HER REAL MASK
Warning: OOC, TYPOS, CRACKED- PAIR, etc
Rate: M
Disclaimer: Naruto Belonging Masashi Kishimoto
DON'T LIKE DON'T FLAME
DON'T LIKE DON'T FLAME
DON'T LIKE DON'T FLAME
Coba baca lagi deh siapa tau jadi suka . *author maksa*
Setahun berlalu setelah pengungkapan jati diri Hinata. Hubungan Sasuke dan Hinata menjadi bahan pembicaraan publik hingga saat ini. Berbagai media menuliskan kabar tentang hubungan mereka. Lalu bagaimana nasib Naruto ??
Sesuai dengan rencana awal, Sasuke menjadikan Naruto pelayan pribadinya. Saat awal menjadi pelayan pribadi Sasuke, Naruto belum bisa bersikap layaknya pelayan. Namun karena bentakan dan berbagai hal mengerikan lain yang dilakukan oleh Sasuke, akhirnya Naruto pun benar-benar menjadi pelayan. Harga diri Naruto benar-benar terluka.
Hinata dan Sasuke berkuliah di Konoha University jurusan manajemen bisnis, mereka mengambil kelas karyawan karena kesibukan dalam mengurus perusahaan.
HER REAL MASK
Hinata tengah duduk di kursi kebesarannya di Hyuuga corp, Hinata membaca berbagai macam laporan yang akan dibahas saat rapat setelah makan siang nanti. Mood Hinata sedang tidak dalam keadaan baik setelah pertengkarannya dengan Sasuke kemarin.
Kemarin Sasuke dan Hinata pergi ke kampus bersama, saat jam istirahat Sasuke mengatakan bahwa dia mengantuk dan membutuhkan kopi. Karena Hinata akan membeli makanan di kantin, Sasuke pun meminta Hinata untuk membelikan kopi untuknya.
Beberapa menit kemudian Hinata kembali ke kelas dan melihat Sasuke tengah tertidur dibangku dengan tangannya sebagai bantal. Namun bukan itu yang menjadi masalah, Hinata sudah terbiasa di tinggalkan tidur oleh Sasuke. Tapi seorang wanita yang pura-pura tertidur disamping Sasuke, dalam jarak yang cukup dekat yang menjadi masalah.
Hinata tahu jika sudah lelah, Sasuke tidak akan menyadari keadaan sekitarnya, tapi ini benar-benar keterlaluan. Tetapi saat mereka tidur siang bersama –benar-benar hanya tidur- saat Hinata menghilang dari sisinya, Sasuke akan langsung bangun. Awalnya Hinata berniat untuk menyiramkan kopi di tangannya pada Sasuke dan wanita entah siapa yang bersama Sasuke.
Namun niat itu ia urungkan, karena itu akan menambah masalah. Hinata pun hanya menggebrak meja tempat Sasuke tidur kemudian mengambil tasnya dan pergi meninggalkan Sasuke. Setelah mendengar gebrakan Hinata, Sasuke pun bangun. Dia merasa bingung dengan tingkah Hinata, namun saat melihat kesampingnya seorang wanita yang sedang merapikan penampilannya, membuat Sasuke memahami keadaannya.
Sasuke pun berlari meninggalkan kelas dan mengejar Hinata, namun Sasuke tidak menemukan Hinata dimana pun. Bahkan pesan dan teleponnya tidak ada satu pun yang dijawab. Awalnya Sasuke berniat untuk mengunjungi rumah Hinata dan meminta maaf, namun Fugaku tiba-tiba saja memberikan perintah padanya pergi ke Swiss untuk mengurusi pemegang saham disana. Jika pun dia pergi ke mansion Hyuuga, dia tidak yakin bisa kembali dalam keadaan hidup-hidup.
Jika saja Hiashi dan Neji tahu dia membuat Hinata sedih, sudah dipastikan dalam hitungan detik kepalanya akan terpisah dari tubuhnya. Sasuke pun berniat untuk meminta maaf pada Hinata setelah kepulangannya dari Swiss.
Tapi sepertinya rencananya tidak akan berjalan dengan mulus...
HER REAL MASK
Hinata menatap tanpa minat pada rekan bisnisnya yang sedang mempresentasikan hasil kerjasamanya dengan Hyuuga corp selama beberapa bulan terakhir. Rasa kesal dan cemburunya pada Sasuke membuatnya sedikit tidak fokus pada pekerjaannya. Hinata saat ini benar-benar ingin menghajar wajah tampan kekasihnya, terkadang Hinata merutuki takdir kekasihnya yang memiliki wajah tampan yang membuatnya di kejar-kejar oleh para wanita.
