Kuroko no Basuke Fanfiction
Drabble - 19
Disclaimer : Fujimaki Tadatoshi
Rating : T
Warning : Horror! Please, don't play this game for your own safety!
Pair : Hint AkaKuro
A/N : Minna-san, kali ini author ngebawain fic Horror, sebenernya ini req dari "reika d'luv", Kohai author yang suka ama hal-hal yang mistis. Buat Minna-san yang takut ama horror disarankan jangan baca fic ini ya OwO dan jangan mainin ini game tentunya! Bahaya DX Meskipun ini berasal dari Jepang, tapi ga menutup kemungkinan kalau kita ngundang permainan ini akan menjadi kenyataan loh :O
ah, ya.. Menjelang tahun baru, buat kedepannya, Yoroshiku ne, Minna-san! \(*w*)/
Skalian mampir juga ke fic taun baru yang author bakal publish waktu New Year ya xD *kokpromosi
ehmnn.. oke deh,,
Thank You for all review, fav, alert, follow, and all silent readers, Thank you for all support and all PM.. I'm happy that you all enjoy this story :3
Arigachuuu ~ Author will be waiting for your review ;))
Happy Reading, all..
With Love,
Zelvaren Yuvrezla a.k.a ren-chanz
Satu-
Aku akan mulai berhitung, cepatlah berlari dari jangkauanku
Dua- Tiga-
Tempat seperti apa yang akan kau jadikan tempat pelindungmu ya?
Empat-Lima-
Tidak sabar, sungguh tidak sabar untuk menemukanmu sekarang. Jangan salahkan kalau aku berhasil menangkapmu ya! Aku pemain yang ahli, khuhuhu~
Enam—Tujuh-
Kau pasti sudah menemukan tempat yang cocok untuk bersembunyi ya? Carilah tempat yang aman, supaya aku tidak menemukanmu, supaya permainan ini akan menjadi lebih seru~
Ah, aku harus kembali menghitung ya?
Delapan-Sembilan-
Sebentar lagi~ Sebentar lagi hitungannya akan selesai~
-Sepuluh
Selesai ya?
aku akan mulai membuka mataku dan mencarimu.
aku akan menemukan dan berdiri di belakangmu,
dan saat kau lengah,
.
.
aku akan menusukmu!
akan kutusuk perutmu!
sama seperti kau yang telah menusukku sebelumnya!
hihihi…
aku tidak sabar melihat wajah ketakutanmu.
.
.
Tunggu aku
- xXx -
Gelap.
Pemuda berambut Icy Blue itu menutup matanya rapat, ia dapat merasakan suara langkah mendekatinya, semakin mendekat, dan mendekat. Angin yang berhembus disela-sela pintu itu membuat bulu kuduknya makin merinding, apakah ini sudah saatnya ia akan mati?
TAP- TAP- TAP- TAP—
Jantungnya berdegup dengan kencang.
DEG-DEG—DEG—DEG—DEG-DEG-DEG-
Semakin cepat dan cepat.
Meskipun tubuhnya seolah mengatakan semua akan baik-baik saja, tetapi instingnya berkata lain.
Ia dalam bahaya saat ini.
Pemuda beriris Baby Blue berlindung dibalik sebuah pintu geser, sebelah tangannya dengan erat memegang sebuah botol berisikan air garam yang telah ia persiapkan. Sedangkan sebelah tangannya ia kepalkan lebih erat. Sebisa mungkin ia tahan suaranya yang sudah tercekat karena ketakutan.
Lalu ia bisa mendengar, sebuah suara dari Channel yang dari tadi hanya berbunyikan suara 'Bzzzzzttttttt-' kini mulai secara acak berpindah-pindah. Seolah 'teman'nya saat itu hendak mengatakan sesuatu, sesuatu yang membuatnya lebih ketakutan.
'aku'
'menemukan'
'mu'
'Bzzzzttttttt-'
Hening, semua menjadi hening, tidak ada suara apapun yang berada diruangan itu kecuali siaran tv yang kembali pada layar tanpa Channel. Sebelum layar itu kembali memberikan suara.
