10 Desember. Kirigakure

DUAKH!

Suara pukulan mengawali awal pertarungan tersebut. Kepalan tangan Yondaime Uzukage dan Yondaime Mizukage sama-sama menjangkau wajah lawan mereka. Keduanya terseret ke belakang dengan masing-masing pipi terlihat bekas tonjokkan. Para Genin yang merasa pertarungan tersebut tidak bisa dilihat dari jarak dekat berlari menjauhi areal pertarungan. Mata mereka memandang takjub melihat dua orang yang sepertinya memiliki kekuatan di atas rata-rata seorang Shinobi saling menatap tajam satu sama lain.

"Lumayan untuk adegan pembuka, Uzukage-sama…" kata Yagura sambil menyeringai pelan "…Merasakan pukulanmu membuatku percaya bahwa kau bukan hantu yang datang dari Sungai Sanzu…"

"Heh, bukankah Sungai itu hanya tempat perginya roh-roh manusia menuju tempat peristirahatan terakhirnya…" Naruto maju selangkah "Sayangnya aku belum merasakannya."

"Aku percaya itu." Yagura mengangkat kedua tangannya sejajar dengan bahu "Bagaimana kita bertarung penuh kehormatan sebagai sesama Kage di sini." Yagura menoleh ke arah peserta Ujian Chunnin yang kini berkumpul menonton dirinya 300 meter di sebelah kanan "Aku juga ingin menunjukkan bagaimana pertarungan seorang Shinobi yang sesungguhnya kepada tunas-tunas muda Kirigakure…"

Naruto terdiam. Dia melangkah maju ke depan mendekati Yagura. Mizukage keempat yang mengerti maksud dari Naruto tersenyum tipis. Dia berjalan maju ke depan mendekati Naruto.

Shion yang melihat adegan tersebut hanya bisa memiringkan kepalanya sedikit kebingungan. Walaupun tidak terlihat dari mimik wajahnya, sang Ratu sangat amat cemas dengan pertarungan suaminya. Jelas saja, yang dilawan Naruto bukanlah ninja sembarangan. Yagura, Yondaime Mizukage sekaligus Jinchuuriki Sanbi adalah sosok pemimpin dan petarung yang cerdas serta licik di aplikasi pemikiran dan pergerakannya. Shion berpikir, apakah Naruto sedang mempertaruhkan gelar Kage yang selalu dia banggakan tersebut?

Naruto dan Yagura membentuk tanda penghormatan ninja dengan menyentuh jari telunjuk dan jari tengah mereka kepada jari telunjuk dan jari tengah lawan. Keduanya kemudian membungkuk. Setelah itu, dua Kage tersebut mundur 3 langkah dengan kedua jari yang masih berdiri tegak. Mereka saling bertatapan dengan artian yang sulit dimengerti.

"Yagura, Mizukage keempat…siap bertarung penuh kehormatan." Kata Yagura tenang.

"Uzumaki Naruto, Uzukage keempat…siap bertarung penuh kehormatan…" Naruto menghembuskan napas pelan "…Dan menolong seseorang yang telah jatuh ke lubang kegelapan."

Mata Yagura menajam. Entah kenapa dia rasanya ingin menghajar langsung wajah Uzukage keempat sekarang.

"Kau masih sok suci dengan perkataanmu, Yondaime Uzukage? Bukankah tujuan aslimu yakni menyelamatkan istrimu sudah terpenuhi?"

Kaki kanan Naruto maju selangkah. Pupil Yagura mengikuti arah gerak kaki Naruto dengan cepat. Matanya beralih ke arah gerakan tangan Naruto yang membentuk handseal.

"Aku tidak suci," safir itu terlihat berbahaya "Hanya saja aku muak melihat orang payah sepertimu masih memimpin Kirigakure! Kau harus mendengar kata-kata rakyatmu Yondaime Mizukage!"

Mei menahan napasnya kembali. Dia teringat prolog pertarungan ini. Penghormatan sebelum bertarung. Hal tersebut pernah Yagura lakukan bersama guru mereka. Ya, hal tersebut pernah diakukan ketika mata Yagura memandang semua orang dengan ramah.

DHUAAARHHH!

Suara ledakan menjadi suara kedua yang mengiringi pertarungan tersebut.

THE UZUKAGE

BY DONI REN AND ICHA REN

NARUTO IS ALWAYS BY MASASHI KISHIMOTO

THE UZUKAGE PROJECT

STORYLINE PART 2, THE RISE OF UZUSHIOGAKURE

WARNING: OUT OF CHARACTER, OUT OF CANON, IMAGINATION, SOME HARD LANGUANGE AND 18+ LANGUANGE, A LITTLE BIT 18+ SCENE (NO SEX SCENE), A LITTLE BIT GORE AND H-AUTHOR

GENRE: ADVENTURE-ROMANCE-DRAMA

PAIR: UZUMAKI NARUTO x SHION

POV: NORMAL POV

HAVE FUN READ, BRO AND SIS!

.

.

.

The Rise of Uzushiogakure

Chapter 20

"Na-Naruto!" Shion melebarkan matanya khawatir saat sebuah ledakan terjadi di sekitar areal pertarungan Naruto dan Yagura. Matanya bergetar pelan. Shion tidak ingin laki-laki bodoh yang dinikahinya kembali hilang dari pandangannya. Ya, walaupun harga dirinya tinggi sebagai wanita, Shion tidak ingin keputusasaan yang dideritanya akibat kehilangan cinta Naruto kembali menghampiri hati rapuhnya tersebut.

Mei melirik ke arah Sang Ratu dan berjalan perlahan mendekati Shion yang masih terikat di tiang monitor TV. Shion meliriknya sekilas, kemudian mata boneka anggunnya menatap kumpulan asap di areal pertarungan.

"Kau pegawalnya Yagura kan?"

"Hm," kata Mei sambil mengangguk pelan. Dia tersenyum. Mei melepaskan ikatan Shion dengan cermat dan hati-hati.

"Seberapa dekat hubunganmu dengan Naruto?"

"Eh?!" Mei nampak terkejut kemudian berpikir. Sebuah senyuman muncul di bibirnya "Ah…anda cemburu, Shion-sama?" Mei langsung memajukan wajahnya mendekati wajah Shion. Mata boneka Shion membulat dan dia langsung memalingkan wajahnya dari wajah jahil Mei.

"Bu-bukan aku cemburu! Demi seluruh Negeriku, aku tidak pernah peduli kepada si kepala merah itu! A-aku…" Shion memandang ragu ke arah Mei. Mei masih memandang jahil kepadanya dengan senyuman menggoda. Shion memalingkan wajahnya kembali.

"To-tolong lepaskan ikatannya! Se-seorang Ratu sepertiku diperlakukan seperti ini…"

"Hai' hai'…" Mei terkikik pelan 'Dasar malu-malu…' batin Mei tanpa menyadari dia juga akan seperti itu jika di hadapan sang Uzukage.

Kembali ke areal pertarungan di tepi Danau Kimura, Uzumaki Naruto dan Yagura keluar dari asap menuju ke atas. Keduanya saling melancarkan pukulan di langit. Naruto menahan sebuah pukulan tangan kanan Yagura yang melesat ke arah pipi kirinya dengan cengkraman tangan kanannya, lalu melempar Yagura ke bawah menuju ke tengah Danau Beku Kimura. Naruto menggerakkan handseal dan mengeluarkan Fuinjutsu: Bashota Teishi-nya. Lingkaran segel jutsu tersebut muncul dan cahaya ledakan melesat ke arah Yagura dengan cepat. Yagura yang berpijak tenang di atas permukaan es danau-membuat permukaan es tersebut retak-menggerakkan handseal dan seekor naga air keluar di hadapannya dan menghantam serangan ledak Naruto.

"Suiton: Suiryuudan no Jutsu…" gumam sang Mizukage pelan. Mata pink-nya melebar saat melihat sosok Naruto dari kumpulan asap ledakan tadi muncul melesat ke bawah-ke arahnya-sambil melayangkan pukulan tangan kanan dengan gerakan berbahaya. Yagura meninju permukaan es yang dipijaknya hingga pecah, dan membuatnya terjatuh ke air super dingin Danau Kimura.

'Dia pengguna elemen air, jebakan!' mata Naruto melebar. Sebuah semburan air seperti tiang muncul dari lubang yang dibuat Yagura dan menghantam tangan kanan Naruto dan wajahnya. Naruto terpental ke belakang dengan punggung yang terseret di danau tersebut. Uzukage muda itu segera melompat untuk berdiri bahkan saat tubuhnya masih terseret ke belakang. Kakinya tepat berada di depan lubang es bekas pertarungan Genin beberapa waktu yang lalu.

Tep…Yagura berdiri dengan tenang di atas permukaan es Danau Kimura dengan pakaian yang basah. Naruto menajamkan penglihatannya. Kage bertubuh mungil itu tidak meggigil. Yagura menggerakkan handseal dan tiba-tiba air di pakaiannya menguap ke atas menjadi butiran air dan melayang di sekitar tubuh sang Mizukage. Yagura tersenyum miring.

