disclaimer: check chapter 1 c:


T – Text
Summary: Hanya sebuah kesalahan kecil ketika Chung mengirim SMS pada Eve, berakhir dengan dia datang ke rumah Eve dan berlutut padanya.
World: AU
Genre: Romance
Words: 670

Chung: Tactical Trooper
Eve: Code Battle Seraph

Rena: Grand Archer

.

.

.

Eve memandangi ponselnya, setengah tidak percaya dengan apa yang ia baca.

Dia memang tidak pintar tentang masalah ini—tidak pernah merasakan perasaan apapun, begitulah dia mengakui pada dunia—jadi dia langsung menghubungi sahabatnya, Rena. Perempuan ber-rambut hijau itu memang pandai dalam hal ini, walaupun akhirnya dia agak berlebihan dalam menyelesaikannya.

Ketika wanita yang sosoknya lebih tua itu sudah datang dan duduk di ruang tamu rumah Eve, gadis berambut putih itu langsung menunjukkan pesan yang baru saja Chung kirimkan untuknya.

'Itulah yang ku suka darimu, Eve. Kau terlalu jujur xD'

Untuk suatu alasan, Eve tidak bisa menjawab balik dengan balasan datar yang biasa ia lakukan. Dia bahkan terlalu malu untuk menjawab dan wajahnya selalu memanas setiap kali dia membaca pesan itu.

"Menurutmu bagaimana, Rena?" Akhirnya Eve bertanya. Sudah sepuluh menit sejak Eve menunjukkan pesan itu dan Rena masih belum bergeming—

Tiba-tiba Rena merebut ponsel pink dari tangan Eve, memandanginya seolah nyawanya bergantung pada benda itu dan menjerit.

Eve langsung menutup telinganya, kurang cepat hingga telinganya berdengung setelah mendengar jeritan Rena tepat di sebelah telinganya.

"Oh Tuhan, Eve!" Rena mencengkram bahu Eve, begitu kuat hingga Eve bisa merasakan tulang bahunya remuk. "Chung mengirim ini?! Dia baru mengirim ini sekarang?!" Rena langsung melepas cengkramannya, tidak memedulikan Eve yang tersungkur di lantai dan melompat-lompat sambil membaca pesan dalam ponsel Eve sambil meneriakkan 'Oh Tuhan! Akhirnya!'

Eve memandangi sahabatnya itu, setengah tidak percaya. Dia tahu seharusnya dia memanggil Aisha dan bukannya Rena yang suka melebih-lebihkan apapun yang mereka bicarakan.

Setelah beberapa saat, Rena berhenti melompat-lompat dan berjongkok di hadapannya, terlihat kehabisan nafas. Namun di wajahnya masih tertera senyum lebar yang membuat Eve sendiri bergidik ngeri melihatnya. "K-Kau balas apa pesan ini?!"

Akhirnya merasa ketenangannya kembali, Eve mendorong Rena agak menjauh darinya dan mengambil ponselnya, menatap Rena dengan tatapan setengah kesal. "...Itulah yang ingin kutanyakan padamu."

Rena mendesah, namun masih tersenyum lebar. "Kau tahu jelas kan kalau Chung menyukaimu?"

"Aku tidak tahu apa maksudmu, Rena." Eve langsung memalingkan wajah, namun rona merah di wajahnya tidak luput dari pandangan Rena. "Chung seharusnya mengatakan itu langsung padaku, bukan melalui pesan. Mungkin saja kan dia hanya bercan—"

Dalam sekejap, Rena merebut ponsel itu dari tangan Eve. Gadis berambut putih itu tidak sempat bereaksi dan hanya menatap Rena yang tengah mengetik sesuatu di ponselnya dengan cepat. Setelah beberapa saat, Rena mengembalikan ponsel itu kembali ke tangan Eve sambil mengedipkan mata.

"Kita lihat saja~"

Eve membuka pesan yang Rena baru saja kirim, kemudian wajahnya memerah. Dia buru-buru mengambil sebuah bantal terdekat dan memukul wajah Rena dengan wajah memerah.

.

.

.

Chung mendesah. Kacau. Hancur. Screwed up.

Hanya sebuah kecelakaan. Dia tidak sengaja menulis perasaannya pada Eve dalam SMS nya, dan begitu dia sadar, pesan nista itu sudah terkirim dan sekarang sudah dua puluh menit dan Eve masih belum membalas apapun oh tuhan—

Dia merasa ingin menampar dirinya sendiri. Dan dia benar-benar melakukannya.

Laki-laki pirang itu mendesah. Tidak ada gunanya dia pundung di tempat menunggu perasaannya tidak terbalas. Untuk sekarang, lebih baik dia menjelaskan tentang kesalahpahaman dan berusaha untuk terlihat normal di depan Eve besok.

Baru saja dia membuka ponsel birunya, sudah ada sebuah pesan baru dengan pengirim—Eve?

Menelan ludah, Chung memberanikan diri untuk membuka pesan itu—

—Chung buru-buru menyambar jaket biru mudanya dan memasukkan ponsel birunya ke dalam kantung jaket itu. Dia langsung mengambil kunci motor di atas meja dan langsung tancap gas tanpa mengenakan helm—urusan ayahnya memarahinya bisa nanti saja—menuju rumah Eve.

Dia langsung memarkir motor hitam itu di depan rumah gadis itu, melompat dari motornya dengan buru-buru, dan langsung memencet bel rumahnya.

Eve membuka pintu rumahnya, wajahnya langsung memerah begitu melihat Chung sudah berdiri di depan rumahnya sambil memburu nafasnya. Beberapa detik kemudian, dia berlutut, masih terhalang oleh pagar yang tertutup, dia berteriak,

"Aku menyukaimu, Eve!"

.

.

.

'Kalau kau benar-benar merasakan itu, datanglah dan katakan itu di depan wajahnya! Dia menganggapnya lelucon, loh! –Rena'


spesial chapter 20, saya bikin fluffy :'3

makasih buat reviewer saya dan silent reader yang masih setia baca kumpulan drabble gejes ini; RainNight10715, Sugarlatte, Arch Demonic Aggressor, Renzhou, ryeid, 3'Oct yang udah nge-review dan everyone yang udah baca. kecup :* #duagh

sebentar lagi fic ini selesai /cheers~/, dan saya masih nggak nyangka banyak yang baca, saya seriusan seneng :'3

semoga masih ada yang baca sampai selesai walaupun jadwal update saya makin berantakan. sekali lagi, maafkan kegejesan fic ini :'3