Chapter 20

.

.

.

.

Ootsutsuki Naruto™

.

.

.

.

By : Ootsutsuki Al™

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

Rate : T ( Mungkin bisa berubah )

Genre : Adventure, Friendship, -?, -?

Pair : Naruto x -?

Sasuke x -?

Warning : Miss, Typo, Alur gaje, OOC, OC, Ide pasaran ( Maybe ), Strong!Naru, Strong!Sasu, SemiCannon!, Hyoton!Naru, Tenseigan!Naru, Alive MinaKushi ... Etc.

Don't Like Don't Read ..

.

.

.

.

Summary : Dia yang sedikit demi sedikit mulai mengetahui kebenaran tentang jati dirinya, apa yang akan dia lakukan jika sudah mengetahui semua kebenaran tentang jati dirinya ?.

.

.

.

.

Chapter 20

.

.

Sasuke dan Shikamaru kini sudah sampai didepan penginapan mereka dengan selamat sentosa tentunya.

"Cih, bangun pemalas kita sudah sampai, dan segeralah turun kau kira tubuhmu itu ringan ha?!".Gerutu Sasuke yang kesal karena Shikamaru malah tidur dengan khidmat.

"Kalau kau tidak bangun juga aku akan men-"

Kriiieett ..

Pintu penginapan terbuka menampilkan seorang perempuan bersurai pirang dengan poni yang menutupi mata kanan nya, yang Sasuke kenal bernama Ino Yamanaka teman se team si nanas.

"Eh ? kalian kemana saja ?, dan Shikamaru kenapa ada digendonganmu?, bahunya juga kenapa terluka?, dan dimana Naruto?".Tanya Ino beruntun kepada Sasuke.

"Cih, akan aku jelaskan didalam, lagipula si nanas ini butuh pengobatan".Balas Sasuke yang kemudian langsung menyelonong masuk ke penginapan dengan menggendong Shikamaru.

Sesampainya diruang tengah Sasuke dengan tanpa dosanya langsung menjatuhkan Shikamaru yang ada digendongan nya.

"Ittai, Uchiha sialan !".Umpat Shikamaru pelan, kesal ? tentu saja dirinya baru bermimpi mendapat kasur empuk baru untuk tempat tidurnya malah diganggu Sasuke yang membuatnya bangun.

Jiraiya dan Chouji yang kebetulan berada diruang tengah memandang Sasuke dan Shikamaru sedikit kaget.

"Eh?, kalian kemana saja?, dan kenapa dengan bahumu Shika?".Tanya Chouji sambil melihat perban yang melingkar dibahu Shikamaru yang sedikit dinodai warna merah.

Sedangkan Jiraiya mulai memasang wajah serius.

"Jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?".Tanya Jiraiya sambil menatap serius Sasuke.

"Dan Ino obati Shikamaru".Lanjut Jiraiya kepada Ino yang baru saja datang keruang tengah.

Sasuke mengambil nafas pelan, ini akan menjadi cerita yang panjang.

"Sebenarnya ini dimulai ketika kami ..."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Cih, kuso".Naruto mengumpat pelan sambil meludahkan sedikit darah dibibirnya, pakaian yang digunakan nya kini compang - camping tak karuan akibat serangan dadakan Momoshiki tadi, jujur saja Naruto tidak menyangka sama sekali lawan nya ini punya kemampuan menyerap Ninjutsu, dan yang paling mengagetkan nya lawan nya bisa mengembalikan serangan nya bahkan dengan dampak yang beberapa kali lipat dari yang diserapnya, untung saja Fuuton No Yoroi Naruto masih aktif, sehingga secara tidak langsung perisai angin tersebut meminimalisir efek serangan tadi.

Naruto yang kini sudah bangkit membuat single heandseal.

"Kage Bunshin No Jutsu"

Pooofftthh .. Pooffthh ..

Muncul dua bunshin di kanan kiri Naruto, Naruto kemudian menyuruh bunshin pertama untuk menemui Gaara yang kini tengah dalam bola pasirnya.

Kemudian dia menyuruh bunshin ke dua pergi ke penginapan teamnya, guna menyampaikan apa yang dialaminya saat ini.

Naruto menghela nafas pelan, langit sudah menggelap sepenuhnya sedari tadi, Naruto tak tahu sudah berapa menit yang ia habiskan melawan dua orang super aneh ini.

Menggenggam erat Yukianesanya Naruto kembali melesat kearah Kinshiki yang kini tengah diam dengan dua kapak merah di masing - masing tangan nya.

Trannkk .. Sriingg .. Trrankk ..

