Tittle : Pillow Talk – Super Camp
Author : Kim Joungwook
Pairing : KyuWook
Length : Drabble
Genre : Romance
Summary :
Warning : Shounen-ai, BoyXBoy. Typo(s). Don't Like Don't Read!
.
.
.
KyuWook
.
Salah satu kamar di dorm Super Junior yang tengah ditempati dua orang itu kini hening, tak ada satupun dari mereka yang bersuara. Kyuhyun tengah duduk dengan bersandar di kepala ranjang, kaca matanya ia pakai, dan ia serius membaca buku kuliahnya yang sudah lama tidak ia sentuh. sedangkan Ryeowook tidur beralaskan pahanya, dengan kedua tangannya focus pada ponsel yang ia mainkan.
Keduanya focus pada kegiatannya masing-masing, sampai Kyuhyun merasakan pergerakan Ryeowook yang cukup menganggunya. Kekasih mungilnya itu tak berhenti menggerakkan kepalanya, bahkan sesekali memekik kecil. Dan saat ia menunduk untuk melihat wajah kekasihnya, ia mendapati rona merah yang menyebar dikedua pipi Ryeowook, bahkan telinganya ikut memerah.
Kyuhyun mengerutkan keningnya bingung, ia memilih meletakkan buku dan juga kaca matanya diatas meja nakas dan focus pada Ryeowook, "jadi, apa yang kau lihat hingga membuat wajahmu memerah hingga speerti ini?"
Pertanyaan Kyuhyun itu membuat Ryeowook tersentak, dengan cepat ia menutup ponselnya, menangkupkannya ke atas dadanya hingga Kyuhyun tak bisa melihat apa yang tengah ia lakukan. Ia tersenyum gugup lalu menggeleng cepat, "tidak. Aku tidak melihat apapun. Dan wajahku tidak memerah!" elaknya.
Kyuhyun menaikkan salah satu alisnya sangsi, "kau yakin? Bahkan telingamu ikut memerah. Kau melihat yadong ya?"
"tidak! Tentu saja tidak!" Ryeowook segera duduk dan menyembunyikan ponselnya. Ia sedikit mengambil jarak dengan Kyuhyun. "sudah sana! Lanjutkan baca diktat kuliahmu yang setumpuk itu! Kapan kau lulus hah?!" ia sedikit memkik diakhir kalimatnya.
Kyuhyun mengerutkan keningnya, "kau membuatku semakin penarasan, Ryeong. Apa yang kau sembunyikan, hm?" ucapnya sembari mencoba meraih ponsel Ryeowook dibalik punggung namja itu.
Ryeowook menggeleng dan dengan cepat mengelak dari gerakan Kyuhyun, "apaan sih, Kyu. Aku tidak menyembunyikan apapun. Beneran?! Sana sana pergi!"
Tapi Kyuhyun tetap kekeh dan justru menyeringai senang, sudah lama ia tidak mengerjai kekasihnya itu.
Ryeowook yang sudah tahu gelagat Kyuhyun langsung berusaha berdiri dan menjauh dari ranjang mereka, bahkan kalau bisa keluar kamar untuk menutup apapun yang tengah ia buka sebelum kembali kekamar. Tapi sebelum niatan itu ia lakukan, Kyuhyun sudah lebih dulu mencengkeram lengannya.
"Ya! Kyuhyun! kau benar-benar akan melakukan ini?! Lepaskan Kyu~" Ryeowook mencoba melepas cengkeraman Kyuhyun. tapi bukannya melonggar, Kyuhyun justru mendorong tubuh Ryeowook hingga kini ia telentang dibawahnya.
Kyuhyun menyeringai saat Ryeowook tak berkutik lagi. Tangan Ryeowook ia tahan diatas kepala namja itu, satunya lagi ia cengkeram erat disamping tubuhnya.
"sebenarnya, mengerjaimu, ah bukan, menangkapmu seperti ini tidak terlalu seru. Karena kau sangat lemah sayang~ dan pastinya sangat mudah ditaklukan." Ucap Kyuhyun dengan seringai menyebalkannya. Ryeowook mendengus kesal, "kalau begitu lepaskan!" teriaknya.
Kyuhyun menggeleng, "tidak bisa seperti itu sayang~" ia merundukkan wajahnya untuk memberikan sebuah kecupan di bibir Ryeowook, tapi kekasihnya itu segera memalingkan wajahnya hingga bibirnya hanya bisa mendapat kecupan di pipi.
"jadi, kau serius marah niii?" godanya sembari terkekeh senang. Ryeowook hanya diam dan masih memalingkan wajahnya. Kyuhyun tak menanggapinya dan menyatukan kedua tangan ryeowok diatas kepala namja itu dan menahannya dengan salah satu tangannya. Sedangkan tangannya yang lain mencoba mencari ponsel Ryeowook.
