Chapter 20
Disclaimer : Naruto [Masashi Kishimoto]
One Piece [Eiichiro Oda]
Created by : O'otsutsuki D Rival
Rated : M
Warning : Typo (s), Miss Typo (s), ABAL, TIDAK SESUAI ALUR, GAJE DLL OOC, OC, Alternative Universe and Etc.
Don't like, Don't read ..
Ide ini dihasilkan oleh imajinasi otak Author sendiri, jadi harap maklum jika masih banyak kesalahan.
"Jadi sihir itu benar adanya-kah"Ucap Menma melihat luka kecil pada teman-temannya membesar
"Ternyata kalian mulai akan ucapanku jika kuperlihatkan"Ucap Dusgait
"Senchou, kenapa kau mengambil kesimpulan bahwa sihir itu ada"Tanya Retsu
"Itu mudah saja, tadi aku melihat kemampuannya yang lebih dari satu, jadi itu juga bisa sebagai bukti, tapi tidak menutup kemungkinan dia mempunyai 2 buah iblis, tapi Dusgait bilang dia itu tidak sudi memakan buah iblis bukan, jadi itu sudah cukup bagiku"Jawab Menma
"Kau perlu bantuan Dusgait"Ucap Apolero
"Tidak perlu Apolero, walaupun lawannya adalah Uchiha Medaka sekalipun, aku tidak akan kalah"Balas Dusgait mengangkat tangannya
Dhuar Dhuar Dhuar Dhuar
Dusgait kembali menyerang dengan rintik air yang berasal dari rumput, tapi karena mereka semua sudah melihat kemampuan itu, mereka bisa menghindarinya dengan baik
"Hehh, rupanya kalian bisa menghindarinya, kalau begitu coba yang ini"Ucap Dusgait meremehkan dan semakin mempercepat serangannya
Dhuar Dhuar Dhuar
Semua orang yang diserang oleh Dusgait, menghindarinya dengan susah payah karena kemampuannya yang menjengkelkan
"Menjengkelkan"Ucap Shirou mengarahkan senapannya pada Dusgait
Sreet
Shirou menembak Dusgait, tapi tidak ada suara pada tembakannya, pipi Dusgait terseret karena serangan itu, dan keluar darah
"Kau punya senjata yang menarik kalau begitu, aku juga akan serius"Ucap Dusgait, memunculkan pedang hijau
Trank
Kensei menghalau serangan pedang Dusgait yang dikendalikan dengan tangannya
"Hebat juga"Ucap Dusgait memainkan jarinya
Trank Trank Trank Crash
Kensei menghalau serangan pedang itu dengan gelombang miliknya, tapi lengan tetaplah lengan, gelombangnya bisa ditembus oleh pedang itu
"Orang ini kuat sekali, padahal dia tidak menggunakan kekuatan penuhnya"Ucap Serin memegangi bahunya yang terluka parah
"Tidak ada waktu untuk mengeluh loh"Ucap Dusgait "Bentuk ke-7 pedang Bysuai: Ne"Lanjut Dusgait mengubah senjatanya menjadi akar pohon yang besar dan banyak
Dhuar Dhuar Dhuar Dhuar
Teman-teman Menma kembali menghindari serangan yang dilancarkan oleh Dusgait
"Kekuatan yang bernama sihir itu memang hebat, tapi sepertinya kekuatan fisikmu lemah ya"Ucap Retsu yang berada dibelakang Dusgait, Dusgait yang melihat kebelakang terkejut akan kehadiran Retsu yang tidak bisa dia prediksi
Dhuak Brak
Apolero menghajar Retsu, tapi seakan mengetahui serangan Apolero Retsu menahannya dengan perisai darah, tapi tetap terlempar sampai ketanah
"Jangan terlalu meremehkan musuhmu Dusgait, walaupun mereka seperti manusia, tapi sepertinya mereka memiliki kekuatan dari buah iblis itu, dan juga orang yang paling berbahaya adalah dia"Ucap Apolero menunjuk Menma
"Aku"Ucap Menma menunjuk dirinya sendiri
"Apa yang kau katakan Apolero, dia itu hanya manusia lemah, dia bahkan tidak mempunyai kekuatan dari buah iblis"Ucap Dusgait tidak percaya
"Aku sendiri tidak percaya, aku diberitahu oleh Shibyan"Balas Apolero
"Insting Shibyan tidak pernah salah, tapi bukankah wanita itu juga berbahaya"Ucap Dusgait menunjuk Retsu
"Kau benar, aku akan membantu"Balas Apolero menyentuh tanah
Drk drkrkrkr
Tanah bergetar entah karena apa
"Sekarang apa lagi"Tanya Hinagiku frustasi
"Mungkin, gempa bumi, atau tsunami tanah"Jawab Menma
Brak
Keluar gelombang tanah yang besar (sejauh 100 meter dan setinggi 70 meter) menerjang mereka semua
"Senchou kenapa perkataanmu selalu tepat sasaran"Tanya Shunsui sweetdrop melihat gelombang tanah yang akan melibas mereka
Earth Tsunami
Ucap Apolero meneriakan nama jurusnya
"Menganggu saja"Ucap Menma
Hyaku rokkuju Bureikazu
Menma memposisikan pedangnya disamping setara dengan dada
Sring
Semua orang yang ada disana menganga tidak percaya apa yang mereka lihat kecuali Medaka, melihat Tsunami tanah yang dibuat Apolero ditebas begitu saja
Dhuar Dhuar Dhuar
Tsunami tanah yang dipotong menghantam tanah, dan mengepulkan asap yang luas
"Teknik yang berbahaya sekali, jika terkena pasti langsung mati"Ucap Dusgait terkejut
"Memang benar, dia adalah orang yang harus dimusnahkan terlebih dahulu"Ucap Apolero
"Nee, aku ingin bertanya pada kalian"Ucap Menma melangkah maju
"Bertanya tentang apa manusia"Balas Dusgait
"Kalian ini apa, dan apa yang ada didalam buah iblis"Tanya Menma
"Hmm, apa kalian manusia tidak tahu, jika aku ini peri, lihatlah sayapku inilah buktinya"Jawab Dusgait memperlihatkan sayapnya
"Lalu kau"Tanya Menma pada Apolero
"Aku raksasa, bukankah sudah jelas"Jawab Apolero
"Tidak ada raksasa yang berwarna merah, dan berlengan 4"Ucap Menma
"Lalu kau ini siapa, apa senjata yang berada ditanganmu itu senjata suci, walaupun aku tidak merasakan apapun dari senjatamu"Tanya Dusgait
"Aku Kurosaki D Menma, manusia seperti yang kalian tahu, dan julukanku O'noshi, lalu aku tidak tahu apa yang kalian maksud dengan senjata suci"Jawab Menma, Dusgait dan Apolero bersama kedua temannya tertawa mendengar julukan Menma
"Apanya yang lucu"Tanya Menma bingung
"Julukanmu itu, adalah milik Raja Iblis, dan kau bilang julukanmu O'noshi, Hahaha, aku ingin tertawa mendengarnya"Jawab Dusgait
"Lalu bisa kau jawab pertanyaanku yang kedua"Ucap Menma
"Baiklah, didalam buah Iblis ada iblis yang tertidur, iblis itu adalah iblis yang disegel oleh seluruh ras dengan menggunakan nyawa pemimpin mereka masing-masing, segel itu tidak akan pernah rusak, tapi tidak menutup kemungkinan kepribadian, dan pengetahuan yang dimiliki dalam iblis tersebut akan berpindah, jadi jika ada orang yang terasuki buah iblis, maka orang yang menggunakan buah iblis yang disampingnya akan ikut berubah, hal ini akan terus berlanjut sampai semua iblis terlepas"Jawab Dusgait
"Hmm ternyata begitu, lalu bagaimana kalian bisa mengenal Medaka-chan"Tanya Menma
"Apa kau tidak diberitahu olehnya, dia merupakan panglima dari kerajaan Uchiha"Jawab Dusgait
"Kerajaan Uchiha yang mana, Uchiha sekarang hanya tinggal menyisakan Ishin, saudariku, dan Medaka-chan saja, itu yang kutahu"Ucap Menma
"Musnah, maksudmu klan Uchiha yang terkenal akan kekuatan matanya musnah"Ucap Dusgait tidak percaya
"Begitulah, jadi bagaimana mau melanjutkan pertarungan atau berbaikan saja"Tanya Menma
"kau pikir manusia itu bisa dipercaya"Jawab Dusgait kembali mengendalikan pedangnya
"Jadi begitu, tidak mau ya"Ucap Menma melihat pedang Dusgait dan gelagat Apolero
"Senchou biarkan aku yang menghadapi raksasa itu, aku punya hutang padanya"Ucap Retsu memegang pedang darah
"Boleh saja"Balas Menma
"Kalau begitu"Ucap Menma menggantung membuat mereka semua penasaran "aku akan tidur saja"Lanjut Menma berjalan menjauhi pertarungan
Gubrak
Mereka semua terjatuh dengan kaki diatas dan kepala dibawah, ucapan Menma tadi tidak menyemangati malah memburuki semangat mereka
"Apa kau tidak berniat membantu"Tanya Shunsui sewot
"Tidak"Jawab Menma singkat melangkah pergi menjauhi dan duduk disebuah pohon
"Kenapa kau tidak mau membantu"Tanya Hinagiku
"Karena musuhnya cuman satu dan kalian 10 orang, bukankah itu lebih dari cukup bukan"Jawab Menma
"Benar sekali, lagipula memalukan jika dikalahkan oleh seorang bocah yang sangat meremehkan kita"Ucap Kensei setuju
"Maaf saja, tapi kami berdua"Ucap Shibyan ikut serta
"Jadi 2 lawan 10"Ucap Dusgait
"Maaf saja, tapi aku akan yang menghadapi Bocah sialan ini"Ucap Kensei
"Jangan terpengaruh oleh emosi, kita bagi menjadi 2 tim, berisikan 5 orang yang menghadapi mereka, lalu Medaka-san apa kau juga mau membantu"Ucap Shunsui menyusun strategi dan bertanya pada Medaka
"Tidak, bukankah Menma sudah memberitahukan alasannya"Jawab Medaka
"Sudah kuduga, lalu ada yang tidak setuju"Ucap Shunsui bertanya pada yang lain
"Aku yang akan menghadapi binatang itu, partner Shirou-san saja"Ucap Shutara
"Baiklah, dilihat dari kemampuanmu kau pasti bisa menanganinya"Balas Shunsui
Dhuar
Shunsui dan yang lain menghindari serangan yang tiba-tiba dari binatang yang bisa berdiri a.k.a Shibyan yang menembakan anak panah pada mereka
"Tidak sopan sekali"Ucap Serin kesal
"Maaf saja aku tidak suka menunggu"Balas Shibyan menyiapkan serangan yang kedua
Dhuar Dhuar Dhuar Dhuar
Shibyan menembak dengan kecepatan 3 kali lipat dari yang tadi
Trank
Shutara memblock anak panah Shibyan dengan tangan besi buatannya
"Aku dan Shirou yang akan menghadapimu Doubutsu-san"Ucap Shutara
"Nampaknya, ini lebih menarik"Ucap Shibyan menyeringai
Trank Trank Trank Trank Trank Trank
Shutara menangkis semua anak panah Shibyan, seperti semua anak panahnya sangat lambat baginya
Trink
Shibyan menahan serangan Shutara yang berupa tusukan lengan berduri dengan busur miliknya
Tap Tap Tap
Shibyan melangkah mundur dan menyiapkan serangan berikutnya dengan cepat
Sreet Blar
Serangan Shibyan tadi, mengenai pipi Shutara, lalu menghantam tanah yang dibelakangnya
"Hebat sekali kau bisa menghindari anak panahku tadi"Ucap Shibyan kagum
Blar
Shibyan menembakan anak panah pada Shirou yang meledak diudara dengan dingin
"Jangan kau pikir kau bisa menyerangku saat aku lengah"Ucap Shibyan
"Instingnya tajam sekali"Ucap Shirou
"Hehh begitu, jadi aku tidak bisa menyerangmu saat kau lengah ya"Ucap Shutara yang berada dibelakang Shibyan dengan lengan besi 'cepat sekali'Batin Shibyan melihat Shutara yang ada dibelakangnya
Sreet Trank
