TITTLE : вещие (Veschiye)
ALTERNATIVE TITLE : Precognitive Dream
PAIR : ALLxJIN / EVERONExJIN slight KANGINxLEETEUK
An invisible red thread connects those who are destined to meet, regardless of time, place, or circumstance. The thread may stretch or tangle, but will never break.
Hidup di Daegu begitu keras.
Meskipun begitu, Taehyung mencoba bersabar menghadapi segala cobaan.
Kakaknya yang dipukuli oleh sang ayah yang tukang mabuk – mabukkan merupakan pengalaman sehari – hari.
Taehyung benci ibunya yang kenapa mau hidup dengan laki – laki bajingan seperti ayahnya.
"Yah Kim Tae Hyung. Sadar ibumu tidak jauh lebih baik dari ibumu yang mencampakkanmu dan tidak menganggap kau anaknya" ujar sang ayah berbicara kepada Taehyung suatu hari saat mabuk.
Dan itu benar.
Seingatnya, ibunya bahkan tak pernah memberikan asi, menyuapinya, atau sekedar mengucapkan selamat ulang tahun untuknya.
"Itu karena dia bukan ibumu bodoh, kakakmu sendirilah yang menjadi ibumu. Pfft, bahkan kakakmu tidak perawan saat kugauli"
Itu kalimat terakhir ayahnya sebelum Taehyung menusuk ayahnya dengan beling bir kosong.
Kakaknya teriak.
Ayahnya meninggal dan tidak ada satupun yang menanyakan kenapa ayahnya meninggal, bahkan kepolisian.
Orang miskin tak akan pernah menjadi perhatian itu benar.
Kakaknya yang rupanya ibunya selama ini memilih pergi, ia memutuskan hubungan darah ini katanya dan jangan pernah mengusiknya lagi sambil memberikan lembar ratus ribu won.
Namun nasib berkata lain. Seorang nenek yang melihat Taehyung yang saat itu berumur tujuh tahun ke Gochang, sebuah kabupaten kecil di provinsi Jeolla Utara. Didalamnya sebuah desa kecil dimana nenek itu tinggal dan berkebun strawberry dan apel.
Disana Taehyung dirawat. Sang nenek yang mempunyai tujuh anak, tiga laki – laki dan empat perempuan. Namun dua anak laki – lakinya mati di medan perang, sehingga satu – satunya anak laki – lakinya masih hidup dan juga yang termuda. Anak perempuannya yang paling tua memutuskan untuk mengangkat Taehyung, karena pasangan tersebut sudah lama tidak dikaruniai anak. Kehidupan Taehyung cukup baik.
Taehyung mulai melupakan 'masa lalunya' dan membuka lembaran baru.
Namun Taehyung tidak pernah bisa melupakan masa lalunya.
Apalagi ketika melihat paman termudanya gonta – ganti membawa perempuan ke ladang atau kamarnya untuk sekedar 'disetubuhi.'
Taehyung sudah terekspos dengan hal – hal dewasa sejak usia kecil terlebih ketika sang nenek memintanya melanjutkan sekolah di Seoul.
Taehyung ingat sekali bahwa sex pertamanya adalah dengan guru matematikanya sendiri yang berujung pada nilai A disetiap mata pelajarannya.
Ia suka dengan rasa kebanggaan ketika bisa 'menakluki' orang – orang.
Tapi tidak ketika musim liburan dan ia harus pulang mendapati sang nenek tengah dibantu oleh seorang pemuda yang sepertinya seumuran dengannya tengah membantu sang nenek mengangkat keranjang – keranjang besar berisi hasil perkebunan mereka untuk dibawa ke pasar.
Untuk pertama kalinya Taehyung merasa tertarik dengan laki – laki.
/
22 Desember 2018
Seokjin bangun menyadari bahwa dirinya tidak tidur disofa melainkan dikamarnya sendiri yang tentu membuat Seokjin terkejut bukan main.
Seingatnya terakhir setelah memasak sup iga, membantu menyuapi kemulut Jungkook dan mengobatinya, Seokjin tertidur di sofa.
Bagaimana bisa ia tidur dikamar?
Mendengar suara berisik dari arah dapur, ia bergegas kesana mendapati Jungkook sedang susah payah sedang memasak ramen.
"Astaga biar aku saja, kau duduklah dikursi" ujar Seokjin segera membantu Jungkook yang sedari tadi berkutat didapur.
"Well aku baik – baik saja-"
"Ya dilihat bagaimana kau dengan mudahnya memindahkan tubuhku kekamar bisa mengasumsikan bahwa dirimu baik – baik saja. Tapi yang menjadi masalahnya adalah lukamu belum sembuh benar. Tak apa, biar aku yang kerjakan" ujar Seokjin dan tak sampai lima menit kini ramen mereka telah matang dengan campuran irisan telur rebus, bacon, dan potongan daun bawang dan seledri.
Jungkook harus mengakui bahwa Seokjin bisa memasak.
Ralat, terlalu pandai memasak.
Bahkan masakannya mengalahkan buatan koki restoran bintang lima.
"Anak – anak panti itu apa kabar?" Tanya Jungkook membuka percakapan mereka di pagi hari.
"Mereka baik – baik saja. Donasi untuk panti asuhan mereka sudah cukup banyak untuk sanggup membiayai mereka sekolah" ujar Seokjin tersenyum mengenang 'masa kaburnya' dulu ke sana.
"Aku lega mendengarnya"
Lalu hening kembali menyapa.
"Kau tidak menghubungi membermu? Atau manajermu? Mereka pasti sibuk mencarimu" Tanya Seokjin aku akan pulang hari ini karena bagaimanapun aku besok punya jadwal untuk photshoot iklan. Seokjin mengangguk paham.
"Furniture yang dibawah, buatanmu?" Tanya Jungkook lagi dan Seokjin mengangguk.
"Kau seorang tukang kayu?"
"Tepatnya furniture designer, aku staffnya KBS" ujar Seokjin dan Jungkook yang kali ini mengangguk.
"Pantas aku tidak pernah bertemu denganmu" dan Seokjin hanya terdiam menanggapinya.
Hey, percakapan seperti apa yang harus dilakukan oleh dua pemuda canggung ini? Yang satu terlalu panik hingga tak punya pertanyaan untuk ditanyakan, yang satunya lagi terlalu punya ego karena bagaimanapun dia tampak seperti observer disini.
Sebenarnya Seokjin ingin menanyakan hal tentang Yoongi, namun ia rasa ini bukan waktu yang tepat dan memutuskan untuk keduanya makan dengan tenang sebelum tiba-tiba suara yang Seokjin hapal menghampiri mereka.
"SEOKJINNIE! LIHAT APA YANG AKU BA-" ujar Dongsoon kaget mendapati Jungkook dengan badan memar – memar tengah makan berdua dengan Seokjin.
Awalnya karena ini hari libur mereka, si kembar memutuskan untuk menghampiri Seokjin. Awalnya Dongsoon enggan, karena bagaimanapun adik – adiknya pasti hanya merepotkan Seokjin, namun adik-adiknya kekeh membujuk Dongsoon sehingga mau tidak mau Dongsoon mengiyakan ajakan adik kembarnya sembari singgah membeli bahan atau bumbu masakan.
