Mr. Detektif

(Kihyun FF)

Rate: T

Genre: Romance, Crime

Kehilangan Desember, tapi Januari masih ceria, kan? Kesibukan akhir dan awal tahun nggak bisa disela. Sekarang update lagi dan akan lagi. Terima kasih telah menyukai ff ini. Salamat membaca!

Maafkan kalau ada typo…

Cemburu Membawa Petaka

Semalam Kibum kembali ke kantor, menemui Si yeoja untuk melihat sendiri isi CCTV itu. Sayangnya Si yeoja mengatakan bahwa dia terlanjur menghapus CCTV yang didapat dari pihak pemelihara gedung. Hanya beberapa foto saja yang dia ambil dan cetak dari CCTV. Dia juga tak mau memintanya lagi karena takut ketahuan kalau ijinnya tadi palsu. Kalau Kibum berkeras ingin melihat CCTV itu, dia menyarankan untuk datang langsung ke pusat pengendali CCTV gedung praktek dokter itu.

Tetapi Kibum tidak pergi. Mau tak mau dia harus puas dengan foto yang dicetakkan Si yeoja. Toh seseorang yang katanya menghampiri dan mengancam Kyuhyun itu terlihat di foto. Hanya tidak jelas dan tak tampak mukanya. Dia terlihat menggandeng lengan Kyuhyun, atau menelusupkan lengan ke pinggang. Tak tahu apa yang dipegangnya saat itu, yang jelas Kibum juga meyakini kalau ada benda tajam di sana. Kemudian foto mobil yang baru datang. Foto seseorang yang berada di dalam mobil itu. Dan foto Kyuhyun didorong masuk. Terakhir foto belakang mobil yang menunjukkan plat-nya.

Si yeoja banyak membantu malam itu. Mencari pemilik mobil yang ternyata curian. Mencari siapa kemungkinan penjahatnya dengan mendata saudara dekat, saudara jauh, teman, dan relasi bisnis Kyuhyun. Juga mencari kemungkinan orang yang sama di daftar pencarian penjahat. Namun tak menemukan orang yang tepat dengan ciri-ciri di foto. Dia juga membantu Kibum mengecek CCTV di semua jalur. Hanya menemukan di tiga titik, kemudian hilang. Mobil curian yang membawa Kyuhyun itu lenyap seperti masuk portal ke dunia gaib.

Lalu Si yeoja menyerah. Dia pulang setelah lewat pukul tiga dini hari.

.

.

Semua anggota kepolisian yang bertugas di kantor cabang ini sudah tahu kalau Kyuhyun adalah kekasih Kibum. Kalau Kyuhyun hilang harusnya Kibum yang cemas. Dan memang Kibum cemas, cemas setengah mati setelah kemarin malam kekasihnya positif diculik. Tetapi yang sekarang tengah gemetaran, tubuhnya lemas, dan mau ambruk adalah Luo. Tubuhnya condong ke kanan, menabrak badan Kibum. Kemudian condong ke kiri, menabrak badan Chang. Begitu terus berkali-kali selama Letnan Kim belum mengijinkan mereka keluar dari ruangannya.

Letnan sedang memegang dagunya, berjalan mondar-mandir hanya untuk melemaskan otot betisnya yang kaku. Beliau sedang berfikir keras, menyusun rencana untuk memecahkan kasus penculikan Kyuhyun.

"Kejadiannya kemarin, kan?" Letnan Kim berhenti hanya untuk bertanya pada Kibum, setelah bawahannya itu menggangguk, Beliau mondar mandir lagi. "Lalu apa yang sudah kau dapatkan?"

"Foto-foto penculik, plat mobil, dan rute perjalanan mereka yang terputus."

"Bagus." Letnan mengangguk-angguk senang. "Mengingat Kyuhyun punya banyak musuh dari dalam, selidiki semua orang terdekatnya. Data semua klien yang berpotensi melakukan kejahatan pada Kyuhyun, juga orang-orang yang kemungkinan ada dendam padamu!" Letnan menunjuk Kibum.

Kibum menunjuk hidungya sendiri. Tidak percaya Letnan menjadikan Kibum salah satu penyebab hilangnya kekasihnya sendiri. "Aku tidak punya musuh, Letnan!" katanya dengan sangat yakin.

"Siapa tahu!" Letnan berkeras. "Awalnya memang tidak punya musuh, setelah memacari Kyuhyun kau jadi punya," sambil menunjuk Luo sebagai contohnya. Kalau dalam keadaan sehat, Luo pasti menentang kalimat barusan. Sekarang Luo sedang kelihatan cemas melebihi Kibum. Di mata Letnan Kim itu jadi bukti bahwa orang-orang di dekat Kibum juga punya potensi melakukan kejahatan pada Kyuhyun. "Aku tidak tahu kau sedang cemas betulan atau pura-pura. Yang harus kau tahu, cemasmu tidak akan membantu menemukan Kyuhyun!" Letnan Kim mengingatkan Luo.

Lagipula cemanya Luo juga tidak akan membawa Kyuhyun ke pelukannya. Kyuhyun sudah jadi miliknya Kibum.

"Kembangkan penemuan itu, lalu cari Kyuhyun sampai ketemu. Jangan sampai kejadian percobaan pembunuhan dulu terjadi lagi!" Letnan Kim mengeram. "Temukan dia dalam keadaan sehat!"

"Siap, Letnan!" Koor ketiganya.

Hanya Kibum dan Chang yang menjawab dengan lantang. Bukan berarti Luo tidak semangat untuk menemukan Kyuhyun, dia hanya sangat lemas hari ini.

Setelah keluar dari ruangan Letnan Kim, Kibum dan Chang memapah Luo. Mereka mendudukkannya di kursi terdekat. Kibum kembali ke mejanya untuk mempelajari penculikan Kyuhyun lebih lanjut, begitu juga Chang yang membantu sebisanya.

"Kuatkan dirimu. Kali ini kita akan menemukan Kyuhyun sebelum dia terluka seperti dulu!" Chang menyarankan. "Kibum yang kekasihnya saja tegar, kenapa kau jadi cemas?" lalu tidak peduli lagi dengan keadaan Luo.

"Aku tidak cemas, aku lemas," jawab Luo lirih. "Badanku gemetaran begini. Kepalaku pusing, dan perutku melilit."

