Make destiny
.
.
.
Maaf mengecewakan, tapi masalah pairing belum bisa di tentukan, tapi aku masih tetap menerima saran. Mungkin mini harem atau mungkin juga hanya satu, kita lihat ke depannya. Aku selalu menyiapkan celah untuk memasukkan tentang pairnya.
Untuk updatenya, aku usahakan seminggu sekali, dan antara hari sabtu dan minggu. Waktu tepatnya aku tidak bisa pastikan, yang jelas ada di dua hari itu.
Masalah typo adalah musuh utamaku, tapi aku berusaha tetap meminimalisirnya.
Tentang chunin exam, akan tetap ada, tapi. Aku membuatnya berbeda dengan fictku yang lainnya. Kalian akan tau nantinya juga.. Hehehe
Tentang Taka, Shin, dan semua yang berhubungan dengan Root, masih belum bisa di ungkapkan. Aku memiliki cara sendiri untuk mengungkapkannya sedikit demi sedikit. Be Patient guys...
Untuk blame atau flame, suka-suka kalian saja lah. Mau di timpa gunung sekalipun, fict ini tetap akan lanjut. Aku tetap menerima saran dan kritikan meski itu dalam bentuk apapun juga. Hanya saja kalau ngeflame berarti anda adalah yang terbaik. Logikaku hanya bertindak aneh saja jika ngeflame, tapi tidak memiliki sesuatu sebagai dasar flame. Jika saja anda memiliki fic yang sempurna, mungkin aku bisa belajar dari tulisan itu, bukan cuma sorotan semata.
Sifat Naruto agak gray, akan normal dan hangat pada orang yang ia anggap dekat dan dingin pada yang lainnya. Kurasa itu yang terbaik.
Lemon.. Hum... Tergantung permintaan jha..
Aku pernah mengatakan kalau fict ini sudah mencapai 40 chapter, tapi hanya 2k tiap chapternya. Aku menggabungkan dua chapter tiap chapter yang ku release, jadi mungkin hanya tinggal 30 an untuk volume ini, atau mungkin 40. Aku kurang fokus pada fict ini dan lebih pada fictku yang satunya, tapi bukan berarti aku akan melepaskannya. Aku akan berusaha menyempurnakan fict ini, sampai akhirnya selesai.
Akhirnya, selamat menikmati, wordnya ada 5k untuk chapter ini dan chapter2 berikutnya. Standarku paling sedikit adalah 5k kedepannya.
Terima kasih atas dukungan kalian semuanya...
.
.
.
Naruto bukan kepunyaanku...
Who Really You Are
.
.
.
.
.
.
.
.
"Hehehe.. Kematianmu akan membantu kami, bangsat Namikaze" ucap si kekar dengan seringai jahat terpampang diwajahnya.
"Begitu yah.. Kurasa engerti" gumam naruto menatap si kekar iwa, datar. "Aku seperti pernah melihatmu.. " Lanjut Naruto menatap sikekar
"Oh.. Yah..? " Tanya sikekar iwa.
"Yah... Kalau tidak salah kau mirip dengan... Kur.. Kura.. Kuro.. Kuroso.. Yah kuroso" jawab Naruto.
Sikekar seketika merubah ekspresinya dengan shok menatap kearah naruto ketika dia menyebut nama kuroso dihadapannya.
"Dari mana kau tau tentang kuroso?" Tanya sikekar dengan melepaskan KI pekat kearah naruto.
"Susah dijelaskan.." Ucap santai naruto tidak peduli pada KI sikekar
'KI Kurosu tiduk mempengaruhinya? Bocah ini bukan bocah biasa' pikir karutsuchi menatap kearah Naruto ketika KI kyrisu tidak berpengaruh
"Katakan" bentak kembali sikekar melepaskan KInya pada puncaknya.
"Simple.. Karena aku yang membunuhnya" ungkap Naruto dengan santai mengambil sesuatu dari kantung perlengkapan ninjanya.
.
.
.
Team iwa melebarkan mata saat mendengar Naruto berkata membunuh Koroso. Mereka bagaikan mendengar sesuatu yang mengguncang melebihi guncangan gempa bumi atau bahkn sambaran petir disaat badai melanda kapal mereka.
"Tidak mungkin bocah seperti mu membunuh ninja kelas A dari iwa.." Teriak protes Memuchi melebarkan matanya. Naruto kemudian mengeluarkan sarung tangan berwarna hitam yang dia cari dari tadi disakunya.
"Pada saat itu, ada juga seorang Mumu atau siapa namanya, dan sebelumnya Momo dan Kuro juga menjemput kematian mereka setelah mencoba membunuhku seperti kalian" ucap Naruto santai sambil mengenakan sarung tangan spesialnya itu yang mirip dengan sarung tangan uchiha madara itu. Ia bersikap sangat tenang, seolah tidak akan terjadi apapun juga. 'Mengingat mereka mengetahui tentang keberadaanku di sini, tengah melakukan misi, kurasa Iwagakure memiliki mata-mata di Konoha. Aku akan mencari tau tentang itu nantinya' pikir Naruto.
Semua iwa nin kembali shok tak percaya ketika Naruto menyebutkan korban korban yang ia bunuh. Mereka tidak ingin mempercayai hal itu. Dimata mereka, Naruto hanyalah seorang bocah yang berasal dari kelurga yang sangat mereka benci, Namikaze. Mereka akan menolak jika adanya Namikaze lain yang tumbuh dengan kekuatan hebat seperti Minato.
"Kau.. Bagaimana mungkin kau bisa membunuh sendiri Nomo dan Kuro? Juga tidak mungkin kau membunuh Momo yang merupakan kami no iwa" ucap karutsichi dengan tampang mengejek naruto.
"Hum.. Terserah kalian mau percaya atau tidak, tapi itu kenyataan yang harus kalian terima, mau atau tidak mau, suka atau tidak suka." jawab Naruto membungkam mereka yang hanya menggenggam erat kepalang tangan dan menguatkan gigi mereka.
'Mengalahkan empat Ninja kelas A dari iwa mustahil bagi jounin, dia bahkan genin' pikir Momuchi menatap kearah Naruto dengan khawatir gelisah dan juga sedikit gentar
"Kau cuma mau membuat kami lengah saja bocah.. " Ucap karutsuchi menatap dingin Kearah naruto yang telah selesai memakai sarung tangan spesialnya itu.