Pinggang Shibyan terkena sedikit serangan Shutara, lalu menghantamkan busurnya dengan lengan Shutara
"Kau orang pertama yang bisa lolos dari seranganku tadi"Ucap Shutara
"Mungkin sudah saatnya aku serius"Ucap Shibyan mengeluarkan aura yang aneh disekujur tubuhnya 'apa ini, aku merasakan dia sangat berbahaya sekarang'Batin Shutara melihat Shibyan yang tengah entah apa
Blaar
Serangan Shibyan meningkat 13 kali lipat dari yang sebelumnya, bahkan anak panahnya juga bukan anak panah tapi pedang
"Baru kali ini, aku melihat pemanah menggunakan pedang untuk memanah"Ucap Shutara melihat pedang yang ditembakan dengan kekuatan penghancur yang hebat, bahkan kawahnya sebesar 20 meter
Blaar Blaar Blaar
Shutara terus menghindari serangan Shibyan yang sangat berbahaya
Dhuar
Serangan Shibyan beradu dengan tembakan Shirou yang dicampur kekuatan pendinginnya
"Sepertinya kau melupakanku"Ucap Shirou datar dengan memasang wajah serius didekat senapannya
Trank Trank
Shibyan menangkis tembakan Shirou dengan pedang yang hendak ditembakannya
"Tembakanmu lambat sekali nona"Balas Shibyan datar
Blar Blar Blar
Shibyan menghujani Shirou dan Shutara dengan hujan pedang
Retsu Vs Apolero
Dhuar Dhuar Dhuar Blar
Retsu menghindari semua hujaman tanah yang dituju padanya
Sreet
Retsu menebas batu yang melayang padanya dengan pedang darah
"Kemampuanmu hebat juga..tapi"Ucap Apolero menggantung
Trank
Retsu menahan serangan palu besar dari Apolero dengan pedang darah berlapisi haki
"Kekuatan penghancur yang sangat luar biasa Apolero-san, tapi.."Ucap Retsu kagum
Sreet Srash
Retsu menebas dada Apolero walaupun tidak terlalu dalam
"Kulitmu keras juga"Ucap Retsu melihat tubuh Apolero tidak terbelah dua
"Kulitku ini lebih kuat dari baja"Balas Apolero
Trank Blar
Retsu menahan serangan palu besar dari Apolero, tapi karena kekuatannya yang terlalu besar Retsu terjerembab kedalam tanah
Dhuar
Apolero menghantam Retsu dengan lebih kuat lagi sampai mengguncang tanah
Tap Tap Tap
Retsu melompat dari lubang itu dengan kepala yang berdarah, dan tubuh yang luka-luka
"Sudah lama sekali, aku tidak merasakan kesenangan seperti ini"Ucap Retsu menjilat darah yang dipipinya
"Sepertinya kau menikmati pertarungan ini"Ucap Apolero melihat gelagat Retsu
"Yeah, tapi bukankah kau juga sama"Balas Retsu menyeringai
"Begitulah"Ucap Apolero
Dhuar
Apolero memulai serangan dengan menghantamkan palunya ketanah dengan kuat untuk menghancurkan keseimbangan Retsu, tapi Retsu sama sekali tidak terpengaruh dan berlari kearah Apolero
Trank Sreet Dhuar
Menyerang muka Apolero, tapi seakan sudah menduganya Apolero menghadangnya dengan palu yang muncul lagi ditangannya, dan menghantamkannya ketanah
"Sebenarnya berapa banyak kau memiliki palu itu"Tanya Retsu melihat dua palu ditangan kiri dan kanan Apolero
"Entahlah, kenapa kau tidak cari tahu sendiri saja"Jawab Apolero menyeringai
Sreet Drrkk
Retsu menyerang dari jarak jauh pada Apolero, serangan Retsu ditahan oleh dua palu oleh Apolero, tapi walaupun sudah ditahan Apolero terseret 14 meter dari tempat berdirinya tadi
"Brengsek, kekuatan ini, apa kau meremehkanku tidak menggunakannya dari tadi"Ucap Apolero kesal merasa diremehkan
"Entahlah, kenapa kau tidak cari tahu saja sendiri"Balas Retsu menyeringai
8 anggota Vs Dusgait
Dusgait tengah memandang mereka semua dari langit dengan rendah
"Kalian semua mundurlah, aku yang akan menghadapinya"Ucap Kensei
"Haa, memangnya kau siapa memerintah kami"Balas Serin tidak terima
"Berisik, cepatlah mundur, aku akan menghajar anak kecil ini sampai tidak bisa berdiri lagi"Ucap Kensei
"Memangnya aku pedu-"Balas Serin terpotong oleh Shunsui yang menepuk pundaknya
"Biarkan saja Serin-chan, nanti juga dia akan meminta tolong"Ucap Shunsui
"Baiklah"Balas Serin lemas, mereka semua kecuali Kensei mundur untuk menghadapi Dusgait
"Apa kau yakin, mau melawanku sendirian"Tanya Dusgait dengan senyum meremehkan
"Begitulah"Jawab Kensei menyiapkan tinjunya
Blar
Kensei memukul tanah untuk memicu asap
"Tidak ada gunanya melakukan itu"Ucap Dusgait mengendalikan pedangnya
"Begitukah"Tanya Kensei yang berada dibelakang Dusgait dengan tinju yang terlapisi sesuatu
"Bukankah sudah kubilang tidak ada gunanya"Jawab Dusgait
Trank
Dusgait menebas perut Kensei, tapi Kensei melapisi perutnya dengan bushoshoku no haki, sehingga tidak terluka terlalu parah
"Senjatamu itu tajam juga ya"Ucap Kensei melihat perutnya yang tergores
"Hmm, pertahanan yang menarik, tapi apa kau bisa menahan ini.."Ucap Dusgait menarik pedangnya, dan "Bentuk kedua pedang roh : Guardian"Lanjut Dusgait merubah pedangnya menjadi banteng besar, yang terbuat dari akar
Dhuak
Banteng itu langsung mementalkan Kensei hanya dengan sekali sundulan
"Hmm, membosankan sekali, padahal aku baru memulai serangannya"Ucap Dusgait mengembalikan bentuk pedangnya seperti semula
"Cough..cough…cough ada apa dengan serangan banteng itu kuat sekali, jika saja aku tidak melindungi perutku dengan bushoshoku no haki, mungkin aku sudah mati tadi"Ucap Kensei memuntahkan darah dengan muka yang pucat
"Masih hidup ya, mengesankan sekali ya"Ucap Dusgait yang berada dilangit dengan meremehkan
"Kau dikalahkan dengan memalukan Kensei-san"Ucap Shunsui yang berada dibelakangnya
"Berisik, ada yang aneh dengan pedangnya itu"Balas Kensei kesal
"Tidak usah kesal begitu, kau cukup istirahat dan kami yang akan mengurus sisanya"Ucap Shunsui
"Cih"Kensei mendecih kesal, karena dia tidak bisa membalas ucapan Shunsui, karena dia sendiri sudah sulit untuk bergerak
"Jadi kau setuju ya"Ucap Shunsui menyiapkan kedua pedangnya dikiri pedang Kurashha, dan dikanan pedang Schatten
"apa kalian sudah selesai berdiskusinya"Tanya Dusgait bosan
"Baru saja selesai"Jawab Shunsui
"Begitu, kalau begitu, aku tidak akan ragu"Ucap Dusgait hendak mengubah pedang rohnya lagi "Bentuk ke-6 pedang roh: Increase"Lanjut Dusgait merubah pedangnya menjadi jarum yang berjumlah ratusan
Dhuar Dhuar Dhuar Dhuar Dhuar Dhuar Dhuar Dhuar Dhuar Dhuar Dhuar Dhuar Dhuar Dhuar Dhuar Dhuar Dhuar Dhuar Dhuar Dhuar
Dusgait mengendalikan jarum itu, dan melemparkannya kearah Shunsui dan yang lain, tidak ingin tertusuk jarum, mereka semua berlari menghindarinya
"Senjatanya sangat merepotkan"Ucap Rojurou berlari
"Begitulah"Balas Toshirou dengan berlari
Dhuar
Shirou menembakan peluru pada Dusgait tapi dihadang oleh jarum-jarum Dusgait
"Kemampuan menembakmu memang hebat, tapi masih terlalu lemah"Ucap Dusgait mengerahkan jarum miliknya pada Shirou dengan cepat
Trank Trank Trank Trank Trank Trank Trank Trank Trank Trank
Shirou yang melihat jarum-jarum itu mengarah padanya menutup matanya, tapi ia mendengar suara benturan saat ia menutup matanya
"Apa yang kau lakukan menutup mata pada saat pertempuran apa kau ingin mati"Tanya Serin yang menghalau serangan, walau tangan kirinya terkena, dan tidak bisa digerakan
"Tidak ada waktu untuk berbicara loh"Ucap Dusgait kembali mengarahkan jarum-jarumnya pada Shunsui dan yang lain
Di tempat Menma dan Medaka
Menma dan Medaka menonton pertarungan mereka dari jauh
"Apa kau yakin, tidak akan membantu mereka"Tanya Meruien yang melangkah pada Menma
"Kau sendiri, kenapa tidak membantu temanmu itu"Tanya balik Menma
"Karena kau tidak maju"Jawab Meruien
"Kalau begitu, aku juga sama"Ucap Menma
"Apa tujuanmu datang kesini, apa untuk senjata itu, atau hal lain"Tanya Meruien
"Aku datang kesini Cuma untuk mencari Poneglyph, batu yang menceritakan sejarah"Jawab Menma bersandar pada rerumputan
"Lalu kau sendiri, bagaimana kau bisa tahu mengenai Medaka-chan, dan kerajaan Uchiha yang telah punah 900 tahun yang lalu, pada abad kekosongan"Tanya Menma
"Aku mengerti, rupanya waktu telah banyak berjalan, jadi Medaka yang ada dihadapanku sekarang ini adalah reinkarnasinya, lalu kenapa kau tidak memperlihatkan wujud aslimu"Jawab Meruien tersenyum simpul melihat Medaka yang tidak peduli
"Hebat sekali, kau bisa mengetahuinya"Balas Menma merubah warna matanya menjadi Surai madu, dan rambutnya menjadi Orange
"Memangnya siapa yang tidak akan menyadari, jika kau menggunakan banyak energy pada perubahanmu"Ucap Meruien melihat penampilan Menma dan kembali tersenyum misterius
"Jika aku tidak melakukannya, perubahan ini hanya akan bertahan 1 minggu, jadi aku gunakan saja banyak energy, walaupun cukup merepotkan juga"Balas Menma
"aku ingin bernegosiasi denganmu"Ucap Meruien tersenyum misterius
"Memangnya apa yang bisa kau tawarkan untukku"Balas Menma juga ikut tersenyum tertarik
"Akan kuberitahu, kekuatan 4 senjata suci itu, sebagai gantinya, beritahu aku semua informasi yang kau tahu"Ucap Meruien
"Tambahkan informasi yang kuinginkan bagaimana"Balas Menma
"Setuju"Ucap Meruien berjabat tangan dengan Menma
Shutara Vs Shibyan
Shutara dan Shibyan kini tengah bertarung dengan sengit
Dhuar
Shutara menghindari serangan pedang yang seperti panah
Dhuar Blar
dan menyerang Shibyan dengan tangan besi bercampur listrik
Bruk
Shibyan ambruk dan mulai berdiri lagi
"Tangan yang sangat menyebalkan"Ucap Shibyan dengan tubuh gosong, dan melihat Shutara menciptkan tangan besi bercampur api
"Begitukah"Balas Shutara menyeringai
"Senyummu juga menakutkan"Ucap Shibyan
"Jangan banyak oceh, dan lanjutkan pertarungannya"Balas Shutara tajam
Swuush
Shutara menghilang dari tempatnya tadi
Dhuar
Shibyan menahan serangan tangan Shutara yang bermuatan api dengan susah payah
Blaar
Shibyan terdorong kebawah
Brak
Shutara menambahkan kekuatannya dan mementalkan Shibyan dengan mudah
"Dimana kekuatanmu yang tadi, padahal kupikir kau ini sangat kuat, sampai aku harus serius seperti ini"Ucap Shutara melihat Shibyan yang terlempar jauh
