Seoul, 2014
Perkenalan pertama Chanyeol dengan kedua sahabat putranya yakni Choi Minho dan Kim Jongin adalah saat Chanyeol berinisiatif agar Sehun mengundang keduanya dalam acara makan malam dihari ulang tahun Sehun yang ke 17.
Ketika itu Sehun bercerita tentang Minho dan Jongin yang memprakarsai sebuah kejutan di cafe bubble tea tak jauh dari Jaesan ketika Jongin dan Sehun pulang dari latihan klub tari ditanggal 12 April. Menurut Minho dan Jongin ulang tahun ke 17 tidak boleh dilewatkan begitu saja. Sehun berkata jika selama ini ia tidak melewatkan hari ulang tahun dengan pesta atau semacamnya. Sehun lebih senang menghabiskan waktu untuk makan malam dengan masakan olahan tangan Chanyeol. Bercerita sambil menikmati cake mungil bersama ayahnya yang akan selalu meluangkan waktu dihari penting Sehun sesibuk apapun dirinya.
Chanyeol sering mendengar cerita dari mulut Sehun tentang Jongin dan Minho yang selalu menemaninya dirumah ketika Chanyeol menginap diapartemen dikarenakan tidak dapat pulang untuk menyelesaikan pekerjaan kantor. Untuk itu ia ingin bertemu langsung dengan mereka. Dan jadilah acara makan malam diulang tahun Sehun yang ke 17 sebagai ajang perkenalan pertama mereka.
Dan Chanyeol akan bergabung dengan ketiga remaja itu setiap sebulan sekali pada acara camping yang mereka lakukan di teras halaman belakang rumah. Mereka tidak bisa camping di rumah Minho karena rumah Minho tidak memiliki halaman belakang yang luas. Sementara keluarga Jongin tinggal disebuah apartemen yang tidak memiliki halaman rumah. Maka kediaman Sehunlah yang menjadi lokasi camping mereka.
Sementara Minho dan Jongin berkutat dengan tenda dan pasak di halaman belakang, Sehun menyibukkan diri dengan memotong semangka untuk dimakan bersama nanti. Chanyeol sendiri sedang mencuci selada serta perilla leaves.
Pukul setengah tujuh malam tenda telah berdiri, api unggun telah dinyalakan oleh Minho yang mempersiapkan segalanya dengan baik. Chanyeol dan Jongin berada di dekat panggangan untuk memastikan daging BBQ mereka tidak hangus. Sementara Sehun duduk di bench dengan sepanci seafood ramyeon yang perlahan mulai mendidih.
"Aku lapar," ucap Minho menelan ludah memandang sepanci seafood ramyeon yang sedang diaduk oleh Sehun. Dengan isengnya Sehun mencapit gulungan mie menggunakan sumpit dan mengangkatnya didepan hidung Minho yang sedari tadi tak berhenti mengendus-endus persis seperti kucing.
"Ya! Maknae! Kau sengaja ya," sergah Minho kesal.
"Daging sudah siaaappp!" Jongin naik keatas bench disusul Chanyeol dengan semangkok penuh berisi daging panggang beraroma lezat karena telah lebih dulu Chanyeol bumbui.
"Makan, makan, aku lapar bukan main," Minho dengan segera menyabet salah satu piring dan menyendok nasi untuk dirinya.
"Hoy Minho! Yang tua lebih dulu!" Jongin mengingatkan dengan menahan pergelangan tangan Minho yang akan menyendok nasi.
"Eh?" Minho nyengir kearah Chanyeol.
"Gwechana, Jongin-ah," kekeh Chanyeol.
"Cacing diperutku sudah demo anarkis sejak mencium aroma daging panggang ahjussi, maafkan ketidaksopananku ya ahjussi," Minho nyengir.
"Santai saja," angguk Chanyeol dengan tersenyum maklum.
Sehun menyodorkan piring pada Chanyeol lalu pada Jongin sementara dirinya mengambil mangkok untuk menikmati ramyeon. Sebenarnya sejak tadi Sehun sudah sangat kelaparan mencium aroma sedap ramyeon dan membayangkan gurita yang tenggelam diantara gulungan mie didalam panci. Ia sudah menelan ludah untuk kesekian kalinya.
"Daaeebaaak~" Minho memejamkan matanya dengan kepala menggeleng setelah sesendok nasi dengan sepotong daging panggang masuk kedalam mulutnya. "Daging panggang ahjussi yang terbaik seantero Korea."
"Sehun, ambil bagianmu sebelum monster rakus ini menghabiskannya," Jongin menyumpitkan potongan daging kepiring maknae mereka. Seringnya Minho menghabiskan daging dan nantinya Sehun akan mengomel karena Minho terlalu rakus.
"Gomawo hyung," jawab Sehun.
"Uri adeul, wae hmm?" Chanyeol menepuk punggung Sehun karena ia perhatian anaknya itu tampak kalem sekali.
"Aku sedari tadi menelan ludah sambil memasak ramyeon, aromanya sangat mengundang," jawab Sehun disahut kekehan Jongin, Chanyeol dan Minho.
"Ternyata bukan hanya cacing diperutku yang berdemo tetapi juga cacing diperut uri Hun Hunie."
"Eishh berhenti memanggilku Hun Hunie."
"Itu terdengar cute, Sehunie," timpal Chanyeol.
"Appa," ringis Sehun. "Jangan ikut-ikutan dengan Minho hyung dan Jongin hyung."
"Aku tidak ikut-ikutan," sela Jongin yang sedari tadi fokus menikmati daging panggang.
"Sudah, sudah, lanjutkan makannya," suruh Chanyeol.
"Kira-kira kita masih akan melakukan camping begini tidak ya dimasa depan nanti?" tanya Minho.
"Jika kita memiliki waktu luang kenapa tidak," angguk Chanyeol. "Camping begini membantu ahjussi untuk menghilangkan strees karena pekerjaan yang tiada habisnya di kantor, serta setidaknya membayar cicilan absennya ahjussi menemani Sehun dirumah."
"Appa, aku bukan anak kecil yang harus selalu ditemani."
"Dikatakan oleh bocah remaja yang merengek agar Jongin atau aku mampir kerumah setiap jam pulang sekolah berakhir."
"Kapan aku merengek?" Sehun tidak terima.
"Ketika kau menggunakan agyeo dan berkata padaku dan Jongin 'hyungie temani aku dirumah ya, appa kemarin membelikan banyak cemilan loh'."
"Aku tidak melakukan itu," Sehun tidak terima karena Minho melebih-lebihkan, sengaja untuk membuat Sehuh kesal.
"Kami senang melakukannya ahjussi," Jongin menimpali. "Lagipula maknae ini sudah seperti saudara kecil kami. Saat ini dia memilih untuk ditemani oleh aku dan Minho, nanti kalau sudah punya pacar mana mau lagi ia meminta kami mampir kemari."
Pukk!
Sehun meninju pelan bahu Jongin
"Aku bukan sahabat yang seperti itu."
Chanyeol menatap putranya, Jongin dan Minho dimana mengingatkan dirinya pada Baixian, Xiao Lu, Song Qian dan Jay. Teringat pada masa remajanya yang juga memiliki sahabat karib seperti yang dimiliki Sehun saat ini.
Saling mengerti
Saling menjaga
Dan saling menyayangi
Chanyeol bersyukur Sehun memiliki Jongin dan Minho disaat dirinya tidak dapat selalu menghabiskan waktu bersama dengan putranya itu.
o)(o
RedApplee
present
YUANFEN
o)(o
Park Chanyeol x Byun Baekhyun
Oh Sehun
Song Qian – Kang Seulgi
Kim Jongin - Choi Minho - Lee Junki
o)(o
Genre : Drama, Romance with a little bit Family
Length : Multi-Chapter
Warning : Genderswitch and Typoss
o)(o
- Sweet and Sour -
Baekhyun sedang menyemprotkan cairan pembersih pada etalase kaca jendela cafe ketika seorang lelaki mengenakan rompi biru menghampirinya. Baekhyun menoleh ketika ia mendengar suara lelaki tersebut mengatakan 'permisi agassi' dan sekilas terpandang olehnya celemek kuning bertuliskan 'Flower Lover' pada bagian dada celemek kuning tersebut.
"Ya, ada yang bisa saya bantu?" tanya Baekhyun sopan.
"Ini ada kiriman untuk anda," ia menyodorkan tujuh tangkai bunga matahari yang sangat cantik dalam lilitan pita berwarna soft orange dilengkapi sebuah kartu ucapan.
"Untukku?"
"Ya, seseorang meminta saya memberikannya pada Agassi," ucapnya.
"Oh, baiklah terima kasih."
"Terima kasih kembali, Agassi," setelah mengucapkan itu lelaki tersebut berjalan menjauh, menyeberang untuk kembali ke toko bunga diseberang jalan. Baekhyun tahu toko bunga tersebut karena memang berseberangan dengan letak La Vince dan ia sering tanpa sengaja terpandang papan namanya yakni Flower Lover.
Lupakan untuk sesaat tentang toko bunga Flower Lover tersebut karena saat ini Baekhyun penasaran dengan pengirim tujuh tangkai bunga matahari ini padanya. Maka Baekhyun membuka kartu ucapan yang tersemat disana. Sebuah sapaan manis yang mengawali telah mampu membuat senyuman Baekhyun mengembang karena ia mengenali sipengirim.
Morning sunshine
Happy working
Ps: 7 days
Baekhyun pikir itu hanya dirinya
Yang mengingat bahwa ini sudah hari ketujuh dirinya dan Chanyeol menjalin hubungan diam-diam mereka. Ternyata Chanyeol juga menghitungnya.
Saku apronnya terasa bergetar dan Baekhyun segera merogoh untuk mendapati sebuah pesan chat masuk dari sipengirim bunga.
Personal Message
Kau suka bunganya?
Sesungguhnya dalam filosofinya sendiri bunga matahari tidak dianjurkan untuk diberikan sebagai ungkapan perasaan cinta
Tetapi setiap kali aku melihat bunga matahari maka itu mengingatkanku pada senyumanmu yang seindah dan secerah sinar mentari
Terima kasih untuk bunganya, oppa
Dan terima kasih juga untuk kalimat rayuanmu oppa
Aku deg-degan hihi
:*
Jawab dengan jujur, okay
Apa seusiaku masih pantas berlaku seperti ini?
Maksudku, yahh ini cenderung dilakukan oleh anak muda
Oppa tidak setua itu kok
Dan ini sangat manis, aku menyukainya
Gomawo oppa
Aku senang kau menyukainya
Selamat bekerja sunshine
Selamat bekerja juga oppa
:*
Dan Baekhyun meloncat kecil memeluk bunganya ketika mendapati balasan dari Chanyeol
:*
Sebuah emoticon kiss
Tujuh tangkai bunga matahari dengan kartu ucapan serta pesan beremoticon kiss dengan mudah membuat Baekhyun bersenandung riang sepagian itu.
o)(o
Pada pukul sepuluh pagi Sehun muncul dipintu masuk La Vince disaat antrian dikasir tampak agak ramai. Ia memilih untuk mengambil tempat duduk terlebih dahulu sebelum ikut berdiri didalam barisan antrian.
"Selamat pagi nona penjaga kasir," sapa Sehun dengan kedipan mata dan Baekhyun menyahutinya dengan kekehan pelan.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" mereka tengah bermain peran kini.
"Hmm aku ingin memesan tentu saja, bisa rekomendasikan makanan apa yang paling enak disini?" dan Baekhyun tak dapat menahan tawanya. Untung saja tidak ada yang mengantri dibelakang Sehun, itulah kenapa Baekhyun bersedia meladeni ajakan Sehun bermain peran seperti ini.
"Anda sangat old-fashioned tuan beralis tebal."
"Hei jangan sebut tentang alisku, ini adalah salah satu daya pikat, okay."
"Ahh benarkah, buktinya aku tidak terpikat," simungil mengedikkan bahu. "Oppa sudah bermain-mainnya, ada pelanggan," ucap Baekhyun ketika dirinya mendapati seorang pelanggan memasuki pintu etalase cafe.
"Arghh mengganggu saja," gerutu Sehun. "Ice americano dan garlic cheese fries," ucap Sehun lalu menyodorkan E-Money miliknya apda Baekhyun.
"Pesanan anda akan segera diantar, harap menunggu tuan Park," Sehun menahan tawanya namun meninggalkan Baekhyun dengan sebuah kedipan pada mata kanannya.
o)(o
Pesanan Sehun datang sekitar 5 menit kemudian disaat ia tengah berkutat dengan ponselnya. Karena hari ini Sehun memiliki kelas siang maka ia berencana untuk nongkrong di La Vince hingga pukul 11 lalu berangkat ke kampus. Sementara Baekhyun hari ini tak memiliki kelas apapun maka ia memulai shiftnya sedari pagi.
