Title : I'm In Your Heart Forever
Author : Hwang Tae Rin
Disclaimer : Semua character disini milik YME, author Cuma pinjam nama
Rate : T
Main Cast :YunJae.
Main Pair : Yoochun,Leeteuk,Kangin,Changmin,Kyuhyun,Siwon,Ahra And Other..
Genre: Hurt/Comfront,Romance and Family .. (?)
Warning: GS,Typo(s),Don't Plagiat,Don't Bash,Don't Silent Readers. .
Summary : Jaejoong seorang yeoja biasa yang percaya akan cinta dan kasih sayang, menyukai seorang namja bernama Yunho seseorang yang terpandang di Korea yang tidak percaya yang akan namanya cinta dan kasih sayang. Apakah, perasaan Jaejoong akan tersampaikan dan apa Yunho akan menerimanya?..
Note : Fanfiction ini murni hasil karya saya selaku author, saya tidak rela dan tidak ikhlas jika hasil karya saya ini si plagiat oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab, dalam bentuk apapun!
DON'T LIKE DON'T READ
HAPPY READING…!
Last Chapter..
Di Kelas XIIB~
"Jaejoong!..." Teriak Yunho, dan masuk ke dalam kelas itu.
"Ekh,, Yunho kamu mencari Jaejoong tadi dia pergi bersama Siwon.." Sungmin yang kaget dengan kedatangan Yunho, hanya mengelus dada. Dan memberitahu Yunho.
"Dia ke mana..?"
"Molla.. aku lihat tadi mereka belok kiri, coba saja kamu cari.." Saran Sungmin sambil menunjukkan arah dengan tangannya.
"Gomawo Sungmin.." Yunho yang sudah mendapatkan informasi, terus berlari untuk mencari Jaejoong.
Ketika sudah sampai di depan gudang sekolah Yunho beristirahat sebentar, tetapi tidak sengaja dia melihat pintu gudang itu terbuka sedikit.
'Ekh, kenapa pintu ini terbuka bukankah sudah di tutup..' Batin Yunho.
Yunho yang penasaran membuka pintu itu sedikit, dan betapa terkejutnya dia ketika melihat Jaejoong yang memberontak di dekapan Siwon.
"JAEJOOONG!..."
.
.
.
Chapter 13
DI Kelas XIIB~
Teng.. Teng.. Teng..
"Sungmin.."
"Nde Jae, waeyo?..." Jawab Sungmin sambil menoleh ke Jaejoong.
"Ke kantin yuk.." Ajak Jaejoong.
"Mian Jae aku lagi malas ke kantin.."
"Ekh, wae..? Biasanya kamu yang paling semangat ke kantin.."
"Tidak ada apa-apa Jae, aku lagi malas aja.." Balas Sungmin sambil menggidikkan bahunya.
"Ya sudah aku ke kantin ne, owh iya kamu titip nggak..?" Tanya Jaejoong.
"Aniyo.." Jawab Sungmin.
"Baiklah.." Ucap Jaejoong, dan pergi dari tempat itu.
Tetapi ketika Jaejoong sudah berada di depan pintu, seseorang telah menepuk bahunya.
"Jaejoong…!" Panggil orang itu.
"YA! Siwon jangan membuat ku kaget, kamu ini mau membuat aku jantungan hakh!.." Teriak Jaejoong, sambil mengelus dadanya.
"Hahahaha…. Mian just kidding.." Ujar Siwon sambil membuat tanda V di jarinya.
"Aish! Namja ini ya sudah aku mau pergi.." Baru saja Jaejoong akan melangkahkan kakinya, ternyata seseorang telah menahan lengannya. Siapa lagi kalau bukan Choi Siwon.
"Jae, jangan terburu-buru seperti itu.. temani aku dulu ne ke gudang.."
"Ekh, ngapain ke gudang..?" Tanya Jaejoong, dengan jidat yang mengerut.
"Itu loh.. aku di suruh mengambil barang di sana.. Heechul seongsanim yang meyuruhnya. Kamu tau kan watak guru itu, hiieee… seperti setan jika permintaannya tidak di turuti.." Jelas Siwon, degan antusias.
"Ck, kamu kan namja masa tidak berani ke gudang sendiri!... Ppali sana pergi aku mau ke kantin, perut ku dari tadi memberontak minta di isi.." Jaejoong yang memang merasakan lapar, segera pergi dari tempat itu. Tapi sebuah tawaran yang menarik, membuat fikiran Jaejoong membelok.