"Aku tahu berita penculikan Kyuhyun membuatmu terkejut, tapi tidak akan mempengaruhiku. Tetap tidak akan kumentolerir perasaan sukamu pada Kyuhyun." Kibum menimpali tanpa menoleh sedikitpun pada Luo. "Sampai kapanpun dia hanya akan jadi kekasihku!"

Kibum cemas bukan main, namun dia tidak akan menyia-nyiakan waktu untuk gemetaran seperti Luo. Dia harus bentindak cepat sebelum ada kejadian penganiayaan seperti ketika Kyuhyun diculik dulu. Seperti instruksi Letnan Kim tadi.

Meninggalkan Luo yang sedang tak punya tenaga. Semua orang sibuk dengan kasus ini. Belum kasus-kasus lain yang menumpuk butuh dipecahkan. Kecemasan Luo tidak pantas dibahas.

"Siapa yang menangani kasus penipuan di perusahaannya Kyuhyun?" Max bersuara. Seorang polisi yang baru masuk kantor, niatan melapor pada Letnan Kim, berhenti mendadak. Dia mengacungkan tangan sambil celingak celinguk mencari posisi datangnya suara tadi. "Kasus itu sudah ditutup?" Kemudian menemukan Max yang sebagian badannya tertutup oleh map-map tertumpuk tingi di mejanya.

"Kami baru menemukan posisi penjahat terakhir. Hari ini pernyergapan. Memangnya kenapa dengan kasus itu?"

Max menggeleng santai. "Kyuhyun diculik. Karena penjahat itu tahu bahwa dia masuk daftar pencarian orang, kemungkinan dia yang menculik Kyuhyun."

"Benarkah?" Si polisi melotot. Tidak terkejut karena khawatir, tapi terkejut karena senang kasusnya berkembang jadi lebih besar. Kalau dia bisa menangkap penjahatnya dan menemukan Kyuhyun, si miliarder yang diculik itu, mungkin dia bisa dapat penghargaan, naik pangkat, atau paling tidak dapat bonus dari atasan. "Kalau begitu aku akan menangkap penjahatnya dengan tanganku sendiri dan memastikan Tuan Cho ketemu dalam keadaan sehat!"

Max tersenyum miris. Dia membayangkan masa lalu, sebelum masuk jajaran detektif apa dirinya dulu juga seperti itu? Terlalu senang dan congkak kalau dapat kasus bagus. Sok bisa menyelesaikan apapun dengan kemampuan sendiri.

Dia menyingkirkan masa lalu, kembali ke kasus Kyuhyun. "Katakan padaku kalau kau sudah menangkap penjahat itu dan menemukan Kyuhyun dalam keadaan selamat. Tapi kalau tak menemukan Kyuhyun, lapor langsung pada Letnan Kim!" Polisi itu mengangguk masih sambil menyunggingkan senyum. "Ya sudah. Teruskan pekerjaanmu!"

Si polisi meneruskan jalannya ke ruangan Letnan Kim.

.

.

"Kyuhyun dalam mode sakit otaknya, apa mungkin dia merencakan penculikan untuk dirinya sendiri?" Ini pertanyaan dari yeoja yang selalu menganggap Kyuhyun gila.

"Kau mulai lagi!" pekik Kibum. Padahal Si yeoja bicara tidak terlalu keras, tapi kebetulan telinga Kibum sedang dalam mode sensitif. "Kau kira Kyuhyun gila?"

"Aku tidak bilang begitu!"

"Tutup mulutmu kalau tidak mau kututup paksa!"

Ih, menakutkan kalau Kibum sedang marah. Si yeoja memang menutup perkara dengan Kibum, namun bukan berarti dia takut. Hanya kasihan kalau lanjut berdebat nanti Kibum bisa frustasi.

"Tapi ada benarnya. Kalau dia bisa membuat ledakan di rumah sendiri, surat kaleng, juga kecelakaan minor pada mantan kekasihmu, dia pasti bisa merancang penculikan untuk diri sendiri," Tae sub menimpali. "Masih ingat pembahasan kita tempo hari, kan?"

"Tae…" Kibum protes.

"Penculikan sebelumnya juga dilakukan teman-temannya, kan?"

"Tae…." Kibum mengulang protesnya.

"Cinta segitiga dengan Changmin dan Jessy yang ternyata settingan. Pertukaran aset dengan sepupunya, dan tuduhan diracun kala itu juga tidak benar." Tae sub tidak mau berhenti. "Bagaimana pendapatmu, Chang?"

"Mungkin benar."

Penyataan Chang membuat Kibum kesal. Dia satu-satunya detektif yang tahu bahwa hubungannya dengan Kyuhyun bukan settingan. Beberapa minggu belakangan ini mereka berdua juga dekat, tapi kenapa Chang tidak membelanya?

Tapi Chang segera menepuk pundak Kibum untuk membesarkan hati temannya itu. "Mungkin juga tidak. Yang terpenting adalah menemukan Kyuhyun. Masalah benar atau tidak kejadian ini disetting oleh Kyuhyun, bisa kalian tanyakan nanti kalau dia sudah ketemu."

Kali ini semua setuju dengan Chang termasuk Kibum. Meski dia tidak suka kekasihnya dipojokkan, tapi bukti-bukti yang sudah ada tidak bisa dipungkiri. Sekarang Kyuhyun seperti itu, tapi kalau Kibum bisa mengetahui penyebabnya dan sudah tahu bagaimana cara menghentikanya, dia akan lakukan cara itu untuk menyembuhkan Kyuhyun. Seperti yang Na Ri katakan tempo hari, Kyuhyun pasti butuh seseorang yang mengerti dia. Hanya itu intinya.

Ngomong-ngomong soal Na Ri, psikolog itu punya hutang penjelasan padanya. Hasil pembicaraan dengan Kyuhyun kemarin dikatakan ada hubungan dengannya. Apa itu kode bahwa hanya Kibum yang bisa menyembuhkan Kyuhyun?

"Aku sudah minta rekaman CCTV dari tempat praktek Na Ri. Coba kau analisa rekaman ini!" Tae sub mengangsurkan flash disk ke tangan seorang petugas yang lebih ahli dibidang analisis video. "Periksa rute yang kemungkinan digunkana mobil itu juga!"

"Aku menemukan alamat pemilik asli mobil itu. Kuhubungi dia sekarang juga" teriak seorang petugas. Dia langsung meraih gagang telepon di mejanya, memencet nomor yang tertera di layar komputer, kemudian menunggu teleponnya di angkat. "Hallo…" lalu dia bicara banyak dengan pemiliknya.