Dan yang lebih sialnya lagi para wanita tidak tahu diri itu masih terus mengejar kekasihnya, padahal seluruh media dia Jepang mengabarkan hubungannya dengan Sasuke. Di saaat seperti ini lah Hinata benar-benar merutuki Sasuke, apakah Sasuke tidak ingin serius dengannya ?? apakah Sasuke tidak ingin memberika simbol pengikat padanya ?? jika saja Hinata di perbolehkan untuk melamar Sasuke, dia akan melakukannya sejak jauh-jauh hari.
Hinata mengusap wajahnya pelan, 'Kenapa sikap posesif Sasuke berpindah padaku ??' batin Hinata.
Akhirnya presentasi itu pun selesai, "Arigatou, semoga kerja sama kita bisa semakin baik untuk ke depannya." Ujar Hinata berbasa-basi sambil menjabat tangan rekan bisnisnya.
Rekan bisnis Hinata pun mengangguk dan kembali ke tempat duduknya. "Baiklah rapat kali ini dicukupkan sampai disini, kalian bisa meninggalkan ruangan ini." Hinata pun membungkuk sopan lalu kembali duduk di kursinya. Setelah semua orang pergi, Hinata pun melipat tangannya menjadikannya bantalan untuk kepalanya, dan menempatkannya diatas meja.
Sebuah minuman hangat tiba-tiba saja menyentuh tangan Hinata. Dia pun mengangkat kepala untuk melihat siapa yang berdiri dihadapannya. "Nii-san ??"
Neji tersenyum pada Hinata, "Ada yang mengganggu pikiranmu ??"
Hinata pun mengangkat kepalanya dan menerima minuman yang diberikan oleh Neji, "Esspresso dengan krim tanpa gula, seperti kesukaan Sasuke-kun." Gumam Hinata sambil mencium aroma lembut yang menggoda dari minuman yang diberikan Neji. "Ada apa nii-san kemari ??" Hinata pun meminum kopi tersbut.
"Aku baru saja mengunjungi bagian produksi, jadi aku mampir dahulu kemari. Kau terlihat tidak bersemangat, ada yang mengganggu pikiranmu ??"
Hinata tersenyum separo, "Aku sedikit bertengkar dengan Sasuke-kun."
Neji pun menggeser kursi di dekat Hinata dan mendudukinya, "Kau bertingkah seperti remaja yang baru saja jatuh cinta."
Perempat siku tiba-tiba muncul di dahi Hinata, "Aku memang masih remaja, aku bahkan baru akan berusia 19 tahun jika nii-san lupa. Hanya saja aku mengerjakan pekerjaan yang dilakukan orang dewasa."
Neji terkekeh pelan mendengar jawaban Hinata, "Baiklah nii-san mengerti, tapi nii-san berharap kau bisa menyelesaikan masalahmu dan tidak mengganggu pekerjaanmu di kantor. Apakah si Uchiha itu tidak berniat untuk melamar mu ??"
Hinata terkesiap mendengar pertanyaan Neji, "Hmmm Entahlah, aku tidak pernah menyinggung masalah itu."
Neji sedikit menyeringai, "Souka, ngomong-ngomong ada seseorang yang ingin bertemu dengan mu, dia baru saja sampai di Konoha beberapa hari yang lalu. Sebentar lagi dia akan kemari..."
Tok...tok...tok...
"Sepertinya dia sudah tiba." Sambung Neji.
Pintu pun terbuka menampilkan seorang laki-laki berambut merah bersama Hiashi. "Konnichiwa Ojou-sama..." sapa laki-laki itu dengan nada lembutnya.
"Sa-Sasori-kun ??" Hinata memandang tak percaya pada laki-laki yang berjalan bersama ayahnya memasuki ruangan rapat.
"Apa kau tidak merindukanku ?? kau tidak ingin memberikan pelukan selamat datang padaku, ojou-sama ??" tanya Sasori sambil tersenyum.
Hinata pun bangkit dan menghampiri Sasori, "Okaerinasai Sasori-kun." Hinata pun menjatuhkan tubuhnya dalam pelukan Sasori.
Dan itu tidak luput dari bidikan lensa Neji.
