True Words...

Dalam mobil, Anzu dan Atem menjadi cepat akrab. Mungkin karena mereka sama-sama cewek. Dan Atem memang sangat senang bisa dekat dengan teman-teman abangnya yang 'baru saja' dikenalnya.
Yugi hanya duduk diam disamping adiknya.

Seto dan Jounouchi duduk bersebelahan berhadapan dengan Anzu, Atem, dan Yugi.
Kedua cowok itu hanya diam melihat Atem yang telah sehat dan lebih ceria dari sebelumnya. Jounouchi melirik sedikit pada Seto. Ia memperhatikan temannya itu terus memandangi Atem. Jounouchi sangat terkejut begitu melihat pandangan mata Yugi pada dingin dan tajam. Jounouchi hanya diam saja melihatnya.

"Atem, tadi dokter pesen kamu harus banyak minum susu supaya ketahanan tubuh dan tulangmu bertambah, ya..." Anzu menggenggam tangan Atem. Atem tersenyum manis sambil mengangguk. Jounouchi sampai berpikir, tak heran Otogi bisa naksir...
"Yug... dari tadi diem aja... Ada apa?" tanya Anzu.
"Nggak..." jawab Yugi kalem.

-

Jii-chan menyambut Atem dengan bahagia. Ia memeluk cucu perempuannya itu dengan hangat. Kamar Atem telah disediakan khusus untuknya.
Kamar Yugi dibagi menjadi dua, diberi dinding pemisah. Sehingga menjadi dua kamar beruangan kecil.
Kamar Atem berisi tempat tidur, meja dan lemari khusus untuknya. Gadis itu senang sekali bisa bersebelahan dengan kamar abangnya.
Anzu dan Jii-chan membantu Atem membereskan barangnya. Jounouchi membawa semua tas Atem ke kamar barunya dilantai dua.

"Seto..."
Seto menoleh pada Yugi yang memanggilnya dan memberi kode untuk keluar dari kamar Atem.
Keduanya berjalan menuju halaman depan.

"Ada apa, Yug...?"
"Kudengar... kau membantu Atem mempelajari bahasa Jepang..."
"Ya..."
"Kau... tak punya 'maksud' apa-apa... kan?"
Seto terdiam mendengar pertanyaan Yugi.
"Apa maksudmu...?"
"Aku menghargai bantuan dari seorang Seto Kaiba... tapi... aku tak akan membiarkan adikku 'jalan' dengan pria sembarangan..."
Seto menatap Yugi yang juga menatap matanya dengan serius. Seto tersenyum kecil.
"Kau... cemburu?"
"Ya."
Seto semakin terdiam mendengar jawaban singkat dan tegas Yugi. Tanpa senyum sama sekali.
"Dia adikku, dan aku tak akan membiarkan orang lain memilikinya... tanpa kepercayaan dariku..."

"Yugi... Seto...?" Jounouchi memanggil kedua temannya dari jendela kamar Atem. Anzu ikut melongokkan kepalanya. "Ngapain kalian...?"
"Nggak..."

-

"Kami pamit ya...!"
"Permisi..."
"Atem-chan, cepet sembuh, yak! Ntar kita shopping-shopping baju! Baju dikau'kan kurang... masa pake baju Yugi... Iiih! Jijay! Bau keringet!"
"Brisik lu, cewe rese! Pulang sana!" usir Yugi. Atem tertawa melihat Yugi dan Anzu berdebat lagi. Akhirnya Jounouchi menyeret Anzu keluar rumah.

-

Jounouchi dan Anzu ikut mobil Seto. Mereka bertiga duduk di bangku penumpang dibelakang.

"Ano... Seto..."
"Ya?"
"Tadi... Yu-chan bicara apa sama kamu...?"
"Iya... kayaknya kalian serius banget..."
"Nggak ada apa-apa kok..."

Jou hanya angkat bahu, tapi Anzu mencoba-coba menebak...

"Yu-chan... ngancem kamu ya...?"

Kedua cowok itu terdiam. Mereka terkejut akan tebakan Anzu.
"Ko... kok tahu...?"
Jou semakin kaget. "Ha? Ngancem apaan, Set?"
"I... itu... Anzu... kau tahu dari mana...?"
"Tadi pagi... sebenernya... aku denger percakapan Otogi dan Yugi..."

Flashback

"A, Atem udah boleh pulang?"
"Really???"
"Sungguhan?"
"Apa Atem-chan sudah cukup kuat buat pulang...?"
"Heh! Jangan remehkan adik gue! Dia 'Lady' paling kuat diseluruh dunia...! Dan lagi..." Tiba-tiba Yugi nyeret Otogi sambil ngerangkul cowok itu dengan kasar.
"Kalo lu berani-beraninya manggil dia pake 'chan' lagi... kugorok perutmu..." bisikan nan kejam dari Yugi membuat Otogi merinding.
"O... oke... Yug..."

