Eternal love
Summary :
Hidup Minhyun itu sederhana, dia hanya ingin menjadi penyanyi dan bertemu Idolanya tapi hidup sederhananya musnah sejak ia menolong laki-laki berkulit tan namun memiliki suhu tubuh sedingin es. Apalagi ketika ia mengetahui ia tengah mengandung anak dari laki-laki misterius itu. #Vampire #2Hyun JR/Minhyun BaekRen JaeYong Bnior KaiHun Ongniel #NU'EST #Mpreg.
.
.
Achan Van Jeevas
.
.
.
.
.
Chapter 20 : Heart Attack Part II
.
.
"Hyung, bagaimana? Apa Minhyun-hyung baik-baik saja?" tanya Jaehyun setelah melihat sosok Aron keluar dari kamar kakaknya.
"Dia belum sadarkan diri." Aron mendudukan dirinya disamping kedua pasangan tersebut.
"Apa dia akan menjadi vampire seperti kita?"
Aron menggeleng mendengar pertanyaan Taeyong. "Tidak, SCoups hanya memberikannya racun. Tidak ada bekas air liur SCoups pada tubuh Minhyun. Kau tahu sendiri kan bahwa Vampire akan mengubah korbannya menjadi Vampire jika saat mereka mengigit korbannya air liur mereka juga keluar dan menetes diluka leher korban makan korbannya akan menjadi vampire."
Jaehyun dan Taeyong menghela nafas lega mendengar ucapan Aron, bisa gawat jika Minhyun menjadi vampire karena SCoups, bisa-bisa SCoups akan mengklaim Minhyun menjadi pengikutnya dan itu akan menjadi hal paling mengerikan yang bisa mereka bayangkan.
"Minhyun-hyung… dia bukan manusia kan? Tidak ada manusia biasa yang bisa selamat dari racun Pureblood."
Aron terdiam mendengar ucapan Jaehyun. Memang benar apa yang diucapkan oleh adik dari sahabatnya itu, tidak pernah ada manusia yang berhasil selamat dari racun vampire dan bukan sembarang vampire tapi pureblood.
"Taeyong apa kau memiliki penglihatan?"
Taeyong menggeleng. "Tidak, Hyung. Kepalaku kosong. Lagipula aku bukan Ren yang bisa melihat kehidupan seseorang."
Taeyong memang bisa melihat masa depan namun tidak sebegitu akurat Minah dan penglihatannya itu tidak sering datang karena masa depan akan selalu menjadi misteri untuk seluruh makhluk hidup.
Aron berdiri dari duduknya. "Aku akan ke perpustakaan."
Iyah, Aron harus ke perpustakaan ia harus mencari tahu siapa sebenarnya Hwang Minhyun karena ia merasa sangat familiar dengan Minhyun bukan karena Minhyun adalah reinkarnasi Minah tapi ada aura tak kasat mata yang tertutup dari matanya.
.
.
"Maafkan aku, ini semua salahku. Aku harusnya tidak mencintaimu. Kau mengalami banyak penderitaan karena aku." JR menciumi dahi Minhyun, kini suhu tubuh pasangan jiwanya sudah kembali seperti sedia kala namun entah kenapa Minhyun masih belum juga membuka matanya. "Aku hanya membawamu dalam bahaya."
.
.
Daniel menghentikan tangannya yang akan menekan bel rumah Seongwoo, ia sudah beberapa kali datang kerumah besar ini dan Seongwoo akan selalu marah jika Daniel menekan bel. Jadi di urungkannya niatnya menekan bel dan langsung menekan beberapa angka yang berupa password pintu rumah besar milik mantan instruktur dancenya itu. Daniel tahu karena beberapa hari yang lalu Seongwoo memberitahunya.
"Seongwoo-hyung?"
Daniel menengok kanan dan kiri ruang tamu dan tidak menemukan sosok tampan itu.
"Sepertinya ia ada dikamar."
Dan tanpa memikirkan apapun Daniel langsung melangkah menuju kamar utama rumah besar tersebut.
Tok Tok Tok
"Seongwoo-hyung."
Daniel mengernyit bingung karena tidak ada jawaban dari dalam kamar tersebut. Daniel ingat bahwa kamar tersebut memang kedap suara tapi apakah suara dari luar tidak terdengar dan tanpa banyak kata Daniel langsung membuka pintu tersebut yang ternyata tidak terkunci itu.
"Nghh…Ahh.."