'Tetsuya'
.
.
.
Pernahkah kau mengetahui? Ketika kau sedang berada seorang diri dirumah, ketika tidak ada apapun yang bisa kau mainkan, ketika tidak ada seorangpun yang menemanimu, kau bisa bermain dengan sebuah permainan? Dan kau akan mendapat seorang teman baru yang akan menemanimu bermain.
Hitori Kakurenbo.
'Hide and Seek by Yourself'
Bermain petak umpet sendiri.
Konyol? Jangan tertawa, karena aku akan menceritakan sebuah kisah yang serius.
Kuperingatkan pada kalian, jangan pernah mencoba permainan ini.
Mengapa? Karena, bila kau memutuskan untuk bermain,
Saat itu juga kau mengundang kematianmu mendekat.
Bagaimanakah caranya?
Ah, kau mulai penasaran dengan cerita ini ya?
Mudah, kau hanya perlu menyiapkan-
- Sebuah Boneka Hewan yang memiliki sepasang lengan dan sepasang kaki,
Beras,
Pisau,
Gunting,
Jarum,
Benang Merah,
Potongan kuku milikmu sendiri,
Dan Air Garam.
Pertama-tama, bukalah bagian belakang bonekamu menggunakan gunting, lalu keluarkan semua busa yang berada disana dan gantikan dengan beras. Masukan potongan kukumu, setelah tercampur dengan beras, jahitlah bonekamu menggunakan jarum, pakaikan benang merah untuk menutupnya. Setelah selesai, ikatlah benang tersebut melingkari si boneka beberapa kali.
Berikanlah sebuah nama pada boneka itu. Jangan menggunakan nama temanmu ya, karena kau bisa mengutuknya~
Tunggulah hingga sore hari, beberapa orang mengatakan jam berapapun ketika hari mulai gelap, tetapi beberapa orang mengatakan juga bila jam 3 sore adalah waktu yang tepat untuk memulai permainan ini. Pastikan kau berada dirumah seorang diri ya, karena, bila seseorang atau peliharaanmu berada di rumah saat kau bersembunyi, 'teman'mu yang menemukan siapapun dirumahmu itu akan membunuhnya.
Kau siap memulai permainan ini? Baiklah, simaklah baik-baik.
Isilah Wastafel atau Bathtub-mu dengan air. Matikan semua lampu dan peralatan listrik dirumah kecuali TV yang berada dengan tempat persembunyianmu, TV itu akan menjadi pertanda pergerakan 'teman'mu itu.
Mulailah ritual ini. Berjalanlah menuju Wastafel/Bathtub, ketika kau berada didepan tempat itu, ucapkanlah kata-kata ini pada boneka-mu.
" [Your Name] will be the first 'it', [Your Name] will be the first 'it', [Your Name] will be the first 'it' "
'it' disini menunjukkan kearah 'Oni' atau Devil. Jadi, bisa diartikan ketika kau menyebutkan namamu, kau akan menjadi Devil duluan di permainan ini.
Lalu jatuhkanlah bonekamu pada Wastafel/Bathtub yang telah terisi air.
Berjalanlah menuju ruangan lain, lalu hitung sampai sepuluh.
Kembalilah pada tempat boneka itu, angkat dia dari air lalu katakan,
" [Dolls Name] I found you!" tusuk boneka itu dengan pisau lalu katakan kembali dihadapannya,
" Now [Dolls Name) is 'it' ! Now [Dolls Name) is 'it' ! Now [Dolls Name) is 'it' ! "
Jatuhkan kembali bonekamu ke dalam air tersebut, lalu cepatlah mencari tempat persembunyianmu dengan perlahan, tanpa menimbulkan suara yang berisik. Jangan lupa membawa air garam bersamamu.
Setelah itu tunggulah, tunggulah kematian yang akan mendekat kepadamu.
- xXx -
"Tetsuya, kau belum mau pulang?" seorang pemuda berambut ke-orange-an kini memasuki sebuah ruangan yang cukup luas, beberapa komputer berada di ruangan tersebut.
