Title : Love You Love Me

Pairing : KyuMin

Other Cast :

- Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk

- Lee Donghae

- Kim Jungmo

- Seo Joohyun

- For other chara, just find by your self

Warning : 1st M-Preg(Impossible thing). OOC, bahasa tidak sesuai EYD, Gaje, TYPOSSSS, WITHOUT EDITING, AND I'LL NEVER EDIT IT AGAIN, penggunaan kata-kata kasar, KEBACOTAN author di beberapa bagian, NO BASHING!

.

.

DON'T LIKE? DON'T READ, DON'T REVIEW, AND DON'T COMPLAIN PLEASE.

.

.

Happy Reading..^^..

.

.

.

.

Perasaannya ingin mempercayai Kyuhyun, namun, apa yang ia lihat saat ini...

Sungguh membuat hatinya kacau.. Perasaan yang sangat sulit untuk mempercayai Kyuhyun..

Air mata Sungmin, turun dari pelupuk mata kirinya, dengan cepat ia menghapusnya, dan segera pergi keluar cafe. Menyetop sebuah taksi, dan pergi ke mana pun yang ia mau.

Di sisi lain, Seorang namja tampan, tengah tersenyum puas melihat reaksi Sungmin, di awal rencana-nya.

"Ini baru permulaan Lee Sungmin.."

_Part 20_

.

.

"Minnie, aku pulang.." ujar Kyuhyun.

Tak ada jawaban dari seorang pun dari dalam, padahal Kyuhyun mendengar suara TV menyala dari dalam.

Setelah melepas sepatunya, Kyuhyun segera beranjak menuju ruang TV, benar TV sedang menyala, dan ada Sungmin yang tengah duduk di sofa sambil sibuk menggonta-ganti chanel TV.

"Minnie, aku sudah pulang, kau tidak menjawabku?" ujar Kyuhyun sambil duduk di samping Sungmin.

Sungmin hanya diam, tatapan matanya tajam dan dingin lurus ke depan.

"Kyuhyun, apa Seo Joo Hyun itu memang benar hanya teman lamamu?" tanya Sungmin dengan suara lembut, namun tatapannya tetap lurus ke arah TV, dan sangat tajam.

"Ke-Kenapa kau bertanya seperti itu?"

"Hanya menjawabku Kyuhyun.."

"Haruskah aku mengatakannya.." gumam Kyuhyun.

"Aku hanya ingin tahu tentang dirimu lebih dalam Kyuhyun.." Sungmin menatap Kyuhyun dengan tatapan sendu.

Kyuhyun tak mampu mengatakan apa-apa ketika Sungmin menatapnya seperti itu.

"Kumohon, jangan menatapku seperti itu.." pinta Kyuhyun, sambil menatap lurus ke lantai, tak berani menatap Sungmin.

Sungmin memejamkan matanya sejenak. Setelah membuka matanya kembali, ia beranjak dari sofa, dan menuju ke kamar.

"Mandilah, dan jangan lupa makan, aku tidur duluan.." ujar Sungmin singkat, lalu masuk ke dalam kamar.

Perasaan kalut menyelimuti pikiran Kyuhyun, apa yang terjadi pada Sungmin hari ini? Kenapa ia sikapnya bisa berubah seperti itu? Itulah yang sedang Kyuhyun pikirkan saat ini.

Kyuhyun memutuskan untuk makan dulu, lalu baru mandi. Setelah mandi, ia merebahkan tubuhnya di samping Sungmin, yang matanya kini telah terpejam.

Chup!

Kyuhyun mengecup kening Sungmin, lalu memeluk Sungmin dengan erat di atas kasur.

"Aku tahu kau belum tidur Minnie.." ujar Kyuhyun.

Mendengar itu Sungmin langsung membuka matanya, berada dipelukkan Kyuhyun, merupakan suatu kehangatan yang tak tergantikan baginya.

"Seohyun, adalah mantan calon tunanganku.. Aku kabur dari rumah, pada malam pertungangan kami.. Aku tidak mau ditunangkan dengannya.." ujar Kyuhyun.

Ada sedikit kelegaan saat Kyuhyun mengatakan ia tidak mau ditunangkan dengan Seohyun. Namun Sungmin belum puas akan itu semua.

"Apa kau dan dia dulu, pernah, atau saling mencintai?" tanya Sungmin tiba-tiba.