"Kalau kamu mau mengantar ku ke gudang, aku akan meneraktir mu makan.." Teriak Siwon.
"Ekh, Jinja..? aigo!... kamsahamnida Siwon kajja aku antar ke gudang.." Ajak Jaejoong, dan menarik Siwon dari tempat itu menuju gudang.
Di Gudang~
"Nah! kita sudah sampai. Ppali ambil barang yang kamu bilang, masa seperti ini saja kamu tidak berani sih!.." Ucap Jaejoong, sambil melihat-lihat ke seluruh ruang gudang itu.
"Hei! Aku ini bukannya takut, tetapi tidak tau dimana letak gudang di sekolah ini. Apa kamu lupa aku ini murid baru.. " Ujar Siwon, dan menoleh ke Jaejoong.
"Owh, iya aku lupa. Cepatlah selesaikan urusanmu, dan traktir aku…" Ucap Jaejoong.
"Aish! Bagaimana mau selesai, kamu tidak membantu ku mengangkat barang ini. Ppali bantu aku.." Teriak Siwon, sambil mengangkat sebuah barang yang memang terlihat berat.
"Nde, arraseo.." Dengan setengah hati, Jaejoong membantu Siwon mengangkat barang berat itu.
Ketika Siwon, dan Jaejoong mengangkat barang itu. Tidak sengaja atau mungkin tidak melihat, Siwon tersandung kursi bekas di gudang itu. Dan jadilah Siwon terjatuh dengan tidak elitnya.
"Appo!..." Teriak Siwon, sambil mengelus jidatnya yeng terpaksa mencium lantai.
"Siwon gwenchana…?" Tanya Jaejoong, dan menghampiri Siwon yang terduduk di lantai.
"Aish! Hari ini aku sangat sial.." Rutuk Siwon.
"Kamukan tidak sengaja, sini aku lihat lukanya parah atau tidak.." Dengan pelan Jaejoong mengelus jidat Siwon. Ya memang terlihat merah, dan lecet tapi sepertinya tidak parah.
Selama Jaejoong yang masih fokus dengan luka Siwon, ternyata Siwon dari tadi memandang wajah Jaejoong tanpa berkedip.
"Ini tidak apa-apa, paling kalau sudah di kasih obat udah sembuh kok.." Jaejoong yang sudah selesai dengan luka Siwon, menoleh ke Siwon yang memang saat itu wajah mereka hanya berjarak 10cm. Siwon yang tidak ingin menyia-yiakan kesempatan ini, memajukan wajahnya ke Jaejoong. Sadar atau tidak bibir mereka sudah menempel, Jaejoong yang sadar apa yang telah di lakukan Siwon melebarkan matanya, dan memberontak untuk di lepas. Tetapi, Siwon tetap memaksa, dan malah memeluk Jaejoong dengan erat.
"Si-.. Won lepash…" Teriak Jaejoong, dengan susah payah yang saat itu bibirnya masih menempel dengan Siwon.
'Yunho tolong aku..' Batin Jaejoong.
:: I'm In Your Heart Forever ::
Di Gudang~
Selama Siwon yang masih rakus dengan bibir Jaejoong, tiba-tiba seseorang telah menendang pintu gudang itu.
"JAEJOONG!..." Teriak seorang namja, yang kita ketahui bernama Jung Yunho.
"YA! APA YANG KAU LAKUKAN KEPADA JAEJOONG LEPASKAN DIA DASAR NAMJA BERENGSEK!..." Dengan kemarahan yang memuncak, dan kalian tahu kekuatan seorang Jung Yunho bagaimana kan.. Yah kemungkinan Choi Siwon akan mati, atau hanya akan menerima luka yang parah itu keinginan di diri Yunho sendiri.
"Yunho sudah!... jebal hentikan.." Teriak Jaejoong, sambil menangis.
Tetapi, Yunho tidak mendengarkan perkataan Jaejoong. Sambil terus melontarkan kata-kata kasar, Yunho memukul Siwon dengan keras. Sampai-sampai semua urat di tangan Yunho terlihat jelas.
"YUNHO HENTIKAN!..." Teriak Jaejoong.
"Hosh.. hosh.. hosh.. waeyo? Kenapa, kamu menghentikan aku untuk memukul namja keparat ini…" Ucap Yunho dengan nafas yang terengah-engah.
"Aku tidak mau kamu terkena masalah, sudahlah kasihan dia.." Baru saja, Jaejoong ingin membantu Siwon untuk berdiri. Tiba-tiba Yunho menarik Jaejoong kedalam pelukannya.