"Sebentar lagi artikel ini akan selesai, Ogiwara-kun"
"Hmm~" Ogiwara melirik beberapa kertas dan buku yang berada disamping meja seorang Kuroko Tetsuya, tumpukan yang menjadi bahan artikelnya saat ini.
Ogiwara lalu mendekat dan mengambil beberapa kertas, membacanya secara acak.
"Hitori Kakurenbo?" tanyanya pada pemuda bersurai Icy Blue yang masih asik mengetik "kau mendapat artikel tentang Urban Legend?"
Kuroko Tetsuya mengangguk kecil "Katanya kau bisa mengundang sosok Roh Jahat saat kau memainkannya"
Sesaat tangan Kuroko lalu terhenti memainkan jarinya di sela-sela keyboard, tanpa memandang Ogiwara, ia bertanya "Ne, Ogiwara-kun, apakah jiwa seseorang yang telah meninggal bisa terpanggil bila kita memberi nama boneka tersebut dengan nama orang yang telah meninggal itu?"
"Bicara apa kau, Tetsuya? Kau kan tahu memberi nama seseorang yang dikenal itu akan membuat sebuah kutukan, masa kau mau orang yang sudah meninggal jadi terkutuk? Lagipula siapa—" Ucapan Ogiwara terhenti, ketika ia sadar akan perkataannya sendiri.
"Apakah aku bisa memanggil Seijuuro-kun?" katanya dengan muka yang datar, pandangan matanya memandang kearah layar komputernya, tak lama ia pun kembali mengetik.
"Tetsuya, kuperingatkan jangan memainkan permainan ini, ok?"
Kuroko lalu mengangguk. Namun, wajah memang tidak bisa berbohong, pandangan matanya begitu kosong, begitu hampa. Seolah berkata 'aku tidak peduli, akan kulakukan bila itu bisa mengembalikan sosok Seijuuro-kun'
Seminggu lalu ia telah kehilangan kekasihnya yang begitu berarti dalam hidupnya. Seandainya sebelum kepergian Akashi, ia mencegahnya, semua itu tidak akan terjadi. Seandainya ia bersikeras untuk menahan Akashi, menahannya untuk tidak pergi, saat ini ia masih bisa merasakan pelukan seorang Akashi Seijuuro, senyuman lembut yang hanya ditunjukkan kepada dirinya, teguran kekasihnya saat ia terlalu asyik mengetik sehingga ia tidak ingat waktu.
Namun semua telah hilang.
Hilang dari kehidupannya. Hampa. Hanya itu yang tertinggal dihati Kuroko Tetsuya.
"Padahal tidak apa-apa bila kau mau pulang duluan, Ogiwara-kun" kata Kuroko dengan sopan sambil berjalan bersebelahan.
Akhirnya Ogiwara Shigehiro menunggu Kuroko sampai ia menyelesaikan artikelnya, kemudian mereka memutuskan untuk pulang bersama.
"Tidak apa~ lagipula aku tidak ada urusan lain kok"
Kuroko lalu tersenyum tipis "Terimakasih, Ogiwara-kun"
Tak lama ponsel Kuroko bergetar, ia melihat 5 pesan yang belum ia baca, karena terlalu sibuk mengetik ia sampai melupakan ponselnya sendiri.