Sungguh pertanyaan yang sangat ingin Kyuhyun hindari, tapi, Kyuhyun tidak dapat menolak, mau tidak mau ia harus menjawab segala keraguan Sungmin.

"Y-Ya, aku memang pernah mencintainya.." jawab Kyuhyun terbata-bata.

Shock!

Itulah, hal yang Sungmin alami saat ini, mendengar bahwa Kyuhyun pernah mencintai wanita yang tadi siang dipelukkanya di depan umum.

Sungmin hendak melepas pelukkan Kyuhyun, namun Kyuhyun menariknya lebih dalam.

"Tapi itu dulu! Ya, dulu! Tidak dengan sekarang.. Sekarang aku sama sekali melupakannya.." ujar Kyuhyun, sambil terus mengeratkan pelukkannya.

Sungmin mendongak menatap Kyuhyun.

"Kau, benar-benar telah melupakannya?" tanya Sungmin, sambil menatap mata Kyuhyun dalam.

Kyuhyun yakin, ia benar-benar sudah melupakan Seohyun, tapi, entah sulit di bibir untuk mengeluarkan sepatah kata pun.

"A-Aku-Aku.."

"Cium aku, jika kau benar-benar sudah melupakannya.." ujar Sungmin, dengan tatapan sayu..

Kyuhyun terpaku sejenak mendengar kalimat itu. Ia memejamkan matanya sejenak, meyakinkan dirinya sendiri dengan apa yang akan ia lakukan.

'Saranghae Sungmin..' batin Kyuhyun.

Tak butuh waktu lama, bibir tebal itu terkait dengan bibir plump nan mungil itu.

Kyuhyun menggerakkan bibirnya dengan lembut di atas bibir Sungmin, sementara Sungmin berusaha meresponnya dengan baik.

Desahan-desahan kecil mengisi kesunyian dan keheningan malam itu, entah pada pukul berapa mereka berakhir, yang jelas, tak ada satu pun dari mereka yang ingin cepat-cepat mengakhirinya.

Sementara di sisi lain.

.

.

Lavatory lunch and coffee cafe.

"Hello? Apa masih ada orang? Tolong bukakan, aku terkunci disini.." ucap seseorang di dalam sana.

"Hello? Hey, tolong bukakan pintunya, ada yang terkunci.. Hello? Masih ada orang?"

"Hey, Lee Jinki di sini, apa ada orang? Tolong bukakan pintunya.."

Remember? Ia terkunci karena ulah Jungmo bukan?

Sementara Jinki berbicara terus menerus meminta pertolongan, seorang pekerja di cafe lunch & coffee, baru saja selesai mengunci cafe, dan hendak pulang ke rumahnya.

.


.

"Hnnghh.." Sungmin sedikit menggeliat dari tidurnya.

Perlahan ia membuka matanya, ia melirik ke samping kirinya. Tak ada Kyuhyun yang biasanya duduk di samping ranjang. Tapi? Tak ada Kyuhyun di samping kirinya, saat ini.

"Eungh, mencariku?" suara seseorang di samping kanan Sungmin.

Sungmin menoleh, Kyuhyun masih asik berbaring dan bergelut dengan selimut di samping kanannya.

"Kau tidak kerja?" tanya Sungmin dengan suara yang masih lemah.

Kyuhyun menggeleng sambil tersenyum.

"Hari libur nasional *read: cuti bersama*" jawab Kyuhyun. Okay, jangan bertanya dan anggap saja di Korea ada cuti bersama!

"Oh, eungh, baiklah, aku mau bangun sekarang saja.." ujar Sungmin mulai membangunkan dirinya dan duduk di atas kasur.

"Eh? Masih terlalu pagi, ayo tidur lagi.." ucap Kyuhyun sambil menarik Sungmin lagi, tidur dalam pelukkannya.

"Euungh! Kyuhyun, sudah jam delapan, aku juga harus memberitahu Hyukjae dan Donghae, agar tidak usah datang hari ini.."

Kyuhyun pun mulai membawa tubuhnya duduk di atas kasur, lalu, mengambil handphone-nya, lalu mengetikkan sesuatu di sana.

##################

To : Lee Hyukjae

Eunhyuk, hari ini, aku sedang berada si rumah, jadi, kau dan Donghae bisa menghabiskan waktu mu di rumah kalian, tanpa menemani Sungmin.