"Suiton: Kogeki Juudan no Mizu…"

"Fuinjutsu: Boru no Kokubo!" gumam Naruto cepat sambil menggerakkan handseal. Bola Kekkai-nya langsung melindungi tubuh sang Uzukage dari serangan peluru-peluru air dari Mizukage keempat. Beberapa bagian bola Kekkai Naruto retak. Naruto menghembuskan napas perlahan dan bola kekkai itu perlahan menghilang.

"Kenapa kau bisa hidup kembali?" Tanya Yagura sambil melangkahkan kakinya ke depan perlahan. Naruto berdiri tenang sambil mempersiapkan segel tangannya. Safirnya menajam.

"Atau bisa kuganti pertanyaanku," Yagura tersenyum tipis "Bagaimana kau bisa lolos dari pertarungan melawan Raikage dan Kazekage saat penyerangan Uzu?"

"Tak kusangka kau ingin tahu, Yondaime Mizukage…" Naruto tersenyum tipis. Matanya waspada menatap jari-jari tangan Yagura yang bergerak. Sebuan tongkat melesat dari sisi kiri Naruto dan bergerak cepat menuju Yagura. Sang Mizukage menangkap tongkat tersebut sambil terkekeh senang.

"Jika 4 Kage lainnya mengetahui ini, pasti mereka akan terkejut. Apalagi si tua Oonoki dan Danzo itu…mereka pasti jantungan mendengarnya."

"Kau ingin memberitahu mereka?" Tanya Naruto pelan. Yagura menghentakkan tongkatnya ke permukaan es Danau. Mata Yagura nampak berkilat mengerikan.

"Sayangnya tidak…" Yagura menyeringai "…Sebelum kau menjadi mayat di hadapanku!"

BLAAARHHH! BLAAARHH! BLAAARHHH! Lima ledakan air lainnya dari bawah permukaan es Danau Kimura membentuk tiang tinggi melesat cepat ke arah Naruto. Naruto memandang sekelilinya saat gerakan ledakan tersebut mendekati dirinya dari segala arah. Kecuali bagian belakangnya. Naruto memandang ke atas saat melihat sebuah bayangan menutupi sinar matahari dan bayangan cebol tersebut melempar dua kunai peledak ke arah Naruto. Safir Naruto melirik ke belakang. Dua kunai peledak itu menancap tiga langkah di belakangnya. Sang Uzukage tersenyum tipis. Yagura memang benar-benar ingin menjebaknya di segala arah.

"Hika…" Naruto menutup matanya dan sang elang memiringkan kepalanya sedikit.

"Aku menyeringai…" kata Hika dengan nada senang.

"Saatnya serius!" Naruto membuka matanya dan melesat ke atas. Jutsu Suiton: Tanensei Kyoku Yagura hanya menghantam permukaan es bekas pijakan Naruto, diiringi dua ledakan dari dua kunai peledak tadi. Yagura yang belum berpijak di tanah dikejutkan dengan Naruto yang terbang di atasnya dan menukik tajam menuju perutnya sambil melesatkan sebuah pisau pendek dari balik lengan bawahnya. Yagura menendang tangan kanan tersebut dengan kaki kirinya dan membuat tubuh Naruto berputar ke kanan dua kali. Mereka masih melayang di udara.

"Uzumaki sialan!" kata Yagura. Mata pink-nya menatap nanar saat Naruto melesatkan tangan kirinya ke arah perut sang Mizukage. Yagura menghantam rusuk kanan Naruto dengan tongkatnya secara bersamaan. Pisau lipat Naruto yang berada di lengan kirinya melukai tepi perut kanan Yagura, sedangkan tongkat sang Mizukage menghantam rusuk kanan sang Uzukage hingga tubuh Kage bersurai merah itu terpental ke kiri.

BLAARHHH! Yagura kembali jatuh ke permukaan es Danau Kimura dan membuat permukaan es tersebut pecah. Sementara Naruto terpental jauh dan menabrak sebuah cabang pohon yang berada di tepi barat danau dan langsung jatuh terseret di tanah bersalju yang berada di tepian danau. Tumpukan salju menumpuk di kepala atas Naruto. Safirnya memandang datar ke langit biru.

"Yondaime Uzukage, kau masih menahan diri?" Tanya Hika perlahan. Naruto menutup matanya. Dia tersenyum saat melihat elang itu nampak kaget juga dengan gaya bertarung Yagura yang militan.

"Aku sudah mau serius, Hika…" Naruto mengeluh "Bahkan langit musim dingin nampak mengejekku…apa aku lemah karena memikirkan istriku?"

"Kalau begitu lupakanlah," ejek Hika pelan "Ternyata gosip yang dikatakan Hayaide dan Sagishi benar, seorang Uzukage terkuat dari tanah Uzu ternyata mempunyai banyak kelemahan…"

"Hei…" Naruto membuka matanya. Dia berdiri tegak di tanah bersalju tersebut saat merasakan tekanan chakra yang tinggi melesat ke arahnya. Uzumaki muda itu tersenyum.

"…Kenapa kau berkata seperti itu, Hika?" Naruto memandang datar sebuah semburan air deras yang melesat ke arahnya dengan kecepatan tinggi. Dia dapat melihat jelas Yagura berlari cepat mengimbangi kecepatan tembakan jutsunya. Serangan dua sekaligus. Serangan Suiton sang Mizukage dan Mizukage itu sendiri. Yagura pasti memanfaatkan kemampuan jarak jauh dan gaya bertarung jarak dekatnya.

"Kau tahu Naruto-sama…orang bijak pernah berkata," Naruto menaikkan alisnya mendengar kata-kata Hika menggema di kepalanya "…Cinta adalah segala sesuatu yang mengubah hidup seseorang. Cinta bisa menjadi semua kekuatan orang itu, atau cinta bisa menjadi…"

"…Semua kelemahan orang itu!" sambung Naruto sambil menyeringai tipis "Kau tersenyum Hika?" sang Uzukage melesat menuju Yagura. Mata safir Naruto menajam. Semburan air Yagura berbelok dari arah pertamanya dan langsung mengarah kepada Naruto seperti ular yang mengetahui gerak mangsanya. Naruto tahu, jutsu air sang Mizukage bukanlah jutsu air semburan sembarangan. Jutsu itu seperti rudal pengejar.

"Aku tersenyum mengejek kepadamu, Uzukage-sama…" Hika tertawa kecil "…Dan bangga!"

DHUAAARHH! Naruto melompat ke kanan sambil memutar tubuhnya ke kanan juga saat semburan air itu menyerangnya. Dia berpijak tenang di tanah bersalju dan Yagura langsung menghantam perutnya menggunakan ujung bawah tongkatnya. Yagura menyeringai. Saat matanya memandang wajah Naruto, Sang Uzukage lebih menyeringai!

"Cukup Yagura!" Naruto ternyata memegang ujung bawah tongkat Yagura dengan kedua tangannya. Dia menarik tongkat tersebut sehingga membuat tubuh Yagura secara reflek-dan juga cepat-tertarik ke arah Uzukage muda tersebut. Safir Naruto sekilas memandang semburan air Yagura seperti rudal, dan kembali memandang tubuh kecil tersebut. Naruto dapat memandang mata keputusasaa di iris pink sang Mizukage.

DHAARH! Naruto menghempaskan kepala Yagura ke salju dengan cengkraman tangan kanannya, dan secara bersamaan tubuhnya dihantam semburan air sang Mizukage. Tubuh pria bersurai merah itu terhempas hingga menabrak 4 pohon yang berdiri sejajar di belakangnya dan terguling-guling sampai 10 meter lebih akibat jutsu Suiton: Misairu no Jutsu sang Mizukage. Naruto, dengan jas dingin-nya dan celana hitam tebalnya yang basah, berdiri perlahan sambil mengelap sudut bibirnya yang berdarah dengan punggung tangan kanannya. Safirnya memandang datar Yagura yang juga berdiri sambil mengusap tetesan liquid merah yang keluar dari keningnya.

"Kita satu sama, Uzukage-sama…"

"Begitu," Naruto menghela napasnya dan berusaha menenangkan dadanya yang masih terengah-engah. Yagura juga melakukan hal demikian. Keduanya masih tenang. Walaupun percikan panas mulai memotori kepala Yagura.