"Apa yang terjadi Cough.. tiba-tiba saja dia menjadi sangat kuat"Tanya Shibyan memuntahkan darah
"Ini hanya membuang waktuku saja, berbahagialah, karena kau akan melihat teknik pedangku"Ucap Shutara memunculkan sepuluh tangan kerangka, dan membuat 10 pedang dari 10 tangan kerangka itu, dan membuat sepuluh tangan untuk memegang pedang itu "Jyuutoryuu: Hitotsu Zangeki"Ucap Shutara datar
Sring
Shutara meminkan 10 pedang yang ada ditangan buatannya menjadi satu serangan
Crash
Shibyan mengeluarkan darah yang sangat banyak dari perut, tangan, punggung, kaki, dan leher
Bruk
Shibyan ambruk dengan tidak sadarkan diri
"Apa aku terlalu berlebihan melakukannya"Ucap Shutara melihat Shibyan yang sekarat "Tapi kenapa mereka semua lama sekali menyelesaikan pertarungannya, terutama Senchou dan Medaka-san, mereka sama sekali tidak bertarung, dan diam saja, dengan musuh"Lanjut Shutara merasakan dengan Kenbonshoku no haki mengenai keadaan
Retsu Vs Apolero
Dhuar
Apolero menyerang Retsu dengan palunya secara vertical
Sring Trank
Apolero menangkis serangan Retsu dengan palunya
"kau lawan yang hebat"Ucap Apolero menyiapkan serangan selanjutnya
"kau juga"Balas Retsu tersenyum
Crushing Earth
Apolero menghantamkan keempat palunya ketanah dan
Brak Blaar
Tanahnya berguncang keras, batu-batu yang ada dibawah terbang keatas membentuk batu raksasa yang melayang
"Sebenarnya aku tidak terlalu ingin menggunakan teknik tapi tak apalah"Ucap Apolero mulai menari kedepan
"Sedang apa kau ini? Menari"Tanya Retsu kebingungan melihat Apolero yang sedang menari, tapi batu-batunya malah lebih cepat berkumpul "Batu-batunya semakin cepat, apa yang terjadi"ucap Retsu melihat batu-batu yang melayang keudara dengan cepat
Insheki
Apolero menyelesaikan tariannya dan menggerakan batu besar yang dia buat kebawah
"Ara ini masalah"Ucap Retsu melihat batu yang dibuat Apolero meluncur kebawah "Tapi menarik juga"Lanjutnya menyeringai
Srinng Dhuar Pyars
Retsu membelah batu itu menjadi 2, tapi terjadi ledakan yang membuat batunya melayang kemana-mana, dan pedang darah yang berada ditangan Retsu hancur setelah menghancurkan batu itu
Shunsui Dkk Vs Dusgait
Dhuar
Batu-batu yang ditebas Retsu menuju Dusgait, Shunsui dan dkk
"Batu-batu darimana ini"Ucap Dusgait menghindari batu-batu yang datang padanya
Counter
Jushirou membalikan batu yang melayang padanya dengan mudah
"Nice Jushirou"Ucap Shunsui mengacungkan jempol
"Didepanmu Shunsui"Teriak Jushirou melihat batu yang datang pada Shunsui
Sring
Serin membelah dua batu itu
"Jangan mengalihkan perhatianmu, jika kau tidak ingin berakhir seperti waktu itu"Ucap Serin tidak memandang Shunsui
"Terima kasih Serin-chan"Balas Shunsui tersenyum
Dhuar Dhuar Dhuar
Batu-batu tersebut terus berjatuhan
Shutara Place
Srin Dhuar
Shutara membelah dua batu yang terbang padanya, lalu batu tersebut menghantam tanah dan meledak
"Si Retsu itu terlalu berlebihan melakukannya"Ucap Shutara kesal, melihat banyak batu yang menuju padanya
Menma, Medaka, dan Meruien Place
Medaka, Menma dan Meruien terlihat cuek dengan batu yang datang pada mereka
Tiinng
Meruien membungkus batu yang datang padanya dengan cahaya dan menjatuhkannya
"Kemampuanmu hebat juga ya"Ucap Menma melihat Meruien yang menghentikan batu tanpa menyentuhnya
"Tidak juga, tapi sekarang negosiasi kita sudah terpenuhi, dan tujuanku sudah tercapai, tidak perlu saling bertarung lagi bukan"Balas Meruien tersenyum simpul
"Kau benar, jadi apa mereka mau mendengarkan ucapanmu"Tanya Menma
"Yeah, mereka pasti akan mendengarkannya, karena aku punya kartu as, jika mereka menolak"Jawab Meruein melangkah pergi meninggalkan Menma dan Medaka
"Menma apa kau percaya, dengan ucapannya tadi"Tanya Medaka
"Memangnya kenapa, tidak ada ruginya percaya padanya bukan"Jawab Menma tersenyum
"Ya ampun, bisakah kau mendengarkan nasihat orang lain"Ucap Medaka
"Seharusnya itu dirimu Medaka-chan"Balas Menma tersenyum
"Diamlah, aku benci dinasehati lebih dari apapun"Ucap Medaka datar
"Jadi kau membenciku"Tanya Menma
"Begitulah, saat kau menasehatiku tentunya"Jawab Medaka jutek
Retsu Vs Apolero
Retsu dan Apolero tengah diam berhadapan dengan memberi tatapan yang tajam
"Berani juga, kau menyerang dengan cara itu"Ucap Retsu kesal
"Kenapa, apa kau kesal"Tanya Apolero meledek
"Tidak juga"Jawab Retsu menutup matanya "Karena serangan tadi, aku jadi sangat ingin memotong-motong tubuhmu"Lanjut Retsu membuka matanya dan membuat pedang darah yang baru
"Pedang yang sama tidak akan bisa memotongku"Ucap Apolero melihat pedang darah Retsu
"Begitu, bagaimana jika kita buktikan saja"Balas Retsu melapisi pedang darahnya dengan haki
Swuush
Retsu menghilang dari tempatnya
"Gerakan yang sama"Ucap Apolero melihat gerakan Retsu yang berlari dengan cepat
Trank Brak
Apolero menahan serangan Retsu dari belakang dengan pedangnya, Apolero terdorong karena kekuatan Retsu yang meningkat 'kekuatan serangannya meningkat, apa yang terjadi'Batin Apolero terdorong kebelakang
Tuing Blar
Apolero terlempar kebelakang dan menabrak tanah dengan keras
"Ada apa, bukankah seranganku tidak akan mempan melawanmu"Tanya Retsu tersenyum
"Kutarik kembali kata-kataku"Jawab Apolero menyeringai
Trank
Retsu dan Apolero berbenturan
Dhuar
Retsu menahan serangan Apolero dengan dinding darah
Srash
Perut Apolero teriris oleh pedang Retsu
Dhuak Blar
Apolero menendang Retsu dengan keras
"Ara rupanya kau juga bisa menghiburku"Ucap Retsu dengan kepala berdarah, dan senyuman yang menempel diwajahnya
"Wanita yang menakutkan"Balas Apolero melihat Retsu yang masih bisa tersenyum, walau sudah menghantam tanah, yang bisa membuat manusia tidak normal pingsan, dan manusia normal mati seketika
"Sepertinya aku terlalu menikmati pertarungan ini, sampai aku tidak menyadari staminaku sudah banyak terkuras"Ucap Retsu "Jadi akan kuakhiri"Lanjut Retsu membuat satu lagi pedang dan melapisinya dengan haki
Nitoryuu: Shinkan Ketsuki
Swushh Sring
Retsu menghilang dan muncul didepan Apolero yang bersiap dengan kedua palunya untuk menahan serangannya, lalu Retsu menebaskan pedang ditangan kanannya, dan menyerang dengan pedang yang ada ditangan kiri pada tempat yang sama, tapi tidak ada efek apapun dari serangannya
"Ada apa, teknikmu tadi sangat lemah sekali"Ucap Apolero menyeringai
"Kau sudah kalah"Balas Retsu melangkah menjauh
"Heh, apa yang kau kata-"Ucap Apolero terputus melihat lengannya, dan seluruh anggota tubuhnya mengeluarkan darah walaupun tidak ada luka "apa yang kau lakukan pada tubuhku Wanita sialan"Tanya Apolero melihat tubuhnya yang terus mengeluarkan darah
"Bukankah sudah jelas aku menyerangmu"Jawab Retsu tidak berpaling
"Tapi kenapa tidak sakit, malah tidak terasa apapun"Tanya Apolero
"Tentu saja tidak sakit, karena aku menyerangmu dengan penyembuhan"Jawab Retsu
"Apa maksudmu"Ucap Apolero tidak mengerti
"Kemampuanku adalah mengendalikan dan menciptakan darah, jadi aku mengendalikan darah yang ada ditubuhmu dan terus membuatnya beregenerasi sampai membuat tubuhmu tidak sanggup menahannya, yang terjadi selanjutnya kau hanya mati, tapi karena kau raksasa yang belum pernah kuketahui jadi ada kemungkinan kau masih hidup karena seranganku tadi karena aku tidak mengetahui berapa besar dosismu, walaupun jika bertemu lagi kau akan kubunuh"Balas Retsu menyeringai
Shunsui Dkk Vs Dusgait
Kedua kubu terlihat kelelahan, walaupun dikubu Shunsui, Hinagiku, Rojurou, Toshirou, Shirou, Yoruichi, dan kisuke sudah pingsan akibat kelelahan, yang masih berdiri adalah Shunsui, Jushirou, Serin, dan Kensei yang ikut membantu
"sialan, bahkan kita belum menggoresnya sedikitpun"Ucap Kensei kesal
"Pedangnya itu sangat merepotkan, harus disingkirkan terlebih dahulu"Ucap Serin dengan luka-luka ditubuhnya
"Kau benar, kalau begitu kita hancurkan dulu pedangnya"Ucap Shunsui setuju
"Kalian menyedihkan sekali, bahkan kalian tidak menggoresku sedikitpun"Ucap Dusgait yang masih melayang diudara dengan pandangan meremehkan
Trank
Dusgait menahan pukulan Kensei dengan pedangnya
Drrrk
Pedang Dusgait bergetar
Dhuak Brak
Pedang Dusgait menghantam perut Kensei dan melemparkannya ketanah
"Pintar juga, menghancurkan pedangku dengan gelombang"Ucap Dusgait mencengkram pedangnya"Kalau begitu aku akan seius juga"Lanjut Dusgait merubah dirinya menjadi pak tua berjenggot yang kekar, Shunsui Dkk terkejut melihatnya
Tuk
Dusgait mendarat ditanah
"Oya-oya apa kalian terkejut melihat wujudku yang lain"Tanya Dusgait yang melangkah dengan mencengkram kuat pedangnya
"SIAPA KAU"Teriak Shunsui Dkk melihat penampilan Dusgait
"Oy-oy bercanda juga ada batasnya, baru tadi aku berubah dan kalian sudah lupa aku"Ucap Dusgait tidak percaya
"Siapa dia Shun-kun"Tanya Serin terkejut
"Aku tidak tahu Serin-chan, padahal tadi kita sedang menghadapi bocah itu, kemana dia tidak mungkin dia berubah menjadi Pak tua bau tanah itu"Jawab Shunsui tidak percaya
"Kau benar, bocah tidak mungkin bisa langsung menjadi orang tua"Ucap Jushirou sama-sama tidak percaya, Shunsui Dkk mengangguk setuju
"KALIAN MENYEBALKAN SEKALI"Teriak Dusgait kesal
Swush
Dusgait tiba-tiba muncul disamping Shunsui dengan pedang yang dihunuskan
Trank Blaar
Shunsui menahan serangan Dusgait, tapi karena terlalu kuat Shunsui terbang dan menghantam tanah dengan kuat
"Aree, kau lemah sekali"Ucap Dusgait pura-pura terkejut
"Beraninya kau"Ucap Serin marah
"Ada apa, apa kau juga mau merasakannya"Tanya Dusgait tidak suka
Tap tap tap
Menma dan Medaka berjalan kearah mereka
"Kenapa kalian tidak serius melawan Dusgait, padahal kalian itu punya kekuatan hebat"Tanya Menma yang datang bersama Medaka
