Main Cast : Hunhan
Other Cast : bermunculan sesuai dengan cerita
"Sehan ayo naik, nanti sakit" Luhan khawatir dengan anaknya yang masih sibuk berenang karena sudah memasuki sore
"Sebentar Eomma" Sehan yang masih asyik justru tidak terlalu mendengarkan apa yang dikatakan sang eomma
"Sehan ayo naik, nanti sakit" Sehun tegas pada anaknya karena apa yang dikatakan istrinya benar dan dirinya mulai naik keatas karena dia harus memberikan contoh yang baik kepada anaknya
"Iya Appa" Sehan menurut sambil cemberut karena harus menghentkan kegiatan yang baru disukainya beberapa jam lalu
"Lu, aku saja yang memandikan Sehan" Sehun meminta izin pada istrinya kemudian istrinya hanya mengganguk pasrah karena bagaimanapun Sehan lebih ingin berdua dengan appanya dan Luhan tidak pernah mempermasalahkan masalah itu
"Lu, Sehun sudah banyak berubah" Wuzun menjumpai menantunya dan membahas perilaku Sehun yang sudah banyak berubah dari sebelumnya
"Iya Appa, biasanya Sehan yang takut dengan Appanya justru sekarang dia menempel bagaikan perangko dengan Sehun" Luhan juga tidak menyangka semua yang diimpikannya dulu akan terkabul
"Bahagia lahh nak" Wuzun memeluk menantunya untuk memberi semangat mengenai perjuangan mereka dalam mendidik Sehan kedepannya
"Iya Appa" Luhan juga ingin merasakan dirinya seperti orang lain hidup bahagia dengan keluarganya dalam suasana suka dan duka
"Sudah, tadi Eomma memanggilmu untuk masak bersama dan menentukan bahan makanan yang bisa dimakan Sehan" Wuzun teringat tujuannya untuk menemui sang menantu
"Baiklah Appa" Luhan permisi kemudian beranjak kedapur untuk membantu eomma mertuanya memasak
..
..
..
"Sehan pakai shampoo ini ya" Sehun memberikan shampoo tersebut pada anaknya
"Sehan takut pakai shampoo sendirian, nanti mata Sehan perih" Sehan ngambek karena disuruh memakai shampoo sendiri
"Baiklah, Appa saja yang pakaikan sama Sehan" Sehun menuang sedikit shampoo ketangannya kemudian mengoleskannya kerambut sang anak dan memijitnya agar rata dirambut Sehan yang hitam pekat. Sehun tidak menyangka jika mengurus anak akan sepayah ini dan menyesal sudah membuat Luhan sibuk mengurus Sehan sendirian
"Sudah, Sehan siram sja" Sehun sudah selesai memberikan shampoo pada rambut anaknya dan menyuruh sang anak untuk membilasnya agar bersih dari busa shampoo
BYUR
"Dingin Appa" Sehan kedinginan sedangkan Sehun dengan cepat memandikan Sehan karena takut anaknya masuk angin
"Lain kali dengar apa yang dikatakan Eomma. Jika sudah disuruh naik maka jangan melawan" Sehun memberitahu anaknya jika apa yang dikatakan istrinya adalah benar
"Iya Appa" Sehan menyesal tidak mendengarkan apa yang dikatakan eommanya sehingga dirinya masuk angin
Setelah selesai berpakaian, mereka menjumpai keluarga yang lain didapur kemudian Sehun membawa Sehan kearah Luhan.