##################

-message sent-

Tak sampai 2 menit, sudah ada balasan dari Eunhyuk.

##################

From : Lee Hyukjae

Jeongmalyo?! Yes!Aku akan memberitahu Donghae ! Gomawo Kyuhyun! :D

##################

Kyuhyun membaca pesan itu sambil tersenyum, lalu meletakkan kembali handphone-nya di meja samping ranjang. Dan kembali merebahkan diri di samping Sungmin.

"Aku sudah memberitahu Eunhyuk, sekarang ayo tidur lagi.." ajak Kyuhyun kembali memeluk Sungmin.

"Aniyaaa.. Pagi ini aku belum mendapat bubur labu-ku!" ujar Sungmin sambil membangunkan diri lagi.

"Hhh~, baiklah.." dengan pasrah Kyuhyun pun ikut membangunkan diri.

"Kyunnie.. Tadi malam kau melempar piyama ku kemana?" tanya Sungmin sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.

"Eh? Aku rasa ke sana, atau... Ke sana?" ucap Kyuhyun sambil menunjuk ke arah kanan, lalu kirinya.

"Mana piyamaku? cepat aku kedinginan.." ujar Sungmin manja.

"Aku rasa, aku lupa.. Hhe.." ujar Kyuhyun cengengesan sambil menggaruk tengkuknya.

Sungmin memanyunkan bibirnya, namun, setelah itu, ia mengambil sebuah piyama berwarna hijau yang terletak di samping kirinya.

"Aku pakai ini saja.." ujar Sungmin sambil mengancingkan piyama hijau yang kebesaran itu di tubuh polosnya.

"Eh? Itu kan piyamaku!" seru Kyuhyun, saat Sungmin tengah melenggang masuk ke kamar mandi.

"Siapa suruh melempar piyamaku sembarangan :P *mehrong" ujar Sungmin kemudian masuk ke dalam kamar mandi.

"Ya! Sungminnie!"

.


.

"Minnie, kau tidak makan?" tanya Kyuhyun, saat bersiap untuk melahap nasi goreng buatan Sungmin.

"Iya, aku menyusul, aku mau buat susu untukku dulu.." ujar Sungmin.

Kyuhyun pun hanya mengangguk, dan mulai makan duluan, tak lama Sungmin kembali, dan duduk di samping Kyuhyun.

Tanpa Kyuhyun sadari, wajah Sungmin kini tengah berubah risau.

"Kyu.." panggil Sungmin.

"Ne?"

"Kau masih mengingat bukan, kalau aku ini namja?"

"Ye? Kenapa kau bertanya seperti itu? Tentu saja aku mengingatnya.." jawab Kyuhyun.

"Kalau aku melahirkan, kan sudah pasti di sesar.. Tapi..." Sungmin menggantung kalimatnya.

"Tapi?"

"Tapi bagaimana, caraku menyusui bayi kita nanti?"

.

-Hening-

.

"Kyuhyun!" panggil Sungmin, pada Kyuhyun yang masih tercengang dengan pertanyaan Sungmin tadi.

"Kyu!" seru Sungmin tepat di telingan Kyuhyun.

"Ya! Tidak usah berteriak, aku tidak tuli.." ujar Kyuhyun sambil menggosok-gosok telinga-nya.

"Habis kau tidak menjawabku.." Sungmin memanyunkan bibirnya.

"Eungh, aku kan juga namja, jadi aku tidak tahu, hmm, nanti kita consultasi ke dokter saja ya? Sekalian cek kandungan.." ujar Kyuhyun.

.


.

"Kenapa kita harus ke dokter yang ini?" tanya Kyuhyun sambil menggandeng Sungmin. Berjalan menujo ruangan dokter yang direkomendasikan Sungmin.

"Memangnya ada masalah dengan dokter Park? " tambah Kyuhyun.

Sungmin menggeleng, "Karena hanya dokter ini yang tahu kalau aku adalah namja.." jawab Sungmin.

"Ooh.." Kyuhyun mengangguk mengerti.

.


.

"Selamat pagi dokter.." sapa Sungmin, pada dokter yang tengah sibuk dengan arsip-arsip dimejanya.

"Oh ya selamat pagi.." sapa dokter Lee, atau lebih lengkapnya, Dokter Lee Min Byul.