"Ada apa denganmu, kenapa kau tidak menolong Shun-kun tadi"Tanya Serin marah kesal bercampur menjadi Satu
"Jika aku melakukannya, dia akan mengira aku tidak mempercayainya"Jawab Menma
"Jangan mencari-cari alasan"Ucap Serin berlinang air mata "Jika Shun-kun mati gara-gara tadi, akan kubunuh kau, aku tidak peduli kau O'noshi atau bukan"Lanjut Serin menatapnya tajam
"Moshi-moshi apa reuni kalian sudah selesai"Tanya Dusgait yang tidak bisa membaca situasi"dan juga siapa kau, kenapa aku merasa kenal padamu"Lanjut Dusgait melihat rambut Menma yang orange sampai kaki
"Tentang Shunsui tenang saja, dia baik-baik saja, Meruien sudah menyembuhkannya"Ucap Menma mengacuhkan perkataan Dusgait dan menunjuk kearah Shunsui yang lukanya sudah hilang semua
"Meruien kenapa kau menyembuhkan manusia itu"Tanya Dusgait tajam
"Aku rasa akan kuberitahu"Ucap Meruien mendekat pada Dusgait dan membisikan sesuatu
"Kau bohong bukan"Tanya Dusgait tidak percaya melihat Menma
"Yeah, itu memang kenyataannya"Jawab Meruien biasa
"Tapi dia sudah mati saat menghadapi raja iblis, tidak mungkin dia masih hidup, lagipula aku melihat waktu itu dia meledak bukan"Ucap Dusgait tidak percaya
"Terserah kau saja, mau percaya atau tidak"Balas Meruien tidak peduli
"Senchou mereka sedang memperdebatkan apasih"Tanya Serin melihat Dusgait dan Meruien sedang berdebat
"Entahlah, aku juga tidak tahu"Jawab Menma poker face "Meruein apa kau sudah menyembuhkan mereka semua"Tanya Menma
"Tentu sudah yang mulia"Jawab Meruien tersenyum simpul
"Yang mulia, siapa yang kau maksud"Ucap Menma bingung
"Nanti kau akan tahu sendiri"Balas Meruien
"kalau begitu, apa kalian baik-baik saja"Tanya Menma pada mereka semua
"Entah bagaimana, tubuhku baik-baik saja"Jawab Kensei mencengkram erat tangannya
"Kami juga baik-baik saja"Ucap yang lain
"Hebat sekali kemampuanmu menyembuhkan, hampir setara dengan Retsu"Ucap Menma melihat yang lain baik-baik saja
"Memang kemampuanku hebat"Balas Meruein menyombongkan diri 'baru saja dipuji langsung menyombong diri'Batin Menma memegang kepalanya
"Tapi aku tidak bisa menyembuhkan laki-laki berambut perak itu"Lanjut Meruien
"Apa maksudmu? Apa lukanya terlalu para sampai tidak bisa disembuhkan"Tanya Shunsui
"Tidak, sepertinya ini penyakit saat dia masih kecil, dan bagaimanapun juga, dia bisa berpura-pura baik-baik saja itu sangat mengesankan"Jawab Meruien
"Apa ada kemungkinan dia bisa sembuh"Tanya Shunsui
"Kemungkinannya sekitar 20 persen untuk bisa sembuh itupun jika dia mempunyai keajaiban itu, dan juga umurnya mungkin hanya sekitar 8-10 tahun lagi"Jawab Meruien
"Aku sudah tahu itu"Ucap Menma yang membuat mereka semua terkejut kecuali Medaka yang juga sudah tahu
Grap
Shunsui mencengkram kerah baju Menma
"Kalau begitu, kenapa tidak memberitahu kami"Tanya Shunsui tajam
"Memberitahumu?, kupikir kau sudah diberitahu olehnya, apa kau tidak menganggap Shunsui sebagai teman Jushirou sampai tidak memberitahukannya"Jawab Menma bertanya pada Jushirou
"Karena itulah, aku memilih merahasiakannya, jika aku memberitahunya dia pasti akan mencari bantuan kemana-mana bukan, dan pada akhirnya akan menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa menyelamatkanku"Jawab Jushirou menundukan kepalanya, Shunsui yang mendengarnya melepaskan cengkraman pada kerah Menma, dan berjalan kearah Jushirou
Dhuak
Shunsui memukul perut Jushirou
"Dasar bodoh, karena itulah gunanya teman"Ucap Shunsui memukul perut Jushirou
Tap tap tap
Shutara dan Retsu melangkah kearah Menma dkk, dan Meruien dkk
"Araa ada masalah apa ini"Tanya Retsu tertarik
"Diamlah kau wanita sadis"Ucap Shunsui "Kau juga pasti sudah mengetahui keadaan Jushirou bukan"Lanjut Shunsui
"Jadi dia sudah memberitahukannya"Tanya balik Retsu, yang membuat Shunsui menggeram kesal
"Sialan, jadi kalian berdua sudah tahu, sedangkan aku tidak tahu apa-apa"Ucap Shunsui menggeram kesal
"Tenanglah Shunsui"Ucap Menma menghibur
"Bagaimana aku bisa tenang dalam keadaan seperti ini"Balas Shunsui kesal
"Dengarkan du-"Ucapan Menma dipotong Shunsui
"Bagaimana bisa aku tenang dalam keadaan sahabatku sedang dalam keadaan sekarang hahhh"Ucap Shunsui marah + Kesal, mencengkram erat kerah Menma
"Dengarkan dulu ucapanku, apa kau tidak bisa melakukannya"Ucap Menma
"sebaiknya kau mengatakan hal yang bagus, kalau tidak kau akan menyesalinya"Balas Shunsui tajam
"Aku bisa menyembuhkannya, jadi tenanglah…"Ucap Menma menggantung
Dhuak
Menma memukul kepala Shunsui
"..Bodoh"Lanjut Menma tersenyum
"Apa kau bisa menyembuhkannya"Ucap Shunsui senang
"Itu mustahil, penyakit ini adalah penyakit langka yang tidak bisa disembuhkan bagaimanapun juga, bahkan tidak oleh kemampuan Retsu-san"Ucap Jushirou menyangkal
"Senchou, apa yang dikatakan Jushirou-san memang benar, penyakitnya sangat mustahil ditangani, lagipula untuk bisa bertahan selama ini merupakan keajaiban"Ucap Retsu menambahkan
"Aku itu tidak percaya keajaiban, tapi apa kalian tahu cara membuat manusia"Balas Menma tidak peduli, Shunsui dkk kecuali Medaka yang tahu maksudnya, merona mendengar perkataan menma tadi "Ada apa dengan kalian, muka kalian memerah begitu"Tanya Menma heran
"T-tentu saja, karena kau mengatakan hal yang sangat vulgar sekali"Jawab Shunsui merona
"Sepertinya kalian salah paham, maksud Menma membuat manusia disini, adalah membuat manusia di laboratorium bukan apa yang ada dibayangan kalian"Ucap Medaka membuat mereka semua malu-malu sendiri kecuali Shutara dan Retsu
"Membuat manusia di laboratorium apa maksudmu"Tanya Retsu tertarik
"Yeah, mesin bisa dibuat, begitu juga dengan manusia, jadi Menma akan menghancurkan sel yang terkena penyakit langka itu dan menggantinya dengan yang baru, walaupun memakan waktu yang sangat lama"Jawab Medaka
"Bukankah itu penelitian terlarang"Ucap Kisuke yang dari tadi mendengarkan
"Aku itu bajak laut, jadi aku bebas berbuat apapun, lagipula dengan ini kita bisa menyembuhkan atau lebih tepatnya membedah ulang Jushirou"Balas Menma, Jushirou merinding mendengar perkataan Membedah dari Menma
"Jadi apa kalian berniat bertarung lagi"Tanya Serin
"Tidak, setelah aku tadi diberitahu oleh Meruien"Jawab Dusgait menggeleng
"Sebenarnya apa kartu as-mu itu, hebat sekali sampai dia tidak mau bertarung lagi"Tanya Menma kagum
"Hanya memberitahukan rahasia, dan Menma-dono, jika kau memang menginginkan harta, itu bukanlah harta hanya sebuah ilusi, harta yang sebenarnya tersembunyi ditempat ini"Jawab Meruien memperlihatkan peta bangunan piramida yang Menma dkk masuki
"Kau pikir kami akan percaya begitu saja"Ucap Yoruichi menatap Meruien tajam
"Kalian mau percaya atau tidak, itu hak kalian, tapi kalian tidak akan bisa menemukan hartanya jika tidak mengikuti peta ini"Balas Meruien tersenyum simpul
"Cih"Yoruichi mendecih kesal
"Baiklah, aku akan ikuti saranmu"Ucap Menma tersenyum
"Senchou apa kau sama sekali tidak curiga pada wanita ini, bisa saja dia berbohong dan menjebak kita"Ucap Kisuke
"Karena itulah, jika dia berbohong dan menjebak kita, aku rasa aku akan melihat sesuatu yang menarik"Balas Menma tersenyum semangat
Puk
Shunsui Dkk, kecuali Medaka, menepuk jidat mereka mendengar alasan Menma
"Jika dia sudah memutuskannya, aku rasa sangat sulit membuatnya tidak melakukannya"Ucap Shunsui depresi
"Kau benar"Jushirou setuju dengan ucapan Shunsui yang sangat pas itu
"Meruien, boleh aku minta pedang itu"Tanya Menma menunjuk pedang yang menancap ketanah
"Boleh saja, tapi untuk apa"Jawab Meruein bertanya balik
"Untuk jaga-jaga saja"Jawab Menma melangkah kearah pedang itu dan mencabutnya 'pedang ini berat sekali, mungkin sekitar 8 ton atau lebih'Batin Menma melihat-lihat pedangnya lalu menyimpannya dalam fuinjutsu karena terlalu berat untuk dibawa
"Kenapa kau menyimpannya dalam fuinjutsu-mu"Tanya Medaka bingung
"Pedangnya terlalu berat untuk disimpan dipinggangku, jadi kusimpan saja dalam fuinjutsu"Jawab Menma melangkah pergi tapi terhenti "Meruien apa kedua rekanmu itu baik-baik saja"Tanya Menma tidak berbalik
"Tidak usah khawatir, walaupun 2 wanita sadis nan kejam yang merupakan krumu melukai mereka sangat parah, mereka masih bisa kuobati"Jawab Meruien
"Begitu, kalau begitu sampai jumpa"Ucap Menma pergi bersama Shunsui Dkk keluar
Ditempat mereka semua berkumpul tadi
Menma dan Shunsui Dkk sampai dengan selamat, dengan pintu yang tertutup dan kembali seperti semula
"Sepertinya pintu itu kembali seperti semula"Ucap Kisuke
"Begitulah, tapi aku sulit percaya sihir itu ada, walaupun sekarang orang yang bisa menggunakannya sudah tidak ada"Ucap Yoruichi senang
"Jangan senang dulu, tujuan kita kesini belum tercapai, jadi focus dulu"Ucap Menma membuka peta yang diberikan Meruien padanya
"Apa itu petanya"Tanya Shirou
"Benar sekali, sekarang ayo kita menuju ruang hartanya"Jawab Menma pergi diiukuti Shunsui Dkk
Markas angkatan laut
Diruang pertemuan
Ada Otsuru, Sengoku, Garp, Kong, dan Chujo laiinya berkumpul dengan 4 anggota bajak laut Shicibukai
"Ghihihi, jadi ini Uchiha terakhir itu, dia cantik sekali, menyamai Kaizoku Jotei Boa Hancock"Ucap Doflamingo melihat poster buronan Medaka
"Jangan terpikat dengan penampilan luarnya Doflamingo, dia itu monster"Ucap Jimbei
"Jangan terlalu takut begitu Jimbei, bagaimanapun juga dia tetaplah wanita yang memiliki kelemahan"Balas Doflamingo
"Kita kesini bukan untuk membahas hal tidak penting yang sedang kau bicarakan itu Doflamingo"Ucap Mihawk datar
"Dingin sekali kau ini"Balas Doflamingo yang masih bisa tersenyum
"Jadi untuk apa kalian memanggil kami semua kemari"Tanya Kuma