"Mian aku datang terlambat…" Ucap Yunho sambil memeluk tubuh kecil Jaejoong dengan erat.
"Gomawo sudah datang.." Balas Jaejoong, dan membalas pelukan Yunho.
"Kalau, begitu kajja ikut aku.." Dengan cepat Yunho menarik Jaejoong pergi dari tempat itu.
"Yunho, kenapa kamu menarik ku.. kita harus menolong Siwon.." Ujar Jaejoong, sambil menoleh ke Siwon.
"Biarkan saja, aku akan meminta tolong seseorang untuk membawanya ke uks.." Ketika Yunho, dan Jaejoong di koridor Yunho bertemu dengan temannya, dan menyuruh untuk menuju gudang.
"Kibum-shi.." Panggil Yunho, kepada teman satu kelasnya itu.
"Hhhmm…" Balas Kibum, dan menoleh ke Yunho.
"Cepat ke gudang, dan bawa mayat itu ke uks.." Ujar Yunho cepat, dan menarik Jaejoong menuju suatu tempat. Dan sepertinya tujuannya adalah ke taman belakang.
"Ekh, mayat.. di gudang.. MWO!..." Kibum yang baru mengerti maksud Yunho berlari menuju gudang, dan membawa beberapa teman untuk menolongnya.
Di Taman~
"Yun lepaskan ini sakit.." Ucap Jaejoong, sambil meringis.
"Mianhae.." Balas Yunho, dan melepaskan genggamannya pada lengan Jaejoong.
"Kenapa, kamu membawa ku ke tempat ini apa ada yang ingin kamu bicarakan.."
Yunho yang memang dari tadi sangat menghawatirkan Jaejoong. Memeluk Jaejoong dengan erat, seperti tidak ingin melepaskannya lagi.
"Jae aku mohon jangan jauhi aku, aku sangat menyayangi mu. Dan, aku kasih tau kepada mu Jae jangan dengarkan ucapan nenek lampir itu.. kalau, dia ingin membunuh ku paling dia yang ku jebloskan ke penjara.." Jelas Yunho panjang lebar, dan masih bertahan untuk memeluk Jaejoong.
"Ekh, ma-maksud mu nenek lampir itu ahra..?"
"Tentu saja! Siapa lagii di sekolah ini yang seperti nenek lampir.."
"Ja-jadi kamu sudah tau ancaman Ahra kepada ku..?" Tanya Jaejoong, sambil melepaskan pelukan Yunho perlahan.
"Nde aku melihat rekaman dari teman ku, ketika kamu dan Ahra di taman ini.." Jawab Yunho sambil menganggukkan kepalanya.
"Haaah… mian aku sudah mau menjauhi mu, tapi sebenarnya aku tidak ingin karena a-aku.. aku sangat mencintai mu Yunho.. saranghae.." Dengan suara yang kecil Jaejoong menyatakan perasaannya, tetapi Yunho dapat mendengarnya.
"M-Mwo..? ka-kamu bilang apa Jae.. kamu, kamu mencintai ku.." Ujar Yunho, sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Nde, aku.. aku mencintai mu ta-tapi kalau kamu tidak mau menerima ku juga tidak apa-apa. Aku tidak memaksa kok.." Ucap Jaejoong sambil menundukkan kepalanya.
Grreepp!…
"Nado saranghae Jaejoong.. neomu neomu saranghae.." Ujar Yunho, dan memeluk erat tubuh Jaejoong. Sedangkan Jaejoong dia hanya dapat diam, dan membalas pelukan Yunho.
:: I'm In Your Heart Forever ::
Pukul 19.00 Di Kediaman Keluarga Jung~
"Yunho.." Panggil seorang namja yang kira-kira sudah berumur 40 tahun.
"…"
"Yunho, appa tau kamu masih marah.. tapi, appa mohon apa kamu tidak bisa memberikan kesempatan kedua untuk appa.." Ucap namja tua itu yang bernama Jung Yoochun.
Mereka sekarang berada di meja makan, untuk melakukan makan malam bersama. Ayah dan anak ini hanya makan dalam diam, seperti tidak ada ikatan darah sama sekali. Yunho yang mendengar ucapan appanya barusan, hanya berusaha menahan air matanya yang akan jatuh.
"Yunho.. appa saat itu benar-benar kacau. Appa, appa saat itu rasanya ingin mati.. appa sangat menyayangi eomma mu bahkan melebihi apapun. Harta berharga appa sudah menghilang untuk selamanya, karena itu appa tidak ingin kehilangan yang kedua kalinya. Appa sangat ingin melindungi mu, jebal mianhae mianhae.. Hiks appa sangat menyesal.." Jelas Yoochun, dengan air mata yang terus mengalir.
