LOVE oh LOVE
By kimyhoney
Cast : Yewook,member SuJu
Rate : T
Ganre : Romance,hurt,drama,brothership
Summary : Lagi, masalah mendera mereka. Kenapa masalah bagi mereka tidak kunjung selesai, mampukah mereka mengatasinya?
Chapter 14
Anneyong Kiki..
mianhe sudah lama tidak bercerita denganmu
kau tahu?
ah tentu saja kau tidak tahu
aku-kan belum cerita denganmu
Aku bahagia Kiki
kau tahu kenapa?
karena semuanya berakhir dengan indah
Yesung hyung ternyata sangat mencintaiku
aku sangat bahagia sekali Kiki
Namun..
kebahagianku dengan Yesung hyung belumlah sempurna
karena hyungdeul meninggalkan pekerjaannya gara-gara aku
Apa yang harus kulakukan untuk membantu mereka Kiki?
Ryeowook kembali menulis dalam diarynya setelah beberapa waktu tidak menyentuh buku pribadinya tersebut. Ryeowook beserta hyung-nya baru saja sampai sejam yang lalu dari liburan mereka di Pulau Jeju.
"Apa yang kau tulis sayang?" Yesung berdiri di belakang Ryeowook, memajukan kepalanya sedikit untuk mengintip apa yang sedang ditulis oleh namja-nya itu.
"Akh kau mengagetkanku hyung. Menulis sedikit tentang perasaan bahagiaku hyung, walaupun tidak sepenuhnya bahagia." jelas Ryeowook, kepalanya mendongak memandang kekasihnya.
"Oh begitu, bersihkan badanmu dulu sayang, kau belum mandikan? Atau mau hyung temani mandi hemm." tawar Yesung dengan mengerlingkan matanya menggoda Ryeowook.
"Aku bisa mandi sendiri hyung, ck mandi bersamamu tidak akan pernah selesai." Ryeowook mendengus sebal, selalu saja Yesung-nya itu mengajak kepada hal-hal yang berbau mesum.
Ryeowook bergidik ngeri membayangkan sekilas akan apa yang terjadi jika mandi bersama Yesung sambil menutup buku diarynya.
"Hyung mau kemana? Rapi sekali." selidik Ryeowook.
"Ayolah Ryeowook, bukankah hyung selalu rapi eoh?" Yesung mendudukan dirinya di ranjang Ryeowook, memandangi Ryeowook yang berada di depannya. "Hyung akan keluar sebentar dengan Teukie hyung dan Heechul hyung ke SM-Ent"
"Eh? Ke SM-Ent hyung? Bolehkah aku ikut?" tanya Ryeowook, Ryeowook menduga jika kepergiaan ketiga hyungnya ke SM-Ent ada hubungannya dengan dia.
Yesung menangkup wajah kekasihnya, memandang caremelnya yang mengerjap imut. "Kau dirumah saja sayang, kau bisa memasakkan makanan untuk hyung bagaimana?" Yesung memberika alternatif pada Ryeowook. Yesung dan kedua hyung-nya hendak pergi ke SM-Ent setelah mendapat telpon dari manajernya yang memberitahukan bahwa Soo Man Sanjangnim ingin bertemu dengan perwakilan dari Super Junior.
Ryeowook lebih memilih meng-iya-kan permintaan Yesung untuk tinggal di dorm dan memasak daripada ikut ke SM-Ent dan nantinya akan menimbulkan masalah untuk hyungdeul-nya.
"Ne hyung, Wookie akan memasak yang spesial untuk hyung dan yang lainnya." Ryeowook mengganggukan kepalanya senang sambil tersenyum pada Yesung.
"Hyung pergi dulu ne, mandilah segera, kau sudah sangat bau sayang." ucap Yesung setelah mencium kening Ryeowook sebelum meninggalkannya.
Setelah dirasa penyamarannya cukup,Ryeowook melangkahkan kakinya keluar dorm untuk berbelanja segala kebutuhan yang ia perlukan untuk membuat makanan bagi hyungdeul-nya. Ryeowook memilih belanja di Supermarket yang berada tidak jauh dari dorm, hanya memerlukan waktu 10 menit dengan berjalan kaki.
Serasa semua yang dibutuhkan cukup Ryeowook segera menuju kasir untuk membayar barang belanjaannya yang menurutnya sangat banyak. Ryeowook berjalan pulang ke dorm dengan dua kantong besar dikedua tangannya. Melangkah kakinya dengan riang sebelum seseorang entah disengaja atau tidak menabraknya dari depan membuat Ryeowook jatuh tersungkur.