Choi-Kim-Park Group Chat
Minho Choi
Sent Picture
Sebuah foto dikirimkan Minho pada group chat mereka, foto lama ketika mereka mengadakan camping dihalaman belakang kediaman Sehun. Sehun tersenyum melihat foto lama itu membuatnya merindukan masa-masa itu.
Minho Choi
Aku rindu camping
Kapan kita camping lagi
Mumpung aku dan Jongin berada di Korea
Kuma Kasshoku
Aku siap kapanpun
Aku bosan di apartemen terus
Minho Choi
Sana menginap dirumah Sehun
Biasanya juga kalian kembar yang tak terpisahkan
Kuma Kasshoku
Aku tidak mau kejadian dulu terulangi
Ingat ketika aku harus mendengar si maknae bertelepon dengan Irene sepanjang malam
Memangnya aku apa, obat nyamuk
Minho Choi
HAHAHAHAH
Hoy! Maknae jangan cuma baca koran!
Sehun menggelengkan kepala membaca sindiran Minho karena sedari tadi Sehun hanya membaca chat tanpa memberikan tanggapan apapun.
Park Sehun
Bilang saja kau cemburu Kuma Kasshoku
Kuma Kasshoku
Aku tidak pernah naksir mantan pacarmu maknae-ya
Kau ini pendendam sekali
Minho Choi
Jangan mendendam pada si beruang coklat, maknae-ya
Nanti kalau kau dikutuk menjadi coklat sepertinya bagaimana?
Hahahaha
Jadi kapan kita camping adeul-ah
Park Sehun
Aku harus bertanya pada appa apakah dia sibuk atau tidak
Minho Choi
Ahjussi pasti setuju
Bagaimana dengan Sabtu ini
Kau bisa mengajak Baekhyun juga
Park Sehun
-_- masa Baekhyun sendiri
Kalau begitu ajak Krystal noona
Minho Choi
Sabtu ini Krystal akan pergi menginap ke Busan dengan ibu
Dia tidak bisa bergabung
Kuma Kassohuku
Irene?
Park Sehun
Kau bosan hidup ya sunbae?
Kuma Kasshoku
Well, aku hanya memberikan usul
Sensitif sekali
Sehun tampak berfikir siapa yang dapat diajaknya untuk ikut bergabung dalam acara camping mereka. Setidaknya Baekhyun memiliki teman perempuan.
Ahh ya, apa Hera? Batin Sehun mempertimbangkan.
Park Sehun
Bagaimana dengan tenda?
Jika menambah orang tentu saja tenda tidak akan cukup
Seingatku dirumah hanya ada 2 tenda
Minho Choi
Tenang saja aku punya satu dirumah
Selama ini kita hanya memakai yang ada dirumahmu bukan
Jadi sudah putuskan akan mengajak siapa?
Park Sehun
Entahlah
Apa harus mengajak Baekhyun?
Minho Choi
Ini akan menyenangkan jika ada perempuan juga
Lagipula diakan kekasihmu
Park Sehun
Dulu juga kita tidak pernah mengajak Irene sunbae
Kuma Kasshoku
Terserah kau saja maknae-ya
Kalau diajak kan suasananya akan semakin ramai
Minho Choi
THAT'S RIGHT
Park Sehun
Lihat nanti saja, aku juga masih harus mengabari appa
Minho Choi
Okay, kabari secepatnya
Sabtu itu tinggal hitungan dua jari bro
Park Sehun
Iya cerewet
Minho Choi
Cerewet begini tapi kau sayang kan maknae-ya
Kuma Kasshoku
HAHAHAHAHAH
Park Sehun
What the hell!
Pukul sebelas siang Sehun bangkit dari kursinya dengan menyandang ransel lalu menghampiri Baekhyun yang berada di counter kasir. Kebetulan counter kasir sedang sepi maka Sehun berani untuk menghampiri kekasihnya itu.
"Oppa sudah mau pergi?" tanya Baekhyun.
"Ya, kelasku mulai setelah jam makan siang tapi aku harus mengembalikan beberapa buku ke perpustakaan," jawab Sehun.
"Okay oppa, hati-hati dijalan ya," Sehun mengangguk dan mencondongkan wajahnya hingga bibirnya menyentuh pipi kenyal nan lembut milik Baekhyun.
Cup
"Bye chagiya," Sehun mengedipkan mata sebelum berlalu pergi meninggalkan Baekhyun dalam keadaan tercenung.
Entahlah semacam asing namun familiar dengan kecupan itu, perasaan yang aneh untuk dirasakan oleh Baekhyun pada sosok Sehun yang notabenenya adalah kekasihnya.
Dan Baekhyun perlahan membawa telapak tangannya pada dada
Ada detakan disana
Hanya saja
Memelan
Dan itu membuat Baekhyun tanpa sadar meremat tangan didadanya seolah tak dapat mempercayai apa yang tengah dirasakannya kini
Where are you?
Why the beating is ….
So– slowly
Meanwhile
Lee Junki yang sejak tadi berada dibalik dinding counter kasir menghela nafas pelan lalu mengurungkan niatnya untuk menyapa Baekhyun, ia justru beralih ke dapur cafe.
o)(o
Cafe tak lagi seramai saat pukul dua belas siang dimana jam makan siang selalu menjadi jam dimana seluruh karyawan akan sibuk mondar-mandir mengantarkan pesanan dikarenakan ramainya pengunjung dan ada banyak pesanan yang harus diantarkan.
Baekhyun menyeruput Ice Americano yang ditaruhnya dibagian bawah counter tempatnya berjaga untuk menghilangkan dahaga. Karena sedang tidak ada pengunjung iapun memutuskan untuk memeriksa ponselnya dan menemukan sebuah pesan chat dari Chanyeol.
Personal Message
Picture
'Pekerjaan orang dewasa sangat membosankan bukan'
Chanyeol mengirimkan foto monitor serta ruang rapat, dan itu dikirimkan sekitar pukul satu siang. Artinya satu jam yang lalu.
Disaat oppa sedang sibuk meeting
Aku juga tengah sibuk dengan ramainya pengunjung di La Vince
Hehehe
Jadi, apakah meetingnya sudah selesai?
Belum sunshine
Mungkin akan selesai sekitar pukul 3
Meeting pemegang saham selalu memakan waktu yang cukup lama
Kau sudah makan siang?
Aku belum, mungkin nanti
Jam kerjaku juga sudah mau selesai oppa
Oppa belum makan siang?
Dan sebuah foto kudapan kecil yang disediakan dimeja rapat dikirim oleh Chanyeol untuk menjawab pertanyaan Baekhyun.
Hanya itu?
Ya, tidak ada pilihan lain
Hari ini cukup sibuk dengan meeting dan meeting
Memangnya sebelum meeting pemegang saham
Oppa sudah sudah terlebih dulu meeting lainnya?
Ya, meeting dengan kepala divisi marketing
Itulah kenapa kukatakan pekerjaan orang dewasa membosankan
Tapi menghasilkan lebih banyak uang oppa hehe
Baekhyun menunggu 3 menit namun Chanyeol tak kunjung membalas dan Baekhyun pikir ia sedang tidak bisa menjawab. Maka Baekhyun mengecek jam dinding yang dipajang pada dinding counter. Jam kerjanya sudah selesai dan teman yang akan menggantikannya muncul dari ruang ganti tak lama kemudian.
"Makan siang dulu, Baek," ujarnya.
"Ya," sahut Baekhyun. Ia menuliskan pesanan pada note lalu memencet bel agar chef didapur segera mengambil pesanannya. "Segera ya chef eonniiiee~"
"Baiklah Baekkie."
Sementara menunggu pesanannya selesai dimasak Baekhyun memutuskan untuk mengganti pakaiannya.
o)(o
Taksi yang ditumpangi Baekhyun berhenti didepan gedung berlantai 7 dengan tulisan besar pada bagian atas gedung berbunyi,
Settledom Construction
Dengan plastik putih bertuliskan 'La Vince' pada tangan kanannya Baekhyun melangkah memasuki Settledom. Ia disambut oleh seorang security yang membukakan pintu dan menanyakan apa yang bisa ia bantu pada Baekhyun.
"Aku mengantarkan pesanan makanan dari La Vince untuk tuan Park," jawab Baekhyun dan security tersebut mengarahkan Baekhyun pada resepsionis untuk mengkonfirmasi.
"Maaf ada yang bisa saya bantu?" tanya sang resepsionis ramah.
"Saya mengantarkan pesanan makanan untuk Tuan Park Chanyeol, dari La Vince," resepsionis tersebut mengerutkan dahi. Biasanya pemesanan apapun jika itu berhubungan dengan bagian eksekutif pastilah akan melalui dirinya. Tetapi ia tidak mendapatkan perintah untuk memesan makanan di La Vince oleh direktur mereka.
"Pesanan atas nama Tuan Park dari La Vince ya, sebentar," wanita berseragam biru muda itu baru saja akan mengecek note miliknya sebelum sebuah suara mengalihkan atensinya. Begitupun atensi Baekhyun.
Baekhyun harusnya memikirkan ini sebelumnya, kalau Chanyeol adalah direktur dari Settledom Construction. Ia tidak bisa dengan sekenanya datang dan ingin bertemu dengan Chanyeol meskipun dengan dalih mengantarkan pesanan dari La Vince.
"Baekhyun-ssi," Baekhyun diikuti oleh sang resepsionis menoleh pada sosok berambut bob yang muncul dengan paper bag bertuliskan 'Baquette and Pastry' – Choi Sooyoung.
"Sooyoung-ssi?"
Thanks God batin Baekhyun penyelematnya datang
"Apa yang membawamu kemari, Baekhyun-ssi?"
"Aku mengantarkan pesanan dari La Vince untuk ahjussi," jawab Baekhyun seraya menunjukkan kantong plastik putih bertuliskan La Vince pada Sooyoung.
"Sajangnim memesan makanan di La Vince?" Baekhyun tersenyum dengan anggukan kecil– menutupi kebohongannya. "Kalau begitu aku akan mengantarkanmu keruangan sajangnim, kebetulan sajangnim sedang berbincang dengan salah satu pemegang saham jadi kau bisa menunggu disana."
"Baiklah Sooyoung-ssi," angguk Baekhyun.
"Gwechanha Yerim-ssi, Baekhyun-ssi ini adalah kerabat sajangnim," siresepsionis mengangguk mengerti. "Mari Baekhyun-ssi."
Baekhyun mengikuti langkah Sooyoung menuju lift dilorong samping kanan dan memperhatikan ketika Sooyoung memencet angka 7. Sooyoung awalnya sempat terkejut melihat keberadaan Baekhyun didepan meja resepsionis. Tetapi mengetahui jika Baekhyun membawakan pesanan Chanyeol dari La Vince– tempat Baekhyun bekerja parttime. Maka Sooyoung berinisiatif untuk mengajak Baekhyun naik dan menunggu diruangan Chanyeol. Bagaimanapun sepengetahuan Sooyung, Baekhyun adalah kekasih Sehun putra Chanyeol. Akan tidak sopan jika dirinya tidak mempersilahkan Baekhyun untuk memberikan sendiri pesanan Chanyeol.
"Kau mengantarkan delivery, Baekhyun-ssi?"
"Tidak, kebetulan jam kerjaku sudah selesai jadi sekalian saja aku yang mengantar," jawab Baekhyun.
"Ah begitu, kau pasti sudah sangat dekat sekali dengan keluarga Park ya," Sooyoung tersenyum penuh maksud. Tentu saja menjurus pada status Baekhyun sebagai kekasih Sehun. Sooyoung tidak tahu saja kalau sekarang status Baekhyun bukan hanya kekasih Sehun tetapi juga kekasih Chanyeol, direktur Settledom.
"Yahh~ begitulah Sooyoung-ssi," sahut Baekhyun salah tingkah disahuti kekehan kecil Sooyoung.
"Itu akan menjadi awal yang bagus karena dimasa depan Baekhyun-ssi dan sajangnim akan menjadi satu keluarga," ucapnya.
Satu keluarga ya
Aku dan Sehun oppa
Atau aku dan Chanyeol oppa?
Dan lift berhenti dilantai teratas dimana ruangan eksekutif berada, Baekhyun mengikuti kemana langkah kaki Sooyoung membawanya hingga mereka berhenti didepan sebuah ruangan dengan pintu kaca. Ada dua meja yang berada disudut kanan dan kiri, saling berhadapan. Salah satunya dihuni oleh seorang wanita berambut hitam panjang yang seketika menoleh kearah Baekhyun dan Sooyoung saat mereka memasuki ruangan.
"Apa sajangnim ada diruangan, Seohyun-ah?"
"Tidak ada eonni, sajangnim belum kembali dari ruang meeting," Sooyoung mengangguk mengerti.
Menaruh paper bag berisi roti yang dibelinya di toko pastry didepan kantor tepat diatas meja kerja miliknya, Sooyoung lalu melangkah kearah pintu dengan cat hitam dan berpelitur mengkilat yang berada ditengah ruangan.
