HOUSE OF B.A.P
Author: MinUraaa
.
Rate: T (aman)
.
Genre: Bromance, Humor, Family
.
Summary:
Bang Yongguk si penulis lagu,Kim Himchan seorang model,Jung Daehyun seorang penyanyi,Yoo Youngjae dibidang yang sama, Moon Jongup seorang dancer, Choi Junhong murid SMA
.*.*.*.*.*.
Ini sudah tengah malam
Semua sudah tidur kecuali Yongguk yang masih terjaga di ruang tamu dengan TV dan laptop yang menyala.
Ia menunggu Himchan sekalian menulis lagunya.
"Aish, kemana anak itu.. sudah kubilang jangan pulang larut.." gerutu Yongguk.
Yongguk juga sudah menghubungi Himchan berkali-kali namun tidak ada jawaban.
Ia mengecek ponselnya, sudah jam 00.48, dan Himchan belum pulang.
Yongguk menghela nafas sebelum berjalan menuju pintu untuk menguncinya.
Baru akan mengunci pintu, ia mendengar pintu diketuk.
Dan saat Yongguk membukanya, itu Himchan.
Akhirnya ia pulang.
Dan mabuk.
Yongguk sangat ingin marah sebenarnya.
Tapi yah, sudah terjadi..
"Chan-ah--.." omongan Yongguk terpotong begitu Himchan menubruknya.
"Aku lelaah~.." racau Himchan.
Yongguk menutup pintu dan menguncinya, lalu kembali beralih ke Himchan.
"Tentu kau lelah" jawabnya.
"Aku sangaaat~ lelaahh.. Bbaaang" Himchan malah memeluk Yongguk lebih erat.
Yongguk hanya diam, dia bingung harus merespon apa
"Ugghh.. kau hangat.." gumam Himchan.
"Tentu, aku makhluk hidup" kata Yongguk.
"Bbaaang~" panggil Himchan.
"Nde?"
"Gendong aku kekamar.. uughh.. semuanya berputar.. ya ampun.. kenapa TV kita ada dua? Ah, kepalaku.." himchan memegang kepalanya yang terasa pusing.
Yongguk berpikir sebentar,
"Haruskah?"
"Eoh? Jadi kau ingin aku menabrak sesuatu?"
"Tapi kau--.."
"Gendong aku!"
Yongguk terpaksa menggendong Himchan di punggungnya.
"Astaga kau lebih berat dari sebelumnya.." kata Yongguk.
Himchan hanya bergumam tidak jelas.
Yongguk susah payah membawa Himchan ke kamarnya dan meletakkan(?) Himchan di kasur dengan aman.
Baru akan beranjak, Himchan menahan tangan Yongguk.
"Kkajima.." gumamnya sambil menahan tangan Yongguk erat.
"Tapi aku belum mematikan TV dan laptopku" kata Yongguk.
"Kkajimaa.." Himchan mulai menarik tangan Yongguk.
"Baiklah.. sebentar saja.." Yongguk duduk disisi kasur Himchan.
Iya sebentar
Namun akhirnya Yongguk juga ikut terlelap.
.
.
.
.
.
.
"Ah berisik sekali.. ini hari Sabtu, siapa yang menonton TV pagi-pagi buta seperti ini..?" Kesal Daehyun menuruni tangga.
Namun saat Daehyun sampai di ruang tengah, ia tidak melihat siapapun, hanya ada laptop dan TV yang masih menyala.
Ia mematikan TVnya dan laptopnya juga.
Dia juga membersihkan gelas bekas kopi dan piring bekas camilan dari meja.
"Ah aku lapar.. mmhh.. apa Himchan-hyung sudah bangun..?" Daehyun pergi ke kamar Himchan.
"Hyung? Himchan-hyung..?" Panggil Daehyun
Pintu terbuka, namun yang membuka bukan Himchan, tapi Yongguk.
"... Hyung?" Bingung Daehyun.
"Semalam aku menginap.. ah kepalaku sangat pusing.. Himchan sedang mandi, aku sudah bangunkan dia.. sekarang biarkan aku kembali ke kamar dan tidur" Yongguk melewati Daehyun dan kembali ke kamarnya.