Menebas, menghilang kemudian menebas lagi itulah yang Naruto lakukan kini, namun secepat apapun Naruto menyerang Kinshiki, tidak ada satupun yang mengenai Kinshiki, semuanya berhasil ditahan dengan mudah oleh Kinshiki.

Tap ..

Naruto melompat mundur, memandang kesal Kinshiki.

"Cih, terpaksa aku menggunakan nya".Naruto mendecih kemudian berguman lalu memejamkan matanya pelan.

Srriingg ..

Naruto membuka matanya lagi, yang kini menampakan mata biru es dengan pupil hitam kecil dan sebuah cincin berwarna putih salju yang mengelilinginya, pertanda Tenseigan nya sudah aktif.

Mata Momoshiki membulat, begitu pula Kinshiki yang berada di depan nya.

"Te-tenseigan?!".Seru Momoshiki kaget.

Memanfaatkan kekagetan musuhnya, Naruto dengan cepat menghilang lalu muncul didepan Kinshiki sambil berniat menebas kepala besar tersebut.

Trraankk .. Pyyaarr ..

Tebasan Naruto berhasil ditahan oleh Kinshiki namun tak lama kemudian kapak merah yang Kinshiki gunakan pecah karena Naruto menyalurkan chakranya pada pedangnya.

Duuaakkhh ..

Tebasan Naruto yang beberapa cm lagi sampai pada leher Kinshiki terpaksa harus terhenti karena Kinshiki dengan cepat menendang perut Naruto dengan keras hingga membuat Naruto terpelanting kebelakang.

Tap ..

Naruto mendarat dengan mulus setelah berhasil menyeimbangkan tubuhnya.

Mengangkat tangan kanan nya setinggi dada, perlahan muncul bola - bola hitam kecil disekeliling Naruto yang jumlahnya sangat banyak.

"Tenseigan : Scattering Chakra Rosary"

Wusshh ..

Bola - bola hitam tersebut dengan cepat melesat kearah Momoshiki dan juga Kinshiki.

Dhuuaarr .. Dhuuaarr ..

Ledakan beruntun terjadi ditempat Momoshiki dan juga Kinshiki hingga menimbulkan kepulan debu yang cukup tebal.

Setelah debu menghilang Naruto mendecih tidak suka saat melihat serangan nya ditahan oleh sebuah prisai berwarna merah yang Naruto yakini dibuat oleh si gemuk Kinshiki.

Tapi ada yang aneh dibenak Naruto, menurut Uban - sensei (Toneri) teknik ini tergolong kedalam Ninjutsu juga tapi kenapa Momoshiki tidak menyerapnya, malah Kinshiki membuat perlindungan untuk mereka berdua?.

Wuusshh ..

Naruto yang melamun dikagetkan dengan kemunculan Kinshiki didepan nya yang kemudian dengan cepat melompat kebelakang menghindari serangan pedang merah Kinshiki.

'Cih, tidak sempat'.Batin Naruto saat menyadari dirinya telat melompat menghindar.

Crassshh ..

Dan pedang itu pun hanya menyayat pasir yang tiba - tiba berkumpul didepan Naruto seperti tameng.

Tap ..

"Arigatou Gaara".Ucap Naruto sambil melirik kearah samping.

Naruto kembali memandang kedepan, memandang kedua musuhnya, tapi pandangan Naruto terpaku pada Momoshiki yang entah kenapa terlihat gelisah.

"Ayo kita pergi Kinshiki, dan lain kali akan kuambil mata itu darimu !".Ucap Momoshiki sambil menatap tajam Naruto di akhir kalimatnya, kemudian Momoshiki menciptakan black hole lalu memasukinya diikuti Kinshiki dibelakangnya.

Bruukk ..

"Haah haahh haaahh ..".Setelah Momoshiki dan Kinshiki menghilang dari pandangan Naruto langsung membaringkan tubuhnya ditanah sembari mengatur nafasnya yang terengah - engah, Tenseigan nya sudah dia non - aktifkan lagi, Fuuton No Yoroi nya juga sudah dia non - aktifkan.

"Sebaiknya kau segera pergi ke penginapan karena aku merasakan dua chakra yang kukenal mendekat kesini".Yap sebenarnya tadi Naruto menyuruh bunshin yang menghampiri Gaara itu untuk mencari sebuah penginapan dan mengajak Gaara tentunya, namun Gaara menolak dengan alasan membantu Naruto, dan alhasil Kage Bunshin Naruto lah yang pergi mencari penginapan, dan tadi dirinya menerima ingatan dari kedua bunshin nya dan mulai merasakan chakra yang dia kenali menuju kesini dengan kecepatan super menurutnya.

