Chapter 14

--Bayhill Pool Villa – Chanyeol's Unit—

Hari mulai gelap dan bulan menampakan keindahannya namun dari balik celah tirai, bulan menyaksikan dua anak manusia yang tengah berbagi kebahagian dan kehangatan. Kedua sejoli ini terus mencurahkan perasaan bahagia mereka dan terlarut dalam ciuman hangat nan manis. Mereka berdua berbaring berhadapan dengan bibir mereka yang tak putusnya mencumbu satu sama lain.

"Aku yang pertama kan?" tanya Chanyeol lembut saat ia melepas ciumannya dan menatap Baekhyun dalam sambil mengelus pipi gembil Baekhyun.

"Pertama apa?" Suara lembut baekhyun terdengar dengan matanya yang masih tertutup dan mengatur nafas nya yang sedikit tersengal.

"Kekasih lelaki pertama mu?"

Baekhyun perlahan membuka matanya dan menatap Chanyeol sebelum tersenyum dan mengangkat-angkat alisnya lucu.

"Aku tau, aku adalah lelaki pertama bagimu." Jawab Chanyeol sendiri dengan sangat yakin, membuat Baekhyun terkikik. Ia pun menangkup wajah Chanyeol dan mengusap pipinya sayang.

"Kau Juga." Balas Baekhyun membuat mereka berdua tertawa. Tak pernah sebelumnya terpikirkan oleh kedua sahabat ini kalau mereka akan berada di satu kasur yang sama dan bercumbu layaknya seorang kekasih.

Mereka pun terlelap dalam pelukan dan mimpi indah.

*

Mentari pagi menyinari kamar, membuat Baekhyun menggeliat dalam tidurnya saat sinarnya mengenai mata. Erangan khas Baekhyun saat baru bangun tidur terdengar nyaring memenuhi kamar. Perlahan ia membuka matanya dan mendapati dirinya tertidur di kasur king size sendirian.

Mengerjap lucu, baekhyun mencoba mengingat kembali apa yang terjadi kemarin.

"Apa aku bermimpi?" gumamnya sebelum membuka tirai kamarnya lebar dan melihat pemandangan sekitar. Ia sadar sedang berada di Villa Chanyeol. Pipinya kembali memerah saat mengingat seberapa banyak mereka berciuman kemarin.

Baekhyun kembali merebahkan tubuhnya di kasur dan memekik girang seperti anak yang kasmaran sambil berguling di kasur. Pagi ini ia tidak bisa berhenti tersenyum, sambil menatap langit-langit kamar Baekhyun mulai berpikir.

Tunggu.. kemana Chanyeol?

Ia pun terduduk di kasur dan mulai mencarinya di kamar mandi. "Chanyeollie?" tak mendapati kekasih barunya itu di kamar mandi Baekhyun pun keluar dari kamar dan turun ke lantai satu perlahan sebelum menemukan Giant Yoda nya ada di dapur sibuk dengan panggangan. Senyum terpancar di bibir Baekhyun sebelum ia menghampiri Chanyeol.

Chanyeol yang menyadari kehadiran Baekhyun langsung tersenyum menghampiri kekasihnya itu dan dengan cepat mengecup bibir merah muda kekasih mungilnya yang terlihat sedikit bengkak.

"Good Morning Sunshine" Sapa Chanyeol membuat pipi Baekhyun memerah. Sepertinya Baekhyun harus mulai terbiasa dengan semua ini.

"Pagi~" sapa Baekhyun dengan senyuman ceria nya.

"Kau sedang masak?" tanya Baekhyun sambil melirik ke wajan penggorengan di belakang Chanyeol.

"Ya, aku ingin membuat sarapan spesial di hari pertama kita menjadi sepasang kekasih." Ujar Chanyeol yang tak hentinya menatap Baekhyun dengan tatapan memuja sebelum ia menarik pinggang Baekhyun mendekat dan mulai berbisik di telinganya. "Bisakah aku mendapat good morning kiss?" Ujar Chanyeol lembut. Membuat bulu kuduk Baekhyun meremang dan tidak bisa menahan pipinya untuk tidak merona.

"T-tadi kan sudah."

"Kau sebut yang tadi itu ciuman? Haruskah aku mengajarimu bagaimana ciuman yang sesungguhnya?" goda Chanyeol.