Duagh
"Akhh.." rintih Ryeowook yang tersungkur kebelakang, kantong belanjanya terlepas dari genggaman tangannya. Tangan kanannya menumpu pada aspal jalan sehingga pantatnya tidak langsung mengenai jalan yang keras.
Ryeowook masih meringis menahan sakit ditangan kanannya, beberapa jarinya lecet karena tergores aspal jalan. Ryeowook menoleh kebelakang melihat siapa yang menabraknya tadi. Ryeowook mengerutkan dahinya, penabraknya tadi adalah seorang yeoja, tapi ia yakin jika yeoja itu bukan Luna. Dia lebih tinggi daripada Luna. "Semoga ini bukan kesengajaan." batin Ryeowook khawatir akan muncul 'Luna-Luna' lainnya yang mengganggu hubungannya dengan Yesung.
Ryeowook bangkit mengambil kantong belanjaan yang terlepas dari genggamannya, beruntung belanjaan tersebut tidak sampai tumpah isinya. "Apa ini?" lirih Ryeowook saat melihat amplop coklat yang tergeletak tidak jauh dari kantong belanjanya.
Lagi, Ryeowook dibikin penasaran karena amplop cokelat yang ia pungut bertuliskan 'untuk Kim Ryeowook'. Karena takut penyamarannya ketahuan, buru-buru Ryeowook memasukkan amplop tersebut ke dalam saku jaketnya.
Sesampainya di dorm, Ryeowook segera mengobati jarinya yang lecet sebelum member yang lain mengetahuinya. Membuka surat beramplop cokelat dengan sedikit tergesa. Ryeowook menjatuhkan kertas yang didalam amplop tadi setelah membacanya, menutup mulutnya sebagai ekpresi keterkejutannya.
"jauhi Yesung oppa, atau kau akan merasakan akibatnya, bahkan lebih dari yang kamu dapat dari Luna!"
"Ya Tuhan, baru tadi aku menuliskan betapa bahagianya aku dengan Yesung hyung, cobaan apa lagi yang Engkau berikan padaku." monolog Ryeowook. "Tuhan, berilah aku kekuatan-Mu untuk menghadapi ini semua. Amin." doa Ryeowook kemudian memungut kertas ancaman yang terjatuh dilantai dan memasukkannya kembali kedalam saku.
Tidak ingin terjebak dalam ketakutan akan ancaman tersebut, Ryeowook lebih memilih untuk memasak. Memasak dapat membuatnya melupakan sejenak masalahnya. Kenapa jalan untuk bahagia begitu sulit baginya.
"Mwo?! Kau pergi belanja sendirian?" tanya Eunhyuk kaget. Setelah mendengar Ryeowook menjawab pertanyaan Sungmin tentang darimana bahan makanan yang dimasaknya. Tidak mengira kalau Ryeowook berani keluar sendirian, mereka hanya terlalu mengkhawatirkan dongsaeng mungilnya.
"Iya hyung, kalian tidak usah khawatir, terbuktikan aku baik-baik saja sekarang." kata Ryeowook menyembunyikan apa yang telah terjadi pada dirinya tadi.
"Besok lagi tidak boleh pergi sendirian lagi, arraso!" nasehat Donghae. "Bagaimana reaksi Yesung hyung jika tahu kau pergi sendirian eoh?" tanya Donghae lagi.
Belum sempat Ryeowook menjawab pertanyaan Donghae, tiga member yang paling tua datang.
"Kami pulang" seru Leeteuk setelah melepaskan sepatunya, di susul Heechul dan Yesung di belakang sang leader.
Grep
Yesung memeluk tubuh Ryeowook dengan sedikit mengangkatnya, memutar tubuh mungil itu kemudian.
"Kyaa. . hyung apa yang kau lakukan? Turunkan aku." Ryeowook mencengkram kaos Yesung bagian belakang takut terjatuh.
"Baby-ah, hyung senang akhirnya kita bisa tampil bersama lagi." kata Yesung dengan riangnya.
Yesung menghentikan aktifitasnya memutar tubuh Ryeowook, memberikan kecupan singkat sebelum mengatakan bahwa mereka akan tampil bersama lagi.
"Tampil bersama? Apakah aku sudah boleh sepanggung dengan kalian lagi?" tanya Ryeowook.