"ya ya yah! Apa yang kau lakukan?! Keluarkan tanganmu!" Ryeowook memekik sembari menggerakkan tubuhnya kasar saat merasakan tangan Kyuhyun menyelinap masuk ke dalam kaos yang ia pakai. tangan Kyuhyun yang cukup dingin sangat terasa dikulitnya.
Kyuhyun terkekeh, "mungkin saja kau menyembunyikan ponselmu didalam sana." Jawabnya dengan senyum polos, yang sungguh menipu. Ryeowook memutar bola matanya malas, "keluarkan tanganmu! Aku tak mungkin menyembunyikannya disana! dasar pervert!" meski wajahnya memanas dengan perlakukan kekasihnya itu.
Kyuhyun segera mengeluarkan tangannya, dan dengan sengaja membelai lembut pinggang Ryeowook, membuat kekasihnya itu mengeluh tertahan. Dan sekali lagi ia menyeringai senang mendengarnya.
Namja Cho itu menjilat bibirnya, "jadi, dimana lagi kita cari ponsel kesayanganmu itu, hmm?" ucapnya dengan memandang nakal tubuh Ryeowook. "mungkin didalam celanamu?" ucapnya menggoda.
"tidak! Tidak Kyuhyun, tidak! Astaga!" Ryeowook berteriak cepat dan memejamkan matanya erat. "Kau sangat licik! Ponselku ada dibalik punggungku, aku menindihnya. Jadi singkirkan tubuhmu dariku!" ucapnya kesal. ia memandang tajam ke arah Kyuhyun.
Kekehan yang terdengar dari bibir Kyuhyun itu membuat Ryeowook ingin menarik kedua pipi tembem Kyuhyun selebar mungkin, "kau sangat menyebalkan." Gumam Ryeowook. Bukannya menjauh, Kyuhyun justru mengangkat tangan Ryeowook dan membuatnya melingkari lehernya.
Ryeowook tertawa dan mengeratkan pelukannya dileher Kyuhyun. ia juga membiarkan namja itu mengambil ponsel di balik punggungmu. Bahkan ia menarik wajah Kyuhyun dan memberikan sebuah ciuman cukup lama di bibirnya. Juga dikedua pipinya.
"sebenarnya, aku sudah tahu apa yang kau lihat sedari tadi. Pasti fancam saat supercamp kemarinkan? Kkk~"
Kyuhyun tersenyum mendapati wajah Ryeowook yang kembali memerah. Ia memperbaiki posisinya hingga ia kini tidur disamping Ryeowook dengan bersangga pada salah satu lengannya. Ia menghadap wajah Ryeowook yang makin memerah ditatap olehnya seperti itu. Tangan Ryeowook sudah tak lagi melingkari lehernya.
"Yesung hyung pasti menanggapi curhatanmu kemarin saat konser KRY di Jakarta." Gumam Kyuhyun. tangannya membelai lembut sisi wajah Ryeowook. Dan namja manis itu menyamankan posisinya lalu mengangguk kecil.
"yah, siapa juga yang menyangka Yesung hyung akan nekat melakukan hal itu. Demi Tuhan! Meskipun itu hanya bercanda tapi, Aduh, apa ekspresiku sangat terlihat? Aku sangat malu, Kyuhyun~ bagaimana jika semua orang tahu bahwa kita menjalin hubungan? Apalagi aku paling payah dalam menyembunyikan emosiku. Pasti kemarin terlihat sekali moodku yang senang."
Kyuhyun terkekeh dan mencium lembut pipi kiri Ryeowook, "kau tak melihat ekspresiku? Wajahku benar-benar memerah saat itu. Kita berdua sungguh payah untuk menutupi kebahagiaan kita diatas panggung. Tapi, siapa juga yang bisa bersikap cool jika tiba-tiba mencium kekasihnya diatas panggung, didepan ratusan orang?" jelasnya kemudian.
Ryeowook menghela nafasnya panjang, "ini semua karena dirimu! Jika kau tidak memiliki schedule yang penuh sampai-sampai tak sempat menemuiku saat tidak ada konser bersama, aku pasti tidak akan mengeluh pada Yesung hyung. dan Yesung hyung juga tidak akan mengerjai kita seperti itu. Apalagi saat pocky game, kenapa juga kau mengangkat tubuhku? Kita benar-benar terlihat mencurigakan dengan posisi seperti itu."
Kyuhyun tertawa renyah, ia menggulingkan tubuhnya dan memeluk erat pinggang Ryeowook, menyembunyikan wajahnya di perut namja manis itu.
"kau yang dengan erat memeluk pinggang dan juga leherku sayang. Sudahlah, biarkan saja kejadian malam itu. Sudah terjadi." Ucap Kyuhyun yang teredam karena wajahnya yang melekat diperutnya.