"A-aku tahu! Kau pikir selama ini aku tidak bisa mencium mantan-mantan ku huh?" Lawan Baekhyun tak terima.

Chanyeol yang mendengar Baekhyun menyebut mantan-mantannya menggeram rendah. Bayangan dimana Baekhyun berciuman dengan para gadis itu sedikit banyak membuat Chanyeol kesal. Dengan sigap Chanyeol menarik Baekhyun lebih dekat dan menangkup wajah mungilnya sebelum mencium bibir Baekhyun rakus.

"Mm- C-Chan~ " rengek Baekhyun. Bisa-bisa bibir nya semakin tebal kalau dicium terus seperti ini tapi masa bodohlah pikir Baekhyun, dengan itu Baekhyun pun mengalungkan lengannya di sekitar leher Chanyeol dan membalas ciuman rakus kekasih giant nya itu.

Chanyeol tersenyum saat Baekhyun membalas ciumannya dan memagut bibir manis milik kekasihnya itu dengan lahap sampai suara ding dari toaster yang sedang memanggang roti berbunyi. Membuat Chanyeol mengerang karena Baekhyun menarik diri dari ciumannya.

Dengan pipi merona Baekhyun yang melihat wajah kecewa Chanyeol langsung tertawa dan berjinjit untuk mengecup singkat bibir Chanyeol malu-malu.

"Lanjutkan masaknya, aku sangat lapar." Ujar Baekhyun meninggalkan Chanyeol dan duduk di meja makan menunggu Chanyeol dengan masakannya.

Seperti ini dengan Chanyeol sangat menyenangkan pikir Baekhyun, mungkin karena mereka pada dasarnya adalah sahabat sejak kecil jadi tidak ada rasa canggung, yang ada hanya perasaan baru karena Baekhyun belum terbiasa dengan semua keintiman yang Chanyeol berikan.

Menatap punggung tegap Chanyeol yang sedang membuat sarapan untuk mereka membuat Baekhyun tidak bisa berhenti tersenyum. Kenapa ia baru sadar kalau Chanyeol sangat tampan?

"Nae Namja Chingu" gumam Baekhyun dan merona sendiri karena ucapannya.

"Sorry for the wait" Ujar Chanyeol yang datang menghampiri Baekhyun dan menyiapkan semua makanan di atas meja.

"Woa looks yummy~" seru Baekhyun saat melihat semua makanannya.

"Eat a lot"

"Tentu~ " Ujar Baekhyun semangat dan langsung menyantap sarapannya. "Seperti biasanya, masakan mu selalu enak~" lanjut Baekhyun sambil menunjukan kedua jempolnya.

Chanyeol tersenyum sambil memakan sarapannya. Seminggu ini ia tidak makan dengan baik dan tidur dengan baik tapi hari ini ia bangun dengan tubuh yang segar dan nafsu makan yang baik. Masih terasa seperti mimpi saat melihat Baekhyun tidur di sampingnya saat ia terbangun dengan status kekasihnya.

"Berhenti menatapku seperti itu Chanyeol-ah dan makan yang banyak aga-" kata-kata Baekhyun terhenti saat Chanyeol menjilat ujung bibirnya secara tiba-tiba.

"Makan pelan-pelan, makanannya tidak akan kemana-mana." Dengan tanpa rasa bersalah Chanyeol melanjutkan acara makannya sedangkan Baekhyun membeku di tempatnya.

"Aish kau ini." Rutuk Baekhyun kesal karena sekarang dia merona hanya karena hal kecil yang Chanyeol lakukan.

"Kau kemari sendirian?" tanya Chanyeol akhirnya.

"Ya, saat mendengar kalau kemarin aku langsung menyusul- OH! Aku lupa mengabari Luhan hyung dan yang lainnya." Baekhyun meraih ponselnya yang ternyata mati.

"Bisa pinjam ponselmu Chanyeol-ah?" Chanyeol pun memberikan ponselnya dan Baekhyun langsung menghubungi Luhan.

"Hallo hyung? I'm so sorry~ Ya, aku sudah bertemu dengan Chanyeol. Ya, jangan khawatir. Kami akan pulang siang ini. Oke, thanks hyung." Panggilan pun terputus dengan Chanyeol yang menatap Baekhyun.

"Kau menghilang dan tidak bisa dihubungi, makanya semua orang khawatir. Maaf Chanyeollie aku tahu semua ini salahku-" kata-kata baekhyun lagi terhenti karena Chanyeol menarik dagunya dan mengecup bibirnya lembut.