'Uzukage sialan Uzukage sialan Uzukage sialan!' begitulah yang ada di pikiran sang Mizukage 'Apa yang dilakukan si hitam dan si sombong itu?! Bahkan setelah dibantu 7 ninja elitku mereka malah membiarkan Kage berambut merah itu lolos dan dengan seenaknya mengatakan bahwa dia sudah mati, tapi nyatanya…' Mizukage bahkan menyalahkan Sandaime Raikage-si hitam-dan Sandaime Kazekage-si sombong-atas kegagalan mereka. Jujur saja, saat pertama kali memandang rambut merah itu ketika Naruto melepaskan wig-nya, Yondaime Mizukage Yagura hampir saja terkena jantungan. Dia tidak menyangka sang Prodigy kembali datang bagai badai tektonik musim panas. Yagura punya dua rentetan serangan. Dia memandang tajam Naruto yang berjalan tenang mendekatinya sambil melepaskan jas musim dingin. Naruto terkekeh.

"Jas ini memberatkanku…" Naruto melemparkan sembarangan lagi jas tersebut "…Bagaimana kalau kita masuk ke inti."

"Kau sudah serius?" ejek Yagura.

Naruto terdiam. Saat itu Yagura melihat kilatan hebat di mata safir tersebut. Yagura tahu, Naruto sedang menganalisis dirinya. Satu kesimpulan pasti yang didapatkan Yagura ketika melihat mata analisis tersebut…

Pertarungan awalnya dengan Naruto dijadikan Kage Uzu itu sebagai objek pengamatan pertarungan selanjutnya, dan hasil bahan tersebut akan dianalisa sehingga mendapatkan hasil kemenangan bagi sang Uzukage. Yagura mendecih. Dia menatap Naruto dan ikut menimbang-nimbang kekuatan sang Uzukage keempat.

'Ada dua hal penting dari orang sialan ini…pertama, Hikari Sunshin-nya yang merepotkan. Infromasi yang kudapatkan dari 7 ninja pedang-ku, Sunshin cahaya yang hampir menyerupai cara kerja Hiraishin abang ipar-nya itu sungguh simpel namun berbahaya. Jika Namikaze Minato butuh kunai khusus untuk Hiraishin-nya, Uzumaki Naruto hanya perlu menanam fuin itu di segala tempat, benda, dan orang yang dia inginkan…dengan telapak kakinya," Yagura memasang posisi siaga saat Naruto mulai berjalan lebih cepat ke arahnya 'Kedua, Sumi-Kyo nya…Fuinjutsu terbesar dan teraneh yang masih menjadi misteri bagi lima desa lainnya, kecuali Uzushiogakure. Aku harus berhati-hati jika dia menggunakannya. Kematian Zabuza, Ringo dan kemungkinan Mangetsu pasti disebabkan orang ini!' mata Yagura menajam. Naruto melesat ke arahnya sambil menggerakkan handseal 'Mungkin aku harus mencoba percobaan pertamaku!'

"Fuinjutsu," Naruto mengarahkan telapak tangan kanannya ke arah Yagura saat masih berlari menuju Mizukage keempat tersebut "Ten ni Mukahikki!"

DEG! Jantung Yagura berdebar. Tiba-tiba puluhan segel yang bergabung membentuk kerucut muncul di hadapannya dan menarik tubuhnya ke atas, atau lebih tepatnya menuju ke puncak kerucut tersebut. Yagura melempar tongkatnya ke atas dan menggerakkan handseal dengan cepat. Dia menangkap tongkatnya dan dari atas tongkat yang berbentuk bunga, muncul cermin air yang bergelombang pelan. Suiton: Mizukagami no Jutsu. Jutsu legendaris sang Mizukage keempat. Naruto menajamkan matanya saat muncul bayangan dirinya yang keluar dari cermin dan membuat Fuinjutsu yang persis sama dengan Fuinjutsu sang Uzukage. Mata Naruto membulat. Dirinya ikut tertarik ke atas Fuin kerucut tiruan klon jutsu Yagura. Naruto dengan cepat melepaskan ikatan pisau lipat di lengan kanannya dan melemparkan pisau itu dengan tangan kanannya menuju cermin air tersebut. Secara bersamaan, sebuah pisau lipat dilempar klon dirinya dan tepat mengenai ujung pisau lipat yang dilempar Naruto.

Yagura tertawa. Mata pink-nya memandang dua pisau itu jatuh ke tanah dengan dentingan besi yang kecil. Yagura nampak senang.

"Bagaimana Uzumaki Naruto? Bagaimana Yondaime Uzukage?" Yagura mengalihkan pandangannya ke depan. Tubuhnya masih bergerak menuju Fuin gabungan kerucut Naruto. Tiba-tiba sebuah tangan melayang menuju wajahnya. Dia lupa, saat dirinya menuju bagian atas kerucut Naruto, Naruto juga menuju atas kerucut buatannya yang berada di belakangnya. Alhasil, mereka akan bertemu di udara. Tubuh Yagura terpental ke belakang karena pukulan Naruto dan menabrak cermin air-nya, sementara Naruto dihajar klon dirinya, buatan Yagura, dan terpental menuju kerucut Fuin-nya. Naruto menggerakkan handseal dan menghilangkan Fuinjutsu kerucut tersebut. Cermin air Yagura pecah menjadi butiran air dan tubuh mungil itu terus terpental ke belakang dengan air liur yang keluar dari sudut bibirnya. Tiba-tiba muncul tiga cahaya segitiga berwarna biru di sisi kanan, kiri dan belakangnya…tubuh Yagura sendiri menabrak segitiga yang berada di belakang dan jatuh terhempas ke tanah bersalju.

Naruto sendiri berpijak kuat di atas batang pohon-hingga batang itu retak-dan menatap datar Yagura yang perlahan-lahan berdiri. Dia telah menanam segel Fuinjutsu: Mittsu no Sankaku Rokku saat menghantam wajah Yagura dengan tangan kanannya tadi. Kini, di sekeliling Yagura, tiga segitiga bercahaya itu mengikuti tubuh Mizukage dan tetap berada di kanan, kiri dan belakang Jinchuuriki Sanbi tersebut. Yagura berdiri dengan wajah marah.

"Luar biasa Uzukage…tetapi Fuinjutsu ini pasti akan menguras chakramu. Kau benar-benar terlihat lelah."

Naruto tidak menjawab. Safirnya memandang keadaan sekitar di Danau Beku Kimura. Shion dan Mei aman di tepi lainnya dari danau, dia bahkan masih dapat melihat mata anggun sang Ratu yang memberikannya semangat lewat pandangan yang sulit diartikan. Kumpulan peserta Ujian Chunnn Kiri juga terlihat tegang menonton pertarungan antara dirinya dengan Yagura. Naruto dapat melhat dua sosok bocah berlari mendekatinya denga wajah serius. Mulut mereka nampak terbuka dan meneriakkan sesuatu. Sebuah nama.

"..Ruto.."

"Haruto…"

Naruto berpijak tenang di atas pohon dan menatap datar Inari, juga Ruri yang berhenti terengah-engah 30 meter di belakang Yagura.

"Paman..haah, haah, Paman Haruto…itu kau kan paman?" Inari yang sedang membungkuk memegang lututnya karena berusaha mencari napas dan mengangkat kepalanya untuk memandang sedih sang Uzukage. Safir Naruto sedikit melebar. Ruri nampak menangis karena air matanya terus mengalir pelan dari pipinya.

"Ada apa dengan kalian?" Naruto menyadari ada sesuatu yang hilang "Di mana Zi, dan dua bocah kembar itu?"

Inari menggelengkan kepalanya dengan wajah merenggut sedih bercampur kesal. Ruri menundukkan kepalanya dan Naruto dapat melihat jelas butiran air mata gadis tersebut bersinar jatuhk e bawah disinari cahaya mentari.

"I-Inari? Ruri-chan? A-ada apa-"

"Gya gya gya…" Yagura menggerakkan handseal dan dua buah ledakan tiang air melesat ke arah Inari dan Ruri dari tanah bersalju yang dipijak mereka. Yagura menyeringai tipis "…Aku benci pengkhianat yang terlalu banyak bicara."

Naruto berpijak dengan tenang di belakang Yagura sambil menggendong Inari dan Ruri di kedua tangannya. Sepersekian detik, sang Uzukage berhasil menyelamatkan dua bocah tersebut dari serangan Yagura. Mata Naruto memandang tajam sang Mizukage.

"Pa-paman Haruto, hiks…" Ruri tidak dapat menahannya lagi "Ta-Tanaki dan Taneki berada dalam kondisi sekarat…" safir Naruto bergetar "D-dan Zi…di-dia…" napas Ruri terlihat berat "Zi…dia…dia telah tiada."

Deg. Naruto mengingat percakapannya dengan Zi di kedai ramen semalam.

"Aku ingin membicarakannya karena merasa kau orang yang pantas mendengarkan cerita ini, Paman Haruto…" Naruto juga ingat wajah gelisah bocah bersurai putih tersebut. Gelisah akan ceritanya sendiri. Suatu kegelisahan akan masa lalunya yang membuat Zi merasa bahwa hanya orang yang pantaslah yang perlu mendengarkan ceritanya. Dan cerita Zi bagai taburan pasir di ladang pasir itu sendiri. Mengingatnya akan sesuatu tetapi masih abstrak.