"Hah, namja ini lagi.." ucap seorang suster yang tak asing bagi Sungmin.

"Namja?" sahut Dokter Lee.

"Ye, Dokter, Saya Lee Sungmin yang pernah tes kehamilan di sini sekitar empat bulan yang lalu." ujar Sungmin.

"Eh? Memang terakhir sekitar hampir empat bulan lalu ada seorang namja yang memeriksakan dirinya di sini.. Tapi kau?" tunjuk dokter Lee, pada Sungmin yang kini menggunakan dress orange selutut, dengan wig hitam panjang yang melekat dikepalanya.

"Ah, ini hanya penyamaran.." ujar Sungmin pada Dokter Lee yang tidak mengenali Sungmin.

Sungmin pun melepas wig-nya.

"Ah, benar ternyata memang kau.. Tapi, rambutmu jadi hitam" Dokter Lee pun akhirnya mengenali Sungmin.

"Ye, aku mengecat rambutku.." ujar Sungmin.

"Tapi tanpa wig itu, kau sudah terlihat seperti seorang wanita.." ucap Dokter Lee.

Sungmin hanya tersenyum menanggapinya.

"Suami-mu?" tanya Dokter Lee, sambil sedikit melirik Kyuhyun.

Sungmin ikut melirik Kyuhyun sejenak. "Ne.."

"Cho Kyuhyun imnida.." ujar Kyuhyun sambil mengangkat tangannya.

"Lee Min Byul" Dokter Lee tersenyum sambil menjabat tangan Kyuhyun.

"Jadi kau ingin check kehamilanmu?" tanya Dokter Lee pada Sungmin.

"Ye, keundae.. Selain itu ada sesuatu juga yang ingin aku tanyakan.." Jawab Sungmin.

.


.

"Hhh~, sebenarnya tidak ada cara untuk mengatasinya.." jawab Dokter Lee.

"Maksud Dokter?" tanya Sungmin kecewa.

"Mau tidak mau, bayimu nanti harus di beri ASI oleh wanita yang juga sedang memproduksi ASI, karena kau seorang namja, dan tak ada namja yang bisa menyusui.." jelas dokter Lee ia dapat merasakan apa yang Sungmin rasakan sekarang.

"Apa tidak ada alat yang dapat membantu?" tanya Kyuhyun, mulai angkat suara.

"Alat untuk membesarkan bagian 'tersebut' memang ada, namun, untuk membuatnya menghasilkan ASI..." Dokter Lee menggantung kalimatnya.

Kyuhyun dan Sungmin sudah dapat menebak apa yang akan dikatakan oleh Dokter Lee.

"ASI itu terbentuk dari darah, darah bisa menjadi ASI karena hormon-hormon yang terbentuk saat seorang ibu sedang mengandung. ASI terbentuk dan terkandung di dalam otot otot payudara seorang ibu. Hormon itu juga bekerja dengan adanya organ-organ yang menunjang.. Tapi, kau adalah namja, organ penunjang tersebut hanya ada pada tubuh wanita, sekalipun kau membesarkan bagian tersebut, organ dalamnya berbeda dengan wanita. Maka dari itu, di dunie ini, tidak pernah ada seorang pria dan wanita transeksual-pun yang bisa menyusui seorang bayi." jelas Dokter Lee.

Sungmin hanya menunduk menyembunyikan wajahnya, Sementara Kyuhyun hanya merengkuh tubuh Sungmin. Membuatnya merasa lebih tabah akan ini.

"Eum.. baiklah, Terima kasih banyak Dokter. Lebih baik, kami permisi dulu.." pamit Kyuhyun.

Dokter Lee hanya membalasnya dengan anggukan. Ia tersenyum miris, agaknya ia juga ikut berduka atas kesedihan yang Sungmin alami.

Selangkah lagi Kyuhyun dan Sungmin keluar dari ruangan itu. Tiba-tiba Dokter Lee memanggil Kyuhyun.

"Ah. Cho-sshi."

.


.

"Gwaenchana?" tanya Kyuhyun, sambil sesekali memfokuskan pandangannya pada stirnya.

"Hmm, ne, gwaenchana.." jawab Sungmin dengan suara lemah.

Kyuhyun merasakan kejanggalan dalam kalimat Sungmin. Ia tahu Sungmin tak sekuat dengan apa yang baru saja ia katakan, ia juga dapat merasakan apa yang Sungmin rasakan saat ini.

