Disclaimer: Any Original Character are property of myself and All Canon Character are property of the original creators, ENJOY! =D
Akhirnya bisa rilis lagi! Enjoy the story!
Pagi hari yang cerah dan tentunya mendukung acara berlansung sesuai rencana, lapangan sekitar training camp asosiasi Jepang Barat sudah mulai dipasangi berbagai macam nama sponsor yang tentunya mensponsori turnamen ini. Mulai dari merk aparel yang sudah jelas tertera dalam nama acara, minuman kaleng yang selalu digandrungi mulai dari kalangan tua, mahasiswa, sampai tingkat Sekolah Dasar, ada juga suplemen untuk menunjang aktivitas sehari-hari, brand elektronik lokal yang sudah mendunia, dan masih banyak lagi.
Karena itu, hadiah yang akan didapatkan oleh Enma Fires maupun Kisaki Sidewalkers tentu terbilang fantastis untuk ukuran Unit Kegiatan Mahasiswa, tapi tak perlu disebutkan juga nominalnya karena nanti bisa membuat tim macam Saikyoudai dan Shuuei iri dengan jumlah uang yang akak diberikan, tapi kalau dipikir-pikir Saikyoudai kenapa harus iri ya? Kan Hiruma sudah dapat akses ke rekening kampus, rektor, dan dekan-dekan yang ada di Saikyoudai.
Kembali lagi ke topik, nampak seluruh pemain Enma Fires sudah bersiap-siap dengan perlengkapan armor yang baru saja diberikan oleh pihak panitia. Enaknya, perlengkapannya itu sudah menjadi hak milik Enma Fires dan sudah pasti Kisaki Sidewalkers juga mendapatkan hal yang serupa. Riku kemudian berdialog kecil dengan Sena dan Ariyo mengenai teknik baru yang akan dicoba pada pertandingan melawan timnas Jepang.
Setelah berunding-runding ria, mereka sepakat untuk mengeluarkan strategi 'prototype' yang sejatinya belumlah sepenuhnya terpola. Tapi apa boleh buat, karena seluruh pertandingan sudah jelas bakal disiarkan, jadi mereka tak ingin mengambil risiko untuk mengeluarkan berbagai kartu andalan yang sudah pasti disusun selama training camp.
Saat panitia meminta seluruh pemain Enma Fires untuk bersiap menuju lapangan karena pembukaan turnamen akan digelar, mereka seperti tak percaya kalau mereka mendengar teriakan nama Enma Fires dengan kerasnya hingga terdengar dari penginapan. Ketika sudah sampai di lapangan, seluruh tim terutama Sena yang sifat demam panggung belum sama sekali hilang meski sudah pergi ke Amerika dan sudah menginjak bangku kuliah, dikagetkan dengan dukungan dari teman-teman satu kampus, terutama tim cheerleader yang selalu setia mendukung Enma Fires.
Monta yang akhirnya melepas kerinduannya dengan Akeno, mereka saling berpelukan satu sama lain. Monta sendiri memuji sekaligus menggombal kepada Akeno kalau hari ini dia kelihatan sangat cantik, tentu saja Akeno malu dan rasanya ingin terbang karena pacarnya memuji dirinya.
Disatu sisi, Mizumachi melihat sosok yang ia ingat kala masih menginjak bangku SMA. Seorang wanita cantik yang seharusnya ia ingat, seharusnya.
"Otohime?"
"Mizu! Hai!".'Mizumachi menyapaku, aduh gimana ini..' wajahnya Otohime memerah karena menahan malu disapa oleh laki-laki yang ia sukai sejak di SMA Kyoshin.
"Kamu masuk Enma?" Mizumachi dengan pandangan kearah Otohime yang sama sekali tak bersalah menanyakan hal yang seharusnya tidak ditanyakan pada Otohime.
"Loh? Kan memang iya aku mendaftar dan diterima barengan sama kamu! Jahat teman lama dilupain.."
"Haduh jangan begitu dong Otohime, iya deh maaf maaf.."
'Otohime namanya ya? Sena dan Monta sudah punya pacar, lah aku disini sendirian? Aku harus bisa mendapatkan Otohime!' gumam Riku sambil melintas sambil mengacak-ngacak rambutnya dihadapan Mizumachi dan Otohime, maklum Riku ada sedikit pengalaman dalam urusan cinta, karena saat SMA dia pernah pacaran tapi tak berlangsung lama karena ia terlalu fokus pada Seibu Wild-Gunmans pada saat itu.
