Hai... saya lama update dan ini diluar rencana, di bulan ramadhan ini saya sedikit sibuk jadi waktu untuk menulis sedikit..
Yang kedua saya sebenarnya sudah selesai menulis beberapa waktu lalu tapi begitu dengar kabar tentang bang uchun mood saya gugur...
Dari awal memutuskan mencoba menulis motivasi saya adalah jadi author konsisten menamatkan cerita yang saya buat..
Dan sekarang saya membawa chapter terakhir ff ini… meskipun di ffn rasanya dah sepi..
Oh ya untuk endingnya kalau masih mengecewakan menurut chingu.. maaf ne.. mungkin chingu bisa berimajinasi sendiri sesuai selera chingu jika kurang puas ….. tak lupa saya ucapkan terimakasih buat chingu yang sudah review ff ini dari chapter pertama sampai chapter akhir ini atas saran-sarannya dan terimakasih karena udah suka sama ff ini, buat yang follow dan fav juga terimakasih….
Thanks yang sudah review chap 13 kemarin : ccsyaoran01, , namnam, shim shia, elite minority.1111, babywuzidy, ismi mimi, d14napink, bijin YJS.
Sedikit bales review
· Kenapa yunjae ngomongin urusan dewasa di depan anak kecil itu memang sudah adanya begitu, kadang-kadang realitas memang seperti, bahkan kedua orang tua saya dulu sering bicara sesuatu yg seharusnya bukan untuk anak kecil.. dalam kenyataan orang kalau sedang emosi biasanya juga tak bisa berpikir jernih, jadi dibuat mudah aja ya ne chingu ? yunjae lagi sama-sama emosi dan ga sempet mikir disitu ada anak kecil lagi pula menurut mereka meskipun changmin mendengar belum tentu dia akan memahami konten pembicaraan, menurut saya seperti itu...
· Yang kedua jika merasa cerita ini jadi kurang menarik dan garing its okay.. karena kembali lagi yang namanya sebuah cerita itu berkaitan dengan selera, untuk diketahui saya selalu buat kerangka terlebih dahulu sebelum update chapter dan bahkan cerita ini sendiri sudah saya ubah beberapa kali sesuai feel dan selera saya sendiri, saya menulis sebagai hoby jadi selalu mengikuti kata hati saya bukan orang lain… mungkin ada yang bosan tapi disisi lain ada juga yang tetap excited dengan alur cerita yang saya buat jadi lagi-lagi semua hanya masalah selera, saya merasa sudah menulis sesuai alur yang tepat sesuai dengan imajinasi saya, yunjae berpisah kemudian bertemu mengalami konflik dengan diri mereka sendiri dan dicampuri dengan beberapa bantuan orang disekeliling mereka seperti itu.…. dan seperti yang saya katakan sebelumnya jika ini bukan selera chingu, chingu bisa berimajinasi sendiri sesuai selera chingu bagaimana cerita ini seharusnya berlanjut dan berakhir karena saya juga tidak dengan sendirinya mengerti bagaimana selera chingu-chingu semua… thanks….
Enjoy reading…
CHAPTER 14
GREP
"ekhhhh" kaget jaejoong ketika ada seseorang yang mencekal lengannya
"Yunhooo" sadar jaejoong bahwa pelaku yang mencekal lengannya adalah yunho padahal kini mereka sedang berada di pinggir jalan
GREEB tak cukup dengan mencekal lengannya yunhopun kemudian memutar lengan jaejoong dan memeluknya erat membuat jaejoong terkesiap
"yunhooo apa yang kau lakukan?" Tanya jaejoong lirih tanpa membalas pelukan yunho
"jangan pergi jae, kali ini aku tidak akan membiarkan kesalahanku terulang kembali seperti dulu dan membiarkanmu pergi untuk kedua kalinya" ucap yunho lirih dan sedikit berbisik di telinga jaejoong sehingga membuat jaejoong merinding merasakan hembusan nafas yunho ditelingannya.
.
.
.