"Kai benar karutsuchi.. Mustahil bagi bocah seperti dia mengakahkan mereka semua. Bahkan seorang kage akan kerepotan melawan salah satu diantara mereka" tambah Kirisu menatap kearah Naruto. Si rambut merah itu hanya diam tak memperdulikan perkataan mereka, hanya merapikan sarung tangan ninjanya itu menatap kearah tangnnya.
"Mungkin ini tidak akan membantu, tapi bahkan genin bisa membunuh kage jika si kage meremehkan genin itu" komen Naruto tenang, menatap kearah seluruh iwa nin.
"Tsk.. Kau bocah banyak bicara juga yah" ucap Kirisu yang sudah semakin geram pada Naruto.
"Kau pemarah rupanya" ucap naruto, malah menjawab perkataan Kirisu dengan ejekan. Kirisu tidak tahan lagi mengambil kunai dari sakunya menatap horor Naruto seperti dia akan memakannya hidup-hidup.
"Kau... Mati" teriaknya lngsung menyerang kearah Naruto
Dengan cepat, ia menggunakan kunainya menusuk kearah perut Naruto. Si Genin dengan cepat pula menangkis tangan kanan Kirisu itu menggunakan tangan kirinya. Kirisu langsung menendang kearah naruto dengan kaki kirinya namun sebelum tendangannya sampai, tangan kanan Naruto sudah mendarat diperutnya dengan pukulan terhebatnya.
Fuuuusssh
Mata kirisu melebar seolah keluar dari tempatnya merasakan pukulan super strength milik Naruto yang ia pelajari dari Tsunade Senju. Tubuhnya terlempar kebelakang dengan kecepatan roket menghancurkan 5 pohon dibelakangnya kemudian berhenti ketika tubuhnya menghantam pohon besar
Boooommm pohon itu tumbang kearah belakang tubuh kirisu. Kirisu duduk bersandar dipohon yang tumbang itu tak bernyawa lagi. Dari mulutnya keluar darah segar membasahi tanah.
Dua junin iwa yang lain tak percaya menatap kearah trmannya yang baru 5 detik yang lalu bersama mereka kini telah tewas. Mata mereka terlihat shok menatap kearah Naruto yang hanya berdiri santai tanpa ekspresi. Tidak bergeser sedikitpun saat dia mengalahkan Kirisu
"KAU... MA"-
"Stop.. " Sebuah tangan menghadang tubuh momuchi yang marah ingin menyerang naruto.
"Dia bukanlah bocah biasa. Kau lihat kan apa yang terjadi pada kirisu? Itu karena dia marah dan memandang remeh musuh" lanjut karutsuchi menatap kearah naruto.
"Kau terlihat pintar dibanding yang lain, menggunakan otakmu, bukan terengaruh pada emosi dan menggunakan ototmu" jawab pelan Naruto.
'Dia kuat, dan pukulannya itu? Apa mungkin dia?' Pikir momuchi yang kini sudah tenang ketika mendengar perkataan Karutsuchi
"Kalau aku tidak salah pukulanmu itu adalah human strength seperti tsunade senju" komen momuchi dengan pelan sambil menatap kearah naruto.
"Begitulah.. Aku adalah murid dari Tsunade Senju" jawab Naruto datar tanpa ekspresi.
'Ini akan semakin susah karena dia menguasai tekhnik super strength' pikir karutsuchi menatap kearah Naruto dengan tatapan penasaran.
"Begitu yah... Aku kini tau kenapa Momo dan yang lain tewas ditanganmu.. Kejadian yang sama seperti Kirisu" ungkap Karutsuchi membuat momuchi meliriknya dengan sedikit khawatir
'Apa ia percaya kalau bocah itu membunuh jounin?' Pikir shok momuchi. 'Aku tetap tidak percaya kalau bocah seperti dia bisa mengalahkan seorang Jounin, kecuali ia menggunakan cara licik seperti yang ia lakukan tadi'
"Momuchi, serangan jarak dekat berbahaya untuk kita. Jika kita melakukan kesalahan sedikitpun hasilnya akan fatal" instruksi Karutsuchi fokus kearah Naruto. "Human Strength bukanlah kekuatan biasa yang bisa kita sepelekan. Kekuatan itu bahkan dapat menghancurkan monster hanya dalam sekali pukulan saja."
"Kau benar .. Human strength berpusat pada kecepatan kekuatan dan keakuratan pada tiap pukulannya. Ditambah lagi dengan dorongan chakra maka hasilnya seperti rekan kalian itu" ucap Naruto menjelaskan tentang super strength miliknya. "Kau memiliki informasi yang cukup baik untuk itu, dari mana kau mendapatkannya?" Tanya Naruto.
"Dari mana aku mendapatkannya tidaklah penting. Kami memiliki cara kami sendiri untuk mengetahui tentang kalian dari Konoha" jawab Karutsuchi tegas. Ia kemudian melirik ke rekannya. "Apa kau mengerti maksudku?"
"Jadi dengan kata lain jika kita melawannya dengan Ninjutsu maka kita akan kalah?" Tanya Momuchi menatap rekannya penasaran
"Susah ditebak, tapi 75 % untuk taijutsu sebaiknya kita jangan lakukan kerena kita akan kalah. Peluang kita hanya 25% untuk menang dengan taijutsu. Dengan kata lain kita tidak bisa menyerangnya dengan jaarak dekat, kita harus menyerangnya dari jarak medium" jelas karutsuchi menjelaskan strategi pada momuchi.
"Ninjutsu" lanjut momuchi menebak cara yang akan mereka lakukan pada naruto. Korutsuchi mengangguk membebarkan perkataan momuchi
"Yup.. Hanya ninjutsu yang akan membuat kita bisa menang dengan kemungkinan 75% karena kita tidak tau kemampuan Ninjutsu yang ia miliki" jelas korutsuchi menatap kearah naruto. 'Semua laporan yang kami terima menunjukan kalau ia hanya memiliki keahlian dari seorang medic. Aku tidak tau kenapa ia bisa sekuat itu, atau mungkin informan kami tidak sepenuhnya berkata benar?' Pikir Karutsuchi, kebingungan.
"Jadi kalian akan menggunakan Ninjutsu untuk mengalahkanku? Kalian melangkahi aturan pertama dunia shinobi tentang taijutsu" komen Naruto datar menatap kearah mereka berdua.
"Kami akan tidak pernah setuju dengan aturan shinobimu bocah.. Kau sendiri tidak bisa menang melawan dua jounin dalam hal Ninjutsu karena kau pasti berfokus pada taijutsu saja" ucap momuchi menatap dengan seringai pada naruto.