"Sena!" Suzuna dan Sena saling berpelukan melepas rindu walau hanya seminggu mereka tak saling bertemu, tapi rasanya seperti satu tahun. Dan hampir saja saling cium karena saking rindunya, tapi untunglah ada Julie yang menampar Sena dengan Koran yang ia bawa.
"Aww…"
"Menang dulu! Baru setelah itu terserah kalian mau apa."
Dengan cepat Sena bergegas keruangan ganti dan bersiap dengan yang lain untuk acara pembukaan turnamen. "Sang jawara asia yang selalu menerkam siapa saja yang menghadang, ini dia Timnas Jepang!" Timnas Jepang yang memakai corak putih dan merah sebagai baju tanding mereka, dengan gagah memasuki lapangan dan tentunya mereka semua disoraki oleh seisi 'stadion dadakan' lapangan A.
"Selanjutnya, tim yang terus merangkak naik seperti nama tim mereka, ini dia Kisaki Sidewalkers!" Dan sorak-sorai pendukung Kisaki Sidewalkers juga turut menambah maraknya turnamen dan tentunya tim Kisaki Sidewalkers yang dengan elegannya menggunakan baju corak hijau dan hitam dengan corak putih yang mengelilingi leher mereka.
"Dan terakhir, tim yang selalu membakar lawannya hidup-hidup, ini dia Enma Fires!" Dan sorak-sorai pun semakin menjadi kala nama Enma Fires disebutkan,
"Ooo.. Enma Fires!" *suara stick dipukul berirama*
"Dengan ini, turnamen segitiga Mizuno Cup dibuka dengan kickoff ketua Asosiasi Jepang Barat!" dan Masaru Honjo berjalan menuju tengah lapangan sembari melambaikna tangan pada para penonton yang hadir, dan tentunya ia sudah siap melakukan kickoff dengan sepatu khusus lapangan rumput.
"Dengan kickoff ini, saya nyatakan turnamen segitiga Mizuno Cup dibuka!" dan kickoff pun ditendang dengan keras oleh Honjo dan dengan indahnya ia mencetak Field Goal dari jarak 20yard. Akhirnya, Sena untuk pertama kalinya memberikan aba-aba pada rekan timnya di turnamen sungguhan meski hanya bertajuk turnamen segitiga. "Kalian siap? Enma Fires!"
"BURN THE ENEMY!" sorak sorai pendukung Enma Fires turut memberikan semangat dari tempat penonton, meskipun tak ada bangku dan hanya beralas rumput yang hijau.
Disisi lapangan yang berbeda, timnas Jepang juga tak mau kalah dengan semangat anak-anak Enma. Kapten mereka yaitu Nizumi Hayakata meneriakkan teriakan baru mereka, "Jepang dalam hitungan ketiga. 1,2!"
"JAPAN!" dan suara penonton semakin menjadi-jadi kala timnas kebanggaan bersiap untuk menghabisi lawan yang menantang, meski yang menantang adalah mahasiswa. Dan kickoff dimulai dari kicker timnas Jepang. Terlihat digaris end zone Enma, Nampak Monta, Sena, dan Riku bersiap menangkap bola kickoff. Bola mengarah kepada Riku dan tanpa ampun, Riku langsung melesat menjemput bla yang masih diudara diikuti Sena yang menjaga daerah belakang Riku kalau ia gagal menangkap bola.
Riku pun berteriak dengan keras kala ia sukses menangkap bolanya diudara, Sena yang mengerti sinyal yang Riku maksud langsung memberi komando "Semuanya lari!", Seluruh pemain Enma langsung berlari sekuat tenaga untuk membuka jalan pada Riku yang sedang membawa bola, tapi apa yang diperkirakan matang-matang oleh Sena dan Riku malah menghasilkan hal yang sebaliknya.
Mereka dijatuhkan oleh pemain timnas #7 dan hanya mampu berlari sejauh 22yard. Meski begitu, sorakan penonton begitu kerasnya karena kedua tim langsung tancap gas diawal pertandingan. Kurita kemudian bersiap di tengah-tengah line dan ia sedikit tersenyum pada lineman timnas Jepang, "Sajian utama akan tiba, Mmmhh!", Ya walaupun gertakan Kurita cukup lemah dan tidak meninggalkan kesan yang berarti bagi lineman lawan, tapi orang ia idolai justru menganggapnya serius dan tentunya itu adalah sebuah keuntungan.
Karin kemudian memasuki lapangan menggantikan Utsoshi, dan setelah ia memakai helmnya, Karin seperti menggerakkan tangannya kearah Unsui. Ya, itulah kode yang hanya diketahui oleh mereka berdua, setelah beberapa saat Unsui bersiap mengeksekusi rencana Karin yang sudah disusun oleh Ariyo dari luar lapangan.