"Kau bisa menunggu didalam Baekhyun-ssi."
"Ya, terima kasih Sooyoung-ssi."
"Jangan sungkan, ini sudah tugasku," jawab Sooyoung. "Ah ya, apa kau ingin minum sesuatu?" Baekhyun menggelengkan kepala. Ia sudah menyiapkan Strawberry Ice Tea kesukaannya didalam plastik putih yang dibawanya bersama dengan makanan untuk Chanyeol.
o)(o
Pukul tiga kurang dua puluh menit Chanyeol memasuki ruangan dengan dinding kaca dimana dua orang asistennya tampak tengah berkutat dengan pekerjaan mereka masing-masing. Begitu mendapati sosok Chanyeol memasuki ruangan, kedua asistennya bangkit berdiri membungkukkan badan.
"Sooyoung-ssi bawakan notulen meeting hari ini sebelum pukul 4 dan Seohyun-ssi tolong sampaikan pada wakil direktur kalau ia akan mewakiliku untuk mengecek proyek pembangunan di Daegu besok."
"Ya sajangnim," jawab mereka.
"Sajangnim," Chanyeol menghentikan langkahnya saat ia sampai didepan pintu ruangannya dan menoleh pada Sooyoung.
"Ya?"
"Baekhyun-ssi menunggu anda diruangan anda."
Deg
"Baekhyun?"
"Ya, ia mengantarkan pesanan anda," jawab Sooyoung yang tidak memperhatikan ekspresi terkejut Chanyeol. "Anda memesan makanan di La Vince bukan?"
Dia tidak memesan makanan di La Vince
Apa Baekhyun?
"Terima kasih Sooyoung-ssi," Sooyoung mengangguk dan Chanyeol menarik nafas pelan sebelum memutar pegangan pintu.
Cklekk
o)(o
Ruangan Chanyeol didominasi warna putih dan navy blue yang entah bagaimana mampu mewakili sosok maskulin Chanyeol. Aroma musk lembut milik Chanyeol tertinggal diudara yang mana memanjakan indera penciuman Baekhyun. Baekhyun menaruh kantong plastik berisi makanan dan minuman yang dibawanya diatas meja dekat sofa panjang yang Baekhyun tebak digunakan Chanyeol untuk berbincang dengan tamunya.
Baekhyun melangkah kearah meja kerja Chanyeol, dimana terdapat beberapa tumpukan berkas serta sebuah berkas yang terbuka diatas meja. Sepertinya ditinggalkan Chanyeol begitu saja. Baekhyun mendapati ada sebuah pigura yang bentuknya seperti buku yang terbuka terpajang disana. Dibagian kanan terdapat foto Chanyeol bersama Sehun yang masih kecil, mungkin sekitar usia tiga atau empat tahun. Dan dibagian kiri ada foto pernikahan Chanyeol dan Xiao Lu.
Baekhyun menatap foto Sehun kecil yang terlihat menggemaskan lalu beralih pada pasangan suami istri berbalut pakaian pengantin. Xiao Lu menggandeng lengan Chanyeol dan keduanya tersenyum kearah kamera. Potret pasangan pengantin yang bahagia, itulah yang terlintas dipikiran Baekhyun.
Menaruh kembali foto tersebut diatas meja, Baekhyun tercenung sesaat ketika dirinya kembali memikirkan bagaimana kelak masa depan hubungannya dan Chanyeol. Siapakah nanti yang lengannya akan Baekhyun gandeng sementara dirinya melemparkan buket bunga pernikahan setelah mengucapkan janji suci dialtar.
Akankah dirinya berakhir dengan salah satu diantara Park ini
Cklekk
Baekhyun tersentak kecil ketika mendengar suara pintu dibuka dan ia melangkah menjauh dari meja kerja Chanyeol. Setengah jalan menuju sofa tamu, sosok Chanyeol telah memasuki ruangan. Tatapan keduanya bertemu dan Baekhyun tersenyum menyambutnya dengan pekikan tertahan.
"Surpriseeee!"
Chanyeol mengulum bibir mencoba menahan senyuman namun berakhir dengan ia tertawa kecil mendengar pekikan tertahan itu dan menyeberangi ruangan untuk menuju Baekhyun.
Tap
Tap
Tap
Hingga ujung sepatunya bertemu dengan ujung flat shoes Baekhyun. Si mungil mendongak sementara Chanyeol sedikit menundukkan kepalanya untuk menatap kekasihnya.
"Happy 7 days, oppa," ucap Baekhyun lembut.
"Happy 7 days, sunshine," angguk Chanyeol. Baekhyun meremas kedua tangannya yang menggantung.
Ia ingin memeluk Chanyeol
Begitupun dengan lelaki berusia matang itu
"Kemarilah, oppa ingin memelukmu," Chanyeol membuka lengannya dan Baekhyun menjatuhkan dirinya didalam dekapan hangat Chanyeol. Ujung hidungnya menyentuh dada kanan Chanyeol dimana ia dapat menghirup aroma lembut musk berpadu dengan pengharum pakaian pada jas abu-abu yang dikenakan oleh Chanyeol.
Chanyeol menunduk membiarkan indera penciumannya menyentuh lembut dan wanginya surai Baekhyun.
He's fallin love
He's loving this girl
"Aku membawakan makan siang untuk oppa, kita makan bersama ya," ucap Baekhyun didalam dekapan Chanyeol.
"Kau belum makan juga?" Baekhyun menggelengkan kepala.
"Baiklah, mari kita isi perut mungilmu itu," ucap Chanyeol. "Kau sudah melewatkan jam makan siang sunshine."
"Oppa juga melewatkan jam makan siang," Baekhyun menjawab.
"Baiklah, baiklah karena kita sama-sama melewatkan jam makan siang jadi sebaiknya kita makan terlebih dulu," Baekhyun mengangguk. Sebenarnya tak rela melepaskan pelukan karena ia merasa nyaman. Tetapi mereka harus makan jika tidak ingin makanannya menjadi dingin.
Chanyeol dan Baekhyun duduk disofa panjang, sementara Chanyeol membuka jasnya lalu menggulung lengan kemejanya. Baekhyun mengeluarkan kotak makan styrofoam dari dalam kantong plastic. Aroma lezat bibimbap buatan chef kebanggaan La Vince menyeruak didalam ruangan tersebut. Baekhyun mengeluarkan kotak makan berbentuk bulat transparan berisi kimchi jigae. Lalu terakhir kotak makan miliknya yakni kimbap daging favoritnya. Tak lupa Strawberry Ice Tea dan jus jeruk untuk Chanyeol.
"Wahh, aromanya lezat sekali."
"Tentu saja, ini menu restoran La Vince," jawab Baekhyun.
"Menu cafe dan restoran berbeda?"
"Tentu saja berbeda oppa, menu café lebih ringan cederung seperti menu breakfast," jawab Baekhyun. Disambut anggukan mengerti oleh Chanyeol. Baekhyun memberikan sumpit dan juga sendok untuk Chanyeol. "Silahkan dinikmati oppa."
"Kau juga sunshine," Baekhyun mengangguk sambil mulai menyumpit kimbap dagingnya dan Chanyeol menyendok kuah kimchi jigae.
"Aku lebih suka doenjang jigae, tapi kimchi jigae di La Vince juga sangat lezat."
"Aku tidak bisa memakan doenjang jigae oppa karena ada campuran mentimun," jawab Baekhyun dan Chanyeol kembali mengangguk mengerti.
"Bagaimana bisa kau sampai diruangan oppa hmm?" tanya Chanyeol sembari mengaduk bibimbap.
"Aku bertemu Sooyoung-ssi dilobi," jawab Baekhyun. "Tadinya resepsionis sepertinya curiga karena ia tampak mengecek note miliknya."
"Itu karena semua tamu yang ingin bertemu oppa harus membuat janji terlebih dahulu, sunshine," jawab Chanyeol. "Dan sebagai resepsionis sudah pasti dia diberitahukan tentang itu dan mencatatnya di note miliknya."
"Iya, aku tidak memikirkan itu sebelumnya," angguk Baekhyun.
"Tapi ia tidak mempersulit dirimu bukan?" tanya Chanyeol.
"Tidak oppa, thanks to Sooyoung-ssi."
"Dia datang disaat yang tepat," timpal Chanyeol.
"Aku kan ingin memberikan kejutan makanya tidak memberitahukan oppa sebelumnya," ucap Baekhyun. Chanyeol menoleh dan tersenyum lembut pada Baekhyun.
Baekhyun terkekeh kecil membawa jempolnya pada sudut bibir Chanyeol. Ada noda saus bibimbap disana. "Aigooo~ berapa usia oppa hmm, makan saja berantakan."
Tatapan Chanyeol terpaku pada manik sipit Baekhyun begitu menyadari apa yang baru saja dilakukan oleh Baekhyun. Menyeka sudut bibirnya dengan jempolnya. Ia bahkan bukan seorang pemain drama namun kini ia seolah tengah mengalami sebuah adegan manis yang sering menghiasi drama roman.
"Oppa?" bisik Baekhyun. Chanyeol mengerjap lalu menggelengkan kepala dengan kekehan kecil.
"Kau tahu?"
"Huhh, apa?"
"Sesaat tadi aku merasa seperti remaja yang baru pertama kali merasakan sentuhan seperti tadi, ketika kau menyeka saus disudut bibirku," ujar Chanyeol. "Bagaimana bisa kau membuatku merasakan hal manis seperti itu hmm, astaga lelaki tua ini bahkan berdebar hanya karena sentuhan kecilmu barusan."
Chanyeol itu sangat menggemaskan
Dia berusia 37 tahun namun terkadang ucapannya terdengar polos seperti seorang remaja yang baru pertama kali jatuh cinta dan memiliki kekasih.
Baekhyun hanya tidak tahu, bahwa dirinya memang kekasih pertama Chanyeol. Menjalin hubungan dengan Baekhyun menjadi pengalaman pertama baginya selama kurang lebih 37 tahun masa eksistensinya.
Baekhyun tidak tahu
"Oppa~ why so cute hmm," Baekhyun bahkan menaruh sendok serta sumpitnya untuk menangkup wajah Chanyeol saking gemasnya.
"Oppa cute, maksudmu cute, imut?" mata bulat itu mengerjap. Terakhir kali ia dikatakan imut adalah saat ia berusia sekitar 5 tahunan dan itu pantas karena ia masihlah bocah. Dengan usia matang seperti sekarang rasanya aneh saja ia disebut imut.
"Hu-um oppa, Chanyeol oppa neomu neomu gwiyeowo," angguk Baekhyun. "Kadang kupikir oppa ini seperti baru pertama kali berpacaran, segala hal terlihat begitu menakjubkan untuk oppa," Chanyeol meraih kedua tangan Baekhyun dan menggenggamnya.
Karena ini memang yang pertama bagiku
"Pertama setelah sekian lama," ucap Chanyeol. "Maklumilah single parent penyendiri ini, nona Wu," suara tawa kecil Baekhyun terdengar.
Kau bukan yang pertama untukku Chanyeol oppa, tetapi ketika bersamamu rasanya seperti– aku baru pertama kali merasakan jatuh cinta
o)(o
Kelas Sehun berakhir pada pukul empat sore namun ia masih memiliki beberapa pekerjaan untuk membantu dosennya memeriksa tugas. Sehun membawa tumpukan lembaran kertas tugas ke perpustakaan agar ia bisa mendapatkan suasana yang tenang dan kondusif untuk mengecek lembaran tugas tersebut sesuai dengan lembar jawaban yang diberikan oleh dosennya.
Suara notifikasi pesan chat mengusik kegiatan Sehun yang tengah mencentang beberapa kata pada lembaran tugas. Ia melirik ponselnya dan meraihnya untuk melihat siapakah yang mengirimkan pesan.
Bukan Baekhyun
Padahal Sehun berharap Baekhyun yang mengirimkan pesan mengingat jam segini jam kerja Baekhyun sudah berakhir. Belakangan ini Baekhyun agak jarang mengirimkannya pesan. Sehun pikir itu terasa wajar dengan kesibukan untuk persiapan pentas seni serta pekerjaan paruh waktunya. Maka Sehun tak ingin terlalu mempermasalahkan hal itu.
Choi-Kim-Park Group Chat
Minho Choi
Picture
Picture
Picture
Minho mengirimkan tiga buah foto lama saat mereka masih sama-sama mengenakan seragam SMU juga ketika mereka berlibur bersama.
Minho Choi
The Three Musketers hehehe
Aku menemukan folder berisi foto-foto lama di laptopku
Tebak foto apa saja yang kutemukan guys!
Sehun menebak dari sekian banyak foto yang disimpan Minho pada folder itu pastilah akan ditemukan foto-foto aneh. Minho itu senang sekali mengabadikan foto mereka dalam keadaan dan pose yang tidak pantas.
