Chapt 17
Kyungsoo telah sepenuhnya pulih pasca operasi caesar dan sekarang ia tinggal bersama dengan Baekhyun di rumah keluarga Baekhyun. Baekhyun merawat dirinya dengan begitu baik bahkan Baekhyun membayar tetangganya Go Ara untuk membantu Kyungsoo untuk mengurus dirinya dan anaknya.
Kyungsoo benar-benar diberkati karena memiliki Baekhyun disisinya dan begitu juga pertolongan dari Chanyeol. Chanyeol yang membayar tagihan rumah sakit selama Kyungsoo dan anaknya dirawat di rumah sakit. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan membayar semua biayanya nanti, jadi dia harus bekerja keras dari sekarang.
Kyungsoo tersentak ketika ia mendengar bayinya menangis didalam box bayi. Ia bangun dari tempat tidurnya dan berjalan mendekat ke box bayinya untuk menggendong si bayi. Dia menghangatkan botol dan lalu menyusui anaknya tak langsung dari mobs-nya.
Kyungsoo merasa diberkahi karena ia masih memiliki kesempatan untuk menyusui bayinya tapi ia masih merasa tertekan ketika ia berpikir mengenai putrinya yang masih di ICU, menjalani beberapa perawatan.
"Soo ..."
Baekhyun muncul di ambang pintu sementara Kyungsoo menautkan alisnya, merasa bingung.
"Baek, mengapa kau di sini? Aku sudah bilang tadi pagi bahwa aku baik-baik saja jadi kau tak perlu membuang kata-katamu seperti biasa. Atau, mungkin kau merasa tak sehat hari ini?" Kyungsoo mulai merasa gugup jika Baekhyun benar-benar sakit.
"Tak apa-apa, Soo. Aku hanya merindukan bayi laki-laki mu. Wajahnya terus bermain didalam pikiran ku. Lalu bagaimana aku bisa fokus pada pekerjaanku?" Kata Baekhyun saat mencium pipi chubby si bayi yang ia warisi dari ibunya dengan penuh cinta.
"Soo, besok aku akan mendaftarkan bayimu, jadi, nama apa yang akan kau berikan pada kedua bayimu?" Tanya Baekhyun sementara tangannya masih membelai ringan bayi lucu yang berada di lengan Kyungsoo.
Kyungsoo pergi ke alam mimpinya karena memikirkan sesuatu. Baekhyun, yang menyadari perubahan pada wajah Kyungsoo, mengambil kesempatan to snap into.
"Soo, hanya memilih nama, babe! Buatlah sederhana dan bermakna," Kata Baekhyun.
Sulit bagi Kyungsoo untuk memberitahu Baekhyun tentang pikiran yang tengah melayang dikepalanya, namun ia masih harus memberitahu Baekhyun.
"Baek apakah perlu bagi ku untuk mendaftarkan nama bayi ku 'sebagai Kim'?" Tanya Kyungsoo, menyuarakan pemikirannya perlahan-lahan.
Sekarang, Baekhyun tahu apa yang dipikirkan sahabatnya dari awal.
"Berdasarkan hak, ya karena ayahnya adalah Kim Jongin."
Wajah Kyungsoo berkilat merah gelap ketika ia mendengar jawaban Baekhyun.
"Soo, jangan salah paham. Ini hanya masalah prosedur. Ini tidak seperti kau sedang sekarat karena nama Kim sebagai nama keluarga mereka. Tujuan utamanya adalah bayi mu harus terdaftar." Baekhyun berusaha untuk mendapatkan kepercayaan Kyungsoo kembali.
"Aku sudah merasa cukup dengan dia memaki ku. Aku tidak ingin dia memaki bayi ku juga karena aku menggunakan nama Kim sebagai nama bayi ku. Aku merasa sudah cukup, Baek ..." Kata Kyungsoo saat memandangi bayi laki-lakinya yang sedang tidur dalam pelukannya, damai.
Baekhyun terus diam ketika dia mendengarkan penjelasan Kyungsoo. Dia tahu Kyungsoo telah banyak menderita ketika ia memiliki hubungan dengan Kim Jongin. Kyungsoo jelas mencoba yang terbaik untuk mengabaikan segala hal yang berhubungan dengan Kai.