Begitu juga dengan petugas-petugas lain. Mereka bekerja sesuai keahlian masing-masing. Mereka berusaha memecahkan kasus penculikan Kyuhyun bersama-sama. Kalau sedang tidak peduli dengan teman, mereka jagonya, tapi bukan berarti mereka tidak peduli dengan kasus yang masuk kepolisian. Pekerjaan mereka adalah menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan hukum, jadi apapun perbedaan di antara mereka selalu terlupakan kalau sudah bekerja bersama. Gotong royong istilahnya. Satu kasus terpecahkan merupakan kebanggaan tersendiri bagi anggota kepolisian.

Ada yang mengecek CCTV, mencari data rekan bisnis Kyuhyun, mendata keluarga jauh Kyuhyun dalam hal ini Cho dari keturunan kedua. Ada yang langsung menelepon teman-teman Kyuhyun untuk dimintai keterangan, dan banyak lagi pekerjaan dilakukan petugas-petugas itu.

Kibum terharu, tapi perasaan terharunya terganggu ketika mendengar perut Luo mengelurkan suara. Kibum menoleh ke sana, teman detektifnya itu terpuruk di meja. Tengah merintih lirih sambil memijit kepalanya.

"Kau belum makan berapa hari?"

"Hah?" Luo tersadar mendadak. "Aku belum makan, ya?"

Kibum menggelengkan kepalanya prihatin. "Mana kutahu!" Dia memekik. "Kau baru ada kasus?"

"Iya. Tapi sudah terselesaikan!" Dia menghitung dengan jarinya. "Kurasa tiga hari sudah terselesaikan. Berkasnya sudah dilempar ke pengadilan tadi pagi."

"Selama tiga hari itu, kau ingat telah memakan sesuatu atau tidak?"

Kalau ada pemukul, apa saja yang penting bisa melukai kepala orang sampai gegar otak, Kibum akan gunakan untuk memukul kepala temannya itu. Biar gegar otak. Siapa tahu, kalau gegar otak, tingkah Luo bisa lebih baik. Tidak seenaknya membuat orang gemas campur geram seperti yang selalu dirasakan Kibum saat bicara dengan Luo.

"Tentu saja aku makan. Aku membeli satu set makanan mahal di restoran dekat bandara." Dia merogoh saku celananya, mengeluarkan dompet, kemudian menarik kertas dari dalam sana. "Nih, bon-nya saja masih ada!" Mengulurkan bon makanan itu pada Kibum. "Aku begini gara-gara Kyuhyun hilang. Sudah tak bisa kumiliki, sekarang dia diculik pula." Dia menggeleng-gelengkan kepalanya. Kepala yang rasanya mau pecah itu tambah sakit setelah geleng-geleng tadi. Dia memilih meletakkan kepalanya ke meja. "Mendengarnya diculik tadi pagi, badanku langsung lemas, perutku melilit, dan kepalaku sakit bukan main. Sekarang harusnya aku membantumu menemukan Kyuhyun, tapi kau lihat keadaanku tak memungkinan begini," eluhnya masih sambil memijit kepala. "Kuserahkan pencarian Kyuhyun padamu. Segera temukan dia biar sakitku ini cepat sembuh!"

Kibum selesai membaca bon itu. Tidak ada yang salah. Memang benar Luo membeli satu set makanan mahal dari restoran dekat bandara, tapi tanggal belinya lewat dua hari yang lalu. Lalu setelah itu, mahkluk kurang ajar, suka cari perkara itu makan lagi atau tidak selama dua hari ke belakang ini?

"Kau ingat kapan beli makanan di restoran ini?"

"Tentu saja!" Luo menyengir bukan karena berniat mengejek, tapi sakit kepalnya pindah ke sebelah kanan saja. "Tadi pagi," katanya mantap, namun… "Eh, kemarin," dia meralatnya. Kali ini tidak begitu yakin. "Mungkin kemarinnya lagi. Aku lupa. Konsentrasiku tidak bisa terpecah ke hal lain selama aku sedang menangani kasus. Kau tahu sendiri bagaimana aku!"

"Setelah itu kau makan lagi atau tidak?"

"Pasti lah aku makan."

"Makan apa? Di mana?"

Waduh, bagian itu Luo lupa. Atau memang dia memang belum memakan apapun?" "Aku tidak ingat. Tapi aku yakin sudah memakan sesuatu."

"Ya, aku juga yakin kau sudah memakan sesuatu."

Kalau belum makan selama dua hari, jadi lemas, sakit perut, dan sakit kepala, itu namanya kelaparan. Mengaku shock karena Kyuhyun hilang itu salah. Kibum hampir saja percaya. Luo memang tidak mencoba berbohong, timing-nya dengan penculikan Kyuhyun sangat tepat, namun dia tidak sadar kalau lemasnya itu karena lupa belum makan sampai dua hari. Tetapi khusus hari ini Kibum menyatakan benci pada Luo.

"Makan angin!" tambah Kibum.

Kibum berpaling dari Luo. Mengabaikan temannya yang sekarang tengah menyengir lebar menyadari kelalaiannya sendiri.

"Kau tetap harus tahu, Kibum, meski aku lemas karena lupa makan, sejujurnya aku juga mencemaskan Kyuhyun. Sangat cemas!" Kibum tidak merespon. "Aku akan makan, lalu mandi. Nanti kubantu kau mencari Kyuhyun."

Karena Kibum masih tidak merespon, Luo bangkit dari duduknya. Rasanya seperti jetlag, hangover. Pandangannya berputar-putar, tapi dia memaksakan diri untuk beranjak. Dia mau ke kedai langganan. Beli makanan murah, enak, dan isinya banyak. Biar kebutuhan makananya selama dua hari yang telah lewat terpenuhi.

Kihyun

"Karena Kibum?" Koor beberapa orang.

Mereka semua menoleh pada Kibum. Sedangkan Kibum hanya sanggup memandang satu persatu temannya dengan muka masam. Dia dipelototi, dipandangi dengan amat remeh, bahkan sebagian dari teman sekantornya langsung pasang tampang menuduh.

