Suara itu...
"Na..Na..Naru Kun?" Tebaknya,Tak dapat dipungkiri jantungnya saat ini berdetak diluar normal.Bolehkah ia sedikit berharap pria itu menjawab 'Ya' ?
"Hn .." Guman suara Bariton itu ,secara tak langsung mengiyakan.
"Ja..jadi ini benar dirimu Naru kun?" Tanya nya memastikan,Binar binar bahagia mulai terpancar dari manik indah itu.
"Ya..Kurasa Kaachan mengerjaimu dengan memberi Nomorku" Jawab Pria itu dingin.
"Go..Gomen.Aku tak tau,Maaf jika kau merasa terganggu Naru Kun" Ucap gadis itu sendu.
"Hn..Tak apa"
"Uhmm..Ba..bagaimana kabarmu Naru Kun?Apa kau baik baik saja?" Tanya Hinata lagi,berusaha mengacuhkan sikap dingin Pria yang disayanginya itu.
"Baik..."
"Syukurlah.Umm..." Bingung harus berkata apa lagi dengan respon dingin yang selalu pria itu.
"Tadi kau berkata 'Baru Siuman' ,Kau sakit" Tak dapat dapat dipungkiri betapa bahagianya Gadis Hyuuga itu kala mendengarkan kalimat itu,Secercah harapan muncul mengetahui pria itu pun mengkhawatirkan nya..
Ya walaupun dia sadar ,Mungkin saja itu hanya sebatas basa basi demi menjaga kesopanan.
"Umm..Hanya kelelahan"
"Souka.."
"Uhm..
Sekilas terdengar suara gaduh yang berasal dari tempat pria itu.
"Istirahatlah. "
"Uhm..Baiklah Naru kun.Go..Goo..Gomen jika aku telah menganggu waktumu,Jaga kesehatanmu.."
"Ok" Jawaban yang sangat singkat,jelas,dan...Datar itu terdengar.
Namun sebelum percakapan itu terputus,Suara gaduh itu terdengar lagi..
"Ano..Apa kau baik baik saja disana Naru Kun?" Tanya gadis itu ,Rasa penasaran yang bercampur cemas melingkupi hatinya,Khawatir terjadi sesuatu pada pria yang telah menguasai relung hatinya itu.
Suara gaduh itu pun mendadak tak lagi terdengar,Dan setelah sekian lama menunggu,Pria itu pun akhirnya merespon
"Hn.."
Namun sebelum gadis itu ingin kembali bertanya guna memastikan jawaban sang pemuda yang terdengar singkat dan sangat meragukan itu,Suara Bariton sang pria kembali terdengar.
"Jika kau tak keberatan,Bisakah aku meminta bantuanmu?"
"Eh..? " Melongo tak percaya ,Gadis cantik terlihat cukup shock.
Perwira kuning yang sangat dingin padanya ini meminta bantuan nya?
"Ba..Bantuan apa itu Na..Naru kun?"
"Dengarkan ini baik baik,aku tak kan mengulangnya "Sahut suara diseberang sana
"Ba..Baiklah Naru Kun"
Hening sejenak,lalu samar samar terdengar suara gaduh ,sekilas terdengar suara sobekan kertas.
"Kungfu ,India,Baby,Alfa,Charlie,Ultimate,Tanggo,Eagle,Saturnus"
"..." Cengok,Gadis Hyugaa itu hanya dengan dapat melongo dengan anggun nya,sesekali manik indah itu mengedip ngedip manja,Berusaha mencerna perkataan pemuda itu.
"Ma..Maksud nya Naru?"
Tanya nya bingung.
"K-I-B-A-C-U-T-E-S"
"Heh?"
"Tolong follback account itu di follower instagram mu,Seorang fans mu saat ini sedang mengacungkan sebuah hairdryer dikepalaku ,Jika kau tidak segera menuruti permintaan nya,Dia tak kan segan segan menekan pelatuk tombol ON nya.Mohon bantuan nya" Untuk pertama kalinya setelah sekian lama ,Pemuda itu mengucapkan kalimat yang lumayan panjang.
3 minutes later
"Su..Sudah ku follback Naru Kun"
Terdengar hembusan nafas lega
"Arigatou .."
Tutt...Tutt..
Dan sambungan telephone itu pun terputus..
"Na..Naru Kun??"Guman Gadis manis itu setelah tersadar sambil menatap ponselnya.
Tak lama kemudian,jemari lentik itu dengan lincah mengotak ngatik sesuatu di layar sentuh smartphonenya,Dengan raut harap-harap cemas.
"Kira-Kira Account instagram Naru kun terhubung di account kushina okasaan atau teman nya itu tidak yah?? Eh,Apa dia memilikinya?" Guman nya.
Dan untuk pertama kalinya,Seorang Gadis Hyuuga yang juga artis cantik yang sangat diidolakan hampir selurun kaum adam Jepang dan sekitarnya itu menjadi seorang..Stalker.
Dibelahan Bumi lain nya...
"kyaaaw..Arigatou Captain,Akhirnya setelah sekian lama,Dia menfollback ku!!! Seorang Hinata Hyuuga menjadi followersku!!
Ini bukan mimpi kan??tampar aku captain,TAMPAR!!!" Jerit heboh seorang pemuda bersurai coklat sambil menggengam erat ponsel nya dengan berururai air mata.
Plak..
Plak..
Plak..
Tamparan demi tamparan beruntun diterimanya dari sang Captain yang saat ini terlihat sangat kesal sambil menatap nanar sebuah hairdryer yang ternyata rusak itu.