Setelah berhasil mencegah jaejoong pergi yunhopun langsung menahan jaejoong lebih lama dan sudah bertekad bulat untuk mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya, dan yang terpenting tentu saja ia tidak menerima penolakan jika perlu ia akan menculik jaejoong jika kemungkinan buruk terjadi atau ketika jaejoong menolaknya.
"mari kita mencobanya jae.. " tambah yunho membuat jaejoong mengernyitkan dahinya tak begitu mengerti.
"apa maksudmu yunho ? Kita dipinggir jalan tolong lepaskan aku.. bagaimana kalau ada orang yang melihat kita.. apa yang akan mereka pikirkan nanti ?" resah jaejoong sambil sedikit mendorong dada yunho dengan tangannya yang entah kenapa tiba-tiba menjadi sangat tidak bertenaga, pelukan yunho ini membuatnya lemas seketika atau memang benar-benar hal ini yang ingin jaejoong rasakan sehingga tanpa sadar tubuhnya tak mampu menolaknya
"aku tidak peduli jae, aku tidak peduli… aku pasti akan mati menjadi arwah penasaran jae jika aku tak mencobanya, akuu ingin bersamamu kim jaejoong !, jadi jangan pergi kumohon jaeee…" pinta yunho dalam dan penuh penekanan
"yunho…" lidah jaejoong kelu ingin ia menjawabnya namun hatinya tengah berperang saat ini sejenak ia mendorong yunho untuk melepaskan pelukannya dan kini mereka berdua saling menatap mata satu sama lain
"ini salah yun"
"aku tak perduli"
"ini sama saja melawan dunia"
"aku tidak peduli"
"akan ada yang tersakiti"
"aku tak peduli jae… haruskah aku bilang ribuan kali bahwa aku sungguh tidak perduli lagi !" teriak yunho dengan nada yang sedikit meninggi
"jaee aku memang tidak bisa menjanjikan sebuah kebahagiaan ataupun janji bahwa kita kan bersama selamanya... yang ku tau selama lima tahun ini tanpa dirimu aku semakin merasa bahwa aku ingin kau ada disisiku, kau mewarnaiku tepat ketika aku merasakan kehampaan dan hal ini membuatku kecanduan denganmu… mari kita mencobanya jae meskipun jika pada akhirnya kita berpisah setidaknya perasaan kita yang meluap-luap ini tak akan menjadi beban lagi" jelas yunho pada jaejoong
Hiks….. hiks….. hiks….
"jae kenapa kau malah menangis ?" panik yunho melihat jaejoong kembali menangis
"kenapa hidupku sangat menyebalkan seperti ini" keluh jaejoong sambil merengek
"dasar cengeng ! kau memang tak berubah sedikitpun… jae maaf jika kau tidak mau… aku tidak akan memaksa" ucap yunho lemas sambil menurunkan kedua tangannya yang sejak tadi memegang bahu jaejoong. Lambat laun yunho memundurkan tubuhnya dan terus menunduk kakinya mulai melangkah akan berbalik kembali menuju apartementnya prinsip tegasnya yang tadi dipegangnya mendadak goyah melihat airmata jaejoong
GREP kini giliran jaejoong yang menahan tangan yunho dan CUUUP ! tiba-tiba jaejoong mengecup bibir yunho sedangkan yunho hanya membelalakan matanya tak percaya
"jaeee…?" ucap yunho setelah jaejoong melepas kecupan singkatnya
"aku kan belum menjawabnya yunho kenapa kau main pergi saja dasar menyebalkan manusia batu kepala es !" protes jaejoong sambil cemberut
"jae ja-di kau ?" Tanya yunho sumringah
"ne yun mari kita mencobanya, aku juga tak mampu bertahan untuk berpura-pura terus… walau ada kemungkinan pada akhirnya kita akan berpisah tapi setidaknya aku tidak harus berpura-pura seumur hidupku yun.. biarlah diri kita yang esok yang akan menyelesaikan masalah di hari esok dan aku ingin diri kita hari ini bisa menikmati moment ini sekarang juga" jawab jaejoong tulus
"terimakasih terimakasih jae terimakasih jaee…"senang yunhoo
"iya yun tapi ki… mmmmmmhhhhhhhhhhhh nnngghhhh" dan kini giliran yunho yang tiba-tiba mencium jaejoong bedanya yunho melakukannya dengan ganas, jaejoongpun memejamkan matanya dan membalas ciuman yunho.