Kuma Kasshoku
Jika itu kau maka aku yakin itu adalah foto aneh
Hahahaha
Minho Choi
Tidak aneh kok
Tetapi unik
Seperti ini
Picture
Mata sehun membola ketika dirinya menatap foto yang baru saja dikirimkan oleh Minho pada chat group mereka.
Park Sehun
Hapus itu
Sialan kau sunbae
Itu adalah foto Sehun mengenakan celana dalam renang, tolong diperjelas sekali lagi. CELANA DALAM RENANG. Seingat Sehun itu adalah foto ketika mereka bertiga berlibur ke Jeju.
Kuma Kasshoku
Hahahahaha
Park Sehun
YA APA YANG KAU TERTAWAKAN SUNBAE
Minho Choi
Astaga uri Hunnie kurus sekali seperti anchovy hahahaha
Park Sehun
Aku tidak sekurus itu lagi sekarang
Kuma Kasshoku
Hahahaha
Minho Choi
Tenang Hun-ah aku punya foto memalukan Jongin
Kuma Kasshoku
Ya!
Minho Choi
Huahahahahahah
Picture
Dan Minho mengirimkan sebuah foto Jongin yang tidur tengkurap dengan selimut tersibak pada bagian bokongnya yang telanjang. Sehun menahan tawanya melihat foto itu– mengingat dirinya sedang berada diperpustakaan saat ini. Sudah dibilang kalau Minho pengoleksi foto aneh. Dan Jongin punya kebiasaan tidur telanjang.
Park Sehun
AHHAHAHAHAH
Kuma Kasshoku
Well itu seksi
Park Sehun
Menjijikkan
Kuma Kasshoku
Apanya?
Aku punya pantat yang bagus
Minho Choi
Double menjijikkan
Jangan pernah tidur sekamar dengan adikku
Kuma Kasshoku
Wae?
Minho Choi
Bisa-bisa dia telanjang juga nanti
Kuma Kasshoku
Hahahahahah
Park Sehun
Krystal noona sepertinya bukan tipe yang mudah
Minho Choi
Tentu saja
Ia akan mempersulit Jongin hahaha
Kuma Kasshoku
No comment
Park Sehun
Bagaimana rasanya berpacaran dengan Krystal noona, sunbae?
Kuma Kasshoku
Panggil aku hyung jika kau ingin aku menjawabnya
Park sehun
Tidak mau, kalian menyebalkan
Kuma Kasshoku
Ahh waeee~ aku kan tidak semenyebalkan Minho
Minho Choi
Sialan kau, kenapa membawa namaku
Hyung menyebalkan karena menyayangimu maknae-ya
Uri maknae, uri Hun Hunieee~
Park Sehun
MENJIJIKKAN
MEMANGNYA AKU BOCAH
Kuma Kasshoku
HAHAHAHA
Minho Choi
Omong omong aku tidak sabar untuk camping bersama lagi
Park Sehun
Memangnya sunbae tidak pernah camping di Jepang?
Minho Choi
Jongin masih sering camping karena ia bergabung di klub pecinta alam
Aku bergabung di klub sepak bola jadi ya bisa dikatakan sulit untuk mengatur waktu camping
Park Sehun
Aku belum mengatakannya pada appa omong-omong
Kuma Kasshoku
Aku rindu ahjussi
Minho Choi
Yeahhh kau kan anak kesayangan ahjussi, kembaran Hun Hunie
Park Sehun
Dia bukan kembaranku
Aku tidak mau punya kembaran yang terlampau coklat macam dia
Kuma Kasshoku
Hei hei kulit coklat ini bisa membuat para gadis meneteskan liur jika ia berkeringat adik bungsu
HAHAHAHHAHAHAH
Minho Choi
Hahahaha
Karena kulitku juga agak kecoklatan maka aku setuju
Park Sehun
Sehun leave chat
Minho Choi
Hahahahah
Kuma Kasshoku
Hahahahha
Sehun tidak meninggalkan obrolan tetapi ia menuliskan itu, maka jangan heran jika Minho dan Jongin membalasnya dengan tawa.
Ia berniat untuk menyudahi kegiatan membalas chat dari dua orang sahabatnya yang konyol dan menyelesaikan tugasnya sehingga ia tidak perlu pulang terlalu sore. Namun baru saja mengoreksi dua kata ponselnya kembali bergetar.
Sehun mengabaikannya namun ponselnya terus bergetar karena memang Sehun memasang mode getar meskipun disilent. Maka ia raih kembali benda pipih itu bermaksud untuk menonakifkan mode getar sehingga benar-benar silent dan tak lagi menganggunya. Namun ketika chat group bahasa Jepang yang terpandang olehnya maka ia mengurungkan niat itu, malah membuka laman chat group tersebut.
Minho kembali mengirimkan foto namun kali ini di grup bahasa Jepang dan itu adalah foto saat member klub bahasa Jepang melakukan perjalanan ke Nami island. Sehun telah berpacaran dengan Irene kala itu.
Dan dari 10 foto yang dikirim ada salah satu foto yang Sehun buka lalu sudut bibirnya menarik sebuah senyuman.
Japanesse Club Chat Group
Bogum Park
I'm fine
Minho Choi
Hahahaha
Taehyung Kim
Wahh I see something
Hahahahahhaha
Irene Bae
Bogum Park
Hehehe ;*
Kuma Kasshoku
Ya ampun Bogum
PM please
Bogum Park
Hahahhahaha
Taehyung Kim
Park, Park
Are u okay?
Bogum Park
Hahahahah
Minho Choi
Hahahhaha
Sin-Bee
Minho sunbae, jangan sampai ada pertengkaran rumah tangga
Hehehehe
Irene Bae
Personal Message
Klik Pict
Save
Karena Hunnie kawai difoto itu maka akan ku save
:P
Sunbae!
Ouchh
Okay, aku akan seterusnya memanggilmu sunbae
Ouchh Hunnie yaaa jangan merajuk hihi
Itu foto yang manis kok, apa salahnya di save
Whatever
:P
Pinkeu pinkeu loves it too
Dan Sehun tidak membalas pesan itu meskipun sebenarnya ia tersenyum setelah mengingat bahwa foto yang sama kini tersimpan didalam galerinya.
Hanya menyimpan foto tidak apa-apa, bukan?
o)(o
Sehun memarkirkan motornya disamping mobil Chanyeol didalam bagasi dan segera memasuki rumah ketika ia tahu bahwa ayahnya sudah lebih dulu sampai dirumah. Sehun tak melihat keberadaan Chanyeol didapur ataupun diruang makan maka ia pikir Chanyeol sedang berada diruang kerjanya karena pintu ruang kerjanya terbuka secelah.
Tok tok tok!
Sehun mengintip kedalam pintu ruang kerja, mengetuk pintu terlebih dahulu khawatir jika Chanyeol sedang sibuk.
"Sehunie, masuklah," jawab Chanyeol. Ia baru saja selesai mengecek beberapa pesan pada kotak emailnya. "Kau baru pulang?"
"Ya appa."
"Sudah makan malam?"
"Belum hehe."
"Appa akan memasakkan sesuatu untukmu, kau mau makan apa?"
"Apa saja appa," jawab Sehun. "Appa sudah makan?"
"Appa masih kenyang karena tadi makan siang agak kesorean," Chanyeol harus pandai-pandai menahan senyumannya jika mengingat momen makan siang berdua dengan Baekhyun dikantor tadi.
"Kalau appa sedang sibuk aku tidak apa-apa memasak sendiri."
"Tidak, apa hanya mengecek email masuk," jawab Chanyeol. "Mandilah sementara appa memasakkanmu makan malam."
"Okay appa, you're the best," Sehun mengacungkan jempol sambil berjalan keluar dari ruang kerja untuk segera membersihkan diri.
o)(o
Chanyeol sedang menggoreng telur mata sapi untuk topping nasi goreng tuna dan kimchi yang ia masakkan untuk menu makan malam Sehun– ketika putranya itu memasuki dapur dan ruang makan dengan pakaian lebih santai dan beraroma sabun mandi.
"Tunggulah sebentar, appa hampir selesai," Sehun menjawabnya dengan 'okay' seraya menuju kearah kulkas untuk mengeluarkan sebotol sparkling water.
"Appa mau meminum sesuatu?"
"Appa akan membuat teh saja Sehunie."
"Okay," sahut Sehun menutup kulkas.
Chanyeol menaruh sepiring nasi goreng beraroma lezat dengan topping telur mata sapi diatas meja membuat perut Sehun berkoar-koar segera minta diisi dengan nasi goreng lezat tersebut.
"Selamat makaaaannn!" Chanyeol menggelengkan kepalanya dengan sebuah senyuman dibibir melihat tingkah Sehun.
"Bagaimana kuliahmu, Sehunie?"
"Seperti biasa appa, aku hanya disibukkan dengan statusku sebagai asisten dosen selebihnya biasa saja seperti biasanya," jawab Sehun setelah mengunyah nasi gorengnya. Selesai menyeduh teh Chanyeol mengambil tempat duduk didepan Sehun dengan sebuah mug berisi teh miliknya. "Omong-omong appa, Minho sunbae dan Jongin sunbae mengusulkan untuk mengadakan camping."
"Wah, kau sepertinya sedang memiliki sedikit masalah dengan Minho dan Jongin hmm?" Chanyeol sangat mengenali putranya dan bagaimana ia bergaul dengan kedua sahabatnya. Tak lagi heran dengan panggilan hyung yang berganti jadi sunbae jika Sehun sedang kesal pada mereka.
"Mereka menyebalkan dan aku belum memaafkan mereka yang meninggalkanku ke Jepang untuk itu aku akan memanggil mereka dengan sunbae," jawab Sehun sekenanya.
"Baiklah," Chanyeol hanya mengedikkan bahu. Diantara teman sudah biasa jika saling berselisih dan Chanyeol tahu Sehun tidak benar-benar marah ataupun menyimpan dendam pada Minho dan Jongin. "Jadi, kapan mereka ingin camping lagi?"
"Sabtu ini, apa appa sibuk?"
"Sabtu ini sepertinya tidak," Chanyeol mengingat-ingat. "Ya, tidak, kalau begitu baiklah."
"Okay, aku akan menyampaikan pada mereka," angguk Sehun setelah menenggak sparkling water miliknya. "Bagaimana menurut appa jika aku mengajak Baekhyun juga?"
"Baekhyun?" Chanyeol yang tadinya berniat meminum tehnya menghentikan niatnya ketika nama Baekhyun disebut.
"Ya, Minho sunbae mengusulkan untuk mengajak Baekhyun," jawab Sehun. "Tapi kurasa Baekhyun tidak akan nyaman jika hanya dirinya sendiri perempuan diantara kita. Krystal noona kekasih Jongin sun– "
"Jongin berpacaran dengan Krystal?" tanya Chanyeol. "Krystal adik Minho itu?"
"Iya," angguk Sehun. "Tidak terduga sekali kan appa," Chanyeol mengangguk setuju.
"Mereka tidak terlihat tertarik satu sama lainnya dulu ketika Krystal ikut berkunjung kemari."
"Yeahh tapi mereka berpacaran kini," sahut Sehun. "Nah, jadi Krystal noona tidak bisa ikut karena memiliki janji lain, lantas siapa yang harus kuajak. Appa punya ide tidak?"
Chanyeol menyeruput tehnya tampak berpikir sejenak. Sehun benar, jika Baekhyun ikut camping maka akan agak canggung untuknya berada diantara para lelaki seorang diri.
"Apa harus mengajak Baekhyun?"
"Aku juga berpikir begitu, maksudku yahhh kenapa tidak seperti biasanya saja," jawab Sehun. "Hanya kita berempat saja."
"Tapi kalau memang mereka ingin Baekhyun bergabung, maka ajak saja."
"Paling tidak usulkan satu nama gadis lagi untuk menemani Baekhyun appa," Chanyeol masih tampak berpikir hingga satu nama terlintas dikepalanya. Gadis yang tidak asing dan telah mengenal Baekhyun.
"Bagaimana dengan Seulgi?"
"Seulgi?" Sehun sudah menelan potongan telurnya ketika ia menyahut. "Astaga kenapa aku tidak teringat pada bocah itu, okay aku akan menghubungi Song Qian ayi untuk meminta izin mengajak Seulgi untuk camping bersama kita." Chanyeol mengangguk setuju.
"Kau juga perlu meminta izin pada kedua orang tua Baekhyun."
"Tentu saja appa," sahut Sehun. "Sebagai kekasih yang baik aku akan meminta izin calon mertua untuk mengajak putrinya kemanapun aku pergi hehehe."
Chanyeol tersenyum kaku mendengar ucapan anaknya
Calon mertua
Kekasih yang baik
Sesuatu semacam menyentil hati Chanyeol, pelan namun terasa– nyeri
Ia juga kekasih Baekhyun namun ia tidak dapat melakukan itu semua untuk simungil yang membuatnya jatuh cinta itu. Keadaan mereka tidak memungkinkan untuk dirinya bersikap layaknya kekasih yang baik. Karena– Baekhyun memiliki kekasih lainnya yang memiliki hak untuk melakukan itu.