'Sungmin, kau tidak boleh seperti ini terus.' ucap Kyuhyun dalam hati.

Tiba-tiba Kyuhyun membanting stirnya dan memutar berbalik arah.

Sungmin yang baru menyadari arah jalan mereka berbeda dengan arah jalan pulang pun mulai bertanya.

"Kita mau kemana Kyu?"

Kyuhyun hanya membalas Sungmin dengan sebuah senyuman kecil.

.


.

"Ayo ke sana.." Ujar Kyuhyun sambil menarik tangan Sungmin menuju komidi putar.

Hari ini, Kyuhyun sengaja mengajak Sungmin untuk bersenang-senang di taman bermain.

Awalnya Sungmin hanya mengikut-ngikuti kemanapun Kyuhyun membawanya. Namun lama-kelamaan akhirnya dia juga yang bersemangat.

Setidaknya hari ini, Kyuhyun dapat menghilangkan rasa sedih, dan kalut Sungmin, dengan memberikan sebuah kecerian.

Sementara itu, masih di tempat yang, sama hanya di sisi yang berbeda, dua insan tengah menghabiskan waktunya bersama pula.

"Menjijikan.." ujar Jungmo saat menunggu Seohyun membuang isi perutnya.

"Huueegk.." Seohyun begitu telaten(?) memuntahkan isi perutnya.

"Kau yang ngotot naik roller coaster, dan akhirnya kau juga yang trauma, dasar bodoh!" ejek Jungmo.

"Berisik! Sudah! Sekarang temani aku ke sana.." titah Seohyun sambil menarik tangan Jungmo.

"Yaish! Jangan sentuh, sekarang aku pulang!" ujar Jungmo kemudian menghempaskan tangan Seohyun.

"Karena rencanamu! Aku kena tampar Kyuhyun. Dan sekarang! Kau harus menemaniku! Atau Rencanamu membuat mereka berakhir, GAGAL!" Seohyun kembali menarik tangan Jungmo. Tak perduli Jungmo yang kini sudah berdecak kesal.

Ya, jadilah kini Jungmo menemani Seohyun menikmati wahana di sana. Ya, maklum MKKB. Okeh lanjutkan cerita sebelum author dirajam sone.

'Tap.. Tap..' dua buah panah yang di lempar Kyuhyun, tertancap tepat pada sasaran.

Dengan itu, Kyuhyun berhak memilih hadiah dan ia memilih sebuah boneka beruang kecil berwarna merah muda.

"Ini.." Kyuhyun memberikan boneka itu kepada Sungmin, boneka yang diinginkan Sungmin sedari tadi.

Tapi Sungmin menerimanya, dengan tampang kecewa.

"Wae? Kau tidak suka?" tanya Kyuhyun.

"Bukan begitu.." ujar Sungmin.

"Lalu?"

"Aku yang sudah mencoba memanahnya beberapa kali, hampir mengenai sasaran saja tidak pernah, tapi..." Sungmin menggantung kalimatnya.

"Tapi?"

"Kau yang baru memanah dua kali saja, langsung mengenai sasarannya tepat berturut-turut.." jawab Sungmin sambil menunduk, memainkan boneka ditangannya.

Kyuhyun terkekeh mendengarnya.

"Mau mencobanya lagi? Aku akan membantumu.." tawar Kyuhyun.

Sungmin mendongak, lalu menatap Kyuhyun, sambil tersenyum manis.

"Mau?" tanya Kyuhyun lagi.

Sungmin mengangguk dengan semangat.

Sementara di sisi lainnya.

"Sekarang kemana lagi ya?" gumam Seohyun sambil memperhatikan wahana-wahana di sana.

"Hei, ayo kita ke sana.." Seohyun hendak menarik Jungmo lagi namun ia sadar bahwa Jungmo sudah tak disampingnya.

"Eh kemana dia?!" ujar Seohyun sambil menatap kesekelilingnya.

"Hei! Mau kemana kau?!" seru Seohyun saat melihat Jungmo berjalan ke suatu tempat.

"Aku bosan dengan permainanmu, biar aku mencari permainan sendiri.." ujar Jungmo agak keras.

Seohyun berdecak kesal, dan mulai mengikuti Jungmo dari belakang.

.


.