"Blade, 2A! Hut Hut!" dan bola dilempar ke Unsui, tapi belum 0.5 detik dinding Enma roboh begitu saja. "Eh? Kenapa quarterbacknya berdiri sejauh itu dari linemannya?" Tanya keheranan salah satu penonton yang mendukung timnas Jepang. Dan 0.5 detik selanjutnya Unsui mendapat bola yang dilempar cukup jauh oleh Kurita, dan tanpa basa-basi Unsui langsung melepaskan teknik terbaru yang ia kembangkan sendiri saat training camp.
Lemparan yang biasanya ia lakukan dengan arah mendatar, kali ini ia lempar keatas tapi tetap lurus seperti garis. Dan diluar dugaan safety timnas Jepang, ternyata target passnya adalah quarterback yang lain yaitu Karin yang sudah berlari sejauh 30yard dari tempatnya berdiri.
Tapi bukannya dapat bolanya, Karin malah dibuat keluar rute pass oleh pemain safety timnas Jepang dan long pass Enma Fires digagalkan oleh timnas Jepang dan gemuruh penonton yang menyaksikan pun sangat kencang karena kedua tim bermain dengan sangat brilian. Hingga quarter 1 selesai, mereka terus memberikan permainan indah kepada penonton yang ada distadion maupun yang ada di balik layar kaca. Kedudukan sementara malah tidak berpihak pada Enma Fires dengan angka yang cukup mencengangkan, 31-10, itupun Enma Fires mendapat poin berkat aksi gemilang duo runningback Sena-Riku dan tentu saja field goal raksasa dari Kotaro yang sempat beberapa kali gagal menembus langit pertahanan timnas Jepang dengan jarak 49yard.
"Aaah, Enma Fires kenapa melempem begitu?" Tanya Nekoyama keheranan melihat permainan Enma Fires yang kelihatan seperti masih mencari jati diri mereka.
Sakuraba sendiri tak bisa menjawab pertanyaan dan hanya mengangkat bahunya, Otawara malah tertawa sambil kentut dengan bau yang sangat semerbah mengharumkan ruangan. Hanya Shin yang memberikan tanggapan, "Mungkin mereka sengaja tidak mengeluarkan permainan licik nan pintar dihadapan pihak media yang menyiarkannya secara langsung."
Nampak seluruh anggota Ojo Silver Knight termasuk para senior 'Generasi Keemasan' setuju dengan pernyataan dari Shin, kemudian mereka kembali mendiskusikan berbagai hal yang tentunya jika diijabarkan satu-persatu tentu tak aka nada habisnya.
Seluruh pemain Enma Fires kelelahan di quarter pertama ini karena mereka dipaksa mengikuti alur permainan dari timnas Jepang. Nampak Sena, Riku dan Monta yang paling merasakan sulitnya bermain melawan tim terkuat tapi tim ini hanya memiliki pemain yang ngepas. Tapi, yang paling membuat seluruh pemain bingung adalah sikap Julie yang bukannya memasang tampang serius tapi malah senang-senang saja.
"Julie, ada apa kamu senyam-senyum begitu?" Tanya Kotaro keheranan melihat tingkah laku Julie yang tidak semestinya.
Kemudian Julie mencoba menyadarkan dirinya kembali untuk menyanggupi menjawab pertanyaan Kotaro, lelaki idamannya."Aku lupa memberitahu kalian satu hal." Dan ia menunjuk kearah belakangnya dan tak disangka-sangka oleh satu tim Enma Fires, datang kedua pemain tambahan dan mereka terkejut bukan main karena pemain yang datang bukan sembarang pemain tambahan.
"Maaf saya terlambat semua!" Salah satu pemain tambahan itu berpenampilan sangat mirip dengan Clifford D'Louis dan yang satu lagi seperti orang italia.
Dari wajah Sena saja sudah cukup menggambarkan betapa terkejut dirinya melihat kawan lama bergabung kembali dalam satu tim bersamanya. "Daniel?!"
"Sena?!" Dan reaksi serupa juga terlihat dari raut wajah Daniel yang memiliki kemiripan seperti Clifford ini.
Dan orang italia ini juga tak menyangka bakal menjadi satu tim dengan kawan lama, terlebih lawan-lawannya saat ia masih di SMA Hakushu. "Wow! Aku tak menyangka kita bakalan satu tim lagi."