Chanyeol tidak memiliki hak itu
"Oh iya appa," Chanyeol mendongak dari tatapan kosongnya pada air teh didalam mug pada genggamannya.
"Hmm?"
"Apa awal bulan depan appa sibuk?"
"Awal bulan depan, kenapa memangnya?"
"Fakultas seni musik dan tari di Cheongchun mengadakan sebuah pentas seni sebagai farewell party untuk para senior yang akan lulus akhir bulan depan," jelas Sehun. "Baekhyun akan tampil dalam pentas itu, dan aku berencana untuk hadir menonton. Kedua orang tua Baekhyun juga akan datang."
"Okay, lalu?"
"Apakah appa keberatan untuk datang bersamaku menonton penampilan Baekhyun?" tanya Sehun.
o)(o
Pintu rumah kediaman Park dibuka dari dalam oleh sang kepala keluarga ketika ia mendengar bunyi bel tak lama setelah putranya Sehun meninggalkan rumah untuk menjemput Baekhyun dan Seulgi. Chanyeol melebarkan senyuman kebapakan miliknya ketika mendapati dua lelaki yang tak lagi dapat disebut remaja tanggung berada didepan pintu rumahnya itu, Minho dan Jongin.
"Ahjusi!" Minho menaruh tas besar berisi tenda miliknya untuk menyambut lelaki yang lebih pantas dianggapnya sebegai hyung tertua diantara mereka itu. "Sudah lama sekali."
"Minho-ya, bagaimana kabar mu kid?"
"Aku baik ahjussi, wahh sampai sekarang aku masih orang pertama yang tidak setuju untuk memanggil ahjussi dengan sebutan ahjussi," seloroh Minho.
"Kau tidak banyak berubah," sahut Chanyeol lalu mengalihkan pandangan pada sikulit coklat lainnya, Jongin.
"Jongin."
"Ahjussi, apa kabar?" Jongin menerima tepukan dipunggung lalu memeluk Chanyeol pula seperti Minho.
"Ahjussi baik, bagaimana kabarmu anak sulung kembarku?" mereka terkekeh sendiri mendengar ucapan Chanyeol.
"Aku baik, seperti yang ahjussi lihat."
"Mari masuk kita mengobrol didalam saja," Chanyeol menggiring mereka masuk dan menyuruh mereka menunggu di teras belakang. Dan tak lama Chanyeol kembali dengan tiga kaleng coke untuk mereka. Duduk lesehan diteras belakang dengan pemandangan hijau halaman belakang yang cukup luas.
"Kurasa masih cukup menampung tiga tenda," kata Minho.
"Kupikir juga begitu," angguk Jongin.
"Dimana Sehun, ahjussi?"
"Menjemput Baekhyun dan Seulgi."
"Aku masih tidak ingat dengan Seulgi ini," sahut Minho tampak memeras ingatannya tentang sosok adik sepupu Sehun itu.
"Seulgi anaknya Song Qian ayi, bukan?"
"Ya, Seulgi yang itu," angguk Chanyeol.
"Ahh sikecil itu," angguk Jongin.
"Seulgi bukan lagi gadis kecil seperti terakhir kali kalian melihatnya," ucap Chanyeol. "Dia saat ini sudah memasuki sekolah menengah atas. Terakhir kali kalian bertemu dengannya saat dia baru saja tamat SD dan berlibur kemari."
"Ah! Seulgi yang itu, yang pipinya chubby menggemaskan seperti bakpao?" Minho baru teringat.
"Ya Seulgi yang itu."
"Aigoo anak kecil cerewet yang suka sekali mengomeli Sehun karena melarangnya banyak makan coklat," angguk Minho akhirnya mengingat.
"Karena Seulgi sudah mengenal Baekhyun jadi mereka tidak akan canggung nantinya harus tidur satu tenda," ujar Chanyeol disambut anggukan oleh dua pemuda disampingnya. "Lalu, bagaimana Jepang?"
"Menyenangkan," kompak Jongin dan Minho lalu bertukar tos.
"Kalian bahkan melupakan Sehun, hm?" Chanyeol bersedekap pura-pura kesal karena mereka menelantarkan si maknae.
"Kami tidak melupakannya ahjussi, dia memblokir akses kami untuk menghubunginya," jawab Jongin.
"Dia bahkan tidak menerima pertemanan yang kami ajukan di akun SNS barunya, sementara akun Me2Day nya tidak lagi seaktif dulu," tambah Minho. "Maknae benar-benar marah pada kami."
"Setidaknya saat itu masih ada Taehyung, teman satu tim debat bahasa Jepangnya itu."
"Ya, Taehyung masih sering mengabari kami tentang Sehun sampai sebelum kami kembali ke Seoul untuk liburan semester akhirnya Sehun berbaik hati bergabung di group chat juga menerima pertemanan kami di SNS," ujar Jongin.
"Mungkin dia melunak karena telah memiliki Baekhyun, maknae kita tak lagi merasa kesepian."
Ketika nama Baekhyun disebut selalu ada desiran aneh yang menyapa lubuk hati Chanyeol, padahal bukan namanya yang disandingkan dengan nama Baekhyun melainkan nama Sehun.
"Oh ya, ahjussi dengar kau berpacaran dengan Krystal," Jongin bereaksi dengan mengusap tengkuknya semacam salah tingkah.
"Ya, mereka memiliki hubungan sekarang," angguk Minho. "Sangat tidak terduga sekali bukan ahjussi?"
"Ya, sangat tidak terduga," setuju Chanyeol. "Krystal bahkan terlihat tidak tertarik pada salah satu diantara kalian dulu, ia memperlakukan kalian persis seperti ia memperlakukan Minho. Seperti saudara lelakinya sendiri."
"Time change, people change, mungkin semacam itu ahjussi," Minho menepuk punggung Jongin.
"Lalu kapan kau sendiri punya kekasih, Minho-ya?"
"Mungkin ketika ahjussi memiliki calon ibu baru untuk Sehun," Chanyeol nyaris menyemburkan coke yang baru akan ditengaknya. Chanyeol tidak merasa keberatan ataupun marah jika Sehun, Jongin bahkan Minho terkadang mencandai bahkan mengompori dirinya untuk mencari kekasih. Mungkin itulah yang membuat mereka nyaman jika berinteraksi dengan mengobrol dengan Chanyeol.
"Sehun saja sudah punya kekasih ahjussi," Jongin ikut mengompori.
"Ya, anak sulung jangan ikut-ikutan," Jongin nyengir sama sekali tidak merasa salah bicara.
"Sehun bilang ahjussi sepertinya sedang dekat dengan seseorang," celetuk Jongin.
"Kapan Sehun mengatakannya?" tanya Minho.
"Maknae tidak cerita padamu?" tanya Jongin. "Ah terang saja, kau kan kadang seperti ember pecah Minho-ya."
"Ya! Kau!" Minho bersungut-sungut.
"Sehun mengatakan itu padamu?" tanya Chanyeol pula.
"Ya, dia sering memperhatikan ahjussi secara diam-diam," jawab Jongin. "Sehun bilang ahjussi sulit berjauhan dengan ponsel akhir-akhir ini, terkadang akan tersenyum sendiri dan akan menjauh atau masuk kedalam kamar jika ada yang menelpon. Padahal biasanya jikalaupun itu urusan kantor maka ahjussi hanya pergi kedapur lalu kembali lagi namun kini Sehun lebih sering ditinggal sendiri setiap kali ahjussi menerima telpon."
"Wahh maknae menceritakannya dengan sangat detail," kekeh Minho. "Jadi ahjussi, siapa dia, siapa wanita ini hehe," Minho mengedik-ngedikkan alisnya turun naik.
"Seseorang," hanya jawaban singkat itu yang diberikan oleh Chanyeol.
"Argh ahjussi tidak seru!" protes Minho.
o)(o
Kemarin Sehun mengatakan tentang rencana untuk mengadakan camping dihalaman belakang rumahnya bersama dengan Minho, Jongin, Chanyeol dan juga Seulgi. Mendengar nama Chanyeol seketika Baekhyun bersemangat dan mengatakan ia akan meminta izin pada ibunya untuk acara camping itu.
Ibunya mengizinkan
Yeayy!
Terima kasih untuk tenggat waktu peluncuran koleksi baru milik ibunya yang sudah hampir mendekati deadline sehingga membuat Jessica lebih banyak menghabiskan waktu di butiknya. Sementara sang suami baru akan kembali hari Senin.
"Tolong jaga anak manja ini ya Sehunie."
"Mom, aku tidak manjaaaa~"
"Katakan pada gadis yang merengek barusan," Jessica merapikan poni Baekhyun lalu mengecup puncak kepala Baekhyun lembut. "Titip salam untuk ayahmu ya Sehunie."
"Tentu aunt, dan saya akan menjaga Baekhyun, jangan khawatir."
"Aunt percaya padamu," angguk Jessica.
Baekhyun mengenakan ransel berwarna merah muda yang isinya adalah pakaian, alat mandi, handuk serta perlengkapan lainya dan juga beberapa cemilan. Maka tak heran jika Sehun mengeryitkan dahinya ketika ia mengambil alih ransel Baekhyun.
"Baekhyun membawa lemari baju serta kulkas didalamnya Sehunie," canda Jessica.
"I'm not mom," merengek lagi. Jessica menyahuti dengan kekehan kecil sebelum melambai kecil pada Baekhyun yang sudah berada didalam mobil bersama Sehun.
"Have fun," ucapnya.
Sekitar tiga puluh menit kemudian keduanya sampai didepan halaman rumah keluarga Kang, dan Seulgi keluar menyambut mereka dengan ransel merah dipunggungnya. Tampaknya isinya tak beda jauh dari isi tas Baekhyun jika melihat dari gembungan yang tercipta disana. Song Qian keluar dengan berpakaian rapi dan sudah menenteng tas serta kunci mobil.
"Ayi juga akan keluar?" tanya Sehun.
"Ya, ada sedikit keperluan," jawab Song Qian lalu beralih pada Baekhyun dan meraihnya kedalam pelukan yang sempat membuat Baekhyun terkejut. "Apa kabar Baekhyunie, sudah lama tidak bertemu."
"Aku baik ayi, maaf belum sempat mampir."
"Lain kali kita harus bertemu diluar untuk sekedar ladies time bersama dengan Seulgi."
"Itu ide bagus mama," sahut Seulgi yang sudah berada didalam mobil.
"Tentu ayi," Song Qian tersenyum seraya mengelus puncak kepala Baekhyun.
Astaga setiap kali ia melihat Baekhyun, rasanya Song Qian menjadi begitu emosional dan Seulgi dapat merasakan itu. Maka untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, remaja itu segera meminta Sehun dan Baekhyun untuk masuk kedalam mobil karena ia sudah tidak sabaran untuk camping.
"Jaga dirimu dan jangan terlalu manja pada ahjussi ataupun oppa, okay?"
"Okay mama, sampaikan salam rinduku pada appa ketika ia pulang dari China nanti malam."
"Okay baobei."
o)(o
Ketika Sehun, Baekhyun dan Seulgi tiba dikediaman keluarga Park, Chanyeol sudah berada diteras rumah bersama dengan Jongin. Keduanya tampak tengah membicarakan sesuatu sementara Chanyeol mengangguk-anggukan kepala.
"Appa."
"Kalian sudah tiba," ucap Chanyeol sempat bertukar lirikan dengan Baekhyun. "Masuklah, Minho sudah menunggu diteras belakang."
"Appa mau kemana?"
"Ahjussi akan berbelanja," Jongin yang menjawab.
"Tapi mobilkan aku pakai tadi," mengingat mereka baru saja tiba.
"Kan masih ada mobil Minho," sahut Jongin.
"Ahjussi akan berbelanja?" tanya Baekhyun.
"Ya, karena kita akan barbeque jadi ahjussi harus membeli bahan-bahan lainnya yang tidak ada didalam kulkas," jawab Chanyeol.
"Berbelanja dimana?"
"Minho minta dimasakkan samgyetang tetapi dengan ayam kampung, jadi sepertinya ahjussi harus berbelanja dipasar tradisional."
"Tapi sudah jam segini apa masih ada pasar yang buka?" tanya Seulgi mengecek jam tangannya yang menunjukkan pukul tiga sore.
"Setahuku ada pasar yang buka sampai 24 jam, kalau tidak salah namanya pasar ikan Norjangjin," Jongin yang menjawab. "Dulu bibi yang memasak di apartemen keluargaku pernah bercerita tentang itu, kalau aku tidak salah ingat."
"Ahjussi tahu pasar itu, dan biar ahjussi cek kesana."