"Baiklah. Kau beritahukan nama bayi mu besok padaku, oke? Biarkan aku yang menangani semuanya."
Baekhyun mengambil bayi laki-laki yang berada di lengan Kyungsoo lalu ia berjalan menjauh dari kamar Kyungsoo pergi ke tempat tidur bayi dan memasukkannya ke dalam box bayinya, dengan lembut. Kyungsoo melirik Baekhyun yang meninggalkannya dengan hati yang terasa sakit.
Setiap kali ia mencoba untuk mencari tahu masa depan bayi-nya yang tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk merasakan cinta dari ayah nya, dan bahkan kehadiran mereka juga diabaikan oleh ayah mereka sendiri, air matanya akhirnya keluar dari mata Kyungsoo.
.
Kyungsoo benar-benar merasa senang pada hari ini karena Dr. Lee Yeon Hee telah meneleponnya pagi ini dan mengatakan padanya bahwa putrinya akhirnya dalam kondisi yang stabil. Jika tidak ada yang terjadi pada bayi nya, Kyungsoo mungkin dapat membawa bayi perempuannya pulang ke rumah, minggu depan setelah dokter merasa puas dengan perkembangan kesehatan bayi nya, dokter akan membiarkan putri Kyungsoo pulang dari rumah sakit.
Kyungsoo hampir meneteskan air matanya ketika ia pertama kali menerima kabar dari Dr. Lee. Ia memiliki kesempatan untuk menyusui bayinya dan ia bahkan mencium putrinya, penuh cinta. Ya, ia merindukan putrinya.
"Hyun-ie, harus kuat dan jadilah bayi perempuan ku, my princess forever, honey. Ketika kau tumbuh, kau harus berhati-hati dan cintai adikmu, Ji Hun-ie. Jangan biarkan orang menyakitinya dan kau harus menjadi gadis yang kuat dan cantik nanti bahkan jika kau tumbuh tanpa ayahmu. Aku mencintaimu sayang…"
Baekhyun yang berdiri di samping Kyungsoo cepat-cepat menyeka air matanya sebelum Kyungsoo melihat. Dia ingin Kyungsoo melihatnya sebagai orang yang kuat. Well, setidaknya, dalam persepsi Kyungsoo.
Tepat pukul 15:40, Kyungsoo dan Baekhyun berjalan keluar dari bangsal Ji Hyun dan berencana untuk meninggalkan rumah sakit. Mereka bahkan berencana membeli beberapa bahan makanan dan kebutuhan bayi.
Baekhyun ikut merasa senang ketika ia melihat Kyungsoo dalam suasana hati yang baik, Kyungsoo juga telah kembali ke tempat kerjanya, di perusahaan Chanyeol. Sementara Baekhyun sedang mencari siluet Chanyeol, matanya mendarat pada seseorang yang sangat ia benci.
Kai, ia berkata pada dirinya sendiri tapi suaranya masih cukup keras untuk Kyungsoo dengar karena Kyungsoo berdiri sangat dekat dengannya. Wajah Kyungsoo mulai memucat. Mereka tidak bisa pergi menjauh dari tempat mereka berdiri ketika Kai dan Krystal yang menggandeng lengan Kai berpapasan dengan mereka. Kyungsoo menempatkan ekspresi palsu di wajahnya, mencoba yang terbaik untuk mengabaikan kehadiran mereka.
"Hei Soo apa kau baik-baik saja?" Tanya Krystal, ia menyapa Kyungsoo dengan kasar. Jari-jarinya terjalin dengan jari-jari Kai sementara Kai hanya menatap Kyungsoo untuk beberapa lama sebelum ia mengalihkan pandangannya ke tempat lain.
"Apakah aku mengenalmu?" Tanya Kyungsoo, polos.
ekspresi Krystal berubah gelap ketika mendengar pertanyaan Kyungsoo.
"Ups maaf aku lupa kalau kau telah kehilangan ingatanmu setelah kepalamu dibanting ke tempat yang keras," ejek Krystal. Kemudian, dia tertawa seperti orang gila.
"Ayo Krys, mari kita pergi. Kau bilang, kau ingin membayar kunjungan keanggotaanmu," kata Kai lalu ia menarik lengan Krystal tanpa melirik kearah Kyungsoo.