Yunho yang berpenampilan casual menggunakan jamper kemudian mengangkat hoodie nya untuk menutupi ciuman mereka… ahh sepertinya mereka sudah tidak peduli lagi dimana mereka berada tapi sedikit logika yunho masih bekerja sehingga memutuskan untuk menutupi ciuman mereka karena orang pasti akan merasa aneh melihat dua orang pria berciuman di pinggir jalan di pagi hari meskipun hanya ada perasaan bahagia yang mendominasi di hati mereka tak ada hal lain yang mereka pikirkan. Tepat ketika mereka masih berciuman sepasang keponakan dan paman keluar menuju pinggir jalan.
"OMO OMOMOMOMOMO dasar hyung-hyung mesum !" sewot junsu yang tengah melihat hyungnya berciuman di pinggir jalan meski sudah ditutupi hoodie kegiatan yang mereka lakukan masih tetap jelas, ia yang tadinya hanya penasaran apa yang akan dilakukan hyung nya malah disuguhi pemandangan mengerikan seperti ini persis seperti dulu tapi dia dulu beruntung karena ada yoochun yang menyelamatkannya dan sekarang untung saja dia sudah menjadi lebih dewasa jadi melihat hal seperti ini sudah tidak se-horror dulu lagi.
"aaaah changmin kau tidak boleh melihat hal seperti ini" panik junsu ketika ingat bahwa changmin juga ikut mengekorinya, dari tadi changmin selalu mengikuti langkahnya di belakang, reflek junsu berbalik dan menjangkau changmin yang belum sampai ke posisinya tentu saja karena kakinya masih pendek meskipun jika dibandingkan teman TK nya dialah yang paling tinggi, junsupun kemudian menutup kedua mata changim rapat dengan tangannya
"ahjucciiii min tak bisa liat, jucci kita tidak cedang main petak umpet kenapa mata min halus ditutup ?!" sewot changmin sambil terus memberontak pada bekapan junsu
"sudahlah bocah jangan brisik terus ! ayooo kita masuk… kau ini masih lima tahun dan tidur lagi di pagi hari sangat baik untukmu… khusus hari ini aku akan mengijinkanmu membolos sekolah karena appamu sedang sibuk menyabotase gurumu dia tidak akan masuk mengajar.." jelas junsu yang sangat abstrak untuk dicerna bocah seperti changmin, meskipun cerdas kata sabotase begitu berat untuk dimengerti changmin, ia yang hanya seorang anak kecilpun pada akhirnya tak mampu menolak kehendak junsu dan junsu berjalan dengan susah payah karena changmin terus memberontak dalam gendongannya
" JUNCUUUU JUCHIIIII LEPACKAN MIIIIIIIN LEPACKAAAAAN.. AKU INGIN KE JAE CAENIM !" teriak changmin sangat keras membuat yunho dan jaejoong yang sedang berciuman reflek melepaskan ciuman mereka dan menjadi salah tingkat, namun penuh dengan senyuman diwajah keduanya.
THE END : )
BERCANDA….. HEHEHE !
EPILOG…
.
.
.
"selamat pagi jagoan kecil.." sapa seseorang dengan suara lembut bak melodi yang menenangkan
"selamat pagi jae umma hoaamm" balas changmin yang baru keluar dari kamarnya dengan langkah sempoyongan karena nyawanya belu terkumpul sepenuhnya
"ya ampun jagoan umma masih mengantuk ? bukankah semalam Minnie sudah tidur lama ?"