Wajah Daniel memucat dan matanya membulat dengan sempurna melihat pemandangan dalam kamar tersebut, bahkan dalam mimpi terburuknya tidak pernah ia membayangkan bahwa dua sosok didepannya tengah bercumbu dengan hebatnya.
Disana, diatas ranjang king size itu dua sosok laki-laki dan perempuan yang berharga dalam hidupnya tengah asyik bercinta tanpa mempedulikan dirinya.
"Cla-clara…"
Bukan sosok si pemilik nama yang menengok padanya melainkan sang laki-laki. Laki-laki yang tengah bercumbu dengan perempuan bernama Clara itu menatap Daniel dengan tatapan datar.
Clara memutar wajah Seongwoo hingga sosok tampan itu kembali memandangnya. "Jangan berhenti, Oppa.. lanjutkan."
Dan dengan itu Seongwoo kembali memfokuskan pandangannya pada Clara tanpa mempedulikan Daniel yang untuk kesekian ratus kalinya hatinya hancur.
Clara menatap kakaknya dengan ekspresi puas. "Mengapa kau tidak menunggu di ruang tamu saja. Setengah jam lagi kita akan selesai tapi jika kau mau tetap disini silahkan saja.. Kang Daniel."
Air mata sudah membanjiri pipi chuby nya dan tanpa banyak kata Daniel berlari keluar dari kamar tersebut, tempat dimana orang yang ia cintai tengah bercumbu dengan adiknya sendiri.
.
.
.
"Hyung, apa yang sedang kau cari?" tanya Taeyong memasuki perpustakaan yang ada di apartement mewah mereka, walaupun ini adalah apartement modern namun perpustakaannya sangat mirip dengan yang ada di istana bahkan hampir semua buku-buku yang ada adalah buku dari perpustakaan istana.
Aron menghentikan gerakannya yang tengah membuka buku-buku tebal yang sudah tua. "Kenapa kau ada disini? Mana Jaehyun?"
Vampire bermarga Lee itu dengan santai duduk disamping Aron. "Ia disuruh JR untuk membawa Seonho kesini. Seonho itu siapa sih, Hyung? Dan kau belum menjawab pertanyaanku."
"Seonhooo… diaa puutramuuhh… putra kitaa."
"Seonho itu putra JR dan Minhyun."
"Apa?! Putra mereka? tapi Vampire dan Manusia itu tidak bisa memiliki keturunan kecuali manusia itu memiliki hati yang suci dan bersih seperti Seunggi Ahjusshi dan sekarang ini sudah tidak ada manusia seperti itu."
"Karena itulah aku ada disini, aku sedang mencari apakah Minhyun salah satu dari kaum supernatural. Aku yakin Minhyun bukan manusia biasa, tidak hanya karena ia bisa hamil juga karena ia selamat dari racun SCoups."
"Aku akan membantumu, Hyung." Taeyong berdiri dari duduknya untuk mengambil buku-buku lain yang bisa membantu Aron namun tubuhnya langsung oleng ketika sebuah kilasan layaknya film tua memasuki pikirannya.
"Taeyong!" Aron langsung menyanggah tubuh Taeyong. "Apa yang kau lihat?"
Taeyong menatap Aron dengan wajah shock. "Fox (rubah)."
"Fox?" Aron memandang tidak mengerti Taeyong.
"Fox dengan mata biru."
Raut kebingungan Aron perlahan-lahan menghilang dan kini digantikan dengan ekspresi tercengangnya. "Aku mengerti. Sekarang semuanya sudah jelas."
"Apa yang jelas, Hyung?" walaupun Taeyong memiliki penglihatan akan masa depan namun ia terkadang tidak mengerti dengan bayangan-bayangan yang ada dalam penglihatannya itu.
"JR pernah mengatakan bahwa kakak Minhyun adalah seorang High Warlock dan kau memiliki memiliki penglihatan tentang Fox bermata biru yang mengarah pada Minhyun. Aku tahu siapa mereka berdua."
"Minhyun dan kakaknya?"
"Ya. Mereka berdua adalah putra dari High Warlock Nichkhun dan Lady Tiffany. Tidak ada makhluk supernatural lain yang memiliki dua putra selain mereka berdua. Putra sulung mereka adalah Warlock dan putra bungsu mereka adalah Fox."
"Ta-tapi bukankah pada perang delapan belas tahun yang lalu Lady Tiffany mengatakan bahwa kedua putranya meninggal karena serangan yang dilakukan prajurit SCoups-hyung di Istananya?"
