.

.

.

Kingka or Queenka ?

.

.

.

Chapter 20

.

.

Happy Reading~

.

.

"Josephine!"

Mata Jungkook membulat sempurna saat mengenali siapa sosok dihadapannya. Sialan! Itu Josephine wanita yang menyampingkan gender aslinya untuk menjadi pria jadi-jadian yang sekarang menjadi teman sebangsatnya, tamat sudah hidupnya sekarang.

"Huh? Siapa Josephine?" Tanya Hoseok bingung dan tidak ada satupun yang menjawab pertanyaannya, poor Hoseokie.

"Jungkook! Kau benar Jeon Jungkook kan? Ya tuhan akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi!" Sosok yang dipanggil Josephine itu bersorak kencang dan dengan sendirinya memeluk tubuh Jungkook dengan erat.

"Aku merindukkanmu Jungkookie, kesayanganku~"

'Kesayanganku, kesayanganku? Bangsat!' umpat batin para Kingka.

"Josephine? Hey Amber, kau kenal Jungkook?" Tanya Hoseok yang masih senantiasa berdiri disamping adiknya. "Tentu saja, aku dan Jungkook itu-"

"Josephine bisa kita bicara sebentar? Please." Ucap Jungkook memotong ucapan Josephine lebih dulu.

"Tentu saja, apapun akan lakukan untuk Jungkookie, Ayo!" seru Josephine dan segera menarik Jungkook pergi meninggalkan tempat sudah sangat biasa bagi mereka itu.

"Yak, Jeon Hoseok!" Panggil Yoongi datar membuat Hoseok menatapnya.

"Jeon Jungkook normalkan?" dan pertanyaan itu total membungkam Hoseok seribu bahasa.

.

.

.

"Kenapa kau bisa berada disini?" Tanya Jungkook langsung saat mereka sudah sedikit menjauh dari tempat sebelumnya.

"Kau seharusnya berada di amerika Josephine!" orang yang dipanggil Josephine itu mendengus kesal karena merasa Jungkook tidak menyukai kehadirannya.

"Kau tidak senang bertemu denganku memangnya?" sinis Josephine membuat Jungkook mendecah kesal.

"Tidak! Makanya kembali kau ke amerika bangsat, kau hampir mengacaukan rencanaku, sialan!" umpat Jungkook memaki Josephine yang berada dihadapannya.

"Mulutmu itu benar-benar tidak berubah ya." Sindir Josephine membuat Jungkook memutar kedua bolanya terlalu malas meladeni sosok dihadapannya ini.

"Jungkook." Panggil Josephine. "Apa?!" bentak Jungkook sinis membuat Josephine menggeram gemas melihatnya.

"Aku tidak menyangka ternyata kau itu sama sepertiku ya." Kening Jungkook mengerut tidak mengerti maksud Josephine.

"Maksudmu?" Tanya Jungkook bingung.

"Tenyata kau juga suka menyamar sepertiku." Celetuk Josephine sembari tertawa membuat Jungkook menggeram kesal dan menendak kaki Josephine dengan kencang.

"Shit! Brengsek kau Jeon Jungkook! Aku tidak menyangka bahwa tenaga wanita sekuat ini sialan!" dan Jungkook sontak terdiam tiba-tiba begitu mendengar apa yang diucapkan Josephine.

"Apa kau bilang? Wanita?" Tanya Jungkook memastikan.

"Ck. Kau jangan berpura-pura bodoh Jungkook. Kau ini sebenarnya wanita yang menyamar sebagai laki-laki sama sepertiku kan? Tapi liat sekarang kau sudah kembali ke kodratmu." Dan pernyataan yang keluar dari mulut Josephine benar-benar membuat kepala Jungkook pening seketika.

"Kau mengira aku wanita? Yang benar saja, aku laki-laki bodoh!" sungut Jungkook kesal yang kali ini membuat Josephine menatapnya tidak percaya.

"Kau yang bohong Jungkook?" Ck, Jungkook mendecah kesal karena ucapan Josephine yang seolah menganggap ucapannya main-main.

"Bocah idiot, mati saja kau sana, sialan!" sungut Jungkook kesal.

"Mulutmu itu memang minta dicium ya." Gemas Josephine yang benar-benar membuat Jungkook mendelik tajam ke arahnya.