Memang benar kalau melihat dari kemampuan taijutsu Naruto, maka bisa di bilang kalau titik fokus Naruto hanyalah taijutsu. Memiliki kemampuan hebat untuk menguasai tekhnik dari Tsunade Senju mambutuhkan waktu latihan dan fokus ekstra. Sangat mustahil bagi seorang memiliki dua titik fokus, itulah yang ada di dalam kepala Ninja Iwa.
"Kurasa kalian melakukan kesalahan disini" ungkap si Genin, membuat dua junin itu kembali penasaran
"Apa maksudmu kesalahan?" Tanya karutsuchi.
"Kalian tidak akan menang bahkan kalian melawanku dengan ninjutsu. Aku akan tetap hanya menggunakan taijutsu untuk memperlihatkan pada kalian kenapa tsunade senju dianggap sannin dengan taijutsu Human Strengthnya" jawab naruto dengan tegas membuka mata dan menatap kearah dua junin iwa nin itu
"Cukup sudah basa basinya.. Makan ini" tegas karutsuchi melakukan handseal dengan cepat.
Katon : ryuuka no jutsu" ia menarik napas dalam, lalu meniupkan sesuatu dari dalam mulutnya. Semburan api menyerang dengan cepat bagaikan seorang yang meniupkan api dari mulutnya, api itu berbentuk menggumpal dengan bulatan kepala naga menerjang lawan
Doton : doryuheki " Sebuah didnding dari tanah muncul dari permukaan tanah sekitar jutsu katon C rank itu.
Booom
(Pindah scane sejenak.)
Dua jutsu itu bertemu mengahasilkan sebuah ledakan disekitar training ground. Terlihat Sasuke Uchiha yang mengadu jutsu itu dengan Menma Namikaze manahan api dengan dotonnya.
"Katonmu berkembang pesat teme, tapi kau belum bisa mengalahkanku" ucap Menma kembali melakukan handseal dengan cepat ketika tembok itu dia hilangkan dari permukaan tanah.
Mokuton : daijurin no jutsu
Teriak Menma mengarahkan tengan kananya pada Sasuke yang diam dalam bisu. Tangan kanan Menma berubah menjadi beerpa balok kayu membentuk bulatan memanjang menyerang kearah sasuke.
Dengan mata sharingan dua tomoenya sasuke berhasil melihat gerakan lambat jutsu menma dan menghindar dengan elit sambil berlari kearah menma dengan cepat dan melakukan handseal. Terlihat jelas seringai diwajah Sasuke.
Katon : Goukakkyu no jutsu
Saukeke menyemburkan bola api sebesar 1 stengah meter kearah menma. Menma yang tidak bisa melakukan apa apa selain diam karena tangan kanannya masih menjadi batangan kayu pasrah dengan jutsu sasuke
Boom tubuh menma terhempas katon milik sasuke. Saauke berhenti dan tersenyum saat melihat jutsunya berhasil mengenai tubuh menma menghasilkn gumpalan debu.
'Akhirnya saya mengalahkanmu, Menma' pikir sasuke senang.
Sasuke memiliki obsesi tertingginya mengalahkan Menma yang sangat kuat dengan mokutonnya itu. Dia bahkan hanya beberapa kali pernah bisa menyentuh Menma dalam sparing. Kali ini adalah rekornya mengalahkan menma untuk ke 4 kalinya dalam 3 bulan terakhir.
Mokuton :
Terdengar suara menma menyebutkan jutsunya membuat wajah Sasuke berubah. Ekspresi Sasuke berubah dengan cepat tak kala mendengar suara Menma yang menyebutkan jutsunya itu. Dia berbalik kebelakang dengan perlahan
No jutsu
Beberapa batang kayu muncul dari dalam tanah melilit sasuke dari kaki dan seluruh tubuhnya membuatnya tak bisa bergerak. Dia melihat kearah tubuh Menma yang ia serang menggunakan katon, berubah menjadi patung kayu
'Moku bunshin' pikir shok Sasuke menatap kearah belakangnya dan melihat menma berdiri dengan sedikit terengah engah
"Sepertinya.. Kau kalah lagi" ucapnya mengejek Sasuke yang terikat batangan kayu tipis.
"Sepertinya kau mengalahkan sasuke lagi... Menma" ucap kakasi yang berada disekitar 30 meter di samping kanan Sasuke. Dia fokus melatih sakura untuk meningkatkan kecepatan dan kekuatannya juga chakra reservenya.
Sasuke terlihat geram menatap kearah menatap kearah Menma yang lagi lagi kalah oleh mokuton. Dia sangat frustasi dengan situasi seperti ini terlebih dia yang arrogant merasa paling kuat.
"Tsk.. Tunggu saja kalau sharinganku sempurna, aku pastikan kau tidak akan bisa mengalahkanku lagi" ucap prtotes sasuke dengan memperlihatkan mata sharingan 2 tomoenya, tidak menerima kekalahannya.
"Iyakah.." Ejek Menma menatap kearah sasuke. Si Uchiha kali ini tambah geram menatap kearah rivalnya.
"Dobe.. Lepaskan aku dari sini" gumam Ssasuke dan menma melepaskannya kemudian mereka bergabung bersama Kakasi. Terlihat Sakura yang terbaring lemas karena keletihan akibat latihan subuh mereka itu.
Sudah 1 bulan mereka melakukan latihan subuh dengan jadwal teratur. Mulai dari pukul 5 sampai pukul 8 kemudian mandi dan pukul 9 berkumpul untuk melaksanakan misi kembali.
"Jadi... kakasi sensei.. Apa kita sudah bisa melakukan misi kelas C?" Tanya Menma menatap kearah kakasi membuatnya sedikit heran.
"Eh.. Kenapa kau tiba tiba menginginkan misi kelas C?" Tanya balik Kakasi dengan nada sedikit kebingungan.
"Er.. Naruto-ni sudah melakukan misi kelas C pertamanya kemarin bersama yamato sensei.. Apa kita bisa melakukan misi kelas C juga" ucap menma dengan sedikit berharap
"Apa.. Naruto kun sudah melakukan C rank.. ?" Tanya Sakura yang tiba tiba tiba bersemangat menatap kearah rekan teamnya. Semua hanya sweetdrop ria melihat jiwa fansgirl Sakura membuatnya semangat
'Shannaro.. Naruto-kun hebat' pikir inner Sakura dengan gaya fansgirl semangat 45 mata merah terbakar oleh api.