Kibum tidak menyangka Na Ri akan melimpahkan semua kesalahan yang dibuat Kyuhyun padanya. Padahal selama ini tidak pernah sekalipun dia menghasud apalagi menyuruh Kyuhyun melakukan hal yang tidak-tidak. Tahu sendiri kalau Kyuhyun itu aset negara. Kepolisian dan negara sangat mengagungkannya, mana berani dia membuat Kyuhyun melakukan kejahatan. Mana berani dia membuat Kyuhyun mencelakai diri sendiri demi dirinya. Lagipula Kibum mencinai Kyuhyun meski tidak banyak orang tahu. Jadi sangat tidak mungkin dia membuat Kyuhyun seperti itu.

"Kau membuat Kyuhyun jadi seperti orang gila?" Yeoja yang kontra terhadap hubungan Kibum dan Kyuhyun membuka perkara lagi. "Ya ampun Kibum, Meski kau diumpankan tidak seharusnya membuat orang tak bersalah seperti Kyuhyun melakukan tindakan mengerikan seperti itu!" Dia geleng-geleng kepala. Melebih-lebihkan seolah apa yang dilakukan Kyuhyun benar-benar mengerikan.

"Aku tidak pernah melakukan apapun pada Kyuhyun," belanya meski tak sedikitpun berpengaruh pada pernyataan yang barusan dilontarkan Na Ri di depan seluruh orang di kantor polisi.

"Kau pasti menghasudnya!" tuduh seseorang lagi.

Kibum menggeleng. "Tidak!"

"Atau jangan-jangan karena merasa terbebani berpacaran dengan Kyuhyun, kau mengacuhkannya. Kau selalu menganggapnya sekedar klien yang perlu dilindungi tanpa harus diberi perhatian!" tuduh seorang lain yang bahkan tidak masuk jajaran detektif. Sekedar lewat namun ikut melontarkan tuduhan pada Kibum. "Mengaku saja. Kita semua sudah tahu meski kau menyangkal!"

"Kau ini bicara apa? Aku tidak mungkin melakukan itu!"

"Yang kita tahu dalam hubungan kalian hanya Kyuhyun yang cinta. Ditugaskan jadi kekasihnya, apa saja yang kau lakukan selama ini? Sudah membuatnya bahagia atau belum?" Si yeoja memulai lagi. Bahkan mukanya dibuat sesadis mungkin. Yang tadinya dengan seenak jidatnya menuduh Kyuhyun gila, sekarang membela Kyuhyun mati-matian. "Kalau dia menyakiti diri sendiri tentu saja karena dia tidak bahagia denganmu. Perhatian yang kau berikan semu belaka. Tandanya Kyuhyun kecewa padamu. Tandanya dia sakit hati dengan perhatian yang sama sekali belum pernah kau berikan padanya dengan tulus!" katanya lagi.

Di mana Luo, Max, Tae Sub, dan teman-temannya yang lain saat Kibum dicecar tuduhan seperti ini? Semuanya ada di dekatnya, namun hanya diam memandangi Kibum yang pasang muka memelas ke sana kemari. Paling dekat adalah Chang. Chang tahu kalau selama ini hubungannya dengan Kyuhyun bukan hubungan percintaan semu. Perhatian, kasih sayang, dan cinta yang Kibum berikan juga tidak semu seperti yang dikatakan Si yeoja. Tapi Chang sama sekali tidak bersuara. Kibum tidak keberatan kalau hubungan betulannya dengan Kyuhyun dibuka di hadapan seluruh orang, namun kalau dia sendiri yang bilang tak akan ada yang percaya. Butuh orang lain seperti Chang dan yeoja pendukung hubungannya dengan Kyuhyun untuk membantunya.

"Kau belum tahu bagaimana sakitnya cinta bertepuk sebelah tangan. Kalau Kyuhyun sampai melukai diri sendiri hanya untuk menarik perhatianmu, berarti dia sangat kesakitan. Di sini!" tunjuknya pada dadanya sendiri. "Sakitnya di sini, Kibum!" sekali lagi menunjuk ke dada kirinya.

"Aku tidak bermaksud…"

"Pokoknya aku tidak mau tahu, setelah Kyuhyun ketemu kau harus memilih satu dari dua hal yang kukatakan ini!" Dia hampir-hampir menggebrak meja demi menyadarkan Kibum. Tidak peduli meski Kibum atau beberapa orang lainnya punya jabatan lebih tinggi darinya. Bahkan Letnan Kim yang hendak memotong pembicaraan pun dihentikan olehnya. "Pacaran betulan dengannya. Belajar mencintainya. Beri dia perhatian dan kasih sayang yang tulus. Atau tinggalkan dia, biarkan orang lain membahagiakannya. Karena aku yakin ada orang yang lebih tepat untuk Kyuhyun di luar sana!"

"Aku sudah pacaran betulan dengannya!" Kibum mencoba keberuntungan dengan berkata jujur.

Namun hampir seisi kantor meremehkan pengakuannya. Satu dua orang malah tersenyum sinis padanya.

"Oh ya? Tidak usah membuat pengakuan yang jelas-jelas bohong!"

Kibum langsung tutup mulut.

Si yeoja meneruskan, "Kalian setuju apa yang kukatakan tadi?" Dia mengitari seluruh ruangan dengan matanya. Meminta pendapat dari satu persatu orang yang ada di ruangan itu. Beruntung sekali semuanya mengangguk. Bahkan Chang ikut mengangguk seperti dihipnotis. "Nah, pikirkan dari sekarang kau mau lanjut atau berhenti dengan Kyuhyun?"

Mau tak mau Kibum mengangguk.

Tidak usah bicara soal hubungan bohongan atau betulan dulu. Yang harus dipikirkan sekarang adalah menemukan Kyuhyun. Saat Kyuhyun ketemu dan pastinya dalam keadaan sehat, Kibum berniat mengajak Kyuhyun untuk membuka hubungan betulan mereka di depan seluruh orang. Kalau dilakukan berdua tentu mereka akan percaya. Saat ini Kibum mengalah dulu dengan yeoja itu.

.

.

Na Ri menceritakan hasil perbincangannya dengan Kyuhyun. Seperti yang dijanjikan Kyuhyun kemarin, Kyuhyun memang tidak punya kelainan apapun. Di sini Kibum merasa bersalah karena sudah tak percaya pada kekasihnya itu. Dia juga berniat minta maaf saat mereka bertemu lagi nanti.

