Don't go, Stay beside me

Author : Kim yurre

Title : Don't go, Stay beside me

Type : Chaptered

Genre : marriage life, romance, sad,

Rating : T++

Cast: Baekyeol – Kaisoo

Other Support Cast : - Member exo

-Kristal f(x)

-Minho (shinee)

-Kangta

-Donghae (suju)

-na-eun (a-pink)

Chap sebelumnya

Minho dan luhan cukup terkejut dan langsung menghampiri baekhyun dengan cepat, sehun yang sadar telah mendorong baekhyun denagn sekuat tenaga menahan sakit dan menghampiri baekhyun

"noona" ucap sehun lirih yang melihat baekhyun sudah tidak sadarkan diri

Chap 20

"apa aku yang pertama soo?" tanya jongin yang sekarang sedang tertidur diranjangnya berbalut selimut yang hanya menutupi tubuh polosnya bersama kyungsoo dan memeluk yeogja mungil itu erat sesekali mengelus surai kyungsoo lembut

Cukup lama jongin menunggu jawaban kyungsoo, akhirnya yeogja mungil itu menganggukan kepalanya dengan pelan dan menelusupkan kepalanya di dada bidang jongin

"ne, aku hanya milikmu jongin" ucap kyungsoo parau karna merasa lelah dengan aktivitasnya bersama jongin

"jongmal? Lalu suamimu?" tanya jongin dengan nada sedikit mengejek merasa tidak sepenuhnya percaya pada yeogja dihadapannya ini

Kyungsoo mendongakkan wajahnya untuk menatap wajah jongin kara merasa jongin yang tidak mempercayai sepenuhnya

"tidak dia sama sekali belum pernah menyentuhku kau yang pertama jongin, dia hanya pernah menciumku tapi dia tidak melakukan lebih" ucap kyungsoo kembali menatap mata jongin dengan intens

Jongin membalas menatap mata kyungsoo mencari suatu kebohongan dimata bulat kyungsoo tapi nihil jongin tidak menemukannya yeogja itu memang jujur padanya

Jongin pun mengecup bibir kyungsoo sekilas dan melepasnya lalu tersenyum pada yeogjanya itu

"kyungii" panggil jongin pada kyungsoo

"ne?" jawab kyungsoo pelan

"kenapa kau bisa tinggal diapartemen donghae hyung? Apa kau sengaja ingin membuatku marah dan cemburu heuum karna tinggal bersama suami mu itu?" tanya jongin dengan sedikit dengusan

"anni appa yang melakukannya dan aku juga terkejut saat mengetahui letak apartemen yang appa berikan itu, mianhe jongin aku benar-benar tidak tau dan sepertinya itu tanpa kesengajaan.. appa kan tidak tau letak apartemen donghae oppa" ucap kyungsoo mengangkat bahunya bingung

"jadi begitu" ujar jongin yang mengangguk-anggukan kepalanya

"soo" panggil jongin kembali yang hanya mendapat gumaman tidak jelas dari kyungsoo

"apa yang membuatmu datang padaku? Ucapanmu soal mengakhiri semua ini? Jelaskan padaku aku benar-benar tidak mengerti" tanya jongin yang seakan mendesak kyungsoo

Kyungsoo menarik nafas perlahan dan menceritakan tentang semua tentang awal perjodohannya dengan chanyeol, tentang ancaman yang diberikan appanya pada keluarga park, juga dengan menceritakan appanya yang tidak ingin kyungsoo bersanding dengan keluarga Wu hingga menjodohkannya dengan chanyeol dan berakhir dengan perasaannya saat ini.

"justru itu aku ingin chanyeol oppa kembali pada gadis yang dicintainya, dan aku baru menyadarinya jongin bahwa aku memang benar-benar sangat mencintaimu dan aku ingin kita memperjuangkannya" ucap kyungsoo pada jongin

Jongin mencerna semua perkataan yang keluar dari mulut kyungsoo, dan mengeratkan kembali pelukannya pada yeogja disampingnya ini

"lalu apa rencanamu?" tanya jongin mendongakkan dagu kyungsoo agar menatapnya

"aku ingin chanyeol oppa menceraikanku dan membenciku karna aku berselingkuh denganmu dan aku ingin appa juga mengetahui ini, mungkin dengan cara itu chanyeol oppa dan appanya bisa bebas dari ancaman appa dan itu semua seolah-olah aku yang bersalah jongin, mungkin appa juga akan memberikan sebuah ancaman padaku untuk mencoret namaku sebagai pewaris kim agar berhenti berhubungan aku akan melakukannya, aku akan tetap memilihmu dan berhubungan denganmu agar aku bisa keluar dari keluarga kim, aku sudah gila ne aku benar-benar sudah gila jika menerima ancaman itu tapi aku tidak ingin kehilanganmu jongin aku bersedia melakukannya mungkin ini juga salah satu cara untuk menebus permintaan maaf atas sakit hatimu" ucap kyungsoo panjang lebar dengan mata yang sudah sembab dan mengeluarkan air mata di mata bulatnya.