Ditengah jalan, Krystal tiba-tiba berhenti dan berbalik kearah Kyungsoo.
"By the way, hanya ingin memberitahu, aku dan Kai akan menikah minggu depan. Apakah kau akan menyambut ku sebagai keluarga mu, juga, nanti."
Kyungsoo tidak mengucapkan sepatah kata apa pun, ia sedikit cemberut – ia merasa benci mendengar apa pun tentang Krystal atau Kai.
"Setelah kami menikah, aku tahu kau hanya akan memiliki Kai dalam mimpi mu karena aku yang memilikinya dalam kenyataan." Tawa Krystal semakin keras.
Baekhyun hendak mengatakan sesuatu tapi Kyungsoo dengan cepat menghentikan sahabatnya. Kemudian, Chanyeol muncul. Dia benar-benar terkejut ketika ia melihat Kai dan Krystal bersama dengan Kyungsoo dan Baekhyun.
"Yeol, jika aku tak mendapatkan surat resmi yang menyatakan bahwa aku telah bercerai, aku, otomatis akan menyewamu sebagai pengacaraku, aku akan mengajukan gugatan atas seseorang bernama Kim Jongin untuk penyerangan, yang dengan sengaja menyakitiku yang dapat menyebabkan luka fatal."
Wajah kai berubah ekspresi saat ia mendengarkan kata-kata Kyungsoo yang ia katakan secara tegas. Krystal juga terkejut ketika mendengar hal yang sama.
"Pada saat itu, untuk menunjukkan rasa cintaku untukmu, bagaimana jika kau memeluk batang besi didalam penjara." Kata Kyungsoo seraya tertawa bersama Baekhyun.
Kai merasa seperti Kyungsoo telah menantangnya, ia berjalan mendekati istrinya, saat ini. Dia menatap Kyungsoo dari kepala ke jari kaki dengan wajah yang marah. Kyungsoo telah bertekad untuk tidak menunjukkan kelemahannya di depan Kai, jadi dia menampilkan wajah yang tegas juga.
"Kau pikir aku merasa senang karena menyimpanmu tetap menjadi istriku?" Tanya Kai, kasar.
"Kai!" Chanyeol yang diam sejak ia tiba di tempat kejadian memilih untuk memotong apa pun yang akan Kai katakan. Dia tidak suka dengan kosakata yang Kai gunakan untuk menggambarkan Kyungsoo.
"Biarkan dia, Chanyeol. Dia memang selalu arogan. Menunjukan kejantanannya di depan wanita. Hei, Kai! Pikirkan bahasa mu sendiri? Menjauhlah dari perilaku kasar dan satu hal lagi, wanita seperti dia ..."
jari runcing Kyungsoo menunjuk langsung ke Krystal.
"Kau menggunakan kata 'menyimpan' untuk menggambarkan ku, kau salah! Jangan pernah menantang kesabaranku karena aku tak pernah ragu-ragu untuk mengungkapkan perilakumu di pengadilan, nanti."
Mata Kyungsoo mulai memerah karena menahan kemarahan yang tak terkendali. Kai melebarkan matanya saat mendengar pernyataan Kyungsoo.
"Aku benar-benar membencimu sejak pertama kali aku mengenalmu sampai hari ini. Tidak ada ruang yang tersisa untukmu didalam hatiku, ingat itu! Jika kau berpikir kau adalah yang terbaik di sini, kau salah! Dengar, Kim Kyungsoo! Biarkan teman mu menyaksikan ini, aku berjanji bahwa aku akan menceraikanmu segera setelah aku dan Krystal mengikrarkan janji kami."
Kyungsoo dengan tenang menerimanya karena ia telah mempersiapkan dirinya untuk kata-kata ini untuk waktu yang lama. Baekhyun dan Chanyeol keduanya diam membisu dan tak tahu apa yang harus mereka katakan sebagai gantinya. Krystal yang juga di tempat kejadian, disamping Kai hanya bisa tersenyum malu-malu seperti dia merayakan kemenangannya karena memiliki Kai, sepenuhnya.
Sebelum Kyungsoo mengambil langkah untuk meninggalkan Kai belakang, ia menatap langsung wajah Kai.
