Hahahahaha halo lagi dan ficku sudah chapter 20 dan masih gak menarik kalau menurutku tapi, menurut yang lain hasilnya sama ajah gak ada yang bener dan oh ya aku nanya-nanya nih tentang Anime SAO sebenarnya apa sih 16.5? Sumpah dah aku gak tau dan lagipula paket kuota internetku habis jadi gak bisa nyari (dasar Author kismin!") ewwww lupakan kata yang di kurung tadi karena, gak berfaedah.
Oh, dan yah aku juga sekarang mencoba membaca manga lain tapi, aku baru namatin satu dan aku coba baca TG (Tokyo Ghoul) tapi, serinya banyak entah yang mana harus kumulai dari mana dulu? Ada saran oh yah sebenarnya aku belum baca tapi, benarkah Touka dan Kaneki melakukan ehmm! Ehmm! Dan denger2 dah nikah? Yah benarkah itu tapi, aku hanya minta jawab iya atau tidak dan jangan kasih Spoil chapter berapa oke? Biar aku bacara dari awal.
Yah cukup jarang sih sebuah manga pasangan mereka sampai nikah apalagi saat di tengah perang dan menutup kemungkinan ada yang mati juga (kan bazenggg! Jadinya) yh bayangin ajah kita berharap si A dan Si C couple taunya si C tewas dalam perang kan itu mangakanya minta di kasih Bankai -_- yah intinya jangan terlalu berharap ketinggian nanti gak kesampe ngamukk gaje lol.
Chapter 14 : Return Titania (Lemon)
.
...
.
- Guild Fairy Taill
"Hmmmm? Mencari gelang sihir?, melepaskan mantra sihir, dan mengalahkan hewan buas?" Lucy menatap papan Permintaan untuk pergi misi lagi "hmmm? Kedengarannya terlalu membosankan dan tak bagus"
"Jika, kau sudah menemukan misi kau tinggal bilang Mira-nee yah!" Ucap Lisanna dia duduk di samping Natsu yang tengah makan "dan lagipula Master saat ini tengah pergi"
"Oh kau benar" Lucy tak melihat Master yang biasa duduk di meja bar tapi, matanya kembali terfokus ke Lisanna berada entah kenapa dia tak senang 'kenapa aku seperti ini? Apakah aku cemburu tapi, keliatannya benar sih, sial harusnya aku duduk di situ'
"Master saat ini sedang mengadakan rapat pertemuan rutin" balas Mirajane dia menyadari tatapan Lucy yang tak suka ke adiknya dan hanya tertawa kecil karena, harus bersaing untuk seseorang.
"Pertemuan rutin?" Lucy mengangkat sebelah alisnya.
"Yah, agak sulit menjelaskannya... Reedus aku pinjam Pulpenmu dulu sebentar" Mirajane mengambil seenaknya dan membuat lelaki itu protes.
"Ouiiii!"
"Kau mungkin belum tau Organisasi penyihir karena, kau baru pertama kali di sini" Mirajane tampak menulis sesuatu di udara dan tampak Gambar sebuah Diagram "10 dewan yang memiliki hubungan dengan pemerintah berada paling atas Tugas mereka mengawasi para Penyihir dan mengawasi jika melakukan tindakan kriminal dan ketika Guild masih di bawah kekuasaan tugas mereka memberitaukan Peraturan dari Dewan ke Anggota Guild mereka selain itu untuk memperlancar hubungan antar Guild lain"
"Entah kenapa penjalasanmu begitu rumit" Lucy menggaruk kepalanya
"Hubungan antar Guid itu sangat penting karena, jika kau mengabaikannya" Lisanna mengaduk gelasnya "dan kau akan di anggap sebagai Penyihir Ilegal atau Gelap"
"Terdengar mengerikan jika di dengar" Lucy berkeringat.
"Mereka yang tak ikut atau menurut aturan pemerintah di sebut Guild Gelap dan mereka memang benar ada" sambung Mirajane tapi dia menoleh ke arah Natsu "dan oh ya Natsu Irene belum kembali dari misi? Entah kenapa aku jarang melihatnya kemari paling juga hanya malam itupun dia mengantarkan selesai misi"
"Yah Mira-nee benar! dia jarang berkumpul di mari siang-siang" Lisanna mengangguk
"Oh itu dia memang selalu seperti itu pagi untuk pergi misi dan pulang sore akan selalu memasak jika sudah selesai" jawab Natsu menyelesaikan makanannya "dan oh ya Lucy sekarang giliranmu yang milih misi karena, kita sudah memilih misi kemarin"
"Hei, Natsu kenapa kau tak mengizinkanku tinggal di rumahmu? Sementara dia boleh?" Tanya Mirajane dengan mode mata anak anjing yang tentunya gak ngefek pada Natsu sama sekali.