"Ne, benar sayang kau akan tampil bersama lagi. Apa kau senang hemm?" Yesung mengecup kening Ryeowook lagi, kemudian mencium sekilas bibirnya.
Pletak
"Berhentilah bermesraan di depan kami. Bocah! Kita akan tampil tiga hari lagi." ucap Heechul setelah memukul kepala Yesung karena mencium bibir kekasihnya didepan para member.
Ryeowook menangis terharu, perasaannya begitu bahagia. Kini dirinya bisa kembali melakukan apa yang disukainya bersama para member. Ryeowook tidak bisa berkata apapun kecuali terima kasih, begitu banyak pengorbanan para member untuk dirinya.
"Hei mengapa menangis?" Leeteuk mendekat mengusap airmata yang mengalir membasahi pipinya.
"Aku terlalu bahagia hyung, gomawo, jeongmal gomawo." Ryeowook memeluk hyung tertua-nya dan kembali menumpahkan airmatanya.
"Wookie! Apa benar kau pergi belanja sendirian?" Yesung sedikit berteriak dari arah meja makan.
Ryeowook melepaskan pelukannya dari Leeteuk begitu mendengar teriakan Yesung. "Ne hyung, tadi aku pergi belanja di Supermarket dekat dorm?" jelas Ryeowook.
"Mengapa kau tidak mengajak Donghae, atau Sungmin untuk menemanimu? Bagaimana jika terjadi sesuatu denganmu?" Yesung sedikit marah pada namjachingunya bukan karena membecinya tetapi karena terlalu sayang dan sangat mengkhawatirkannya.
"Hyung, mereka lelah, makanya aku pergi sendirian saja, toh aku tidak kenapa-napa, jadi hyung tidak perlu khawatir."
"Tetap saja sayang, hyung takut,ck sudahlah pokoknya besok tidak boleh pergi sendirian lagi harus ada yang menemani." Yesung menghentikan perdebatannya dengan Ryeowook.
"Sebaiknya kita makan sekarang sambil merayakan hari bahagia ini." intrupsi Eunhyuk yang memang sudah sangat kelaparan.
Suasana makan malam penuh kecerian, banyak celoteh-celotehan yang keluar dari mulut para member yang membuat mereka semakin bahagia, apalagi jika Shindong sudah mulai melucu, bisa di tebak suara tertawa terbahak-bahak akan memenuhi dorm mereka.
Ryeowook-pun ikut tertawa bersama hyungdeul-nya dan Kyuhyun, melupakan ancaman yang datang kepadanya tadi sore. Sudah cukup lelah jika harus berurusan dengan hal yang seperti itu lagi. Cukup bagi Ryeowook bahwa Yesung selalu ada disampingnya dan jangan lupakan pula hyungdeul-nya yang selalu melindunginya.
Ryeowook menggeliatkan tubuhnya, mencari sosok namja tampan yang tadi malam menemaninya tidur, namun hasilnya nihil. Tidak ada lagi Yesung disampingnya.
"Pasti Yesung hyung sudah turun ke bawah" innernya, segera diambil buku diarynya dan menuliskan sesuatu tentang perasaannya saat ini, serta surat ancaman yang ia dapatkan kemarin.
"Suratnya mana?" lirih Ryeowook, tangannya sibuk menyibakkan buku-buku yang ada dimeja, memeriksa kantong celananya. "Ah sepertinya di saku jaket." Ryeowook bergegas keluar kamar mencari jaketnya yang tadi malam ia letakkan di keranjang pakaian kotor. "Aish bisa gawat jika ahjuma atau hyungdeul yang menemukannya." batin Ryeowook.
"Ya bocah! Bisa jelaskan ini?" Ryeowook menghentikan langkahnya saat melewati ruang makan dan mencengarkan hyung cinderella-nya memanggil dirinya. Ryeowook melebarkan matanya memastikan apa yang dipegang Heechul.
"Kemari dan duduklah!" perintah Heechul.
Ryeowook hanya bisa merutuki dirinya sendiri akibat kecerobohannya maksud hati ingin menyembunyikan surat itu, tetapi malah ketahuan oleh Heechul pula, hyung-nya yang paling galak.
"Hyung, apa yang kau bawa?" tanya Ryeowook pura-pura tidak mengerti.