"Bagaimana dia bisa…" Naruto menelan ludahnya. Dia menatap sedih Inari dan Ruri "Di mana tubuhnya berada-"

"Hehehe…jika kau bertanya bagaimana dia mati? Aku telah mempermainkan bocah-bocah itu permainan psikologi yang menyenangkan."

Naruto membalikkan badannya. Dia tidak memperdulikan omongan Yagura. Matanya fokus menatap arah tunjuk dari Inari. Dia dapat melihat jari telunjuk itu mengarah kepada sebuah lubang di tengah Danau Beku Kimura.

"Yondaime Uzukage…jika kau lari dari pertarungan terhormat kita, maka kau telah mempermalukan martabatmu sendiri. Kita sudah melakukan persiapan dan awal pertarungan yang bagus, jangan lari seperti pengecut untuk mengakhiri pertarungan ini. Ini belum-"

"Ini adalah akhir pertarungan terhormat kita," Naruto menoleh sedikit ke arah Yagura dan terlihat safirnya menatap mengerikan Mizukage keempat. Sebuah tatapan ingin membantai "Kau…kalah, Mizukage-sama."

Mata Yagura melebar. Naruto berjalan sedikit gontai menuju ke Danau Kimura dengan Inari dan Ruri di kedua lengannya. Sang Uzukage menundukkan kepalanya. Tiga segitiga cahayanya melesat menuju satu titik di tengah, yakni Yagura, dan menimbulkan cahaya biru yang begitu terang. Teriakan kemarahan Yagura menggema di telinga Naruto, tetapi Uzukage muda itu tidak memperdulikannya. Dia teringat wajah Zi. Hatinya langsung merasa bersalah dan sedih.

"Pa-paman Haruto…"

Naruto melirik sekilas Inari. Inari nampak menatap penasaran surai merah sang Uzukage.

"Ada apa Inari?"

"Rambutmu…" Inari menunjuk rambut merah sang Uzukage "Setelah dilihat lebih dekat, warna rambutmu persis dengan warna rambut Zi saat dia pertama kali datang ke rumahku. Warna merah yang khas."

Naruto berhenti berjalan.

Saat view itu memperlihatkan wajah sang Uzukage, mata safirnya membulat dan bergetar hebat.

~TU~

3 Juni (15 Tahun Yang Lalu). Kirigakure.

Yagura memandang tiga orang di sekitarnya dengan pandangan menyelidik. Satu orang dewasa sebagai ninja pembimbing mereka dan dua orang sebaya dengannya sebagai rekan satu tim. Si rambut biru muda memperkenalkan dirinya bernama Ao. Yang cantik-karena satu-satunya gadis di sini-tersenyum manis dengan sanggul herringbone-nya bernama Terumi Mei. Guru mereka, atau sensei, hanya tersenyum dan mengibaskan rambut panjang hitamnya yang norak bagi Yagura.

"Aku senang menjadi guru bagi kalian. Mulai sekarang, kita akan saling membantu sebagai satu tim."

"Oy, kenalkan dulu namamu, dasar orang tua berambut panjang…" kata Yagura dengan nada kesal. Guru mereka langsung jatuh terduduk suram sambil memegang dadanya dan mengibaskan rambutnya kembali. Norak. Begitulah yang dipikirkan Yagura.

"Panggil saja aku sensei, anak-anakku…"

"Aku bukan anakmu," Yagura berkacak pinggang "Nama. Namamu, sensei…"

"Sudahlah Yagura," Ao menggosok belakang kepalanya. Ciri khas anak yang tidak mau ambil pusing "Lebih baik kita latihan atau melakukan hal yang berguna sekarang."

"Aa~," Mei berpikir dan menyentuh bibir Yagura genit "Kau ini tipe cowok yang teliti dan disiplin ya, juga keras kepala. Tidak seperti si Aho itu…" kata Mei sambil memandang penuh ejekan ke Ao. Tanda seru muncul di kepala Ao dan dia memandang kesal Mei.

"Namaku Ao, bukan Aho…"

"Aku tidak mengubah namamu, aku mengatakanmu Aho…"

"Sudah kubilang, namaku Ao bukan Aho…"

"Kenapa kau bersikeras kalau aku mengubah namamu dan tidak mengatakan kalau kau itu Aho?!"

Yagura memandang datar kedua rekannya. Dia merasa berada diantara orang-orang bodoh yang mempermasalahkan hal-hal sepele. Tiba-tiba terdengar tawa dari sang sensei. Yagura dan kedua temannya menatap guru mereka dengan pandangan bertanya.

"Apa yang lucu, sensei?" Tanya Ao pelan. Sensei mengangkat kedua tangannya.

"Kalian. Yang lucu adalah kalian," sensei tersebut menyatukan kedua tangannya di lengan kimono lebarnya dan berjalan pelan mendekati ketiga muridnya. Dia satu persatu mengelus kepala bocah-bocah tersebut dengan perasaan penuh kasih sayang. Di umur 13 tahun, di antara Ao, Yagura dan Mei, ternyata Yagura lebih tinggi daripada keduanya. Sang sensei tersenyum tipis.

"Ketahuilah, mulai sekarang rasa kepercayaan itu akan tumbuh di hati kalian masing-masing. Rasa percaya sesama teman itu penting. Rasa percaya itu akan menimbulkan ikatan yang kuat, dorongan semangat dan juga…" sensei tersenyum sambil kembali mengelus kepala Yagura setelah cukup lama mengelus kepala Mei "Tawa yang penuh kebahagiaan. Ketika kau sudah percaya kepada teman-temanmu, maka kau bisa meletakkan batu amanah di telapak tangan mereka untuk dilemparkan ke sungai tujuanmu. Kau tidak perlu takut batu itu akan dilempar ke laut atau ke danau, karena keduanya saling percaya…" mata Yagura nampak sedikit bergetar "…Bahwa temannya adalah sang pembawa batu terbaik yang dipilihnya." Mata sang guru terlihat menenangkan. Suara hembusan angin sejuk di bulan Juni membuat perasaan saat itu begitu nyaman.

"Ano…aku tidak mengerti maksudmu sensei." Kata Ao dengan wajah polos dan langsung digampar Mei dengan kuat di belakang kepalanya. Ao mengaduh kesakitan dan kembali berdebat dengan Mei soal "Ke-Aho-an Ao". Sang sensei kembali tertawa mendengar perdebatan itu. Yagura melirik ke arah kedua temannya dan matanya bersinar terang. Ya, suatu pancaran pandangan mata yang sepertinya sangat senang. Yagura ikut berdebat dengan kedua temannya dan ikut tertawa. Awal pembentukan tim ninja Kiri itu kini dihiasi tawa lepas dan bahagia dari masing-masing anggotanya.

20 Juli-27 Juli (15 Tahun Yang Lalu). Kirigakure.

Yagura dan kelompoknya sudah saling mengenal satu sama lain dalam waktu satu bulan. Ketiganya sudah menjalin persahabatan yang erat karena banyak hal yang telah dilalui bersama. Masing-masing pun sudah mengetahui kelebihan dan kelemahan dari teman-temannya. Bersama sang guru yang selalu memberikan senyuman menenangkan dan rasa 'kepercayaan' itu sendiri, tim Yagura menjadi salah satu tim Genin Kirigakure yang paling ditakuti diantara tim Genin lainnya. Mereka kini berada di antara perbatasan Kiri-bagian darat-dan Iwa. Bersama dua tim Genin lainnya, mereka akan memasang kertas-kertas peledak di pepohonan agar memperlambat invasi ninja-ninja Iwagakure yang ingin menyerang pusat desa Kiri. Perang Dunia Ninja ke-2 sudah memasuki tahap puncak konflik. Secara mengejutkan Iwagakure bersekutu dengan Kumo untuk menghancurkan Kiri yang sebelumnya adalah sekutu militernya.

"Aku tak percaya Iwa mengkhianati kita…" kata Yagura dengan wajah kesal. Mei dan Ao yang mengerti watak keras Yagura hanya memandang sekilas dan tidak menjawab. Sang sensei yang berada di depan mereka menoleh sedikit ke arah Yagura sambil melompati dahan-dahan pohon dengan cepat.

"Itu menandakan Iwa tidak mempercayai kita, Yagura…" kata sensei-nya pelan. Yagura mengerang.

"Tetapi bukankah Iwa yang mengkhianati kita, sensei…berarti Iwa-lah yang menodai kepercayaan Kiri. Hal ini membuat darahku menjadi panas!" Yagura mengepalkan tinjunya "Berani-beraninya mereka melakukan hal tersebut."

Gurunya tidak menjawab. Saat sampai di lokasi, Yagura dan yang lainnya sangat amat terkejut dengan kondisi di hadapan mereka. Dua tim Genin lainnya sudah tergeletak di perbatasan dengan kondisi tidak bernyawa. Segerombolan ninja Iwa sudah menunggu di perbatasan dengan kunai-kunai di tangan mereka dan wajah tersenyum mengerikan.