Daehyun menutup pintu kamar Himchan dan duduk di sofa.
Lalu Youngjae turun dengan tergesa, memakai jaket dan sepatu dengan terburu-buru.
"Kerja?" Tanya Daehyun.
"Ung" jawab Youngjae singkat.
"Mau kuantar?"
"Tidak perlu, aku bisa pesan taksi"
"Serius"
"Aku juga serius, Dae.. sudah ya sampai jumpa!" Lalu Youngjae keluar dari rumah.
Saat Youngjae keluar rumah, Daehyun mendapat telepon
"Halo?"
"Daehyun-ah?"
"Oh Jiwon-nuna.. ada apa?"
"Daewon mau menginap"
"... Apa?"
"Daewon. Mau. Menginap. Anakmu mau menginap dirumahmu"
"Ah nde.. MWO? MENGINAP? Ta..tapi tidak ada yang menjaganya"
"Kau yang menjaganya, kau kan ayahnya"
"Tapi..tapi.."
"Aku sudah didekat rumahmu, bersiaplah"
Lalu sambungan terputus.
Belum ada 5 menit, pintu sudah diketuk.
Saat Daehyun membuka pintu terlihat Jiwon dan Daewon di gendongannya.
"Ini, Daewon ingin menginap, ini barang bawaannya.. jaga dia baik-baik, aku harus kembali bekerja" setelah memberikan Daewon dan kopernya, Jiwon pergi dari sana.
"Papa!"
Atensi Daehyun teralih pada anak di gendongannya.
"N..nde?"
"Wonnie lapal"
"Lapar? Ah nde ayo masuk" Daehyun membawa Daewon masuk beserta kopernya juga.
"Hyung" panggil Daehyun saat di dapur dan menemukan Himchan sedang memasak.
"Nde?" Jawab Himchan tanpa menengok.
"Daewon--.."
"Umma wonnie lapal.." sela Daewon.
Himchan langsung menengok ke sumber suara.
"Hei kau" Himchan menyapa Daewon dan mencubit pipinya.
"Siapa yang kau sebut umma eoh? Aku laki-laki, panggil aku Hyung" kata Himchan.
"Hyung aniyaa!! Umma! Umma~ umma milip halameoni dilumah cuka macak-macak buat wonnie" kata Daewon.
"Ya ampun lucu sekali ya, ya, terserah kau saja.. Daewonnie" kata Himchan.
"Aku akan memasakkan sesuatu untukmu, tenang saja"
Daehyun menurunkan Daewon di ruang tengah.
"Tunggu disini, p..papa akan membawa koper wonnie ke kamar papa oke?" Kata Daehyun saat Daewon duduk di sofa sambil meminum susu kotaknya.
Daewon hanya mengangguk.
Daehyun membawa koper Daewon ke kamarnya.
Daewon yang bosan setelah susunya habis, memilih berkeliling.
Seseorang turun dari tangga.
"Hyung aku--.. kau siapa?" Ternyata itu Junhong.
Daewon menatap Junhong.
"Hyungiee~" Daewon menghampiri Junhong dan memeluk kakinya.
"Nu..nugu?" Bingung Junhong.
"Dae.. wonnie!" Kata Daewon.
"Hyungie gendong~"
Junhong menggendong Daewon dan ke dapur.
"Hyung.. dia siapa?" Tanya Junhong.
"Oh wonnie.. dia anak Daehyun" jawab Himchan.
Rahang Junhong seolah jatuh.
"A..a..anak.. siapa?"
"Daehyun"
"..." Junhong terdiam.
"Hyungie.." Daewon menepuk pipi Junhong.
"Ah nde..? Mau main dengan Hyung?" Tanya Junhong.
"Maiin~" kata Daewon.
"Ayo kita main diluar~" Junhong membawa Daewon keluar rumah.
Tepat saat Daehyun turun tangga.
"Wonnie, papa sudah sele..-" kalimat Daehyun terpotong saat tidak melihat anaknya di sofa.
"Y..ya..! Kemana Daewon?!" Bingung Daehyun.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
agak gimana gitu pas deha manggil diri sendiri papa