Padahal sebenarnya adik kembarnya punya 'rencana jahil' untuk menjodohkan kakaknya dengan Seokjin. Yang justru kaget kini mendapati seorang idol ada di rumah teman hyungnya.
Daehoon dan Daehee tidak tahu harus menanggapi situasi canggung ini.
"Ehm, Jungkook-shi perkenalkan ini Dongsoon, dia rekan kerjaku di KBS, dan ini adiknya Daehoon dan Daehee" ujar Seokjin kemudian menyambut ketiganya.
Ada aura tidak mengenakkan yang keluar dari tubuh Dongsoon.
Sesungguhnya pemuda itu tidak suka dekat – dekat dengan BTS. Jimin sudah menjadi 'malapetaka' untuk temannya dan kini Jungkook mau ikutan menambah beban hidup temannya?
"Eum, kalian ada urusan apa kemari?" tanya Seokjin canggung.
"Kudengar ini hari libur hyung, kami kangen jadi memutuskan untuk kemari" jawab Daehoon melihat hyung bodohnya masih menatap jengkel Jungkook yang membalas tatapannya dengan wajah bingung.
Mereka pun memutuskan untuk memasak makan siang kesemuanya, Seokjin yang pertama kali menerima bahan masakan yang tidak lain dan tidak bukan adalah bulgogi. Awalnya Dongsoon dan si kembar disuruh duduk diruang tamu bersama Jungkook. Namun situasi semakin tegang disaat Seokjin dan Daehee didapur.
"Mengapa kau bisa kemari?" tanya Dongsoon to the point.
"Aku ditolong oleh Seokjin saat dipukuli preman" jawab Jungkook menyembunyikan fakta bahwa 'preman' tadi adalah ayahnya.
"Cih, kalau begitu mengapa kau tidak pergi sekarang juga"
"Tuan rumah yang mengizinkan aku tinggal disini, dan tenang saja, aku juga akan segera pergi dari sini" jawab Jungkook kembali menuai decakkan kesal dari Dongsoon yang memutuskan untuk kedapur menemui Seokjin sementara meninggalkan Daehoon yang canggung bersama Jungkook disini.
"Err…maafkan sikap hyungku. Dia begitu karena eum…"
"Seorang antis BTS?" jawab Jungkook telak. Daehoon mencoba mencari padanan kata yang tepat namun Jungkook hanya bisa tersenyum lucu dan mengatakan tidak apa – apa, ia dan hyungdeulnya sudah terbiasa menerima cacian dan makian.
"Sebenarnya dia bukan antis hanya saja, Ia tidak suka ketika kalian eum terlebih dekat dengan Seokjin hyung"
"Kalian?" tanya Jungkook memastikan.
"Nde? Hyung tidak tahu bahwa Seokjin hyung pernah membuat furniture untuk noonanya Hoseok hyung?" tanya Daehoon dan Jungkook menggeleng.
"Atau dengan Jimin hyung? Jimin hyung pernah menjenguk Seokjin hyung dan menciumnya tepat di bibir!" lapor Daehoon dan menutup mulutnya.
'Bodoh!' gerutunya dalam hati menyadari terlalu banyak memberikan informasi kepada Jungkook.
'Habislah aku ditangan Dongsoon hyung!' batinnya nelangsa.
Jungkook bahkan belum sempat memproses apa yang tengah terjadi namun Seokjin sudah datang dengan apron pink khasnya menyatakan makan siang sudah siap. Dengan mobil Dongsoon, Jungkook diantar pulang ke apartemennya supaya tidak ada yang curiga.
Ketika Jungkook sampai di dorm keenam hyungnya sudah ada disana bersama manajer dan Bang-PDnim yang khawatir melihat Jungkook tidak pulang sehabis bertemu ayahnya.
BTS dan BigHit sudah cukup tahu bagaimana 'hubungan ayah dan anak' tersebut. Setelahnya manajer dan Bang-PD memanggil dokter pribadi BTS.
"Kau sepertinya ditangani cukup baik. Melihat luka – luka mu yang sudah mulai mongering. Aku hanya meresepkan beberapa krim dan obat dalam yang harus rutin diminum" ujar sang dokter.
"Siapa yang menolongmu Jungkook, kita harus mengucapkan terima kasih kepadanya" ujar sang Manajer dan member yang lain tampaknya setuju. Jungkook awalnya tidak ingin memberitahu namun ia teringat akan percakapannya dengan Daehoon tadi siang.
"Sebenarnya dia bukan antis hanya saja, Ia tidak suka ketika kalian eum terlebih dekat dengan Seokjin hyung"
"Seokjin, staff KBS" jawab Jungkook lugas melihat kearah para hyungdeulnya yang kurang lebih menampilkan ekspresi yang sama.
Terkejut.
Jadi yang diucapkan Daehoon tadi benar? Para hyungnya pernah bertemu sebelumnya dengan Seokjin? Kapan? Dimana? Kenapa tidak ada yang pernah memberitahunya?
"Namjoon kau sudah gila tersenyum karena melihat sebuah struk? Dan lagi sejak kapan kau membeli sweater berwarna pink?"
"Aku lupa namanya, namun aku masih ingat jelas wajahnya"
"Dia sudah baik – baik saja, katanya ada seorang pemuda telah menyelamatkannya tapi pemuda itu tadi sudah dibawa pergi"
MinPD : Terkutuklah staf KBS dan si jalang itu.
"Halah bilang saja kau keluar tadi kan? Dengan siapa? Target baru?"
Jungkook mendengus sarkas.
Ia tidak menyadari selama ini para hyung sudah bertemu dengan Seokjin, terlebih Jimin yang meninggalkan kesan 'mendalam.'
Ya Tuhan kemana ia selama ini?
"Seokjin? Ah PD Kim maksudmu? Baiklah – baiklah nanti aku akan menghubungi pihak KBS untuk menghubunginya-"
"Tidak usah sajangnim, aku rasa para hyungku sudah mengenalnya. Jadi lebih baik biar aku minta dari mereka" ujar Jungkook menuai tanda tanya semua orang termasuk hyungdeulnya.
Kini semua orang telah pergi dari apertemen mereka menyisakan member BTS.
"Jungkook, apa maksudmu tadi, kami mengenal-"
"Dia orang yang sama dengan orang yang membayar kopi yang dijatuhkan oleh Namjoon hyung bukan?" tembak Jungkook membuat Namjoon gelagapan.
"Orang yang sama menolong Taehyung dari kejaran pers, orang yang sama menolong noona Hoseok hyung, orang yang sama saat pre-meeting yang dihadiri Yoongi hyung, dan orang yang sama yang mengantar makanan ke kamar Jimin hyung. Apa aku benar?" tanya Jungkook yang dijawab dengan wajah kebingungan karena mereka sama sekali tidak menyangka 'Seokjin' mereka bertemu dengan para membernya terkecuali Yoongi yang hanya bisa memasang muka datar.
Karena ia sudah lebih dulu tahu sejak insiden buku milik Seokjin tersebut.
"Hyung, kalian selama ini tidak tahu!? Kalian menyukai orang yang sama!" tegas Jungkook.
Semua masih menolak, tidak mungkin pikir mereka dikepala masing – masing. Mungkin ada Seokjin yang lain.