Diam.. jongin hanya diam mendengar ucapan kyungsoo padanya dunianya seakan terhenti saat orang yang dicintainya mengucapkan kata-kata yang begitu menyakitkan

Jongin pun melepaskan pelukannya dengan kyungsoo dan menatap tidak percaya pada yeogja mungilnya itu

"bukankah chanyeol tidak mencintaimu soo? Itu akan percuma saja karna dia tidak akan cemburu padamu, dan aku tidak setuju dengan rencana bodohmu itu" ucap jongin dengan nada yang ketus dan tidak suka

"kumohon jongin hiks hiks aku mohon hanya ini cara satu-satunya, apa kau akan melepasku? Apa kau akan membiarkan aku tersiksa dengan semuanya dan rasa bersalah yang terus menghantuiku hiks ?" ucap kyungsoo yang penuh permohonan pada jongin

Seketika jongin bungkam dengan ucapan kyungsoo dan berfikir akan rencana kyungsoo yang menurutnya itu cukup gila.

Setelah lama berfikir jongin menghela nafasnya panjang dan menatap mata bulat kyungsoo

"ne, aku akan membantumu" ucap jongin tegas

"kita akan mengakhiri semuanya"-lanjut jongin pada kyungsoo

Seketika itu pula kyungsoo tersenyum pada jongin dan memeluk namja yang dicintainya itu erat

"gomawo jongin" ucap kyungsoo disela pelukannya

Jongin kembali melepaskan pelukannya pada kyungsoo dan kembali mengeluarkan suaranya

"siapa nama gadis yang dicintai suamimu?" tanya jongin penasaran karna kyungsoo hanya mengatakannya kekasih chanyeol dan tidak menyebutkan siapa nama gadis itu

"kalo tidak salah baekhyun, byun baekhyun" jawab kyungsoo santai

"b..bba..baekhyun? byun baekhyun? Mungkinkah?" ucap jongin yang seakan terkejut dengan nama itu, mungkinkah byun baekhyun yang kyungsoo maksud adalah baekhyun noona yang dikenalnya?-pikir jongin

"ne, waeyo kau mengenalnya?" tanya kyungsoo merasa ada gelagat aneh dari namja yang dicintainya itu

"sepertinya begitu" ucap jongin yang menatap kyungsoo dengan pandangan masih terkejut.

"aku akan menemuinya besok, kau mau mengantarku kan? Aku ingin dia bisa menerima chanyeol oppa kembali dan tidak salah paham lagi" ucap kyungsoo santai

"memangnya kau tau alamat rumah kekasihnya itu?" tanya jongin

"ne, aku sempat menanyakannya pada chanyeol oppa waktu itu" jawab kyungsoo

"jongin ini sudah malam, antarkan aku pulang sekarang chanyeol oppa pasti menghawatirkanku karna aku mengatakannya akan pulang 2 jam lagi saat sore tadi" –lanjut kyungsoo pada jongin

Jongin menyunggingkan senyumnya pada kyungsoo dan berbisik sesutu ditelinga kyungsoo

"ayo kita mandi dan melanjutkan ronde ke-2" bisik jongin dengan suara sedikit mendesah

BLUSH

Kedua pipi kyungsoo tiba-tiba memerah dan kyungsoo hanya membenamkan wajahnya pada dada bidang jongin

"hahaha kau semakin manis jika pipimu memerah seperti itu kyungii, kajja" ucap jongin yang melihat wajah kyungsoo memerah dan langsung menggendong tubuh kyungsoo brydstyle kekemar mandi tidak menghiraukan tubuh keduanya yang polos

.

.

.

"hiks hiks hiks waeyo jongin hiks waeyo?" tangis krystal yang sekarang mengurung diri dikamarnya dengan rambut acak-acakan mata sembab yang terus-terusan menangis dan wajah yang memerah

PRAANKK

Krystal pun mengambil benda apapun didekatnya dan melemparnya ke dinding hingga berkeping-keping seperti ponselnya yang sudah tidak berbentuk lagi dengan baterai dan kesing ponsel yang berceceran kemana-mana

Para maid yang mendengar tangisan krystal yang cukup keras dan suara benda-benda ynag seakan-akan pecah tidak mempunyai keberanian untuk masuk kedalam kamar itu bahkan mereka tidak berani mengetuk pintu itu

Mengingat orangtua krystal yang berada diluar negri, para maid itupun mengurungkan niatnya dan seakan sudah tau jika menghubungi orang tuanya jika ponselnya pasti tidak akan aktif.