1st Message - from Kise-kun
-Kurokocchi, apa kau sedang sibuk-ssu? Aku dan Aominecchi ingin bertemu denganmu hari ini. –Kise Ryota- 10:12
2nd Message – from Aomine-kun
-Tetsu, Earth of Tetsu? Hello? Apa kau sedang sibuk? Kalau iya, segeralah balas ketika kau sudah selesai nanti. –Aomine Daiki- 13:20
3rd Message – from Murasakibara-kun
-Kuro-chin, aku tahu bagaimana perasaanmu. Saat Muro-chin pergi selama sebulan ke Amerika aku merasa sangat kesepian. Makannya kalau kau merasa kesepian, aku dan Muro-chin selalu menyediakan tempat untukmu. –Murasakibara Atsushi- 14:48
4th Message – from Kise-kun
-Kurokocchi~ ayo kita bertemu-ssu~ - Kise Ryota- 16:31
5th Message – from Midorima-kun
-Kuroko, ramalan Oha-asa mengatakan Aquarius ada di posisi paling akhir esok hari. Simpanlah korek api bersamamu. –Midorima Shintarou- 18:20
Kuroko tersenyum tipis, semenjak kematian Akashi, selalu merekalah yang tidak pernah berhenti memberinya pesan-pesan di ponselnya. Entah itu mengajaknya mengobrol atau sekedar mengingatkannya untuk makan teratur.
"Maaf Ogiwara-kun, sepertinya aku harus pulang lebih awal" katanya sambil menundukkan kepalanya "Aomine-kun dan Kise-kun sedang menungguku"
Ogiwara tersenyum kecil "Baiklah, hati-hati dijalan, Tetsuya. Sampai besok lagi"
"Sampai besok, Ogiwara-kun"
Dipersimpangan jalan yang tidak jauh dari tempat mereka berjalan, mereka pun saling memisahkan diri.
Kuroko Tetsuya berjalan dengan pandangan mata yang kosong.
Ia teringat akan Akashi yang terkadang menjemputnya sehabis pulang kerja, teringat akan kekasihnya yang selalu meneleponnya sewaktu ia terlalu sibuk untuk memegang ponselnya.
Ia tersenyum kecil. Senyum yang begitu menyakitkan.
Sebelum Kuroko pulang ke rumahnya, langkahnya berhenti di sebuah toko, kemudian ia memasuki toko tersebut, dan tak lama, ia keluar lalu kembali ke rumahnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 11:35 ketika tabung gas Ogiwara habis, ia terbangun di tengah malam dan perutnya tampak berbunyi kencang. Dengan terpaksa ia keluar rumahnya untuk membeli makanan instan. Namun, yang membuatnya terkejut, ia melihat sosok yang ia pernah kenal.
"Aomine-kun? Kise-kun?" tanya Ogiwara yang berpapasan dengan keduanya.
"Ah, teman Kurokocchi~" balas Kise.
"Apa kalian sudah mau pulang? Bagaimana dengan keadaan Tetsuya?"
Aomine dan Kise kini saling menatap satu sama lain "Tetsu? Kami memang mengirim pesan padanya, tetapi tidak satupun pesan dari kami berdua yang dibalasnya" jawab Aomine.
Giliran muka Ogiwara yang tampak kebingungan.
"Tetsuya bilang sebelum pulang bahwa kalian sedang menunggunya"
"Aominecchi.. aku..punya firasat buruk tentang Kurokocchi-ssu. Ia tidak pernah berbohong sebelumnya!" Kise mulai panik, ia memegang lengan Aomine.
"Hitori..Kakurenbo" ucapan Ogiwara terhenti "tidak mungkin bila ia sedang memainkan permainan itu!"
"Oi, apa maksud ucapanmu, Ogiwara?" tanya Aomine.
"Tetsuya mendapat artikel tentang Hitori Kakurenbo, ketika aku tidak sengaja menunggunya, ia bertanya apakah arwah Akashi bisa ia panggil bila ia melakukannya"
Aomine dan Kise langsung membuka matanya lebar.
Konyol! Apa karena Kuroko begitu terpukul, sampai matanya sendiri buta akan kenyataan? Sekalipun ia melakukannya, nyawa Akashi Seijuuro tidak akan kembali!
Aomine langsung berlari, membalikkan arahnya.
"Aominecchi! Kau mau kemana-ssu!" kejar Kise.
"Tetsu, Rumah Tetsu!"
- xXx -
Kuroko Tetsuya berdiam tidak bergerak sekalipun meskipun hanya seinci. Kakinya seakan terpaku sehingga ia tidak bisa bergerak. Mengapa? Karena dengan kebodohannya sendiri ia memainkan permainan terlarang ini, permainan Hitori Kakurenbo yang seharusnya tidak diindahkannya.