Atau tidak sampai ketika Jungkook yang memberikan foto Seokjin yang tertidur di sofa semalam dan kini ekpresi mereka jauh lebih kaget ketika mengetahui itu Seokjin mereka, dan mereka saling menyukai orang yang sama, dan Jungkook beruntung mendapat fotonya.
"Wow aku tidak menyangka bahwa kalian menyukai orang yang sama"
"Bukan 'kalian' tetapi 'kita'" jawab Taehyung mengkoreksi, menjawab sinis Jungkook.
"Memangnya aku bilang bahwa aku tertarik dengannya?" jawab Jungkook ikutan sinis.
"Well siapa yang tahu apa yang kau perbuat semalam dengannya" jawab Taehyung sarkas kembali dan semua mulai merasakan tensi diruangan ini.
Taehyung benar – benar harus memperbaiki sifat 'posesifnya' tersebut.
"Hah, kau lucu hyung. Kalian pikir aku seperti Jimin hyung yang menciumnya bahkan ketika ia masih sakit, suck at you, aku masih bisa mengurus selangkanganku sendiri" banter Jungkook membuat Taehyung terkejut dan marah, bukan hanya itu mengundang keterkejutan dari seluruh member BTS namun sekali lagi,
Terkecuali Yoongi.
"Aku hanya terbawa suasana Jungkook. Kau tidak tahu dia hampir mati saat itu di tangan Yoori karena aku" bela Jimin.
"Pfft, terbawa suasana kau bilang? Kau meninggalkan mainanmu di hotel setelah merengut keperawanannya dan membiarkan ia demam tinggi disana dan itu tidak membuatmu 'terbawa suanana' hyung? Kau mendadak lemah lembut dan baik hati sekarang?" olok Jungkook.
"Cukup Jungkook, apa maksudmu dengan semua ocehan ini" ujar Hoseok mencoba menengahi.
"Aku? AKU MENCOBA MENYADARKAN KALIAN! KALIAN BERNAFSU DENGAN ORANG YANG SAMA. FUCK!, KITA BAHKAN DIAWAL BERTARUH SIAPA YANG LEBIH MENARIK, DIA ATAU KRYSTAL!" teriak Jungkook dan Namjoon menamparnya.
Seorang Kim Namjoon menamparnya.
Seorang Kim Namjoon, Leader BTS, orang paling bijaksana, kini menampar Jungkook.
Bukan Yoongi, bukan Jimin, bukan Taehyung.
Seorang Kim Namjoon.
Jungkook tertawa.
"Demi laki – laki murahan itu kau menamparku hyung, dimana IQ-mu yang hyung banggakan itu? Tidakkah hyung lupa percakapan kita saat insiden kopi jatuh-"
"Kau tidak pantas mendisrespectnya seperti itu, terlebih dia yang menyelamatkanmu dari ayahmu. Jika dia selacur itu, dia sudah meniduri kita semua Jeon Jungkook" ujar Namjoon dengan suara berat.
Jungkook terdiam.
"Fakta bahwa kita tertarik dengan orang yang sama iya. Fakta bahwa kita juga bernafsu dengan orang yang sama juga iya. Tak usah munafik Jeon Jungkook, jika ia tak semenarik itu, kau tak perlu repot mengambil fotonya sewaktu tertidur jika ia tak 'semenarik' itu dimatamu"
Jungkook tersudut dan Taehyung tersenyum meremehkan.
"Cih, munafik. Aku muak dengan kalian, lebih baik aku pergi-" ujar Taehyung terputus mendapati kini Seokjin, Dongsoon, dan Manajer sudah ada mematung didepan pintu apartemen mereka. Melihat Taehyung tidak menuntaskan kalimatnya membuat semua member BTS berfokus pada arah mata Taehyung dan terkejut.
Orang yang mereka bicarakan kini ada dihadapannya tengah memegang sebuah jaket yang Jungkook kenal.
Jaket miliknya.
"KALIAN MANUSIA KEPARAT-" ujar Dongsoon ingin menghajar Jungkook namun terhenti ketika Seokjin menghadangnya dengan mata berkaca – kaca.
"Aku kemari ingin mengembalikan jaket milik Jungkook-shi. Kami permisi" ujar Seokjin pamit undur diri menyeret Dongsoon yang sudah siap menghajar member BTS satu persatu.
Sedangkan sang manajer sudah menampakkan wajah merah padam, perpaduan menahan malu akan sifat 'binatang' artisnya dan juga amarah.
"Kalian semua. Ceritakan bagaimana pertemuan kalian dengan PD Kim atau kalian akan habis ditangan sajangnim" tegas sang manajer
/
Dongsoon mengamuk sepanjang perjalanan. Daehoon dan Daehee yang sedari tadi didalam mobil kaget bukan kepalang melihat kakak tertuanya mendadak menjadi beruang ngamuk yang sedari tadi melontarkan cacian serta makian terhadap Seokjin. Daehoon mencoba menengahi dengan bertanya apa yang sebenarnya terjadi dan Dongsoon dengan semangat menceritakan kepada adiknya bahwa ketika mereka sadar bahwa jaket Jungkook ketinggalan, dengan inisiatif mereka mengantarkan jaket tersebut kepada Jungkook dan tidak sengaja membuat mereka bertemu di lift. Sang manajer yang mengetahui Seokjin adalah staff KBS yang dibicarakan Jungkook tadi dengan senang hati memperkenalkan diri dan tidak sabar pula memperkenalkan Seokjin keartis mereka sebagai bentuk ramah tamah dan terima kasih.
Mereka menekan bel dan tidak ada satupun orang tampaknya yang mendengar bel tersebut, manajer tersebut yang tahu passcode apartemen milik BTS pun kemudian berinsiatif membukakan pintu sendiri dan mereka dikagetkan denngan BTS yang sedang beragurmen hebat dan tiba – tiba nama Seokjin dibawa dan dihina bersamaan dengan Namjoon yang menampar Seokjin. Daehoon dan Daehee seketika melihat kearah Seokjin begitu mendengar 'kalimat tidak senonoh' yang diceritakan oleh kakak tertuanya. Seokjin memberikan senyum terbaiknya untuk menenangkan anak kembar tersebut sementara Dongsoon masih mencerca dan mencaci maki BTS sepanjang perjalanannya.
Seokjin diantar pulang dan berpesan kepada sikembar untuk meredam amarah kakak mereka. Seokjin menghela nafas dan masuk kedalam ketika seseorang memanggil namanya.
"Jinnie…" suara itu membuat bulu kuduk Seokjin merinding.
"Jinnie…itu kau kan…Jinnieku?" ujar suara itu membuat Seokjin membalikkan badannya menampilkan sesosok pemuda berbadan tegap yang kini tampak kegirangan.
Wajah Seokjin memucat.
"Uri Wookie akhir – akhir ini sangat lihai 'bermain' kita harus memberinya sedikit penghargaan bukan?" ujar bossnya tersebut kemudian tersenyum mengerikan.
"Kau kecanduan yadong, Wookie"
"Minam hyung, ini karnamu bukan?" ujar anak berumur sepuluh tahun bernama Wookie tadi lalu kesal melihat Jin menangis dipojokkan dengan dress putih transparan yang ia khusus belikan.
"Hiks…appa! Appa!" ujar Jin berteriak.
"Hyung, dia tidak mau menuruti poseku"
"Ya sudah, mau bagaimana lagi. Hukum saja dia"
Seokjin menarik nafas panjang terkejut.