"Hah, kau ini kan kau sudah punya rumah dan bukannya aku tak boleh atau apa,, ! hanya saja kau tau kan bagaimana sikap Elfman dan lagipula ada Lisanna juga bukan?" jawab Natsu dia pernah sekali mengundang Gadis berambut putih ini menginap tapi, esoknya entah kenapa dia kena Bogem Elfman dan langsung di ceremahi tentang 'Kejantanan' "dan selain itu aku dan Irene memasang sudah merencanakan ini tapi, Jika kau berkunjung silahkan saja"
"Baiklah" Mirajane tersenyum kembali ke meja bar tapi, dia juga dapat sesuatu yang menarik di pembicaraan tadi dan lagipula hanya dirinya dan Lisanna lah yang mengetahui lokasi rumah Natsu.
"Sekarang Lucy Giliranmu memilih misi karena, waktu itu kita ambil tanpa meminta pendapat lebih dulu" Happy terbang ke arahnya.
"Yang benar saja kau memilihku karena, aku ini rambut pirang bukan?" Lucy memegang jidatnya dia masih mengingat misi kemarin "Geezz! Kalian ini seenaknya saja"
"Memang kenyataannya kau pirang bukan?" Natsu pokerface.
"Dasar bodoh, kau tidak bisa memaksa seseorang untuk ikut denganmu " Gray menghembuskan asap rokoknya "aku dengar kau melakukan misimu dengan lancar dan sebaiknya kau memilih pasangan timmu dengan benar"
"Lucy, maukah kau ikut kencan denganku nanti malam" Loki dengan gaya sok kerennya membuat Lucy Sweatdrop.
"Oh ya kudengar kau mengalahkan dua anggota Guild bayaran dari Southern Wolfes? Dan Gorilla?" tanya Gray menghampiri gadis itu dan memuji "dan itu sangat hebat"
"Ahh, sebenarnya itu Natsu" balas Lucy
"Kau rupanya!" Gray mencengkram kerah Natsu dengan tatapan benci
"Hah, kau ada masalah dengan itu tuan?!" Natsu menatapnya balik.
"Gray pakaianmu hilang lagi" Lisanna tersenyum membuat lelaki itu panik dan tak lama mereka mulai baku hantam.
"Kau begitu cantik, meskipun dari kacamata Gelap ini pesonamu tak pernah pudar sedikitpun" Loki mulai dalam mode dustanya Lucy hanya pokerFace tapi, lelaki berkacamata itu melihat kunci emas milik Lucy dan berkeringat "Whoa! Kau penyihir bintang?!"
"Yupz dia punya Banteng, Kepiting dan masih banyak lagi" jawab Happy
"Sial! Kau tak bilang!" Loki panik dan berlari keluar "maaf, kita harus akhiri hubungan kita!"
"Memangnya kita jadian?" Lucy pokerface "dan ada apa dengannya"
"Dia trauma dengan penyihir bintang roh" jawab Mirajane "dan mungkin saja ini ada hubungan dengan masa lalunya"
"Oh kau kembali lagi Loki ada apa?" tanya Lisanna dia melihat lelaki berkacamata itu penuh keringat dengan ekspresi kelelahan.
"Natsu!, Gray!, Erza telah kembali! Dan juga dia bersama Sorano!" Ucap Loki dia memasang raut wajah takut.
"Bah! Erza pulang! Aku harus segera pergi!" Gray panik dia langsung mengambil pakaian dan bersiap pergi
"Akhirnya! " Natsu malah terlihat senang "hei, Lucy kau harus bertemu dengannya dia orang yang baik kok!" dia masih teringat ketika waktu itu yah tentang Erza mengajarinya menulis dengan benar dan yang di lihat sifatnya berbeda sekali dia malah merindukan rambut merah panjang terurai itu tapi, entah kenapa kulitnya sakit dan rupanya Mirajane mencubit tangannya "Awwww! Sakit Mira apa-apaan kau!"
"Hmmphhh!" Mirajane mengalihkan wajahnya dengan ekspresi cemberut tampaknya dia cemburu karena perlakuan dirinya dan Erza berbeda dan Untuk Natsu dia hanya menepuk dahinya dia pernah melihat tingkah laku seperti ini waktu dia menemani Sorano tapi, dia mendapat jeweran waktu itu.
"Aku pulang!"
