terang bisa dibilang hampir mustahil. Meskipun gen rambut merah dapat dengan mudah diturunkan dari generasi ke generasi, warna tersebut tidak selalu muncul pada satu keturunan, meskipun sebenarnya orang tersebut memiliki gennya ia akan bisa terlongkap dan memiliki rambut hitam atau coklat biasa.

Dilain sisi, walaupun warna mata biru sangatlah umum di belahan bumi bagian barat (terutama Eropa), hal tersebut sangat jarang ada di benua Asia. Sebuah gen resesif yang hanya berasal dari satu garis keturunan, yang pastinya bukan pada keturunan Asia.

Kemudian ada lagi orang-orang bermata biru yang berambut merah, yang disebut-sebut sebagai gen paling langka di dunia. Hanya ada 1% orang berambut merah di dunia, begitu juga dengan mata biru. Jadi bayangkanlah percampuran antara keduanya.

Tapi, ada juga Lee Hyukjae.

.

.

.

"Cat rambut melanggar peraturan sekolah!"

"Aku tidak mengecat rambutku!" seru Hyukjae pada guru piketnya, mulai terdengar putus asa.

Tidak satupun orang di Korea Selatan yang percaya bahwa Hyukjae memiliki rambut merah yang natural. Rambutnya tersebut selalu membuatnya terbawa kedalam masalah setiap kali ia masuk sekolah, entah itu tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, ataupun sekolah menengah atas seperti sekarang ini. Dan setiap kali itu terjadi, orang tuanya harus datang ke sekolah untuk menjelaskan semuanya kepada kepala sekolahnya.

"Itu mustahil, tidak usah berbohong! Kau orang Korea!" guru itu balas meneriakinya.

"Sudah kubilang, ibuku orang barat!"

Sebelum sang guru dapat membalas, Hyukjae merogoh tas ranselnya yang tersampir di sebelah bahu. Ia mengambil selembar kertas yang sudah terlihat lusuh karena selalu dibawa kemana-mana.

"INI!" ia menyodorkan kertas tersebut ke depan wajah sang guru karena kesalnya.

Sang guru mengambilnya, walau dengan sedikit curiga sebelum mulai membacanya. Matanya membelalak semakin lebar untuk setiap kata yang ia baca, tertulis oleh sang kepala sekolah yang menyatakan bahwa beliau mengakui rambut merah Hyukjae sebagai warna rambut asli dan memperbolehkannya di sekolah. Lengkap dengan tanda tangan dan cap resmi sekolah.

Guru piket itu melirik kembali kearah Hyukjae perlahan-lahan, hanya untuk bergidik sedikit karena tatapan tajam dari mata biru yang begitu dingin bagai es. Ia seolah menyusut dalam rasa malu dan kekalahan.

"Terimakasih!" seru Hyukjae sarkastik, menyambar kembali kertas tersebut sebelum berjalan ke kelasnya dengan langkah menghentak. Ia yakin ia sudah terlambat untuk kelas pertamanya hari itu sekarang.

.

.

.

"Hyukjae? Kenapa kau terlambat?" tanya guru sainsnya saat Hyukjae memasuki kelas.

Hyukjae menghela napas, namun moodnya membaik ketika mendengar nada kekhawatiran dari guru favoritnya. "Maafkan aku, Park-seonsaengnim. Aku tertahan di guru piket baru itu tadi karena warna rambutku," jawabnya jujur.

Park-seonsaengnim mengangguk mengerti. "Ah, begitu. Baiklah, silahkan duduk ke tempatmu."

"Terimakasih, seonsaengnim," balas Hyukjae dengan seulas senyuman, yang juga dibalas dengan senyuman, menampilkan lesung pipi pada wajah gurunya tersebut.