"Oh dan kau akan kesana bersama Chi Bunshin ku".Lanjut Naruto kemudian menyayat telapak tangan kanan nya menggunakan kunai.

"Chi Bunshin"

Muncul replika Naruto yang terbuat dari darah Naruto sendiri, kemudian Naruto mengambil sebuah kunai dengan kertas segel diujungnya dan memasukan nya ke belakang kepala Chi Bunshin nya.

"Apa itu?".Tanya Gaara heran saat melihat Naruto memasukan sebuah kunai dengan kertas segel kepada chi bunshin nya.

"Itu segel ingatan, agar jika bunshin tersebut hilang, ingatan nya akan masuk secara alami ke otak ku".Jawab Naruto seadanya.

Naruto kemudian berdiri.

"Kalau begitu segeralah ke penginapan, dan tunggulah disana, aku dan Sasuke akan menjemputmu setelah misi ini selesai, dan kita akan memulai petualangan baru kita".Ucap Naruto sambil tersenyum tipis.

Gaara tersenyum tipis.

"Hn, jaga dirimu baik - baik".Balas Gaara kemudian melompat mengikuti Chi Bunshin Naruto yang sudah duluan pergi.

"Kau juga !".Balas Naruto setengah berteriak.

Tiba - tiba Naruto merasakan sesuatu yang naik ke tenggorokan nya.

"Ohekk, Ohekk".Naruto memuntahkan banyak darah dari mulutnya.

"Haah, efek samping yang mengerikan".Guman Naruto sambil mengelap sisa darah yang keluar dibawah bibirnya.

Ya ini memang efek samping atau bisa dibilang resiko jutsu berkecepatan tinggi nya tadi, bergerak sangat cepat hingga melebihi batasan tubuhnya saat ini memungkinkan menghancurkan otot - otot maupun organ dalam yang Naruto punya, Naruto belum menemukan cara meminimalisir efek samping jutsu yang bahkan belum dia namai ini.

"Haah, istirahat sebentar sebelum mereka sampai bukan ide yang buruk".Guman Naruto pelan, lalu menyandarkan dirinya kesebuah batang pohon, dan kemudian memejamkan matanya, Naruto benar - benar lelah sekarang.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sesaat sebelumnya dipenginapan ...

" .. Dan karena si dobe itu lambat makanya aku sampai sini duluan".Jelas Sasuke yang diakhiri dengan kebohongan, mana mungkin dirinya mengatakan kalau Naruto mengantarkan Gaara ke penginapan dipinggir desa, bisa - bisa mereka curiga.

Bletakk ..

"Kenapa kau meninggalkan Naruto - kun sendirian hah?! bagaimana kalau dia kenapa - kenapa?!".Bentak Yui sambil menjitak kepala Sasuke dengan penuh perasaan.

"Ittai, ck dasar Tsundere".Guman Sasuke pelan agar tidak didengar Yui.

Braakk ..

Terdengar suara gebrakan yang cukup keras dipintu penginapan mereka, terlihat sang pendobrakan alias Naruto bunshin berlutut dengan nafas terengah - engah.

"Are? Naruto?".Ucap Ino terlihat kebingungan.

"Bos dalam masalah, dia dicegat begal, ah maksudku ninja yang tak diketahui darimana, dan kini dia sedang bertarung melawan kedua ninja tersebut di hutan sebelah selatan"

Poofftthh ..

Tepat setelah melakukan tugasnya bunshin tersebut menghilang meninggalkan kepulan asap, meninggalkan beberapa orang yang terlihat khawatir.

'Naru - kun'.Batin Yui khawatir.

"Ino, Chouji, Sasuke kalian tetap disini, jaga Shikamaru, aku dan Yui akan pergi kesana untuk membantu Naruto!".Perintah Jiraiya cepat kemudian melesat dengan cepat ke arah hutan sebelah selatan diikuti Yui dibelakangnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Astaga !".Jiraiya dan juga Yui yang kini sudah sampai ditempat yang mereka asumsikan tempat pertarungan Natuto hanya terkaget melihat tempat tersebut.

Melirik sekeliling mereka berdua dapat melihat lubang - lubang besar ditanah, puluhan pohon roboh, nampaknya telah terjadi pertarungan dahsyat disini tadi.

Yui mendekati ke salah satu pohon yang masih berdiri saat melihat siluet seseorang berambut putih tengah menyender dibatang pohon tersebut.

Tiba - tiba saja Yui memberhentikan langkahnya saat sudah berada didepan siluet sosok tersebut, matanya terlihat berkaca - kaca melihat siluet tersebut yang ternyata Naruto.