Masih menurut cerita Na Ri, Kyuhyun melakukan semua itu karena merasa diabaikan oleh Kibum. Makin hari perhatian yang diberikan Kibum padanya harus makin besar. Saat jauh dari Kibum rindunya tidak tertahankan. Sedangkan Kibum sendiri tidak bisa ditelepon sesering awal hubungan mereka dulu. Kyuhyun juga merasa panas, sakit hati, cemburu istilahnya, tiap kali Kibum menyebutkan nama orang asing di depannya. Kyuhyun tidak tahu kenapa dia menjadi seperti itu sejak menjadi kekasih Kibum, yang jelas dia terllau posesif.

"Dia menyukaimu sejak lama. Sedikit beralasan kalau dia jadi posesif setelah mendapatkanmu!" Tidak seorangpun yang menginterupsi cerita Na Ri. Pekerjaan pun terlupakan demi mendengar cerita cinta Kyuhyun terhadap Kibum. "Dia jatuh cinta padamu sejak pertama kali bertemu. Kau ingat pertemuan pertama kalian?"

"Di rumah sakit?"

Na Ri mengernyitkan dahi. "Jadi kau benar-benar lupa. Kyuhyun sudah mengingatkanku bahwa kau tak akan ingat pertemuan pertama kalian." Dia tersenyum menenangkan, seperti psikolog-psikolog lain yang menghadapi pasien dengan ramah. "Jauh sebelum itu kalian pernah bertemu. Ingat soal CPR yang kau lakukan padanya beberapa tahun lalu?"

Kibum garuk-garuk kepala. Teman-temannya yang pernah jadi partner Kibum ikut berpikir. Kapan Kibum pernah melakukan CPR pada Kyuhyun? Siapa tahu mereka jadi partner Kibum ketika kejadian itu berlangsung. Sayangnya tidak ada yang ingat. Kibum sendiri hanya mengingat ciuman yang dia curi dari Kyuhyun ketika kekasihnya itu tertidur di ranjang rumah sakit. Itu pertama kalinya Kibum merasakan berciuman dengan Kyuhyun. Sebelum itu agaknya tidak pernah.

"Dia bercerita bahwa pernah mengalami kecelakaan kapal bersama koleganya. Kapal yang ditumpanginya bocor dan tenggelem. Tidak ada korban jiwa karena banyak orang membantu polisi untuk menyelamatkan korban. Kau menyelamatkan beberapa, salah satunya Kyuhyun."

"Dia tenggelam?" Kibum sudah menggali ingatannya soal kejadian yang diceritakan Na Ri, tapi sama sekali tak menemukan gambaran kejadian itu. "Setahuku Kyuhyun bisa berenang." Dan memang Kyuhyun bisa berenang.

"Sekarang dia memang bisa berenang, tapi dulu dia belum bisa!"

Kibum salah satu detektif yang punya ingatan kuat. Semua kasus yang pernah ditanganinya bisa dia ingat dengan sangat detail, tapi tidak dengan kasus kapal bocor. Lagi pula kapal bocor tidak termasuk dalam kasus kejahatan yang pernah ditanganinya.

"Aku tidak pernah menangani kasus kapal bocor."

Tapi seorang petugas berpakaian polisi menginterupsi pembicaraan dua orang dengan belasan pendengar itu. Petugas itu hanya polisi biasa, tapi berani melangkah ke depan Kibum dan Na Ri, juga seluruh polisi berpangkat di kantor ini.

"Detektif Kim, saya sedang berpatroli di tepian danau pemancingan. Saya ingat betul Detektif Kim ada di sana kala itu. Membantu evakusi korban kapal pemancing bocor dan menyelamatkan beberapa orang."

Dia menceritakan detail kejadian. Kibum tengah tidak sengaja lewat. Tidak sedang tugas atau mungkin sedang istirahat. Yang jelas dia ada di sana waktu itu. Menolong beberapa orang. Kyuhyun adalah yang terakhir ditolong Kibum. Karena terlalu lama jatuh ke air, Kyuhyun pingsan dan Kibum memberinya CPR. Dia terus bersama Kyuhyun yang terlihat trauma sampai ambulan datang, baru dia pergi.

"Tuan Cho pernah menemui saya dan menanyakan tentang orang yang menolongnya. Karena waktu itu banyak sekali yang menolong Tuan Cho, saya tidak tahu kalau Detektif Kim yang dimaksudnya."

"Ya, dia benar!" Na Ri berterima kasih sebelum polisi itu menyingkir. "Kyuhyun mencarimu beberapa tahun belakangan ini. Dia bilang sangat senang ketika akhirnya kau muncul sebagai detektif yang menangani kasusnya. Mulai dari situ dia melakukan segala cara agar kau bisa dimiliknya. Dia melakukan segala cara agar kau hanya melihat ke arahnya."

"Maksudmu, dia sangat mencintaiku?" Agak tidak percaya mendengar kenyataan bahwa Kyuhyun sudah mencintainya dari dulu. Bangga tapi miris. Senang tapi juga kasihan. Kalau tahu kejadiannya seperti itu, dia akan membalas perlakuan Kyuhyun lebih dari apa yang sudah dilakukannya. "Mencintaiku dari dulu?"

"Begitu yang kudengar dari Kyuhyun sendiri." Cerita Na Ri membuat semua orang iri pada Kibum. Hanya karena pertolongan kecil plus CPR, Kibum dicintai Kyuhyun dari bertahun-tahun yang lalu. "Kyuhyun terobsesi padamu. Aku sudah memberinya perngertian, dan dia mengerti. Dia berjanji tidak akan melakukan pengrusakan lagi pada siapapun, termasuk dirinya sendiri. Dia juga bilang akan menekan ke-posesif-annya padamu. Karena detektif sepertimu tidak begitu peka terhadap hal yang berkaitan dengan perasaan, dia tidak akan bermain teka teki lagi. Dia akan terbuka, mengatakan apa yang dia suka dan tidak dia suka secara langsung padamu."

Didengarnya enak. Kyuhyun telah mengerti dan berjanji untuk menumpahkan perasaannya hanya pada Kibum. Tidak boleh lagi melibatkan orang lain, apalagi sampai melakukan tindak kriminal. Tapi bagian Na Ri mengatakan bahwa detektif tidak begitu peka terhadap hal yang berkaitan dengan perasaan tadi agak mengganggu. Menurut detektif paling senior di kantor ini, Chang, semua detektif penuh perasaan. Tidak perlu percaya perkataan Na Ri tadi. Detektif yang tidak pekaan itu hanya mitos.