"Lu, berikan dia air hangat karena kedinginan" Sehun menyerahkan anaknya kepada sang istri
"Sehan kedinginan, sebentar ya sayang. Sehan dengan Appa dulu karena Eomma mau masak air hangat" Luhan menyuruh anaknya untuk bermain dengan suaminya dulu karena dirinya sibuk untuk memasak air hangat, wajar saja perasaan seorang ibu selalu berlebihan pada kondisi anaknya yang sakit kecil
"Iya Eomma" Sehan meninggalkan dapur dan berjalan mendekati Appanya yang berada diruang tamu bersama haraboejinya
"Kenapa Sehan jadi manja dengan Appa?" Wuzun heran dengan kedekatan cucunya dengan appanya yang baru saja bertobat
"Sehan sayang dengan Appa" Sehan duduk dipangkuan appanya karena Sehun juga merindukan anaknya yang selama ini tidak pernah dilihatnya sedikitpun
"Baguslah, Sehun hiduplah berbahagia dengan mereka. Kau sudah melihat bagaimana Sehan bisa menerima dirimu dengan lapang dada" Wuzun menasehati anaknya agar tidak kehilangan arah seperti sebelumnya
"Sehan, minum ini nak" Luhan muncul dari dapur membawa segelas air hangat untuk anaknya
"Iya Eomma" Sehan mengambil gelas tersebut dari tangan Eommanya
"Pelan - pelan nak minumnya" Luhan memberitahu anaknya untuk pelan - pelan saja minum karena Sehan jarang meminum air panas sehingga takut lidah anaknya terbakar
"Sudah Eomma dan terima kasih atas air putihnya" Sehan tersenyum kepada eommanya karena pengorbanan yang diberikan eommanya sungguh besar padanya
"Sama - sama nak" Luhan tidak pernah membayangkan bahwa Sehannya menjadi semakin dewasa
"Ayo makan, Eomma sudah menunggu" Luhan berjalan duluan meninggalkan ketiga pria dirumah tersebut dan tak berapa lama mereka semua sudah berkumpul dimeja makan
"Wah, ada ayam goreng kesukaan Sehan" mata Sehan berbinar karena melihat ada ayam goreng kesukaannya tersedia untuk menu makan malam
"Iya, ucapkan terima kasih pada Halmeoni" Luhan menyuruh anaknya untuk mengucapkan terima kasih pada orang yang sudah memasakkan makan malam untuk mereka sedangkan Erena merasa bahwa hal tersebut bukanlah masalah besar
"Terima kasih Halmeoni" Sehan mengucapkan dengan aksennya yang lucu sehingga membuat semua orang ketawa mendengarnya
"Sama - sama sayang, ayo dimakan" Erena menyuruh semua keluarganya untuk makan dan mereka makan dengan santai karena Sehan yang bisa makan sendiri jika berhubungan dengan ayam goreng
..
..
..
"Kalian ingin pulang?" Erena terkejut karena dikiranya anaknya akan bermalam dirumah mereka
"Maaf Eomma, lain kali kami akan menginap disini karena kami lupa membawa baju ganti serta Sehan tidak membawa baju sekolahnya Eomma" Sehun menyesal karena harus berpisah dengan kedua orang tuanya yang baru saja memaafkan dirinya
"Tidak apa, lain kali saja kalian bermain dan menginap disini" Erena tidak mungkin memaksa anaknya karena dirinya juga tahu seberapa sibuk sang anak sedangkan Sehan harus sekolah besok pagi
"Iya Eomma, kami pasti akan menginap disini" Luhan tidak enak hati karena ingin pulang namun mereka kesini tanpa persiapan apa - apa kecuali mental jika mereka diusir karena masih belum memaafkan Sehun
"Ya, hati - hati nak" Erena melambaikan tangannya ketika masih melihat mobil anaknya namun ketika sudah menjauh Erena dan Wuzun masuk kedalam rumah mereka yang terasa hampa untuk ditinggali berdua
"Aku tidak menyangka jika Sehan adalah anak yang baik dan bisa memaafkan Appanya yang sudah banyak memberikan luka padanya" Wuzun mengatakannya sambil menatap istrinya
"Iya, aku juga sedangkan Sehun sudah banyak menyesal karena menyia - nyiakan waktunya untuk memusuhi anaknya sendiri"
"Dia sudah kembali kejalan yang benar"
"Iya, dan semua berkat Sehan"
"Baiklah, kita istirahat saja Erena"
"Ya"
..
..
..
"Lu, kau buka pintu saja biar aku yang menggendong Sehan" setelah sampai dirumah, Luhan berniat membangunkan Sehan namun Sehun melarangnya
"Baiklah" Luhan dalam hati terseyum karena Sehun yang dicintainya sudah berubah
Setelahnya Sehun mencium kening anaknya ketika dirinya sudah menempatkan sang anak diatas kasur empuknya.
"Selamat tidur nak" Sehun keluar dari ruangan tersebut dan menemui istrinya yang sedang sibuk dengan handphonenya
"Hun aku baru ingat masalah janji tadi pagi" Luhan teringat akan janjinya pada sang suami
"Ya" Sehun binggung mau menjawab apa sehingga dirinya banyakan diam daripada bicara
Luhan mendekati Sehun dan membawa suamina keranjang dengan sekali bantingan, Sheun terkejut dengan cara permainan Luhan yang tergolong kasar.