"Rencana kita ketahuan, kita harus mundur!" kata sensei dengan wajah serius. Yagura memandang khawatir gurunya.

"Bagaimana dengan misi kita dan dua tim-"

"Jangan memikirkan hal itu, Yagura!" gurunya menggerakkan handseal dengan cepat "Aku tidak akan meninggalkan kalian! Aku berjanji! Sebagai guru kalian, dengan tim yang baru terbentuk, aku akan menjadi tameng serta pengarah kalian yang baik!"

"Ah, sensei ini…Bisa saja," kata Mei sambil tersenyum tipis. Dia berdiri di samping gurunya. Sang guru menatap kebingungan Mei.

"Mei, kubilang lari bersama kedua temanmu!"

"Tidak." Mei menoleh ke arah Yagura dan Ao. Keduanya mengangguk pelan dan berdiri sejajar dengan guru mereka sambil memasang posisi siap bertarung. Yaguar bahkan kembali melangkah dan berada dua langkah di depan gurunya. Siap melindunginya.

"Kalian…" kata sang sensei dengan wajah terkejut.

"Kau adalah tameng dan pengarah kami yang baik, sensei…" kata Yagura sambil tersenyum penuh semangat. Surai hijaunya ditiup angin Juli. "…Jadi, lindungi dan arahkan kami saat kami melindungi dan mengarahkanmu,"

Mata sang sensei melebar.

"Karena kita semua adalah sang pembawa batu untuk teman-temannya!" kata ketiga Genin tersebut dengan mata berkilat penuh semangat. Guru itu tidak bisa berkata apa-apa. Dia terkejut. Dia shock…sekaligus bangga dan bahagia. Dia menutup matanya dan membukanya kembali dengan tatapan yang sama dengan ketiga muridnya.

Sang guru tersenyum dengan mata berkilat penuh semangat.

"Tampaknya rasa percaya itu menjalar di kepala kalian, murid-muridku! Sekarang aku akan mempercayakan musuh-musuh di sana kepada kalian…dan bertarunglah dengan nyawa yang masih ada di badan!" sang sensei berteriak kuat "PEGANG BATU AMANAHKU ITU! JANGAN SAMPAI BATU ITU TERLEMPAR KE LAUT ATAUPUN KE DANAU!"

"Atau ke parit got…" gumam Ao jahil yang langsung digeplak Mei Terumi. Siang itu, segerombolan ninja Iwa kalah telak melawan tiga Genin dan seorang Jounin Kirigakure.

10 Desember (Saat ini). Kirigakure.

Naruto membuka matanya dan memandang langit biru musim dingin Kirigakure. Benar-benar langit yang indah, sekaligus nampak mengejek ke arahnya. Dia menurunkan Inari dan Ruri dari kedua tangannya dan membungkukkan tubuhnya saat berada di depan lubang es tersebut. Sang Uzukage berpikir tentang masa lalu Yagura yang muncul di kepalanya akibat dari Fuinjutsu: Tiga Segitiga Pengunci-nya. Fuinjutsu tersebut adalah sebuah Fuinjutsu kelas atas yang akan menyegel tubuh dan pikiran lawan, juga memberikan informasi dari memorial yang disimpan sang lawan. Bisa dikatakan, jutsu ini bisa menjadi jutsu untuk interogasi tetapi tidak sedetail dari jutsu Klan Yamanaka.

Naruto berdiri dan siap untuk terjun ke air super dingin tersebut, untuk mencari mayat Zi, atau Uzumaki Zi-Naruto mulai mengasumsikan demikan-yang telah menyelamatkan teman-temannya dengan heroik. Mengingat Zi soal kepercayaannya menceritakan masa lalunya kepada Naruto membuat sang Uzukage penasaran dengan rasa percaya yang dibawa Yagura 15 tahun lalu saat dia masih Genin. Selama Fuinjutsu: Tiga Segitiga Pengunci-nya belum dihancurkan, Naruto bisa mengetahui ingatan Yagura yang paling berkesan, dan membongkar kenapa Mizukage keempat itu bisa menjadi pemimpin mengerikan sekarang. Tidak ada aksi tanpa reaksi.

"Hati-hati Paman…" kata Ruri sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada "Setidaknya mayat Zi akan kita kuburkan di tempat yang layak…"

Naruto mengangguk pelan dan mengelus kepala gadis itu. Apa gadis itu Uzumaki? Tetapi rambut merah Ruri lebih gelap daripada rambur merah ciri khas Uzumaki.

"Kita juga harus cepat Paman, Tanaki dan Taneki butuh bantuan juga…" kata Inari dengan wajah serius. Naruto menganggukkan kepalanya. Dia menoleh ke arah Mei Terumi yang berdiri di samping istrinya dan memberikan pantomin supaya Mei membawa dua bocah kembar yang terluka di tepi danau ke tempat yang lebih aman.

"Apa yang dia maksudkan?" Tanya Mei dengan wajah kebingungan. Shion memicingkan matanya. Dia nampak tidak mau kalah. Pasti. Pasti Naruto berkomunikasi dengan dirinya, sang Ratu dan istri sah dari pria bersurai merah tersebut.

"Hm, nampaknya dia ingin menyuruhku melakukan sesuatu…"

"TIDAK!"

Mei menatap kebingungan Shion. Shion yang keceplosan langsung menolehkan wajahnya ke arah lain. Mei langsung tersenyum jahil dan bergerak untuk mendekati wajah sang Ratu. Dia tertawa kecil.

"Hehehe, apa maksud teriakan tadi…Ratu?"

"A-apa? Aku tidak mengerti apa yang kau katakan!" Shion memandang datar Mei dengan mata anggun dan angkuhnya "Kenapa kau berani tersenyum di depanku seperti itu?" nada Shion langsung terdengar seperti seorang wanita kejam tanpa perasaan.

"Hee?!" Mei mundur selangkah dengan keringat jawsdropped di keningnya. Sementara Naruto di tengah Danau Kimura hanya menatap drop dua wanita tersebut.

'Apa yang mereka lakukan?' batin sang Uzukage kebingungan. Dia kembali mengarahkan pandangannya ke lubang es dan menarik napas pelan agar mampu menahan napas saat berada di dalam air super dingin tersebut. Naruto harus tahu siapa Zi sebenarnya. Saat kedua kakinya sudah siap untuk melompat. Sebuah bayangan muncul di belakangnya dan menendang dua bocah di sisi kanan dan kirinya. Safir Naruto melirik ke belakang. Mei dan Shion yang sedang bertengkar menoleh ke arah Naruto dengan tatapan terkejut.

DHUAKHH! Punggung Naruto dihantam sebuah lutut dengan sangat amat kuat. Darah keluar dari mulutnya, sang Uzukage terpental ke depan dan menghancurkan permukaan es Danau saat tubuhnya terpontang-panting sambil tetap terseret menuju tepi danau. Gerakannya terhenti saat tubuhnya menabrak sebuah pohon di tepi Danau Kimura bagian selatan. Naruto segera bangkit dan menatap datar sosok Yagura yang sudah berubah ke mode ekor pertama. Otak pemimpin Naruto segera bertindak cepat. Suaranya menggema di Danau Kimura memberi perintah.

"MEI, SHION JUGA! TOLONG EVAKUASI PARA GENIN DARI SINI!" Mei dan Shion saling berpandangan.

"TEMPAT INI AKAN MENJADI PADANG ES YANG BERBAHAYA UNTUK ANAK-ANAK KIRI!" wanita Jounin yang menjadi pengawas Ujian tahap kedua berdiri tegak di segerombolan peserta Genin yang mulai ketakutan. Dia memandang rendah kedua wanita yang berjalan ke arahnya dengan wajah serius.

"Baiklah…aku akan mengevakuasi para bocah itu dari sini…" Mei memandang datar Jounin Wanita tersebut "Anda bisa bertarung, Shion-sama?"

Shion tidak menjawab. Dia melirik sekilas ke arah Naruto dan dadanya terasa sedikit sesak. Naruto mungkin akan melakukan pertarungan di tahap selanjutnya. Tahap yang lebih berat. Suaminya kini bukan melawan Kage seperti dirinya, tetapi melawan seorang Jinchuuriki!

Naruto memasang posisi siap bertarung. Matanya memandang Inari dan Ruri yang bangkit perlahan-lahan di sisi kiri dan kanan Yagura-cukup jauh, tetapi tetap berbahaya-dan wajahnya berubah cemas. Yagura, tanpa bertele-tele, maju menyerang Naruto dengan gerakan zig-zag yang cepat. Asap di permukaan danau muncul akibat gesekan cepat dari kaki Jinchuuriki Sanbi tersebut.