"Jangan pura-pura tidak tahu, ahjuma tadi menemukannya disaku jaketmu. Kapan kau mendapatkan surat ini eoh?" Heechul menampakkan raut muka seramnya membuat nyali Ryeowook menciut menghadapinya. Ditambah Leeteuk dan Kangin yang mendadak sudah ada di ruang makan.
"I..itu, itu. . kemarin hyung aku mendapatkannya." Ryeowook sedikit gugup menjawab pertanyaan dari Heechul.
Klekk
Suara pintu terbuka menampakkan sosok namja yang tadi dicari Ryeowook ketika bangun tidur.
"Yesung-ah, kau sudah datang, lihatlah namja mungilmu mau menyembunyikan sesuatu pada kita." Heechul mengadu sambil menyerahkan lembar kertas tersebut pada Yesung.
Hanya butuh beberapa detik bagi Yesung untuk membaca tulisan yang tertera dikertas itu. Kemudian ikut memandang tajam kearah Ryeowook sama seperti apa yang dilakukan Leeteuk, Heechul dan Kangin.
"Kenapa kau menyembunyikan dari hyung?" Yesung membuka suaranya, pandangannya tetap lurus menatap manik caramel kekasihnya yang sudah terlihat merah.
Ryeowook hanya bisa menundukkan kepalanya, matanya sudah merah dan berair siap untuk meneteskan airmatanya. Ryeowook benar-benar merasa seperti tersangka saat ini.
"Sekarang jelaskan pada kami, darimana kau mendapatkan surat ancaman seperti ini!" kini giliran Leeteuk bertanya pada Ryeowook dengan suara yang lebih lembut supaya dongsaeng-nya tidak takut.
"Engg . . surat itu aku dapatkan saat pergi berbelanja kemarin, ada orang yang sengaja menabrakku dan meninggalkan surat ancaman itu." terang Ryeowook dengan suara lirihnya.
"Mwo!" kaget beberapa pria yang ada dihadapan Ryeowook.
"Mengapa kau diam saja Wookie, bukankah pernah hyung katakan kalau ada apa-apa segera bilang sama hyung." Yesung agak kesal dengan apa yang dilakukan Ryeowook.
"Mianhe." ucap Ryeowook pelan, airmatanya sudah menetes membasahi pipinya. "Aku hanya tidak ingin membuat kalian khawatir." lirihnya lagi.
"Ck, akan membuat kami semakin khawatir jika kejadian seperti ini terulang lagi." giliran Kangin berkata. Ia ingat bagaimana Ryeowook menyembunyikan masalahnya dengan Luna dulu dan berakhir dengan memburuknya kondisi Ryeowook, bahkan terjadi insiden penculikan segala.
"Jika kali ini bukan Luna, lalu siapa? Kenapa mesti Ryeowook yang dijadikan sasaran." keluh Leeteuk.
"Apa ini strategi untuk menghancurkan kita." Heechul menimpali. " Diluar sana banyak yang ingin menghancurkan kita, apalagi Antis." Heechul mengela nafas sebentar "Dan mereka menyerang kita melalui Ryeowook, yang mereka anggap paling lemah di Super Junior. Dan kasus kalian kemarin membuat mereka semakin memudahkan rencana mereka." Heechul tampak seperti dektetif Conan yang sedang menganalisa masalah.
"Mereka ingin menguji kita lagi eoh?" tanya Yesung entah pada siapa.
Yesung maraih tubuh Ryeowook dan mendudukan dipangkuannya. Mengusap pelan kepala Ryeowook dengan sayang. Ia tahu namja-nya kini sedang gundah.
"Mianhe. .hiks, mianhe. . hiks" hanya kata itu yang mampu Ryeowook ucapkan disela tangisnya.
"Uljima, jangan keluarkan airmatamu untuk hal seperti ini sayang." ucap Yesung menenangkan.
"Benar kata Yesung hyung Ryeowookie. Kau tidak usah cemas, tapi berjanjilah kepada kami setiap apa yang menimpamu kau harus ceritakan semuanya kami. Yakso!" kata Kangin seraya mengacak rambut Ryeowook yang sudah berantakan menjadi lebih berantakan.
"Ne hyung, yakso." balas Ryeowook disertai anggukan.
"Lebih baik sekarang kita sarapan, dan mempersiapkan penampilan kita besok." usul Leeteuk. "Kita delivery order saja, aku yakin Sungmin juga belum masak dibawah." usul sang leader lagi yang dibalas anggukan semua member yang ada disitu.