"Marco?! Lama tak bertemu kawan" Andrea kemudian menepuk pundak temannya yang ternyata adalah orang yang dimaksudnya kala ia bilang bahwa ada temannya yang merekomendasikan bergabung dengan Enma Fires.
"Eeeh?! Jadi teman yang kamu maksud waktu itu, Marco?" Tanya Sena pada Andrea.
Andrea kemudian berubah sikap menjadi sikap sempurna dan memberikan hormat pada Sena. "Tepat sekali kapten!"
Julie yang sebenarnya masih ingin melihat nostalgia para pemain terpaksa memotongnya karena mereka masih ada pertandingan yang harus dihadapi. "Yasudah berhubung nama mereka sebetulnya sudah aku cantumkan kedalam daftar tim, jadi apa boleh buat. Marco, Daniel, kalian berdua main!"
Pertandingan kembali berlanjut dengna dimulainya kickoff dari Enma Fires, karena membutuhkan poin jadi Kotaro tanpa memberikan aba-aba langsung menendang oneside kick. Tapi karena kecerobohannya itulah Cornerback timnas Jepang #47 tanpa ampun mengamankan bola dan melesat hingga end zone Enma Fires dan skor bertambah untuk timnas Jepang.
Namun tentu saja Enma Fires tak tinggal diam melihat jarak poin yang semakin jauh, mereka membalasnya dengan pertahanan yang apik dan sukses mencetak 3 touchdown yang masing-masing dicetak oleh Sena, Daniel, dan trickplay dari quarterback ke3 Enma Fires, Marco.
Meski mereka memberikan pemainan terbaiknya, pada quarter 4 timnas Jepang membabi-buta dan tentunya hasil akhir tetap memperlihatkan kekuatan dari timnas Jepang dengan skor yang terpaut jauh dari Enma Fires meski anak asuh Settsu Ariyo ini sempat memberikan perlawanan sengit sebelum akhirnya menyerah, 70-31.
Meski kalah, sorak-sorai penonton yang hadir terus bergemuruh hingga para pemain meninggalkan lapangan.
"Enma, kalian memang anak-anak yang licik."
"Eh, kenapa kau bisa bilang begitu Hiruma?" Ikkyu nampak bingung kenapa Hiruma bisa mengeluarkan pernyataan seperti itu padahal Enma Fires kalah dipertandingan tadi.
Hiruma sendiri hanya mengunyah permen karet tanpa gula, "Mereka sama sekali belum mengeluarkan kartu andalan yang menjadi tujuan kita, tapi apa boleh buat karena mereka sadar jika bermain dengan kartu-kartu yang mereka persiapkan untuk U' League di pertandingan yang disiarkan TV ini pasti cukup untuk melumpuhkan mereka nanti."
"Bukannya memang resikonya begitu?" Ikkyu kembali bertanya dan tentunya Hiruma mulai jengkel karena hal-hal yang seharusnya pemain sekelas Ikkyu sadar akan hal yang mudah dimengerti dengan otaknya yang cukup encer tapi tak lebih dari Hiruma.
"Intinya mereka bermain aman, bodoh!" setelah itu sang komandan setan menyuruh semua pemain yang menyaksikan pertandingan Enma Fires melawan timnas Jepang untuk kembali latihan, karena misi mereka untuk turnamen kali ini cukup berat yaitu mempertahankan piala yang sudah mereka raih musim lalu.
"Sudah jangan sedih begitu, wajar kan kamu kalah sama timnas Jepang?"
"Tetap saja Otohime, kalah ya kalah! Sakit rasanya.."
"Oi Mizumachi, bukan begitu memperlakukan wanita! Tidak tau sopan santun."
"Eh Riku, maafin Mizumachi ya sudah bikin kamu marah"
'Eh, dia tau namaku? Kalau begitu aku tinggal minta nomornya saja!' Namun sebelum Riku ingin menanyakan nomornya Otohime, Suzuna memanggil seluruh anggota cheerleader untuk mengevaluasi kekurangan yang ada pada tim cheerleader saat ini.
"Ah sial, telat.." Riku pun sedikit menyesal karena tidak cekatan untuk sekedar mengobrol dengan Otohime, perempuan yang saat ini ia incar untuk mengisi kekosongan dihati. Tiba-tiba saja, ada rangkulan yang sangat taka sing bagi Riku. "Telat kenapa?" Ternyata yang merangkulnya adalah kapten Enma Fires saat ini, Sena.