"Wo-wo-…wookie hyung" ujar Seokjin kini tidak mampu mengontrol air matanya.
"Hey, kamu masih mengingatku. Aigoo uri Jinnieku jangan menangis-"
"PERGI! PERGI DARI SINI! JANGAN DEKATI AKU! AKU MOHON! PERGI!" ujar Seokjin berteriak histeris dengan nada panik. Membuat atensi orang kini tertuju pada Seokjin membuat pemuda bernama Wookie tadi segera pergi.
Seokjin terduduk lemas dihalaman rumahnya dan seluruh tetangganya panik begitu melihat tetangga mereka yang jarang mereka lihat tersebut kini menangis cukup panjang dan bahunya bergetar. Salah satu diantara mereka segera menelpon nomor darurat dan tak lama kemudian Haein yang kebetulan bertugas disekitar studio Jin segera mengarah kesana.
"Seokjin-ah?" ujar Haein khawatir mencoba mencari atensi pemuda ringkih tersebut dan berhasil. Seokjin mengenali Haein dan segera memeluknya sambil merapalkan kalimat 'aku takut.' Haein segera menyuruh para tetangga untuk segera bubar karena tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan sementara ia meminta salah satu partner jaganya tadi untuk mengejar orang yang dideskripsikan oleh para tetangganya tadi.
Sementara Haein membawa masuk Seokjin kedalam dengan digendong ala bridal style.
Haein yang sudah hapal dengan studio milik Seokjin segera menuju dapur untuk mengambil segelas air hangat untuk menenangkan Seokjin. Haein sejujurnya cukup panik, ia belum pernah melihat Seokjin menangis sehisteris tadi. Sejam kemudian temannya tadi datang dan melapor bahwa mereka kehilangan jejak. Haein yang melihat ada raut 'ketakutan' dimata Seokjin membuat Haein segera menyuruh anak buahnya tersebut segera mengecek CCTV sekitar perumahan mereka.
Siapapun orang tersebut pastinya tidak akan bisa hidup tenang selama Haein hidup.
23 Desember 2018
Sehari sejak insiden tersebut, Haein singgah kerumah Seokjin dan melihat bahwa pemuda itu mengurung diri dikamar mandi. Salah satu kerabat kerjanya, Eunkyung yang sengaja datang hari ini kekediaman Seokjin untuk mengajaknya shopping bersama panik luar bisa melihat Seokjin basah kuyup dikasurnya sendiri dan Haein yang ada disana.
Haein pun menceritakan tragedi kemarin yang membuat Seokjin hingga seperti ini. Eunkyung yang masih mengingat Shinhye segera menelpon dokter tersebut sambil membantu mengganti pakaian basah Seokjin serta kasurnya dengan pakaian dan seprei yang baru. Shinhye yang panik mendapat telepon dari Eunkyung segera memeriksa keadaan Seokjin.
Shinhye menunjukkan raut tidak enak yang membuat keduanya tidak ingin mendengar apa yang diceritakan oleh Shinhye saat itu juga. Shinhye yang tahu Eunkyung masih belum 'tahu' identitas Seokjin memutuskan meminta tolong untuk menebus resep obat Seokjin di apotik terdekat dan setelah itu Eunkyung tanpa babibu segera pergi.
Meninggalkan Haein yang sudah siap menerima kaar terburuk yang keluar dari mulut Shinhye.
"Seokjin…dia…traumanya kembali, nampaknya ia bertemu dengan pelaku penculikannya dua puluh tahun silam"
Kalimat itu sudah setara godaman palu dihati mereka semua.
Melihat rumitnya kondisi Seokjin, Shinhye memutuskan agar Seokjin jangan dibiarkan sendiri. Haein secara sukarela menawarkan diri untuk menjadi partner roommate Seokjin. Tidak tanggung – tanggung, ruang kosong sebelah ruang tamu yang dibiarkan melompong begitu saja kini Haein sulap dalam sehari menjadi kamarnya. Sehingga kini lantai atas rumah Seokjin memiliki dua kamar sekarang.
Eunkyung segera melaporkan ke PD Song bahwa Seokjin terpaksa harus libur kembali karena situasi yang rumit ini. PD Song yang mengerti hal tersebut mengerti dan mengatakan bahwa Seokjin bisa libur dalam satu minggu atau mungkin lebih mengingat bahwa acara KBS hingga sampai desember akhir dan itu tinggal menghitung hari saja.
Di hari pertama Haein menginap, malam hari ia menemukan Seokjin tidak sengaja memecahkan gelasnya. Haein terpaksa membersihkan beling gelas tersebut sambil memastikan tidak ada serbuk kaca atau beling – beling kecil yang bisa melukai Seokjin.
Malam pertama Haein tak bisa tidur.
Hari kedua, Haein memutuskan untuk menghubungi keluarga Seokjin. Namun, belum sempat Haein menghubungi keluarganya Seokjin sudah putus asa memohon kepadanya untuk jangan menceritakan ini kepada siapapun. Melihat bagaimana Seokjin putus asa hingga berlutut membuatnya tidak tega juga.
Hari ketiga Haein pulang bersama dengan Sunghoon dan putrinya yang kini mulai aktif menggumam. Seokjin agak sedikit terhibur dengan kehadiran Soojin sekaligus mengucapkan selamat kepada Sunghoon karena untuk pertama kalinya ia mendapat penghargaan Best Actor di KBS Drama Award. Seokjin juga meminta maaf karena tidak bisa hadir.
Mengingat hal tersebut Haein memutuskan untuk undur diri karena ia harus melakukan patroli malam.
Sekaligus memberi ruang pada Sunghoon dan Seokjin.
Haein tahu apa yang terjadi saat pembacaan pidato penghargaan Sunghoon tadi.
"Eum pertama – tama…hadiah ini saya persembahkan untuk anak saya tercinta Soo Jin, karenanya saya bisa bertahan menghadapi segala cobaan yang ada, Soojin-ie…lihat appa nak, appa memenangkan piagam pertama dihari ulang tahunmu"
Semua orang menangis mendengar winning speech milik Sung Hoon
"Untuk agensi, manajer-nim, eomma dan appa, untuk para fans yang setia mendukung saya. Terakhir, saya juga berterima kasih untuk seseorang yang mensupport saya mulai dari nol hingga sekarang. Dia adalah orang yang luar biasa pesonanya karena keindahan miliknya tercampar dari dalam…Terima kasih…Jin…"
Haein tahu 'pembicaraan' mereka akan mengarah kemana dan memilih undur diri.
"Kupikir kau akan marah ketika aku mengucapkan namamu" ujar Sunghoon sambil berjalan ke dapur. Daripada afterparty yang diselenggarakan KBS, Sunghoon memilih menjemput Soojin dirumahnya sambil belanja bahan makanan ditemani Haein sambil bercerita mengenai kondisi Seokjin sekarang dan memutuskan untuk singgah dirumahnya sekaligus memasak sup tofu, salah satu makanan kesukaan Seokjin.
Seokjin sendiri hanya bisa tersenyum pias mengingat ia sudah pernah memimpikan hal ini sebelumnya.
"Justru aku berterima kasih dirimu mau mendengarkan saranku" ujar Seokjin sambil bermain – main bersama Soojin.