"N-naruto - kun".Guman Yui bergetar, lalu berjongkok sambil mengusap pelan pipi Naruto yang berdebu.

"B-baka, hiks kau membuatku khawatir".Lanjut Yui yang kemudian membawa kepala Naruto kepelukan nya.

Melepaskan pelukan nya terhadap kepala Naruto, Yui dengan cepat mengusap kasar air mata yang sempat keluar tadi, dengan cepat dirinya memeriksa denyut nadi Naruto, dan seketika matanya membulat sempurna.

"I-ini bohong k-kan ?!".Yui berucap entah kepada siapa dengan nada yang terdengar bergetar.

"H-hei baka bangun, k-kau bercanda kan, bangun brengsek hiks".Yui menepuk - nepuk pipi Naruto disertai dengan isak tangis yang keluar dari mulutnya.

"Yui ada ap-".Pertanyaan Jiraiya tak terselesaikan karena melihat Yui yang kini tengah menangis sambil menepuk - nepuk pelan pipi Naruto.

"A-aku .. A-aku hiks mencintaimu, kumohon jangan tinggalkan aku hiks Naruto !".Yui berteriak frustasi sambil mencengkram baju tak layak pakai Naruto, sekelebat kenangan - kenangan manis nya bersama Naruto berseliwengan diotaknya, saat Naruto menyuapinya, Naruto yang tertawa padanya, Naruto yang bertengkar bersama Sasuke.

"Huuaa Yui - chan tolong aku, si teme itu gay"

"Buka mulutmu aaaaa"

"Ahahaha tenang saja kita akan selalu bersama, iya kan !"

"Teme !, kembalikan ramenku pantat ayam !"

Yui meremas baju tak layak pakai Naruto saat mengingat kembali beberapa kenangan 'indahnya' bersama Naruto.

"Hiks .. NARUTO !".Yui berteriak frustasi sembari menangis dan menepuk - nepuk pipi Naruto.

Jiraiya memendang sendu ke arah Yui, tak lama kemudian matanya memicing tajam merasakan ada kekkai dilapisi genjutsu disini.

"Ka'i"

Kini Jiraiya hanya bisa melongo melihat yang ditangisi Yui kini bukan Naruto tapi sebuah batang pohon besar yang roboh.

Dan tak jauh dari situ Jiraiya dapat melihat Naruto yang menurutnya asli sedang tertidur sambil menyender batang pohon dengan khidmat, terbukti dengan dadanya yang naik turun dengan teratur.

"Khe, jadi dia melapisi lingkup daerah ini dengan kekkai yang dilapisi genjutsu, agar menghindarinya dari bahaya, tapi itu membuat kesalah pahaman yang besar, apalagi Yui nampaknya kurang berkonsentrasi karena terlalu menghawatirkan Naruto sehingga tidak menyadari lapisan genjutsu yang dibuat Naruto, semoga kau selamat Naruto".Guman Jiraiya sambil menepuk dahinya pelan.

"Eh?".Yui mengerjap pelan melihat kearah bawahnya dia melihat batang pohon yang lumayan besar, kemana mayat Naruto?.

Mata yang sembab karena tadi sempat menangis kini melihat kesekeliling dan terpaku pada sosok Naruto yang menyender di batang pohon tak jauh dari situ.

"Naruto tidak mati, dia melapisi area ini dengan genjutsu sehi-".Ucapan Jiraiya tak terselesaikan saat melihat Yui yang langsung berjalan kearah Naruto asli yang tengah tertidur.

"Dasar sialan !, kau membuatku khawatir setengah mati brengsek !"

Duuaakkhh .. Duakkhh ..

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Di penginapan ..

"Mereka lama sekali !".Ino menggerutu pelan karena Jiraiya dan Yui yang sudah pergi sejam yang lalu belum juga kembali.

"Apa jangan - jangan Yui di perkosa oleh Jiraiya - sama ? mengingat sifat mesumnya yang overdosis itu?!, Oh tidak !".Ino berteriak heboh seorang diri sedangkan ketiga lelaki yang ada disitu hanya sibuk dengan dunianya masing - masing, tak mengidahkan perempuan berambut blonde yang menggurutu tak jelas ini.

Kriieett ..

Pintu penginapan terbuka sehingga dengan serentak keempat orang yang berada didalam mengalihkan pandangan nya kearah pintu.

Terlihat Yui yang berjalan duluan kedalam dengan muka cemberut, disusul Jiriaya yang menggendong Naruto yang keadaannya terlihat memprihatinkan dengan benjol disana - sini.

Keempat orang yang tidak tahu apa - apa itu hanya menatap ketiga orang yang baru datang itu dengan bingung.