HER REAL MASK
Sejak tadi Sasuke terus menggerutu, bahkan Naruto pun merasa kepalanya akan pecah jika terus mendengarkan gerutuan Sasuke. Perjalanan bisnisnya kali ini benar-benar menyebalkan, bisa-bisanya ayahnya menyuruhnya ke Swiss disaat dia sedang ada masalah dengan Hinata. Selain itu, ini adalah perjalan bisnis pertama Sasuke tanpa Hinata, karena setahun terakhir Sasuke selalu pergi bersama Hinata.
Saat ini Sasuke dan Naruto tengah berada di salah satu caffe bandara tempat pesawat mereka transit. Tiba-tiba saja ponsel Sasuke yang ditaruh di atas meja bergetar menampilkan sebuah pesan masuk.
From : Baka Sadako
Subject : Sepertinya adikku sudah menemukan laki-laki yang serius, bukan laki-laki pengecut yang hanya ingin bermain-main
IMG_20173009678390
Sasuke menggenggam ponselnya erat, bisa saja dia meremukan ponsel itu saat itu juga. Neji mengirimkan foto Hinata yang sedang berpelukan dengan seorang laki-laki berambut merah yang tidak ia kenali, dan sialnya Hinata berpelukan dihadapan Hiashi. Sasuke bahkan tidak pernah melakukan hal seperti itu.
"Aku akan kembali ke Konoha." Ujar Sasuke sambil bangkit.
"Apa maksudmu ?? kau ada pertemuan penting dengan pemegang saham di Swiss, jangan bodoh !!" bentak Naruto pada Sasuke. Dia tidak peduli jika Sasuke akan memarahinya, tapi tingkah Sasuke seperti ini lah yang membuat kekacauan.
"Ada apa ini ??" tanya Itachi yang sudah muncul di hadapan Sasuke.
"Aku akan kembali ke Konoha." Ulang Sasuke.
"Berhenti bertingkah bodoh hanya karena perasaanmu pada Hinata. Aku sudah lelah menggantikanmu di perusahaan selama kau sekolah, sekarang biarkan aku menikmati usahaku sendiri." Bentak Itachi.
"Kau tidak mengerti aniki, aku sedang ada masalah dengan Hinata !!" balas Sasuke tidak mau kalah.
"Berhenti membawa perasaan dalam pekerjaanmu. Kau pikir apa yang akan kau lakukan jika kau ke Konoha ?? kau tidak ada hak apapun melarang Hinata dengan laki-laki lain. Kau hanya kekasih Hinata, kau belum memiliki hubungan resmi apapun dengannya."
Sasuke kaget dengan ucapan Itachi namun dia bisa mengontrol ekspresinya tetap datar. "Apa maksudmu, aniki ?!!"
Itachi memijat ujung hidungnya, "Sasori kembali ke Konoha untuk menghadiri pernikahanku, dan hari ini dia bertemu dengan Hinata untuk melepas rindu. Dan itu yang mengganggu pikiranmu bukan ??"
Itachi baru saja megantarkan Konan menemui sepupu jauhnya di Belanda untuk memberitahukan pernikahannya yang akan berlangsung lima hari dari sekarang, dan beberapa saat yang lalu Fugaku menghubunginya. Ia meminta Itachi untuk menemani Sasuke menemui pemegang bisnis di Swiss, dan disinilah Itachi.
Sasuke berdecih pelan, dalam hati dia sedikit membenarkan ucapan Itachi –ingat, sedikit-. Itachi menyeringai menyadari Sasuke yang tidak dapat membantahnya. "Sasori adalah adik kelasku dan Neji, sejak dahulu dia dekat dengan Hinata dan sepertinya dia menyukai Hinata. Selain itu Sasori sepertinya lebih dewasa dan lebih serius, dan paman Hiashi pasti langsung menyukainya."
Sasuke menatap Itachi tajam, 'Sial sebenarnya apa maksud semua ini ?!!' batin Sasuke.
"Kau tidak perlu banyak berpikir, cukup selesaikan pertemuan ini agar kita cepat kembali ke Konoha." Ujar Itachi.
HER REAL MASK
Hinata, Sasori, Neji, dan Hiashi saat ini tengah berkumpul di ruang tengah mansion Hyuuga. Hiashi mengajak Sasori untuk menginap di mansion Hyuuga. Hinata sedikit melupakan masalahnya dengan Sasuke, dia hanya cemburu pada Sasuke tapi entahlah rasa cemburunya kali ini berbeda, dia sudah lelah dengan rasa cemburunya yang selalu dia pendam.
Sejak tadi Hinata asik mendengarkan cerita Sasori mengenai kehidupannya di Suna, ah ini pertama kalinya Hinata kembali bertemu dengan Sasori setelah 5 tahun berlalu. "Kehidupanmu sepertinya menyenangkan tanpaku, Sasori-kun."