"ARRRGGGHHH BRENGSEK HIKS HIKS KAU BRENGSEK JONGIN HIKS BRENGSEK" teriak krystal dengan ucapan-ucapan kasar yang keluar

Padahal baru satu malam mereka resmi menjadi sepasang kekasih tapi jongin sudah menghianatinya dan menyakitinya seakan-akan ia hanya dipermainkan oleh namja yang dicintainya itu

.

.

.

"uisangnim bagaimana keadaannya?" tanya minho yang sekarang sudah membawa kyungsoo kerumah sakit dan mendapati dokter yang memeriksa baekhyun sudah keluar dari ruangan rawat baekhyun

Dokter itu tersenyum pada minho dan mengeluarkan suaranya untuk menjawab pertanyaan minho

"apa anda suaminya?" tanya dokter itu pada minho

Minho cukup terkejut dan membulatkan matanya saat mendengar pertanyaan yang membuatnya cukup sensitif setelah mendapat penolakan dari yeogja yang dicintainya

"ne, saya suaminya" ucap minho yang langsung diangguki oleh sang uisa

"istri anda hanya mengalami pendarahan ringan dan anda tenang saja tidak usah khawatir kondisi kandungannya sangat kuat dan kondisi pasien juga sudah membaik tinggal menunggunya sadar saja" ucap sang uisa yang langsung membuat minho tersenyum dan mengucapkan terima kasih

Minho memang membawa baekhyun sendiri dan tidak membiarkan sehun untuk ikut karna rasa sakit yang masih menderanya dan meminta luhan untuk menjaga sehun saja dirumah

Sehun memang sempat meronta hebat dan memaksa ingin ikut tapi luhan langsung menghentikan pergerakannya dengan seluruh tenaganya.

Minho pun memasuki ruangan itu dan terlihat tubuh mungil baekhyun yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit itu

Dengan gerakan cepat minho menduduki kursi yang berada dipinggir ranjang baekhyun dan menggenggam tangan gadis itu erat

"kau memang kuat baek" gumam minho pada baekhyun yang tentu saja tidak ada jawaban apapun karna sang empuya sedang asik menutup matanya

"aku yakin kau juga pasti bisa jika membesarkan anakmu ini sendiri" ucap minho yang sekarang mengelus perut baekhyun yang sudah cukup membesar

Minho yang sedari tadi terus menggenggam tangan baekhyun merasakan pergerakan dari tangan mungil yang digenggamnya itu

Cukup lama minho terdiam akhirnya pergerakan itu kembali bergerak dan minho langsung menatap mata baekhyun yang seakan ingin membuka matanya

Dan perlahan akhirnya mata itu terbuka dan mengerejap rejapkan lucu, dengan sepenuhnya baekhyun pun dapat membuka matanya dan melihat keadaan disekitarnya

Putih.. semuanya serba putih dia berada disebuah ruangan dan matanya tertuju pada sosok namja yang sedang menggenggam tangannya erat

"aku dimana oppa?" tanya baekhyun yang sudah muali menangkap keberadaan minho disisinya

"kau dirumah sakit baek, tadi kau tidak sengaja terdorong oleh sehun" ucap minho pada baekhyun

"bayiku? Bagaimana dengan kandunganku oppa?" tanya baekhyun yang tiba-tiba panik

"gwenchana, uisangnim mengatakan bahwa kandunganmu sangat kuat dan kau hanya mengalami pendarahan kecil" ucap minho yang dapat helaan nafas lega dari baekhyun

"sehun? Dimana sehun? Bagaimana dengan sehun?" ucap baekhyun yang tiba-tiba mencemaskan dongsaengnya itu

"sehun dan luhan tidak ikut kesini, aku sengaja meminta luhan agar menemani sehun dulu dirumah jika sehun memang sudah tenang mereka pasti akan datang kemari" ucap minho yang menenagkan baekhyun

"gomawo oppo, terima kasih telah membawaku kemari" ucap baekhyun tulus dan lembut

Minho hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum pada arah baekhyun.