Ryeowook mengulum senyumnya dan dengan lembut membelai rambut Kyuhyun.
"ya, biarkan saja. sekali-kali memberikan pertunjukkan untuk Kyuwook shipper diluar sana tidak salah. Kkk~" ucap Ryeowook. Kyuhyun hanya bergumam pelan menjawabnya.
"aku senang, akhirnya kau punya waktu luang untuk sekedar bersantai diatas ranjang seperti ini denganmu. Kapan terakhir kali kita berbincang seperti ini? Ah, saat kita menginap dirumah bumonim mu."
Kyuhyun mengnagguk, "ya. Kau membuatku mengingat kejadian malam itu. Eomma benar-benar heboh sekali mendengar kabar lamaranku. Apalagi appa juga ingin cepat cepat bertemu orang tuamu secara resmi. Bahkan aku sendiri belum bertemu dengan bumonimmu." Ucapnya pelan. ia masih mempertahankan posisinya dengan memeluk pinggang Ryeowook.
"memang kapan kau ingin bertemu dengan orang tuaku?" Tanya Ryeowook. Kyuhyun mengangkat wajahnya dan memandang Ryeowook bingung, "memang, apa yang dikatakan mereka saat kau memberitahu tentang hubungan kita yang mulai serius?"
Ryeowook mengangkat kedua bahunya, "mereka hanya bertanya 'kenapa tidak Kyuhyun sendiri yang datang?', begitu. Yasudah, lalu aku kembali ke sini. Lagipula akhir-akhir ini aku terlalu sibuk untuk kembali lagi ke Incheon."
Kyuhyun menghela nafasnya, "apa itu artinya mereka akan menerimaku jika aku datang langsung kesana?" tanyanya. Ia menatap tepat ke kedua mata Ryeowook.
Namja manis itu tertawa dan menundukkan tubuhnya, memberikan sebuah kecupan sayang di rambut Kyuhyun, "aku tak tahu Kyuhyun. tapi mungkin appa mulai menyukaimu. Ia mulai mengungkit-ngungkit kemampuanmu di radio star. Eomma juga senang mendengar suaramu di radio. Kurasa mereka akan dengan mudah memberimu restu untuk menikahiku."
Kyuhyun balas tersenyum dan menggeser tidurnya hingga kini berhadapan dengan wajah Ryeowook, "kita akan mencari waktu yang tepat untuk menemui orang tuamu. Tapi mungkin tidak dalam waktu dekat ini." Ucap Kyuhyun.
Ryeowook mengangguk, "ya. Jadwal kita tidak memunginkan untuk kesana. Yah, sebelum wamil mungkin."
"baiklah. Kita sudahi dulu percakapan mengenai orangtuamu. Sekarang kita tidur, aku sangat lelah."
"tunggu Kyuhyun, apa kau sudah aku ceritakan tentang temanku dari Incheon yang tahu hubungan kita?" Tanya Ryeowook. Kyuhyun yang sudah memeluk tubuhnya kembali memberi jarak, "belum. Memang kenapa?"
"astaga! Dia berteriak di telepon saat menghubungiku kemarin. Dia benar-benar histeris saat menceritakan mengenai kejadian di super camp kemarin yang ia lihat fancamnya. Aku jadi membayangkan bagaimana reaksi shipper yang lain. Hehehehe~"
Kyuhyun tersenyum dan mencium singkat bibir Ryeowook, "mereka pasti tak beda jauh. Sudahlah, lagipula kita juga tetap harus menghargai fans lain yang tidak nyaman dengan fan service yang ekstrim seperti itu. Aku juga sebenarnya tak ikhlas membagikan wajah bersemu milikmu saat kucium pada seluruh dunia."
Ryeowook memukul pelan dada Kyuhyun, "apaan sih~?!" gumamnya manja. Kyuhyun terkekeh dan kembali memeluk erat tubuh Ryeowook dan menepuk punggungnya.
"sudah, ayo tidur Ryeonggu~"
"ne~ jaljayo Kyukyu~"
"hmm.."
.
.
.
END
FOR THE GODNESS SAKE!
Momen di super camp kemaren asdfghjkl! Aku sampe guling-guling, teriak-teriak di kasur liat fancamnya. Ya ampun~ Mereka mau niat coming out apa gimana sih?! Pokoknya momen itu priceless banget! Jiwa kyuwook shipper ku meronta-ronta, luber kemana-mana.
Eh, abaikan.
Pokoknya the best moment ever! Special new year gift from KyuWook!
Sudahlah, pasti kalian juga sama kan reaksinya? Hahahahaha, dan akhirnya bisa update. Kkkk~ terima kasih sudah menyempatkan membaca lagi. Dan reviewnya~ hehehehehe