"Lu.. ARGH" Sehun niatnya ingin bertanya pada istrinya kenapa harus main kasar namun batal karena Luhan dengan cepat meremas penisnya yang masih tertutup celana hitam ketat
"Nikmati saja sayang" Luhan berbisik dengan seksinya sedangkan Sehun berusaha untuk mencoba tidak bermain kasar dan menerkam istrinya
"Aku sudah lama tidak melihat barang kesayanganku" Luhan mengelus selangkan Sehun dan itu memberikan sensasi ternikamat yang selalu dia sukai dari permainan awal Luhan
"ARGH... JANGAN MENGGODAKU LU" Sehun tidak tahan dengan godaan Luhan sehingga menyuruh istrinya untuk berhenti menggodanya sedangkan yang dimarahi hanya menjalankan aksi berikutnya
"Kenapa pahamu tetap putih sayang" Luhan mengelus paha suaminya setelah membuka celana hitam ketat yang menempel ditubuh seksi suaminya
"AKU TIDAK TAHU... ARGH..." Sehun menjawab pertanyaan istrinya dengan susah payah dan kemudian menjerit kenikmatan ketika Luhan membuka celana dalamnya dengan cepat dan memasukkan penis kebanggaannya kedalam mulut sexy istrinya
"ARGH... LEBIH CEPAT LU" Sehun tersiksa karena Luhan memberikan tempo lambat pada penisnya dan itu menyiksanya dan belum lagi kedua tangan Luhan yang sibuk meremas bola kembarnya dan terakhir gigi Luhan yang selalu menggigit kecil kulit kulupnya
"LU... ARGH KUMOHON JANGAN BERMAIN... AKU TIDAK TAHAN" Sehun memohon dengan sangat karena Luhannya sungguh menyiksa dirinya jika seperti itu sedangkan Luhan yang mendengar jeritan frustasi dari suaminya langsung mengubah tempo kulumannya pada penis kesukaannya dari dulu hingga sekarang
"ARGH... LEBIH CEPAT LU" Sehun kenikmatan karena Luhan sudah mengubah tempo kulumannya dan itu sungguh nikmat
"ARGH... AKU MAU KELUAR" Sehun tidak menyangka jika dirinya menjadi lbih cepat keluar dari biasanya, apakah ini efek dari jarang merasakan sentuhan tersebut sehingga jika disentuh langsung terbuai dan cepat orgasme. Begitu lahh pemikiran Sehun tentang kemampuan Luhan memanjakan penisnya
"Spermamu yang terbaik" Luhan menelan semua sperma suaminya hingga mencari kelubang kencing suaminya sedangkan Sehun pasrah dengan apa yang dilakukan isrinya
"Tapi maaf Hun, aku sedang datang bulan sehingga kau tidak bisa memasuki ku" Luhan memberitahu kepada suaminya jika dirinya tidak bisa dipakai malam ini
"Tidak apa, aku sudah merasa puas dengan kulumanmu pada penisku" Sehun tidak bisa berbuat apa - apa walaupun dirinya merindukan lubang hangat milik istrinya
"Sudahlah, kita tidur saja" Luhan memakaikan celana dalam kepada suaminya dan tidur bersama
"Malam sayang" Sehun memeluk istrinya dan tertidur bersama hingga memasuki mimpi indahnya
..
..
..
BRAK!
BRAK!
BRAK!
"DADDY" Sehan berteriak dan memukul pintu dipagi hari depan pintu kamar kedua orang tuanya
CLECK
"Sehan~" Luhan geram denga tingkah anaknya yang kelewatan batas jika berhubungan dengan Sehun
"Daddy" Sehan tidak mengacuhkan eommanya justru langsung menerjang Sehun sang daddy yang baru saja bangun
"Hei tampan, kenapa pagi - pagi sudah semangat" Sehun limbung karena terjangan Sehan secara tiba - tiba namun dirinya cukup terkejut dengan ulah anaknya
"Appa jahat, kenapa Appa tinggalin Sehan sendirian" Sehan merajuk dan tujuannya kemari adalah merajuk pada Appa tampannya yang hanya bisa menggaruk kepalanya karena tidak mungkin dia mengatakan hal dewasa pada anaknya yang masih kecil
"Sehan ayo mandi" Luhan mengajak anaknya untuk mandi karena itu adalah kewajibannya untuk memandikan sang anak
"Shireo, Sehan mau Appa. Appa~" Sehan merajuk untuk kesekian kalinya sedangkan Sehun menatap gemas putranya
"Sudahlah Lu, biar aku memandikannya" Sehun lebih baik mengalah daripada melihat istri rusanya mengamuk dipagi hari
"Baiklah, aku siapkan sarapan saja" Luhan melangkah kedapur, walaupun kerjaannya berkurang namun sifat manja Sehan semakin besar semenjak Sehun sudah berubah menjadi appa yang baik
"Sehan, ayo mandi nak" setelah Luhan keluar dari kamar, Sehun mengajak anaknya untuk mandi agar tidak terlambat