End flashback

"Sejak itu aku ngerasa... kayaknya Yugi tipe kakak yang protektif sama adeknya... Malah ... Kalo melihat tatapan Yugi kalo Otogi selalu manggil nama Atem pake 'chan'... bisa aja doi sister kompleks..." komentar Anzu.
Seto terdiam sambil menghela napas. "Tapi tolong... jangan disinggung-singgung didepan orang lain dan Yugi sendiri masalah ini ya...?"
Kedua teman Seto mengangguk.

Akhirnya Seto menceritakan apa yang Yugi katakan padanya kepada Jou dan Anzu. Tebakan Anzu benar. Yugi sangat menyayangi adiknya melebihi apapun. Anzu terdiam lagi.

"Kamu sendiri... perasaanmu pada Atem gimana...?" tembak Anzu. Seto langsung gelagapan. Jou hanya mengangkat alis dan bahu begitu Seto melihat Jou.
"A, aku... nggak ada rasa apa-apa sama Atem..." Tapi sikap Seto menunjukkan sesuatu... dan Anzu berusaha 'mengejar'nya.
"Jujur aja! Apalagi kamu cowok! Melihat tingkah lakumu nggak mungkin 'nggak ada apa-apa'!" kata-kata tegas Anzu membuat kedua cowok itu ketakutan. Cewek kalo udah penasaran bisa serem juga...

"E, eee... Anzu... kalo Seto nggak mau cerita nggak usah dipaksa dong..." Jou berusaha melindungi sobatnya.
"Kamu mau jujur sama dirimu sendiri apa nutupin ini selamanya, hah???" Anzu semakin gemes.
Akhirnya Seto nyerah... dan akhirnya ia mau cerita semuanya... Kalau sejak dia mimpi sang Pharaoh, ia mulai merasakan 'sesuatu' dalam dirinya tentang Atem.

"Berarti... sebenernya... kamu memang ada 'rasa' sama Atem...?" tanya Jou lagi.
"Aku sendiri nggak tahu...! Tapi kayaknya sih... Arghhh!!!! NGGAK MUNGKIIIIN!!"
"Nggak mungkin gimana...? Udah jelas memang kamu suka sama dia..." tambah Anzu.

Cowok itu menghela napas panjang.
"Tolong... jangan katakan ini pada siapapun ya...? Aku tak suka ada berita tak jelas yang mempermainkan emosi orang..." ujar Seto tegas. Jou dan Anzu hanya angkat bahu, dan mengiyakan permintaan Seto.

---

"Aku pulang..."
"Selamat datang, Seto-sama..."
Seorang wanita gemuk paruh baya berpakaian maid menyambut Seto dengan hangat. Sang pengasuh kedua Kaiba itu membawakan tas sekolah Seto yang baru melepas sepatunya.
"Bibi... Mokuba mana?"

Grudak! Gruduk! Drap! Drap.... DRAP!!!! "SETO-NIIIII...!!!"

"Mokuba! Apaan sih...??? Berisik amat!!!"
Cowok berambut hitam itu malah bergelantungan dileher kakaknya sambil ngos-ngosan. Setelah berhasil mengatur napasnya, Mokuba malah menarik Seto menuju kamarnya yang penuh dengan perangkat komputer dan majalah.

"Aku... baru aja NEMU...!!! INI!!!"
Seto hanya melihat data-data aneh di layar komputer rakitan Mokuba yang udah kayak layar bioskop.
"Apaan sih itu...?" tanya Seto agak sebal dengan adiknya yang membuat kerah bajunya longgar.

"YA AMPLOP!!!! Ini!!! Data-data semua kendali mesin di Alcatraz!!! Kalo semua data ini nyala dan terus berjalan... artinya ada beberapa alat yang menyala di Alcatraz!!!!"
"Be, berarti... Ada 'sesuatu' di Alcatraz...???"
"Tumben Seto-nii pinter..." ledek Mokuba.
"AYO!!! Kita kesana!!!"
Kedua Kaiba itu langsung melesat dengan helikopter mereka. Menuju pulau yang mereka sangka telah hancur dan tenggelam.
Sisa-sisa reruntuhan ternyata tetap tertinggal didasar laut, dan semua mesin yang menyala tetap berjalan tanpa bantuan manusia.