"ne umma tapi Minnie sangat lelah kemarin umma telalu bersemangat" protes changmin pada seseorang yang sudah dianggap ibunya ini meskipun sosoknya adalah laki-laki
"hah ? bukankah Minnie yang terlalu bersemangat ya ? kan minie menaiki semua wahana yang ada si taman hiburan" kemarin jaejoong dan changmin pergi berkencan dan menghabiskan waktu bersama di sebuah taman hiburan hanya berdua saja tanpa yunho tentunya dan itu sangat menyenangkan karena menurut changmin appanya itu hanya akan cari perhatian saja dengan ummanya ini.
"mmmm… kalau begitu Minnie libur cekolah caja ne umma ?" rayu changmin dengan bahagia sedangkan umma cantiknya sudah siap memasang wajah menyeramkannya meskipun sama sekali tak menyeramkan bagi changmin.
"eits kalau begitu umma tidak akan mau memasak lagi untuk Minnie selamanya" ancam jaejoong pada anak tampannya ini dan biasanya akan manjur
"hah ? andweeee umma.." panik changmin keras, jika sudah diancam yang seperti ini changmin pasti tidak akan bisa berkutik.
Tepat satu tahun sudah setelah yunho dan jaejoong memutuskan untuk mencoba menjalin hubungan. Kini yunho dan jaejoong benar-benar merasa bahagia, jaejoong sudah resmi bercerai dengan yejin namun tidak semerta-merta meninggalkan yejin begitu saja.
Hingga saat ini jaejoong masih tinggal dikediaman yejin, bukan apa-apa tapi jaejoong benar-benar menepati janjinya untuk menjaga yejin, jaejoong terlalu takut jika yejin kenapa-kenapa karena dia hanya tinggal sendiri meskipun masih ada maid di rumahnya tapi jaejoong tidak akan tega. Bagaimnapun yejin sudah seperti kakak kandung jaejoong sendiri.
Meskipun tinggal bersama yejin namun setiap hari yunho dan jaejoong selalu intens bertemu, entah itu yunho yang datang ke rumah yejin maupun jaejoong yang datang ke rumah yunho, changmin juga semakin lama semakin tidak bisa dipisahkan dengan jaejoong sudah ikatan batin mungkin.
Semenjak insiden di mall yang memalukan dulu changmin memang rutin memanggil jaejoong dengan sebutan umma berkat bantuan kasir abal-abal yang menanyakannya tentu saja.., awalnya jaejoong cukup gelisah di panggil umma dia takut jika orang lain mendengar mereka akan memandang changmin aneh, jika hanya jaejoong yang di pandang aneh dia tidak apa-apa tapi jika itu changmin maka jaejoong bersumpah akan dengan senang hati memberi pelajaran pada mereka.
Tepat mulai hari ini jaejoong akhirnya tinggal di rumah yunho berawal dari paksaan changmin yang terus merengek meminta jaejoong untuk tinggal di rumahnya dan tentu saja karena sebab lain, kemarin yejin berangkat ke Amerika untuk menjalani terapi yang lebih intens lagi dan selama menjalani terapi ternyata yejin menemukan tambatan hatinya seorang dokter yang kebetulan juga seorang duda bernama jo insung yang akhirnya tertarik pada mantan istri jaejoong itu.
Dokter tersebut begitu baik dan sempurna untuk yejin dan terapi di Amerika ini juga merupakan saran insung dan hal inilah yang membuat jaejoong lega karena ada sesorang yang bisa dia percaya untuk menjaga mantan istrinya tersebut, dan disinilah jaejoong berakhir di rumah yunho dan berperan layaknya ibu rumah tangga mengurusi dua pria yang disayanginya sama seperti dulu bedanya ada dalam 'rasa' jika dulu mereka adalah majikan galak dan bawahan tertindas, sekarang mereka adalah lovers atau mungkin lebih tepatnya bisa disebut keluarga karena ada changmin didalamnya tentu saja.
Walaupun yunho dan jaejoong memang belum berniat meresmikan hubungan mereka bagaimanapun hubungan yang mereka miliki cukup sulit untuk dijalani dan mereka manyadari itu dengan jelas dan meskipun baru tinggal sehari di rumah ini jaejoong sudah cukup di buat kerepotan apalagi changmin sudah resmi masuk sekolah dasar dan akalnya semakin banyak saja sehingga sulit diatur dan hal ini membuat jaejoong harus banyak bersabar namun disisi lain juga hanya jaejoong yang benar-benar mampu mengontrol dan mengatur changmin karena baik appanya dan paman-pamannya selalu kalah dengan bocah ini.