"KAU MEMANG BISA MENYEGEL TUBUH DAN PIKIRANKU,"

Naruto menggerakkan segel dan mengeluarkan ribuan rantai Uzumaki dari tanah di sekitarnya. Fuinjutsu: Jigoku no Randorensa…

"TETAPI KAU LUPA MENYEGEL CHAKRAKU, YONDAIME UZUKAGE KEPARAT!"

DHAAARHHH! Yagura dengan mudah menghancurkan ribuan rantai Naruto yang berusaha menghentikan pergerakannya dengan puluhan pukulan cepat. Dia tepat berdiri di hadapan Naruto dan melayangkan kepalan tangan kirinya ke dada sang Uzukage. Naruto bergerak ke samping kanan dan berputar, lalu melakukan tendangan berputar dari atas kaki kanannya. Yagura menoleh dan menangkap kaki tersebut. Safir Naruto bergetar pelan.

"Kau telah mengkhianati pertarungan terhormat kita, Yondaime Uzukage. Kau pergi seenaknya meninggalkan lawanmu tanpa memperdulikan hasil jelas dari pertarungan ini," Yagura menggeram marah "Kau akan terima akibatnya karena berani mengkhianatiku…kau tahu kan, kalau aku benci para pengkhianat!" Yagura maju mencengkram kuat kaki kanan Naruto hingga darah mengucur dari kaki tersebut dan menghempaskannya ke tanah bersalju di tepi Danau Kimura. Tubuh Naruto menghantam tanah tersebut dengan keras. Naruto segera berputar dan melayangkan kaki kirinya ke dagu Yagura. Mata Yagura mendelik marah ketika dagunya berhasil dihantam sang Uzukage. Dia kembali mengangkat tubuh Naruto dan menghempaskannya kembali ke tanah. Percikan darah segar keluar dari mulut sang Uzukage. Safir Naruto melirik ke tengah Danau Kimura. Dia sudah menanam Fuin Hikari Sunshin di depan lubang es tadi. Saat dia menghilang dengan cahaya lembutnya dan muncul di atas Fuin-nya, seekor naga air yang keluar dari lubang es tersebut menghantam tubuhnya hingga terpental-pental di permukaan danau. Naruto bangkit terhuyung-huyung. Yagura melesat menuju Naruto dan melesatkan tinjuannya ke arah wajah sang Uzukage sambil menyeringai pelan. Tamat sudah. Cerita soal Prodigy Uzumaki sudah selesai. Ternyata hanya ini kemampuan Uzukage terkuat sepanjang sejarah Uzushiogakure.

DHAAKH!

Mata Yagura melebar terkejut. Tinjuannya ditangkap telapak tangan kanan Naruto dengan tenang. Tangan Yagura maupun tangan Naruto bergetar hebat karena kedua kekuatan itu bertemu. Naruto mengangkat kepalanya dan tersenyum tipis.

"Kau harus percaya kepadaku, Yagura…kalau aku menghormati pertarungan ini!" Naruto menarik tangan Yagura ke arah dirinya-membuat tubuh mungil itu tertarik juga ke arahnya-dan menghantam wajah Yagura dengan tangan kirinya. Darah mengucur deras keluar dari hidung Yagura dan sebuah gigi geraham bawah tanggal saat kepalan tangan Naruto menghantam wajah Mizukage keempat tersebut. Yagura terkapar 14 meter di depan Naruto. Uzukage muda itu memejamkan matanya dan tersenyum kepada sesosok Gorila besar berbulu coklat gelap dengan mata beriris hitam kelam. Hidungnya berwarna kuning tua.

"Terima kasih, Goriko…" Naruto memandang datar Sumi-Kyo nomor empat tersebut "…Tampaknya kekuatan fisik sangat kubutuhkan saat ini."

Goriko mendengus pelan dan tertawa senang.

"HAHAHAHA! AKU TAK MENYANGKA DIA TAHU LETAK HIKARI SUNHSINMU, UZUKAGE-SAMA-GHOOK-MUNGKIN SAATNYA KAU HARUS LEBIH PINTAR MENGGUNAKAN JUTSU-JUTSUMU-GHOOK!"

Naruto memandang sweatdrop suara "Ghook" tersebut.

'Itu bukan suara Gorila, dasar Gorila bodoh!' Uzukage muda tersebut membuka matanya. Dia kini menggunakan Sumi-Kyo-nya kembali. Nomor empat. Dengan kekuatan pada peningkatan fisik. Naruto kini memiliki kekuatan seorang monster di tubuhnya.

Kelemahannya…gerakannya akan sedikit lambat dan dia akan terkena sifat Goriko…

"Kau tahu Goriko," gumam Naruto pelan "Ghook Itu adalah suara orang yang lagi eek dengan gaya kungfu!" kata Naruto dengan wajah serius dan memasang posisi siaga. Ya, kelemahan yang didapatkan Naruto juga adalah dia akan mendapatkan sifat sedikit bodoh dari sifat sang Gorila.

Yagura bangkit dari posisi telentangnya dan meludahi darah di sisi kirinya. Dia menyeringai, menampakkan gigi ompongnya. Tak tanggung-tanggung, sang Mizukage memasuki mode ekor kedua.

"Tampaknya aku harus cepat menghabisimu, kau mulai menyebalkan di mataku Yondaime Uzukage-sama."

"Ghook, kau juga." Kata Naruto dengan nada datar dan mata mengantuk.

"Kau mabuk?!" kata Yagura kebingungan. Dia kira suara Ghook itu adalah suara cegukan orang yang mabuk.

"Tidak-Ghook-ini adalah suara ketika kau menarik sempak belakangmu yang ketat, dan melepaskannya hingga karetnya meng-ghook-kan kulitmu…" kata Naruto dengan nada datar.

"JADI GHOOK ITU APAAAA?!" Yagura menggeram marah. Dia ingin melesat kembali ke arah Naruto, namun pikirannya melayang ke arah desanya. Juga kelompok ninja pedang-nya. Mizukage mengambil sesuatu dari kantong celananya. Alat komunikasi yang nampak basah. Kirigakure sudah mendesain alat komunikasi tersebut agar tahan terhadap air kecuali dicelupkan ke dalam laut bertekanan 2000 atm.

"Kisame…" kata Yagura menghubungi ninja yang kini paling dipercayainya. Mata Yagura nampak bercahaya senang. Dia mendapatkan rencana yang akan mengembalikan keadaan sekarang.

"Aku punya permintaan terakhir kepadamau…" kata Yagura dengan nada tenang. Setelah mengatakan permintaan tersebut, Yagura melirik ke arah Shion dan Mei yang kini sedang beradu argumen dengan Jounin wanita yang pro dengan dirinya. Yagura tersenyum tipis.

'Dia bisa menahan sang Ratu lebih lama di sini…dengan Naruto yang bertarung denganku, aku akan mendapatkan berlian Negeri Iblis itu kembali…' Yagura menatap tajam Uzumaki Naruto '…Dan membuat cecunguk sialan ini mengejar berlian indah itu kembali!'

Naruto memandang datar Yagura. Matanya nampak mengantuk. Yagura merasa dilecehkan dengan tatapan merendahkan Yondaime Uzukage tersebut. Dia menggeram kesal.

"Ghook…ghoook…ghoook-ghook-ghook.." ternyata Naruto tidur dengan pulasnya karena lama menunggu gerakan dari Yagura. Yagura ternganga tak percaya.

"TERNYATA GHOOK ITU JUGA SUARA NGOROK ORANG TIDUR! DAN KENAPA DIANTARA GHOOK ADA GHOOK LAINNYA?! KAU BENAR-BENAR MENGEJEKKU YONDAIME UZUKAGEEEE!"

Yagura melesat marah menerjang kepala Naruto dengan kaki kanannya. Saat yakin kaki itu akan menghantam kepala Naruto, Naruto ternyata memegang kaki itu dengan santai dan menguap pelan.

"Are? Ternyata sudah dimulai, Ghook…" Ghook kini menjadi kata akhir seperti "un" ataupun "dattebayou". Yagura menatap kesal. Dia menggerakkan handseal dan tongkat kebanggaannya melesat di genggaman tangan kanannya. Yagura menghantam tongkat itu ke arah kepala Naruto. Naruto membuka matanya dan menangkap ujung atas tongkat tersebut dengan tangan kirinya yang bebas. Mata Yagura membulat.

"Suiton-"

BLAAARHH! Belum sempat Yagura menyelesaikan kata-katanya, tubuh mungilnya sudah dihempas Naruto ke permukaan es Danau Kimura. Yagura berdiri cepat sebelum tenggelam di pecahan danau tersebut dan melompat sambil menendang lurus ke perut Naruto. Naruto termundur dua langkah. Yagura melayangkan pukulan tangan kanannya ke dada Naruto, Naruto menyilangkan kedua tangannya dengan cepat. Mata Naruto sedikit membulat. Kepalan tangan kanan Yagura membuka. Telapak tangannya menghantam lengan Naruto dan membuat Uzukage muda itu terseret ke belakang. Naruto yang tahu situasi-nya segera memandang lengan kanannya yang nampak terlihat tanda sebuah Fuin.