"Apa yang terjadi?".Tanya Sasuke meminta penjelasan.

Jiraiya terkekeh pelan sembari menurunkan Naruto dari gendongan nya.

"Tidak ada apa - apa, saat kami sampai disana musuh Naruto sudah tidak ada, dan juga terjadi sedikit drama picisan antara tuan puteri dan sang pangera- Ittai~".Penjelasan Jiraiya terpotong oleh Yui yang dengan cepat menyikut ulu hati Jiriaya dengan wajah memerah.

"...".Sedangkan Naruto hanya diam dengan wajah facepalm.

'Raaameenn ~'

.

.

.

Skip Time esok hari ..

.

.

.

"Hooaamm"

Naruto menguap lebar diikuti kedua tangan nya yang merentang lebar.

Melihat kesekeliling terlihat jelas kalau dirinya tertidur di sebuah kamar dipenginapan, ya memang setelah kejadian semalam dirinya langsung mengistirahatkan tubuhnya setelah membersihkan diri terlebih dahulu, pertarungan kemarin benar - benar menguras chakra dan juga staminanya.

"Eh?".Guman Naruto kaget saat melihat surai putih panjang didekat tempat tidurnya, nampaknya Yui menemani nya dan Naruto dapat melihat dengan jelas Yui yang kini tertidur disamping tempat tidurnya dengan menggunakan kedua tangan nya sebagai bantalan.

Naruto dengan pelan mengelus surai silver milik Yui, menyingkirkan beberapa helai poni yang menghalangi wajah cantik Yui.

Entah kenapa pandangan Naruto terpaku pada bibir tipis merah muda Yui yang kini sedikit terbuka.

Glek ..

Naruto melonggarkan kerah bajunya sendiri sambil meneguk ludah dengan susah payah, entah kenapa suasana disini jadi panas, padahal Naruto yakin ini masih pagi.

Perlahan namun pasti kelopak mata Yui yang tadinya terpejam kini mulai mengerjap pelan, Yui mendongkak menatap mata Naruto dalam, entah siapa yang memulai keduanya mulai mendekatkan masing - masing wajahnya.

Braaakk ..

Pintu kamar Naruto terbuka dengan keras dan menampilkan pelaku pendobrakan yang tak lain adalah Sasuke yang kini tengah mematung dengan wajah shock.

"Aaaa ..".Sasuke hanya mengatup - ngatupkan mulutnya saat dirinya ditatap tajam oleh Yui, Shit ! dia seperti ditatap tajam mendiang ibunya sendiri.

Menghela nafas pelan, ada yang lebih penting dari ini.

"Dobe, kau sudah baikan kan?, kita akan ke tempat kemarin dimana Tsunade bertemu Orochimaru, yang lain dan juga Jiraiya - san sudah duluan kesana, karena aku sudah memberitahu koordinat tempat kemarin padanya, dan juga apakah kau sudah mengatakan nya pada Yui?".Ucap sekaligus tanya Sasuke dengan serius, namun dalam hati dia meringis pelan kala Yui yang terus menatapnya tajam, jujur saja dia takut amukan betina satu ini.

Naruto sedikit tersentak saat mendengar ucapan Sasuke, kemudian dirinya menatap Yui, kemudian Sasuke dan terus - menerus seperti itu berulang - ulang.

Sasuke yang melihat tingkah Naruto hanya menghela nafas kecil, sudah dipastikan jika Naruto belum mengatakan rencana mereka pada Yui.

"Dilihat dari ekspresimu kau pasti belum mengatakan nya dobe, lebih baik kita katakan disini saja".Ucap Sasuke datar dan Naruto hanya mengangguk menyetujui ucapan Sasuke.

"Apa sih yang kalian bicarakan?!".Yui berteriak agak kesal karena dirinya sama sekali tidak mengerti apa yang Naruto dan Sasuke sedang bicarakan.

"Umm jadi begini, aku dan si teme itu berniat pergi dari Konoha setelah misi ini selesai, kau mau ikut atau tidak?".Jelas Naruto to the point dengan muka serius yang tentunya jarang sekali dilihat Yui.

"H-hah?! kenapa ?".Yui berteriak kaget, tepat didekat telinga Naruto, dan Naruto hanya bisa menyumpah serapahi Yui dalam hati.

"Kami hanya ingin sebuah kebebasan, lagipula apa gunanya tinggal didesa yang terlihat makmur dari luar tapi busuk didalamnya".Sasuke menjawab kali ini dengan nada dingin, benar - benar dingin bahkan kini Yui pun merasakan dingin di tengkuknya(?).