Pintu terbuka dan menampakan gadis muda cantik, dengan mata coklat, rambut merah Scarlet terurai panjang ke bawah, mengenakan baju putih panjang, berbalut Baju besi yang menutupi semua badannya, mengenakan rok biru, sepatu boot hitam, dan tas kecil melingkar di tubuh, membawa tanduk besar
Dan yang satunya Gadis muda cantik juga, mengenakan rambut perak panjang, dengan bando di depan poni, mengenakan gaun biru muda berbulu dengan bagian depan terbuka menampakan dadanya, mengenakan sarung tangan, dan sepatu boot biru tua
"Aku pulang" Erza menaruh tanduk itu dia mencari seseorang yang dia ingin lihat "Lisanna Natsu sudah pulang?"
"Aku di sini!" Natsu berada di samping wanita itu "oh ya bagaimana misimu? Tapi, terlihat berjalan sukses"
"Yah begitulah" Erza tersenyum hangat dia bersikap lembut ke lelaki yang ia suka meski saat ini belum ada yang mengetahuinya atau dia belum menyatakannya "dan bagaimana pencarianmu? Kau berhasil"
"Heh, seperti yang kau lihat rupanya itu hanya rumor palsu" Natsu menghela nafas dia menatap tajam Krov "tapi, berkat itu aku bertemu dengan teman lamaku nah, Lucy perkenalkan dirimu!" lalu menarik gadis pirang itu.
"Ha-hai Erza-san, wow! Kau keren" Lucy terlihat gugup "Natsu bercerita dikit denganmu kau orangnya hebat"
"Tak usah, takut dan Formalitas begitu Lucy anggap saja kita teman" balas Erza tersenyum "Mira? Kau melihat master?"
"Hmm! Dia sedang rapat pertemuan rutin" jawab Mirajane dia aslinya benar-benar cemburu karena, Natsu bersikap cukup beda dengan rivalnya yang satu ini tapi, dia tetap tenang dan bertingkah dewasa.
"Natsu! Kau tak tanya padaku! Aku juga saat ini sudah melakukan misi!" Sorano bertingkah kekanakan dan hampir mirip dengan Mirajane hanya saja dia berani melakukannya di tempat umum "kau tau, aku saat ini tengah sakit?"
"Err! Baiklah" Natsu hanya Sweatdrop melihatnya "bagaimana keadaanmu?"
"Aku baik-baik saja sayang! Terima kasih sudah bertanya!" Sorano terus memeluk Natsu dan mengabaikan tatapan Deathglare dari gadis lain di sini.
"Uhmm! Erza apakah yang kau bawa itu?" tanya Max
"Oh, ini hanya tanduk monster yang kuperoleh dari misi tadi" Erza tersenyum lalu menoleh "adakah masalah dengan itu?"
"Ti-tidak si-silahkan saja" Max ketakutan dan langsung ngacir.
"Ngomong-ngomong kalian buat masalah lagi yah?" Erza yang bersikap lembut kini menjadi serius "tidak seperti Master aku tidak ada Toleransi dengan kalian, tch! Cana kau duduk lebih sopan!, Visitor jika kau ingin menari di luarlah!, Wakaba berhenti membuang puntung rokok sembarangan!, dan kau Nab cepat berhenti berdiri di situ dan ambillah misi" dia menghela nafas kesal "kalian ini sigh! Tak bisakah kalian benar dalam satu hari saja"
'Dia, seperti Ketua Komite yang tugasnya mengatur' Lucy hanya berkeringat melihat tingkah Erza "yah kalau Natsu bilang dia orang baik itu tak masalah"
"Dan juga aku sudah melihat Natsu tapi, ngomong-ngomong di mana Gray?" tanya Erza Happy menunjuk lelaki itu berada.
"Ha-hai,, E-Erza a-aku dan Natsu berkawan ba-baik di sini!" Gray merangkul dragonslayer api itu dengan wajah takut dan berkeringat.
"Benarkah? Tadi, bukankah kau ingin memukulku?" Gerutu Natsu tampak biasa saja dia malah senang mengerjai kawannya contohnya di saat sekarang seperti ini.
"Diammm!" Protes Gray wajah masih seperti tadi dan berbisik "aku tak mau kena pukul Erza begitupun kau maka dari itu peluk dan tersenyumlah sialan!" Natsu pasang wajah jutek mendengarnya.
"Aku pertama kalinya melihat tingkah Gray seperti itu" Komentar Lucy dia malah tak heran melihat Natsu dengan tingkah biasa saja.
