Tokoh:
· Arzcre a.k.a Arci
· Ieapetus a.k.a Bob
· Rhea
Genre: Fantasy, Drama
Rating: T
Disclaimer: Marvel, Rick Riordan (Percy Jackson & the Olympians), author Arzcre di situs
Warning: The Last Episode Special sebelum meneruskan cerita utama Heroes Chronicles Universe, AU, AR
Episode Special 03 (Arci)
"Di mana … aku?" Tanya seorang pemuda kebingungan.
Wajah memang tidak menampakkan pasca bertarung dengan Isna, satu-satunya saudari Wolf of Desert yang mampu menyerbu kota Jakarta.
Memang, mengalahkan wanita itu sangat sulit. Membutuhkan ilmu bela diri tingkat kesembilan untuk menghabisinya nyawanya. Dia balas dendam karena banyak orang tidak bersalah, termasuk mertuanya, Pak Ruslan. Sedangkan Isna balas dendam karena telah membunuh saudaranya, sekaligus kekasih dan suaminya, Rasyid.
Tidak buruk amat sih, mengingat pemuda itu bisa menebus kesalahan masa lalunya. Apalagi, dia tersenyum memberikan perlawanan yang sengit terhadap lawan lamanya itu.
Tapi, dia menyesali keputusannya. Istrinya, Riska pasti menangis melihatnya dirinya tewas. Seolah-olah, itu adalah dosa yang ditanggungnya. Sebenarnya, dia tidak mau melibatkan siapapun. Sayangnya, takdir berkata lain. Istrinya terlibat.
"Aku sudah mati rupanya?" gumam seorang pemuda.
Aneh. Masih umur 20 tahun. Tampak muda. Wajahnya pun tidak nampak. Seolah-olah, mata, hidung, mulut dan lainnya terhapus.
"Ke … kenapa dengan tubuhku? Kenapa jadi alien begini?!" katanya kaget.
"Jangan takut, Arci." Seorang wanita menghampirinya.
Wanita itu tampak terlihat muda. Berumur 40 tahun. Rambut biru, mata perak, rambutnya pun coklat dengan membawa sebuah semua elemen. Pakaiannya pun hanya sehelai kain yang menutup seluruh tubuhnya. Tidak bugil, sih. Tetapi, memang itulah pakaiannya zaman dahulu.
"Kau siapa? Kenapa aku berada di sini?" Tanya Arci.
"Seharusnya, kau berterima kasih sama anakku." Kata wanita berambut coklat. "Namaku Rhea. Aku di sini untuk membimbingmu."
"Membimbingku?" kata Arci mengerutkan dahi.
Rhea mengangguk pelan. Sementara itu, seorang pria dengan pakaian culun sedang rajin membersihkan sampah di bawah. Matanya pun sama seperti Rhea. Perak dan rambutnya pun demikian.
"Bersih, bersih, bersih! Bob membersihkan diri." Kata seorang pria bernama Bob bersemangat.
Arci sendiri bingung. Apakah dia mimpi? Ataukah kehidupan setelah mati? Dirinya tidak habis pikir dengan semua ini. Tetapi, dia mendapatkan sebuah penglihatan. Tepatnya, penglihatan yang mengerikan.
Di saat Han-Jeong, Yuda dan Ryu sedang bertarung melawan Kronos, mereka dibantu oleh para pasukan dan rakyat yang marah. Tentu saja kepada Presiden, Putra Nagarawan. Tetapi, dia melihat sebuah tempat lain. Tempat yang sangat jauh, sebuah kosmik meluncur ke Bumi. Tapi, betapa terkejutnya, itu adalah Kronos yang sebenarnya. jadi selama ini, Kronos yang bertarung bukanlah kronos yang sebenarnya. itu adalah tiruan dari seorang titan yang bernama Krios. Mengenakan topeng emas dan membuat semirip mungkin dengan Kronos. Mereka di bumi tidak menyadari, bahwa Kronos akan menghancurkan seluruh peradaban alam semesta.
"Tidak mungkin … apakah ini mimpi buruk? Jadi, ini belum berakhir?!" kata Arci putus asa.
"Umat manusia menganggapnya sudah berakhir. Dan aku sudah tahu akhirnya. Tapi, dunia mitologi dengan dunia manusia akan hancur dengan sendirinya. Karena itulah, musuh yang sebenarnya bukan hanya Kronos saja. kronos hanyalah umpan." Kata Rhea menjelaskan.
"Bob benci kakak! Sukanya merusak benda kesayangan milik bob!" gerutu Bob.
"Tunggu! Kalau begitu, ijinkan aku hidup kembali! Aku harus bilang kepada semuanya!" kata Arci bernada tinggi.