"U-um tentu saja aku ikut, aku kan tidak bisa jauh dari Naruto - kun, k-kalian jangan salah paham, m-maksudku a-aku hanya menjalankan tugasku sebagai pelindung Na-naruto - kun, y-ya itu !".Jelas Yui dengan nada gugup plus wajah yang memerah, dan Naruto pun hanya mengangguk mengiyakan sembari memberi jempolnya kearah Yui.

Berbeda dengan Naruto, Sasuke hanya menghela nafas pelan.

'Damn ! Tsundere tingkat akut'.Batin Sasuke yang tentu saja ditujukan kepada Yui.

"Kalau begitu, ayo kita siap - siap kita akan menyusul mereka, tanganku sudah gatal ingin menghajar si manusia ular itu".Ucap Naruto terkesan datar, yang kemudian tanpa banyak bicara dirinya bangkit dan berjalan kearah kamar mandi.

"Hn".Sasuke pun berlalu dan meninggalkan Yui yang kini terduduk di lantai dengan wajah yang ditekuk.

'Moorning kiss ku gagal'.Batin Yui meratapi nasibnya yang tidak jadi berciuman dengan Naruto, oh nampaknya dia masih memikirkan nya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Akatsuki, organisasi kriminal tingkat tinggi yang berisikan kriminal - kriminal Rank - S dari berbagai desa dari negeri Elemental Nation, kini terlihat disebuah gua, siluet sepuluh orang yang berdiri di sebuah patung yang berbentuk jari - jari tangan.

"Ada berita yang cukup buruk, sebenarnya ini sudah terjadi beberapa minggu yang lalu, ada dua orang misterius yang berpakaian serba putih, yang salah satu diantara keduanya memiliki kekuatan untuk menghisap chakra Bijuu menjadi miliknya, dan Bijuu yang sudah didapatkan orang itu untuk saat ini hanya Nanabi si ekor tujuh".Jelas siluet orang yang mempunyai mata ungu dengan pola riak air atau bisa disebut Rinnegan.

"Nani?! hal sepenting ini baru kau sampaikan leader?".Balas siluet dengan mata yang tidak jauh beda dengan hiu.

"Hm, gomen lagipula bukan itu yang terpenting, mereka berdua akan menjadi penghambat akan rencana besar kita, maka dari itu untuk sekarang kita akan hentikan dahulu pergerakan kita menangkap para Jinchuriki, yang akan kita lakukan kini meningkatkan dahulu kekuatan kita, kita akan kembali bergerak setelah beberapa tahun, lagipula organisasi kita sudah mulai tercium oleh mata - mata lima negara besar dan itu akan semakin menyulitkan kita".Jelas pain sambil menatap para anggota nya.

"Ha'i Leader - sama".Jawab semua anggota Akatsuki serempak tanpa terkecuali.

"Baiklah kalian boleh pergi, tingkatkan kemampuan kalian, karena dalam jangka tiga atau dua tahun ke depan kita akan mulai kembali bergerak, sekarang bubar !".Ucap Pain yang kemudian kedelapan siluet yang ada disana menghilang meninggalkan dua siluet yaitu sang leader dan juga siluet perempuan berambut pendek yang mempunyai mata cokelat terang.

"Kau yakin dengan ini Yahiko?".Tanya siluet perempuan tersebut.

"Tentu saja, lagipula Madara menyarankan begitu".Jawab Yahiko/Pain.

"Hm, terserah kau saja".Balas si wanita dan tak lama kemudian sosoknya menghilang dari situ, diikuti sang leader, meninggalkan gua yang sunyi, sepi, dan gelap itu.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

In Another Place ...

.

.

.

.

Terlihat disebuah padang rumput yang luas, empat sosok yang terlihat mencurigakan seperti tengah melakukan transaksi Narkoba(?).(A/N : Entah kenapa kata terlihat jadi trending topic disini)

Dua sosok diantaranya adalah wanita, wanita pertama berambut pirang pucat, mempunyai tanda ketupat didahinya, mempunyai wajah yang masih cantik diusianya yang bisa dibilang nenek - nenek, dan yang paling menonjol dari itu semua adalah ukuran dadanya yang WOW, ingat! WOW, you know what i mean bro, yap dia adalah Tsunade Senju salah satu dari tiga legendaris sannin, yang kini memakai pakaian biasanya.

Wanita kedua berambut hitam sebahu, memiliki manik yang sama dengan rambutnya, dan menggendong seekor babi kecil yang dia namai Ton - ton, Shizune nama wanita tersebut, yang kini memakai pakaian yang biasa dia pakai.