"Kakasi.. Kami juga meminta misi Kelas C.. Kami tidak mau kalah dari the dead last itu" ucap Sasuke arrogant menatap kearah kakasi. Kakasi hanya melirik sasuke
'Sial.. Kenapa bisa the dead last begitu cepat mendapatkan misi C rank sedangkan kami tidak' pikir sasuke geram menatap kearah kakasi
'Sasuke.. Arrogantmu itu akan membunuhmu suatu saat nanti' pikir kakasi menatap kerah sasuke
"Hm... Tidak " jawab kakasi sangat pendek, berhasil membuat Sasuke dan menma sangat jengkel padanya.
"Kenapa.. TIdak?" Tanya heran Sasuke tidak terima menatap kakasi yang hanya cuek saja. Menma juga mengangguk setuju dengan pertanyaan sasuke sedang sakura hanya berada didalam lamunan bersama Naruto.
"Kalian belum memperlihatkan kerjasama team kalian" jelas kakasi pada anggitanya itu
"Sasuke, kau tidak tau kejamnya dunia luar sana yang bisa membunuhmu suatu waktu jika sifat arrogant dan merasa kau paling kuat itu masih tetap kau miliki. Sama halnya dengan kau menma. Disamping itu kalian juga harus tau apa dan bagaimana pentingnya kerjasama team" jelas kakasi menjelaskan pada anggotanya yang hanya diam menatap kakasi. Terlihat jelas di raut wajah mereka menunjukan rasa kekecewaan yang besar.
'Aku tidak menyangka mereka akan meminta misi kelas C secepat ini.. Huft.. ' Pikir Kakashi sambil menghela napas. "Begini.. Bagaimana kalau sedikit taruhan?" Ucap kakasi membuat teamnya menatapnya penasaran.
"Dalam satu minggu ini kita akan melakukan misi D rank, dan jika kalian bekerjasama maka saya akan mengambil misi C rank.. Bagaimana?" Tanya kakasi tanpa menatap mereka
"Deal" Ungkap Sasuke dan Menma bersamaan lalu mereka saling memberikan seringai diwajah masing masing mereka.
'Tunggu saja Naruto, aku akan membuatmu mengakui kalau kau bukanlah apa-apa dibandingkan denganku' pikir Sasuke sangat Arrogan.
'Naruto-Nii.. Aku aku akan membuktikan padamu bahwa aku bisa berjalan berdampingan denganmu, sebagai saudara' pikir Menma.
'Shannaro... Aku akan berjaya bersama Naruto-Kun.. Aku tidak sabar untuk mendapatkannya...' Pikir Sakura dengan semangat di mata Innernya yang menyala.
.
.
.
Kembali kepertarungan naruto dan dua iwa nin disekitar hutan perbatasan taki dan negara api. Terlihat api berbentuk kepala Naga menyembur kearah Naruto, cukup cepat. Naruto menatapnya sejenak lalu memukul kearah tanah dihadapannya
Booommm
Tanah dihadapan naruto retak dengan retakannya berada dihadapan naruto selebar 2 meter persegi. Retakan itu menghalangi katon jutsu korutsuchi itu, melompat ke depannya seperti membentuk dinding penghalang.
Booomn
Ledaan pun terjadi akibat jutsu Karutsuchi tertahan retakan tanah dihadapan si rambut merah. Naruto melompat keatas retakan tanah itu dengan api masih sedikit terlihat dan langsung menerjang kearah dua junin iwa yang berada beberapa meter dihadapannya.
Dua jounin itu melebarkan matanya melihat Narruto yang meluncur dengan cepat kearah mereka. Hanya satu kata di dalam kepala mereka, sangat cepat. Mereka langsung melompat kebelakang terpisah ketika Naruto memukul kearah mereka. Pukulan Naruto hanya bisa menghentakkan tanah saja.
Booom
Naruto hanya bisa memukul tanah tempat mereka berdiri saat mereka berhasil meloloskan diri kabur dari pukulan naruto. Debu tebal menyusu disekitar naruto akibat pukulannya yang menciptaan retakan tanah dengan skala perusakan yang kembali membesar dan melebar. Untuk kesekian kalinya, tanah hancur lebur karena pengaruh tekhnik Naruto.
'Sial... Mereka cukup cepat juga' pikir Naruto menatap kearah Momuchi, dengan tangannya masih menrmpel di atas retakan tanah.
Doton : Doryu Dango
Teriakan berasal dari Momuchi yang menerapkan jutsu doton itu. Terlihat 4 bagian bulatan masing-masing 1 per 4 menyerang kearah naruto dari segala sisi dengan Naruto sebagai pusatnya.
4 bagian itu dengan cepat menyatu dan membentuk bulatan sebesar 3 meter untuk diameternya berada ditempat naruto berdiri mengubur Naruto yang berada didalam bulatan jutsu doton B rank itu.
"Ternyata dia tidak begitu hebat" ucap momuchi melihat Naruto yang terkubur dalam bulatan jutsu miliknya. Dia tersenyum arrogant menatap karutsuchi mengira dia sudah menang.
Tiba tiba tanah dihadapanya retak dan sengan cepat Naruto muncul dengan langsung memukulnya dengan pukulan terhenatnya memberikan uper cut didagu Momuchi mengirimnya terbang melayang jauh sembari mengeluarkan sarah segar dari mulutnya.
Booomm
Dia terjatuh ketanah dengan kondisi rahang hancur, 10 meter di arah samping kanan karutsuchi. Karutsuchi melebarkan matanya tak percaya melihat rekan keduanya itu langsung tewas hanya dengan sekali pukulan Naruto yang muncul dari dalam tanah
'Dia memiliki elemen tanah dan jutsu persembunyian di dalam tanah, membuat Momuchi merasa telah menang, sehingga ia akan lengah. Dia benar-benar memiliki strategi dan cara kotor dalam kepalanya untuk mrngalahkan musuh yang bukan kelasnya' pikir Karutsuchi menganalisa cara Naruto bertarung.
Neruto mebggerakan tangannya santai, membersihkan pakaiannya yang sedikit terkena debu akibat dia yang baru keluar dari dalam tanah. Ekspresinya terlihat biasa-biasa saja dan tidak merasakan sedikitpun kelelahan akibat pertarungannya yang singkat membunuh 2 jounin iwa.
'Tidak ada gunanya memiliki kemampuan hebat, jika tidak memiliki otak yang baik untuk menggunakannya. Kebencian mereka terhadap Namikaze, membuatku dengan mudah mengalahkan mereka. Hanya seperti melawan Genin' pikir Naruto, menatap ke arah tubuh tak bernyawa Momuchi.