"Dan apakah kau mengira apa yang dikatakannya adalah kejujuran? Lady Tiffany tahu jika ia mengatakan yang sebenarnya maka kedua putranya tidak akan selamat dari hukuman Dewa Langit dan ia rela di asingkan selama tiga belas tahun untuk melindungi kedua putranya."
Taeyong mengangguk mengerti, kini sudah jelas semuanya. "Benar-benar sebuah takdir. Dulu Minah adalah Ratu Fox dan kini reinkarnasinya adalah keturunannya sendiri dan calon Ratu selanjutnya bangsa Fox."
.
.
.
Sehun membuka matanya dengan perlahan dan menghela nafas.
"Kenapa?" tanya Kai sambil mengelus rambut Sehun.
Putra bungsu dari Nichkhun dan Tiffany itu menyenderkan kepalanya di dada bidang Kai.
"Sepertinya sudah ada yang tahu siapa aku dan Minhyun sesungguhnya bahkan mereka sudah tahu siapa Seonho."
"Dan jika sudah ada yang tahu tentang hal itu berarti mantramu sudah sirna dari tubuh Minhyun dan Seonho?"
Sehun mengangguk.
"Bagus kalau begitu."
Mantan ketua OSIS SOPA itu memukul dada Kai. "Kenapa bagus? Bagaimana kalau yang tahu siapa sesungguhnya Minhyun dan Seonho itu orang jahat?"
"Dan bagaimana kalau yang mengetahui siapa sesungguhnya Minhyun dan Seonho itu JR? JR bisa menjaga mereka dengan baik."
Sehun tidak membalas ucapan Kai. Ia juga berharap bahwa orang yang mengetahui siapa Minhyun dan Seonho sebenarnya adalah JR atau tidak orang yang berada di pihak JR.
Sehun memejamkan matanya, ia merapalkan mantra peruntuh pelindung pada tubuh adik serta ponakannya. Sehun memang sudah berjanji ia akan menghilangkan mantra pelindung tersebut jika sudah ada makhluk dari kaum supernatural yang sadar akan siapa Minhyun dan Seonho sebenarnya.
'Orang yang mengetahui bahwa Minhyun adalah Fox dan Seonho adalah Half-Blood serta putra dari Junior Royal adalah orang yang hebat karena ia berhasil mengetahuinya padahal aku telah merapalkan mantra pelindung untuk menutupi aura sesungguhnya pada Minhyun dan Seonho agar tidak ada yang mengetahui siapa mereka berdua sebenarnya.'
.
.
.
Daniel mendongak ketika merasakan bahwa adiknya yang cantik berdiri didepannya. "Clara."
Clara mengeluarkan smirknya. "Apa aku sudah membuat hatimu hancur tak tersisa?"
Daniel mendudukan dirinya dilantai, ia menundukan kepalanya, memohon pada sang adik. "Bunuh saja aku, Clara. Bunuh saja aku daripada kau menghancurkan hati perlahan-lahan. Aku sudah tidak sanggup menahan rasa sakit ini, Clara."
Senyum iblis Clara kian melebar, apalagi ia melihat kakaknya sudah menangis dibawah kakinya.
"Tapi tolong jaga kedua malaikatku. Jaga mereka setelah kau membunuhku, adikku."
Clara menjambak rambut coklat Daniel hingga Daniel mendongak menatapnya. "Permohonanmu ku tolak."
"Apalagi yang kau tunggu adikku? Kau sudah membuat hatiku hancur berkeping-keping. Apalagi yang kau tungguh? Bunuh aku. Bunuh kakakmu ini, adikku."
"Aku tidak akan membunuhmu, Kang Daniel. Kau masih mempunyai kebahagian yang ada pada hatimu dan aku akan merampas seluruh kebahgianmu itu hingga tak ada yang tersisa."
"Clara, Aku mohon. Mari kita lupakan mimpi buruk ini dan memulai semuanya dari awal. Anggaplah ini hanyalah mimpi buruk, Aku mohon adikku mari kita memulai semuanya dari awal lagi."
Plakkk.
Clara menampar kakaknya, ia menatap jijik Daniel. "Memulai semuanya dari awal kau bilang?!"
Daniel hanya menundukan wajahnya, bibirnya sudah berdarah karena tamparan Clara, Clara ia bukan lagi manusia tapi vampire yang berarti kekuatannya melebihi Daniel.