"Dengan disaksikan oleh teman-temanku, aku berjanji bahwa selama aku masih hidup, aku tak akan pernah membiarkan diriku untuk melekat padamu lagi dan jika aku melanggarnya itu hanya bisa terjadi jika aku mengalami amnesia atau karena didalam diriku penuh dengan kebodohan."
Begitu Kyungsoo menyelesaikan kata-katanya, ia melangkah pergi dengan ringan dan senang hati. Dia akan bebas, minggu depan.
Chapt 18
Di kediaman Kim sedang dipenuhi oleh kerabat, tetangga dan mitra bisnis untuk melihat satu-satunya pewaris dari keluarga Kim melaksanakan pernikahan malam ini tepat pukul 08:00. Mereka datang sebelum resepsi hanya untuk mengucapkan selamat pernikahan pada Kim Jongin untuk kedua kalinya secara pribadi. Semua orang berasumsi bahwa Kai telah menceraikan istrinya yang sebelumnya.
Nyonya Kim adalah wanita paling bahagia hari ini karena mimpinya untuk menikahkan anaknya dengan Krystal akhirnya terpenuhi. Kebahagiaannya tak bisa bertambah lagi ketika Krystal menceritakan masalah perceraian antara Kyungsoo dan putranya, segera setelah Kai menikah dengan Krystal. Nyonya Kim merasa diberkahi karena akhirnya dia bisa menyingkirkan rakyat biasa itu dari hidup mereka.
Sementara itu, Kai berada di kamar tidurnya yang pernah ia bagi dengan Kyungsoo saat malam bahkan sekarang ia tidur dilantai dimana tempat Kyungsoo biasa tidur. Dia merasa gugup entah kenapa. kamarnya telah dirancang oleh desainer interior terkenal yang disewa oleh nyonya Kim, karena ia ingin yang terbaik untuk anaknya. Kurang dari 2 jam, ia akan pergi ke gereja di mana mereka akan bertukar sumpah antara dia dan Krystal.
Kai bukannya tak tahu ini adalah pernikahan yang ia tunggu sejak lama. Jika ya, mengapa ia tidak merasa bahagia dengan hal itu? Kenapa ia tak bisa berpikir jernih? Mengapa pikirannya kacau karena semua omong kosong?
Begitu ia dan Krystal resmi sebagai suami dan istri, Kyungsoo tidak akan memiliki hubungan apapun lagi dengannya. Dia seharusnya senang karena orang yang paling ia tak sukai dan ia benci di dalam hidupnya, secara otomatis akan pergi dari hidupnya, selamanya.
Kyungsoo akan meninggalkan dirinya dan tak akan ada perbedaan karena keduanya Kai dan Kyungsoo tak pernah punya perasaan apapun sebagai suami dan istri. Dengan tidak adanya Kyungsoo tak akan berarti apa-apa untuk Kai, tak akan. Kai mengambil waktu untuk berpikir tentang hidupnya sambil berbaring di tempat tidurnya.
Dia mencoba menutup mata, tapi ia tak bisa melihat apapun kecuali kegelapan dan Kyungsoo. Dia tak bisa menghapus wajah cantik Kyungsoo dan terakhir kali ia melihat Kyungsoo, hatinya telah kalah lagi. Apakah itu cinta?
Out of blue, hati Kai kacau karena rasa cemburu. Dia tahu Kyungsoo akan menikah lagi setelah perceraian terjadi. Kyungsoo harus mencari seseorang yang bisa mengurus dan memandikan bayinya dengan cinta dan sentuhan kehangatan. Bayi-bayinya membutuhkan sosok seorang ayah.
'Bayi'. Kata-kata yang menusuk hati Kai sedikit demi sedikit. Dia tahu bayi Kyungsoo adalah darah dagingnya, anak kembarnya. Tapi egonya tak pernah pergi dari dirinya. Dia rela untuk menghancurkan keluarga kecilnya mengabaikan anak kembarnya di depan Krystal dan keluarganya sendiri. Dia merasa bangga entah bagaimana ketika ayahnya, Kim Sang Hoon mengatakan kepadanya bahwa Kyungsoo telah melahirkan anak kembar. Dia senang saat itu.