'Dia terlihat santai sekali sepertinya dia sudah biasa membunuh dan.. Aku tidak merasakan sedikitpun chakranya keluar' pikir shok Karutsuchi menatap Naruto
"Bagaimana kau bisa masuk ketanah?" Tanya bingung korutsuchi. "Apa kau punya element doton?" Tanyanya lanjut menatap kearah Naruto yang hanya santai membersihkan pakaiannya.
"Saya tidak punya element doton" jawab Naruto simple membuat korutsuchi sedikit shok
"Ba-bagaimana bisa?" Tanya shok korutsuchi
"Pada saat saya memukul tanah, saya mendorong chakraku lebih dalam dan menbuat lubang dalam tanah kearah temanmu tadi, jadi begitulah kenapa aku bisa" jelas naruto membuat karutsuchi shok, tidak percaya kalau dugaannya meleset.
'Dia bisa membuat lubang dengan pukulan membuntuhkan control chakra yang bagus. Terlihat mustahil bagi bocah seumur dia. Tapi melihat apa yang ia lakukan dari tadi membuktikan dia memang pantas ditakuti' pikir korutsuchi mengambil posisi dengan kunai ditangan kanannya siap menyerang naruto
"Jadi apa... Kau mau lanjut bertarung?" Tanya naruto dengan santai menatap kearah karutsuchi, tentunya dengan tatapan mengejek.
'Ini sedikit susah, jika dilihat dari kekuatan pukulan dia hebat dariku. Tapi tidak menutup kemungkinan dia memiliki kelemahan' pikir korutsuchi menatap Naruto.
"Aku akan mengalahkanmu dan membawamu ke Iwa untuk dieksekusi karena membunuh rekanku dan juga 4 shinobi iwa" ikrar Karutsuchi menatap tajam si bocah rambut merah itu.
"Tsk.. Aku cuma tidak menyangka kalau kau bisa berkata seperti itu." Ucap naruto santai. "Shinobi iwa yang datang k e Konoha untuk menculikku dan adik kecilku, aku hanya melindungi diriku dan keluargaku. Kalian memang tidak sadar telah melakukan hal menjijikkan dan mengira kalian yang paling benar." jawab Naruto dengan nada menghina, sambil menutup matanya.
"Cukup sudah bangsat sekarang mari kita bertarung" teriak karutsuchi melemparkan kunai kearah Naruto.
Naruto menangkap kunai itu dengan tangannya yang menggunakan sarung tangan spesial. Sarung tangan itu adalah sarung tangan yang terbuat dari bahan khusus dimana dengan chakra bisa membuatnya kuat seperti logam.
Karutsuchi melakukan handseal dengan cepat setelah melakukan serangan menggunakan kunainya kearah Naruto. Rupanya kunai itu hanyalah pengecoh dengan sasarannya adalah membuat naruto sibuk dengan kunainya sehingga dia bisa melakukan jutsu
Doton: Yomi Numa" Teriak Karutsuchi melakukan jutsunya mengubah tanah pijkan Naruto menjadi lumpur hisap. Namun sebelum ia terperangkap, si Genin melompat kearah belakang dengan cepat menghindari lumpur hisap jutsu korutsuchi.
"Kau mau mencari calah rupanya yah" komen Naruto dengan santai. Karutsuchi tidak berhenti disitu saja, dia melakukan handsel kembali dengan cepat. Dari wajahnya terlihat jelas seringai evil menatap kearah naruto
'Dapat kau' pikr karutsuchi
Doton : doryuuso" Dari lumpur tanah tadi muncul kepala naga yang membuka mulutnya menganga 4 meter dihadapan naruto. Kepala naga dari tanah itu sekitar 3 meter besarnya saat membuka mulutnya. Naruto menatapnya datar tanpa ekspresi
'Naga tanah yah?' Pikir naruto melihat mulut sang naga mengeluarkan puluhan tombak dari tanah yang dikendalikan oleh karutsuchi dengan segel ram
"Kena kau" ucap korutsuchi.
Tombak tombak itu langsung kearah Naruto dengan kecepatan Jounin, kala sang naga memperlihatkan mata merahnya. Naruto menghindari tiap tombak dengan berlari seperti memutari kepala naga itu sehingga tidak menyentuhnya.
Tombak tombak itu mendarat 1 meter dibelakang naruto karena cepatnya gerakannya. Naruto semakin bergerak cepat, melingkar, membuat korutsuchi sedikit kesusahan menentukan targetnya.
'Gerakannya cukup cepat juga..' Pikirnya. "Rasakan ini" teriak Karutsuchi menerapkan handseal kembali dengan cepat. Sepertinya ini adalah jutsu S rank yang ia akn lakukan.
Doton: Sando no Jutsu
'Ini gawat... Aku harus bisa menghindarinya.. ' Pikir Naruto melakukan handseal tiger hanya dengan tangan kirinya.
Shinshin no Jutsu" bisiknya pelan.
Terlihat dua batu besar dari dalam tanah muncul disebelah kanan dan kiri Naruto. Batu besar berukir patung kepala itu sebesar 15 meter dengan tinggi yang sama masing-masing membentuk setengah bulatan sempurna
Tiap tipa batu dikendalikan menggunakan kedua tangan korutsuchi. Ia lalu merapatkan tangannya membuat batu bedar itu menjepit tubuh Naruto
Brooookkk
Suara batu menempel menjadi sebuah bulatan sempurna, yang separuhnya berada dalam tanah mengubur naruto. Karutsuchi langsung jatuh berlutut kehabisan chakra setelah melakukan jutsu B dan A lalu S rank itu dengan cepat dalam waktu hitungan detik saja.
'Huh.. Aku.. Seperti.. Kehabisan.. Chakra..' Pikir karutsuchi keleahan dengan tangannya menopang tubuhnya bersama lututnya diatas tanah.
Dia perlahan menatap kearah batu itu lalu tersenyum puas kerana mengalahkan naruto dengan menguburnya hidup hidup pada jutsu S ranknya itu.
"Huh... Namikaze.. Kau mendapat.. Balasannya" ucap karotsuchi dengan seringai diwajahnya. Dia sangat senang membunuh salah satu anggota namikaze clan yang sangat dibenci oleh iwagakure.
.
"Kau sungguh berpikir tidak mengalahkanku begitu mudah kan" suara itu mengagetkan Karotauchi. Dia menatap kearah jutsunya dan melihat Naruto berdiri di bagian atas bulatan jutsunya , melipat kedua tangan dilipat didepan dadanya, dan sebagai penyempurna, sebuah tatapan meremehkan di lontarkan Naruto.