"Bolehkah aku ikut?" tanya Baekhyun membuat empat pasang mata menatapnya nyaris bersamaan.
"Kau mau ikut appa ke pasar, chagiya?"
"Iya, aku belum pernah ke pasar tradisional sebelumnya," jawab Baekhyun.
"Calon istri yang baik harus menginjakkan kakinya dipasar tradisional," celetuk Jongin menggoda. Sehun memutar bola matanya mendengar itu. Ia rasa Jongin sudah tertular Minho.
"Belanja dipasar tradisional itu tidak seperti di supermarket eonni, apa eonni yakin?" tanya Seulgi pula. Baekhyun mengangguk meyakinkan.
Well, ini adalah kesempatan dimana dirinya bisa pergi berdua dengan Chanyeol. Maka Baekhyun tidak boleh melewatkan kesempatan ini.
"Kalau begitu pergilah," Sehun merangkul bahu Baekhyun. "Apa yang perlu kukhawatirkan jika kau pergi bersama ayahku."
Sehun telah salah berbicara
Dia seharusnya mengkhawatirkan itu
Diam-diam Baekhyun dan Chanyeol saling melirik, ada perasaan aneh yang dengan tiba-tiba mengusik hati nurani mereka. Sehun yang innocent dan tak mengetahui apapun. Tidak menyadari bahwa ia telah dicurangi dibelakang punggungnya oleh dua orang terkasihnya.
Sehun menyerahkan kunci mobil Chanyeol kembali sementara Chanyeol memberikan kunci mobil Minho padanya.
"Kalau begitu– kami pergi dulu," ucap Chanyeol.
"Hati-hati dijalan appa, chagiya."
"Ya," angguk Chanyeol diikuti oleh Baekhyun.
Dalam diam sepasang kekasih rahasia itu memasuki mobil dan menatap pada pintu rumah yang tertutup menelan Sehun, Jongin dan Seulgi.
Maafkan appa, Sehunie
Oppa– maafkan aku
o)(o
Kurang lebih 5 menit telah berlalu dalam kesenyapan. Dimana Baekhyun dan Chanyeol terlarut dalam pikiran mereka masing-masing. Seolah tengah memikirkan kesalahan yang telah mereka perbuat pada Sehun.
Chanyeol pikir mereka tak bisa hanya berdiam seperti ini disepanjang perjalanan, maka ia memutuskan untuk memperbesar suara musik yang diputar di MP3 mobilnya. Sebuah lagu dari boygroup BTOB berjudul For You yang menjadi soundtrack dari drama hits Cinderella and Four Knights merasuk gendang telinga kedua anak manusia yang masih betah tak bersuara.
Make you feel
My love love love
Ije deoneun neo honjaga aniya
(You're not alone anymore)
Nae sarangeun nalmada deo keojyeoga
(My love grows each day)
Jeongmal neo hanabakke molla
(I really know nothing else but you)
Baekhyun menoleh kearah Chanyeol dan Chanyeol balas menoleh sebentar lalu kembali menghadap depan karena ia tengah menyetir. Tetapi Baekhyun tahu ia tengah tersenyum, melihat bagaimana sudut bibirnya tertarik seperti Baekhyun.
Perasaan Baekhyun menjadi lebih baik dan lantunan manis dari BTOB menemani keduanya disepanjang jalan menuju ke pasar ikan Noryangjin.
Noryangjin Fish Market
Chanyeol memarkirkan mobilnya lalu keluar dari dalam mobil dan bergegas membukakan pintu mobil untuk Baekhyun.
"Oppa tidak perlu melakukannya, sungguh."
"Kau tidak suka ya?"
"Bukan begitu, itu– terlalu memanjakanku tahu," jawabnya malu-malu.
"Aku senang memanjakanmu," jawab Chanyeol tulus. Baekhyun merasakan hatinya mengembang hanya karena mendengar ucapan Chanyeol. "Kau siap untuk berbelanja?"
"Uh-uh–" Baekhyun menggelengkan kepala "–oppa tidak khawatir ya kehilangan aku saat kita berbelanja nanti," Baekhyun menyelipkan jemari mungilnya untuk mengisi sela-sela jemari Chanyeol yang lebih besar.
Ada hentakan kecil didada Chanyeol
Hingga menimbulkan desiran yang merambat ketengkuknya ketika genggaman tangan mereka menyatu
Padahal ini bukan untuk pertama kalinya, seingat Chanyeol. Ia terkekeh pelan dan mengusuk puncak kepala Baekhyun.
"Baiklah, oppa akan menggenggam tanganmu agar oppa tidak kehilanganmu dikeramaian pasar," jawab Chanyeol.
Dengan bergandengan tangan sepasang sejoli itu memasuki pasar yang nyatanya sudah tidak begitu ramah seperti situasi pada pagi hari. Ini sudah jam 3 sore jadi wajar saja jika pasar tak lagi ramai. Sepanjang jalan Baekhyun dapat melihat berbagai jenis ikan yang dijual oleh para penjual ikan. Meskipun berbau amis namun Baekhyun tampak excited ketika melihat beberapa jenis ikan yang tak pernah ia lihat sebelumnya.
Namun tujuan utama mereka bukan untuk membeli ikan melainkan membeli ayam kampung, dan untunglah mereka menemukan toko paling ujung yang menjual ayam kampung untuk dimasak samgyetang. Setelah selesai dengan ayam kampung, mereka kembali berkeliling untuk mencari gurita serta melengkapi bahan lainnya.
"Oh tteobokki," celetuk Baekhyun ketika melihat seorang ahjumma penjual tteobokki didepan toko yang menjual ikan kering.
"Kau mau?"
"Boleh?"
"Tentu saja," jawab Chanyeol. Mereka menghampiri ahjumma itu untuk membeli tteobokki. Dan Baekhyun mengusulkan agar mereka membelikan juga untuk yang lainnya dirumah. Tak hanya tteobokki mereka juga menemukan penjual jajanan kecil lainnya. Dan membeli untuk camilan dirumah pula.
"Ini sekilo, apakah cukup?" tanya ahjumma yang tengah menimbang gurita yang masih hidup diatas timbangan.
"Ya ahjumma itu sudah cukup," jawab Chanyeol. Ahjumma itu mengangguk mengerti lalu mengikat kantong plastik berisi gurita tersebut dan menambahkan kantong plastik lainnya agar tidak bocor.
"Apakah kalian pasangan muda yang baru saja menikah?" tanya sang ahjumma membuat Baekhyun dan Chanyeol terkejut bukan main.
"A– tidak ahjumma, kami–"
"Aigoo masih malu-malu ya," kekeh sang ahjumma.
"Kami bukan sepasang suami istri ahjumma," Chanyeol berujar dengan senyuman sopan.
"Kalau begitu sepasang kekasih bukan?" tebaknya. "Kalian terlihat sangat cocok satu sama lainnya, meskipun kekasihmu terlihat lebih muda itu bukan masalah. Wanita akan terlihat menua ketika sudah hamil dan melahirkan."
Pipi Baekhyun memerah bukan main, ia bahkan mengeratkan genggaman tangan mereka
Chanyeol sendiri dapat merasakan telinganya memanas dan pastilah sudah memerah
Tak ingin memperpanjang atau ahjumma tersebut akan mengoceh ini dan itu lebih banyak maka Chanyeol membayar untuk sekilo gurita lalu dengan sopan segera pergi dari toko si ahjumma.
"Ehem..ehem!" Chanyeol berdehem. Selalu, untuk menghilangkan kegugupannya.
"Itu tadi– sesuatu sekali ya oppa," sepasang sejoli itu berpandangan lalu terkekeh mengingat kembali ucapan si ahjumma. Ini pertama kalinya ada yang mengatakan hal seperti itu pada mereka dan rasanya– Baekhyun ataupun Chanyeol sulit menutupi bahwa mereka senang mendengarnya.
Chanyeol memasukkan belanjaan ke bagasi belakang mobilnya dan tak menyangka Baekhyun masih berada diluar mobil.
"Ada apa?" Baekhyun menggelengkan kepala.
"Meskipun hanya kepasar ikan, setidaknya aku bisa menyebut ini kencan tidak biasa kedua kita yang menyenangkan," Chanyeol tertawa kecil mengusap pipi Baekhyun.
"Aku bahkan tak berpikir bahwa kau akan menyebut ini kencan, sunshine."
"Kan sudah kubilang, selama itu dengan oppa maka bukan masalah bagiku."
"How sweet," ia mencolek ujung hidung Baekhyun. "Baiklah, sudah saatnya untuk pulang."
"Hmm," angguk Baekhyun.
o)(o
Setibanya dirumah Sehun menyambut Baekhyun dan Chanyeol yang berada diruang keluarga. Dengan gerakan tiba-tiba namun lembut, Sehun menarik lengan Baekhyun hingga tubuh mungil itu menyentak pelan dadanya.
Baekhyun tersentak terkejut dengan perlakuan tiba-tiba Sehun tersebut. Namun sentakan kecil itu tak dihiraukan Sehun. Ia justru mendekatkan hidungnya pada bibir Baekhyun yang membuat Baekhyun menegang dan memundurkan tubuhnya sedikit untuk membuat jarak.
Chanyeol memalingkan pandangan, menaruh semangka diatas meja diruang keluarga begitu saja dan melenggang meninggalkan kedua sejoli itu menuju kedapur. Jongin sendiri dibuat membola melihat suguhan adegan serupa drama dihadapanya.
"Ya maknae, apa-apaan itu?" tanya Jongin.
Bukannya menjawab pertanyaan Jongin, Sehun justru memandang penuh selidik pada Baekhyun. Seolah mencoba menemukan sesuatu yang janggal dan itu sontak membuat Baekhyun dilanda rasa khawatir.
Apakah Sehun mencurigai dirinya dan Chanyeol?
Apakah interaksinya dan Chanyeol terlihat berlebihan dimata Sehun?
"Chagiya, jujur padaku– " Baekhyun menahan nafas.
"Ap– jujur apa oppa?"
"Jajanan apa saja yang kau dan appa makan saat dipasar tadi?"
"Hahh?" itu Kai
"Ja– jajanan?"
Itu sungguh diluar dugaan
Plakk!
Belakang kepala Sehun digeplak dengan sekenanya oleh Jongin yang menggelengkan kepalanya heran dengan tingkah berlebihan Sehun hanya untuk menanyakan jajanan apa yang dimakan oleh Baekhyun dan Chanyeol ketika dipasar.
"Ya! Itu sakit Kim Jongin!"
"Siapa suruh kau bersikap berlebihan, Baekhyun saja terlihat terkejut." Baekhyun hanya nyengir kecil ketika Sehun menatapnya meminta kepastian.
"Aku dan ahjussi juga membelikan jajanan untuk camilan dirumah, oppa," Baekhyun menunjukkan plastik berisi jajanan yang dibelinya bersama Chanyeol dipasar tadi. Jongin meraihnya lebih cepat dari Sehun dan itu membuat Sehun geram dan mengejarnya hingga memasuki dapur karena Jongin sudah keburu lari.
"Ya! Jangan rakus kau Kim Jongin!"
Baekhyun menghela nafas pelan namun rasa bersalah hinggap dihatinya ketika teringat tatapan Chanyeol sebelum ia meninggalkan ruang keluarga.
"Eh?" Baekhyun menatap semangka yang berada diatas meja. "Kenapa ini ditinggalkan disini begitu saja," gumamnya sambil meraih tali pengikat semangka tersebut dan membawanya kedapur.
"Oppa!" panggil Baekhyun.
"Ya!" serentak Sehun dan Jongin sambil menoleh kearah bingkai pintu dimana Baekhyun berada. Bukan hanya kedua lelaki itu tetapi Chanyeol juga turut menoleh namun tak menyahuti.
Okay, sebenarnya 'oppa' yang dimaksud oleh Baekhyun adalah Chanyeol. Namun disana hanya ada dua lelaki yang dipanggilnya dengan sebutan oppa –Chanyeol tidak termasuk– yakni Sehun dan Jongin.
Baekhyun meringis canggung
"Eung– kita melupakan semangkanya," akhirnya itulah yang dikatakan oleh Baekhyun dan ia membawa semangkanya kedapur dan menaruhnya diatas meja.
o)(o
Sementara Minho menyiapkan tenda dengan dibantu oleh Seulgi yang tampak bersemangat untuk camping, Baekhyun, Chanyeol, Jongin dan Sehun membantu didapur. Namun tak lama terdengar seruan Minho dari arah halaman belakang meminta Sehun untuk membawakan kotak perkakas.
"Sana bantu Minho oppa, oppa," suruh Baekhyun pada Sehun hanya duduk memandanginya yang tengah memotong jamur.
"Simulut speaker itu," gerutu Sehun namun tetap bangkit dari kursi menuju ke gudang untuk mengambil perkakas dan diberikan pada Minho.