"Jadi Boa Hancock tidak datang lagi, dasar wanita keras kepala"Ucap Otsuru kesal
"Jangan dipikirkan, bagaimanapun juga wanita itu tidak menyukai pertemuan seperti ini"Ucap Sengoku
"Kalian kami panggil kesini, untuk memilih kandidat Shicibukai yang tersisa"Ucap Kong membagikan 5 poster yaitu Menma, Kensei, Shutara, Retsu, dan Medaka
"Kong-genshui, tidak usah memasukan Kurosaki D Menma dan Muguruma Kensei dalam kandidat"Ucap Chujo Tjosuti
"Kenapa"Tanya Kong
"Kemampuan bertarung Muguruma Kensei tidak terlalu kuat, aku bisa mengimbanginya waktu itu"Jawab Tjosuti
"Lalu kenapa aku tidak perlu memasukan Kurosaki D Menma dalam kandidat"Tanya Kong
"Aku tidak terlalu tahu tentangnya, tapi dilihat dari manapun dia pasti lebih lemah dari Muguruma Kensei"Jawab Tjosuti 'Akaiyasha kau sangat hebat sekali dalam menyembunyikan identitasmu'Batin Doflamingo dengan menyeringai
"Ada apa Doflamingo apa ada yang menarik untukmu"Tanya Sengoku
"Yeah, kenapa kita tidak memilih Kurosaki D Menma untuk kandidat Shicibukai selanjutnya"Jawab Doflamingo dengan menyeringai
"Kenapa, harus memilih dia"Tanya Sengoku
"Dia bisa mempunyai kru hebat semacam ini, jadi bisa dikatakan dia yang paling kuat dari semua krunya"Jawab Doflamingo
"Alasanmu sama sekali tidak mempunyai bukti Doflamingo"Ucap Mihawk datar
"Lalu apa kau mempunyai kandidat, Taka No Me"Tanya Doflamingo menghentikan seringaiannya
"Aku mengkandidatkan Unohana Retsu, jika kalian Tanya alasannya kemampuan wanita itu sangat merepotkan daripada pengguna buah iblis yang lain"Jawab Mihawk
"Jarang sekali, melihatmu berkomentar seperti itu, apakah sebegitu hebatnya kah Unohana Retsu ini"Ucap Kong
"Kemampuan bertarungnya mungkin berada dibawahku, tapi jika kemampuan buah iblisnya, itu sangat merepotkan karena dia bisa menguras darah orang lain, jika dia bisa menyentuh tubuh musuhnya"Balas Mihawk, Chujo yang lain terkejut mendengarnya kecuali Kong, dan Sengoku yang menyeringai
"Lalu, apa ada orang yang memiliki kandidat lain"Tanya Kong
"Aku setuju dengan Taka no Me"Jawab Kuma
"Aku setuju dengan Doflamingo"Jawab Jimbei
"Aku mengerti jika memilih Retsu, tapi apa alasanmu memilih Kurosaki D Menma"Tanya Sengoku
"Seperti yang Doflamingo katakan Kurosaki D Menma adalah yang paling kuat dari semua krunya, itu terbukti saat aku bertarung dengannya 5 tahun yang lalu, walaupun wanita Uchiha ini selalu bersamanya, aku belum pernah melihat kemampuannya jadi aku tidak mau mengambil resiko"Jawab Jimbei
"Lalu bagaimana hasil pertarunganmu itu Jimbei"Tanya Doflamingo menyeringai
"Dia mengalahkanku, tanpa menggunakan haki miliknya, dan juga aku tidak ingin wanita yang bernama Unohana Retsu itu bergabung disini"Jawab Jimbei mengemukakan pendapatnya
"Alasannya"Tanya Kong
"Unohana Retsu adalah seorang pembunuh berdarah dingin, orang yang akan membunuh orang yang membuatnya terganggu atau apapun yang membuatnya tidak nyaman, dan aku pernah mendengar rumor, dia bertarung dengan O'noshi dan hasilnya kalah, walaupun dia kalah dia masih hidup, tapi aku tidak tahu benar atau tidaknya rumor itu"Jawab Jimbei, semua orang dalam ruangan itu terkejut mendengar rumor
"Dia bisa bertahan hidup setelah menghadapi O'noshi, dia pasti monster yang melampaui Akaiyasha Gihihihi"Ucap Doflamingo tertawa
"Aku tidak tahu rumor ini benar, atau tidak, tapi yang jelas orang yang harus dihabisi terlebih dahulu adalah Unohana Retsu, jika dia berkhianat kepada kita itu bisa menjadi masalah untuk kita"Ucap Jimbei menegaskan pendapatnya
"Bagaimana jika kita mengirim undangan menjadi Shicibukai pada Kurosaki D Menma yang merupakan kapten mereka, dengan syarat menyerahkan kepala Unohana Retsu"Ucap Bartolomew Kuma mengutarakan pendapatnya
"Orang bodoh macam apa, yang mau memberikan asset berharga mereka hanya karena alasan konyol"Ucap Mihawk datar
"Yang dikatakan Taka no Me benar, jadi untuk mengantisipasinya, kita undang Akaitsuki no Menma menjadi Shicibukai bersama Unohana Retsu, karena dia kaptennya pasti dia bisa mengontrolnya bukan"Ucap Sengoku, orang-orang dari angkatan laut mengangguk setuju kecuali Garp, dan ke-4 Shicibukai
Menma Dkk Place
Menma Dkk kini tengah berada ditanda X yang ada dipeta, dan hanya ada dinding saja
"Senchou, sudah kubilang wanita itu hanya mempermainkan kita"Ucap Kensei kesal
"Jangan kesal begitu, lagipula dia tidak berbohong"Ucap Menma melihat disela-sela dindingnya ada cairan yang keluar, yang berjumlah sangat sedikit untuk dilihat tidak cermat
"Apa maksudmu, bukankah sudah jelas didepan kita ini cuman ada tembok"Tanya Serin bingung
"Untuk apa orang dulu membangun dinding, selain untuk pembatas"Jawab Menma yang membuat Serin tambah bingung lagi
Srush
Menma membakar dinding itu dengan korek api
"Senchou, tadi kau memakai korek api bukan"Tanya Shirou melihat korek api yang ditangan Menma
"Yeah, memangnya ada apa, dengan itu"Jawab Menma bertanya balik
"Kau bertanya ada apa, bukankah mustahil korek api bisa membakar dinding dengan mudah, apa kau menggunakan kekuatan atau semacam kemampuan"Jawab Shirou bertanya balik dengan tubuh yang dipenuhi keringat
"Aku tidak punya kemampuan ataupun kekuatan yang berhubungan dengan api, satu-satunya orang yang bisa melakukannya disini hanya Medaka-chan"Jawab Menma"Aku membakar dinding ini menggunakan minyak yang mengalir disela-sela dinding yang mongering, minyak itu sensitive terhadap api Shirou"Lanjut Menma
"Fyuhh"Ucap Shirou lega
Brak Brak Brak
Dinding tadi roboh, mereka semua tidak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini, mereka menemukannya
"HARTA KARUN"Teriak mereka semua senang, dan berlari ketumpukan harta itu dengan mata senang
"Mereka semua terlalu santai"Ucap Menma melihat Shunsui Dkk tengah berenang ditumpukan emas
"Bukankah kau juga sama"Ucap Medaka yang didekatnya
"Baik-baik, tapi aku ragu disini tidak ada perangkap apapun"Balas Menma melihat sekitar dan melihat timbangan, matanya langsung berbinar"Medaka-chan ayo main itu"Ucap Menma menunjuk timbangan itu
"Tidak mau"Balas Medaka cemberut
"Kenapa"Tanya Menma mendadak tidak semangat
"Kita tidak boleh bermain-main disini, terlalu berbahaya karena tidak tahu ada jebakan apa"Jawab Medaka
"Huft"Menma cemberut mendengar perkataan Medaka, dan tiba-tiba mendapatkan ide
"Minna ayo kita bermain timbangan itu"Ucap Menma
"Tidak mau"Balas mereka semua
"Ehhh"Menma mendadak malas mendengarnya, lalu mendekat pada timbangan itu dan berdiri disalah satunya
Srung
Timbangan yang diinjak Menma terjatuh kebawah, hal ini diperhatikan mereka semua yang bernafas lega
"Untung saja, aku tidak mengikuti sarannya untuk ikut bermain"Ucap Toshirou bernafas lega
"Kau benar, aku ingin tahu bagaimana nasib Senchou, aku tahu dia tidak akan mati, tapi apa dia akan tersesat"Ucap Hinagiku
"K-kau benar, tapi tidak mungkin dilubang itu ada jalan bukan"Ucap Serin berpikir optimis
"Kau berkata seperti itu, membuatku tambah khawatir saja"Ucap Shunsui
"Jangan khawatirkan itu, dilubang itu tidak ada jalan, lagipula Menma tidak bergerak dari tadi"Ucap Medaka berjalan kearah tumpukan harta
"Darimana kau tahu itu"Tanya Jushirou
"Bukankah sudah jelas Kenbonshoku no Haki"Jawab Medaka menyegel sebagian besar hartanya kedalam lengan kirinya
Di lubang tempat Menma terjatuh
Menma sekarang sedang dalam posisi terbalik dimana kepala dibawah dan kaki diatas, lengannya memegang batu tajam yang menuju kepalanya
"Hampir saja, tertusuk"Ucap Menma melihat kesegala arah, untuk tempat yang kosong
Tap
Menma mendarat ditempat yang kosong tidak ada batu tajam yang mengarah keatas
"Sepertinya aku jatuh terlalu dalam"Ucap Menma melihat keatas, dan juga melihat kesamping tidak ada jalan"Tunggu kenapa tempat ini lumayan terang padahal cahaya yang ada diatas tidak sampai kesini"Ucap Menma melihat-lihat mengecek sumber cahaya
Trank
Menma menancapkan pedangnya ketanah, dan berbenturan dengan sesuatu
"bingo"Ucap Menma menggali tanah itu dan mendapatkan Kristal biru muda yang bersinar terang, dan juga sebuah sarung pedang
"Kristal ini bagus juga, aku simpan saja"Ucap Menma menyegel Kristal itu dalam fuinjutsu"Dan, sepertinya sarung pedang itu adalah sarung pedang dari pedang yang kuminta dari Meruien"Ucap Menma mengambil sarung pedang itu
"Mungkin aku keatas saja sekarang"Ucap Menma melihat keatas
Trap trap trap
Menma melompat kedinding-dinding untuk menuju keatas
Medaka Dkk Place
Semua harta yang ada disana telah lenyap, seperti disapu habis oleh badai
"Kami titip bagian kami padamu Medaka-san"Ucap Shirou mengacungkan jempolnya
"Baik-baik, sekarang tinggal menjemput Menma"Balas Medaka melihat kelubang itu
"Tidak perlu"Ucap Menma yang melompat keluar dari lubang itu
"Cepat juga"Ucap Medaka
"Begitulah, apa semua urusan kita disini sudah selesai"Tanya Menma melihat sekeliling yang tidak ada apa-apa
"Yeah, sekarang tinggal keluar dari sini"Jawab Medaka melangkah pergi tapi ia menginjak sesuatu
Grug
Suara batu yang jatuh dari atas, tepat didepan Menma
"Sepertinya akan terjadi hal yang gawat"Ucap Menma dengan keringat didahinya
"UWAAAAHHHHH"Teriak mereka semua berlari sekuat tenaga menjauhi batu-batu yang jatuh dari langit
Grug
Batu-batu terus berjatuhan
"Medaka-chan, kenapa kau menginjaknya"Tanya Menma
"Jika tidak, tidak akan ada menariknya bukan"Jawab Medaka tersenyum
"Hahaha, kau benar"Ucap Menma "KALIAN SEMUA LARILAH JIKA TIDAK INGIN TERKUBUR HIDUP-HIDUP"Teriak Menma berlari sekencang mungkin diikuti yang lain
"KENAPA MEDAKA-SAN JUGA SAMA SAJA"Teriak mereka semua frustasi dengan berlari jika tidak ingin tertimpa bangunan yang jatuh
Diluar bangunan
Padang pasir
Dhuar