Dalam sekejap Riku salah tingkah karena teman sekaligus rivalnya ini menanyakan hal yang tadi, 'Duh, gimana ini? Apa kasih tau saja sama Sena? Kan pacarnya Suzuna..' Riku tak bergeming, mencoba menjawab saja susahnya bukan main, karena jika sekali salah pasti akan sulit lagi. 'Ah sudahlah kasih tau saja..'
"Anu, tadi saat quarter 4 aku berlari sedikit lambat, makanya tadi Runningback timnas Jepang bisa lolos dengan mudah" Riku pun membenarkan rambutnya namun tangannya gemetar karena ia malah berbohong pada Sena.
Sena melihat ada kejanggalan pada Riku, sejenak ia diam melihat kearah kawannya ini dan ketika ia berhasil memikirkan apa yang Riku pikirkan, ia langsung berkata blak-blakan "Hmm.. kayaknya tadi tidak menjurus kearah sana deh, pasti Riku lagi memikirkan seseorang kan?" Sena pun mencoba menggoda Riku agar ia mau mengaku bahwa yan dikatakannya adalah benar adanya.
Sial, rupanya sang kapten tau apa yang ada dalam pikiranku. Yasudah terus terang saja, memang niatnya begitu kan? "Ah.. Sena, bisa aku minta tolong padamu?"
Sena sedikit bingung dengan sikap Riku yang tiak biasanya berbicara kaku dihadapannya, "Minta tolong apa?" dan Sena menyilangkan kedua tangannya.
"Apa.. kamu punya.. nomornya.. Otohime?" Riku sendiri tiba-tiba sedikit gugup dan gagap entah darimana asalnya.
Sena sedikit terkejut mendengarnya, nomornya Otohime? bisa jadi ini pertanda.. "OOOH! JADI RIKU SUKA SAMA OTO-" tangan Riku langsung reflek ketika Sena hampir saja meneriakkan nama Otohime, tangan kanannya menutuo mulut Sena dan yang sebelah kiri mencekik lehernya.
"Bodoh! Kamu punya atau tidak?!" Riku mempererat cekikannya pada Sena agar ia menuruti keinginannya, Sena yang hampir kehabisan oksigen hanya bisa menuruti permintaan Riku tanpa bisa bercanda terhadapnya karena tatapan Riku cukup tajam pada Sena, seperti mengisyaratkan bahwa ia tidak bercanda.
Setelah mengambil ponselnya, dan memberikan nomor Otohime sekaligus E-mailnya, Riku tentunya mengucapkan terimakasih dan ada sedikit peringatan didalamnya untuk Runningback tercepat Jepang ini. "Terimakasih, Kapten.. lain kali jangan teriak seperti itu atau cengkramanku akan lebih keras dari yang kamu rasakan tadi!"
"Hehehe.."
Warning: Curhatannya agak panjang!
Akhirnya bisa nuntasin chapter 20! Meski begitu jangan ngarep saya buat update bulanan, apalagi mingguan, soalnya di RL lagi mau UN, dan saya juga sedang menggarap Crossover Eyeshield 21 & Kuroko no Basket dan itu semua lumayan juga bikin otak bekerja sampai ngebul.
Selain projek Crossover, saya juga sedang menggarap cerita lanjutan untuk "I Won't Let You Walk Away" – The Legend of Korra (yang suka Avatar bisa merapat) dan cerita ini saya cukup kesulitan karena masih sulit mendeskripsikan antara dunia lain (Spirit World) sama United Republic (emang latarnya disitu).
Mohon do'a nya agar UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) tahun ini lancar jaya.. :D
Sekian dari saya, terimakasih banget buat kalian yang baca Road to Rice Bowl. Mungkin beberapa chapter lagi Road to Rice Bowl akan berakhir, dan tentunya saya sudah mempersiapkan cerita Sequel Road to Rice Bowl 2! (ini semua karena terjadi kesalah pengetikan pada asal tempat makanan khas yang sering kita jumpai kala kita makan di warung NASI PADANG! Yaitu 'Rendang')
Tiap author tentunya ingin sekali ada feedback dari kalian para readers entah itu memuji atau mengkritik untuk kebaikan author itu sendiri. Maka dari itu saya butuh banget semangat dari kalian para readers untuk menyelesaikan projek yang sudah setengah jalan agar tentunya berhasil diselesaikan.. Jangan menjadi silent reader dan silahkan memberikan komentar kalian terhadap cerita ini. :)
Terimakasih!
Spoiler: Mizumachi vs Riku demi Otohime, imbasnya? Langsung berasa di pertandingan selanjutnya.
Note: Otohime itu bukan OC ya, emang ada di versi komik jadi kapten/wakil kapten cheerleader Kyoshin Poseidon (saya lupa :p)