"Jadi aku yakin kalau penculikan kali ini bukan Kyuhyun yang merancangnya sendiri!" Kali ini Na Ri membuat semua orang mengangguk percaya.

Kihyun

Kyuhyun tidak bisa melihat apa-apa di luar. Bukan sedang disekap dalam ruangan, namun sedang didudukkan di sebuah kursi dengan kepala terbungkus kain hitam. Di sekitarnya sangat berisik. Banyak suara-suara namun tak satupun dia kenal. Yang dia tahu kemarin sore sekeluarnya dari gedung praktek Na Ri, dia didatangi seorang lelaki. Langsung menodongkan senjata ke perutnya dan menginstruksikan untuk ikut apa yang dikatakannya. Kemudian seorang lain datang dengan mobil, lalu dia dibawa masuk. Ditutup kepalanya dan dibawa pergi entah ke mana.

Semalaman Kyuhyun tak bisa tidur, terus berfikir apakah Kibum sudah tahu kalau dia diculik atau malah menganggapnya marah lalu kabur darinya. Kibum dan teman-temannya terlanjur percaya kalau semua yang terjadi padanya selama ini hanya settingan, Kyuhyun takut mereka juga menganggap penculikan kali ini settingan juga, seperti kala itu dia diculik Changmin dan Jessy. Kalau dulu dia selamat dari percobaan pembunuhan, kali ini tidak yakin akan selamat lagi.

Dia lelah sekali, kepalanya pusing, dan badannya lemas. Diikat dan tidak diberi makan sampai detik ini.

Suara pintu dibuka, seseorang masuk. "Bos akan datang sebentar lagi," lalu duduk di salah satu kursi kosong.

"Baguslah. Aku sudah bosan berdiam diri di sini terus," eluh seorang lainnya. "Sebenarnya untuk apa Bos menyuruh kita menculik orang?"

"Masalah pribadi sepertinya. Aku hanya mendengar selentingan kalau ini berkaitan dengan anaknya," seseorang lain lagi menjawab. "Kabarnya anak Bos terluka, dan itu gara-gara namja ini. Bos menyuruh kita menculiknya, dia akan meminta pertanggung jawaban atas perbuatannya."

Anak bos? Kyuhyun telah melakukan kesalahan besar rupanya. Dia memang membayarl orang untuk melukai beberapa orang lainnya demi melampiaskan kecemburuannya terhadap Kibum. Tetapi tidak sama sekali terpikir bahwa orang tua salah satu korbannya akan menuntut balas. Seandainya Kibum membawanya ke psikolog lebih cepat, kemungkinan penculikan seperti ini tidak akan terjadi.

Benar semua apa yang dikatakan Na Ri, bahwasana dirinya terlalu terobsesi dengan Kibum. Obsesinya menjadikannya posesif. Ingin mengekang Kibum, ingin menjadikan Kibum seperti maunya.. Kyuhyun tahu Kibum mencintainya, namun kasih sayang yang diberikan Kibum dirasa belum cukup. Dia terlalu serakah, menguasai Kibum tanpa ada orang lain boleh berhubungan dengan kekasihnya itu meski hanya berteman. Dia termakan kecemburuan yang dibesar-besarkan oleh perasaannya sendiri. Sedangkan Kibum adalah tipe lelaki yang tak bisa dikekang. Lelaki yang pergaulannya luas bukan hanya karena tuntutan profesi tapi juga karena mudah akrab dengan orang. Dan setelah kemauan Kyuhyun tidak bisa terealisasi, dia melakukan kebodohan dengan menyakiti diri sendiri demi mendapat perhatian dari Kibum, dan menyakiti orang lain demi melampiaskan kecemburuannya.

Boleh dibilang sekarang Kyuhyun menerima karmanya.

"Apa anak Bos terluka parah?"

Orang itu menggeleng tidak begitu yakin. "Aku tidak tahu terluka apanya. Dia tidak dibawa ke rumah sakit, tidak ada perawatan sedikitpun, tapi juga tidak keluar kamar sama sekali. Tidak ada orang yang diijinkan masuk kecuali pihak keluarga dan pelayan khusus."

"Jangan-jangan dia terkena penyakit menular!" tebak seseorang. "Orang ini menularkan penyakit pada anak Bos!" pekiknya cukup histeris seperti seorang pasien yang terdiagnosis penyakit kelamin atau jenis-jenis menyakit menular mematikan yang lainnya. Dia bergidik. Jarinya yang tadi menunjuk Kyuhyun langsung ditariknya. Takut kalau sampai menyentuh Kyuhyun lalu dia akan tertular juga.

"Tidak mungkin!" sangkal orang pertama. "Dia terluka, bukan terkena penyakit!"

Memang tidak mungkin, karena Kyuhyun hanya melukai orang, tidak menularkan penyakit pada orang. Lagipula Kyuhyun tidak penyakitan. Dia sehat. Tiap enam bulan sekali cek kesehatan dan terbukti sebagai lelaki sehat yang kemungkinan hidup panjang. Tentu kejadian penculikan dan pembunuhan tidak dihitung dalam hal ini.

"Jangan-jangan dia merusak wajah anaknya Bos. Mematahkan tangannya, kakinya, atau melumpuhkannya seumur hidup?"

Kyuhyun bersumpah tidak ada orang yang sampai terluka sebegitu parah. Dia membayar orang, membuatnya seperti kecelakaan biasa yang lukanya bisa dimaafkan dengan mudah. Dia memantau semua yang dilakukan orang bayarannya. Membayar pengobatan dan uang kompensasi dengan sangat baik. Tidak terjadi kendala apapun kecuali kecurigaan orang profesional seperti Kibum dan teman-temannya.

"Mungkin!"

"Ih seram!" Dia bergidik lagi. "Sepertinya dia lemah, bagaimana mungkin bisa melakukan kejahatan seperti itu?"

"Anak Bos lebih lemah darinya."

"Tapi kenapa Bos tidak memperbolehkan kita menyakiti orang ini?"

"Bos pasti ingin menghukumnya dengan tangannya sendiri!" Orang ini tertawa kecil. "Akan melakukan hal sama seperti yang dia lakukan pada anaknya, tapi dua kali lebih kejam!"

Kyuhyun merasa mau pingsan mendengarnya.