Bangunan runtuh tergema luas dilubang itu dan mengeluarkan Menma dkk
Bruk
Mereka semua terjatuh gara-gara kelelahan harus berlarian dalam bangunan
"Hahaha itu menyenangkan, apa bisa diulangi"Ucap Menma tertawa
"TIDAK MENYENANGKAN SAMA SEKALI"Teriak mereka semua kecuali Medaka yang sama tertawa
"Ya ampun, kenapa Medaka-san juga sama saja dengan Senchou yang sama gilanya"Ucap Shunsui enteng
"Siapa yang kau sebut gila"Tanya Medaka menatap Shunsui tajam
"T-tidak ada"Jawab Shunsui gugup
"Daripada terus berada disini, lebih baik kita kekapal dan makan, dan juga berapa jumlah semua hartanya"Ucap Menma bertanya tentang hartanya
"Sekitar 17 Milyar Berry, atau lebih"Ucap Medaka
"Jadi kalian kebagian satu milyar per orang ya"Ucap Menma menghitung bagian mereka semua
"Kenapa kebagian 1 milyar"Tanya Shunsui
"Tentu saja, karena Medaka-chan yang membawanya, pasti dia akan menyerahkan 1 milyar pada kalian masing, walaupun diruang harta tadi, dia mengambil setengahnya, jadi sebaiknya kalian berterimakasih pada Medaka-chan, bahkan aku tidak kebagian"Jawab Menma
"Baiklah, ayo kita pergi"Ucap Serin
Restouran
Menma dan Shunsui tengah berlomba siapa yang akan makan paling banyak, Menma 18 piring, dan Shunsui 19 piring, tapi Shunsui mulai menunjukan tanda kelelahan, sepertinya dia sudah tidak sanggup lagi
Bruak
Shunsui pingsan tidak sanggup makan lagi
"Menyedihkan sekali baru 19 porsi dan sudah pingsan"Ucap Menma yang terus makan
"Sebenarnya seberapa besar perutmu itu, sampai bisa makan sebanyak itu"Tanya Jushirou heran
"Ini baru 55 persen terisi, jadi aku masih bisa makan"Jawab Menma yang terus makan
"Makan saja sepuasmu"Ucap Hinagiku geleng-geleng kepala
Disudut Retouran
Ada yang memperhatikan Menma dkk dengan insten
"Jadi itu Akaitsuki Kaizoku-dan, yang mempunyai kru yang sangat hebat, walaupun kapten mereka lemah sekali"Ucap orang berambut hijau tua, menyeringai dengan Great Sword yang tersarung
"Jadi apa yang akan kita lakukan Okashira, Uchiha itu sangat cantik sekali"Ucap anak buahnya tidak sabar
"Kita datangi, dan undang Uchiha itu untuk bergabung dengan kita"Balas Okashira
"Bagaimana caranya"Tanya anak buahnya
"Tentu saja, merebutnya dengan paksa"Jawab Okashira menyeringai mengeluarkan pedangnya
"Tentu saja, mana mungkin Jhonsen sang kilat biru, yang memiliki buronan 270 juta berry bisa kalah, oleh rookie yang cuman 150 juta berry"Ucap Anak buahnya percaya diri
"Tapi Uchiha itu 600 juta berry"Ucap anak buahnya yang berambut kuning
"Harga buronan hanya menunjukan angka, belum tentu kekuatannya juga sama dengan yang dikabarkan"Balas anak buahnya yang berambut merah
"Hahaha kau benar"Ucap anka buahnya yang berambut coklat, Jhonsen melangkah maju mendekati Menma dkk
Bruak
Jhonsen menggerak meja Menma dkk dengan keras
"Ojou-chan, apa kau tertarik bergabung dengan kelompok kami"Tanya Jhonsen dengan seringainya mendekati wajah Medaka yang menatapnya datar
"Siapa kau"Tanya Medaka datar
"Kau tidak tahu siapa aku, biasanya aku akan membunuh orang yang tidak mengenalku, tapi karena kau sangat cantik, akan kuberi pengecualian"Ucap Jhonsen menyeringai "aku Jhonsen sang kilat biru, buronan 270 juta berry, yang lebih besar daripada Senchou bodohmu itu"Lanjut Jhonsen memperkenal diri
"Uchiha Medaka, atau yang kalian sebut Megami no Medaka, sekarang kau bisa pergi"Balas Medaka datar
"kau datar sekali, tapi karena aku sangat menginginkanmu akan kubawa kau dengan cara paksa"Ucap Jhonsen mendekatkan tangan kanannya pada wajah Medaka
Grap
Menma mencengkram lengan Jhonsen yang mendekatkan lengannya pada Medaka
"Jangan berani kau menyentuh Medaka-chan dengan lenganmu itu"Ucap Menma datar dengan mencengkram tangan Jhonsen
"Bajak laut sampah sepertimu, yang bahkan lebih lemah daripada anggotamu sendiri, adalah orang yang sangat menyedihkan sekali"Ucap Jhonsen dengan wajah yang memandang Menma jijik
"Lalu apa bedanya orang yang menyedihkan dengan orang yang tidak bisa apa-apa"Tanya Menma berdiri
"Bocah sialan, kau pikir bisa keluar dari sini hidup-hidup"Ucap Jhonsen memasang wajah yang sangat kesal
Sring
Trap
Menma memegang bilah pedang Jhonsen yang berniat membelah wajahnya
"Ayunanmu terlalu lemah"Ucap Menma memegang bilah pedang Jhonsen
"Apa yang dia lakukan, padahal aku yakin tebasan Jhonsen bisa menghancurkan retouran ini sekali serang, tapi dia menghentikannya dengan mudah"Orang-orang yang ada direstouran berlarina keluar, karena tidak ingin terlibat pertarungan Menma dan kelompok Jhonsen
"Senchou, kau butuh bantuan"Tanya Retsu tersenyum
"Kau bilang begitu, tapi sebenarnya kau ingin bertarung bukan"Ucap Menma menduga niat Retsu
"Ara jadi kau tahu maksudku, jadi apa kau butuh bantuan"Tanya Retsu menghentikan senyumnya
"Lakukan saja sesukamu"Jawab Menma tersenyum
Trank
Retsu menghalau serangan yang datang padanya dengan sendok yang dia pegang
"Menyerang wanita saat lengah, tindakan yang menyedihkan ya"Ucap Retsu memegang sendok
"Hehh, jadi kau merendahkan derajatmu dengannya"Ucap Menma menyeringai tipis tertarik
"Tidak, aku sama sekali tidak merendahkan derajatku"Balas Retsu mengambil garpu yang disisi piring miliknya
"Jangan bunuh mereka Retsu"Ucap Menma menahan serangan Jhonsen dengan pisau makanan yang tadi dipakai
"Kenapa"Tanya Retsu bingung
"Jika kau melakukannya aku akan kena masalah"Jawab Menma
"Jangan mengalihkan perhatianmu saat kau bertarung denganku"Ucap Jhonsen kesal karena tidak dianggap serius
"jangan marah begitu, aku sedang berdiskusi dengan Retsu"balas Menma memegang garpu ditangan kirinya
Trank tank trank
Menma menyerang menggunakan garpu dan pisau makanan dikedua tangannya, Jhonsen menghalau serangan Menma dengan mudah dan menyeringai
Dzzt
Jhonsen muncul dibelakang Menma dengan pedang yang terlapisi petir, dan akan memotong kepala Menma
Trank Dhuar
Menma menahan serangan pedang itu dengan garpu ditangan kirinya 'petir'Batin Menma melihat pedang Jhonsen
"ada apa, apa kau takut melihat kemampuanku"Ucap Jhonsen menyeringai menang
"Jadi kau memiliki kekuatan logia, pantas saja kau sombong daritadi"Ucap Menma yang masih menahan serangan pedang Jhonsen
Retsu Vs Three Flash
Retsu tengah berhadapan dengan tiga orang yang memakai pakaian sama tapi berbeda warna, kemeja bulu berwarna merah yang dibukakan, memperlihatkan otot tubuhnya, celana hitam ketat dengan sepatu yang juga hitam dan juga seluruh anak buah Jhonsen yang mengelilingi Retsu
"Ara-ara rupanya kalian mempunyai selera berpakaian yang sama"Ucap Retsu membuat pisau darah"Aku tidak suka meremehkan orang lain, jadi aku tidak akan menahan diri"Lanjut Retsu menodongkan pisaunya
"Kheh, kau akan tahu kekuatan dari three Flash"Ucap orang yang berambut merah dan pakaian berambut
"Jangan banyak bicara, dan tunjukan saja"Ucap Retsu datar, membuat mereka semua kesal
Sring
Orang yang berambut merah muncul dibelakang Retsu dengan knife ditangan kirinya
Trank
Retsu mementalkan pedang itu dengan sekali serang
"Lemah sekali, apa kau meremehkanku"Ucap Retsu datar, orang yang berambut merah tersebut mundur, karena serangannya dipatahkan dengan mudah
"Rein jangan terlalu gegabah, bagaimanapun juga dia adalah salah satu dari anggota terkuat Akaitsuki Kaizoku-dan"Ucap orang yang berambut hijau pada orang yang berambut merah a.k.a Rein
"Yeah, aku terlalu meremehkannya, terima kasih Nadirl"Balas Rein
"Bukankah sudah kubilang, jangan banyak bicara dan maju saja"Ucap Retsu datar
"Sombong sekali, tapi ayo kita lakukan"Ucap Nadirl
Sring
Rein menghilang, dan Nadirl maju kearah Retsu dengan pedang yang terhunus
Trank
Retsu menahan serangan Nadirl dengan pisau darah, dan mengangkat garpu yang ditangan kirinya
Trank
Retsu menghalau serangan Rein yang cepat walaupun tidak terlalu kuat
"yang berambut merah cepat, sedangkan kau kuat, dan bagaimana dengan orang yang berambut coklat itu"Ucap Retsu melihat kesana-sini mengikuti pergerak Rein yang cepat
"Jangan mengalihkan pandanganmu saat bertarung denganku"Ucap Nadirl mengeluarkan Knife dari sakunya
Trank Dhuak
Retsu mementalkan pedang Nadirl dan menendang Rein yang ada dibelakangnya dengan pisau yang berniat menusuk Retsu
"Dia kuat sekali, padahal dia tidak menggunakan kekuatannya secara penuh"Ucap Rein mengelap darah yang disudut bibirnya
"Nigram bantu kami, dia terlalu sulit untuk diatasi oleh kami"Ucap Nadirl
"Buronan 400 juta memang sangat hebat, tapi kenapa kau mau mengikuti orang yang lebih lemah darimu"Ucap Nigram tidak mengerti
"Sepertinya kau salah paham, dilihat dari manapun Medaka yang paling kuat disini, jadi wajar, tapi kau salah, aku tidak mengikutinya, aku hanya bergabung dengannya untuk orang yang membuatku tertarik"Balas Retsu
"Aku mengerti, jadi bisakah kalian maju"Ucap Retsu mengankat garpu dan pisau
Nigram menghilang, Retsu yang tidak melihat Nigram melihat kesegala arah
Trank Trank Trank
Retsu menahan semua serangan Nigram yang sangat cepat, dan sulit ditahan
"Ternyata kau mempunyai kecepatan dan kekuatan, tapi pengalamanmu masih kurang"Ucap Retsu membalik pisaunya menjadi bagian tumpul
Trank
Retsu menahan serangan Nigram, dan menangkap pedangnya dengan garpu
Dhuak
Retsu menendang ulu hati Nigram dengan keras
Brak
Nigram menabrak dinding retouran tadi
"D-dia mengalahkan Nigram-san, yang merupakan orang terkuat di kelompok Jhonsen dengan mudah, seperti rumor yang dibicarakan dia memang monster"Anak buah Jhonsen Nampak ragu menyerang Retsu
"Jangan takut kalian semua, kita masih menang jumlah, dan juga dilihat dari manapun dia tetaplah wanita, kita bisa menggunakan cara itu untuk mengalahkannya"Teriak Rein membakar semangat teman-temannya