"Fokuskan pandanganmu, ke satu titik, arah kan panah, sesuai dengan titik fokus.." tuntun Kyuhyun dari belakang Sungmin.

"Rilex saja, jangan terlalu kaku.." bisik Kyuhyun, sambil menggenggam kedua tangan Sungmin yang kini tengah memegang busur.

"Hana.. Dul.. Set!"

"Wush!"

Hampir! Tadi benar-benar hampir saja!

Sungmin memanyunkan bibirnya kecewa.

"Gwaenchana, kita coba lagi.." ujar Kyuhyun.

Sungmin mengangguk, walau sedikit tak yakin.

"Ayo, kita ulangi.." tambah Kyuhyun.

Sungmin dan Kyuhyun pun mencoba memanah sekali lagi, kali ini Kyuhyun menuntun Sungmin dengan cara yang lebih halus, supaya Sungmin menjadi lebih rilex.

"Oke, Hana... Dul... Set!"

"Tap!"

.

-Hening-

.

"Kyu, apa aku baru saja mengenai sasarannya?" tanya Sungmin masih shock.

"Ya, aku rasa juga seperti itu.."

.

-hening again-

.

"KYAAAA! Kyuhyun! Aku berhasil!" seru Sungmin sambil membalikkan badannya, dan memeluk Kyuhyun erat.

Kyuhyun membalas pelukan Sungmin, dan ikut tersenyum senang.

"Agashi, jika sekali lagi, anda berhasil, anda berhak memilih hadiah di sini.." ujar Seorang namja yang menjaga dipermainan memanah ini.

Sungmin melepas pelukkannya terhadap Kyuhyun, lalu mengangguk pada namja itu.

"Sekali lagi, ayo.." ujar Kyuhyun.

Kali ini, Kyuhyun hanya membantu memberikan arahan, tidak membantu memegangkan seperti tadi.

"Hana.. Dul... Set!"

"Tap!"

"YEEEE!" Seru Sungmin, saat panahnya mengenai sasaran.

"Silahkan memilih hadiahnya."

Pada saat itu juga, Sungmin memilih sebuah boneka kelinci kecil berwarna biru soft. Boneka yang ukurannya tidak jauh berbeda dengan boneka Beruang yang Kyuhyun dapatkan untuknya.

"Gomawo Kyu.." ucap Sungmin pada Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum menanggapinya.

"Untukmu.." Sungmin memberikan boneka kelinci biru tersebut pada Kyuhyun.

"Eh? Kok? Untukku?"

Sungmin mengangguk.

"Aku simpan boneka darimu, begitu pula sebaliknya.." ujar Sungmin. Kyuhyun tersenyum dan mengangguk.

Chup!

Sungmin mengecup bibir Kyuhyun.

.

.

"Shit!" umpat seseorang dari jauh.

"Hei, Jungmo-sshi! Kenapa berhenti tiba-tiba?" tanya Seohyun, pada Jungmo yang berhenti secara tiba-tiba, memasang tampang kesal, dengan pandangan lurus kedepan.

"Sial! Rencana membuat hubungan mereka retak karena perselingkuhan gagal!" ujar Jungmo pelan dengan nada menusuk.

Seohyun memandang ke arah yang dipandang Jungmo.

Betapa terkejutnya ia saat mendapati Lelaki yang masih dicintainya, tengah berciuman di tempat umum, bersama 'wanita' yang sedang ia benci.

"Kalau aku tidak bisa membuat mereka terpisah dengan cara perselingkuhan, apa aku harus menggunakan..." Jungmo menggantung kalimatnya.

"Menggunakan?" tanya Seohyun.

"Bayi mereka?"

.

.

.

.

.

.

~To be continued~

Bener-bener ga tahan bikin salah satu dari mereka patah hati, atau merekanya pisah lama2,, jadi mereka langsung baikkan deh XD,,

wah 8 chapter lagi tamat nih :D

Tadinya aku mau jelasin banyak lho yang dikalimatnya Dokter Lee tadi, tapi kalo dijelasin lagi, bakal lebih panjang, dan malahan jadi ngebikin istilah 'male pregnancy' itu bener-bener gak akan pernah terjadi. jadi maap aja kalo penjelasan dokter Lee tadi rada rancu -_-