Park-seonsaengnim sepertinya mengerti masalahnya, karena pada awalnya ia juga tidak mempercayai warna rambut Hyukjae merupakan warna rambut asli. Namun berbeda dengan guru piket baru(dan lancang) itu, ia bertanya dengan ramah dan mendengarkan penjelasan Hyukjae. Hyukjae sangat menyukai gurunya yang ramah itu, yang kebetulan juga mengajarkan mata pelajaran yang paling ia kuasai, membuatnya menjadi salah satu murid favorit Park-seonsaengnim juga.

Ia menghiraukan tatapan penasaran dari murid-murid di kelasnya yang menurutnya cukup tidak sopan. Meski begitu ia tidak bisa tidak merasa terganggu oleh tatapan jahil teman sebangkunya yang kebetulan juga merupakan sahabatnya, dan juga mungkin reinkarnasi dari satan sendiri dengan seringaian iblisnya itu.

"Terkena masalah karena rambut merahmu lagi, hei anak berandal?" ledek orang tersebut, tau betul bahwa itu akan membuat sahabatnya(yang sama sekali bukan anak berandal, ironisnya) kesal.

"Diamlah Cho," desis Hyukjae, dibalas dengan suara kekehan.

.

.

.

Tahun ajaran baru selalu terasa mengesalkan untuk Hyukjae, pikirnya saat ia memasuki kantin sekolah. Rambut merahnya menarik perhatian seluruh murid baru yang ada. Ia mendengar bisikkan-bisikkan para murid mengenai warna rambutnya yang ganjil namun indah itu, bertanya-tanya bagaimana ia bisa melewati inspeksi guru piket walau melanggar peraturan sekolah yang menyatakan tidak boleh mengecat rambut.

Ingin rasanya Hyukjae mencekik semua hoobae yang tidak sopan itu.

"Menurutmu butuh waktu berapa lama hingga ada hoobae yang akan menghampirimu karena rasa penasaran?" tanya Kyuhyun, merasa terhibur. Matanya menatap sekeliling kantin, melihat semua perhatian yang didapat sahabatnya itu.

"Kuharap tidak ada," gerutu Hyukjae dengan nada putus asa.

"Ya, kau harap," Kyuhyun terkekeh ketika mereka akhirnya duduk.

Belum ada semenit lamanya saat sebuah seringaian khas mengembang di bibir Kyuhyun, dan Hyukjae mengerang mengetahui bahwa itu bukanlah pertanda baik sama sekali.

"Datang," gumam Kyuhyun pelan.

"Annyeong!" sebuah suara berseru dengan riangnya.

Hyukjae mengangkat kepalanya yang semula tertunduk, siap untuk membentak siapa saja yang menghampirinya itu, tau bahwa orang tersebut hanya akan bertanya tentang rambutnya. Akan tetapi, ia kemudian hanya terdiam terpaku.

Rambut brunette halus, fitur wajah yang lembut dengan mata berwarna coklat tua, dalam seolah bisa menenggelamkannya. Dengan seulas senyuman angelic yang manis.

"Maaf jika ini terdengar sedikit lancang... Tapi apa warna rambutmu... asli?" pertanyaan tersebut keluar dengan cukup kasual, tanpa ada sedikitpun rasa sinis.

"Y-ya," gumam Hyukjae dengan bodohnya, dalam benaknya memukul dirinya sendiri untuk mengembalikan dirinya dari keterpakuannya. "M-maksudku, iya. Ibuku orang barat, makanya warna rambutku seperti ini," jelasnya.

Ia menunggu sebuah penyangkalan sebagai jawaban, ketika sebagai gantinya,

"Daebak!" sang namja brunette tersenyum lebar. "Dan wah, matamu berwarna biru! Taukah kau bahwa itu adalah kombinasi yang paling langka di dunia? Kau sangat beruntung!"

Hyukjae merasa tidak hanya rambutnya, tapi juga telinganya kini berwarna merah. "T-terimakasih," balasnya dengan malu. "Kau orang pertama yang langsung mempercayaiku."

Sang brunette terlihat bingung, memiringkan kepalanya ke satu sisi dengan rasa heran. "Memangnya tidak ada yang mempercayaimu sebelumnya? Mengapa?"