"Kau kejam sekali Rein-sama"anak buah yang lain menyeringai mendengar perkataan Rein tadi
"jika tidak kejam, itu bukanlah aku ya-kan"Balas Rein berpose keren
"Jangan banyak bicara dan majulah"Ucap Retsu datar
"Rasakan ini"Ucap anak buah Jhonsen yang mengarahkan pistol kearah Retsu
Dor
Peluru tadi meleset dan hanya mengenai rambut Retsu, walaupun hanya putus satu helai
"Apa kalian sebegitu bodohnya, sampai tidak bisa membidik dengan benar"Tanya Retsu bingung
"Lihat saja Monster"anak buah Jhonsen menyeringai menunggu 4 detik untuk aktifnya obat yang mereka tembakan kerambut Retsu tadi
4 detik
Telah berlalu dan tidak terjadi apa-apa
"Sepertinya aku menentang perintah Senchou, tentang tidak membunuh kalian"Ucap Retsu menghilang pisau darahnya, dan membuang garpu, lalu membuat pedang darah ditangan kanannya
Sring
Crash
Mereka semua mati seketika, melihat tubuh mereka terbelah dua
Menma Vs Jhonsen
"Si Retsu itu, dia tidak menuruti perintahku"Ucap Menma melihat ketempat Retsu yang membunuh semua anak buah Jhonsen yang menyerangnya
"Wanita itu benar-benar monster"Ucap Jhonsen tidak percaya anak buahnya dibunuh sekali serang
"Sepertinya kau juga akan mati, karena Retsu menuju kesini"Ucap Menma melihat Retsu yang mendekati mereka berdua
"Bukankah kau juga sama"Balas Jhonsen menyeringai
"Tidak juga, aku hanya perlu menyerahkanmu pada Retsu dan beres"ucap Menma
"Licik sekali"Balas Jhonsen
"Aku ini bajak laut"Ucap Menma menyeringai
Tap tap
Retsu mendekati Menma dan berkata"Senchou boleh yang ini juga kuurus"
"Boleh saja"Balas Menma menurunkan pisau dan garpunya
"jangan kau pikir kau bisa mengalahka-"Ucapnya terputus melihat Retsu didepannya dengan mata yang haus darah
Sring
Retsu memotong kepala Jhonsen sekali tebas
Crash
Darah menyembur keluar dari tubuh Jhonsen yang kepalanya terputus
"Bisakah, kau menuruti perkataanku"Tanya Menma menghindari darah Jhonsen yang mengalir dikakinya
"Jika mereka tidak menggunakan trik tadi, mungkin aku akan membiarkannya hidup sesuai perintahmu, tapi mereka menggunakan trik yang membuatku kesal, karena itulah aku membunuh mereka"Jawab Retsu datar seperti menahan sesuatu dimatanya"Aku kembali dulu kekapal Senchou"Lanjut Retsu pergi duluan
"Hahh, oy kau"Ucap Menma menunjuk pada orang yang berpenampilan sederhana
"A-aku"Ucapnya menunjuk dirinya takut
"Ambil ini"Ucap Menma melemparkan kantung coklat pada orang itu"Itu uang ganti rugi atas segala kerusakan"Lanjut Menma melangkah kearah krunya
"Kalian semua kita pergi, sebentar lagi angkatan laut akan sampai disini"Ucap Menma
"Baik senchou"Balas mereka semua
"Dimana Jushirou"Tanya Menma tidak melihat Jushirou yang tadi ada
"Yeah, tadi dia bilang mau kembali duluan kekapal"Jawab Shirou
"kalau begitu kita juga kembali kekapal"Ucap Menma
Dikapal
Jushirou tengah melihat laut yang indah dari dek kapal
"Indah sekali"Ucap Jushirou melihat lautan
Tap
Retsu mendarat didek kapal dengan nafas memburu dan wajah memerah
"hah..hah Jushirou-san"Ucap Retsu melihat Jushirou lalu pingsan, Jushirou yang melihatnya segera menggendong tubuh Retsu menuju ruangannya
Cklek
Jushirou membuka pintu ruangan Retsu dan memasukinya, lalu Jushirou membaringkan tubuh Retsu dikasurnya, dan berniat pergi tapi
Grap
Lengannya dipegang oleh Retsu yang tiba-tiba bangun, dengan tatapan mata sayu, dan wajah memerah
Cup
Retsu mencium bibir Jushirou dengan liar, Jushirou yang melihat Retsu mencium bibirnya segera melepasnya, tapi kalah tenaga yang rupanya Retsu jauh lebih kuat daripada Jushirou, jadi Jushirou pasrah saja
Skip Time
Menma Dkk sampai 4 jam dari restouran tadi dengan berjalan santai
"Wah-wah, hebat sekali tidak ada yang menyerang kapal kita"Ucap Menma melihat kapalnya tidak rusak sama sekali, dan melihat pintu ruangan Retsu terbuka
"Sepertinya Retsu-san dan Jushirou-san tidur siang, lelah menunggu kita"Ucap Shirou
"Aneh sekali"Ucap Medaka melihat pintu ruangan Retsu yang terbuka
"Apanya yang aneh Medaka-san"Tanya Hinagiku penasaran
"Bukankah orang yang baru sampai menuju kapal ini hanya Retsu dan Jushirou bukan"Ucap Medaka, mereka mengangguk membenarkan"Dan Shirou berkata mereka lelah dan tidur siang, tapi apa mungkin mereka tidur bersama"Lanjut Medaka merasakan diruangan Retsu ada dua orang
Jgleeeerrrrrr
Bagaikan tersambar petir disiang hari Shunsui, Kensei, Rojurou, dan Kisuke, kecuali Menma dan Toshirou yang diam saja tidak peduli
"Kenapa kalian kelihatan depresi begitu"Tanya Menma melihat Shunsui, Kensei, Rojurou, dan Kisuke yang meringkuk dengan aura ungu depresi
"Kau tidak mengerti kenapa mereka depresi"Ucap Toshirou heran
"Tidak"Balas Menma yang membuat Toshirou geleng-geleng
"Mungkin saja mereka tidak melakukan itu bukan"Ucap Shunsui bangkit dari depresinya dan mengutarakan pendapatnya
"Yeah, kau benar, mereka tidak mungkin melakukan itu, terutama wanita sadis seperti dia"Ucap Rojurou sependapat
"Retsu-san dilihat dari manapun seperti tidak tertarik dengan hubungan semacam itu"Ucap Kisuke yang sama setuju dengan Kensei
"Tapi Retsu terkena obat yang entah apa, membuat wajahnya memerah dan matanya sayu, walaupun aku tidak tahu apa obat itu"Ucap Menma yang membuat mereka berempat kembali depresi
Bruak
Mereka berempat jatuh karena depresi
"Kenapa..kenapa dunia ini begitu tidak adil"Ucap Kisuke menangis dan memukul lantai berkali-kali
"Kau benar, kenapa"Ucap Rojurou yang sama idiotnya dengan Kisuke kecuali Shunsui yang mengingat sesuatu, dan tersenyum dengan wajah berseri-seri
Dhuang
Shunsui dilempari panci oleh Kensei, Rojurou, dan Kisuke yang memandangnya dengan tatapan membunuh
"Dasar pengkhianat kau pernah merasakannya bukan"Ucap Kensei bertanya dengan mata merah membunuh
"Kau mengkhianati perkumpulan kita"Ucap Rojurou
"bahkan Yoruichi-san pun tidak pernah mau melakukannya denganku, tapi kenapa kau begitu beruntung"Ucap Kisuke yang memukul-mukul lantai
"Kasihan sekali"Balas Shunsui dengan muka mengejek
"Sebenarnya apa yang kalian perebutkan"Tanya Menma bingung
"Kau diam saja, kami sekarang ini tengah depresi dan tidak ingin berbicara denganmu yang membuat kami tambah depresi"Jawab Kensei
"Berisik, tapi karena kalian membuatku penasaran lebih baik, aku lihat ada apa dikamar Retsu"Ucap Menma menghampiri kamar Retsu yang pintunya terbuka, lalu memasukinya dan disuguhkan pemandangan yang menggiurkan untuk kaum laki-laki, tapi karena Menma tidak normal dia hanya memandangnya dengan bingung
"Sedang apa mereka ini, tidur telanjang apa tidak akan masuk angin"Ucap Menma melihat Retsu dan Jushirou tidur bersama dengan tubuh tidak memakai pakaian, Shunsui, Kisuke, Kensei, dan Rojurou yang mendengar perkataan Menma tadi langsung bergegas dan melihat Retsu dan Jushirou
Brush
Keempat orang itu mimisan hebat
Trap
Mata Menma ditutupi oleh lengan kiri Medaka
"Kenapa kau menutupi mataku Medaka-chan"Tanya Menma tidak bisa melihat
"Jika kau ingin melihatnya katakan saja padaku, jika demi dirimu pasti kulakukan, dan jika kau mau melakukannya juga, jika demi dirimu akan kulakukan, karena aku adalah milikmu dan kau adalah milikku"Jawab Medaka, Perkataan Medaka tadi membuat semua orang tersenyum menggoda
"Rupanya ada sepasang kekasih yang sedang bermesraan"Goda Serin dengan tersenyum jahil
"Tentu saja bukan"Balas Medaka yang memeluk tangan Menma dengan erat, Serin hampir terjatuh karena responnya tidak sesuai yang dia harapkan
"Biasanya orang yang digoda akan malu-malu, tapi mereka malah sebaliknya"Gumam Serin Sweetdrop
"Tapi bukankah ini gawat"Ucap Menma memasang pose berpikir
"Gawat dimananya, malah aku ingin menggantikan tempat Jushirou dipelukan Retsu"Ucap Rojurou iri
"Bukankah Retsu itu sadis"Balas Menma, keadaan langsung hening seketika mendengar pernyataan Menma tadi
"Semoga kau selamat Jushirou-san"Ucap mereka semua membungkuk dengan hormat
"Sepertinya Jushirou-san, tidak akan bisa keluar dari masalah ini dengan selamat"Ucap Shirou
"Tapi melihat darah itu, sepertinya Retsu masih perawan"Ucap Serin melihat darah yang ada dikasur, suasana langsung hening lagi
"Semoga kau selamat Jushirou-san"Ucap mereka semua membungkuk dengan hormat
"Enghh"Retsu menggeliat karena kulitnya kedinginan, dan ada seseorang yang menyentuhnya, lalu ia melihat kepintu yang ada Menma Dkk, dan disampingnya ada Jushirou yang telanjang lalu melihat dirinya yang sama telanjang, kemudian mukanya memerah "KYYYAAAAAAAA"Teriak Retsu
"Kya"Ucap Mereka semua
Skip Time setelah kejadian tadi
Semua laki-laki kecuali Menma memiliki cap merah lima jari yang diberikan Retsu dipipi kanan mereka
"Kenapa kau tidak mendapatkan tamparan Retsu-san, Senchou"Tanya Shunsui memegang pipi kanannya
"Entahlah, kenapa kau tidak Tanya sendiri"Jawab Menma bingung
"Beruntung sekali dirimu"Ucap Kensei
"HOY KALIAN SEMUA WAKTUNYA MAKAN MALAM"Teriak Toshirou dari ruang makan
"Asyik, makan"Ucap Menma berlari menuju ruang makan
Diruang makan
Medaka Dkk makan dengan hidmat kecuali Menma, Shunsui, dan Kensei
"Ada apa dengan mereka bertiga, apa berlomba lagi"Tanya Hinagiku
"Mungkin saja"Jawab Serin "Tapi mengejutkan sekali, kenapa kau tidak menebas Jushirou-san jadi dua Retsu"Tanya Serin yang menghentikan acara makan mereka semua kecuali mereka bertiga yang focus makan
"Soalnya itu juga salahku, jadi aku tidak akan menyalahkannya, dan juga itu juga gara-gara aku ceroboh, untung saja aku bisa mengendalikannya"Jawab Retsu tersenyum 'sialan kenapa tadi aku tidak ada dikapal'Batin semua laki-laki menangis depresi kecuali Menma yang focus makan
"Rupanya kau pengertian juga, walaupun itu berarti kehilangan keprawananmu"Tanya Serin tersenyum