"Aish, kenapa sekarang kekasihku jadi malas mandi?" Yesung menempelkan hidungnya dileher putih Ryeowook dan tercium aroma khas orang belum mandi.
Ryeowook mengubah posisi duduknya dipangkuan Yesung, kini badannya menyamping lalu tangannya melingkar dipinggang Yesung, menyandarkan kepalanya di bahu namjachingu-nya. Menghirup aroma wangi yang menguar dari tubuh Yesung sambil menggelayut manja pada Yesung. "Salah hyung sendiri mencium leherku." Ryeowook semakin menempelkan tubuhnya pada tubuh Yesung yang sudah wangi.
Yesung menepuk punggung tangan Ryeowook yang melingkar dipinggangnya, tanpa berkata apapun sambil menunggu makanan yang diorder oleh Leeteuk datang. Member lainpun paham, dan memilih pergi meninggalkan pasangan Yewook diruang makan menuju ruang tengah sambil membahas rencana untuk penampilan mereka dua hari lagi.
Suara gaduh terdengar setelah pintu terbuka, sudah bisa ditebak jika itu adalah Kyuhyun, Eunhyuk, Sungmin serta Shindong.
"Ck, pasangan aneh sedang bermesraan." Celetuk Kyuhyun saat hendak mengambil minum di dapur.
Pasangan Yewook hanya diam saja tanpa menanggapi ocehan dari sang magnae, masih asyik dengan pikirannya masing-masing. Kyuhyun yang merasa diabaikan langsung mendekati mereka.
"Hyung, ada apa dengan Wookie?" tanya Kyuhyun pada Yesung saat sudah mendekat dan mendapati mata Ryeowook yang sembab.
Yesung menatap Kyuhyun sejenak sebelum matanya beralih memandang sepucuk surat yang tergeletak diatas meja makan. Kyuhyun mengikuti arah mata Yesung memandang, kemudian mengambil surat tersebut dan membacanya.
Raut muka Kyuhyun berubah seketika setelah selesai membaca surat itu, Kyuhyun merasa marah dan tidak terima jika ada yang menyakiti Ryeowook. Kyuhyun juga sangat menyayangi Ryeowook meskipun sering menjahilinya dan memanggilnya tanpa embel-embel hyung.
Yesung menceritakan kronologis peristiwa yang menimpa Ryeowook pada Khyuhyun. Membuat aura 'setan' dari dalam diri Kyuhyun bangkit.
"Kalau ketemu siapa pelakunya akan kucincang dia untuk makanan Heebum dan Ddangkoma." geram Kyuhyun.
Pletak
Jitakan kecil mendarat di kepala sang magnae, jitakan manis dari Yesung membuat Kyuhyun sedikit meringis kesakitan.
"Bicara yang benar! Hyung tidak mau Ddangkoma dikasih makan daging manusia" seru Yesung.
"Hyung, aku kan bercanda hanya bercanda, lihat Wookie ikut tertawa tuh." Kyuhyun tersenyum puas melihat senyum Ryeowook.
Gyuutt
"Aish, kalau begini kau semakin seperti anak TK." goda Kyuhyun.
Kyuhyun mencubit kedua pipi Ryeowook dan mengulurnya, lalu berlari meninggalkannya. Ryeowook bangkit dari pangkuan Yesung dan mengejar dongsaeng evil-nya untuk membalas apa yang telah dilakukan pada dirinya.
"Dasar dongsaeng kurang ajar, jangan lari kau." teriak Ryeowook dengan suara yang masih terdengar parau.
Kyuhyun berlari menuju ruang tengah untuk menghindar dari kejaran Ryeowook. Hyungdeul-nya hanya menggelengkan kepalanya melihat polah kedua magnae mereka, walaupun berisik mereka lebih suka dengan keadaan seperti ini.
"Siwon hyung tolong, aku dikejar jerapah mungil." teriak Kyuhyun sambil bersembunyi dibalik tubuh kekar Siwon.
Tbc ^.^ V
Anneyong. . . aku kembali dengan chapter 14, semoga kalian suka. Maaf jika masih terlalu banyak typo dan kata yang sukar dicerna, aku terlalu percaya diri dan menganggap FF ini sudah benar hehehehe..mianhe ( yang penting aku sudah berusaha mengeditnya ). RCL dari kalian aku tunggu. Gomawo sudah menyempatkan membaca Ffku yang semakin ga jelas ini. Byeeee...
