BLACK FLOWER
Sherry Kim
Ending Bab A...
Happy Reading ...!
Jung Yunho menghela nafas kasar berulang kali. Belum pernah dalam hidupnya ia merasa segugup serta berkeringat dingin seperti saat ini, dimana ia berdiri menunggu Jaejoong mengucapkan janji suci di hadapan Tuhan dan para tamu undangan.
Sedangkan wanita yang berdiri di sisinya dengan balutan gaun pengantin sutra indah itu terlihat begitu tenang, sama sekali berbeda dengan Yunho yang gugup setengah mati.
Memperhatikan wanita yang telah resmi menjadi istrinya dalam diam, Yunho mengabaikan semua orang orang disekeliling yang memberikan kata selamat untuk mereka. Wanita itu terlihat anggun dengan kecantikan Jaejoong yang alami namun mampu membuat Yunho merasa hanya Jaejoong wanita tercantik yang pernah ia lihat di dunia.
Ya Tuhan, sejak kapan dirinya menjadi pria tidak waras karena mabuk cinta seakan meminum segelas air garam namun terasa semanis madu. Juga seperti pria bermulut penggoda yang buta karena jatuh cinta dan memang ia buta karena Jaejoong, dan hanya Jaejoong seorang yang mampu membuatnya seperti orang gila. Sial, ia akan di tertawakan semua musuh musuhnya jika mereka tahu ia telah di taklukan oleh Jaejoong dengan mudah.
Upacara pernikahan berjalan dengan tenang seperti apa yang ia inginkan. Tidak ada halangan seperti yang pernah di khawatirkan, pengantin wanita di culik misalnya atau gangguan dari musuh musuhnya yang kapan saja bisa muncul dan menggagalkan upacara janji suci yang seminggu ini membuat pemimpin mafia Jung Yunho merasa tak karuan menunggu hari ini seakan hari hari yang berlalu selama setahun lamanya. Oh biarlah ia di katakan gombal atau apapun karena itulah dirinya sekarang.
Yunho harus berterima kasih kepada Siwon dan Yoochun yang berjasa menjaga keselamatan mereka juga tamu undangan yang hadir di dalam gereja. Juga Heechul tentunya.
Tamu yang tadinya hanya berisi orang terdekat dan keluarga dekat Jaejoong sudah cukup untuk menjadi saksi janji suci mereka namun beberapa tamu yang tidak di undang telah menerobos masuk memenuhi gereja ketika pagi tiba disaat kedua mempelai bahkan belum menampakkan kakinya disana.
Ya Tuhan, mereka bukan artis tidak perlu media juga hadir disana bukan? Dan bagaimana sahabat lama Jaejoong juga hadir tanpa undangan serta keluarga jauh wanita itu yang ikut serta meramaikan suasana.
Yunho sudah akan mengusir mereka kalau saja Jaejoong tidak mendelik galak kearahnya pagi tadi. "Mereka teman temanku juga kerabat jauh keluarga." Dengan tidak rela Yunho membiarkan bertambahnya para tamu tak di undang bermunculan tanpa melakukan apapun selain pemeriksaan untuk berjaga jaga.
"Mereka harus di periksa terlebih dahulu oleh anak buahku sebelum ku ijinkan masuk atau aku akan melempar mereka keluar jika kau tidak mengijinkan." otak polos Jaejoong yang merasa tidak ada orang yang akan menjahati mereka kembali membuat Yunho naik darah kalau saja Changmin dan Hankyung tidak membela Yunho demi keselamatan semua tamu. Tidak ada pilihan lain selain mengiyakan ide Yunho meski wanita itu sempat marah kepadanya.
Kedatangan sepupunya Kim Heechul menyadarkan Yunho dari pikiran yang menghantuinya sebelum upacara pernikahan terjadi. Ia masih tidak dapat mempercayai ini bahwa mereka sudah menikah dan Jaejoong adalah istrinya. Sujut syukur kepada Tuhan.
"Aku akan membunuhmu jika kau tidak membawa Jaejoong berbulan madu setelah pernikahan kalian. "Kim Heechul berkacak pinggang galak di hadapan Yunho juga tamu tamu lain yang menghadiri pesta pernikahan pasangan Yunjae tanpa rasa malu.
Red Kastil menjadi tempat yang tepat untuk di jadikan tempat resepsi pernikahan setelah satu jam lalu Jung Yunho dan Kim Jaejoong menyatakan sumpah janji suci cinta mereka di hadapan pendeta juga puluhan tamu lain.