"Gray tunduk sama Erza dan Natsu sendiri dia hanya Respect padanya" Jawab Mirajane "dan oh ya pernah suatu hari Erza marah besar dan tak bisa di kontrol tapi, entah bagaimana caranya Natsu bisa menenangkannya dan itu cukup lucu jika kau melihat wajahnya"
"Wow! Tak kusangka Natsu bisa seperti itu" Komentar Lucy tak percaya mendengarnya walau kenyataanya dia tak heran dengan sikapnya seperti itu siapapun bisa di tenangkan oleh Natsu.
"Dan juga pernah Gray sekali berjalan dengannya dengan kondisi telanjang dan dia kena hajar juga" Mirajane melanjutkan "dan Loki mencoba merayunya dan alhasil dia bernasip sama dengan Gray" Lucy Sweatdrop mendengar kata akhir.
"Yah, kalian memang harus seperti itu" Erza menghela nafas tersenyum "dan juga ada sesuatu yang sangat penting dan mendesak ingin kukatakan pada kalian berdua"
"Apa itu? Terlihat penting sekali" tanya Natsu
"Aku sekarang sedikit mendapat kendala di misiku kali ini dan maukah kalian membantuku?" Pinta Erza dan semuanya hening beberapa saat lalu berteriak.
"Apa-apaan itu!"
"Kau barusan mendengarnya!?"
"Ini pertama kalinya Erza berangkat misi dengan seseorang selain Natsu!"
"Jika, kalian ingin bertanya nanti saja waktu perjalanan misi dan akan di lakukan besok" Erza tersenyum hangat dan menoleh ke Natsu "dan oh ya Natsu kau tak lupa dengan perjanjian kau itu kan?"
"Tunggu!" Natsu tampak berfikir Erza bersiap memukul jika Natsu lagi pikun namun, diurungkan dan menunggu "ohhh ya bolehkah itu di lakukan itu sekarang? Kupikir itu bisa nanti"
"Tidak Natsu! Aku maunya sekarang!" Erza masuk mode keras kepala Natsu tau jika mode seperti ini Erza tak bisa di protes sedikitpun "kau tau, aku ingin berdua denganmu sehari saja! Oke?"
"Yah, yah! Kau menang aku kalah? oke, ayo!" Natsu menggaruk kepalanya dia tampaknya menyerah dengan Erza
"Yayy! Kau yang terbaik!" Erza berteriak senang tingkahnya benar-benar berbeda dan langsung menarik lengan Natsu dan membawanya keluar "ayo, kau temani aku!"
"Wow! Erza, Natsu, dan Gray sesuatu yang sulit di jelaskan dan mereka adalah tim terkuat sekarang" Ucap Mirajane dia melihat pintu Guild "entah kenapa aku sedikit iri padanya mungkin, lain kali aku akan seperti itu fufufu!"
'Mirajane iri? Tapi, kulihat dari wajahnya dia cemburu?' batin Lucy dia melihat pintu Guild juga 'yah, hal itu memang wajar saja hampir semua gadis ini di sini menyukai Natsu meski, sifatnya seperti itu tapi, pasti ada sesuatu yang menarik dari dia hah, rupanya sainganku berat juga!'
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Toko Kue
Sekarang dua orang ini yang berada di Guild kini di sini Erza menganggapnya ini sebuah kencan dan Natsu dia hanya menganggap ini melaksanakan janjinya jika, tidak pasti gadis berambut Scarlet itu akan marah.
"Oh, Ya Natsu kudengar kau yang menghancurkan pelabuhan huh?" tanya Erza dia memakan kue Stawberry mengenakan pakaian normal tanpa Armor
"Yah, sebenarnya itu ulah Lucy, aku hanya membuat para prajurit kehilangan pakaian mereka" Natsu menggaruk pipinya
"Kau ini yah seperti biasa misi selalu tak betah jika tak ada masalah" Erza tertawa kecil
"Maaf, aku tak bisa mengontrol diriku" Natsu cengengesan entah kenapa hidungnya mencium Aroma parfum yang kuat di gadis di depannya dan tak lama wajahnya memerah dan panas 'arghh! Sial muncul lagi, malah saatnya kurang tepat'
"Ada sesuatu Natsu?" tanya Erza dia sedikit khawatir dan melihat tingkah aneh lelaki di depannya.
"Ti-tidak apa-apa!" Natsu bertingkah gugup dia melihat gadis berambut Scarlet di depannya rambut merah panjang lurus, dengan poni, dan di balik Armornya itu memiliki tubuh yang bagus hampir sama seperti Mirajane entah kenapa, Natsu ingin melakukan sesuatu terhadap gadis di depannya namun, diurungkannya.
'Sial! Aku harus menahannya sampai ini berakhir!'
.
.
.
.
.
.
- Guild Eisenwald
"Sial wanita itu cantik! Kau tau dari Guild mana dia?"
