HUEEEE

HUEEEE!!

DOUBT & TRUST 20

LAST CHAPTER….!! (Nangis) gwa selalu saja nangis ketika menulis last chapter…huuhuhukkk….dasar lemot….DX Mihael…ama Meadow…yah…semoga bisa memakai chara kalian lagi…!! Di fict yang laen…!! Huwe.

Disclaimer: tau ah gelap. Ente juga tau kan siapa yang punya deathnote? (pembaca: TAUK LAH!! EMANG ELO!! GUBERNUR JAKARTA AJA KAGA TAU!!)

X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.

-Forever-

I raise my voice and touch the hand that reached out to me

The eyes of this miracle take on an unimaginable shape

From your answer, I feel the warmth nestling in

I'm glad I believed, my eyes suddenly brimmed with tears

Two flowers overlapping over time…

(AngeLa;;Shangri-La ©SASH)

X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.

Rangkaian bunga Gysophilia tertata rapi ditengah-tengah 2 batu nisan yang berada disebuah tanah lapang dengan satu pohon cherry blossom yang berada dibelakang kedua batu nisan tersebut.

Di kedua batu nisan tersebut tertulis nama Quillsh Wammy, dan L LawLiet. Ya. Itu adalah batu nisan L dan Watari.

"……………….."

Mihael, Meadow, dan Near berdiri didepan kedua batu nisan itu. mereka sama-sama memakai baju hitam (agak susah membayangkan near memakai baju hitam… duh. DX) Meadow meletakan bunga gysophilia lagi diatas batu nisan punya L. kemudian dia menutup matanya dan mulai berdoa.

X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.

L-sama….

Kini semua telah usai…

KIRA sudah tertangkap…

Light Yagami, Teru Mikami, dan Misa Amane sudah menemui esekusi mereka…

Maafkan aku.

Karena aku membangkakang pada perintahmu saat di wammy's house.

Maafkan aku.

karena aku tak menemuimu saat kepergian terakhirmu dari wammy's house…

lalu…Terima Kasih.

Karena sudah menjagaku sampai sekarang ini…

Aku sayang padamu….dan aku juga sayang kepada Mihael…

Mihael yang telah mengubah hidupku, mengubah semua pendirianku akan dunia, mengubah keegoisanku… apakah sudah takdir aku bertemu dengannya? Yang menggantikan diri L-sama dihadapanku….

Aku sayang padanya.

Aku juga sayang L-sama.

Dan aku juga sayang Near.

Sebenarnya aku tak mau begini. Aku tak mau kita berpecah… Namun Near sudah memilih jalan hidupnya sendiri, L-sama juga telah memiliki kehidupan sendiri disana…

Lalu…

Aku dan Mihael.

Entahlah.

Aku masih belum memberitahunya…

Kalau aku mengandung anaknya….

Ya, ya. Aku tahu itu tidak baik.

Berbohong kepada Mihael…

Tapi aku bersyukur. Dia tak pergi kejepang, saat itu…

Dia tak jadi mati.

Walaupun aku tahu dia…tidak. Kita…akan mati juga…

Namun setidaknya aku masih punya waktu…..

Uh…nampaknya omonganku ngelantur…

Sungguh, aku tak tahu harus ngomong apa…

aku harap L-sama bahagia disana…bersama dengan Mr.wammy… aku harap…semua orang yang kusayangi bahagia, Near, Linda,mama, papa, Faith…. Dan Mihael…

Terima kasih untuk segalanya…

X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X

"Meadow."

Mihael menepok pundak Meadow, mangisyaratkan kalau Near tak bisa menunggui mereka lebih lama lagi.

"oh. Maafkan aku Near, kau kelamaan menunggu….setelah ini kau masih ada tugas di paris bukan…?" Meadow langsung mengalihkan pandangannya kearah Near yang dari tadi diam saja.

"ya. Maaf karena aku tak bisa lama-lama disini." Near memang tak pernah berubah. Walaupun dalam suasana yang hening seperti ini, dia tak menampilkan sedikitpun ekspressi diwajahnya itu…

"tak apa…pergilah, near…." Meadow tersenyum kepadanya. Nearpun membalas senyumannya, kemudian pergi dari hadapan mereka berdua….hilang dari pandangan mereka.

"……………."

Kemudian Meadow memfokuskan pandangannya kembali ke batu nisan L.