Kihyun

Chulkyu ditangkap, namun tidak ada Kyuhyun di tempat penangkapan itu. Polisi yang menangkap Chulkyu mengintrogasinya begitu keras. Sedikit melakukan kekerasan fisik malahan, tapi Chulkyu tidak mengatakan apapun soal Kyuhyun. Bahkan dia bersumpah tidak tahu apa-apa soal penculikan. Dia memang melakukan kecurangan di perusahaan, namun tidak melakukan penculikan terhadap mantan bos-nya.

Pemilik asli mobil itu mengatakan kalau mobilnya sudah dijual pada orang lain empat tahun lalu. Pemilik berikutnya mengaku belum merubah nama kepemilikan mobil sampai seminggu lalu mobilnya rusak dan dibawa ke bengkel. Sampai sekarang dia belum mengambil mobil itu karena ada bagian yang harus diganti. Dan karena pihak bengkel mengatakan butuh waktu dua minggu untuk membenahi mobil itu sampai beres, pemiliknya belum mengambilnya sebelum tanggal yang ditentukan.

Ketika dikunjungi di bengkel, mobil itu ada di tempatnya. Mobilnya sudah bisa dipakai namun butuh beberapa perbaikan kecil. Pemilik bengkel tidak tahu menahu kalau mobil itu pernah digunakan untuk penculikan. Tapi bengkel punya CCTV, dari sana diketahui kalau salah satu karyawan telah memakai mobil itu tanpa sepengatahuan pemilik bengkel.

"Aku memang yang memperbaiki mobil itu dan membawanya keluar, tapi bukan aku yang melakukan penculikan. Kemarin aku sangat butuh uang, jadi aku menyewakan mobil itu sehari semalam, namun orangnya sudah mengembalikannya tadi pagi. Aku tidak tahu kalau mobil itu digunakan untuk menculik orang," terang si karyawan sambil gemetaran di depan detektif yang mengintrogasinya. "Orangnya hanya bilang butuh mobil untuk mengangkut barang. Dia mau pindahan katanya."

Foto yang ditunjukkan polisi diakui si karyawan sebagai penyewa mobil, tapi dia tidak tahu nama juga tempat tinggal pelaku. Dia hanya tahu bahwa pelaku menyebutkan suatu daerah tanpa sengaja. Dia mengira bahwa di sanalah orang-orang itu tinggal dan berniat pindahan ke Seoul.

Para detektif mengecek daerah itu. Bukan daerah terpencil, tapi perumahan elite. Menurut data kependudukan tidak ada satupun orang mirip pelaku penculikan tinggal di daerah itu. Sedangkan petugas kependudukan tidak bisa mengidentifikasi wajah pelaku dengan tepat. Ada lebih dari seratus orang dengan wajah mirip pelaku tersebar di seantero Korea. Dan itu membuat Kibum menyalahkan dokter bedah plastik. Orang-orang Korea jadi mirip satu sama lain karena mereka.

Sementara keluarga, teman, dan sebagian kolega dinyatakan tidak ada hubungannya dengan penculikan Kyuhyun, mereka tidak diberitahu bahwa Kyuhyun menghilang atau lebih tepatnya diculik. Biar penculikan ini ditangani kepolisian saja.

"Orang ini terlihat familiar!" ujar seorang polisi berbadan gempal. "Aku beberapa kali menghadiri pelatihan kesatuaan security dan bodyguard, orang-orang berperawakan seperti itu setipe dengan bodyguard. Dan kebetulan aku pernah melihat wajahnya."

"Kau pernah melihatnya?" Letnan Kim penasaran. "Dia ikut perusahaan mana?"

"S&B, penyalur security dan bodyguard terbesar kedua yang base camp-nya berada di pingiran Seoul. Aku ingat karena dia adalah satu dari beberapa orang berbakat dan loyal. Kemungkinan sekarang jasanya sudah dipakai orang."

"Kita harus cari tahu siapa orang atau perusahaan yang memakai jasanya. Max, datangi S&B. Cari tahu data diri orang itu dan cari tahu juga di mana dia ditempatkan!"

"Siap, Letnan!"

"Kau, kau dan kau!" tunjuk Letnan pada sembarangan anak buahnya. Salah satunya Luo yang sudah kembali pulih dari kelaparan hebat yang melandanya tadi pagi. "Ikuti alur pelarian penculik itu. Periksa CCTV setiap jalan, cari kemungkinan persembunyian penculik itu di dekat jalur pencarian kalian!"

"Siap, Letnan!" koor mereka semua.

.

.

Penculik Kyuhyun sudah diketahui nama dan tempat tinggalnya. Orang itu dipekerjakan sebagai bodyguard oleh pengusaha minuman kemasan yang baru-baru ini meluncurkan produk. Yoghurt rasa-rasa. Tender pembuatan iklannya dimenangkan oleh perusahaan Kyuhyun, sama seperti produk-produk sebelumnya. Dan pembuatan iklan yoghurt-nya sedang berjalan. Hubungan keduanya pun bagus sampai detik ini, tidak ada motif yang tepat untuk pemilik perusahaan itu menculik Kyuhyun.

Para detektif mendatangi rumah pengusaha itu. Letaknya tepat di perumahan elit yang tidak sengaja disebutkan pelaku penculikan. Mereka datang untuk meminta keterangan soal bodyguard-nya. Kalaupun ada keterkaitan penculikan yang dilakukan bodyguard itu dengan bos mereka, pengusaha itu akan diamankan. Namun setelah sampai di sana, mereka tidak mendapati pemilik rumah dan bodyguard yang dimaksud. Kata salah satu pembantu, majikannya sedang dalam perjalanan bisnis. Sedangkan bodyguard itu tidak bersama majikannya ketika berangkat.

Telepon si majikan dimatikan. Pembantu itu tidak bisa memberi keterangan lebih banyak lagi. Sedangkan anggota keluarga lain tidak ada di rumah. Terpaksa para detektif mencari jalan lain.

"Nomor penculik itu tidak diaktifkan, rumahnya pun kosong saat ini. Kita akan mulai mencari ke rumah saudara-saudaranya?"

"Tahan sebentar!" kata seorang petugas. "Aku menemukan identitas pengendara mobil itu. Nama, alamat, serta nomor telepon. Aku akan meneleponnya." Dia menoleh ke belakang, temannya sedang mengutak atik komputer di sana. "Jay, aku akan menelepon. Lacak nomornya!"