Selesai dengan jamur, Baekhyun memperhatikan Jongin yang tengah memotong daging sapi untuk dijadikan dijadikan sate daging. Tak hanya itu Jongin juga sudah mencuci daging yang akan dipanggang untuk samgyeopsal.
"Aku akan mencuci paprika dan tomat untuk sate dagingnya ya oppa."
"Okay Baekhyun," sahut Jongin.
Baekhyun menghampiri Chanyeol yang sedari tadi memunggungi mereka dan sedang sibuk dengan kegiatannya membersihkan gurita menggunakan tepung. Baekhyun melirik panci diatas kompor yang berada disisi kanan Chanyeol. Panci berisi samgyetang yang sedang direbus. Chanyeol menoleh ketika menyadari keberadaan Baekhyun dan keduanya bertukar senyuman diam-diam. Melihat paprika serta tomat didalam keranjang kecil yang dipegang oleh Baekhyun, Chanyeol mengerti jika Baekhyun ingin mencuci paprika dan tomat tersebut. Maka ia bergeser sedikit memberikan ruang pada Baekhyun.
Selesai dengan mencuci paprika dan tomat, Baekhyun menyempatkan untuk mengedipkan mata pada Chanyeol sebelum ia berbalik. Dan Chanyeol menggelengkan kepala kecil dengan bibir mengulas senyuman.
"Oppa," ucap Baekhyun pada Jongin.
"Hmm."
"Bukankah oppa sudah berjanji akan bercerita padaku," tagih Baekhyun. Jongin baru saja menyelesaikan potongan terakhir dagingnya. Sementara Chanyeol juga sudah selesai mencuci gurita dan tengah mengelap tangannya yang basah ketika ponsel disaku celananya berbunyi.
"Well, ahjussi tinggal sebentar ya," mereka mengangguk meskipun sebenarnya Baekhyun agak penasaran siapa yang menelpon.
"Mungkin urusan kantor," Jongin berujar. "Dan Baekhyun, jadi kau menagih cerita dari oppa hmm?" tanya Jongin seraya beralih ke wastafel untuk mencuci tangannya.
"Tentu saja, aku penasaran oppa."
"Baiklah, oppa akan dengan senang hati menceritakan padamu kisah masa lalu kekasih hatimu itu," jawab Jongin. "Tapi sambil mengerjakan sate daging, okay?"
"Okay oppa!" setuju Baekhyun.
Jongin menyerahkan tusukan yang terbuat dari kayu pada Baekhyun setelah ia selesai memotong paprika dan tomat. Lalu perlahan mulai menusuk daging, paprika, bawang bombai serta tomat pada tusukan tersebut.
"Sehun yang sekarang jelas berbeda dengan Sehun yang aku dan Minho kenal beberapa tahun lalu, setidaknya setelah kami meninggalkannya untuk kuliah di Jepang," Jongin memulai. "Ia lebih dewasa dari lelaki berusia 17 tahun yang pernah kukenal."
"Well, Sehun oppa sekarang 19 tahun oppa."
"Ya, dia 19 tahun, dia memiliki kekasih dan sekarang ia seorang mahasiswa," ujar Jongin. "Usianya bertambah dan statusnya juga berubah maka tak heran jika sikapnya juga turut mengalami perubahan. Itu yang dinamakan pendewasaan diri."
"Bagaimana Sehun oppa yang dulu?"
"Sehun yang dulu adalah remaja yang selalu berkata 'ia baik-baik saja' tetapi sesungguhnya ia tidak, dan ia akan berkata 'aku tidak merasa kesepian dirumah' namun kenyataannya ia lelah dengan kesendirian," ujar Jongin. "Tapi ahjussi tidak pernah mengabaikannya, meskipun ia sibuk dengan pekerjaannya dikantor ia akan menyempatkan untuk mengirimkan pesan pada Sehun disaat jam makan siang. Atau pada jam pulang sekolah ia akan menelpon atau mengirimkan pesan apakah Sehun memiliki kegiatan lain setelah pulang sekolah. Apa yang ingin Sehun makan pada saat makan malam nanti. Mereka bahkan selalu melewati hari ulang tahun Sehun dengan makan malam bersama."
Baekhyun menyimak cerita Jongin dengan baik meskipun tangannya tak berhenti bekerja dengan daging dan tusukan.
"Sehun adalah tipikal remaja sensitif jika itu menyangkut tentang appanya, ia tidak ingin menunjukkan rasa kesepiannya karena ia tahu bahwa bukan hanya dirinya yang merasa kesepian tetapi juga ahjussi."
"Sehun oppa tak pernah bosan untuk bercerita tentang ahjussi."
"Itu karena ia sangat menyayangi appanya," jawab Jongin.
"Ceritakan bagaimana oppa dan Minho oppa bisa berteman dengan Sehun oppa."
"Ia bergabung di klub bahasa Jepang dimana aku dan Minho juga berada disana. Dan karena kemampuan bahasa Jepangnya bagus maka dia bergabung di tim debat dimana aku pernah menjadi tim leader ketika ia masih berada ditingkat satu, dan aku di tingkat dua. Dan saat aku sudah berada ditingkat tiga aku mengundurkan diri sehingga digantikan oleh orang lain," cerita Jongin. "Sehun itu senang berada diantara orang yang lebih tua darinya karena mereka akan memperhatikannya dikarenakan ia adalah yang termuda. Kupikir itulah salah satu alasan kenapa dulu ia dan Irene sempat bersama."
Irene lebih tua dari Sehun
Ia lebih dewasa dan bisa dikatakan memperhatikan Sehun dengan baik
"Baekhyun, oppa tidak bermaksud– "
"Tidak apa-apa oppa, aku mengerti," jawab Baekhyun dengan gelengan ringan.
"Sehun dimasa itu sangat berbeda dengan Sehun yang sekarang, ia yang sekarang lebih dewasa dan mandiri. Bukan berarti dulu ia tidak mandiri, namun kadang kala ia menggantungkan diri pula pada orang terdekatnya. Namun kini ia justru memilih menjadi tempat bergantung bagimu dan Sehun menikmati peran itu," ujar Jongin.
"Maksud oppa– "
"Kau membantu Sehun untuk menjadi lebih dewasa dan itu adalah hal yang bagus, Baekhyun," Jongin mengangguk pada Baekhyun, menunjukkan sebuah senyuman sebagai pendukung dari ucapannya.
"Aku tidak menyangka bahwa– kehadiranku memberikan dampak seperti itu pada Sehun oppa," ujar Baekhyun pelan.
Dan lagi
Lagi
Untuk kesekian kalinya hatinya merasakan denyutan nyeri ketika kenyataan yang dibeberkan oleh Jongin tentang masa lalu Sehun seolah menyudutkan dirinya. Bagi Sehun, Baekhyun adalah segalanya.
Lantas bagi Baekhyun sendiri?
"Serius sekali," suara Sehun membuat atensi Baekhyun dan Jongin teralih pada sosoknya yang memasuki dapur diikuti oleh Chanyeol. "Sedang mengobrol apa sih, hm?" tanya Sehun pada Baekhyun.
"Jongin oppa menceritakan kisah masa lalu oppa."
"HAH?"
"Ya! Kau berlebihan maknae!"
"Aku tidak menyangka oppa itu ternyata seperti itu."
"Seperti itu bagaimana, Kim Jongin apa yang kau ceritakan pada kekasihku?" tanya Sehun. "Kau pasti mengataiku kan?"
"Hihi aku tidak bisa membayangkan kalau oppa dulu bisa bersikap kekanakan dan manja."
"Oppa tidak Baekkie," elak Sehun.
"Oh kalau tentang itu Jongin tidah berbohong, Sehun memang sangat cute dan menggemaskan dulu," Chanyeol ikut menambahi. Dan Sehun mengerang tidak terima.
"Aku tidak, appa kenapa appa malah berkomplot dengan si beruang coklat ini."
Chanyeol hanya menyahutinya dengan kekehan ditimpali oleh Baekhyun dan Jongin. Ditengah kekehan dan erangan frustasi Sehun, ada dua mata yang diam-diam saling melirik lalu tersenyum disudut bibir.
o)(o
Sementara yang lainnya sedang menikmati waktu santai di halaman belakang rumah sambil menikmati semangka, Baekhyun kini sedang mencuci selada untuk disantap nanti malam bersama dengan hidangan barbeque.
Membelakangi pintu masuk ruang makan dan dapur, Baekhyun tak menyadari jika Sehun tengah mengendap-endap dibelakangnya dan secara tiba-tiba memeluk Bakehyun dari belakang.
Grepp
"Hahh!" sentaknya terkejut. "Astaga oppa, kau– membuatku terkejut."
"Hehehe aku hanya ingin memiliki waktu berkualitas denganmu sebentar, chagiya."
"Tapi tidak enak jika yang lain melihatnya oppa."
"Gwechana toh mereka tahu kau kekasihku, chagiya," jawab Sehun. "Sebentar saja, aku merindukanmu."
Baekhyun memiliki keinginan keras untuk menolak pelukan itu, entah darimana datangnya dorongan akan keinginan tersebut.
Ada semacam ketidaknyamanan ketika merasakan pelukan Sehun, familiar namun terasa asing.
Dan entah bagaimana itu menyakiti Baekhyun hingga membuat ia bertanya pada detakan hatinya yang melemah
Ini tidak mungkin kan?
Lalu sambil menghela nafas pelan Baekhyun sedikit mengangkat pandangan dan disaat itulah dirinya melihat pantulan bayangan Chanyeol lewat kaca lemari cabinet. Bagian pintu lemari cabinet dapur merupakan kaca berwarna biru bening dan pantulan samarnya memperlihatkan refleksi sosok kekasih Baekhyun yang lainnya.
Mengurungkan niatnya untuk mengambil minuman ringan dikulkas Chanyeolpun berbalik untuk tidak mengganggu momen diantara putranya dan Baekhyun– kekasihnya. Kekasih Sehun yang juga kekasihnya. Ada cubitan kecil dihatinya ketika ia melangkahkan kaki menjauh, tidak kembali ke halaman belakang rumah melainkan menuju ke ruang kerjanya.
Chanyeol tahu bahwa hubungan mereka tidak akan mudah
Namun ia tak menyangka bahwa rasanya akan seperti ini ketika ia melihat interaksi Sehun dan Baekhyun. Ini berkali lebih menyakitkan sebelum dirinya dan Baekhyun memiliki hubungan. Chanyeol tak dapat protes karena ini adalah resiko dari keputusan yang diambil olehnya. Sehun berhak atas Baekhyun. Dirinya juga berhak– namun dalam situasi dan kondisi yang berbeda.
o)(o
Minho sudah mulai menyalakan pemanggang daging begitu langit telah berubah menjadi jingga gelap. Sementara Seulgi berdiri disampingnya memperhatikan apa yang dilakukan oleh Minho.
"Wahh, oppa melakukan segalanya dengan sangat baik," puji Seulgi takjub. "Membangun tenda, memotong kayu untuk api unggun dan sekarang menyiapkan pemanggang untuk daging. Biasanya dirumah mama menggunakan pemanggang listrik." Minho tertawa kecil mendengar pujian polos dari Seulgi.
"Menyalakan pemanggang secara manual begini akan terasa lebih menyenangkan, meskipun hanya camping dihalaman rumah tetapi akan terasa seperti camping di alam terbuka seperti hutan atau pegunungan, bagaimanapun jika camping ditempat seperti itu kita tidak akan menemukan keberadaan listrik untuk bisa menggunakan pemanggang listrik bukan?" ujar Minho dijawab anggukan oleh Seulgi.
"Aku tidak pernah ikut camping, mama lebih setuju aku mengikuti klub menari, dan beruntung aku juga suka menari," ia bercerita.
"Jadi klub apa saja yang kau ikuti Seulgi-ya?"
"Hanya klub menari, klub bahasa China, dan mama memaksaku untuk mengambil kelas memasak," ia bersungut diakhir kalimat.
"Wahh, jadi kau bisa memasak?"
"Karena mengikuti kelas memasak itu kemampuan memasakku menjadi tidak terlalu buruk, setidaknya aku bisa memegang pisau dengan benar oppa," kekeh Seulgi.
"Itu bagus untuk anak perempuan, bagaimanapun nanti juga kau akan menikah dan menjadi ibu rumah tangga," ujar Minho sok bijak. "Jadi, apa kau sudah punya pacar?" tanya Minho.
"Hoy!" itu Sehun yang sedari tadi sebenarnya berada dibelakang punggung Seulgi dan Minho yang sedang mengobrol. Sehun mengawasi adik sepupunya yang tak lepas dari tatapan Minho sejak dia masuk kedalam rumah tadi sore. "Jangan coba-coba merayu adikkku, sunbae."
"Oppa, kau ini sungguh mengganggu," gerutu Seulgi.
"Ya! Bocah, jangan dekat-dekat dengannya sana bantu Baekhyun eonni memanaskan makanan," suruh Sehun. Seulgi mengerucutkan bibirnya kesal namun ia tetap menurut apa perkataan Sehun.