"selamat pagii" sapa yunho yang menuruni tangga
"selamat pagi beruang malas" sindir jaejoong karena perubahan yunho dari ceo galak dan disiplin berubah menjadi pria manja yang seenaknya… bahkan sering bangun siang terutama setelah hari ini jaejoong pindah tinggal bersama yunho dia semakin malas
"wow pagi-pagi gajah centilku sudah marah"
"cepat makan makananmu.." galak jaejoong berbeda serats delapan puluh derajat ketika dia masih menjadi bawahan yunho
"baiklah istriku" goda yunho pada jaejoong dan tentunya berhasil membuat wajah jaejoong merah padam karena malu.
.
.
.
"dadah.. hati-hati ne sayang.. ingat belajar yang baik.." teriak jaejoong pada changmin yang sudah masuk bis sekolah yang datang menjemputnya, yunho memang ingin membuat anaknya mandiri jadi dia memilih berlangganan bis sekolah ketimbang harus repot untuk mengantar jemput.
"hei kau ! sekarang giliranmu untuk mandi lalu bersiap-siap ke kantor" perintah jaejoong pada pria yang selalu mengaku-aku sebagai suaminya itu
"haah aku lemas sekali maukah kau memandikanku ?" manja yunho pada jaejoong
"berikan ponselmu.." pinta jaejoong
"hah ?" heran yunho
"cepat berikan saja" paksa jaejoong dan akhirnya yunho mengalah dan memberikan ponselnya. Sejak bersama.. jaejoong menjadi galak kepada yunho dan yunho sering kali menciut jika pria kesayangannya itu sudah berubah menjadi galak, dalam otak yunho dia masih meyakini jika jaejoong melakukannya hanya untuk balas dendam dengan kelakuannya dulu, tapi yang namanya sudah terjebak cinta yunho tak sanggup lagi melawan lebih baik terindas daripada kehilangan jaejoong begitu pikirnya.
"hallo apa ini pemadaman kebakaran ? ah iya bisakah kau datang ke alamat in-"
GREEP dengan cepat yunho merebut ponselnya dari jaejoong setelah mendengar bahwa yang dihubungi oleh orang yang diakuinya sebagai istri adalah pemadam kebakaran
"jae kenapa kau menelpon pemadam kebakaran ?" heran yunho
"bukankah kau ingin mandi.. ? jika kau dimandikan oleh pemadam kebakaran hasilnya akan lebih segar dan bersih mereka punya stock air yang sangat banyak dan aku yakin itu sangat cukup untuk membersihkan PIKIRAN KOTOR DARI OTAKMU !" amuk jaejoong, dia memang sengaja menggoda yunho bagaimanapun dia tidak ingin kalah.. setelah bersama yunho jaejoong baru tahu jika yunho adalah pria yang gombal dan itu cukup menyebalkan untuknya bagaimanapun ia masih seorang lelaki yang risih jika digombali, yunho memang sepertinya nyaris hilang ingatan total dengan jenis kelamin jaejoong.
"kau galak sekali sih sekarang ! dulu kau selalu minta maaf seperti kelinci yang imut tapi lihat sekarang kau bagaikan singa bahkan kau lebih menyeramkam dari gadis yang sedang PMS !" protes yunho
"APA ?! jadi kau berani denganku ya?"
"ah- a-ku hanya bercanda jae.. sungguuuuuh…." rayu yunho dengan wajah yang berusaha dibuat seimut mungkin.
"aku tidak percaya aku benar-benar ingin menjambakmu sekarang" ucap jaejoong galak
"aaaaahhhh ampun jaeee.." kemudian merekapun berlarian di halaman rumah yunho memang sudah tidak tinggal lagi di apartement dan memilih rumah yang berukuran sedang, yunho pikir semakin besar changmin maka dia pasti butuh kamar sendiri mengingat kamar di apartementnya dulu hanya ada satu.