"Beraninya kau mengancamku dengan benda nista ini letnan????" Geramnya setelah tersadar akan kebodohan nya yang mau saja menuruti pinta letnan bawahan nya.
"Heh?! Benda Nista?! Tarik kata-kata mu Dobe!!Benda itu bernama Hairdryer!!Benda berharga kedua setelah masker ku! CAMKAN itu!!" Murka seorang pemuda bermanik Onix yang tiba-tiba muncul.
"Tap..Tapi..Benda itu telah rusak teme"Jawab pemuda kuning yang dipanggil Dobe itu takut-takut melihat kemurkaan sang sahabat.
"Akan kuservis !!" Tegas sang Onix.
Memilih tak mengubris sang sahabat,manik biru sang pemuda kuning itu kini terfokus pada Sosok berwajah layaknya mayat yang entah kapan telat berada disampingnya.
"Kenapa kau menatapku seperti itu Sai?"
Bukan nya menjawah,Pria yang dipanggil Sai itu malah menyerahkan sebuah benda kecil berbentuk persegi pada tangan tan sang captain kuning.
"Apa ini?"
"Tadi sedang ada promo di minimarket Indomama yang berada didekat jalur perbatasan ,Jadi sekalian saja kuborong semua stok sabun batangan yang ada" Jelas Sai dengan raut datarnya.
Suasana gedung kosong dibagian terpencil dari sebuah Negara yang terkenal akan produk micin nya itu seketika hening..
Tak lama wajah datar para perwira muda itu tergantikan akan seringai yang...
Katakanlah mesum..
"Cup!!toilet lantai 2 "Ucap tegas pria dengan alis miminalis
"Cup!! Gudang bawah tanah milik ku!!"Balas pemuda lain nya sambil mengenggam erat sabun batangan yang baru saja dirampas nya sambil menyeret sebuah boneka ketempat yang baru saja diucapkan nya.
"Cup!! Gudang garasi milik ku!!"Jerit pemuda berkepala mangkok sambil mulai mencopot pakaian ketat nya.
"Dapur..Cup!!" Desis seorang pemuda lain nya dengan manik Onix yang menajam.
"Hahh..lagi-lagi yang tersisa kamar berisi jasad target kita ,Apa boleh buat..Kemarikan Sabun itu Sai" Ucap sang Pemuda kuning sambil menatap nanar sebuah ruangan yang lingkari sebuah benda berwarna kuning yang menyerupai sebuah tali dengan disertai tulisan "Police line" .
Para perwira muda nan absurd itu pun membubarkan diri ke lokasi "pilihan"mereka masing-masing guna melaksanakan ritual rutin semenjak memasuki camp militer itu hingga saat ini.
Ya..Ritual yang layaknya dilakukan kaum Adam lain nya.
"Hey Capt!!" Seru salah seorang perwira itu sambil menahan langkah sang captain kuning yang dipanggilnya.
"Ada apa kiba?
Bukan nya menjawab,Pria itu malah mengotak ngatik smartphone nya,Mengacuhkan tatapan bingung sang leader.
"Nah selesai,Cek lah email yang baru saja kukirim kan Capt,Semoga itu dapat menjadi inspirasi mu malam ini.."Ucap pemuda itu setelah menyimpan kembali benda persegi itu pada saku nya.
"Heh?Maksudmu?" Tanya pemuda kuning itu dengan raut bingung.
"Sudah cek saja"Balas sang letnan sambil melenggang manja meninggal kan atasan nya.
Masih dengan raut bingung yang menghiasi wajah tan rupawan nya,Captain kuning itu pun mencoba membuka email yang dikirimkan ke smartphone nya itu.
1 detik..
2 detik..
3 detik..
4 detik..
4 menit...
6menit...
"I..ini...??!" Jerit syok sang captain sambil menzoom gambar file yang baru saja masuk di emailnya itu dengan tangan lain nya yang berusaha menyumpal hidungnya yang telah mengalami pendarahan tak kala menatap sosok gadis cantik bersurai indigo yang dibalut sebuah bikini putih one piece sedang berpose diatas sebuah kapal pesiar mewah.
15 minutes later
"Sshh.ghrrr..Sedikit lagi Nata chan!!" Terdengar geramam seorang pria yang berasal dari sebuah ruangan yang nampak jauh dari kata layak,Cahaya remang-remang dengan dinding yang dihiasi cetak peluru secara acak,tak lupa noda merah kehitaman yang menguarkan bau yang menyerupai bangkai.
Tangan tan itu terlihat sibuk mengerakan sesuatu disekitar selangkangan nya dengan gerakan teratur disertai yang tempo yang cepat,Sedangkan tangan nya yang lain fokus mengengam erat sebuah benda persegi yang menampilkan berbagai foto seorang gadis bermanik bulan ,Dari tampilam gambarnya yang disertai sebuah symbol ,Sekilas dapat dilihat jika gambar itu berasal dari sebuah fitur screenshot sebuah smartphone.
"Grhhh Yes..Mia!! Come on baby sshh.."
"Ikkh..iikkkehh..ikkeh..ukhhhh shhh kimochi..!!"
"Huahhhhhh ahh..ahhh...Rawrrr "
"Sora chan shhh ikkehh..ikkehh "
Dan sayup sayup suara aneh lain nya terdengar bersahutan dari bangunan itu,Seakan merangkai sebuah irama dari sebuah lagu yang...Nista.