Sehabis makan, Sunghoon mengajukan diri untuk membersihkan piring mereka sambil Seokjin menidurkan Seokjin dalam gendongannya sambil menyanyikan sebuah lagu yang belum pernah Sunghoon dengar sebelumnya.
Neoneun nae salme dashi tteun haetbit
You are the sunlight risen again in my life
Eorin shijeol nae kkumdeure jaerim
The second advent of my childhood dreams
Moreugesseo i gamjeongi mwonji
I don't know, what these feelings are
Hokshi yeogido kkum sogingeonji
Whether this too is in a dream
Kkumeun samage pureun shingiru
Dreams are a desert's blue mirage
Nae an gipeun gose apeuriori
The a priori of my innermost heart
Summi makhil deushi haengbokhaejyeo
Becoming joyous like I'm choked for air
Jubyeoni jeomjeom deo tumyeonghaejyeo
My surroundings becoming more transparent
Jeogi meolliseo badaga deullyeo
From far away, I can hear the sea
Kkumeul geonneoseo supul neomeoro
Pass your dreams, clamber through the bush
Seonmyeonghaejineun geugoseuro ga
And go to the place that becomes clearer
Take my hands now~
You are the cause of my euphoria~
Lagunya menggambarkan lirik yang begitu bahagia dan nadanyapun demikian namun berbanding terbalik kini dengan Seokjin yang menangis diam sambil memandang Soojin yang terlelap dalam gendongannya.
Sunghoon segera membekap dua insan yang paling ia cintai ini.
Diantara semua kekacauan yang ada, Seokjin paham bahwa dirinya tidak menyangka akan bertemu salah satu orang yang paling bertanggung jawab dalam merusak hidupnya. Terlebih, dihari yang sama orang yang selama ini 'menerornya' dalam mimpi merendahkan dirinya didepan matanya sendiri.
Pada titik ini seharusnya Seokjin sudah bisa membenci semua orang yang merusak hidupnya.
Pada titik ini sudah sewajarnya Seokjin marah kepada semua orang yang mengacaukan hidupnya.
Tapi ia tidak bisa.
Sungguh tidak bisa.
"Pada akhirnya daripada membenci, aku lebih suka 'mencintai'"
Perkataan Pastor Hong selalu terngiang – ngiang dikepalanya. Ia ingin membenci BTS selayaknya Dongsoon membenci BTS setengah mati. Namun pada akhirnya ia mengingat bagaimana 'kencan absurdnya' dengan Namjoon, bagaimana Taehyung yang tak pernah mengobati luka orang mengobati lukanya dipantai waktu itu, bagaimana Yoongi yang melontarkan perkataan kasar masih bisa menolongnya di jurang waktu itu, bagaimana Jimin menangis dalam pelukannya, atau bagaimana kehangatan segelas coklat panas buatan Hoseok, atau mungkin bagaimana Jungkook masih bersusah payah menggendong tubuhnya kekamar tanpa membangunkannya meski badannya sudah rontok ditinju ayahnya sendiri.
Pada akhirnya Seokjin pun tidak bisa benar – benar membenci penculiknya juga.
Karena salah satu dari mereka membiarkan Seokjin kabur.
Dan karena semua hal tersebut Seokjin minta maaf, terutama kepada orang – orang yang berusaha menyadarkannya akan betapa kelewat baiknya hatinya tersebut.
Seokjin ingin menyalahkan ibunya atas sifatnya yang satu ini.
Entah karena terbawa suasana atau apa, Sunghoon menciumnya tepat di bibirnya. Tidak ada nafsu disana, hanya kelembutan dan kehangatan. Sunghoon melepas ciumannya dengan hati – hati.
Seokjin tahu ini akan mengarah kemana.
Seokjin sadar pandangan lembut Sunghoon terhadap dirinya menyiratkan apa selama ini.
Seokjin sadar bahwa mungkin dibanding member BTS yang secara terang – terangan menyakiti fisik dan mentalnya, Sunghoon jauh lebih baik dari mereka.
Namun Seokjin tidak bisa.
Ia tidak bisa membalas perasaan Sunghoon.
Didalam ciuman tersebut ia hanya mengingat bagaimana lembutna Namjoon atau Jimin ketika menciumnya.
Didalam pelukan Sunghoon ia hanya bisa mengingat bagaimana hangatnya pelukan Hoseok atau Taehyung.
Didalam dekapan Sunghoon ia hanya bisa mengingat bagaimana amannya ia dalam gendongan Yoongi atau Jungkook.
Pada akhirnya Seokjin menangis karena tidak bisa memikirkan yang lain selain keenam pemuda itu.
Pada akhirnya Seokjin benar – benar 'melacur' seperti yang dikatakan mereka.
Pada akhirnya Seokjin frustasi bahwa bagaimana bisa ia menolak Sunghoon dengan sebuah tangisan dan Sunghoon masih berani tersenyum padanya dan seolah berkata tidak apa.
"Aku tahu kau terluka…aku sadar aku bukan orang yang tepat untuk menyembuhkan luka itu…"
Pada akhirnya Seokjin mengutuk dirinya karena menolak orang sebaik Sunghoon. Yang bahkan keesokan paginya masih bersikap seperti biasa, tetap perhatian, baik, dan penyayang.
Seokjin benar – benar mengutuk dirinya.
/
24 Desember 2017
Seokjin pulang kekediaman keluarganya. Soeun dan Jinwoo beruntung tidak menyadari perubahan yang terjadi pada Seokjin karena ia berusaha semaksimal mungkin untuk menutupi hal tersebut mengingat kakek dan neneknya juga datang jauh – jauh dari Jeju. Bukan hanya itu. Kakek nenek dari ibunya, Heechul dan Rain juga datang.
Ini benar – benar malam pesta natal luar biasa, Seokjin sedikit terhibur.
Lebih hebat lagi ia terhibur ketika Soeun memperkanalkan PD Song sebagai kekasihnya.
Seokjin dan Jinwoo tersedak minumannya sendiri mengingat mereka berdua tahu betul kisah 'Tom & Jerry' antara kakaknya dengan PD Song.
Benar – benar sebuah plot twist mendebarkan.
Semua berjalan lancar, meski ayahnya tidak suka atas perilaku PD Song sebelumnya terhadap Seokjin. PD Song mengaku salah dan tak keberatan jika Kangin belum bisa merestui hubungan mereka. Melihat 'sikap besar' PD Song membuat Kangin memberikannya kesempatan kedua.
Natal tahun ini juga dimeriahkan dengan kegembiraan bibinya Seokjin, Taehee yang akhirnya kini tengah mengandung anak pertamanya. Myungsoo nampaknya juga sudah mulai serius menjalani hubungan dengan seseorang yang bukan dari kalangan konglomerat atau orang kaya seperti mereka, namun sang pasangan masih belum berani menghadapkan mukanya didepan keluarga Kim. Myungsoo nampaknya sudah bisa move on dari Seokjin ketika ia sadar diri Seokjin tidak akan mau bersamanya.
Terlebih setelah mereka tahu apa yang dilakukan kedua orang tua mereka terhadap kejadian dua puluh tahun silam.
Baik Seokjin dan Jinwoo dituduh kurusan selama setahun ini membuat duo Kim tersebut hanya bisa terkekeh polos tanpa dosa dan berjanji akan mulai 'mengemukkan' badan mereka.
Seokjin terhibur sekali.