Sedangkan orang ketiga yang bergender laki - laki, mempunyai rambut putih dikuncir dengan kacamata bulat ala Harry Potter yang menghiasi matanya.(Kabuto memakai pakaian yang dia pakai saat akan melawan Tsunade).

Sedangkan orang keempat yang tidak diketahui pasti apa gendernya, mempunyai rambut panjang hitam lurus, mempunyai mata berwarna kuning dengan pupil hitam vertical, dengan sebuah tanda ungu yang tersambung dari mata sampai pangkal hidungnya.

Dan jangan lupakan kedua tangannya yang diperban dan lunglai di sisi kiri kanan tubuhnya, orang tersebut nampak memakai pakaian layaknya pasien rumah sakit.

"Jadi?, bagaimana keputusanmu Tsunade - Hime?".Ucap atau mungkin tanya orang keempat yang gendernya belum jelas sambil menyeringai.

"Baiklah, aku terima, tapi apa kau yakin bisa menghidupka mereka berdua Orochimaru?".Jawab Tsunade dengan ekspresi sendu diakhir kalimatnya.

Orochimaru menyeringai makin lebar saat Tsunade menerima tawaran nya.

"Tentu saja Tsunade - Hime, kau jangan kawathir dengan hal itu".Balas Orochimaru.

"Hn, aku pegang kata - katamu ular".Balas Tsunade sakratis.

"Khu khu khu, lidahmu masih saja tajam seperti dulu Tsunade - hime".Balas Orochimaru sambil menjilat bibir bawahnya dengan lidah panjangnya.

"Kalau begitu cepat sembuhkan dulu kedua tanganku ini".Lanjut Orochimaru yang mulai tidak sabar.

Tanpa menjawab perkataan Orochimaru, Tsunade dengan perlahan melangkah mendekati Orochimaru yang hanya beberapa meter didepan nya.(A/N : Posisi mereka saling berhadap - hadapan, Tsunade bersama Shizune sedangkan Orochimaru bersama Kabuto).

"Berhenti Tsunade !"

Baru dua langkah Tsunade berjalan kearah Orochimaru, terdengar suara yang sangat dikenalnya yang menyuruh ya berhenti.

Dan dengan serempak keempat orang tersebut pun mengalihkan pandangan mereka keasal suara dan mereka dapat melihat orang yang mereka kenal yaitu Jiraiya, bersama tiga bocah genin Konoha.

Orochimaru mendecih tidak suka saat melihat kedatangan Jiraiya disaat seperti ini.

Sedangkan Tsunade hanya menatap lelaki bersurai putih panjang itu dengan heran.

"Apa maksudmu Jiraiya, dan apa yang kau lakukan disini bersama bocah - bocah itu?".Tanya Tsunade kepada Jiraiya sambil mengalihkan pandangan nya jearah Team sepuluh diakhir kalimatnya.

"Meh itu akan ku jelaskan nanti, yang paling penting kenapa kau ada disini dan juga bersama Orochimaru".Balas Jiraiya sambil menatap tajam Orochimaru, sedangkan Orochimaru yang ditatap seperti itu hanya menyeringai bengis kearah Jiraiya.

"Itu sama sekali bukan urusanmu Jiraiya !".Balas Tsunade datar.

"Tentu saja ini urusanku, mana mungkin aku akan membiarkanmu bekerja sama dengan orang yang menjadi dalang dibalik penyerangan Konoha beberapa hari yang lalu".Balas Jiraiya yang tetap menatap tajam Orochimaru.

"K-konoha diserang?! apa maksudmu Jiraiya?!".Tsunade bertanya dengan nada yang cukup tinggi, dan juga jika dilihat dari reaksinya Tsunade belum tahu apa yang terjadi pada Konoha.

Jiraiya menghela nafas pelan.

"Itu bisa dijelaskan nanti Tsunade, dan oh ya aku punya kabar buruk untukmu, aku pikir kau belum mengetahuinya".Ucap Jiraiya yang kemudian kembali menghela nafas.

"...".Sedangkan Tsunade hanya diam menyimak penjelasan Jiraiya selanjutnya.

"Sarutobi - sensei telah mati Tsunade, dan pembunuhnya ada didepan kita saat ini".Ucap Jiraiya yang tentu saja membuat Tsunade dan juga Shizune kaget dibuatnya.

"A-apa?!, j-jadi ..".Tsunade menggantung kalimatnya kemudian melirik kearah tangan Orochimaru yang kini diperban.

"Ya, luka ditangan nya itu adalah luka bekas pertarungan nya dengan Sarutobi - sensei".Balas Jiraiya seakan mengetahui apa yang Tsunade pikirkan.