"Tak tau tapi, kau benar dia seperti Dewi"
"Aku harus mengejarnya tak peduli apapun itu"
"Kageyama sudah pulang yah?" tanya Figure yang memegang parang besar.
"Hal, seperti itu bukanlah perkara mudah untuk di selesaikan"
"Tak masalah bagiku" jawab Erigor "dan ini kesempatan kita karena orang-orang tua itu sedang melakukan rapat penting"
.
.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxxxxx
.
.
- Natsu House
Pemuda berambut pink ini pulang dengan kondisi yang sama waktu kemarin entah, kenapa tubuhnya panas, dan penuh keringat saat ini Happy menginap di rumah Lisanna hanya dia sendirian.
"Aku, pulang!" Ucap Natsu dia langsung merebahkan tubuhnya ke Sofa dan dia sudah mencium bau lain dan mengenalinya tampaknya Irene sudah pulang dari misi sedari tadi.
"Oh, selamat datang Natsu, bagaimana kabarmu?" Sapa suara lembut.
"Yah baik-baik bagaimana denganmu?" tanya Natsu menoleh tapi, wajahnya kembali hening atau lebih tepat bengong.
"Kata-kata yang manis! Yah aku baik-baik saja tak perlu cemas" Irene tersenyum dia tak terkejut melihat reaksi lelaki itu tapi, ini tak di duga-duga yah, hal itu wajar saja dia mengenakan Piyama Merah muda, dengan kancing bagian atas terbuka menampakan dadanya yang besar, dan tampaknya dia tak mengenakan celana dan menampakan pahanya yang cukup putih.
'Urgghh! Sial! Ayolah hilangkan ini!' Natsu berusaha sebisa mungkin menahannya tapi, rasanya ini hal mustahil jika, dia di situ terus maka wanita itu jadi sasaran.
"Ada apa Natsu?" tanya Irene pura-pura tak tau dia melihat wajah Natsu memerah dan memegang kening lelaki itu "wajahmu pucat? Apa kau baik-baik saja?!"
"Ti-tidak ,,ti-tidak tak perlu khawatir!" Natsu bertingkah panik dia langsung berlari "aku tampaknya harus mandi biar tenang" Wanita berambut Scarlet ini tertawa kecil.
'Ini sudah waktunya Natsu, kau tak bisa menolaknya lagi'
.
.
.
.
.
.
( Kamar Mandi )
Natsu sekarang berendam di bak mandi dia mencoba menghilangkan rasa aneh di dalam tubuhnya namun, tak ada hasil dia sudah setengah jam berendam di sana namun, dia teringat perkataan ayah Naganya ini waktu kecil.
'Ada waktu di mana kau akan merasakan sesuatu aneh dalam tubuhmu dan tak bisa di hilangkan dan masa itu kau harus mengerti tentang namanya KOI Dengan lawan jenismu'
Yang di maksud Igneel mungkin Cinta tapi, apakah berbeda Cinta dengan Ayah atau Keluarga atau teman tapi, dia pernah dengar dari Gildarts tentang permasalahan Wanita dan tata cara menangani mereka meski, ia tak begitu menyimak dan tak peduli.
"Apa, yang harus kulakukan" Natsu menghela nafas pasrah tapi, dia merasakan objek dua bola lembut di punggungnya.
"Tenanglah, tak perlu khawatir" Irene entah kenapa sudah di bak mandi dalam kondisi telanjang menempelkan tubuhnya ke punggung lelaki itu "kau bisa ceritakan padaku apa yang terjadi mungkin aku bisa membantu"
"Kau yakin?" tanya Natsu tapi, kepalanya tak menoleh.
"Tentu Natsu, kita sudah kenal lama jadi tak masalah bagiku" Irene memeluk lelaki itu dari belakang dan menekan tubuhnya "selain itu tak peduli apapun itu aku akan tetap mendengarnya" Dia melihat wajah DragonSlayer itu Merah dan merasakan sesuatu yang hangat.
"Baiklah!" Natsu berbalik dia dapat melihat tubuh bagus wanita itu entah kenapa dia ingin memegangnya "perasaan ini aneh, ketika aku melihatmu tidak, lebih tepatnya tubuhmu dan tubuhku serasa panas, dan hangat ingin sekali aku melakukan sesuatu dan bagian bawahku selalu mengeras ketika melihat Dada walaupun aku tak mengerti itu"
"Begitu rupanya itu adalah sebuah insting alamimu" Irene mengangguk Natsu masih terlihat bingung "tapi, jika kau menahannya itu akan menyiksa tubuhmu sendiri maka dari itu biarkan aku membantumu dan jangan banyak protes Ok?" Natsu mengangguk.