"Oke, Oke! Maafkan aku Jeon Jungkook yang manis." Goda Josephine sembari ingin membelai pipi Jungkook sebelum tangan Jungkook lebih dulu menepisnya.

"Kau makin galak saja sih." Sungut Josephine merasakan tangannya yang panas karena tepisan Jungkook.

"Jangan coba-coba memegangku, aku tidak sudi." Josephine hanya mengangguk-anggukan kepalanya malas sudah terlampau biasa dengan sifat temannya ini.

"Jadi rencana apa yang sedang kau jalankan?" Tanya Josephine tiba-tiba dengan serius membuat Jungkook sedikit terperangah untuk mencari jawabannya.

"Bukan apa-apa." Singkat Jungkook. "Ayolah, kita sudah lama berteman. Kau sudah seperti adikku sendiri jangan bermain kucing-kucingan seperti ini, kau taukan aku tidak suka hal seperti itu."

"Jika tidak suka, pergi sana ketempat asalmu!"

"Oke!" final Josephine, sungguh Josephine atau yang biasa disapa Amber ini merasa bingung, dia yang wanita disini tapi kenapa dia yang harus mengalah dengan Jungkook yang notabennya adalah seorang laki-laki? Gila! Dunia memang keras bung.

"Tapi Jungkookie kau tau jiwa penasaraanku sangat tinggi, aku tidak bisa melepaskanmu begitu saja sebelum mendapat jawaban pasti darimu." Jungkook mendecah, dia cukup tau watak dari orang yang berada dihadapannya ini, jika dia sudah penasaraan akan sesuatu maka dia akan mencari semua tentang hal itu sampai ke akar-akarnya.

"Aku berjanji akan selalu berada dipihakmu dan akan membantumu, apapun itu yang kau inginkan." Dan see! Josephine juga sangat tau bahwa sahabatnya ini terlampau mahal hanya untuk semua informasi dan Josephine harus membayarnya hanya untuk semua rasa penasaraannya.

"Janji akan membantuku?" Tanya Jungkook dengan senyum licik yang terpantri dibibirnya.

"Apapun akan aku lakukan untukmu." Dan jawaban yang diberikan oleh Josephine tidak membuat Jungkook menunggu lebih lama lagi dan membisikkan sesuatu di telinga sahabat bajingannya itu.

"Apa?!" dan jeritan tertahan Josephine menandakan bahwa dia sudah siap berada dalam lingkaran permainan yang dibuat oleh Jeon bersaudara itu.

Sementara itu ditempat lain, para Kingka tengah memandang sengit ke arah Jungkook yang sedang bersama dengan Josephine. Umpatan-umpatan kasar tidak pernah terlewatkan dari bibir seksi mereka saat melihat Josephine yang tampak menggoda Jungkook mereka.

"Aku tidak perduli, walaupun Amber seorang wanita sekalipun jika dia juga ingin merebut Jungkook dariku maka aku tidak akan segan-segan menyingkirkannya." Ucap Jimin dengan sorot mata tajamnya yang tidak lepas dari dua orang sahabat yang baru berjumpa tersebut.

"Ingat statusmu bung, kau bukan siapa-siapanya Jeon Jungkook. Ku ingatkan jika kau lupa." Sindir Taehyung membuat Jimin kini mendelik tajam ke arahnya.

"Setidaknya aku mengetahui apa yang tidak kau ketahui dari Jeon Jungkook, Kim Taehyung." balas Jimin yang justru semakin membuat Taehyung muak mendengarnya.

"Terserah. Aku tidak perduli." Dan Taehyung segera pergi meninggalkan para sahabatnya sembari meremas hancur kaleng cola digenggamannya.

"Munafik." Sindir Jimin dan ikut melangkah kakinya berlawanan arah dengan Taehyung.

Namjoon, Seokjin dan Hoseok hanya mampu mendesah lelah melihat dua sahabatnya bertengkar, bukan hal aneh melihat Jimin dan Taehyung seperti itu, keduanya sama-sama keras kepala dan sama-sama tidak suka dibantah. Tapi mereka juga tau bahwa dua sejoli sejak kecil itu tidak akan bertengkar lebih dari satu hari.

"Jinie, Mau mencari sesuatu? Sepertinya aku merasa haus sekali." Ucap Namjoon kepada Seokjin yang duduk disampingnya.