Tsunade terhenyak untuk sesaat kemudian menghela nafas pelan.

Orochimaru menyipitkan matanya tajam, kemudian menyeringai misterius.

"Khu khu khu, jadi bagaimana Tsunade - hime? apa kau masih menerima tawaranku?".Ucap Orochimaru lengkap dengan seringaian nya.

"Tentu saja .."

"... Tidak !"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Di sebuah penginapan pinggir desa ..

"Hoi, jangan makan ramenku mata panda sialan".Umpat pemuda berambut silver dengan muka kesal kearah pemuda berambut merah bata yang memiliki tato 'Ai' didahinya.

"Hm, kau ini cuma bunshin Naruto, kau tidak makan pun tidak akan apa - apa".Balas Gaara datar sambil meneruskan memakan ramen cup yang dibeli chi bunshin Naruto kemarin malam, ya lagipula tidak ada makanan lain selain cup ramen disini, dan Gaara juga sangat kelaparan.

"Gaahh, setidaknya sisakan satu untukku, jangan menghabiskan semuanya !".Teriak chi bunshin Naruto frustasi.

"Hn".Balas Gaara datar.

"Gah, kau benar - benar mirip si teme pantat ayam, menyebalkan !".Teriak chi bunshin Naruto sambil menjambak kasar rambut silvernya.

Sedangkan tanpa diketahui chi bunshin Naruto, diam - diam Gaara tersenyum tipis.

'Jadi ini ya rasanya punya teman?'

.

.

.

.

.

.

.

.

.

To Be Continued ...

Kage Bunshin No Jutsu : Jutsu bayangan yang apabila bunshin tersebut menghilang maka memorynya akan secara otomatis terkirim kepada sipengguna, kurang lebih seperti itu.

Chi Bunshin No Jutsu : Bunshin yang terbuat dari darah sipengguna, kelebihan bunshin ini adalah lebih tahan lama dari bunshin biasa karena bunshin ini lebih solid dadipada bunshin biasa, dan ketahanan nya tergantung jumlah chakra yang diberikan pada bunshin ini.

Tenseigan : Scattering Chakra Rosary : Salah satu Jutsu dari mata Tenseigan yaitu dengan membuat bola - bola hitam kecil yang kemudian ditambahkan chakra Tenseigan pada bola - bola tersebut sehingga jika bola - bola tersebut mengenai target maka bola tersebut akan meledak.

Profil Uchiha Sasuke.

Nama : Uchiha Sasuke

Jenis kelamin : Laki - laki

Klan : Uchiha

Ninja Rank : Genin

Umur : 13 (Untuk saat ini)

Kekkei Genkai : - Sharingan

- ?

Perubahan Chakra : - Katon (api)

- Raiton (petir)

Senjata : - pedang hasil peleburan pedang Kiba (belum dinamai)

A/N : Yo Minna !, untuk yang minta profil Uchiha Sasuke mungkin itu garis besarnya, kalau ada yang mau ditanyakan lagi silahkan tanyakan saja, Mkasih buat yang udah fav, foll dan review fic inj, makasih juga buat para reader maupun silent reader yang meluangkan waktunya untuk membaca fic ini.

Ini balasan beberapa review dari chap kemarin :

Name ryuu - kun : Arigatou, entahlah belum terpikirkan :v

Guest : Ahahaha gomen, saya bingung soalnya, dan Arigatou sudah mengingatkan.

Ren Asbhel : Ane juga ngetik sama update lewat hp gan, pertama juga saya ga tau caranya, coba aja cari artikel yang memuat cara upload fanfic bagi pemula, nanti juga bakalan ada.

Lusy922 : Udah terjawab di chap ini.

Muhammad2611 : belum sepenuhnya.

asyifaaulia31 : Pengembala :v, tapi maaf kemungkinan besar jadi Missing - nin.

Tenshisha Hikari : Jangan remehkan Momoshiki loh, Momoshiki bahkan bisa menghisap Kinshiki jadi buah chakra :v.

Ashuraindra64 : Terjawab kan di chapter ini, untuk masalah nama arigatou saran nya.

Sora Mizuhito : Ahaha gomen - gomen, tujuan Momoshiki dan Kinshiki itu awalnya membunuh Naruto karena Naruto adik Toneri, tapi mungkin setelah liat Naru punya Tenseigan mungkin tujuannya bisa berubah, wahHa Arigatou, weh gomen kayaknya ane telat upnya :v.

Oke cukus sekian sajalah ..

Jangan lupa kasih tanggapan nya, kritik dan saran nya akan saya tampung ..

Kalau begitu saya undur diri ..

Ootsutsuki Al ..

Logout ..