Wajah ekspresi terkenal Kai muncul saat ia mencoba mencari tahu mana yang menurutnya sebagai sebuah masalah besar. Hal utama yang ia takutkan adalah pasangan Kyungsoo berikutnya. Dia mulai khawatir tentang itu. Dia mengakui lelaki itu sebagai Kyungsoo, baik hati dan berperilaku baik akan menarik ribuan orang di luar sana, secara tidak langsung adalah saingannya. Dia yakin Chanyeol akan mengambil kesempatan untuk bersama dengan Kyungsoo dari sekarang.
"Arghhhhh ! menghilanglah dengan Kyungsoo! Aku punya Krystal dan dia ribuan kali lebih cantik dari Kyungsoo. Aku tidak akan berpikir tentang ini lagi! MENGHILANGLAH DARIKU !" Teriak Kai, seperti orang gila.
"Kai, kenapa?" Tanya nyonya Kim yang tiba-tiba muncul di ambang pintu dengan wajah khawatir nya begitu ia mendengar teriakan keras Kai.
Kai terkejut setengah mati. Dia berpikir, ia benar-benar berteriak secara harfiah, semuanya nyata. Dia tak bisa mengendalikan dirinya, begitu juga perasaannya.
"Bukan apa-apa, Omma. Aku berbicara di telepon dengan temanku. Sambungannya tidak terlalu jelas, jadi aku harus berteriak," Kai beralasan pada ibunya. Dia berharap bahwa ibunya akan menerima alasan konyol nya.
Nyonya Kim mengamati anaknya yang terlihat anehl. Dia tahu semua hal tentang anaknya. Dia hanya memiliki seorang anak dan anaknya tidak lain adalah Kim Jongin. Dia percaya pada insting nya sebagai seorang ibu, Kai menyembunyikan sesuatu darinya.
"Bersiap-siaplah sekarang atau kau akan terlambat sampai di gereja. Aku akan menggantung tuksedomu di lemari. Kai, aku tahu bahwa kali ini, pernikahanmu akan lebih bahagia dan diberkati," Kata nyonya Kim sambil membelai bahu anaknya dengan penuh kasih.
Kai tidak tahu harus menjawab apa pada ibunya, ia hanya tersenyum membiarkan ibunya tahu bahwa semuanya akan baik-baik saja. Saat nyonya Kim melangkah jauh dari kamar tidur Kai, Kai dengan cepat bangun dari tempat tidur dan membuka lemari, menemukan tuxedo mahal yang menggantung di dalamnya.
Dia melihat tuksedo untuk waktu yang lama. Dia tidak tahu mengapa hatinya terasa sedikit berat untuk melanjutkan pernikahan ini. Dia kehilangan pikirannya. Kai meletakan telapak tangannya diwajahnya mencoba menenangkan dirinya tetapi sosok Kyungsoo dan anak kembar nya muncul.
"Appa ... Appa ..." Kai tidak bisa bernapas dengan stabil. Dia merasa tercekik bahkan hanya untuk menghirup udara segar. Kai bisa mendengar anak kembar nya yang meratap dan memanggil-manggil namanya.
"Arghhhh ... pergi! Aku sangat membencimu, aku sangat membenci ibumu juga! ENYAH!"
.
Kyungsoo telah menarik tempat tidur Ji Hun-ie masuk ke dalam kamar tidur Kyungsoo. Dia berjalan menjauh dari tempat tidur bayinya dan melangkah lebih dekat ke jendela yang terbuka lebar. Pemandangan malam hari tak pernah membosankan untuk diihat dan keindahannya, juga. Bintang-bintang bersinar terang dan ia bahkan mengira beberapa satelit sebagai sebuah bintang.
Menurut perhitungan hari yang dikatakan Krystal, malam ini, dia secara hukum akan menjadi istri Kai dan Kyungsoo secara resmi akan diceraikan oleh Kai, secara tidak langsung. Kyungsoo telah menerima nasibnya, sepenuh hati.
suara derit pintu yang terbuka telah mengakhiri lamunan Kyungsoo. Dia memiringkan kepalanya ke arah pintu dan kemudian bertemu dengan Baekhyun yang tersenyum, tersenyum lebar dan menyeringai seperti orang gila yang melarikan diri dari rumah sakit jiwa.