"Aku membencimu Kang Daniel dan itu tidak akan pernah berubah. Apa kau ingat dari dulu Appa selalu membanggakanmu walaupun nilaiku lebih tinggi darimu. Appa dan Eomma mereka berdua selalu lebih perhatian padamu dan menganggapku hanyalah gadis lemah. Putri mereka yang lemah dan selalu membuat masalah. Tapi padamu, mereka berdua selalu menoleransi perbuatanmu."
"Aniya, Clara. Kau salah paham. Appa dan Eomma, mereka juga menyayangimu."
"Mereka tidak pernah menyayangiku!" Clara menatap murka kakaknya. "Selalu kau yang dibanggakan oleh mereka. Mangka dari itu aku membunuh mereka dengan membakar rumah. Kau tahu aku yang melakukannya kan?"
Daniel tahu, tentu saja ia tahu bahwa adiknya lah dalang dibalik kebakaran rumah mereka satu tahun yang lalu yang menewaskan kedua orangtuanya, orang tua mereka. Daniel berbohong pada Minhyun bahwa kedua orangtuanya meninggal dalam kecelakaan.
"Hahahahah." Clara tertawa puas mengingat kejadian satu tahun yang lalu. "Dan sekarang lihatlah putra sulung mereka yang selalu mereka banggakan. Putra kesayangan mereka hamil dan orang yang menghamilinya pergi meninggalkannya. Hahahaha."
Plakkk.
Clara menampar Daniel untuk kesekian kalinya. "Dan orang yang menghamili putra mereka adalah teman bermain ranjang putri mereka."
Si bungsu Kang ikut menundukan wajahnya hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa inci. "Putri mereka yang mereka tidak pernah anggap akan menjadi Ratu. Aku akan menjadi Ratu kaum supernatural dan kaum fana (manusia). SCoups telah menjanjikanku mahkota Ratu Vampire."
Setelah mengatakannya Clara berdiri dan berjalan keluar dari rumah Seongwoo meninggalkan sang kakak yang masih menundukan wajahnya.
Daniel mengusap air matanya dan mengingat masa lalu dengan adiknya. Adiknya yang manis yang bernama Kang Clara.
Clara, adiknya itu hanya berbeda satu tahun dengannya. Sejak bayi tubuh Clara selalu lemah dan sering sakit-sakitan namun kedua orangtua mereka tetap menyayanginya. Saat mereka masuk kebangku sekolah Clara sering jadi korban bully karena fisiknya yang lemah dan Daniel akan selalu berada disamping adiknya untuk melindunginya.
Daniel merasa hidupnya sudah begitu sempurna karena memiliki orangtua yang selalu memberikan cinta untuk mereka berdua, adik yang manis dan Minhyu-hyung, sosok senior yang sudah ia anggap kakaknya sendiri. Namun ia tidak tahu jika hal yang menurutnya membahagiakan ternyata adalah kesedihan untuk adiknya.
Clara menjadi lebih suka mengurung diri walaupun dari dulu Clara memang sering berada dirumah karena Ayah dan Ibu mereka takut sesuatu yang buruk terjadi pada putri mereka. Namun sebagai seorang kakak, Daniel tahu ada yang berbeda dengan adiknya.
Adiknya tidak lagi menatapnya hangat, dalam iris mata adiknya yang ada hanya kehampaan dan kehampaan itu berubah seiring waktu menjadi kebencian.
Ia ingat seminggu setelah adiknya genap berusia 13th, Clara mengajaknya ke pantai yang mana saat itu baru saja terjadi badai namun Daniel tidak bisa menolak keinginan adik tersayangnya.
Saat mereka sudah berada dipantai dan berdiri di batu karang yang curam dan licin, saat itulah semuanya berjalan sangat cepat dimatanya. Adiknya menangis dan mengatakan bahwa ia membencinya karena Ayah dan Ibu selalu mendahulukannya dalam segala hal.
Daniel tidak mengerti sama sekali atas ucapan adiknya dan mengatakan bahwa orangtua mereka tidak seperti itu. Bahwa mereka semua mencintainya dengan tulus namun Clara tidak mau mendengar, adiknya mencoba mendorongnya menjauh dan tidak mau Daniel menyentuhnya karena batu karang yang licin membuat keseimbangannya menghilang dan adiknya terjatuh. Yang Daniel ingat saat itu adalah darah dari adiknya.
Setelah itu adiknya dalam keadaan koma selama berminggu-minggu sampai dokter mengatakan bahwa adiknya sudah tidak terselamatkan.
Daniel terus menyalahkan dirinya sendiri berbulan-bulan sampai akhirnya Tuan dan Nyonya Kang setuju untuk pindah ke Seoul dan memulai semuanya dari awal.