Btw, kmaren udah tau kan kalo Kyuhyun itu kabur dari rumah dan belom balik-balik lagi? Sebenernya di FF ini aku sama sekali gak niat untuk memunculkan ortu Kyuhyun, soalnya kalo ortu Kyuhyun tau anaknya nikah sama sesama jenis, ortunya gak bakal restuin.
Gak bakal ada kan ortu yang bakal rela anak penyuka sesama jenis. Nah di FF ini ngambil sisi kehidupan nyata dikitanya juga, dimana mpreg itu lazim banget, walau mpreg itu sebenarnya fiksi, kecuali buat para pria transgender. Mangkanya kalo ada ortu Kyuhyun nongol pasti gak bakal direstuin, karena dikehidupan nyata kita juga pasti kek gitu.
Kalo ortu Kyuhyun udah gak restuin, dan bla-bla-bla yang pokoknya ujung2nya kayak sinetron2, aku udah males banget deh, wong jadinya juga kalo ortunya Kyuhyun gak ngerestuin gimana pun caranya pasti ujung2nya KyuMin barengan juga #plakkkk.. yah pokoknya intinya itu aku cuma mau minta tolong... please jan banyak tanya ttg ortu Kyuhyun lagi T^T.

Buat Seohyun disini, buat sone maap banget yah, dulu waktu bikin ff ini aku lagi bener2 gak suka sama dia.. yang nggak suka maaaaaaap banget, kalo gak suka, aku saranin, gak usah lanjut baca,, dari pada ntar tambah gak suka.. T.T

Ohya, sebenernya dr kmaren, chapter 18 sama 19 bukan aku yg ngepublish, makanya gak ada Author note-nya kek gini, Pertanyaan2-nya juga gak di bales maap yah..

capcyus deh buat Q-A-nya..

.


.

Q: Konfliknya nggak berat ya?
A: Iya.. aku ga jago bikin konflik yg berat2 T^T

Q: Apa akan berubah rating?
A: Nggak kayaknya.. Ini FF kan sebernya kurang aman buat rate K, tapi FF ini juga nggak nyampe rate M.

Q: Kandungan Sungmin udah berapa bulan?
A: Bulan ke 4 lebih cikit.

Q: Authornya anti alay ya?
A: Wesh, nggak juga ah,, dikehidupan SMA, alay itu trend setter tau hahaha,, alay itu adalah seni~, #plakk,lagian orang gak akan pernah gaul tanpa adanya alay, dan sebagian besar gaul itu melewati masa alay, ye gak? huakakakak.. #abaikan.

Q: Sungmin jadinya Appa atau Umma?
A: Ya umma lah -_-''

Q: Ada ya hp yang kalo ngirim SMS make private number?
A: Nah, taun lalu aku sempet baca artikel ttg hp symbian yg bisa ngirim sms pake private number, tapi aku lupa bangetbangetbangetan baca dimana, isinya ttg apa-apa aja, bener2 lupa. alat elektronik korea kan lebih maju ya dr pada indonesia, jadi mungkin bisa, duh, masalahnya bener2 lupa akunyah T.T,, ya tapi kalo misalnya gabisa, berhubung ini cerita fiksi, jadi anggep aja bisa #plakkkkk

Q: Drama banget ya ceritanya?
A: Emang! hahaha

Q: Konfliknya udah mau klimaks ya?
A: Iya, sedikiiit lagi :D

Q: Author update 2 kali sehari dong?
A: waktu itu udah pernah dan... gak lagi-lagi ah,, hehehehe... Maap bangetbangetbanget yaaahhhh...

.


.

itu pertanyaan2 yg kebaca sama aku dr chapter 16-19 yang belom kejawab, kalo ada pertanyaan yang kelewatan, maap yah, bisa tanya lagi, soalnya ribet juga yah baca reviewnya, tulisannya cilik2, jadi rada siwer deh bacanya.. Buat yg pertanyaan yang udah pernah ditanyakan sebelumnya, gak aku jawab lagi ya.. jadi kalo mau ngasih pertanyaan check dulu Q-A-nya udah pernah ditanyakan sebelumnya atau belum, okeeeh? :D

Oh ya, kalo mau dijawab lebih jelas pertanyaannya, yang punya twitter bisa langsung ke twitterku, atau PM disini juga boleee..

.

Ya pokoknya akhir kata review lah ya,, ma'aciii XD

Diniaulicious
1st published for chapter 20: June 4th, 2011