"Iya Appa, tapi Appa gendong Sehan" Sehan menunjukkan wajah imutnya yang jarang diperlihatkannya sehingga membuat Sehun mengalah karena tidak tahan melihat wajah imut anaknya
"Baiklah" Sehun menggendong anaknya dan membawanya kedalam kamar mandi kemudian mereka mandi bersama hanya dalam waktu sepuluh menit setelah itu mereka memakai pakaian sesuai dengan kewajiban mereka. Sehan memakai seragam sekolah sedangkan Sehun memakai kemeja dan dilapisi dengan jas sehingga membuatnya semakin tampan
"Cha... Ayo cepat nanti Eomma marah" Sehun mengajak anaknya untuk menuju dapur karena sudah waktunya untuk sarapan
"Baik Appa" Sehan dan Sehun berjalan hingga sampai diruang makan
"Pagi Eomma" Sehun menyapa ibu mertuanya yang sibuk mengoles roti dipagi hari sedangkan Heechul membalasnya sambil memberikan senyuman kecil
"Pagi Halmeoni" Sehan ikut – ikutan appanya untuk menyapa sang halmeoni dan dibalas dengan senyuman kecil sedangkan Luhan baru datang dari dapur
"Sehan makan ini ya sayang" Luhan memberikan dua lembar roti sebagai sarapannya
"Terima kasih Eomma" Sehan memakannya dengan nikmat karena dia suka dengan roti buatan eommanya
"Hun, kau makan roti juga" Luhan memberikan empat lembar roti untuk suaminya dan dibalas dengan senyuman manis milik suaminya
"Terima kasih sayang"
"Nanti Sehan diantar sama Appa kan?" Sehan bertanya setelah selesai sarapan
"Nghh... Iya nak" Sehun awalnya bingung mau menjawab apa, namun dia sudah punya tujuan
"Dan juga kau Lu harus aku yang mengantar" Sehun memberikan ultimatum yang tegas pada istrinya
"Kenapa" Luhan terkejut mendengar penuturan suaminya
"Mulai saat ini dan kedepannya, aku yang akan mengantar jemputmu. Aku akan menjadi suami yang berguna" Sehun merasa ini lahh waktu yang tepat untuk menunjukkan dirinya sudah banyak berubah dan agar semuanya tahu bahwa Luhan hanya miliknya seorang
"Baiklah" Luhan sebenarnya tidak tega pada Sehun, karena menurutnya pasti akan melelahkan jika menjemputnya lagi ketika dirinya banyak kerjaan sebagai ceo Oh Corporation
"Ayo" Sehan semangat hari ini karena Appanya akan mengantar dirinya kesekolah, dan juga Sehan ingin pamer pada semua teman – temannya yang sering bertanya padanya kemana appanya
Sehun membawa mobilnya menuju sekolah Sehan yang tidak terlalu jauh dari rumah mertuanya, setelah sampai Sehun keluar dari mobil dan mencium kening anaknya begitu juga dengan Luhan sebagai sang ibu.
"Hati – hati ya nak, nanti Appa jemput seperti biasa" Sehun memperingatkan anaknya untuk tidak membuat masalah disekolah
"Iya Appa"
"Sehan nanti tunggu Appa dicafe kecil saja ya" Luhan takut anaknya pergi ketempat lain untuk menunggu Sehun
"Iya Eomma, Sehan selalu mendengarkan apa yang Eomma katakan" Sehan selalu mendengar nasihat eommanya yang selalu menyuruh dirinya menunggu dicafe kecil tersebut
"Baiklah, sampai jumpa nak" Sehun mencium pipi anaknya
"Bye Sehan" Luhan juga mencium pipi tembam milik anaknya
"Iya, Appa dan Eomma juga hati – hati" Sehan sungguh sayang pada kedua orang tuanya
Ketika memasuki gerbang sekolah, seorang gadis kecil memanggil namanya dengan keras sehingga membuat banyak orang melihat kearah gadis tersebut termasuk Sehan.
"SEHAN!" Sehan terkejut namun mendekati gadis tersebut karena dia merupakan salah satu sahabatnya
"Ada apa?" Sehan bertanya pada temannya yang memanggilnya tersebut
"Ahjussi tadi siapa? Kenapa dia tampan sekali" Gadis kecil tersebut yang bernama Suli memang mudah terpesona dengan pria tampan
"Oh, dia Appa Sehan" Sehan menjawab santai sedangkan Suli tidak menyangka
"WHAT? Dia Appamu?" Suli terkejut tadi jika diteliti Sehan sungguh mirip dengan Ahjussi tersebut dan kadar ketampanannya hampir seratus persen mirip
"Iya Suli, dan tidak perlu berteriak" Sehan kesal karena teman centilnya ini berteriak tanpa tahu malu, kemudian Sehan pergi kekelas dan meninggalkan temannya tersebut
"YAK! SEHAN, AKU MASIH MAU BERTANYA" Suli mengejar Sehan untuk bertanya lebih jelas mengenai Appa tampan sahabat
~TBC~