Karena rasa sakitnya ia menjadi buta, buta akan kenyataan bahwa sekalipun ia memanggil arwah Kekasihnya, menamai boneka itu dengan sebutan 'Seijuuro', Akashi Seijuuro tidak akan pernah kembali, tidak akan pernah menemaninya seperti dulu.
Awalnya Kuroko mengira bahwa apa yang dilakukannya sia-sia, sebelum ia mendengar suara pertama.
BRAK! BRAK! BRAK!
Suara itu terdengar seakan seseorang sedang berada dirumahnya, sedang mengacak rumahnya dengan kasar, seolah mencari sesuatu.
TAP-TAP-TAP—TAP-
Langkah itu terdengar dari arah kejauhan, seperti ruang tengah. Tak lama TV yang menunjukkan gambar garis itu perlahan bersuara.
'Dimana'
'Kau'
'Bersembunyi?'
Langkah itu kini terdengar kembali mengacak ruangan yang berada disana.
BRAKK! BRAKK!
'Tidak'
'Ada'
'Disini'
'Bagaimana'
'Ruang'
'Selanjutnya?'
Mata Kuroko terbuka lebar, bohong kan? Atau mungkin ia sedang bermimpi? Tidak mungkin boneka itu hidup-kan?
'Aku'
'Mencium'
'Ketakutanmu'
'Hihihihi'
'Apa'
'Kau'
'Berada'
'Disana?'
Hampir beberapa puluh menit berlalu semenjak Kuroko mendengar suara pertama. Keringat turun melewati pelipis kepala Kuroko. Tangannya bergetar, detak jantungnya kini berdetak dengan kencang.
DEG-DEG—DEG—DEG—DEG-DEG-DEG-
Ia merasakan langkah itu semakin jelas, semakin jernih, semakin dekat.
'aku'
'menemukan'
'mu'
'Bzzzzttttttt-'
Dipeluknya dengan erat sebotol air garam yang terus menemaninya sedari tadi. Kuroko bahkan menghentikan nafasnya sesaat.
TAP-TAP-TAP-TAP-TAP
'Tetsuya'
Dan saat itu mata Kuroko kembali terpejam dengan kuat.
'aku'
'menemukan'
'mu!'
'ayo'
'keluar'
Kuroko tidak bisa bergerak, bahkan untuk mengintip keluar sekalipun ia tidak berani.
'Ayo'
'Keluar!'
Suara itu kian membesar, membesar sampai ia pikir bahwa TV-nya kini sudah mulai rusak.
Namun Kuroko tetap diam.
Hal yang terjadi selanjutnya membuatnya makin ketakutan.
'Teman'nya kini menggedor-gedorkan pintu didepannya dengan keras, ia meneriaki Kuroko dari luar, Kuroko langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya, tidak bersuara hingga amukan 'teman'nya itu berhenti.
'Sepertinya'
'Bukan'
'Disini'
'Ah~'
'Dimana'
'Aku'
'Bisa'
'Menemukan'
'mu?'
DEG—DEG—DEG-DEG—
Kuroko mendekatnya tubuhnya, memeluk kakinya. Ia menyesal, menyesal karena telah melakukan hal bodoh yang mungkin bisa membuatnya mati konyol ditangan sebuah boneka yang telah diberi Roh Jahat didalamnya.
'Seijuuro-kun…Seijuuro-kun…' teriaknya dalam hati.
'Tetsuya.. Bodoh, apa kau tahu bahwa hal yang kau lakukan ini sangat konyol?'
Ah, suara itu, suara kekasihnya yang telah meninggal seminggu lalu. Apa ia sedang bermimpi?
Hangat, leher belakang Kuroko kini terasa hangat. Beberapa menit berlalu dan Kuroko sama sekali tidak merasakan rasa ketakutan semenjak suara itu berdiam bersamanya. Meskipun tanpa suara, Kuroko dapat merasakan seseorang berada disampingnya saat ini.