"aku benar-benar tidak sabar baek melihat bayi mungilmu nanti" ucap minho yang mengelus perut baekhyun lembut

Oh baekhyun mungkin akan senang dan bahagia jika yang mengatakan ucapan dan belaian halus diperutnya itu chanyeol, appa dari anak yang dikandungnya

"mianhe oppa, aku tidak bisa menerimamu" ucap baekhyun merasa bersalah

"ne gwenchana aku setidaknya lega bisa mengatakan isi hatikupada mu baek" ucap minho yang sekarang sudah naik mengelus surai baekhyun

"cepatlah keluar babby kau pasti kagum melihat kecantikan eommamu, tapi jika kau yeogja kau harus lebih cantik dari eomma mu ne? Dan jika kau namja kau karus tampan seperti hyung" ucap minho berbicara pada perut baekhyun yang seakan-akan bayi di dalam kandungan baekhyun akan mendengarnya dan menegrti

"dan jika sudah besar nanti jangan memanggil ku dengan panggilan ahjusii ne?" ucap sminho lagi yang mendapat kekehan kecil dari baelhyun

.

.

.

Chanyeol masih saja mencemaskan kyungsoo yang masih belum pulang ke apartemennya, di tekannya ponsel digenggamannya untuk menghubungi kyungsoo tapi sama sekali tidak diangkat oleh pemiliknnya

Padahal sudah jelas tadi kyungsoo mengatakan bahwa ia akan pulang 2 jam lagi tapi ini sudah pukul 21,15 menit tapi kyungsoo masih saja belum pulang dan susah untuk dihubungi, chanyeol menggeram kesal dan langsung berlari kearah kamar untuk membawa jaket tebalnya, ia harus mencari kyungsoo sekarang juga bagaimana jika terjadi sesuatu dengannya?

Baru saja kaki panjangnya ingin masuk ke dalam mobil tapi langkahnya ia hentikan saat melihat seseorang yang dikenalnya tengah keluar mobil hitam bersama seseorang yang membukakan pintu untuknya

Kyungsoo ne chanyeol melihat kyungsoo turun dari mobil itu, chanyeol pun menghampiri kyungsoo dan namja yang bersama istrinya itu

"soo" panggil chanyeol yang sekarang sudah berada dihadapan kyungsoo

Jongin membalikan tubuhnya saat ada seseorang yang memanggil nama kekasihnya dan dengan seringaiannya jongin tersenyum pada chanyeol berbeda dengan kyungsoo yang terkejut dengan kedatangan chanyeol dihadapannya

"kau? Bukankah kau?" ucap chanyeol terkejut dan matanya sudah membulat saat melihat rekan kerjanya pulang bersama istrinya

Jongin membalik tubuhnya sejenak pada kyungsoo dan membisikan sesuatu pada kekasih mmungilnya itu.

"ini akan dimulai chagiya" bisik jongin pelan yang berhasil membuat chanyeol tidak dapat mendengarnya

Jelas saja kyungsoo langsung membulatkan matanya saat jongin membisikan rencanya itu, dengan cepat belum sempat kyungsoo menjawab pertanyaannya jongin sudah merangkulnya dengan cukup mesra membulatkan matanya kembali

Tak jauh berbeda dengan chanyeol yang terkejut karna melihat istrinya yang dirangkul begitu mesranya oleh namja dihadapannya ini

"apa aku perlu menggendongmu kedalam apartemenmu chagiya? Sepertinya kau sulit berjalan karna aktivitas panas kita tadi" ucap jongin dengan santainya berbicara dihadapan chanyeol seakan suami dari kekasihnya ini adalah angin berlalu dan chanyeol hanya mampu membeku dengan ucapan namja dihadapannya ini merasa bingung dan tidak mengerti

Oh ayolah chanyeol bukan namja bodoh dan poloskan yang tidak mengerti dengan ucapan jongin?

"apa maksud ucapan mu tuan wu jongin?" tanya chanyeol yang sekarang matanya memerah menahan marah yang siap untuk keluar dan penuh penekanan disetiap perkataannya

DEG

Kyungsoo menatap chanyeol dan jongin bergantian, bagaimana bisa chanyeol mengenal jongin? Dan dari mana chanyeol mengenal jongin? Kyungsoo yakin jika ia tidak pernah menceritakan apapun soal jongin pada chanyeol? Dan sekarang apa ini? Kyungsoo tidak terkejut jika jongin yang mengenal chanyeol karna dirinya yang selalu menangkap basah jongin selalu mengikutinya ataupun berada dirumahnya.. jongin pasti juga melihat suaminya bukan?

Jongin hanya menyeringai lagi saat chanyeol bertanya padanya dan menatap dingin dan datar pada chanyeol

"wae? Apa aku baru saja menawari istrimu untuk kubantu keapartemennya karna selangkahanya yang pastinya masih sakit" ucap jongin dengan nada datarnya seakan mengejek chanyeol bahwa dialah yang pertama mendapat keperawanan kyungsoo.