Seokjin menganggukan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan Namjoon, "Baiklah, aku juga ingin membeli sesuatu."

"Ayo." Dan uluran tangan yang diberikan Namjoon disambut baik oleh Kim Seokjin. Mereka berdua melangkah dengan tanpa dosanya meninggalkan Hoseok begitu saja bersama Min Yoongi.

Hoseok menelan salivanya yang terasa sulit dan melirik sekilas ke arah Yoongi yang masih memusatkan seluruh pandangannya pada Jungkook.

"Hyung." Panggil Hoseok sedikit ragu yang hanya ditanggapi dengan gumaman oleh Yoongi.

"Jika Jungkook berbohong padamu apa yang akan kau lakukan?" dan pertanyaan yang diberikan Hoseok membuat seluruh perhatian Yoongi yang sebelumnya tertuju pada Jungkook kini memusat padanya.

"Berbohong? Seperti?" Hoseok mengerutkan keningnya sesaat. "Entahlah, mungkin tentang gendernya?" ucap Hoseok terdengar ragu.

"Maksudmu dia membohongiku dengan gendernya yang ternyata aslinya adalah laki-laki?" Tanya Yoongi. "Yah mungkin saja seperti itu." Jawab Hoseok mencoba bersikap tenang. Matanya kembali melirik ke arah Yoongi yang tidak menjawab ucapannya lagi.

Laki-laki bermarga Min itu kembali memusatkan pandangannya pada sosok Jungkook yang tertawa dalam rangkulan sahabatnya, Josephine.

"Jika itu terjadi hal pertama yang akan kulakukan adalah memukulnya." Ucap Yoongi tiba-tiba membuat Hoseok segera menatapnya dengan terkejut.

"Aku benci sebuah kebohongan." Lanjut Yoongi tanpa sedikitpun berniat menatap balik Hoseok yang kini menatapnya.

"Maka dari itu aku akan memukulnya karena dia seorang laki-laki jelas itu bukan sesuatu yang salah." Hoseok mulai merasa gugup merasa takut membayangkan adiknya yang akan dipukul oleh Yoongi.

"Aku akan memukulnya hingga aku merasa puas dan setelah itu aku akan menciumnya sebagai permintaan maafku." Hoseok menahan napas menanti ucapan Yoongi selanjutnya.

"Karena sesungguhnya aku benar-benar telah jatuh tepat dibawah kaki seorang Jeon Jungkook, dan aku tidak perduli dengan apapun yang terjadi nanti." Dan Hoseok benar-benar merasa seperti melihat sosok lain dari dalam diri Min Yoongi dan Hoseok juga tau bahwa Min Yoongi tidak akan main-main dengan ucapannya.

"Tapi sebelum aku memukul Jungkook, aku akan lebih dulu membunuhmu." Ucap Yoongi yang kali ini menatap tajam ke arah Hoseok.

"Karena kebohongan apapun yang Jungkook lakukan pasti tidak luput dengan campur tanganmu dan sudah pasti orang yang harus disalahkan dari semua ini adalah kau Jeon Hoseok, kau harus bertanggung jawab atas apapun yang akan terjadi nanti."

Dan sepertinya Hoseok sudah harus bersiap-siap untuk meminta kepadanya orang tuanya untuk segera di migrasi dari korea.

Karena Hoseok yakin, nyawanya benar-benar terancam sekarang.

.

.

.

T.B.C

Aku update nih, hehehe banyak yang nanyain ff ini ternyata aku terhura jadinya huhu, maaflah jika aku lama updatenya lagi tidak bermood untuk nulis-nulis FF seriusan deh.

Oh iya kalian apa kabarnya cantik-cantiknya aku? Masih sehatkan? Jangan lupa jaga diri ya, cuaca lagi ga menentu nih kaya doi. Cieciecie.

Oh iya, sebenernya kalian dukung Jungkook sama siapa sih? Aku heran sumpah aku jodohin sama Taehyung banyak yang protes wkwk terus maunya Jungkook sama siapa nih? Mumpung masih lama endnya masih bisa ku acak-acak lagi wkwkwk.

Sepertinya ini sudah terlalu panjang, jadi ya sampai situ dulu ya, terima kasih dan sampai Jumpa lagi.