Rasa shok luar biasa melanda pikiran korotsuchi setelah melihat Naruto yang utuh tidak apa apa dan tidak terjadi apa apa padanya atau tergores sedikitpun.
"Ba-bagaimana bi-bisa ?" Tanya karotsuchi di tengah rasa keterkejutannya, menatap naruto. Si Namikaze hanya menatapmya datar tanpa ada ekspresi.
"Jawaban sederhana, aku jauh lebih kuat darimu" jawab naruro melompat kedepan batu jutsu ciptaan korotsuchi. Korotsuchi berdiri memaksa diri. Dia menatap kearah naruto dengan penuh frustasi. Jika kalian melawanku secara bersamaan, kemungkinan kalian menang sangatlah besar. Kesalahan kalian melawanku sendiri-sendiri, dan kesalahan itulah yang akan membawa kalian pada kematian." Lanjutnya monoton dan terkesan arrogan.
Memang benar seperti itu. Level Naruto saat ini bukanlah level yang bisa di remehkan. Terlebih pelatihannya selama berada di markas Root. Ia mengubah dirinya menjadi seorang Monster berkedok dalam status seorang Genin. Penyamaran yang sempurna untuknya.
'Aku..tidak boleh kalah darinya... Aku harus kuat, aku akan buktikan kalau saya lebih kuat dari karutsuchi' pikirnya melakukan handseal dengan memaksa seluruh tenaganya.
"Belum mau menyerah juga?" Gumam Naruto melihat Karutsuchi melakukan heandseal. "Kau tidak memiliki kesempatan untuk mrngalahkanku dengan kondisimu seperti saat ini. Kau hanya akan membawa dirimu pada kematian, seperti dua rekanmu" lanjutnya.
Doton: Kengan no Jutsu
Teriakan itu diiringi dengan berlari kearah Naruto. Karutsuchi tidak perduli lagi bahkan jika ia harus mati di situ, ia melompat ke arah si Genin. Naruto mengambil ancang-ancang tak kala melihat tangan karotsuchi berubah menjadi besar sekitar stengah meter dari batu memukul kearahnya.
Broook
Naruto menahan pukulan korutschi dengan tangan kanannya meninju kearah batu ditangannya. 'Apa... ' Pikir Karutsuchi sangat terkejut, melihat jutsunya itu bisa di mentahkan semudah itu. Ia melihat batu di tangannya perlahan retak. Naruto tersenyum, lalu menambahkan kekuatannya, sekaligus menghancurkannya sekalian melemparkan tubuh karotsuchi kembali ke tanah, dan tubuhnya bergeser kebelakang sejauh 5 meter berlabuh dengan punggungnya.
Darah segar langsung keluar dari mulutnya dengan kondisi lengan kangannya patah akibat jutsu naruto yang mengimbangi jutsu koritsuchi. Naruto perlahan mendekati korutsuchi. Karutsuchi pasrah melihat naruto yang medekatinya dengan tenang mengambil sesuatu dari sakunya.
'Tou-sama.. Maafkan aku. Akatsuchi, Kitsuchi, Kurotsuchi, maafkan aku.' pikir karutsuchi pasrah pada kematiannya menutup matanya. Dia merasaan sesuatu masuk kedalam mulutnya seperti obat. Perlahan dia membuka matanya melihat Naruto yang sudah berjalan menjauhinya.
"Pulanglah.. Aku sudah memberikanmu obat. Obat itu akan bekerja selama stengah hari memompa tenagamu dengan cepat agar kau bisa sampai ke iwa dengan selamat. Katakan pada Onhoki jangan mencoba mendekati keluargaku. Dan untukmu, saat kita bertemu ditempat lain dan suasana berbeda, aku pastikan akan membunuhmu" ucap Naruto santai kemudian menghilang dngan kilatan petir.
'Siapa sebenarnya bocah itu' pikir Karutsuchi berdiri. Dia perlahan melangkah menuju iwagakure melirik sejenak jasad rekan rekannya.
'Aku harus segera sampai ke Iwagakure dan melaporkan ini pada Tou- sama' pikir Karutsuchi dengan melanjutkan langkahnya. Tangan kanannya dipegang karena patah akibat beradu dengan human strength Naruto.
.
.
.
Matahari sudah berada diatas kepala pas menyinari bumi dari atas seperti lampu menyinari ruangan. Sudah 5 jam team Yamato melanjutkan perjalanan mereka setelah semalaman beristrahat. Tidak ada yang mengetahui kalau Naruto kembali melakukan pertarungan pagi ini. Semua terlihat wajar-wajar saja baginya.
Terlihat tebing tinggi dan besar menjulang dari kejauhan dibelakang desa. Tebing yang membantuk seperti batang pohon dengan air terjun ditengahnya seperti jatuh dari langit menghujani bumi dengan tumpahan air.
Desanya berbentuk seperti layaknya sebuah desa shinobi dengan dua penjaga dipintu gerbang berhita itae Takigakure. Sepertinya mereka chunin.
"Harus kuakui, pemandangannya menarik" ucap Naruto nenatap kearah air terjun takigakure.
"Tunggu kau sampai melihat kebagian dalam desa, kau pasti akan terkagum kagum" komen fuu dengan wajah merona menatap kearah naruto
'Kitten.. Ini kesempatan bagus untukmu. Kau harus segera mengajaknya kerumahmu dan melakukan sksmsmnansns bersamanya'
'Diam choumei.. Tidak mungkin secepat itu.. '
'Ayolah kitten aku tau kau menginginkannya. Lihat dia.. Dia.. Hotti' kembali si biju menggoda Fuu, sukses membuatnya kembali merona. Ia hanya bisa menunduk menyembunyikan wajahnya.
.
"Fu.. Kau sudah kembali? Masukan nama dan rank kalian di buku tamu Takigakure" ucap chunin penjaga gernang takigakure. Dia memiliki rambut berwarna ungu dengan mata ungu gelap. Tinggi sekitar 170 cm dengan kulit coklat gelap.
"Aku tidak menduga kalau hubunganmu dengan bijumu sangat baik" Komen Naruto menatap kearah fuu yang blush, sedang Yamato dan Anko menulis nama mereka sekalian dengan nama Naruto.
'Tch... Gaki itu, terus saja menggoda Si Gakiku.. Sepertinya aku harus bergerak cepat setelah misi ini' pikir Anko melirik sejenak ke arah Naruto.