Pecahlah sudah temeng seorang Jung Yunho, ketika melihat appanya sendiri sujud di depannya untuk mendapatkan sebuah kata maaf. Sebenarnya dia juga tidak tega melihat appanya bertahun-tahun menderita melihat anaknya sendiri tidak menganggap appanya ada, yang jelas-jelas berada dihadapannya.
Dengan perlahan Yunho membantu appanya berdiri, dan memeluknya dengan erat. Sungguh hati Yunho hancur ketika melihat appanya seperti itu. Dia merasa bahwa dirinya adalah anak yang jahat, dan pantas untuk di hukum.
"Appa, mian maafkan Yunho.. Yunho sudah membuat appa menderita, aku sudah jahat dengan appa…" Ujar Yunho sambil menangis di pelukan appanya.
"Aniyo, appa yang salah. Appa adalah orang tua yang gagal, tetapi appa berjanji akan menjadi ayah yang baik untuk mu.. Appa berjanji.." Sambil menepuk pelan punggung anaknya, Yoochun tersenyum dan merasa lega bahwa anaknya sudah memaafkannya.
Sekarang, mereka duduk kembali di meja makan, dan suasananya berbeda. Lebih terlihat kehangatan sebuah keluarga.
"Appa, besok Jaejoong dan orang tuanya akan datang ke sini.. apa boleh..?" Tanya Yunho.
"Ekh, Jaejoong.. owh, yeoja yang waktu itu. Tentu saja appa membolehkannya bahkan appa sudah merestui hubungan kalian.. Jadi, besok orang tua Jaejoong akan datang kemari.."
"Nde, tapi Jaejoong sendiri juga tidak tau kenapa tiba-tiba orang tuanya ingin bertemu dengan appa.." Ucap Yunho sambil menggidikkan bahunya.
"Sudahlah, besok kita lihat. Owh iya Yun apa kamu sudah berpacaran dengan Jaejoong eoh.." Tanya Yoochun sambil menaik turunkan alisnya.
"Ck, appa ini tidak usah menggoda ku…"
"Tapi, benarkan kalian sudah pacaran.."
"Nde, baru saja tadi di sekolah. Bahkan, banyak sekali halangan-halangan untuk meyatukan kami berdua. Haaaaahhh….. benar-benar ujian yang sangat berat.." Curhat Yunho kepada appanya. Sepertinya Yunho tidak sadar, bahwa appanya sudah menahan tawa mendengar curhat anaknya.
'Anak muda.. anak muda..' Batin Yoochun.
:: I'm In Your Heart Forever ::
Di Kelas XIIA~
"Jonghyun..." Panggil seorang namja manly, yang bernama Yunho.
"Ekh, Yunho ada apa..?"
"Apa, rekaman kemarin masih ada.."
"Nde, ada di tas ku.." Ucap Jonghyun, sambil menunjuk tasnya.
"Ppali, berikan kepada ku.. aku hanya meminjam sebentar.." Suruh Yunho.
"Ck, nde arraseo.."
'Dasar seenaknya saja..' Batin Jonghyun sambil mencari barang itu di dalam tasnya.
"Nih.. jangan sampai rusak atau lecet.."
"Ne ne.. dasar namja cerewet.." Dengan langkah santai Yunho menuju kelas seseorang. Yah pasti kalian tau siapa incaran Yunho sekarang, yaitu seorang yeoja bernama Go Ahra.
Sekarang Yunho sudah sampai di depan sebuah kelas yang bertuliskan XIIC.
"Hei! Kamu.." Panggil Yunho kepada seorang namja yang baru saja keluar dari kelas itu.
"Suruh Go Ahra keluar, bilang kalau dia sudah di tunggu oleh Yunho di taman belakang. Ppali .." Yunho yang sudah selesai memberitahu seorang siswa di situ. Pergi meninggalkan tempat itu, dan menuju taman belakang.
"Ahra..!" Teriak seorang namja yang bername tag Key.
"Waeyo..?"
"Kamu, di tunggu Yunho di taman belakang katanya cepat.." Ujar Key, sambil menunjuk arah kemana tadi Yunho pergi.
"Jinja..? aigo.. gomawo Key! Aku pergi dulu ne.. annyeong.." Dengan langkah cepat, dan gembira Ahra pergi menuju ke suatu tempat di mana Yunho berada. Apa kamu tidak tau Go Ahra bahwa keberadaan mu mulai terancam.