Ia sadar keluarganya tidak sempurna.
Tapi kebahagian yang datang dari keluarganya sangat sempurna.
Selayaknya nasihat Pastor Hong dan juga resolusi yang sudah ia tanamkan dari dulu.
Mungkin sudah saatnya Seokjin juga move on.
Seokjin datang di pesta pergantian tahun KBS membuat Eunkyung dan Dongsoon menangis layaknya bayi. Seokjin sudah mengatakan bahwa ia tidak apa – apa membuat mereka semakin menangis hingga membuat Seokjin panic dan terpaksa menjadi 'babysitter' dadakan untuk dua orang tersebut.
Seokjin menyapa para staff dan petinggi KBS sekaligus mengucapkan maaf karena tidak bisa ikut bergabung karena 'kondisi kesehatannya' kemarin. Para aktris dan aktor juga hadir diacara ini termasuk Sunghoon membuat pipi Seokjin memanas karena malu atas ciuman mereka kemarin.
Duanya saling bertemu pandang dan tersipu malu serta saling kikuk satu sama lain. Dongsoon yang otaknya sangat 'cepat' dengan urusan beginian langsung nyengir kesetanan.
"Hayo! Apa yang terjadi terhadap kalian berdua! Jangan – jangan kalian jadian ya! Mengingat speech Sunghoon waktu itu" ujar Sunghoon merangkul keduanya sambil memainkan alisnya jahil. Seokjin hanya bisa tertawa panik sementara Sunghoon hanya mendengus geli sambil mengatakan dengan santai bahwa ia ditolak oleh Seokjin.
Seluruh staff langsung ramai layaknya penonton bayaran sementara muka Seokjin sudah memerah hingga ketelinga.
Seokjin segera mengutuk Sunghoon sejahat – jahatnya sementara si pelaku hanya terkekeh lucu.
Bagaimanapun ia tak akan pernah bisa berhenti mencintai Jinnienya.
Malam semakin larut dan para entertainer seperti MC, pembawa acara, comedian, hingga idol, rapper, dan musisi lainnya berdatangan.
BTS bahkan hadir disana membuat Seokjin semakin gelisah namun Dongsoon menggenggam tangannya seolah tidak apa – apa dan Sunghoon tepat disampingnya pun memberikan tatapan dengan arti yang sama membuat Seokjin sedikit tersenyum lega meski ia masih sama gugupnya ketika meja mereka saling berhadapan.
Pesta tahunan mereka dimulai ketika PD Song menghitung mundur waktu yang sebentar lagi menunjukkan pukul 00.00 dimana pergantian tahun dimulai. Petasan dalam berbagai hiasan pun dinyalakan ketika waktu countdown habis.
Untuk menambah semarak acara yang dilakukan di outdoor alias balkon gedung utama KBS ini, PD Song mengumumkan hubungannya dengan Soeun membuat semua orang berteriak terkejut tidak menyangka. Sementara Seokjin, Jinwoo, dan mungkin PD Yoo hanya biasa – biasa saja karena sudah lebih tahu sebelumnya.
Pesta semakin semarak dengan didampingi ramen, daging panggang, serta soju dan beer yang siap menghangatkan malam panjang mereka. Berbagai games interaktif pun dilakukan seperti, karaoke machine, batu gunting kertas, mafia game, hingga confession letter dimana semua orang menulis surat secara anonim dan dibaca oleh orang yang berbeda secara acak.
Berbagai 'pengakuan' lucu pun bermunculan seperti, ada yang meminjam celana dalam temannya dan tidak pernah mengembalikannya karena takut ketahun ambil, atau diam – diam mereset ulang editan video temannya karena usil. Hingga pada sampai giliran Seokjin membaca sebuah surat tersebut. Orang yang membaca surat tersebut harus memberikan saran terhadap pengakuan – pengakuan tersebut.
Awalnya Seokjin mengira bahwa ia akan mendapat surat pengakuan lucu lainnya seperti kebanyakan orang tapi justru yang tak disangka sebuah surat pengakuan cinta.
"Seokjin…?" panggil PD Yoo halus menyadarkan Seokjin yang kelu membaca suratnya.
Ini kisah kami yang mungkin tak pernah ia ingat.
Teruntukmu gonju-mama yang tak pernah aku lihat.
Teruntukmu bocah kecil yang kutemui dipantai.
Teruntukmu si anak baik yang membantu nenekku.
Teruntukmu yang ingin membeli ice cream disiang hari.
Teuntukmu yang memberiku ramen dikala hujan.
Teruntukmu yang menangis mengiraku hampir mati.
Kita bertemu lagi, namun sayangnya kita tak saling mengingat.
Kita bertemu sekali lagi, namun kami melukaimu.
Kita bertemu, dan lagi, kami tidak menyadarinya.
Kita kemudian akhirnya bertemu lagi, dan kali ini kami katakan,
Kami mencintaimu.
Semua orang bertepuk tangam gemuruh bahkan memberikan siulan jail karena baru pertama kalinya dari sekian surat yang sedaritadi dibacakan muncul surat cinta. Semua orang menanti jawaban Seokjin, namun Seokjin hanya bisa terkekeh canggung karena ia tidak bisa merespon surat ini karena terlalu ambigu seperti kata 'kita' dan 'kami,' disamping itu Seokjin juga mengaku belum pernah berhubungan jadi ia bukan ahlinya urusan 'asmara.' Kini orang – orang balik menjahili Seokjin dengan menanyakan apa ia sudah melakukan first time, first kiss dan lain – lain membuat mukanya semakin merah padam.
"Eum mungkin, saran yang bisa kuberikan adalah kembali mulai dari awal. Surat ini sepertinya menandakan orang yang ia cintai tidak mengingatnya, tapi ia mengingatnya dan tidak sengaja melukainya. Mungkin membawa kembali orang yang kalian cintai terhadap kenangan – kenangan yang ia sebutkan disini akan membuat orang itu dan kalian punya hubungan yang lebih baik" jawab Seokjin ragu dihadiahi siulan jahil serta seruan bahwa Seokjin si dokter cinta hingga bombardier mengenai kehidupan percintaannya.
Malam ini cukup menyenangkan untuk Seokjin.
/
1 Januari 2018
Seokjin menghirup udara segar dipagi hari. Kali ini awal tahunnya tidak dihadiahi dengan 'mimpi aneh' yang membuat Seokjin lega luar biasa. Mengingat kini salah satu penculik satu penculiknya dahulu kini mengetahui keberadaan studionya, Seokjin memutuskan untuk pindah. Ayahnya tentu saja paling semangat memberikan akomodasi terbaik untuk putranya menanyakan tuan Yoo untuk mencari developer terbaik untuk putranya.
Seokjin sudah bilang untuk tidak terlalu 'meperhatikan' rumahnya. Namun seperti biasa sang ayah selalu ingin membeli yang terbaik. Akhirnya pilihan Seokjin jatuh kepada sebuah komplek perumahan Hannam Village dimana Seokjin membeli semua rumah minimalis dimana sebelah kanannya terdapat rumah kecil dua tingkat dan sebelah kirinya garasi kosong yang dilapisi folding door lalu halaman rumah yang bisa menjadi lahan parkir untuk satu mobil.