---

"Aku pulaaang..."
"Tumben lama... kemana aja...?" tanya Shizuka yang nongol tiba-tiba dari dapur sambil belepotan tepung. Tentu saja Jou nyaris ngelompat liat adeknya udah kayak hantu gitu. Tapi Jou langsung menyadari itu adiknya karena suara khas Shizuka yang cempreng.
"Buset dah... sedang apa kau di dapur...?"
"Ya buat roti sama bapak, la... Mau jualan apa kita nanti kalau tak ada roti di toko roti... aneh kali abangku ini..." jawab Shizuka dengan logat Osaka-nya.
"Sudah pulang kau, Jou???" teriak bapaknya dari dapur. Beliau juga belepotan tepung, meski tak separah anak perempuannya.
"Maaf, pak... aku baru temani Yugi jemput Atem dari Rumah Sakit... Dokter bilang sudah baikan dia..."
"Sungguh? Syukurlah... Nanti kalau kau main kerumah Yugi, bawalah roti buatan kita ini... Anak itu pasti butuh gizi..."
"Baik, pak..."

-

"Motherrrr...!!!!"
"Ada apa, Anzu...???"
"Dikau lihat baju-baju lamaku tidaaaaak...???"
"Dilemari lamamu, sayang... untuk apaaaa...???"
"Mau kukasih ke someone...!!!"

Anzu membongkar-bongkar lemari lama-nya dan menemukan baju-baju lamanya yang sudah kekecilan. Ia melihat tubuh mungil Atem yang pasti akan cocok dengan pakaian-pakaian lamanya. Bahkan mungkin bisa saja baju lama Anzu tetap kebesaran untuk Atem.

"Nggak apa-apa deh... dari pada pake baju bekas Yugi..."
Tiba-tiba Anzu terdiam.
Ia teringat akan perasaannya pada Atem dulu. Kini, ia harus menghadapi kenyataan bahwa, Atem adalah adik perempuan Yugi. Dan kini Anzu menyadari... bahwa perasaannya pada Yugi kini lebih kuat.
Ia telah mengenal Yugi lebih lama. Dan Anzu menyadari perasaan suka dan sayangnya pada Yugi mulai membesar.
"Kalau begitu... sudah kuputuskan... Aku akan mendapatkan Yu-chan!!!! Aku yakin!!! Aku pasti bisa mendapatkannya!!!!"
Flashback ingatan Anzu tentang bagaimana usaha Yugi dulu mendukungnya dan selalu berusaha melindunginya membuat Anzu tersipu-sipu sendiri. Meski kini Yugi telah berubah, cewek itu menetapkan hatinya hanya untuk teman masa kecilnya itu. "YU-CHAN!!! WAIT FOR MEEE!!!"
"Anzu... sudah malam... jangan teriak-teriak...!"
"Iya, ma..!"

---

"Mana sih...? Pulau Alcatraz'kan udah hancur... Tinggal laut doang gini..." keluh Mokuba melihat laut yang nan gelap karena malam.
"Mungkin ada didasar laut...?" tambah Seto.
"Benar juga! Tunggu aku NOAAAAAA!!!!!" Mokuba nekat nyebur tanpa persiapan apa-apa ke laut, terjun langsung dari helikopter. Terang aja Seto histeris dan langsung nangkep adeknya yang yakin bahwa Noa masih hidup.
"HUAAAAA!!!! Mokuba!! Jangan nekat!!!"

Akhirnya Seto memanggil Isono untuk mengirimkan kapal selam pribadi mereka sekaligus alat-alat selam dari Kaiba Co Research and Development. Dan Isono datang secepat kilat bersama semua pesanan Seto, juga burger titipan Mokuba.
"Bisa-bisanya kamu makan disaat-saat begini..." komentar Seto melihat adiknya makan dengan lahap di ruang kendali kapal selam.
"Biawin... aghughan haperrr... (Biarin, aku'kan laper...)"
Akhirnya sang kapten kapal memberikan laporan pada Seto, bahwa sang CEO itu bisa menyelam dan memasuki area dengan aman.
"Sepertinya disana memang ada ruangan yang tersisa dan terlindungi dengan kuat, pak..." ujar sang kapten.
Seto dan para awak kapal lainnya melihat sebuah kubus nan besar yang kokoh , juga terlapisi lumut, karang, dan rumput laut.
"Aku akan mencoba masuk sendiri..."
Semua bawahan Seto terkejut dan tidak menyetujuinya. "Bi, bisa bahaya, pak!! Meski itu area aman... tapi... Anda tetap harus tahu bagaimana membuka pintu kubus itu, tanpa membuat air masuk kedalamnya...!"
"Tenang... aku bawa salah satu ahli dalam mengutak-atik teknologi macam itu..."

Dan kini semua para awak kapal mengikuti arah pandang Seto pada...

"Afha...? (Apa...?)"

------

TBC...

Hohoho... Noa... akan datang! Kepribadian Yugi sebenarnya mulai terlihat... Kyahahahaha! I love OOC!!! xD

Betewe, aku baru nyadar... Mokubanya kok... jadi agak o'on yah...? -_-