"Berhenti minta maaf. Kita semua belajar dari pengalaman dan yang terpenting sekarang kau milikku." Ujar Chanyeol yang kini tersenyum dengan sangat tampan.

Baekhyun lagi merona karena perkataan Chanyeol dan berbisik lembut. "Dan kau juga milik ku." Mereka berdua terkekeh atas kalimat cheesy yang tiba-tiba mereka lontarkan, tapi yang Namanya cinta bisa merubah semuanya. Mereka pun melanjutkan sarapannya dengan tawa dan gurauan di selanya seperti biasa.

"Kau mandilah duluan aku akan mencuci piringnya." Ujar Baekhyun yang sedang membereskan semua peralatan makan.

"Tidak mau mandi Bersama?" Tanya Chanyeol yang langsung mendapat serangan apron dari Baekhyun.

"Dasar mesum! Sejak kapan kau menjadi semesum ini?" Baekhyun yang merona langsung membalik badannya dan mulai mencuci piring.

"Siapa yang mesum aku hanya bilang mandi, apa kau memikirkan hal yang lain Byun Baekhyun?" Goda Chanyeol

"Ish sudah sana mandi!" Usir baekhyun membuat Chanyeol tertawa. Ia pun naik ke lantai dua untuk mandi.

"Dasar Yoda mesum" gumam Baekhyun.

Setelah selesai mencuci piring Baekhyun naik ke lantai dua dan menyiapkan pakaian Chanyeol dan pakai untuk nya yang ia beli saat perjalanan pulang kemarin.

Lalu ia pun membuka ponsel nya hendak memesan tiket pesawat untuk mereka pulang.

"Chanyeol-ah, kau keberatan jika kita pulang jam 2?" tanya Baekhyun sedikit berteriak agar Chanyeol mendengarnya di kamar mandi.

"That's fine" Jawab Chanyeol dari kamar mandi. Baekhyun pun langsung memesankan tiket untuk mereka berdua.

Selagi Baekhyun asyik dengan ponselnya di kasur, Chanyeol keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di pinggang nya dan mengeringkan rambutnya dengan handuk lain. Berjalan ke arah Baekhyun dan mengambil baju yang sudah Baekhyun siapkan di sampingnya akhirnya Baekhyun mendongak. Melihat bagaimana tubuh Chanyeol terpampang jelas di depan matanya sangat dekat.

"I-Ish kau ini sudah berapa kali aku bilang jangan hanya menggunakan handuk. Cepat sana pakai baju mu." Ujar Baekhyun yang membuang muka dan tak mau melihat kearah Chanyeol.

"Memangnya kenapa? Ini kan normal." Chanyeol menyeringai melihat reaksi Baekhyun.

"Kau hanya pamer padaku kan? Jangan mengejekku, aku akan memiliki packs sepertimu secepatnya! Lihat saja!" gerutu Baekhyun yang langsung beranjak ingin ke kamar mandi untuk mandi. Namun lagi Chanyeol menghentikannya dan di detik berikutnya Baekhyun memekik saat tubuhnya di lempar di kasur.

"C-Chanyeollie, kau mau apa huh?" tanya Baekhyun waspada karena kini Chanyeol telah menindih tubuhnya.

"Chanyeol jangan macam-macam~" rengek Baekhyun sambil memeluk tubuhnya sendiri. Tapi Chanyeol malah semakin mendekatkan tubuhnya dan memerangkap Baekhyun yang kini menutup matanya erat dan merengut.

Chanyeol terkekeh dengan tingkah polos Baekhyun sebelum ia mendekatkan bibirnya di telinga si mungil.

"Kau sudah cukup sexy seperti ini, tidak usah memiliki abs." bisiknya sebelum ia bangkit sambil tertawa.

"Cepat sana mandi, aku akan ganti baju. Atau kau mau melihat aku berganti pakaian disini?" goda Chanyeol lagi yang langsung di timpuk bantal oleh Baekhyun. Si mungil dengan cepat mengambil pakaiannya dan berlari ke kamar mandi.

Dasar Yoda menyebalkan! Sudah jadi pacar juga tetap menyebalkan. Rurutk Baekhyun dalam hati

Tak tahu saja kalau Baekhyun hampir jantungan dan wajahnya sudah merah padam.

--To be continued--