"Oppa pucat, jelek, bau, sok ganteng, wekk!" Seulgi secepat kilat berlari memasuki rumah setelah puas melontarkan ejekan yang mana mengundang tawa Minho dan Jongin yang sedari tadi duduk di bench sibuk berkutat dengan ponselnya.
"Pucat," kata Jongin.
"Jelek," sambung Minho.
"Bau."
"Sok ganteng," dan kedua sahabatnya itu kembali terbahak.
"YA!" sentak Sehun kesal dan memilih untuk masuk kedalam rumah untuk menyusul Seulgi dan mengomeli anak itu. "KANG SEULGI KEMARI KAU BOCAH!"
"Eonniiiiiii tolong aku!" Seulgi berlindung dibalik punggung Baekhyun begitu Sehun sudah memasuki dapur dengan berkacak pinggang.
"Kau ini dasar bocah, malah mengatai oppamu jelek dan bau, mana pernah oppa jelek dan bau, oppa selalu tampan dan wangi," Baekhyun menepuk bahu Sehun menahan tawa mendengar ucapan penuh rasa percaya diri dari Sehun itu. Sementara dibalik punggungnya Seulgi mendengus.
"Sudahlah oppa," ucap Baekhyun. "Omong-omong dimana ahjussi?" tanya Baekhyun yang tak melihat keberadaan Chanyeol sejak tadi.
"Ahjussi diruang kerjanya," itu Seulgi yang menjawab. "Sore tadi saat keluar dari toilet aku melihat ahjussi masuk kedalam ruang kerjanya."
"SEHUN BAWA GUNTING DAN PENJEPIT MAKANAN TAMBAHAN KEMARI!" itu suara Minho yang berteriak dari halaman rumah.
"Berisik sekali, Seulgi ambilkan gunting dan penjepit makanan didalam laci," suruh Sehun. "Aku akan sekalian keruang kerja appa setelah ini."
"Bagaimana jika aku saja oppa?" tawar Baekhyun. Sehun menatapnya dengan telapak tangan menerima uluran gunting dan penjepit makanan dari Seulgi.
Ini adalah kali kedua Baekhyun menawarkan diri untuk hal yang memiliki hubungan dengan Chanyeol. Pertama tadi saat akan berbelanja dan kedua saat ini.
Mungkin ini hanya perasaan Sehun– tapi ia tahu harusnya ia tak mengeluh atau berkeberatan jika Baekhyun tidak menjadi canggung disekitar Chanyeol, appanya. Menemani berbelanja, masak bersama, lalu sekarang hanya sekedar mengecek keberadaan Chanyeol diruang kerjanya. Tidak ada yang salah dengan itu, bukan?
Ya, tidak ada yang salah begitulah pikir Sehun dan akhirnya ia mengangguk lalu memberitahukan Seulgi untuk tetap mengawasi sepanci samgyetang yang sedang dipanaskan.
"Eonni tinggal sebentar ya," Seulgi mengangguk sambil mengaduk kuah samgyetang. Namun diam-diam ia menoleh kebelakang untuk menatap punggung Baekhyun yang menjauh lalu berbelok dilorong sebelah kiri.
Seulgi masihlah remaja berusia 15 tahun namun ia telah mengetahui lebih banyak dari lelaki berusia 19 tahun yang sudah dianggapnya seperti kakak kandungnya sendiri– Park Sehun. Ia mengetahui bahwa Baekhyun begitu mirip dengan mendiang sahabat Chanyeol dan ibunya.
Katakanlah remaja ini semacam berdelusi atau berlebihan akan tatapannya yang terkadang ia singgungkan pada Chanyeol dan Baekhyun.
Seulgi hanya merasa– ada sesuatu diantara lirikan dan tatapan yang saling bertemu antara manik bulat dan sipit itu.
Seulgi hanya menduga
Namun didalam hati kecil remaja itu ada semacam sebuah keyakinan, bahwa kembalinya sosok Baixian dalam wujud Baekhyun bukan tanpa alasan. Sang penulis takdir pastilah memiliki alasan kenapa ia memunculkan kembali sosok yang sempat ia renggut pada kisah masa lalu untuk dimunculkan saat ini.
o)(o
Tok Tok Tok!
Tidak ada sahutan maka Baekhyun memutar pegangan pintu lalu mengintip kedalam untuk mendapati Chanyeol tertidur diatas sofa panjang diruang kerjanya.
Dengan pelan dan perlahan ia masuk dan menutup pintu dibelakangnya lalu melangkah mendekati Chanyeol yang berbaring diatas sofa.
Baekhyun berjongkok disisi kepala Chanyeol menatap lembut sosok yang tertidur itu. Tampak begitu tampan, garis wajahnya yang tegas menunjukkan kematangan usianya. Dan Baekhyun mengagumi itu semua dengan sangat. Jika ia memiliki waktu didunia maka Baekhyun akan menghentikannya diwaktu saat ini agar ia bisa memandangi Chanyeol yang tertidur tanpa memusingkan tentang waktu yang terus bergulir.
"Hei oppa, wake up," bisik Baekhyun lembut membiarkan jemarinya memeta garis rahang Chanyeol dengan ujung telunjuknya– membuat dahi Chanyeol mengerut merasakan sentuhan pada wajahnya. Chanyeol bergerak menyamping dan kelopak matanya yang mengerut perlahan terbuka dan mengerjap untuk mendapati sosok Baekhyun yang tersenyum.
Tuk
Tuk
Baekhyun mengetuk ujung hidung Chanyeol dengan senyum jenaka
"Baek– hyun."
Chanyeol memiliki suara bangun tidur yang– bagaimana Baekhyun menggambarkannya. Itu terdengar menyenangkan, perpaduan suara bass yang agak serak.
"Sudah jam 6 sore, bangunlah."
"Sudah waktunya ya," Baekhyun mengangguk dan Chanyeol perlahan bangkit dari sofa untuk duduk dan Baekhyun bangkit berdiri.
Chanyeol mendongak sementara Baekhyun menunduk menatap Chanyeol tepat dimata untuk tiga detik lalu mengalihkan matanya menatap lantai.
"Hei– kenapa hmm?"
"Apa– aku menyakiti oppa?"
"Hmm?"
"Aku melihat oppa didapur– tadi," Chanyeol memberi anggukan mengerti lalu telunjuk serta jempolnya meraih telunjuk lentik Baekhyun untuk digenggam dan Chanyeol mengelus telunjuk itu dengan jempolnya. "Oppa– boleh marah padaku."
"Daripada marah akan lebih pantas bila aku menyadari akan posisiku Baekhyun," jawab Chanyeol tenang dan lembut. "Sedari awal ini adalah pilihanku untuk menjadi 'sosok lain' diantara hubunganmu dan dia. Maka aku harus menanggung segala resiko yang akan timbul untuk keberanianku mengambil keputusan itu," Baekhyun sudah akan menyela dengan ekspresi memelas. Namun Chanyeol kini menggenggam jemarinya, menyatukan genggaman mereka.
"–shuutt hatiku agak sedikit dicubit tetapi hanya seperti gigitan semut, kau tahu kan seperti saat kau pertama kali merasakan disuntik untuk imunisasi?" Chanyeol mencoba untuk mencairkan suasana.
"Oppa–" lirih Baekhyun.
"Ini adalah awal– kita tidak tahu bagaimana hari esok dan esoknya lagi akan berlaku namun kupastikan bahwa aku–" ia meremas lembut genggaman tangan mereka " –telah menyiapkan mentalku untuk merasakan cubitan yang lebih dari ini, apa laba-laba bisa mencubit?" Baekhyun terkekeh pelan dan Chanyeol tersenyum bukan main tampan dan Baekhyun menyukainya.
"Seperti memakan strawberry ya?" ucap Baekhyun.
"Hmm?"
"Hubungan kita," ucap Baekhyun. "Seperti memakan strawberry, manis namun sedikit asam."
"Kadang kupikir apa yang Xiao Lu alami saat ini semacam memakan strawberry."
"Huhh, kenapa begitu?" tanya Song Qian.
"Karena kau dapat mengecap rasa asam dan manis disaat yang bersamaan, ada rasa bahagia karena saat ini sebuah kehidupan tengah tumbuh diperut Xiao Lu namun ada kesedihan karena Xiao Lu tak dapat memberitahukan Li yisaeng tentang hal itu," jelas Baixian.
"Bittersweet," celetuk Chanyeol. Baixian menoleh kearahnya dan tersenyum lalu memberi anggukan setuju.
"Hmm bittersweet."
Baixian menyebutnya bittersweet
Sementara Baekhyun memberikan pengandaian lain dengan sweet and sour
Namun keduanya memiliki makna yang hampir sama
Baixian dan Baekhyun adalah dua orang yang hidup pada masa yang berbeda, keduanya tak memiliki kesamaan sifat namun terkadang mengejutkan Chanyeol dengan cara berfikir yang hampir menyerupai. Tetapi yang tak dapat dielakkan adalah wajah keduanya sama, bukan lagi serupa tetapi sama.
Lantas masih siapa gerangan yang sesungguhnya memiliki hati Chanyeol saat ini?
Baixian dalam wujud Baekhyun
Atau Baekhyun
Hanya Baekhyun
Tok Tok Tok!
Baekhyun reflek menoleh kebelakang punggungnya dimana suara ketuka pintu berasal begitupun dengan Chanyeol.
"Appa!"
Manik Baekhyun membesar dan genggamannya pada tangannya Chanyeol mengerat dengan jantung yang berdetak terlampau kencang ketika suara Sehun terdengar dibalik pintu ruang kerja Chanyeol.
"Se– Sehun oppa…" lirih Baekhyun.
To be continued
KEPO :
Kisah cinta yang indah tak selalu membutuhkan hal intim menjurus ke vulgar. Saya tidak akan munafik toh saya membaca dan menulis kisah FF dengan rate M. Tetapi bukan berarti didalam sebuah kisah harus selalu disisipi itu untuk membuat cerita tersebut menjadi menarik.
Honestly, saya menyayangkan pertanyaan tentang kenormalan seseorang dari kebutuhan sex mereka. Setiap manusia memiliki kebutuhan biologis, benar. Hanya saja itu tidak menjadi patokan tentang normal dan tidaknya seseorang.
Sebuah hubungan itu tidak hanya dinilai dari seberapa banyak skinship (kiss, holding hands, hug, ML) yang telah mereka lakukan. Memiliki seseorang berstatus kekasih bukan hanya untuk kebutuhan biologis semata. Jika kamu berfikiran seperti itu maka kita memiliki pandangan yang berbeda tentang sebuah hubungan yang dewasa.
Dan yang juga membuat saya miris adalah, ini semacam ChanBaek identik dengan hal-hal berbau pervert seperti itu. Saya membaca FF ChanBaek dengan berbagai Genre dan Rate. Dan saya rasa itulah yang membuat pikiran pembaca terdoktrin kearah sana. ChanBaek not always about pervert and vulgar things guys, seriously. Jika pembaca tidak memiliki pemikiran yang sama dengan saya, tidak masalah. Setiap orang memiliki pola pikir yang berbeda. Tetapi inilah saya, dan beginilah cara saya menuangkan kisah ChanBaek didalam FF saya.
Terkadang saya berfikir, apa mungkin karena saya sudah terlalu tua untuk menanggapi gejolak remaja para pembaca yang menggebu-gebu hahaha karena saya tahu kebanyakan pembaca adalah remaja. Entahlah, maybe
Tetapi seperti yang selalu saya katakan, saya tidak akan merubah alur cerita ini karena saya dan pemilik ide cerita ini telah menentukan bagaimana cerita ini bermula dan berakhir. Saya menerima saran serta kritik untuk dipertimbangkan.
Untuk yang masih mempertanyakan tentang Xiao Lu, tentang kenapa Irene, tentang pemilihan cast didalam FF saya ini maka jawaban saya adalah ini adalah FF saya XD that's it
Saat ini pembaca akan merasa ini tidak cocok, ini tidak pantas, ini seharusnya begini dan ini seharusnya begitu. Saya yakin, bahkan setelah FF ini nanti selesai komentar seperti itu akan tetap ada.
Saya menyiapkan sesuatu untuk FF ini, dimana setiap chapter – almost – saya memberikan clue yang mungkin terlewati bagi para pembaca. Saya dan Dee Stacia telah memiliki akhir dari FF ini dan so far tidak ada niatan sama sekali untuk merubahnya.
Mungkin akan membuat reader kecewa, maybe
Mungkin juga akan membuat terkejut, who knows
Just anticipate it ^^ kepada para readers yang selalu menikmati kisah ahjussi dan dek Sunshine, gomapchu :*
Update bareng Flameshinee ft JongTakGu, Azova10, OhLana (wattpad), Kang Seulla, dan Hyurien92 cek list story mereka guys ^^
See you