Sayangnya, Rhea menggeleng kepalanya. Dia memandang Bob sebagai saudaranya. Bukan. Kekasih sekaligus suaminya. Tempat ini hanyalah sebuah ilusi. Tepatnya, Elysium. Memang, tempat itu ditunjukkan kepada para manusia yang memiliki hidupnya tentram, damai pasca kematian. Banyak pepohonan, para nymph, naiad, dan lainnya. Bob sendiri menyukai di sini ketimbang di lubang tartarus. Selama percy dan annabeth terus berdoa dan menceritakan anak cucunya tentang kebaikannya, tentu Bob akan terus hidup dan dirinya tidak akan mudah hilang begitu saja.
"Itu mustahil, nak. Satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah bertarung. Tetapi belum saatnya." Kata Rhea.
"Lalu, apa yang harus kulakukan? Membiarkan mereka mati?!" kata Arci meninggi.
"Kau akan kuberi hadiah. Tetapi, kali ini, harus menanggung konsekuensinya." Kata Rhea memberikan sebuah logam.
Uniknya, logam itu berwarna warni. Ada api, air, tanah, petir, angin, besi, magma, aura, cahaya, kegelapan, dark matter, void dan lainnya.
"Ini … sama seperti milik Ray." Kata Arci.
"Memang. Akulah yang melatih mereka. Creator, Destroyer, Mist dan Elemental. Sayangnya, yang aku sebutin benar-benar rahasia." Kata Rhea.
"Aku mendengarkan." Kata Arci.
"Tidak, tidak, tidak! Bukan itu jawaban yang kuinginkan! Aku ingin kau yang menanggung semuanya! Seluruh galaksi, alam semesta, tergantung padamu! Jangan sampai kau melakukan kesalahan yang sama dengan muridku yang bodoh." Kata Rhea.
Rahasia? Jika itu untuk melindungi orang yang dicintainya, tentu dia akan bersedia. Tapi apa sebenarnya yang ingin dijelaskan?
"Aku bersedia." Kata Arci mantap.
Rhea menarik napas panjang. Bob menghentikan mengayunkan sapunya dan menyimak penjelasan darinya.
"Tarakan. Tarakan sendiri orang yang terkuat selain empat yang aku sebutin. Apalagi, tugasnya jauh lebih berat dari itu. Mereka memanggul semua alam semesta dan galaksi. Orang tuanya harus dari keluarga Titan." Kata Rhea menjelaskan.
"Orang Tua nya harus Dewa dengan Titan. Atau monster yang benar-benar kuat. Tujuannya apa? Untuk melindungi dunia dari kekacauan oleh ayahku, Uranus. Ayah dan suamiku, Kronos merupakan orang yang lebih kejam, tidak peduli, haus darah. Bahkan, Gaia pun demikian. Dia tidak segan-segan membunuh siapa saja yang menganggu rencana ibu pertiwi." Rhea menjelaskan lagi.
"Bisa dibilang, kekuatan 3 Titan ini adalah yang terkuat. Kami terpaksa melakukan perjanjian. Aku, Zeus, Odin, Ra, Izanagi, dan makhluk mitologi sepakat, bahwa kita bersatu dengan memiliki satu tujuan. Membunuh mereka bertiga sekaligus. Tapi tidak semudah itu. Uranus sekarang memiliki pedang langit, yang jauh lebih kuat dari siapapun. Bahkan, menebasnya dengan sekali serangan." Kata Rhea.
Arci bingung. Ternyata, dunia mitologi lebih rumit dari pertempuran melawan Putra Negarawan. Pada awalnya, dia mampu mendengarkan penjelasan dari Rhea. Tetapi, lama kelamaan dirinya tidak mengerti.
"Perjanjian itu bernama Mundi Universi. Diambil dari bahasa Latin yang artinya dunia alam semesta. Isinya adalah melindungi manusia dari kekacauan yang sebenarnya. Karena itu, diperlukan semacam superhero, supervilain untuk mengatasi hal itu. Meski mereka saling berseteru, tetapi takdir akan mempersatukan mereka semua. Yang manusia biasa, demigod, penyihir, petarung, pendekar, ilmuwan, polisi, tentara dan lain-lain. Semua ada sendiri. Sedangkan Tarakan berbeda. Mereka harus diperlakukan layaknya makhluk hidup tanpa ragu sedikitpun. Sekalipun mereka seperti robot, tetapi hati mereka lembut seperti air. Itu karena aku mengajarkan mereka untuk mencintai alam." Kata Rhea.
"Hanya satu orang yang telah mengkhianati ajaranku. Dia adalah Yucchi Finare. Kekuatannya memang dahsyat, tetapi, berambisi untuk menaklukkan dunia. Kamipun tidak bisa mengalahkannya. Sebentar lagi, perang author wars sudah dimulai. Snawta melawan Panda Aiko. Kemudian, Rayhan melawan Andi Isra. Yang lebih parah lagi, kedua teman berbeda universe, dimas dan Faiz hendrajaya akan saling bertarung." Kata Rhea sedih.