"Sebenarnya aku juga sedikit menyesal, tapi hal yang sudah terjadi tidak akan bisa diulangi bukan"Jawab Retsu tersenyum
"Retsu sepertinya kau beruntung karena bisa mengendalikannya, jika tidak kau pasti sudah kubunuh"Ucap Medaka dengan perempatan siku-siku didahinya
"Hehh, apa kau sebegitu mencintai Menma-mu itu, kalau begitu kenapa kau tidak melakukan hal yang kulakukan dengan Jushirou tadi siang"Balas Retsu menyeringai kemenangan, Jushirou yang mendengar perkataan tadi, mukanya memerah
"Kau pikir aku takut, aku juga bisa melakukannya, hanya saja Menma sangat keras kepala"Ucap Medaka
"hehh, jadi Menma tidak tertarik denganmu, kalau begitu boleh aku ambil, bagaimanapun Menma itu cukup baik, walaupun dia mempunyai sejarah yang kelam"Balas Retsu tersenyum
"Tidak boleh, Menma itu milikku"Ucap Medaka
"Kau sangat mencintai Menma, bisa kau ceritakan ceritanya"Ucap Hinagiku menyeringai
"Sebenarnya aku tidak mau menceritakannya, tapi akan kuceritakan"Balas Medaka yang membuat semua telinga menuju perkataan Medaka
"Lebih baik jangan Medaka-chan"Ucap Menma yang membuat mereka semua terkejut karena Menma yang sedang makan bicara, jika ada yang menantang itu wajar, tapi ini hanya karena cerita
"Kenapa"Tanya Medaka
"Entahlah, aku merasakan firasat yang buruk, jadi jika ingin menceritakannya nanti saja"Jawab Menma menghentikannya makannya
"Karena Menma tidak menyetujui, jadi aku tidak jadi menceritakannya"Ucap Medaka yang mendapat protesan dari semuanya
Skip Time tengah malam
Dikamar Menma
Menma sekarang ini tengah merenungi perkataan Meruien tentang buah iblis
Flashback
Menma dan Meruien tengah bernegosiasi
"Meruien apa yang dikatakan peri yang bernama Dusgait itu benar"Tanya Menma
"tentang hal apa"Tanya Balik Meruein
"Tentang buah Iblis yang berisikan iblis, kupikir itu hanyalah sebuah Mitos kuno dari 7000 tahun yang lalu"Jawab Menma
"Yang dikatakan Dusgait memang benar adanya, dan seperti yang kau katakan, kejadian itu telah lama sekali, tapi melihat dari cara bicaramu seperinya memang telah 7000 tahun berlalu, walaupun aku berasa tidak lama"Ucap Meruien"Tapi Dusgait tidak memberitahumu secara detailnya"Lanjut Meruien
"Jadi ada detailnya, lalu apa detailnya"Tanya Menma
"Orang yang terasuki buah iblis biasanya adalah orang yang memakan lebih dari satu buah iblis, tapi untuk mengantisipasi hal itu, semua ras mempersiapkan jebakan bagi mereka yang melakukannya, yaitu ledakan, orang yang memakan buah iblis lebih dari satu tubuhnya akan meledak, walaupun begitu ada beberapa orang yang bisa memakan buah iblis lebih dari satu dengan selamat dikarenakan beberapa factor"Jawab Meruien menjelaskan
"Faktor apa"Tanya Menma
"Faktor tubuh dan kekuatan yang tersembunyi, factor tubuh adalah tubuh yang mengikuti kekuatan buah iblis, sehingga kekuatan buah iblis tersebut bisa mengalir dengan tenang, dan factor kekuatan tersembunyi adalah kekuatan yang bisa menekan iblis tersebut, sehingga memungkinkan bisa memakan buah iblis lebih dari satu, tapi ada satu kelemahan bagi mereka yang memakan buah iblis lebih dari satu"Jawab Meruien yang membuat Menma tambah tertarik
"Hehh kelemahan apa itu"Tanya Menma penasaran
"Tidak akan bisa mengeluarkan kekuatan penuh dari buah iblis tersebut, disebabkan untuk bisa memakai kekuatan buah iblis secara penuh, dengan kata lain seluruh tubuh dipenuhi kekuatan dari satu buah iblis, tapi lain halnya jika mempunyai buah iblis dari satu, karena buah iblis mereka akan berbagi tempat dengan buah iblis yang lain, sehingga hanya bisa mengeluarkan setengah dari kekuatannya"Jawab Meruien
"Hmm, begitu Sankyu"Ucap Menma tersenyum
Flashback Of
Menma sekarang ini tengah memandang langit-langit kamarnya
"Memikirkannya pun, tidak ada gunanya lebih baik tidur saja"Ucap Menma menutup matanya
Di luar
Orang yang berjaga Shunsui, Yoruichi, Kisuke, Hinagiku, dan Shirou
"Huaahh, ngantuk sekali"Shunsui melihat wilayah dengan teropong dengan menguap
"Jangan bermalasan seperti itu Shunsui-san"Ucap Kisuke membawakan selimut
"Terima kasih Kisuke"Balas Shunsui menerima selimut yang diberikan Kisuke
"Jadi apa ada yang aneh"Tanya Kisuke
"Tidak ada"Jawab Shunsui mengantuk
Yoruichi, Hinagiku, dan Shirou Place
Mereka bertiga tengah berjaga dibelakang kapal
"Ngantuk sekali"Ucap Yoruichi menutupi mulutnya
"Jangan bermalasan seperti itu, kita harus berjaga dengan benar"Ucap Hinagiku
"Baik-baik, tapi untuk apa berjaga malam-malam seperti ini"Balas Yoruichi malas
"Bukankah sudah jelas untuk jaga-jaga"Ucap Shirou
"Yeah, kau benar, tapi dikapal ini ada Akaiyasha, Retsu, Megami, dan Senjyuumaru, siapa orang bodoh yang mau menyerang kapal ini"Balas Yoruichi mengemukakan pendapatnya
Tap tap tap
Tiga orang yang tidak dikenal mendarat dikapal Menma dengan pakaian yang menutupi wajah mereka
"Kami yang akan menyerangnya"Ucap dari salah satu mengeluarkan pistol yang berisi udara
Sruushh
Udara berawarna hijau keluar dari pistol itu, Yoruichi, Hinagiku, dan Shirou yang menghirup udara itu langsung pingsan
"Gas ini efeknya kuat sekali, sekali hirup dan langsung pingsan"Ucap orang yang menembakan gasnya menatapnya kagum
"Cepatlah, sebelum mereka menyadarinya, terutama Uchiha itu, dia sangat berbahaya"Ucap temannya membawa tubuh Shirou
"Kau benar, ayo kita bergegas sebelum dihukum oleh Goungga-sama"Balas yang lain membawa tubuh Yoruichi, dan Kisuke, salah satu dari mereka meninggalkan surat
"Hoy untuk apa itu"Tanya rekannya
"Ini adalah perintah dari Goungga-sama untuk memberikan suratnya"Jawab Rekannya
"Kalau begitu, ayo kita pergi"Ucap rekannya loncat kedalam air
Shunsui, and Kisuke Place
Kisuke dan Shunsui tengah berjaga didek dan bagian depan kapal
"Shunsui-san apa kau menemukan sesuatu yang aneh"Tanya Kisuke
"Kenapa kau bertanya hal yang sama lagi"Tanya Shunsui bingung
"Entah kenapa, aku merasakan firasat yang buruk"Jawab Kisuke memandang langit
Bruak
Menma dan Medaka menggebrak pintu
"Ada apa Senchou, Medaka-san kalian kelihatan serius sekali"Tanya Kisuke tersenyum
"Apa kalian tidak merasakannya Yoruichi, Shirou, dan Hinagiku mereka telah diculik"Jawab Menma
"Apa yang kau bicarakan Senchou, kami tidak melihat apapun dari tadi"Tanya balik Shunsui
"Lalu, kau bisa menjelaskan kenapa mereka bertiga menghilang"Tanya balik Medaka
"Berdebat hanya akan memakan waktu lebih baik kita cek saja langsung, ketempat berjaga mereka bertiga"Ucap Kisuke serius, mereka bertiga setuju dan langsung kebelakang kapal memeriksanya
Dibelakang kapal
Menma, Medaka, Shunsui, dan Kisuke tidak melihat Yoruichi, Hinagiku, maupun Shirou disini, tapi mereka melihat sepucuk Surat
"Sepertinya orang yang telah menculiknya adalah orang besar"Ucap Menma membaca surat itu
"Memangnya siapa yang menculik Yoruichi-san, Hinagiku, dan Shirou Senchou"Tanya Kisuke tajam
"Salah satu dari 7 jendral manis milik Yonkou Big Mom, mereka menantang kita untuk datang kesana"Jawab Menma, Kisuke dan Shunsui terkejut mendengarnya, untuk apa seorang Yonkou menculik mereka bertiga, apa keuntungan yang didapatnya
"Lebih baik kita bangunkan mereka semua, dan serang tempat itu"Ucap Menma
"Tapi lawan kita kali ini Yonkou Senchou"Ucap Shunsui
"Memangnya kenapa"Tanya Menma tidak berbalik
"Mustahil bagi kita untuk menang"Jawab Shunsui menundukan kepalanya
"Mustahil, tidak ada kata semacam itu dikamusku"Ucap Menma melangkah pergi
Other Place
Lelaki berambut pink yang memakai jubah ungu, tidak memakai baju, dan memakai celana hijau, dengan 5 pedang dipunggung dan sepatu hitam a.k.a Goungga, lalu lelaki berambut biru, yang memakai jubah hitam, mengenakan baju hitam, dengan celana biru bergaris cakar, dan sepatu hitam yang melekat dikakinya a.k.a Nactar, dan Wanita berambut Orange, yang mengenakan kemeja lengan panjang dengan rompi, dengan jeans biru muda, lalu sepatu putihnya a.k.a Saele
"Apa mengerahkan tiga dari tujuh jendral manis tidak terlalu berlebihan hanya untuk menangkap Akaiyasha, Unohana Retsu, Senjyuumaru, dan Megami no Medaka"Tanya Saele dengan posisi bersandar pada kursi empuk
"Jangan terlalu meremehkan mereka berempat, lagipula apa kau lupa siapa Uchiha Medaka yang diberitahu mama pada kita"Ucap Nactar yang juga bersandar pada kursi empuknya
"Yeah, aku tahu dia tangan kanan Steven, tapi yang kudengar dia dikalahkan oleh O'noshi dengan mudah"Balas Saele
"O'noshi adalah orang yang mengalahkan Steven, walaupun dia bisa menang dari Steven, karena Steven terlalu sombong akan kemampuannya, itulah yang membuatnya kalah dari O'noshi, sedangkan Uchiha Medaka dikalahkan dengan cara yang licik oleh O'noshi"Ucap Goungga
"Memangnya seberapa hebat Uchiha Medaka itu"Tanya Saele malas
"Mungkin dia bisa menghadapi 2 atau 3 dari jendral manis sekaligus"Jawab Nactar
"Kau terlalu melebihkannya Nii-san"Balas Saele tertawa "Tidak ada yang bisa menghadapi 2 jendral manis sekaligus, walaupun itu kecuali Fuscho Marco"Lanjut Saele
"Jika kau terlalu meremehkan musuhmu, kau bisa-bisa kalah Saele"Ucap Nactar
"Baik-baik, kapan mereka datang akan kukalahkan mereka semua, untuk membuktikan perkataanku tadi"Tanya Saele berdiri
"Mungkin Lusa"Jawab Goungga
"Kalau begitu, aku akan bersiap selama itu"Ucap Saele pergi
"Dia seenaknya saja"Ucap Nactar
"Jangan terlalu dipikirkan yang penting kita bisa menangkap mereka berempat, itulah yang penting"Ucap Goungga
"Kau benar"Balas Nactar
=================TO BE COUNTINUED=====================
Silahkan baca saja (Bagi yang suka dan mau, dan jika tidak suka dan tidak mau baca, tinggal tekan Back/kembali) dan juga saya mau meminta dukungan hanya itu saja