Di Taman~
"Oppa!..." Pekik Ahra yang saat itu baru tiba.
"Diam di situ, dan jangan memeluk ku.."
"Ekh, waeyo..? aku kan kangen dengan oppa.." Ucap Ahra sambil mengepout bibirnya.
"Ck, tidak usah berusaha mendekati ku lagi.. Aku sudah memiliki yeojachingu, jadi semua rencana mu itu terbuang sia-sia.."
"Ma-maksud oppa apa..?"
"Ini kamu lihat.. di dalam rekaman ini kamu kan, dan mengancam Jaejoong untuk menjauhi ku. Bahkan, kamu berani mau membunuh ku. Ckckckck… ternyata semua pemikiran ku tentang diri mu benar, kamu itu yeoja jahat yang berusaha mendapatkan apa yang kamu inginkan. Walaupun itu menggunakan cara kotor..!" Yunho melangkah mendekati Ahra yang sudah mati kutu di tempat. Dengan pelan, Yunho membisikkan sesuatu kepada Ahra.
"Aku, benar-benar jijik pernah berteman dengan mu.. dan, satu lagi ternyata kamu pintar sekali menghasut orang lain. Benar-benar yeoja berbisa.." Dengan senyum mengerikan Yunho menjauhkan dirinya. Dan berkata..
"Jika, kamu tidak pergi dari kota ini kemungkinan bukti ini akan ku kasih ke polisi, dan menuduh mu merencanakan pembunuhan. Jadi, bagaimana penjara atau pergi dari kota ini hhmm..?"
"Ka-kamu dasar namja keparat!..." Teriak Ahra.
"So, Eotthe..? apa kamu setuju akan pergi dari kota ini.."
"Baiklah!... aku akan pergi tapi, aku tidak akan tinggal diam. Lihat saja nanti aku akan membalas mu JUNG YUNHO!..." Ahra yang sudah kesal pergi dari tempat itu. Dan mengikuti kata-kata Yunho untuk pergi dari kota itu.
Teng.. Teng.. Teng..
"Ternyata, bel sudah berbunyi berarti jam istirahat telah usai.. saatnya masuk kelas, dan selamat tinggal Go Ahra.." Ujar Yunho sambil menoleh ke Ahra, yang saat itu sedang masuk kedalam mobilnya dan, pergi.
.
.
.
TBC
Yeeeyy!...
Chapter 13 update..
Eotthe..? apa kalian suka.. mianhae kalau di chap ini lebih banya adegan musuh-musuhnya..
Tapi di next chap akan banyak moment YunJaenya tapi sayang hanya sebentar, dan itu menyakitkan..
Pokoknya nanti kalian baca deh di next chap.. tpi, kalau pengen tau.. :D
Owh, iya ini balasan review di chap 12!..
Himawari Ezuki : Jae nggk di perkosa kok.. Tae Rin kasihan sma Jae di gtu kan.. Yunho jga nanti mrah-mrah lgi sma Tae Rin. Bisa-bisa Tae Rin babak belur.. (*_*)
Jihee46 : Ok, udh lanjut kok..! :D Tpi, Tae Rin gk bisa janji lho.. lgi bingung jga nih happy end atau sad end soalnya kalau happy end. Nie FF tmbah panjang.. D:
Vic89 : Hahaha... iya tuh keroyoki aja Siwon oppa... Hehehe :D *Kidding
desi2121 : Klo, YunJae pisah itu nanti pasti desi tau kok kalau bca FF ini terus.. =D trus, klo msalah smpe chap brapa Tae Rin blum tau. Soalnya Tae Rin ini nggk kyk author lain. udh di siap kn jdi tau smpe chap brapa.. Ini aja Tae Rin bru selesai ketik critanya. jadi mian belum tau smpai chap brapa.. Tapi, udh mau END kok! :)
YEOLDA : hahaha... gregetan smpe-smpe mau di garuk.. :D Iya, Tae Rin tau bkan hal bru tpi Tae Rin tkut kalau Tae Rin ksih peran ke Ahra terlalu kejam. Kasihalah Ahranya. Wlaupun Tae Rin juga rada-rada jengkel sih sma Ahra.. (sama aja) Hehehe.. :D
Guest : Ok, ini udh di lanjut.. :) Gomawo reviewnya.. :D
Ok, sudah selesai Tae Rin balas. Jadi jangan lupa di review lagi ne..
Annyeong.. =D