Natsu memejamkan matanya dia merasakan dua tangan melingkar di lehernya dan merasakan bibirnya basah dan ketika membuka matanya dia melihat Wanita berambut merah ini menciumnya dia hanya diam beberapa saat karena, dia memang takkan menolaknya.
Natsu diam beberapa saat sampai akhirnya dia mengikuti instingnya dia melingkarkan tangannya dan meneksn kepala wanita itu untuk terus melakukannya
'Siapa tau melakukan hal seperti ini tak begitu sulit huh?' Irene membuka mulutnya dia mencoba mengeksplor mulut DragonSlayer api ini.
'Entah, kenapa setelah melakukan ini tubuhku sedikit membaik' Pikir Natsu dia membuka mulutnya dan dapat merasakan manisnya Berry di bibir wanita itu rasa yang hampir sama di miliki Erza karena, jika di lihat mereka kembar.
Kedua mulut mereka terbuka dan bertemu saling bertukar lidah, Tangan Natsu bergerak ke bagian Pantat wanita itu dia memijatnya dan meremasnya membuat wanita itu mendesah di dalam mulut.
Insting Natsu langsung melonjak dia mendorong wanita itu ke lantai keramik dan terus menciumnya Wanita itu hanya pasrah tangannya mengusap punggung lelaki itu dia hanya mendesah sementara Natsu tetap intens menciumnya dan mengeksplor mulutnya.
Natsu mulai berpindah ke leher dia terus menciumnya dan menjilatinya kedua tangannya kini berpindah ke dua bola besar wanita itu dan meremas dan memainkannya.
"Ah!" Irene mendesah dia merasakan lehernya hangat dan panas selain itu dia merasakan dua tangan menyentuh bagian sensitivnya.
Natsu terus menjilat leher wanita itu dengan liar dia mengikuti instingnya dan sekarang dia mengerti perkataan Gildarts tentang hal semacam ini dan rasanya menyenangkan.
"Teruskah?" Natsu menghentikan aksinya tapi, kedua tangannya terus meremas dua dada besar itu yang lembut dan kenyal itu bahkan untuk di lihat Payudara yang di miliki wanita itu cukup besar bahkan telapak tangan Natsu tak bisa memegangnya semua.
"Yah, i-ini terasa nikmat!" Irene mengerang tubuhnya sudah terasa terbakar.
Natsu langsung meremas dada wanita itu kembali dan jarinya memainkan Putingnya yang keras itu lalu menghisapnya di bagian kanan membuat wanita itu mendesah keras dan tangan kirinya terus memijat bagian puting.
"Ah! Ah!" Irene mendesah dia merasakan sesuatu hangat di bawah jari-jemarinya mengusap rambut pink DragonSlayer ini.
Natsu dengan cepat terus menjilat dan menghisap puting wanita itu dan sekarang dia mulai ke bawah bagian perut secara perlahan kedua tangannya masih memegang dua bola besar itu.
Natsu memegang paha wanita itu dia membukanya dan menampan Vagina yang terlihat basah dia mendekatinya lalu menjilatinya kedua tangannya tangannya terus meremas dua bola besar itu.
"Ah, jangan di situ" Irene terus mendesah dia merasakan lidah Natsu menyentuh bagian Sensitive dan pemuda berambut pink ini terus memainkan tubuhnya.
Natsu sendiri dia terus menerus melakukannya, kedua tangannya kini memegang paha wanita itu dan Irene memegang kepala pinknya dan menekannya untuk terus melakukannya.
'Wow! Jadi, begini rasanya aku sekarang jadi mengerti' Pikir Natsu dia pernah mendengar Gildarts berbicara tentang Sex dan semacamnya namun, dia tak menyangka rasanya berbeda.
"Ahhhhhh! Natsu!" Irene merasakan Orgasme pertama kalinya tidsk lebih tepatnya dia sudah lama sekali tak merasakan seperti ini dan untuk Natsu dia merasakan sebuah cairan datang ke mulutnya dia meminumnya dan merasakan rasa manis Berry yah, rasa yang tak beda jauh dengan Erza.
Setelah itu Natsu kembali terdiam beberapa saat Irene tau dia sedikit tak mengerti dan kembali memeluk DragonSlayer api itu dan menciumnya tapi, sekarang dia di posisi atas.
"Baiklah, ini giliranku!" Irene melepaskan ciumannya tubuhnya bergerak ke bawah "ohh woww!" dia cukup terkejut melihat ukuran 12 Cm milik lelaki itu yang sudah Ereksi penuh dan ini pertama kalinya dia melihat ukuran seperti ini apalagi untuk seumuran Natsu yang agak tak normal.