"K-karena hal ini hampir mustahil? Mereka pikir aku b-berbohong."

Hyukjae mendengar dengusan yang ia yakini datang dari Kyuhyun, sahabatnya itu tengah menertawakan dirinya yang terbata. Namun ia memutuskan untuk menghiraukannya ketika sang namja brunette di hadapannya itu mengeluarkan cemberutan yang begitu menggemaskan.

"Mereka pasti iri," ujarnya sambil mengedikkan bahunya. "Menurutku kau sangat unik," lanjutnya, mengangguk pada dirinya sendiri.

Atas komentar itu, Hyukjae dapat merasakan wajahnya berubah semakin merah. "G-gomawo."

"Cheonman, tapi kau tidak perlu berterimakasih, sungguh. Ah, ngomong-ngomong, namaku Donghae!"

"Hyukjae," balas Hyukjae, tanpa sadar ikut tersenyum mengikuti senyuman Donghae.

"Banggapseumnida, Hyukjae-ssi!" seru Donghae riang, sebelum menatap mata biru Hyukjae. "Ah, satu lagi... Taukah kau, kata orang jika kau menatap mata biru seseorang yang berambut merah selama sepuluh detik, kau akan jatuh cinta?"

Tanpa sadar, Hyukjae menghitung hingga sepuluh dalam benaknya tanpa memutus tatapan mereka.

Dan menurutnya, hukum itu juga berlaku untuk orang bermata coklat tua dan berambut brunette.

.

.

.

.


…Errr, hi?

/berlindung dari timpukan batu/

First thing first! Aku minta maaf karena menghilang selama… Satu tahun? Lebih? Tanpa pamit sebelumnya. Terutama kepada beberapa orang yang kutau masih menungguku kembali. Sungguh, jeongmal joesonghamnida.

I had been- uh- for the simplest explanation, stressed out with real life problems. Struggling so much with everything and Eunhae not being there also added to the stress with nothing to cheer me up. It got really bad at one point, with college problems going downhill and at the same time my family moving out to another place. I decided to take a hiatus even from twitter too for quite a while. But those who followed me there should've noticed that I've been back for a while now. Yes everything settles finally, and I'm perfectly okay now

All this while I didn't forget about Eunhae nor SJ, heck no. If anything I missed them even more, they will always, always have a spot in my heart I hold very dear.

Jadi berhubung aku sekarang sedang cukup… senggang, aku memutuskan untuk mencoba menulis lagi. Sejujurnya, menulis adalah salah satu hal yang sangat kusukai, it's kind of an outlet for me. Akan tetapi sudah terlalu lama, jadi maaf kalau kemampuan(?) ku sudah jauh menurun, dan jika ada perubahan gaya. (Oh ya drabble ini tidak termasuk, karena ini tulisan lama). Dan sudah lama juga aku kehilangan muse ku untuk menulis. Tapi aku pengen coba lagi. Maka kuputuskan untuk melanjutkan ini.

Aku sadar aku tidak bisa memegang janji dengan baik soal update time. Karena itu aku tidak akan mengatakan janji lagi. Aku akan mencoba meng-update ini dari waktu ke waktu, anytime I have the inspiration and will to write. Sejujurnya lagi, sejauh ini aku hanya bisa menulis drabble, entah kenapa belum bisa lagi menulis oneshot penuh, apalagi chaptered. Aku belum bisa menjanjikan update cerita lainnya, tapi aku akan berusaha menyelesaikan cerita-cerita yang belum selesai.

Dan yak aku harus berhenti sebelum author note ini jadi lebih panjang dari drabblenya.

Semoga saja masih banyak eunhae shipper yang mendiami(?) website ini ya. Terutama bagi orang lama, apa kabar semua? Ada kejadian apa aja setahun ini? Cerita" di review ditunggu, mulai sekarang untuk fanfic yang ini aku juga akan balas review :D