'Cinta segi tiga yah... Ini bisa menjadi topik baru untuk novel Jiraiya-Sama. Aku akan menceritakannya nanti ke Kakashi-Senpai agar bisa di sampaikan ke Minato-Sama lalu ke Jiraiya-Sama.. Ini akan menjadi topik yang menarik' pikir Yamato dengan kedua pipi agak merona setelah memikirkan hal mesum. Penjaga taki mengeluarkan tetesan keringat aneh, melihat aksi dari para ninja Konoha.
Fu melebarkan matanya tak menyangka Naruto mengetahui hubungan baiknya bersama biju tang ada dalam tubuhnya itu.
"Ba-bagaimana kau tau?" Tanya fu heran menatap kearah naruto. Tidak ada orang yang tau selain orng terdekatnya.
'Wow.. Kitten.. Dia bahkan tau hubungan kita baik'
"Aku seorang sensorik sensitive, bukan cuma sensorik bisa merasakan chakra signature tapi juga sensorik terhadap perasaan seseorang. Kecuali orang yang meninggal, maka tidak akan merasakan keahadirannya, tapi sepanjang dia maaih bernapas, akubisa merasakan keberadaannya" ucap naruto membuat yamato meliriknya, hilang sudah pikiran mesumnya.
'Pantas saja dia sangat susah dilacak. Rupanya sensorik yang sangat langka. Perpaduan sensorik Tobirama Senju dan Uzumaki Mito. Aku harus melaporkannya pada Yondaime Sama' pikir Yamato dalam liriknya.
"Begitulah.. Sichibi selalu berkata... aneh- aneh" ucap du dengan ragu
"Begitu yah? Apa mereka memiliki jenis kelamin atau apa? Aku berpikir keras tentang mereka akhir-akhir ini. Sebuah gumpalan chakra yang bisa berbicara juga memiliki perasaan. Menurutku mereka bukan siluman yang jahat jika diperlakukan dengan baik... Mungkin bisa dianggap teman" jelas polos Naruto membuat fu shok
'Choumei.. Dia orang pertama yang melihatmu bukan siluman dan dianggap teman'
'Kau benar kitten, saya merasakan ketulusan dari ucapannya tadi. Coba tanya, kenapa dia begitu tertarik pada kami para biju?'
"Silahkan masuk, shibiki sama pasti senang melihatmu fu san" ucap penjaga gerbang dan mereka pun memasuki wilayah takigakure dengan fu didepan menuntun jalan
"Arigatou.. Selamat datang ditakigakure.. " Ucap fu memperlihatkan takigakure. Perumahan takigakure terlihat sangat rapi dengan tatanan yang sangat teratur. Terlihat bangunan yang paling megah berada di pusat kota bertuliskan centra diabagian atasnya.
"Mari aku antar bertemu Shibiki-Sama" ucap fu dengan sedikit malu menatap kearah Naruto
"Hai" jawab simple Anko dan Ymato sednang Naruto hanya diam saja.
".. Gaki.. Kau tidak bisa tersenyum yah?" Tanya anko menatap kearah naruto yang hanya memasanh wajah datar tanpa eksresi.
"Hn" jawab simple naruto membuat Anko naik darah. Dia ingin menghajar naruto namun yamato menahannya.
"Now... now Anko.. Jangan membuat keributan di desa orng lain" ucap yamato memegang lengan anko. Anko hanya bisa cemberut menatap kearah naruto sedang naruto hanya santai saja tanpa ekspresi.
'Aku akan membuatnya tertawa suatbu saat nanti.. Gaki ini benar-benar menarik rasa penasaranku' pikir Anko.
Mereka melanjutkan perjalanan mereka dengan fu dibaian depan bersama naruto dan yamato anko dibelakang. Mereka seperti berjalan pasang pasangan.
"Naruto ... Kun.. Sichibi bilang kenapa kau ingin tau tentang biju?" Tanya fu malu campur blush menatap kearah naruto saat dia menambahkan akhiran kun.
'Kerja bagus kitten'
"Mungkin karena kami senasib.. Diperlakukan tidak baik dengan hanya dilihat dari apa yang kami punya" ucap dingin naruto membuat fu bingung
"Apa maksudnya Naruto-kun?" Tanya fu kembali menatap bingung kepada naruto.
"Dia dibutuhkan karena kekuatan dan chakranya sebagai senjata tanpa melihat apa yang sebenarnya para biju harapkan. Persamaannya denganku, mereka membuangku karena saya tidak memiliki kekuatan yang mereka harapkan, tanpa mau tau apa yang kuinginkan. Sama sama mengharapkan kekuatan untuk senjata mereka" lanju naruto menjelaskan pada fu maksud pertanyaanya. "Kami hanya di lihat karena apa yang kami punya, bukan karena apa yang kami inginkan."
Sepanjang perjalanan, fu hanya diam dan menatap Naruto yang menatap lurus datar tanpa ekspresi kearah jalan dihadapan mereka. Sepanjang perjalanan, tatapan menjijikan juga dilihat dari warga desa takigakure kearah Fu. Tatapan yang bahkan anak kicil bisa melihatnya kalau mereka membencinya
'Aura kebencian mereka sungguh terasa.. Gadis yang malang, fu' pikir naruto melirok kearah Fu yang menunduk sambil berjalan.
"Qku turut prihatin.. Fu.. Aku tau rasanya kesendirian" ucap Naruto dengan santai menatap Fu. Si Jinchuuriki itu memgangkat kepalanya menatap balik kearah naruto.
"Apa maksudmu?" Tanya fu sedikit bingung.
"Kau tidak usah menyembunyikannya, terlihat jelas tatapan kebencian dari seluruh warga Takigakure padamu fu." Ungkapp Naruto menatap datar fu.
'Jadi dia tau kalau.. ' Pikiran fu terpotong kala merasakan sntuhan dipundaknya yang menghangatkannya. Dia menatap kearah tangan yang menyentuhnya dan terlihat Naruto yang menyentuhnya
"Tidak semua sama fu.. Ada sebagian orang yang tau perbedaan kunai dengan scrollnya" jawab Naruto menyemangati fu.
'Kitten.. Hottie, dia juga menyemangatimu dan menerimamu apa adanya fu.. Ayo fu, ku harus memilikinya'
'Hentikan choumei, kau bisa membuatku mimisian nanti' pikir Fuu dengan wajah sudah sangat meronah. 'Jangan lagi masukan pikiran mesum di kepelaku'
.