"Sesuatu yang baik telah terjadi, menurutku?" Tanya Kyungsoo pada sahabatnya yang baru saja kembali dari pusat kuliah nya.
"Jujur, aku memiliki sesuatu untuk ku ceritakan padamu," jelas Baekhyun sambil berjalan ketempat tidur Ji Hun-ie lalu mencium keningnya.
"Mengapa kau menempatkan tempat tidur Ji Hun-ie kekamar ini?" Tanya Baekhyun saat ia mengikuti Kyungsoo lalu duduk di sampingnya.
"Yah, setidaknya, aku bisa mendapatkan kehangatan ketika aku tidur dengannya, malam ini. Hey, Baek ... kau mencium sesuatu?" Tanya Kyungsoo, main-main.
"Apa?" Tanya Baekhyun sambil mengerutkan hidungnya, mencoba mencari bau yang dikatakan Kyungsoo.
"Baunya seperti seseorang akan menikah, segera." Goda Kyungsoo dan wajah pucat Baekhyun berubah semakin pucat. Kyungsoo langsung kabur dari Baekhyun dan duduk di sudut tempat tidurnya, berjaga-jaga dari serangan Baekhyun.
Baekhyun berjalan dari sisi jendela melangkah ke arah Kyungsoo dan duduk di sampingnya. Kemudian, ia mencubit paha Kyungsoo dan hal itu membuat Kyungsoo menjerit seperti lengkingan lumba-lumba. Untungnya, Ji Hun-ie tak terbangun dari tidurnya, jika tidak Baekhyun akan menghabiskan malamnya untuk mengurusi Ji Hun-ie.
Baekhyun menyeringai malu sambil membantu Kyungsoo membelai pahanya yang bengkak.
"Apa yang salah denganmu? Apa kau kehilangan kewarasanmu?"
Baekhyun menyandarkan kepalanya di bahu Kyungsoo dan Kyungsoo tahu mungkin Baekhyun sedang jatuh cinta.
"Soo, tadi aku makan malam dengan Chanyeol. Dia ..." Baekhyun merasa ragu untuk menyelesaikan kalimatnya.
"Ia melamarmu, kan?" Dengan cepat Kyungsoo mengambil kesempatan untuk memotong perkataan Baekhyun.
Baekhyun terkejut karena Kyungsoo menebak dengan benar. Wajah Baekhyun mulai memerah, merasa malu mungkin menurut Kyungsoo.
Terus terang, Kyungsoo sudah tahu tentang hubungan kedua temannya meskipun keduanya mencoba yang terbaik untuk menutupinya dari Kyungsoo. Sayangnya, Kyungsoo telah menyadarinya dan ia merasa senang dengan kebahagiaan sahabatnya. Dia diam-diam berdoa agar Baekhyun tak akan pernah menderita seperti dirinya selama pernikahannya dengan Kai.
"Aku harap kau akan senang dengan pernikahanmu, Baek. Jadi, kapan waktunya?"
Baekhyun tak bisa lagi menyembunyikan pipi merahnya.
"Bulan depan tepatnya." Jawab Baekhyun jelas.
"Ini kalian berdua yang merencanakan, atau keluarga?" Tanya Kyungsoo untuk konfirmasi.
"Sebenarnya, minggu lalu ketika aku bertemu dengan keluargaku di Yeosu, kami membahas tentang pernikahan. Pertama kali aku memperkenalkan Chanyeol pada keluargaku mereka menerimanya, begitu juga dari sisi keluarga Chanyeol."
Ada sinar kebahagiaan yang berkilauan di mata Baekhyun.
"Kau dan Chanyeol sangat cocok untuk menjadi suami dan istri dan bahkan kalian berasal dari keluarga yang setara. Kalian berdua dari kelas sosialita dan aku yang hanya berasal dari keluarga biasa memiliki hati untuk menikah dengan anak dari orang terkaya di Korea Selatan. Akhirnya, aku menjadi seperti ini."
Baekhyun sangat terkejut dengan pernyataan Kyungsoo. Dia tidak tahu mengapa Kyungsoo sangat sensitif, hari ini.