"Fuinjutsu-ghook?" gumam Naruto pelan. Yagura terkekeh. Dengan mode ekor dua, dia akan menggunakan jutsu terlarang tersebut. Sebuah Fuinjutsu yang dia dapatkan dari Uzushiogakure jauh sebelum penyerangan itu dimulai. Saat itu dia ingat, ayah Naruto masih menjabat sebagai Uzukage ketiga.

"Ini adalah Fuinjutsu yang ada pada dua gulungan ninja yang pernah dicuri ninja Iwagakure, namun kembali didapatkan Kiri melalui Utakata," Yagura menyeringai senang

"Pertarungan terhormat kita belum selesai, Uzukage-sama…" Yagura menggerakkan segel tangan dengan satu tangan dan Naruto otomatis menusuk perutnya dengan pisau lipat yang berada di bawah lengan kirinya. Safir Naruto memandang shock kejadian tersebut.

"Pertarungan kita masih panjang, Uzumaki Naruto…" kata Yagura dengan napas memburu karena saking senangnya.

TBC

Author Note

Sebenarnya mau langsung menyelesaikan Naru Vs Yagu, tetapi tampaknya harus dibagi dua karena takut kepanjangan.

Mungkin beberapa kawan-kawan ada yang bingung membayangkan Fuinjutsu Naruto karena ada beberapa Fuinjutsu merupakan original pemikiran Author sendiri. Nanti setelah arc ini selesai, saya akan membukukan semua Jutsu Naruto menjadi Information Session arc Kiri, dan semua jutsu Naruto akan ditampilkan di akhir chap The Uzukage seperti TBT menjadi Databook.

Langsung saja, saya akan membalas pertanyaan Readers sekalian, dan ada beberapa yang akan saya balas melalui PM karena menurut saran salah seorang Reviewer, lebih baik meringkas A/N agar tidak kepanjangan dari ceritanya. Checkidot

Q: Btw, min. Jangan buat naruto dark ya? :'v

naruto sekarang punya senjata warisan dari uzukage sbelumnya... Hm, gimana dia pake semuanya ya?

A: Hm, untuk dark Naru masih belum ada di pikiran saya sekarang. Senjata yang sering Naru gunakan nampaknya senjata Shodaime Uzukage

Q: jangan jangan kisame itu emang sengaja bikin yagura kalah biar sanbi bisa dibawa ke akatsuki?

A: Tetapi sudah kita ketahui gan, Akatsuki belum ada di fic ini.

Q: Kisame memberi tahu Naruto mungkin itu... Agar memancing Naruto untuk bertarung di danau kimura.. Spot bagus bagi pengguna Elemen Air yaitu Yagura, Sanbi, Kisame! Kisame di sebut juga Bijju tanpa ekor kan?!

A: Hm, hipotesis yang bagus dan tepat. Danau Kimura akan menjadi daerah 'kekuatan' Yagura yang bisa dieksploitasi semaunya.

Q: habis ngelawan jinchurikii tanpa kesusahan tapi masih bilang belum serius.?. Narunya yg sombong atau bakal ada unsur godlike.? (Pakai sel hashirama yg d tangan misalnya)
-soal info dari kisame, apa karena genin bimbingan naru.?. Tapi persetan dengan kisame. Yg penting battle of the month bakal tersaji.
-sumi-kyo tipe sensor penting gak kira2.?

A: Haha, Naruto tidak godlike. Shiruetto-san tahu kan kalau sifat Naru di sini agak angkuh, seperti yang dikatakan Shion di chap-chap lalu, Naruto selalu bangga dengan gelar Kage-nya. Untuk sumi-Kyo, masih dipertimbangkan gan. Thanks.

Q: yo doni-san aku males login jadi langsung aja. aku punya saran, gimana kalo sumi kyo naruto ada hewan semut dan kemampuannya mengecilkan badan Naruto jadi nanti Naruto bisa masuk kedalam bh/cd Mei Terumi :v haha

A: Hm, semut ya. Ide yang bagus. Akan saya coba dengan alur cerita saya. Thanks.

Q: zi bisa di hidupkan gak...?
'saya ambil kesimpulan dari 'naruto master fuin jutsu'
jadi menurut saya mungkin saja dia bisa membuat jutsu mirip GEDO RINE TENSEI tidak seperti edo tensei yang di hidupkan untuk bidak perang'

A: Hm…mungkin sulit gan. Karena biasanya jutsu yang terkontak dengan dunia hidup dan mati pasti sebuah Kinjutsu (Jutsu terlarang).

Q: Oh ya, kan udh ketahuan tuh Rebellion, pasti situasi di Kiri kacau kan?

A: Yap, mungkin penjelasannya di chap depan

Q: (Ini By Herp) Hmm gwe tebak chap depan pasti lawan yagura kan ?

A: Apa ini? :v

Q: Soal Sumi-kyo Itu Gimana Sih Masih Belum Ngerti..
Kayak Nya Penduduk Desa Uzushio Masih Ada Yang Hidup Yang Istilah Nya Half Blood Pasti Asa Kan? Trus Diliat liat lagi Si Zi Itu Emang Uzumaki Atau Bukan? Ambigu Sih Authornya/Eh
Masa Lalu Yagura? Hmm.. Beda Jauh Yang Canon Pasti..
Kisame? Mencurigakan...
Haku? Belum Full Power Kan?
Kalo Naruto Bisa Ngelumpuhin Utaka Dalam Waktu Segitu, Berarti Naruto Godlike Dong?
Weakness Naruto Cuman Racun Doang? Sama Emosi Nya Ga Ke Kontrol Kalo Berhubungan Sama Shion Trus Desa Nya?
Soal Slight Pair Berasa Nanggung, Nanti PhP Loh Mas Doni..
Overall, Nice Story..

A: Intinya Sumi-Kyo itu 10 hewan peliharaan Rikudou Sannin yang tersegel di tubuh penggunanya dan akan memakai chakra pengguna jika digunakan. Kekuatan para Sumi-Kyo akan diberikan ke user sebagai timbal-balik keuntungan, namun ingat…hanya kekuatannya. Bukan wujud Sumi-Kyo itu sendiri. Untuk Uzumaki yang hidup, akan terkuak di chap-chap depan.

Zi itu Uzumaki murni, rambut putihnya karena dia mengubah warnanya sendiri. Uzukage-sama bisa mengalahkan Yagura cepat karena beliau dibantu Mei, dan juga Utakata berada dalam emosi labil yang tidak terkendalikan. Haha, soal Pair…hm, ane lebih condong ke Single Pair gan.

Q: apa kisame ngasih tau itu suatu jebakan pada naruto? lalu apa naruto bakal bertemu madara lagi?

A: Hm…akan terungkap chap depan gan. Untuk Madara, mungkin kita lihat di chap selanjutnya

Q: thor apakah yang slamat dari pembantaian uzu sama dengan cannon?

A: We look next chap bro

Q: mau komen mengenai pertarungan..tapi nda hafal jurus2 yg ada..oh ia,apa naruto itu jinchuriky,hehe, lupa cerita sebelumnya .

A: Haha, di tiap akhir chap kan biasa ane cantumkan update Jutsu gan. Tidak, Naruto bukan seorang Jinchuuriki.

Q: Saranku : chap depan gunakan dong kekuatan dari tangan buatan sel jetsu itu kan tangan buatan naruto yaitu zetsu putih, di cannon obito pakai sel zetsu membunuh banyak shinobi, kekuatannya mengerikan

A: Hm, tetapi Naruto belum tahu itu bisa digunakannya atau tidak bro. Seperti tangan implannya di Naruto Canon.

Q: Ap utk membuat Shion semangat kembali?

A: Pertanyaan anda menjawab pertanyaan anda sendiri bung. Dan juga untuk menggetarkan hati Yagura.

Q: Setelah ke Kiri, Naruto bakal kemana? Konoha? Atau keliling dunia Shinobi? Apa Kage lain bakal ngincar Naruto lagi?

A: Yap, mungkin akan terjawab chap depan bung. Thanks atas reviewnya Sora-san.

Q: Thor saran untuk sumi-kyo nya pake bintang cerberus, anjing kepala tiga ituhh, kekuatan nya ngeluarin 3 elemen

A: Ide yang mantap bro. Nanti akan ane masukkan ke list untuk pertimbangan dengan alur cerita.

Q: untuk pertanyaan agan, apa mungkin pihak yagura udah tau kalo naruto masih hidup dan berpihak pada rebellion. atau, sebagai pancingan untuk mengetahui siapa pemimpin rebellion dan menghapus para pemberontak tersebut sampai pusatnya dengan memberi tahu posisi yagura dan shion berada.

A: Hipotesis anda hampir tepat bung. Akan terjawab di chap depan.