Chanyeol yang sekarang sudah benar-benar mengerti dengan ucapan jongin langsung mengarahkan pandangannya pada selangkahan dan kaki kyungsoo, chanyeol juga dapat melihat kyungsoo yang berdiri sedikit mengangkang dan menahan rasa sakit diselangkahannya

BUGH

Dengan cepatnya chanyeol memukul pipi kiri jongin dengan keras dan membuatnya tersungkur ketanah dan darah pekat mengalir di tdekat tulang pipinya

"YA APA YANG KAU LAKUKAN HAH?" teriak kyungsoo pada chanyeol yang merasa tidak terima

Kyungsoo langsung membantu jongin berdiri saat kekasihnya itu meringis kesakitan, dan baru saja kyungsoo membantu jongin setengah berdiri tapi ia malah ditarik paksa oleh chanyeol untuk masuk kedalam apartemennya

"LEPAS.. LEPASKAN AKU OPPA" teriak kyungsoo meronta-ronta dan menahan sakit diselangkahannya karna dipaksa berjalan cepat dan lengannya yang dicengkran kuat

"YA LEPASKAN DIA BRENGSEK" ucap jongin yang sudah berdiri dan menatap chanyeol tajam dan tidak menghiraukan perkataannya

Entahlah apa yang membuat chanyeol seperti ini bukankah ia tidak mencintai kyungsoo? Lalu kenapa ia harus bersikap seperti ini? Hey chanyeolkan suaminya jadi wajar jika ia melakukan hal ini itulah pikir chanyeol saat ini

Oh dan chanyeol mengingatnya sekarang dan ia mengerti perjumpaan pertamanya dengan jongin saat rapat waktu itu pantas saja ia menatapnya dengan tajam seperti tatapan ingin membunuh dan perkataan jongin dulu masih jelas diingatannya "aku akan mengambilnya kembali darimu" jadi ini maksudnya? Kyungsoolah orang yang akan jongin rebut kembali darinya?

"jadi kyungsoo kekasih jongin?" –batin chanyeol yang masih menarik kyungsoo ke dalam apartemennya

"ARRRRGGHH BRENGSEK" teriak jongin prustasi dan menendang ban mobilnya yang tidak bersalah

"bagaimana jika terjadi sesuatu denganmu soo atas rencana bodoh ini" gumam jongin lirih yang masih menampilkan kehawatiran dimatanya pada kekasihnya itu.

.

.

.

"bagaimana bisa kau menganggap namja yang memukul chanyeol itu adalah sehun anak kita yang hilang?" tanya suho yang sekarang sedang beristirahat dikamarnya bersama yixing

"entahlah aku juga tidak tau, tiba-tiba aku bisa melakukan hal itu padanya" ucap yixing yang merasa pusing dengan kejadian tadi siang

"yeobbo bagaimana kalau dia benar sehun? Sehun hilang masih berumur 3tahun dan itu tidak mungkin dia dapat mengingat kita dalam umur sekecil itu bahkan kejadian ini sudah lama dan sehun pantas jika dia tidak mengingat kita" ucap yixing pada suho dengan wajah yang cukup serius

"sudahlah ini sudah malam lebih baik kau tidur dan beristirahat lagi pula aku merasa itu tidak mungkin jika namja kurang ajar seperti dia adalah sehuna anak kita" ucap suho yang akan memejamkan matanya

"lalu bagaimana dengan orang suruhanmu untuk mencari sehun?" tanya yixing sambil menatap suho yang memejamkan matanya

"mereka semua bodoh, karna belum mendapatkan informasi apapun" ucap suho masih memejamkan matanya

Yixing tersenyum saat melihat wajah lelah suaminya dengan mata yang tertutup dan mengecup bibir suaminya itu lama

"jangan menggodaku" ucap suho yang melepas kecupannya dan membuka matanya untuk melihat wajah cantik istrinya.

"isshh" dengus yixing yang langsung merebahkan tubuhnya diranjang dan menutupi tubuhnya oleh selimutnya sampai ujung kepala.

Suho hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya itu dan sesaat ia ingin kembali menutup mata yixing sudah membuatnya kembali terkejut dan tercekat

"yeobbo, aku baru mengingatnya sehun dia anak kita sehun punya tanda lahir di punggungnya kan? Iyakan? Kita bisa memerika tanda lahir itu di punggung sehun.. ne kita harus melihat tanda lahir itu dipunggungnya" ucap yixing semangat yang membuat suho menatapnya lekat

"ne kau benar, aku akan mencari tau alamat rumahnya besok" ucap suho yang diangguki oleh yixing