"Soo, keluarga kami tidak menyetujui hubungan kami karena kami memiliki latar belakang keluarga yang sama tapi cinta kami yang utama. Kau tahu keluargaku dan bahkan kau juga tahu ayah Chanyeol. Apakah kedua keluarga kami hanya peduli tentang kekayaan? Soo, jangan samakan keluargaku dan Chanyeol sama seperti Kai. Setiap makhluk memiliki individualitas mereka sendiri untuk bertahan hidup di dunia ini, Soo."
Mata Baekhyun mulai berkaca-kaca saat ia menatap Kyungsoo yang kini berdiri di samping jendela, tempat ia berdiri sebelumnya.
"Tolong jangan salah paham, Baek. Aku tak pernah menaruh prasangkaku ke semua orang terutama keluargamu dan Chanyeol. Aku hanya ingin berbagi tentang pengalaman pribadiku menikah dengan seseorang yang posisinya terlalu tinggi untukku. Jika aku kaya, keluarga Kai tidak akan pernah memperlakukanku seperti ini, bukan?" Tanya Kyungsoo tapi Baekhyun memilih untuk tak menjawabnya.
"Maaf kalau kata-kataku telah menyakiti perasaanmu. Aku tak tahu mengapa aku menjadi sangat emosional malam ini."
Baekhyun hanya tersenyum sambil menatap siluet punggung Kyungsoo. Dia benar-benar mengagumi Kyungsoo sebagai sahabatnya, sebagai pahlawan yang bahkan bisa menggantikan sang pangeran dalam dongeng. Kyungsoo telah terpisah dari hidupnya dan ia tak ingin Kyungsoo tersakiti dan terluka lagi.
Mereka terdiam untuk waktu yang lama ketika Baekhyun memecah keheningan dengan pertanyaan, "Soo, kau sedih karena Kai akan menikahi Krystal, malam ini?"
Perlahan suara Baekhyun menusuk ke dalam gendang telinga Kyungsoo tapi Kyungsoo tidak pernah memalingkan matanya dari pemandangan malam di luar.
"Ini tidak seperti Kai akan menikahi Krystal, mereka telah menikah, aku pikir. Sekarang, aku bebas dan tertinggal sebagai orang tua tunggal."
Kemudian, Ji Hun-ie menangis keras di tempat tidurnya sepertinya seseorang telah mengganggu tidurnya.
Kyungsoo berjalan menuju tempat tidur anaknya lalu menggendong bayi nya dan ia menggendongnya dengan lembut ke dalam pelukannya. Baekhyun dengan cepat berlari ke dapur untuk menghangatkan botol dan lalu ketika ia memberikannya pada Ji Hun-ie, ia menolak untuk minum susu.
Kyungsoo dan Baekhyun panik. Ji Hun-ie tak pernah menangis sekeras ini, mereka berdua sedang sekarat berjuang untuk menenangkan Ji Hun-ie.
Sesaat kemudian, telepon Kyungsoo berdering. Baekhyun membantu Kyungsoo untuk mengangkat telepon, kemudian ia menemukan nama Chanyeol muncul di layar telepon. Baekhyun mulai khawatir mengapa Chanyeol menelepon Kyungsoo pada jam ini? ini sudah terlalu malam.
Teriakan Ji Hun-ie memaksa Baekhyun untuk meninggalkan kamar tidur Kyungsoo untuk menjawab panggilan sehingga ia bisa mendengar suara Chanyeol dengan jelas di jalur lain. Kyungsoo merasa tak berdaya ketika anaknya memiliki perilaku aneh malam ini.
"Mengapa Hunnie? Apa Hunnie sakit?" Tanya Kyungsoo meskipun dia tahu anaknya tidak pernah bisa menjawab pertanyaannya. Setelah Hunnie menangis untuk waktu yang lama, akhirnya ia jatuh tertidur, karena kelelahan.
Sedetik kemudian, Baekhyun berjalan ke kamar tidur Kyungsoo. Dia berjalan menuju Kyungsoo dan Ji Hun-ie yang berbaring di tempat tidur yang nyaman.
"Siapa yang meneleponku?"