Resepsi yang di rencanakan sederhana dalam versi Kim Heechul di banjiri tamu tamu yang tidak bisa di katakan sedikit. Seluruh penjuru Red Kastil di penuhi tamu dengan pelayan yang hilir mudik tanpa istirahat menyajikan hidangan dengan jamuan terbaik mereka.
"Kau sudah menguras dompet Yunho dengan pesta pernikahan juga resepsi yang kau katakan sederhana ini Heechul, jadi biarkan Suamiku menghemat sedikit karena aku tidak dapat dan tidak ingin meninggalkan Hyuna meski hanya sebentar untuk berbulan madu." Jaejoong menjawab.
Menarik pinggang langsing sang istri berbalut gaun sutra lembut Yunho merasakan keterkejutan istri barunya di bawah telapak tangan yang kasar. "Kau dengar sendiri bukan Nona pemaksa, istriku tidak menginginkan bulan madu untuk saat ini jadi biarkan aku menuruti semua keinginanya yang tidak masuk akal untuk membuat istriku bahagia."
"Apa keinginanku tidak masuk akal, Suamiku?"
Cengiran Yunho membuat kemarahan Jaejoong mereda. "Hanya sedikit Istriku sayang." Tekanan pada kata suami istri yang begitu kentara di tunjukan pasangan pengantin baru itu membuat Heechul memutar bola mata jengah.
"Semua orang tahu kalian sudah resmi menjadi suami istri jadi tidak perlu menyadarkanku dengan kata posesif kalian yang akan membuatku ingin muntah."
"Apa kau sedang hamil Heechul?" Yunho bertanya sok polos.
"Aku menyukai panggilan itu." Cengkraman pada pinggang Jaejoong semakin erat dan posesif. "Aku juga," Yunho menatap terkejut sang istri yang mendukung ucapanya dengan sebuah ciuman manis di pipi. Ya Tuhan, ia menyukai Jaejoong yang agresif dari pada Jaejoong yang pendiam dan malu malu.
"Lihatlah kau telah mengajarkan apa kepadanya." Dengan tatapan polos ia menatap sepupunya Heechul. "Apa?"
"Mengajarkan Jaejoong sesuatu yang iya iya kepadanya."
Senyum arogan kembali muncul dengan kepercayaaan diri yang tinggi di wajah pemimpin mafia yang sudah tobat itu. "Akan ku pastikan Jaejoong mendapatkan pelajar baru yang lebih manis malam ini... Aow." Tangan besar Yunho mencengkeram jemari Jaejoong yang mencubit pinggangnya gemas.
"Kau tidak usah malu mungil." Wajah merona Jaejoong membuat Yunho kembali tertawa. "Sungguh aku akan mengigitmu disini, sekarang juga jika kau menatapku seperti itu" Demi apa wajah Jaejoong sudah berubah warna hanya karena sebuah godaan ringan yang sudah tidak asing untuk mereka.
"Melakukan apa?" goda Jaejoong. Bulu mata lentik Jaejoong mengerjap polos dan Yunho benar benar melakukan apa yang baru saja di katakanya. Mengigit gemas bibir bawah Jaejoong sampai wanita itu memekik keras membuat Yunho melepaskan ciuman ringan mereka.
Yoochun bergabung dengan mereka yang di sambut lirikan tajam mata Kim Heechul dan helaan nafas Jaejoong. Setidaknya semakin banyak Pengganggu Yunho akan semakin menjaga sikap untuk tidak menyentuhnya lebih jauh.
"Ku rasa matamu akan kelilipan kupu kupu karena aku melihat banyaknya kelopak bunga bertebaran disana." Ia tersenyum masygul kerah Heechul sebelum pindah kearah Pengantin baru bintang acara malam ini. "Dimana kau sembunyikan ponakan cantikku?"
"Di disini." Hankyung datang dengan tiga bocah manis di kedua gandengan tangan. Di tambah seorang gadis kecil yang menggandeng salah satu dari mereka.
"Hyuna sangat menyukai saudara barunya, bahkan dia mengikuti Taemin dan Myungsoo kemanapun si kembar pergi." Berhenti di hadapan sang istri ia menyerahkan Taemin kepada Heechul yang kemudian menggendongnya
"Dia akan senang jika kalian segera membuat adik baru untuknya." Yoochun menatap Jaejoong yang merona. "Adik iparku sudah merona hebat lebih baik aku menendang pantatku sendiri dari sini sebelum Yunho melakukanya." Ia merunduk untuk menjajarkan tubuhnya di hadapan Hyuna. "Maukah kau ikut dengan Samcon sebentar sayang, Imo Junsu membutuhkanmu untuk menghiburnya."