"stoop jae kim jaejoong please stoop aku lelah…. lebih baik kita bicara tentang rencana mengunjungi orang tuamu saja"
SRUUT mendengar perkataan yunho jaejoongpun langsung reflek mengerem larinya.
"ah iya benar jadi kapan kita akan mengunjungi orang tuaku ?"
"terserah kau saja jae.. aku akan siap kapanpun.."
"benarkah ?"
"ne aku yakin"
"bukankah kemarin kau bilang kau sedikit takut ?" jaejoong mencoba mengingatkan ketakutan yunho sebelumnya
"tidak! Bukankah kau bilang keluargamu adalah orang yang sangat baik.. dan aku yakin mereka sebaik dirimu.. dan yang membuatku semakin yakin mereka tidak akan bisa menolak changmin"
"ne.. aku juga yakin itu" balas jaejoong sambil tersenyum
"kalau begitu ayo kita masuk.." ajak yunho sambil merangkul pinggang ramping jaejoong sambil berjalan masuk ke dalam rumah.
"jae.."
"hm ?"
"rumah sudah sepi, changmin sudah pergi bibi yang bekerja juga belum datang" yunho bicara pada jaejoong sambil senyum-senyum layaknya idiot
"lalu ?" jaejoong sebenarnya sudah tau apa niat yunho tapi dia juga suka saling menggoda seperti ini
"cium aku" balas yunho sambil memonyongkan bibir hatinya
"tidak mau" balas jaejoong lagi mencoba jual mahal
"ayolah" kini yunho sudah menghentak-hentakkan kakinya bak changmin yang sedang meminta ice cream
"ku bilang tidak mau" jaejoong tetap tak mau kalah
"sekali saja ! aku rindu padamu…"
"kalau ku bilang tidak mau ya tidak !" oh god jaejoong benar-benar berubah menjadi diriku yang dulu, begitu pikir yunho 'apa ini karma ?' batin yunho miris.
"baiklah kalau kau tidak mau mungkin besok kau mau…" pasrah yunho sambil menghela nafas dalam hingga sesuatu mengejutkannya
CUUP tiba-tiba jaejoong mengecup bibir yunho kilat kemudian berlari menjauh dari yunho
"YAK KIM JAEJOONG !" teriak yunho reflek "kau bilang tidak mau menciumku hei tunggu biarkan aku membalasmu" kemudian yunhopun mengejar jaejoong
"biariiin"… HWEEEK… mehrong jaejoong pada yunho
"Yak! Kau ini memang nakal sekali ya.." ah yunho benar-benar gemas sekarang dengan pria kesayangannya itu ingin sekali ia memakan jaejoong sampai habiss!
"hahahaha… hahahaha" tawa yunho dan jaejoong membahana di dalam rumah tersebut sambil terus berkejar-kejaran, mereka terlihat begitu lepas dan bahagia… apapun yang akan terjadi pada mereka nanti yang paling pentiing adalah saat ini, ya menikmati saat ini…. Namun kesenangan jaejoong tidak berlangsung lama karena tiba-tiba saja yunho berhasil menangkapnya
GREEEP
"kenaa kau kucing nakal.." yunho yang berhasil menagkap jaejoong langsung mencengkeram kedua sisi lengan jaejoong dengan erat dan yunho sedikit demi sedikit memajukan wajahnya dan menempelkan hidung mancungnya ke hidung mancung jaejoong baru saja bibirnya akan menempel ke bibir jaejoong tapi…..
KLONTAANG…..
Suara benda jatuh dan bunyinya cukup nyaring membuat kegiatan yunho harus tertunda dan mau tidak mau membuat yunho mengalihkan perhatiannya ke sumber suara dan terlihatlah beberapa orang yang sangat familiar dengan yunho sedang berjejer rapi dengan memasang tampang bodohnya.
Suasana cukup canggung dan sunyi yunho menatap satu-persatu orang yang berdiri di sana, yang pertama ia lihat adalah ayahnya yang sedang menggeleng-gelengkan kepalanya sambil matanya memicing tajam serta..