Kyungsoo butuh waktu yang lama untuk melihat ekspresi Baekhyun lalu ia meraih kembali telepon dari digenggam Baekhyun. Dia memeriksa kontak terakhir untuk mengetahui siapa yang telah meleponnya tadi.
"Chanyeol menelepon? Mengapa tunanganmu meneleponku? Besok adalah hari minggu dan aku libur dari pekerjaan. Atau mungkin, dia memiliki kasus yang mendesak senin depan? Jadi, dia meneleponku untuk membantunya untuk mempersiapkan apa saja yang diperlukan, tapi aku telah memeriksa buku harian pengadilan dan tak ada yang penting."
Baekhyun menggeleng beberapa kali dan membawa jari Kyungsoo, terjalin dengan jarinya.
"Soo, Chanyeol mengatakan padaku bahwa Kai dan ibunya dirawat karena kecelakaan. Nyonya Kim tidak memiliki luka berat, tapi Kai, dia dalam keadaan kritis. Peluang hidupnya hanya 30 sampai 50 persen. Jika kau ingin berkunjung, aku akan mengantarmu ke rumah sakit." Kata Baekhyun.
Mata Baekhyun tak pernah meninggalkan mata Kyungsoo yang berekspresi tenang. Dia tahu Kyungsoo menempatkan ekspresi palsu dan berpura-pura seperti dia tak peduli tentang hal ini.
"Baek, aku ingin tidur. Aku merasa mengantuk dan aku pikir aku akan pergi awal pagi. Bisakah kau mengurus Ji Hun-ie ketika aku pergi?"
Baekhyun mengangguk, setuju.
Kyungsoo berpura-pura menguap dan kemudian, ia menutup matanya sedangkan tangan kanannya membawa Ji Hun-ie mendekat dalam pelukannya.
Baekhyun berjalan ke pintu dan akan keluar dari kamar tidur Kyungsoo. Sementara tangannya di gagang pintu, dia memutar kepalanya ke arah Kyungsoo yang berpura-pura tidur.
"Soo, Kai mengalami kecelakaan ketika ia sedang dalam perjalanan ke gereja untuk pernikahan. Chanyeol menerima teleponnya terlambat. Ia mengalami kecelakaan sekitar 19:30 dan saat ini, ia sedang kritis. Itu sebabnya tuan Kim menelepon Chanyeol untuk memberitahukannya padamu karena ... .."
Baekhyun mengambil napas dalam-dalam. Dia tidak tahu apa yang dipikirkan Kyungsoo di dalam pikirannya. Dia tahu Kyungsoo belum tidur.
"Kamu masih istrinya, Soo. Mungkin, Ji Hun-ie menangis karena ia bisa merasakan bahwa ayahnya sedang sekarat." Dan kemudian, Baekhyun meninggalkan ruangan.
Kyungsoo membuka kedua matanya saat mendengar pintu telah ditutup oleh Baekhyun. Tangannya membelai rambut anaknya dengan penuh kasih.
"Bayiku telah kehilangan ayahnya sejak awal dan aku telah digunakan untuk hidup sebagai orang tua tunggal," gumam Kyungsoo saat mencium anaknya. Air mata Kyungsoo akhirnya menetes.
.
Ini masih pagi dan Kyungsoo meninggalkan Ji Hun-ie di bawah perawatan Baekhyun. Dia naik taksi ke suatu tempat di daerah pinggiran Seoul. Kyungsoo membayar taksi dan berjalan ke dalam gedung.
Sebuah bangunan yang juga memiliki sebuah kapel kecil di mana ia dan Kai menukar sumpah mereka. Dia duduk di sana dan mulai berdoa untuk suaminya. Seorang suami yang selalu mengabaikan kehadirannya sebagai istri. Seorang suami yang tidak pernah menerima drinya sebagai seorang istri. Seorang suami yang tidak pernah memperlakukan dirinya seperti seorang istri.
Kyungsoo butuh waktu lama untuk berdoa bagi kesehatan dan keselamatan Kai.
Sedikit yang dia tahu bahwa Baekhyun telah mengikutinya ke gereja. Dia telah menelepon Chanyeol sebelumnya dan Chanyeol setuju dengan rencana Baekhyun.
Berapa banyak kau menyangkal perasaanmu, maka akan semakin terlihat ...