"Tunggu! Apa maksudmu!? Ohhh!" Natsu belum sempat bertanya dia sudah melihat wanita itu mengemut bagian bawahnya dia dapat merasakan basahnya mulut wanita itu entah kenapa dia tak protes malah menikmatinya.
Irene pertama kalinya melakukan ini bahkan dengan suami dulunya dia belum pernah dan sekarang dia menghisap bagian bawah yang keras milik lelaki berambut pink ini dan rasanya tak begitu buruk bahkan baunya cukup jantan.
"Ugh, terus, seperti itu!" Natsu merasakan sesuatu yang akan keluar dia memegang rambut Scarlet itu dan menekannya hingga ujung.
"Hmmmmpppp!" Irene mengerang ketika Natsu memaksanya melahap semuanya hingga masuk ke dalam tenggorokannya awalnya dia cukup terkejut tapi, kelamaan dia terlihat santai dan menikmatinya.
"I-irene aku!" Natsu melepaskan pegangannya dan tak lama sesuatu berwarna putih keluar dari Penis miliknya dan menyembur ke wajah wanita itu "Arghhh!"
"Ya ampun Natsu, kau banyak sekali" Irene tersenyum dia tak peduli jika wajah dan dadanya penuh cairan putih dia hanya menunggu sampai laki-laki itu selesai ejakulasi "hmmmm! Tak terasa buruk dan agak lezat" dia memakan semua cairan itu hingga tak tersisa.
"Oke aku mulai dan kau tunggu di sini"
Natsu merebahkan tubuhnya ke lantai dia melihat wanita itu berdiri di atasnya Irene memegang bagian Penis dia melebarkan pahanya dan memposisikan miliknya ke milik Natsu secara perlahan ke bawah dan wanita itu berteriak
"Hei, kau tak apa-apa?" tanya Natsu melihat wanita itu kesakitan tapi, dia merasakan sesuatu yang hangat, basah, dan sempit dan terlihat menikmatinya.
"Yah, tak usah khawatir tunggu aku sebentar" Irene masih tersenyum dia masih belum terbiasa dengan ukuran milik Natsu yang cukup menghantam bagian dalam miliknya dan perlahan dia mulai bergerak.
Irene perlahan tapi, tak lama mulai mepergerak tubuhnya secara cepat ke bawah dan ke atas sedari tadi dia hanya mengerang dan mendesah merasakan milik Natsu.
"Ohhhhh! Aku sudah lama tak merasakan ini sebelumnya" Irene terus saja mendesah dia terus mempercepat gerakannya
"Uhhh, Irene ini aneh tapi, enak sekali!" Natsu mengerang melihat dua bola besar bergerak dan memantul lalu memegang dan meremasnya.
"Yah! Ahhh~ aku tau kau menikmatinya juga" Irene tersenyum nikmat dia tampaknya sudah terbawa suasana ini
Natsu berpindah dia menarik wanita itu dan menciumnya gerakannya di percepat kedua tangannya kini berpindah ke Pantat dan meremas-remasnya sambil menjaga ritme.
Natsu memeluk wanita itu dan mendorongnya ke lantai kini dia yang berada di atasnya tapi, tak melepaskannya kini dia yang mengambil alih kedua tangannya memegang kaki wanita itu dan melebarkannya Natsu terus memberinya gerakan bahkan sangat cepat.
"Ah, ah, ah, Natsu! Pelan-pelan!" Irene mendesah kencang wajahnya terlihat menikmatinya dia memejamkan matanya mulutnya terbuka dengan lidah menjulur keluar.
"Maaf, tapi aku tak ingin berhenti" Natsu mengerang dia terus mempercepat gerakannya wanita berambut Scarlet itu berteriak kencang dan dia tau sesuatu terjadi "maaf, tapi, ada sesuatu yang akan keluar!"
"Ah itu tak masalah keluarkanlah di dalam!" Irene pikirannya benar-benar blang dia sudah masuk uforia ini dan dia terus mendesah ketika Natsu secara kasar memegang dada miliknya dan memainkan putingnya.
Natsu terus mempercepat irama tak membiarkan wanita itu mengambil alih dia tau sesuatu yang keluar akan terjadi tapi, dia tak peduli sekarang dia akhirnya mengerti apa yang Gildarts katakan dia tak menyangka rasanya senikmat ini.
"AHHHHHHH! NATS-Hmpffffffhhhhh!" Irene berteriak tapi, langsung bibirnya di kunci Natsu dia merasakan Orgasme yang hebat dan merasakan cairan kental hangat masuk ke dalam tubuhnya dia memeluk lelaki itu dan terus menciumnya.