Didalam rumahnya pun cukup nyaman. Dilantai satu dihiasi dengan dapur umum, ruang makan, ruang tamu, dan ruang keluarga atau ruang TV. Sementara dilantai dua berisi tiga kamar dan teras atas yang bisa dipakai untuk menjemur baju. Seokjin rasa ini pilihan yang tepat untuk huniannya. Eunkyung, Dongsoon, dan Junwoo tentu dengan senang hati membantu mereka mengurus perpindahan Seokjin. Junwoo dengan hati – hati menata berbagai furniture, balok kayu, dan berbagai alat atau mesin potong kedalam garasi dalam rumah Seokjin. Sementara Eunkyung bertanggung jawab menata barang – barang didalam rumah Seokjin yang sebenarnya dari rumah lamanya tidak banyak yang perlu dibawa. Hanya alat mandi, TV, kulkas, kasur, lemari, dan peralatan dapur yang sebenarnya tidak banyak mengingat Seokjin selama ini tinggal sendiri. Rumah Seokjin yang bernuansa cream, putih, dan beige ini terlihat sepi sekali.
Seokjin hampir terkena serangan jantung ketika Eunkyung mengeluh mengenai tidak adanya foto keluarga Seokjin yang Seokjin tanggapi dengan kekehan gugup. Akhirnya, Eunkyung berinisiatif menyuruh Dongsoon untuk membeli lampu gantung di area ruang tamu dan ruang keluarga, beberapa lukisan, dan tentunya kasur serta lemari untuk dua kamar lainnya yang masih kosong melompong tersebut. Dongsoon pun dengan sigap membeli barang tersebut dan tidak lupa memasang CCTV dan Intercom agar hunian baru Seokjin tetap aman dan nyaman. Seokjin pun segera menuju dapur memasak bulgogi, bibimbap, dan galbi yang mana makanan kesukaan mereka bertiga. Ditemani dengan soda dingin mereka makan dengan nikmat.
Seokjin yang tahu bahwa Dongsoon dan Junwoo tidak akan pernah cukup dengan satu porsi sudah menyediakan porsi tambahan yang membuat dua pria itu tepar kekenyangan sementara Eunkyung tidak menghabisi Galbi miliknya karena sedang dalam masa diet membuat Seokjin mau tidak mau menghabiskan sisanya. Mereka akhirnya pamit pulang dan sebelum pulang mereka membawa Seokjin ke teras depan dan menghadiahi Seokjin sebuah sepeda. Seokjin tertawa luar biasa mengingat ketiga temannya tahu bahwa Seokjin tidak bisa mengendarai sepeda. Namun berbekal pelatihan singkat tiga puluh menit Seokjin akhirnya bisa sedikit demi sedikit dengan stabil mengayuh sepedanya selama tiga puluh menit.
Mereka pun akhirnya resmi pamit pulang, dan Seokjin kembali kedalam rumah barunya, membersihkan piring kotor dan menyapu serta mengepel seluruh isi rumahnya tersebut. Tak lama kemudian Haein dan Shinhye pun datang berbarenngan membawa berbagai jenis buah dan kue sebagai hadiah masuk rumah baru. Haein yang tadinya berfikir Seokjin ada tamu dirumah mengingat ada sepeda terparkir diluar kaget bahwa itu adalah sepeda milik Seokjin mengingat keduanya tahu bahwa Seokjin tidak bisa mengenderai kendaraan apapun selain mobil. Mengingat bahwa hari mulai malam mereka pun pamit pulang setelah memastikan kondisi Seokjin yang mulai membaik dari hari kehari.
Keesokkan harinya para staff KBS pun datang bertandang ke rumah Seokjin. Seokjin yang tidak sempat membeli bahan makanan dirumahnya hanya terpaksa menyediakan seaadanya. Nasi goreng kimchi dengan es buah. Beruntung kemarin Shinhye dan Haein membelikan banyak buah kemarin. Kakaknya pun datang bersamaan dengan para staff lainnya. Mereka pun membawa hadiah masuk rumah baru seperti tradisi kebanyakan. Mereka membawa sekarung beras, peralatan memasak (blender, mixer, satu set pisau, dll), beberapa set tempat tidur (seprei, sarung bantal dan guling, dan selimut atau bedcover) dan gyeongdan yang akhirnya dimakan oleh mereka semua. Berhubung teras didepan rumah Seokjin agak luas. Para staff memakainya menjadi barbeque party dengan Dongsoon yang senang hati langsung membeli daging bersama satu dus kaleng bir dan Soju.
Semua pun akhirnya kembali pulang dan Seokjin yang terpaksa kembali membereskan rumahnya membuat tubuhnya kembali pegal – pegal.
Baru dua hari ia berada dirumah ini dan kini tempat sampah dirumahnya sudah penuh dengan dua trash bag besar. Setelah bebersih diri Seokjin memutuskan untuk segera tidur.
/
Yoongi yang saat ini membawa mobil sendiri pulang dari studionya menuju rumah, entah apa yang dipikirkan saat itu. Ia mengenderai mobilnya melewati rumah Seokjin. Melihat dari kejauhan bahwa lampu di rumah Seokjin menyala entah kenapa ada rasa semangat yang berkobar disana membuat Yoongi dengan pelan melewati rumah tersebut.
Namun betapa kagetnya ia, bahwa rumah tersebut bukan lagi berisi kayu – kayu seperti biasanya melainkan kini telah berubah menjadi sebuah café and resto yang ternyata buka dua puluh empat jam.
Mungkinkah Seokjin sudah pindah semenjak kejadian itu?
Rasa semangat yang ada ditubuh Yoongi hilang sekejap dan kini mulai merutuk Jungkook atas perbuatannya saat itu. Saat itu tepat Seokjin dan Dongsoon pergi, semuanya saling mengaku atas paksaan manajer mereka. Namjoon nampaknya yang pertama kali menemui Seokjin saat insiden kopi tumpah tersebut. Ia bahkan masih menyimpan bill atas nama Seokjin. Bukan hanya sampai disitu, Namjoon bahkan mengaku sudah pernah 'kencan singkat' dengan Seokjin yang membuat semu orang kaget bukan main. Hoseok mengaku bahwa orang yang menyelamatkan kakaknya adalah Seokjin dan Hoseok mengatakan bahwa ia membina hubungan yang baik dengan Seokjin saat ini.
Taehyung hanya bisa menggerutu kesal karena pertemuannya dengan Seokjin hanya saat insiden di pantai waktu itu. Ia punya kesempatan beberapa kali dengan Seokjin namun Seokjin selalu bersama laki – laki lain yang mengundang rasa tertarik member lainnya. Jimin mengatakan bahwa Seokjin adalah orang yang tidak sengaja mengetahui hubungannya gelanya dengan Yoori membuat Jimin mau tidak mau harus membuntuti Seokjin namun berujung pada ia yang jatuh cinta duluan dengan segala perhatian yang Seokjin berikan untuknya.
Tentu saja insiden ciuman dirumah sakit menambah daftar panas dikepala Taehyung.
Jungkook tak punya banyak kisah yang ia ceritakan karena Seokjin memang menolongnya. Ia juga belum punya 'rasa spesial' terhadap pemuda itu seperti para hyungnya.
Yoongi juga tak punya banyak kisah untuk ia ceritakan. Ia hanya bercerita bahwa ia menemui Seokjin saat rapat waktu itu dan saat pesta Ken dari VIXX dimana ternyata Seokjin adalah kawannya Ken. Yoongi mengaku mengantar Seokjin pulang dan hanya sebatas itu. Ia tidak punya feeling apapun.