'Akhiri semuanya, Tetsuya. Aku ingin agar kau tetap hidup'
Pancaran mata Baby Blue kini mulai terbuka.
'Aku akan melindungimu'
Ia tidak peduli lagi, semua harus ia pertaruhkan saat ini. Sekarang, atau tidak selamanya.
Kuroko kini meneguk air garam itu, mengisi mulutnya, namun ia tidak menelan air tersebut.
Ia membuka pintu didepannya dengan perlahan.
Oh, betapa mengerikannya kondisi rumahnya saat itu. Porak poranda! Semua barang berserakan dimana-mana, seakan rumahnya dimasuki oleh maling.
Kuroko ingat, bahwa apapun yang terjadi, tetap cari kedepan, dan jangan melihat kebelakang.
Ia berjalan, mencari keberadaan boneka tersebut.
Tidak ada.
Boneka itu menghilang dari Wastafelnya!
Kuroko sudah memperkirakan ini, kini ia harus mencarinya diseluruh rumah ini.
Kuroko merasa seseorang melihatnya dari jauh, menembus kulitnya.
Udara disekitarnya mendadak berubah menjadi sangat dingin.
Lalu mata Kuroko menemukannya.
Ia berada di kasur milik Akashi Seijuuro.
Duduk dengan posisi diam.
Tubuh Kuroko merinding, tetapi ia harus tetap maju!
Ia menyiramkan air garam itu kepada boneka tersebut.
Lalu menutup matanya.
"I win! I win! I win!"
Dengan cepat Kuroko langsung menyalakan lampu dari seisi rumahnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 00:35
Ia harus membakar boneka ini sekarang!
Kuroko, ramalan Oha-asa mengatakan Aquarius ada di posisi paling akhir esok hari. Simpanlah korek api bersamamu, kata-kata itu terniang dibenak Kuroko, benda keberuntungan yang Midorima katakan untuk membawanya. Meskipun Kuroko bukan tipe yang percaya akan ramalan Oha-asa, tetapi untuk kali ini tampaknya Kuroko harus mengucapkan rasa terimakasih pada ramalan tersebut.
Kuroko menyimpannya dengan baik di sakunya sebelum hari berganti.
Ia langsung berlari keluar dan membakar boneka tersebut.
"Tetsu!" suara teriakan Aomine terdengar dari jauh, Kuroko dapat melihat Aomine, Kise dan Ogiwara kini terengah-engah.
"Kau, bermain boneka itu!?" teriak Ogiwara yang masih kehabisan nafas.
"Maaf.. tapi.. semua sudah selesai"
"Kenapa kau—" perkataan, atau umpatan yang sepertinya akan dkeluarkan oleh Aomine kini terhenti ketika Kise langsung maju kedepan dan memeluk Kuroko.
"Kurokocchi! Kenapa kau bermain permainan berbahaya seperti ini! Aku tidak mau bila setelah Akashicchi kau ikut menyusulnya!"
Kuroko lalu terdiam, ia baru menyadari bahwa tindakannya itu memang bodoh.
Dan ia menyesal karena telah melakukannya.
"Tapi, boneka itu sudah terbakar kan?" tanya Ogiwara.
Kuroko lalu mengangguk.
"Lain kali jangan berbuat nekad seperti itu lagi, Tetsu!"
"Maaf semua, telah membuat kalian khawatir.. dan.. terimakasih"
- xXx -
Ada beberapa orang yang mengatakan,
Ketika kau berusaha mencari boneka tersebut, boneka itu tidak berada di tempat ia berada sewaktu awal permainan.
Ada juga yang mengatakan bahwa kalian tidak dapat menemukan boneka itu.
Berhati-hatilah.
Ritual ini tidak akan selesai sebelum kau membakar boneka ini.
Karena ketika kau membiarkan boneka itu tetap berkeliaran,
Kau akan menciptakan pantulan sosok dirimu,
Kau akan membiarkan Roh Jahat itu berkeliaran dan ia akan menyakitimu suatu hari nanti.
~Owari~