Natsu melepaskan ciumannya mulutnya bergerak ke pundak kiri wanita itu dan menggigitnya dan membuat Irene berteriak kesakitan tapi, Natsu kembali menciumnya untuk menghilangkan rasa sakit dan mereka melepaskan ciumannya.
"Wow! Aku tak pernah menyangka kau bisa melakukan seperti ini" Irene mengusap rambut pink itu jari-jarinya mengelus tubuh Kekar "tapi, ini sudah lama bagiku tak merasakan hal ini dan terima kasih dariku"
"Aku yang harusnya berterima kasih" Natsu mencium kening wanita itu "tapi, berkat kau rasa ini tak terlalu parah sekarang tak seperti kemarin tapi, rasanya menyenangkan apakah kita bisa melakukannya lagi" dia memasang wajah senang.
"Fufufu! Tentu saja" Irene tertawa kecil melihat tingkahnya "kau boleh melakukannya lagi jika kau mau kapanpun aku siap"
Irene kembali mencium dia tau akan memulai ronde kedua dan terdengar desahan, erangan dan teriakan di kamar mandi itu setelah ronde kedua kini Wanita itu duduk di pangkuan Natsu dengan kepala bersandar ke dada bidang lelaki berambut pink ini (A/N : Sorry gak di ceritain lagi yah aku bukan terlalu pervert yah intinya mereka udah ehem! Ehemm! )
"Jadi, kau tau apa yang terjadi pada diriku?" tanya Natsu dia masih telanjang bulat.
"Yah, ini saatnya musim kawin para naga" jawab Irene jarinya tetap mengelus tubuh lelaki itu Natsu pasang wajah bingung "yah, apakah waktu kecil ayah nagamu pernah bicara sesuatu yang aneh?"
"Yah, pernah sih sesuatu tentang menandai mereka menjadi pasangan" jawab Natsu mencoba mengingatnya.
"Musim Kawin DragonSlayer memang begitu dan kau sebenarnya memasuki musim kawin ada di mana umurmu akan dewasa dan akan datang musim itu" Irene menjelaskan "dan pada saat musim itu kau akan mulai tertarik dengan lawan jenismu dan tandanya tubuhmu akan merasakan hal aneh dan itu insting alamimu akan muncul secara tak terduga, dan jika di tahan maka akan merusak tubuhmu makanya pada musim itu kau harus segera menemukan pasangan cintamu dan melakukan hal seperti tadi jika tidak, yah sistem daya rangsangmu akan mati dan itu berbahaya"
"Oh, begitu memang mengerikan tapi, apakah itu hanya berlaku padaku saja?, bagaimana dengan DragonSlayer lain?" tanya Natsu "dan Laxus bukankah dia sama-sama DragonSlayer?"
"Semuanya berlaku Natsu jika, sudah memasuki waktu dewasa Natsu dan musim ini akan tetap bertahan lama sampai umur tertentu tapi, kau beruntung sudah melakukannya jadi rasa itu bisa di minimalisir" jawab Irene dia sekarang terlihat senang "yah ini hanya berlaku untuk seorang DragonSlayer asli karena, untuk Laxus dia hanyalah DragonSlayer dalam Lacrima jadi hal seperti itu tak mungkin terjadi padanya"
"Oh begitu yah aku faham" Natsu mengangguk "hei, kita tidur aku tadi lelah melakukan tadi" dia menguap lebar.
"Fufufu baiklah" Irene tertawa kecil.
Nstsu langsung menggendong wanita itu dengan Gaya Brydal Style dia membawanya ke kamar tidur dan merebahkannya Natsu tidur di sampingnya dan Wanita langsung memeluknya dan tidur di pundak lelaki berambut pink ini.
Beruntung Happy tak ada di rumah karena, jika dia tau hal ini pastinya informasi ini akan bocor ke Guild tapi, itu takkan terjadi.
'Hihihi! Lucu juga tapi, siapa sangka kita akan melakukan ini' Irene menatap Natsu yang sudah tertidur pulas dia melirik pundak kiri bekas gigitan Natsu yang memerah 'siapa sangka aku yang menjadi pertama baginya tapi, siapa peduli setidaknya aku senang melakukan ini dengannya' dia langsung memejamkan matanya.
'Selamat Tidur My Dragon King'
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Hahahaha ini lemon pertama di fic ini yah meski tak terlalu begitu bagus tapi, aku berusaha sebisaku karena, aku bukan pro dalam hal menulis lemon yang bagus tapi, tak masalah dan tetap stay.
Pm
.
RnR