Tentu saja Yoongi merahasiakan mengenai diary dan insiden Yoongi yang menyelamatkan Seokjin di jurang saat itu. Semua member tentu saja percaya terkecuali sang manajer yang sudah mengantongi beberapa bukti karena PD Song sebelumnya sudah mengirimkan foto – foto yang didapat dari para wartawan.
Namun sang manajer memilih diam. Mengingat Yoongi yang paling 'waras' disini dan pasti ia punya alasan juga untuk tidak memberi tahu para membernya.
Manajer mereka marah besar. Sang manajer akhirnya memberi tahu bahwa mereka sudah mulai tercium, dan semakin marah pula mengetahui bahwa justru mereka membicarakan Seokjin disini sebagai 'pria panggilan.' Sang manajer tahu bagaimana 'kehidupan malam' artisnya. Ia tahu betul dan ia juga tak bisa berbuat banyak karena itu bagian dari privasi mereka masing – masing. Tapi kali ini mereka sudah kelewatan karena bermain dengan staff yang sepertinya bukan yang setipe dengan dunia mereka. Bagaimana jika Seokjin dengan berani membocorkan semua kelakuan biadap mereka?
Manajer akhirnya memutuskan untuk segera melupakan Seokjin.
Namun mereka tidak bisa.
Seharian mereka mengurung diri di apartemen mereka dan tidak berbicara satu sama lain. Semuanya kelu. Sampai dimana Namjoon mengumpulkan mereka hanya demi menceritakan sebuah kisah cinta pertamanya.
"Kalian tahu kisah bocah kecil yang pemalu, yang akan selalu kabur begitu tahu aku ada disana bersamanya? Kalian pikir ini gila atau bukan tapi aku baru sadar. Bocah kecil yang aku temui saat itu adalah Seokjin. Lucu bukan?" ujar Namjoon.
Namun pada akhirnya ia menangis.
Ia mengaku pada saat kencan singkat itu Namjoon memperlakukan Seokjin layaknya 'mainanannya' yang akan bertekuk lutut. Ia lupa bahwa Seokjin berbeda. Ia tidak sama dengan mainannya atau orang lain yang hanya ingin bersamanya karena uang, popularitas, atau karena wajahnya. Jimin dan Taehyung pun akhirnya juga meneteskan air matanya. Mengingat bahwa betapa baiknya perlakuan Seokjin kepada mereka setelah dua perempuan yang bersama mereka memperlakukan Seokjin dengan buruk. Taehyung pun mengaku bahwa Seokjin mungkin adalah orang yang sama membantu neneknya memetik buah sementara Jimin mengingat Seokjin yang malu ketika diberikan ice cream olehnya saat tidak sengaja bertemu disebuah took dan Seokjin yang tidak membawa uang saat itu.
Hoseok juga akhirnya menangis bahwa ia menngingat orang yang menyelamatkannya saat pingsan di jembatan itu ialah Seokjin dan orang yang memberikan ramen kepada Jungkook adalah Seokjin. Jungkook yang kaget kemudian mengingat – ingat haltersebut dan menyadari bahwa itu adalah Seokjin. Jungkook akhirnya pun menangis dan meratapi semua perkataannya yang menghancurkan hati Seokjin.
Yoongi yang sempat bertemu dengan Sua saat ini pun tidak menyangkan bahwa 'gongju-mama' yang diceritakan oleh Sua adalah Seokjin. Sua menceritakan bahwa ia bertemu kembali dengan Seokjin yang kini sudah menjadi staff BTS dan berfoto bersama.
Tapi Yoongi tidak menangis.
Atau berusaha mencoba untuk tidak menangis.
Orang paling penting dalam hidup mereka, orang yang bisa dibilang yang telah membentuk BTS sekarang adalah Seokjin. Pemuda itu dan segala kebaikan hatinya memberikan mereka harapan bahwa dunia mungkin bisa saja berlaku baik kepada mereka.
Dan mereka berhasil.
Tapi keberhasilan mereka membutakan mereka.
Mereka lupa 'siapa mereka dulu'
Mereka lupa 'siapa yang mengajarkan mereka kebaikan'
Mereka lupa bahwa dulu dunia pernah memperlakukan mereka buruk dan masih ada sesosok malaikat yang memberi mereka sebutir harapan.
Dan ketika mereka diberikan kesempatan untuk bertemu malaikat tersebut, mereka menyia – nyiakannya tepat didepan orang itu sendiri.
Saat mereka kembali bertemu di pesta KBS kemarin dan Seokjin yang segera membuang muka ketika berpapasan dengan mereka.
Menjadi tanda bahwa Seokjin mungkin dan tidak akan mengenang mereka lagi.
Tapi ketika surat mereka dibaca oleh Seokjin dan bagaimana Seokjin menjawab hal tersebut sedikit membuka harapan, terkhusus untuk Yoongi.
Namun melihat kini bahkan Seokjin sudah pindah rumah membuat harapan Yoongi putus. Ia segera menuju rumah.
Seharusnya.
Tidak sampai ia menemukan sesosok pemuda yang tengah tersenyum memberi makan kucing liar lalu berjalan pergi bersama kantung plastik belanjaan yang sepertinya menandakan bahwa pemuda yang dirindukan Yoongi ini baru saja dari swalayan.
Dan kini pemuda itu menatap balik Yoongi yang kini sudah ada didepan matanya.
"Suga-shi…?" ah suara ini mengingatkannya pada masa lalu.
"Halo? Yoongi?"
Yoongi tersenyum membuat Seokjin kebingungan.
"Butuh tumpangan? Belanjaanmu terlihat banyak" jawab Yoongi yang membuat Seokjin semakin kebingungan.
Tidak ada nada sarkasme dari pemuda yang membencinya setengah mati?
/
Wookie mengeratkan kepalan tangannya ketika ia melihat rumah Jinnienya telah berubah menjadi sebuah rumah makan. Tidak ada tanda – tanda Jinnienya kembali lagi kerumah itu.
"Oh jadi kau mau bermain kucing – kucingan sekarang? Baik kita lihat nanti" ujar Wookie.
"Kau tak akan pernah bisa lari" monolog dirinya sendiri.
Halo guyseu~~~
Bagaimana akhirnya, ada yang bisa menebak chapter ini? Sudah bisa menemukan hint dan beberapa clue lagi yang aku taruh dichapter sebelumnya kini ada di chapter ini? hehehe
Aku berterima kasih kepada para reader sekalian yang sabar dan setia menunggu cerita ini, maaf banget buat semuanya author baru bisa update sekarang dan gak bisa update sesering mungkin. Terima kasih juga buat kalian semua karna kini tangan author sudah membaik.
Author juga mau mem-posting cerita author lainnya di Wattpad loh guys! Monggo dilihat because it was another Jin Harem too!
Dan seperti biasa,
DONT FORGET TO RnR ALSO FAV&FOLLOW
BUDAYAKAN MENINGGALKAN JEJAK YA TEMAN -TEMAN~~
p.s : Karena percayalah komen - komen kalian penambah semangat author buat update heheh
BUDAYAKAN MENINGGALKAN JEJAK YA TEMAN -TEMAN~~