Q: Lalu 7 Ninja Pedang Kiri bagaimana Author-san

A: Penjelasan mereka akan terjawab di chap depan bung

Q: Tapi, ada satu pernyataan yang menjanggal pikiranku, yaitu pernyataan Madara kepada Naruto yang akan datang kembali kepadanya, mengingatkanku seperti saat Obito menyelamatkan Rin di canon Naruto, kau tahukan cerita selanjutnya Obito? Mungkin pirasatku atau apa, kau ingin memakai cerita itu, dengan kata lain Shion akan mati dan Madara mendapatkan Naruto menjadi bonekanya. Kuharap jika Author-san berpikir seperti itu mohon di pikirkan kembali, kau sebenarnya tidak mau kan membuat Naruto dan Shion berpisah lagi, tapi lain hal jika itu menarik minat para Reader membaca fic ini yang akan semakin seru jika Shion mati dan Naruto menjadi pembalas dendam.
Mohon di balas Author-san, mungkin kita bisa saling bertukar pikiran.

A: Pikiran yang mantap Loki-san. Tetapi Naruto sudah menepis Madara dengan mengatakan tujuannya. Jadi, apa kita mau bertukar pikiran di sini atau di PM?

Q: Semudah itu Naruto membuka kedoknya? Haku jangan sampai mengganggu pertarungan para Kage. Apa di Rebelion tidak ada orang yang kuat. Untuk melawan anggota 7 pedang Kiri.
Tidak mungkin anda membuat Naruto mudah mendapat Shion kan

A:Ya, karena Naruto ingin menyelamatkan hati istrinya yang dulunya pernah jatuh. Hm…akan ada kejutan untuk 7 Ninja Pedang Kirigakure.

Q: oi bang... kabar MSB season 2 kek gmna? puasa-puasa kek gini ane butuh asupan humor bang :v

A: Boleh Tanya ke Icha lewat PM gan :v

Q: Yap, ane berusaha meringkasnya bung. Terima kasih atas saran yang sangat membantu.

Q: ane penasaran banget sama minato & kushina. Emang di mana si..?

A: Mereka ada di kamar saya *bercanda* yap, masih menjadi misteri…

Q: Nice chapter, cap. Saya senyum senyum sendiri baca chapter ini. Kurangnya cuman komedi yg salah tempat aja.
A: Oke Ikanatsu-san. Terima kasih atas kritiknya yang membangun.

Q: gan nesranin sumi-kyonya
penampilan: (terserah)
nama: (terserah)
kekuatan: menambah kecepatan dan memperkuat fisik

ane tunggu chapter depan ya gan
lanjut...!

A: Yes, saran yang bagus bro. Tetapi dua kekuatan tersebut ada pada Hayaide dan Goriko, yang memiliki kecepatan dan kekuatan fisik yang kuat.

Q: saran: bagaimana kalo mei jadi istri(calon) naruto kan jadi greget naruto yang polos mei yang terlihat selalu salah tingkah dan shion yang terlihat cuek kan seru kalo shion ama mei memprebutin perhatian naruto...
kalo gak salah dalam sumi kyo ada sumi kyo penyihir saat penghancuran konoha ama menma(the movie) apa naruto juga punya sumi kyo penyihir

A: Haha, nanti bisa dipertimbangkan bung. Soal kekuatan Sumi-Kyo Naruto, masih dipikirkan juga. Thanks.

Q: Apakah Sumi-Kyo Naruto ada yang berasal dari spesies Serangga, padahal Serangga begitu banyak loh keunikannya, contohnya Laba Black Widow mempunyai racun mematikan, Kumbang mempunyai tubuh kuat, dan lain sebagainya, tapi malah diambilnya dari spesies Hewan Utama semua sih. (Kok malah menjelaskan -_-)

tu yang benar jurusnya Mei "Futton atau Fotton?" Hihi..

A: Terima kasih, mungkin saya bisa mengambil salah satu Insecta tersebut untuk dijadikan Sumi-Kyo. Soal jutsu Mei, hm..saat cari referensi yang saya temukan adalah Futton.

Q: jadikan Naruto jinchuriki sanbi senpai!

A: Haha, bisa dipertimbangkan bung.

Q: kenapa kenapa membuat chemistry antara naruto dan mei Terumi

A: Haha, untuk memanaskan cerita dan Naruto-kun.

Q: Karena Kisame tahu kalau Naruto uzukage kah?

A: Wao tebakan yang mendekati kebenaran bung. Thanks.

Q: Tapi kok Shion ga marah ya saat Naruto gendong Mei?

A: Mungkin sang Ratu belum sadar karena masih shock melihat Naruto yang ternyata masih hidup.

Q: Bagaimana Utakata thor? masa dia ninggalin Utakata di kantor Yagura-cebol?

A: Ya, seperti itu. Tenang saja, Utakata aman kok.

Q: gk komen deh kecuali,, eerrt saat naru ngobrol sama yagura-teme, apa shion tetep dibiarin terikat? .. -.-' knp gk dilepasin dulu, atau memang bagian untuk ngelepasinnya gk perlu dicantumin karena udah pasti gitu?

A: Haha, anda orang yang teliti ya…soal saran suara itu bisa ane pertimbangkan gan. Thanks.

Q: Apakah Naruto punya Kuchiyose?
Author kenapa gak bikin sumi-kyo yang kekuatan dari anime One Piece?
Utakatta di apain sama Naruto?
Kalo Utakatta mendapat ingatannya kembali, apakah akan membantu melawan Yagura?

A: Tidak ada. Sang Yondaime tidak mempunyai Kuchiyose karena fokus pada pelatihan Sumi-Kyo dan Fuinjutsunya. Saran anda bagus bung, akan saya pertimbangkan. Utakata aman di kantor Yagura dan soal ingatan itu…akan terjawab di chap depan bung. Thanks.

Terima kasih kepada reviewers-reviewers yang telah menyemangati Author dan semua yang berperan di fic ini. Sebelum kata perpisahan untuk bertemu di chap selanjutnya, mungkin kawan-kawan bisa melihat Jutsu Update dari masing-masing chara.

Uzumaki Naruto-The Forth Uzukage, Produgy Uzumaki's

Sumi-Kyo. Goriko. Gorila berbulu coklat gelap dengan mata hitam kelam dan hidungnya berbulu kuning tua. Kekuatannya ada pada peningkatan fisik Naruto namun dapat memperlambat Uzukage serta membuatnya menjadi sedikit bodoh. Goriko adalah Sumi-Kyo nor empat.

Fuinjutsu: Ten ni Mukahikki. Fuinjutsu terbentuk dari puluhan Fuin membentuk kerucut dan menarik lawan menuju puncak kerucut tersebut. Untuk fungsi selanjutnya masih dipertanyakan.

Fuinjutsu: Mittsu no Sankaku Rokku. Naruto membuat tiga segitiga Fuin yang bercahaya biru dan mengelilingi musuh di sisi kanan, kiri dan belakangnya. Saat Naruto menggerakkan pengaktifan Fuin-nya, maka tiga segitiga tersebut akan menyatu di tubuh musuh dan menyegel tubuh serta pikirannya. Masa lalu yang paling diingat dan berkesan dari lawannya dapat Naruto rasakan di kepalanya sehingga Fuinjutsu ini bisa menjadi jutsu interogasi. Naruto harus menanam segel dulu di tubuh lawan agar Fuinjutsu ini bisa digunakan kepada lawan tersebut.

Yagura-The Forth Mizukage, Jinchuuriki Sanbi

Suiton: Suiryuudan no Jutsu. Jutsu tingkat atas para pengguna Suiton. User membuat naga air yang dapat menyerang lawannya.

Suiton: Kogeki Juudan no Mizu. Yagura membuat ribuan air berbentuk peluru yang telah dia pecah bentuk gumpalan airnya menjadi butiran-butiran air yang bisa menyerang lawan dengan kendali jarak jauh.

Suiton: Tanensei Kyoku. Yagura membuat puluhan semburan tiang dari bawah tanah (ataupun daerah di mana dibawahnya ada sumber air), dan semburan tersebut akan melesat ke atas menyerang lawannya secara bertahap.

Suiton: Misairu no Jutsu. Yagura membuat semburan air yang bisa dikendalikan sepert rudal.

Suiton: Mizukagami no Jutsu. Membuat cermin air yang dapat membuat clone lawan. Jika lawan menyerang maka cermin akan mengcopy serangan lawan dengan serangan yang sama. Di sini clone akibat cermin tersebut bahkan bisa keluar dari cermin dan meniru jutsu serta Taijutsu lawannya.

Oke, sekian dari chap ini…selamat membaca bro and sis. Sampa jumpa di Next Chap,

Tambahan: Jika belum tahu Sungai Sanzu, silahkan cari di Google..kurang lebih seperti yang Yagura dan Naruto katakan di atas.

Mystery: Ghook itu apa?

Pertempuran Akhir dan Masa lalu yang Terkuak. Kepercayaan untuk Mizukage-sama!

Tertanda. Doni Ren