"Kenapa dengan Imo?" Gadis kecil itu masih tidak melepaskan genggaman tangan miliknya pada tangan Myungsoo.
"Samcon tidak tahu, wanita cerewet itu menangis sejak Mommy dan Daddy selesai mengucapkan janji suci di gereja. Dan Samcon tidak bisa menghentikan tangisanya yang seperti celotehan Lumba lumba itu."
"Mungkin Imo iri dengan Mommy dan Daddy?"
"Jelaskan mengapa?"
"Karena Samcon Yoochun tidak segera membawa Imo ke Gereja dan mengucapkan janji bersamanya. Samcon masih juga nakal bermain mata dengan teman teman Samcon Changmin yang cantik serta memiliki bod,,, bod,,, eh ,,," Bocah itu berpikir sejenak. " ,,, Body sexy dan lebih muda dari Imo Junsu." Gadis kecil itu mengikat tangan di depan dada berusaha terlihat angkuh serta marah seperti gaya sang ibu namun gagal.
Ya Tuhan siapa yang telah mengajarkan kata itu kepada Ponakan cantiknya. "Katakan siapa orang yang mengajari anak kecil sepertimu berkata seperti itu? Aku akan mencincang tubuhnya untuk makanan Jiji."
"Berhenti mengatakan hal seperti itu di hadapan putriku Park atau aku benar benar akan menendang pantatmu sekarang juga dari hadapan putriku." Yunho menyahut galak.
Tubuh Hyuna berubah tegang dan melirik kebelakang punggung Yoochun. Seseorang segera memutar tubuhnya saat Yoochun memandang kearah yang sama dengan gadis kecilnya. Shim Changmin sialan itu akan mendapatkan balasanya nanti setelah ia selesai dengan ponakan cantiknya juga Junsu.
Terdengar suara Heechul sebelum wanita evil itu mencium pipi Hyuna dengan gemas. "Keponakanku lebih cerdas dari pak Tua ini, segera bawa dia kegereja maka bebek itu akan diam seperti mendapat makanan baru atau mainan baru." ia berkedip senang.
Yoochun berdiri dan memelototi mereka semua yang menertawakan dirinya. "Diamlah, aku tidak akan menikah denganya." Ia tidak menunggu kata apapun untuk segera kabur menemui Junsu di ruang istirahat pengantin.
Wanita itu sudah tidak menangis namun kedua bola matanya membengkak hebat saat Yoochun masuk kedalam. Yoochun menelan kembali kata kata yang akan ia ucapkan saat melihat mata itu menatapnya dengan lembut namun laksana sebuah pedang yang menghunus jantungnya kasar.
Oh persetan. "Baiklah kim Junsu kalau kau berjanji tidak menangis lagi aku akan menyiapkan sebuah pesta pernikahan sederhana untukmu. Meski tidak se sederhana yang Kim Heechul adakan ini."
Mendongak menatap wajah Yoochun, Junsu mengeryit aneh menatap pria Casanova yang menunduk di hadapanya. "Pernikahan apa?"
"Pernikahan kita."
Hening...
Bola mata bulat Junsu mengerjap pelan menatap Yoochun lalu kembali berkaca kaca dan menahan tangisanya supaya tidak keluar. "Kau tidak bercanda bukan?"
"Tidak." Suara Yoochun melembut. "Maaf karena mengabaikan perasaan kita selama ini. Aku memang bodoh karena mengabaikan perasaan ku sendiri juga perasaan sayangku padamu sampai hari ini. Aku hanya tidak ingin menyakitimu karena kau tahu Hobyku, yaitu bergonta ganti pasangan. Jadi maukah kau menikah denganku Kim Junsu?"
Tidak ada bunga tidak ada cincin juga tidak ada kata kata romantis tetapi tetap saja tidak dapat mengurangi perasaan Junsu akan kebahagiaan yang meletup letup di dada wanita itu. Ia melompat untuk merangakulkan lenganya di sekitar leher Yoochun. "Tentu saja! Tetapi aku ingin menangis karena bahagia." Yoochun memeluk tubuh Junsu yang bergetar karena menahan tangis. "Ya tetapi hanya sebentar. Kita tidak boleh tetap disini, kau harus melihat Kim Kibum, calon istri Siwon yang mungil dan cantik."
"Lebih cantik dariku?"
"Kau tercantik juga termanja dan aku suka dirimu apa adanya. Jadi keluarlah dan lihat betapa cocoknya mereka berdua."
.
.
Bab A End...
Next ... Bab B Fin.