Kihyun

"Hah, panti pijat?" Dia garuk-garuk kepala. Ada telepon nyasar yang menagih uang pijat plus-plus padanya. "Aku tidak pergi ke panti pijat dalam waktu dekat ini. Terakhir kali akhir bulan lalu, itu pun tidak mungkin kalau aku belum membayar."

Si penelepon keukeuh meminta uang yang belum dibayarkan. Katanya, dia terdaftar di buku tamu. Sudah mendapat perawatan namun pergi terburu-buru setelah mendapat telepon. Dan tentunya lupa membayar. Kejadiannya tiga hari lalu dia bilang. Baru kali ini ditagih karena bos mereka sudah cukup memberi kelonggaran. Staff panti pijat tak mau diomeli bos kalau pelanggan sampai tak mau membayar.

"Tiga hari yang lalu aku tidak ke panti pijat. Kau salah orang kali!"

"Siapa?" seorang teman memotong pembicaraan.

Orang itu menoleh ke temannya. "Salah sambung. Dia bilang aku ke panti pijatnya tiga hari lalu. Katanya aku belum membayar jasa tukang pijat. Gila, apa?"

"Siapa tahu kau memang pergi ke sana dan belum membayar!"

"Kau lupa, aku bersama kalian ke penyewaan mobil?"

"Benar juga!" seseorang itu mengingatnya sekarang. "Katakan saja kau tidak pergi ke sana. Kalau dia masih memaksamu untuk membayar, tutup saja teleponnya!"

Dia melakukannya. Mengatakan sekali lagi bahwa dia tidak ke panti pijat tiga hari yang lalu. Tentu saja tidak ada istilah belum membayar juga. Tetapi si penelepon yang mengaku staff panti pijat itu masih tidak percaya. Malah meminta belas kasihan agar dia mau membayar tagihan pijat atau staff panti pijat itu dimarahi bos mereka. Staff panti itu sampai membacakan nama dan nomor telepon yang tertera di buku tamunya.

"Nah, itu bukan namaku. Nomor yang kau sebutkan barusan juga bukan nomorku!" pekiknya. "Kau salah mendial nomor paling belakang!"

Terjadi diam-diaman sebentar. Agaknya staff panti pijat sedang meneliti kembali nomor yang diteleponnya. Beberapa detik kemudian dia menyadari kesalahannya, minta maaf karena telah menekan nomor yang salah.

"Untung kau segera sadar, kalau tidak sudah kulaporkan polisi karena meduduh orang sembarangan!"

Setelah menerima ucapan maaf lagi berkali-kali, telepon itu diakhiri.

"Kau tidak membayar jasa panti pijat?"

Semua orang menunduk, memberi salam pada bos mereka yang tiba-tiba masuk. Mereka juga memberi ruang agar bos mereka bisa melihat Kyuhyun yang sedang diikat dan ditutupi kain hitam di kepalanya.

"Tidak Bos. Itu telepon salah sambung," jawabnya sambil menggiring bos-nya ke depan tawanan mereka.

"Kenapa kalian tutupi kepalanya seperti ini?"

"Biar dia tidak melihat jalan, Bos."

"Sekarang sudah ada di sini, kenapa tidak dibuka?" Si bos berdecak sebal. "Kenapa kalian ikat dia terlalu kuat?"

"Biar tidak kabur, Bos."

"Kabur kepalamu! Sudah kubilang jangan sakiti dia, kenapa malah diikat kuat begini?" Si bos makin sebal saja. "Kau beri makan apa dia seharian ini?"

Orang-orang itu memandang takut satu sama lain. Tidak kepikiran untuk memberi makan tawanan mereka. Habisnya Si bos menyuruh menculik tapi membuat banyak larangan. Korban tidak boleh tahu kalau dirinya diculik, tidak boleh melakukan kekerasan fisik, bahkan goresan kecil pun dilarang. Tidak boleh membentak tawanan, tidak boleh ini, tidak boleh itu. Kalau dipikir-pikir mereka mau menculik atau mengajak kabur, sih? Akhirnya lupa semua larangan itu.

"Dia tidak mau makan, Bos!"

Plak plak plak

Tiga orang terdekat kena pukulan di kepala mereka. Dua lainnya untung karena berdiri agak jauh dari bos mereka.

"Anak buah bodoh! Kau perlakukan calon menantuku dengan kejam. Mau kuperlakukan kalian seperti ini juga?" Mereka menggeleng bersamaan. Mundur teratur agar tidak kena pukulan lagi. "Dia akan menikah dengan anakku, akan jadi menantuku, jadi bos kalian juga. Kenapa kalian perlakukan dia seperti ini!"

Lima anak buah menunduk bersamaan. Meski badan mereka gempal, bisa mengeroyok bos mereka dengan mudah, mereka tak akan melakukannya. Bukan takut ditangkap polisi, tapi takut dipecat lalu jadi gembel karena tak punya pekerjaan.

"Orang ini adalah kekasih anakku. Aku pernah melakukan kesalahan dengan menolaknya ketika melamar putriku. Sekarang putriku sakit karena terpisah darinya. Satu-satunya cara mengembalikan kesehatan putriku adalah menemukannya dan menikahkan mereka. Kalau kalian sakiti dia seperti ini, sama saja kalian menyakiti putriku. Menyakiti putriku, sama saja kalian menyakitiku!" omel Si bos.

"Maaf, Bos!" ucap mereka serempak.

"Lepaskan dia!"

"Ok, Bos!"

Seorang dari mereka maju. Melepas simpul longgar dari penutup kepala Kyuhyun lalu menarik kain hitam itu. Meloloskan kepala Kyuhyun dari kegelapan dan kepengapan.

Si bos maju untuk melihat muka calon menantunya. Apakah masih baik-baik saja setelah lebih dari sehari ditutupi kain hitam? Kepala itu menunduk lelah. Wajahnya tidak begitu terlihat kecuali warna putih pucat tanpa rona tertangkap samar oleh mata Si bos. Si bos penasaran, sedikit banyak perawakan itu lebih mirip orang lain yang dikenalnya daripada perawakan calon menanntunya. Badannya lebih kecil, lebih tinggi, dan lebih putih. Rambutnya pun lebih pendek. Ketika Si tawanan pelan-pelan mengangkat kepalanya, wajah Si bos bertemu dengan wajahnya, Si bos melotot horor.

"Tuan Cho!" jeritnya.

Si bos histeris dan ingin mati seketika.

To be continue

See you di chap terakhir!