.
Mereka akhirnya sampai dikantor pusat takigakure, kantor pemimpinnya atau kage office. Takigekure bukanlah desa ninja resmi namun memiliki kekuatan juga untuk shinobinya. Tidak seperti 5 desa besar lainnya yang fokus pada dunia shinobi mereka.
Takigakure hanya memiliki shinobi untuk menjaga sesuatu yang penting ditakigakure. Sesuatu yang dianggap air kehidupan di takigakure sendiri.
"Ah.. Fu-chan.. Aku lihat kau sudah sampai dengan selamat disini" ucap sang pemimpim menatap kearah fu. Pemimpin itu duduk di kursi meja kerja pada kantornya. Ruangannya hampir sama besar dengan kantor hokage.
Dia memiliki rambut hitam terurai melebihi bahunya dan bola mata hitam. Tampangnya menarik dengan pakaian seperi model pakaian bangsa asia tenggara. Dia memiliki kulit putih dengan tinggi kisaran 176 cm. Umurnya sekitar 28 tahunan terlihat jelas dari wajahny yang belumlh tua.
"Sibiki sama.. Fu genin taki melaporkan misi succes dan membawa team konoha yang mengantar fu ke takigakure. Tidak ada peristiwa besar lainnya selama perjalnan kami dari konoha ke takigakure" lapor fuu dengan senyum ada shibiki yang mendengarkan dengar serius laporan fu
"Ayolah fu.. Chan.. Kau tau saya tidak suka kau terlalu resmi seperti itu" ucap shibiki hanya dibalas oleh grin fu.
"Baiklah konoha san.. Sebaiknya kalian beristrahat dulu ditakigakure. Kami akan menyediakan tempat untuk kalian" ucap sang pemimpin kembali.
'Kitten.. Bawa dia kekamarmu.. Ini kesempatanmu kitten, rebut dia, oh.. Aw..oh'
'Choumei.. Ayolah.. Dia tidak mungkin mau.. Dan.. Kalaupun dia mau.. Apa yang kubicarakan.. ' Pikir shok fu dalam blushnya yang terlihat jelas.
'Sepertinya fu menyukai bocah ini' pikir shibiki.
"Ah shibiki dono.. Kami akan menerima dengan senang hati laporan anda" jawab yamato dengan senyuman diwajahnya terlihat tipis.
"Baiklah.. Kurasa ada yang ingin kalian bicarakan.. Fu.. Kepapa kau tidak ajak jalan-jalan temanmu smentara kami akan ngobrol disini bersama dengan jounin sensei temanmu itu" ucap shibiki ramah
"Ha-hai" jawab fu shok capur bahagia
'Thanks ahibiki tou san' pikir fu.
'Aoo.. Ini kesempatanmu Kitten... 'Kembali ekor 7 menggoda Fuu, membuatnya meronah.
"Naruto san.. Ayo, aku akan menunjukan tempat paling indah di taki" ucap fuu menatap Naruto
"Hn" jawab simple naruto mengangguk perlahan
"Gaki.. Temui kami di hotel tempat kami menginap"
"Hn" jawab naruto melangkah kearah keluar bersama fu.
"Jadi.. Bagaimana sealnya?" Tanya shibiki.
Tidak jauh dari Takigakure, kearah utara timur laut. Di sebuah ruangan besar terlihat seorang kakek tua melayang diudara. Dia memiliki tubuh pendek hanya sekitar 120 cm dengan hidung agak besar model rambut seperti di sanggul. Mata hitam dengan tampang arogant karena umur panjangnya.
Dihadapannya ada korutsuchi bersama orng yang mirip dengannya, sangat mirip. Dia adalah kembaran dari korutsuchi itu sendiri.
"Karutsuchi.. Apa yang terjadi padamu? Laporkan" perintah sikakek mini diudara menatap karutsuchi dengan kondisi tanganya yang patah
"Dimana kiriso dan momuchi?" Tanya lanjut kembaran Kitsuuchi itu.
"Kitsuchi.. Tou san.. Maaf.. Aku gagal" ucap korutsuchi dengan sedih menatap kearah lantai dihadapannya dan berlutut. Mata ayah dan kembarannya melebar mengerti apa maksud dari korutauchi
"Si-siapa yang melakukannya? Apa jounin konoha yang bersama namikaze itu?" Tanya onohiki dengan sedikit penekanan menatap kearah anaknya yang mengalami kondisi parah itu.
Karutsuchi menggelengkan kepalanya "Namikaze. Naruto" jawab simple korutsuchi
"APA..." Teriak bersamaan karutsuchi dan onohiki sang tsuchikage dengan shok yang luar biasa diwajah mereka terlihat jelas.
"Maksudmu kau dikalahkan oleh bocah 13 tahun, seorang genin fresh dari akademi?" Tanya shok Onohiki dan korutsuchi mengangguk
"Dia bukan bocah biasa Tou-Sama. Dia menguasai tekhnik seperti Tsunade Senju the sannin. Kecepatannya juga diatas kami. Dia tidak mempiliki kemampuan khusus untuk ninjutsu, tapi di taijutsu dia monster. Hanya sekali pukulan langsung membunuh Momuchi dan Kirisu" jelas " Karutsuchi menbuat dua keluarganya yang lain sedimkt sesak napas mereka tidak tau apa yang sebenarnya terjadi namun penuh amarah diwajah mereka.
"Dan Tou Sama.. Dia juga yang telah membunuh momo, Mumu, Kuroso dan rekannya aku tidak tau namanya." Ucap lanjut Karutsuchi.
"Apa.. Bagaimana bisa bocah membunuh junin A rank? Bukan cuma satu tapi kini 6" ucap lanjut onohiki dalam murkanya.
"Awalnya akutidak percaya, namun ketika aku melihat kemampuannya, aku jadi sangat yakin. Dia benar benar mematikan dalam taijutsu Tou-Sama.. Kecepatannya.. Aku bahkan tidak melihat bagaimana dia menghindar dari jusuku" ucap korutsuchi tak percaya
"Kenapa kau bisa selamat?" Tanya Akatsuchi dan Onohiki mengangguk ingin bertanya hal yang sama
"Dia tidak membunuhku karena meninggalkan pesan untuk Tou-Sama" ucap korutsuchi dengan serius.
'Namikaze.. Kau akan menerima akibat perbuatanmu' pikir Onohiki dalam geramnya.
"Aku akan menceritakan dari pertama menemuinya"
End
Tinggalkan review yah...
I Hope you like it