Mihael perlahan-lahan tersenyum…..kemudian dia menutup matanya. Merasakan angin berhembus dengan lembut…menjuraikan rambutnya…

Didalam hati, diapun berdoa juga…

X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.

Apakah ini takdir?

Jika saja aku tetap pergi kejepang…untuk mengejar KIRA…

Mungkin aku tak akan bisa berada disini, berada dimakam Mr.Wammy dan L-sama…bersama dengan Meadow…

L-sama.

Apakah sudah takdir?

Aku bertemu dengan Meadow?

Meadow yang teramat kusayangi dan kucintai.

Aku tahu dia lemah, tak berdaya, dan rapuh…

Namun dia bisa menutupi semua itu, dia bisa menyembunyikan rasa sedih dan rasa sakitnya selama ini…

Kadang-kadang aku merasa kasihan padanya….namun aku tahu dia tak ingin merasa dikasihani…baginya, itu adalah sebuah kelemahan…

Nampaknya dia benar-benar menerima ajaran L-sama yang berikan dengan sangat baik, ya?

Meadow memang gadis yang sangat menarik…

Dia sudah banyak membantuku. Dia sudah banyak mengajariku. Dia sudah banyak mengubah hal-hal penting didalam hidupku…

Aku ingin sekali berbuat sesuatu untuknya…

Sesuatu yang kekal dikehidupannya…

X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.

"Meadow…." Mihael melingkarkan tangannya dipinggang Meadow, kemudian dia mencium kepalanya.

" ada apa…?" Meadowpun membalas ciumannya, kemudian dia beranjak duduk didepan batu nisan L.

"sebenarnya….aku ingin berbuat sesuatu untukmu…sesuatu yang kekal…dikehidupanmu…" gungam Mihael.

Meadow sempat terdiam. Kemudian dia tertawa.

"hahaha….bukankah sudah, Mihael?" Tanya Meadow yang mencoba untuk mengontrol tawanya.

"huh?" Mihael bingung mendengar perkataan Meadow.

"kau memberiku seorang anak, bukankah itu ikatan kekal namanya?" gungam Meadow.

kemudian angin berhembus kembali. Menerpa elopak bunga gysophilia dan cherry blossom kesegala arah.

"…………" Mihael terdiam dengan mata tebalak.

"maaf ya. Aku tak memberitahukanmu… kalau kau mau tahu…. Itulah alasanku, mengapa aku tak ingin kau pergi dari sisiku…." Kata Meadow pelan. Sesekali dia membersihkan rambutnya dari kelopak bunga yang jatuh.

"hmph…" Mihael perlahan-lahan berjalan kebelakang Meadow yang sedang duduk, dan mencium kepalanya lagi dari atas.

"berapa bulan?" Tangan Mihael perlahan-lahan melingkar dileher Meadow.

"2 months…" kata Meadow sambil memegang kedua tangan Mihael yang melingkar dilehernya.

"nampaknya kita memiliki Tugas baru, iya bukan?" Tanya Mihael dengan senyum playfull diwajahnya.

"kau benar." Jawab Meadow yang jadi tertawa setelah mendengar perkataan Mihael.

Kemudian mereka kembali mengalihkan pandangannya ke batu nisan L dan watari.

"terima kasih….." merekapun sama-sama tersenyum ketika melihat batu nisan itu kembali.

Angin lalu menghempaskan kelopak bunga naik keatas, hingga keatas Langit…

Kini, semuanya telah dimulai kembali…

( END )

X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.X.

MATTGASM: HUUUUUUUUAAAAAAAAAA!! HUAAAA!! MEADOWCHII!! AI LOP YUUUU!! HUEEEEEEEEE!!

ShionChan: yay! Tamad juga akhirnya! :D :D

MATTGASM: uhh…sniff…..makasih….yang udah mo baca en review….makasihh banget…itu berharga banget buat saya…. Apalagi semua fict-sayah kan nonsense semua…hehehe….

ShionChan: yaaa….kok nangis sih kak!?

MATTGASM: KANGEN TENCHAN, KANGEN SOUCHII, KANGEN KURUCHAAAANN!! TTwTT PENGEN MAKAN NASI UDUKNYA TANTE!!

ShionChan: JAH!! KIRAIN….

MATTGASM: apa bikin sekuel kedua ya….?? Hueee….