Daniel baru pulang dari SOPA saat Kang Clara berdiri didepannya dengan keadaan segar dan menatapnya penuh kebencian. Clara telah bersumpah bahwa ia akan menghancurkan hati Daniel hingga tidak ada yang tersisa.
"Daniel."
Daniel mendongak dan melihat Seongwoo yang sudah berdiri didepan pintu kamarnya. Untuk kesekian kalinya rasa sakit itu menghujami hatinya mengingat bahwa sosok yang dicintainya pernah menyentuh tubuh adiknya.
"Masuk." Perintah Seongwoo lalu memasuki kamarnya.
Daniel berdiri dari lantai dan mengikuti Seongwoo. Saat ia memasuki kamar sosok tampan didepannya ia masih bisa mencium bau parfume adiknya.
Seongwoo segera melingkarkan tangannya diperut Daniel dari belakang dan membuka baju Daniel tanpa mengucapkan apa-apa.
"Apa kau tahu bahwa Clara adalah adikku?" tanya Daniel dengan suara yang rendah, ia mengingat bahwa beberapa saat yang lalu Seongwoo dan Clara bermain diranjang.
"Ya." Jawab Seongwoo singkat, ia menciumi leher Daniel.
"Sejak kapan?"
"Dua tahun yang lalu."
"Apa kau juga salah satu rencananya untuk menghancurkanku?"
"Tidak. Aku menidurimu tiga tahun yang lalu atas permintaanmu sendiri."
"Kau tahu bahwa dia ingin balas dendam padaku?"
"Aku tahu."
Daniel merasakan tangan Seongwoo bergerak membuka sabuk celananya. "Kapan… kau pertamakali menyentuhnya?"
Seongwoo menghentikan gigitan-gigitan kecil yang ia berikan dileher dan bahu Daniel. "Satu tahun yang lalu saat usianya 16th. Aku tidak suka tidur dengan seseorang dibawah umur."
"Tapi kau menyentuhku saat usiaku 15th."
"Kau menyalahkanku? Bukankah itu permintaanmu."
Dengan perlahan Seongwoo mendorong tubuh Daniel diatas ranjang, ia tidak repot-repot mengganti sprei bekas ia dan Clara bermain.
"Apa arti diriku untukmu, Seongwoo-Hyung?" tanya Daniel dengan suara lirih, namun ia tidak mendapatkan jawaban apa-apa dari orang diatasnya yang tengah menggagahi tubuhnya untuk kesekian kalinya.
.
.
.
.
Seongwoo memandang datar wajah manis Daniel yang terlelap dengan pulas. Tangan dinginnya menyentuh pipi chuby yang semakin hari semakin tirus.
"Kau berarti segalanya untukku, Kang Daniel."
.
.
.
.
.
.
.
TBC
23 October 2017
.
.
.
Maaf Achan updatenya telat, Achan nggak bakal mengira kalau target review Achan dengan cepat tercapai. Achan bener" minta maaf sebesar-besarnya #Sungkemansamareaders
Chapter ini Achan buat dalam semalam jadi mohon maaf kalau jelek n ngecewain readers sekalian tapi Achan harus updatekan coz Achan nggak mau ngecewain readers n readers sekalian ngira Achan PHP dan tukang bohong, jadi walaupun banyak tugas Achan selingin nulis ff ini demi kalian semua.
Achan juga berterimakasih atas 455 Review dari readers, 87 readers yang ngefavorite dan 92 reader yang ngefollow ff ini. Nggak pernah dalam mimpi Achan pun bakal dapet review sebanyak ini. Achan sayangggggggg kalian semua.
and terakhir Achan mau ngomong...
CHUKAE NU'EST W FOR 1ST AND 2ND WIN ON MCD N MUBANK!
ACHAN NUNGGU 5 TAHUN BUAT LIAT MEREKA PEGANG PIALA KEMENANGAN DI ACARA MUSIC.
nd bagi yang minta Achan buat ff tentang 1st Win and 2nd Win mereka minta maaf tapi achan nggak janji. Eternal Love ajah udah bikin Acahn pusing karena Achan hampir terkena wb.
AND ACHAN JUGA BAPERRR KARENA NU'ESTW AND W1 SATU PANGGUNG. DADDY SUPER SEXYYY AND MAMIH NGINTIP" PERFORM NU'EST PAS MEREKA NAMPILIN HELLO #Capslockjebol
udah gitu ajah, akhir kata Achan mau bilang :
Thank You
Bye Bye Bye
L.O.V.E Ya