Rumit sekali, pikir Arci. Dia tidak bisa menghentikannya sekaligus. Apalagi, dia seorang pesilat, bukan creator seperti sahabatnya, ray. Arci tidak tahu harus ngomong apa.
"Lalu, kenapa kau menceritakan semua ini kepadaku. Apakah … masih ada penjelasan mengenai Tarakan?" Tanya Arci.
"Banyak. Tapi, itu versi singkatnya, Arci! Sapu, sapu, sapu!" gumam Bob ceria.
"Dia benar, Arci." Kata Rhea mengiyakan pendapat Bob. "Tapi, kali ini pengecualian. Aku ingin kau membantu Dimas, Belinda dan juga Derpina, untuk menghentikan ambisi Uranus terlebih dahulu."
"Dengan cara apa? Aku kan pesilat? Apalagi, aku tidak tahu wajahku di mana." Kata Arci kebingungan.
Saat itulah, Rhea memasukkan sebuah logam murni ke dalam tubuhnya. Tanpa disadari, tubuh Arci berubah. Tatapannya mirip seperti harimau yang siap saja menerjang. Bukan itu saja, seluruh wajahnya juga dibuat semirip mungkin. Yang menjengkelkan, dia mirip seperti orang tua berumur puluhan tahun. Banyak bekas luka di seluruh tubuhnya, baik lebam, bacotan maupun luka bakar.
"Sama persis sebelumnya. Kau apakan aku?" Tanya Arci.
"Aku menambahkan semua elemen yang kau punya. Hanya saja, mereka semua patuh kepadamu, Arci tanpa ragu." Kata Rhea.
"Begitu iya? Kelihatannya menarik! Lalu, apa yang harus kulakukan?" Tanya Arci.
"Kamu amati Snawta dan Panda Aiko di sana. Setelah itu, terserah kamu. Karena kau manusia, aku beri pengecualian." Kata Rhea. "Kau harus hidup dengan mereka. Di timeline universe sebelumnya, kau sudah mati. Tapi, di timeline universe yang aku kasih, masih hidup. Kau akan hidup dengan kondisinya luka parah. Cintailah istrimu dan selamatkan dunia. Masa mu di mulai dari sini."
Tiba-tiba, semuanya cahaya putih menyinari mata Arci. Dia membuka mata dan mengedip pelan-pelan. Sampai-sampai, istrinya, Riska menatapinya dengan menangis terharu.
"Arci. Kau … kau masih hidup." Kata Riska.
"Aku pulang, sayang. Maaf menunggu lama." Kata Arci tersenyum dan memeluknya erat.
Bagi mereka, maut adalah hal yang sulit dipisahkan. Yang hidup tetaplah hidup. Yang mati harus mati. Memang begitulah takdir. Arci sambil memeluk, melihat seorang pria tarakan yang belum dikenal. Dia berusaha mengingatnya dan mulutnya ternganga. Dimas.
"Kau … kau pasti suruhan Rhea." Kata Arci dalam hati.
"Bukan. Aku adalah anaknya. Bob adalah ayahku." Kata Dimas.
Tatapan kedua nya sangat mengerikan. Jika mata Arci mirip seperti macan mengaum. Maka dimas seekor naga hitam … dengan ditutupi awan hitam pekat.
"Masa di sini sudah berakhir. Tetapi …" kata Dimas. "Masa mu sebagai Tarakan di mulai dari sini."
Dimas memegang kunci di saat munculnya perang alam semesta. Tidak tampak Derpina yang mendampinginya. Kali ini, dia memiliki misi khusus. Yaitu mencari seorang Tarakan tersembunyi.
"Uranus, kau boleh menang. Tetapi, aku akan menghabisimu sampai titik darah penghabisan. Kali ini, aku yang akan mampir ke kosmik milikmu."
P.S: Sebenarnya, aku meluruskan mengenai Titan dan Dewa Dewi di Olympus. Arczre menceritakan secara detail mengenai pertarungan manusia melawan Kronos. Hanya saja, dia masih terlihat kebingungan membedakan antara Titan dan Dewa Dewi. Bukannya sombong, tapi Kronos adalah Titan waktu. Dia dibunuh oleh Zeus ketika menelan anak-anak Rhea seperti Demeter, Hera, Hades dan Poseidon. Hanya Zeus satu-satunya yang diselamatkan oleh Rhea. Karena itulah, Dewa tersebut membalaskan dendam kepada ayahnya dan mengambil alih zaman yang disebut Zaman Olympus. Begitu ceritanya. Dan juga, kalau misalnya ada perbedaan detail, aku minta maaf yang sebesar-besarnya, karena dari awal aku sangat menyukai tulisanmu. Dan juga, sama-sama belajar membuat plot yang lebih rumit. Baik kepadamu maupun para author di Ffn world.
To be Continued