"haaaaahhhh" helaan nafas dalam datang dari ayah tiri yunho sekaligus ayah kandung junsu, kemudian yunho dan jaejoong mengalihkan pandangan kesampingnya lagi
"hyung ini masih terlalu pagi.." sewot junsu yang berdiri disamping ayahnya
"ckckckck yun yun apa sarapanmu memang harus special ya ?" ucap yoochun yang berada disamping junsu membuat yunho dan jaejoong menelan ludahnya pait, pertanyaan yoochun itu jelas sedang menyindir kelakuan mesumnya
"hehehehe" tiba-tiba terdengar sebuah suara tertawa canggung dari sebelah yoochun "maaf umma menjatuhkan makanan yang umma bawa hehe umma belum terbiasa, hehehe.. tidak apa-apa.. besok juga umma terbiasa kalian tidak perlu malu ne sayang…" ternyata asal mula suara adalah dari tempat makanan yang di bawa ibu yunho, sepertinya karena terlalu shock ia jadi menjatuhkannya, maklum ini pertama kalinya dia melihat sang anak bermesraan dengan kekasihnya itu meski umma yunho juga sudah mengenal jaejoong dengan baik dan suka pada kepribadiannya tapi tetap saja jaejoong seorang pria. Meskipun shock umma yunho sebisa mungkin menenangkan yunho agar anaknya dan kekasihnya itu tidak malu meski nyatanya sudah terlanjur…
Suasana sementara menjadi hening yunho dan jaejoongpun masih setia terdiam dengan kaku sampai sebuah suara lain membuat semua orang yang berada disana tersadar…..
"iih menyebalkan appa belbuat tidak cenonoh… appa mecum !" suara lantang bocah yang masih sedikit terdapat aksen cadelpun menggema diruangan tu
"jung changmin !" akhirnya yunho bersuara dan tersadar berkat suara sang putra
"aigooo cucuku dari mana kau tau kata-kata tidak senonoh sayang" heran mrs. Jung nenek changmin sedangkan kakeknya lagi-lagi hanya menggeleng dan menghela nafas
"wow ! jung changmin memang anakku" ucap yoochun sumringah bangga pada bocah tersebut yang pandai berkata-kata seperti dirinya
"yoochun hyung kau pasti akan mati sebentar lagi oleh yunho hyung" sambung junsu membuat yoochun tiba-tiba pucat pasi
"park yoochun" dan benar saja panggilan dingin dari yunho menyepa telinga yoochun, sedangkan jaejoong masih mengedip-kedipkan matanya hingga akhirnya…
"LAGIIIII ?" teriak jaejoong tiba-tiba mengejutkan semua orang
"apa kau lagi-lagi turun dari bis sekolah changmin sayang ?" Tanya jaejoong dengan nada lumayan tinggi namun tetap lembut begitu menyadari anaknya yang harusnya disekolah tiba-tiba ada disini, ya memang beberapa kali changmin selalu turun dari bis sekolah ditengah jalan ketika dia menemukan sesuatu yang menarik misalnya kemarin lusa changmin turun dari bis karena ingin makan tahu bulat 500-an ? : P kebetulan bis sekolahnya berpapasan dengan tukang tahu bulat dan changmin akhirnya minta turun pada sang supir bus, setelah turun dia akan kembali ke rumah dengan jalan kaki dan kemudian meminta appa atau ummanya mengingat jaejoong selalu datng pagi hari untuk membuat sarapan untuk mengantarnya ke sekolah dan hal ini selalu sukses membuat repot dan geram yunho serta selalu menghancurkan rencana yunho yang ingin berduaan dengan jaejoong.
"UPSS hehehe aku ingin tahu bulat lima ratusan lagi umma hehe" jawab changmin ke jaejoong sambil tersenyum bodoh membuat semua orang disana berdecak kagum, heran dan gemas, luscu dan banyak dengan kelakukan penerus jung itu…..
THE REAL END : ) YUNJAE…