Sasori menggeleng pelan, "Tidak terlalu menyenangkan karena kau tidak ada disampingku, bagaimana jika kita bermain ayunan seperti yang selalu kita lakukan dahulu ??"
Hinata senyum sumeringah mendengar ajakan Sasori, Hinata pun bangkit dan menarik tangan Sasori menuju taman belakang. Disana terlihat berdiri sebuah ayunan dari kayu berwarna coklat. "Kau tidak merubahnya ??"
"Untuk apa aku merubahnya ?? bukankah ini tempat kenangan kita Sasori-kun ?? jika aku merubahnya, kenangan kita juga akan berubah." Ujar Hinata sambi mendudukan dirinya di atas ayunan.
"Kau mau aku mendorongnya ??"
Hinata menggeleng, "Sasori-kun duduk bersamaku, biarkan nii-san yang mendorong." Hinata melirik Neji yang sejak tadi berdiri tidak jauh darinya.
Perempat siku muncul pada dahi Neji, tapi dia tetap melakukan apa yang Hinata minta. "Hinata, apa si pantat ayam sudah menghubungimu ??"
"Ada apa nii-san menanyakan Sasuke-kun ??" tanya Hinata penuh selidik.
"Aku hanya takut dia menyelingkuhimu selama di Swiss, bukankah ini adalah perjalanan bisnis pertamanya tanpamu ?? apalagi kau sedang ada masalah dengannya, bukan tidak mungkin dia akan mengalihkan perhatiannya dengan berbuat buruk." Jelas Neji.
Hinata pun menunduk Sasori pun merangkul Hinata dan mencium pelan puncak kepalanya, "Aku kan menghajarkannya untukmu, jika dia benar-benar menyakitimu."
Dan pemandangan itu tidak luput dari lensa kamera milik Kou, Neji tersenyum pada Kou.
HER REAL MASK
Sasuke tengah menatap jengah pada kumpulan orang-orang di restoran, dia baru saja menyelesaikan rapatnya, kemudian pergi ke salah satu toko perhiasan terbaik di Swiss. Dia berniat untuk melamar Hinata saat sampai di Konoha, dia benar-benar ingin meyakinkan Hinata jika dia tidak mencintai wanita lain selain Hinata. Tapi niatannya itu terpaksa batal karena seorang wanita paruh baya berwajah gadis, tiba-tiba saja mencegat jalannya.
Dan sekarang disinilah Sasuke, dia menatap dongkol pada wanita bernama Mei Terumi yang terus menceritakan tentang kekagumannya terhadap Sasuke. Jika saja Mei Terumi bukan salah satu investor terbesar di Uchiha corps, Sasuke pasti sudah mengeluarkan berbagai umpatan dihadapan wajahnya. Tiba-tiba ponsel Sasuke yang diletakan diatas meja bergetar menampilkan pesan masuk.
From : Baka Naruto
Subject : -
Dimana kau ?? aku dan Itachi sudah menyiapkan penerbangan ke Konoha satu jam dari sekarang. cepat kembali ke hotel, aku sudah membereskan semua barang-barangmu.
Dalam hati Sasuke bersorak girang karena akan segera kembali ke Konoha, namun dia tetap menampilkan ekspresi datarnya. Sasuke pun bangkit lalu membungkuk hormat, "Terumi-san terima kasih atas jamuanmu, tapi sayang sekali aku harus kembali ke Konoha satu jam lagi." Sasuke pun memutar tubuhnya, namun tiba-tiba Mei menghentikan langkahnya.
"Apa kau tidak ingin memberikan hadiah perpisahan padaku ??" Mei mengerling manja pada Sasuke.
"No, lepaskan tanganmu Terumi-san." desis Sasuke sebal.
Mei tersenyum lalu dengan tiba-tiba dia mengecup bibir Sasuke, kemudian di susul kilatan blitz dari berbagai tempat. Sasuke langsung mendorong Mei hingga dia mundur beberapa langkah. "Sialan !! apa yang kau lakukan ?!! hentikan semuanya atau aku akan membunuh kalian !!" desis Sasuke pada wartawan yang berada di setiap sudut restoran.
"Sialan kau !! aku akan membalasmu !!" Sasuke pun berjalan tergesa-gesa menuju pintu keluar.
Mei tersenyum, "Jika keluargamu tidak dapat menerimaku, maka aku akan membuat keluarga Hyuuga tidak dapat menerimamu."
Beberapa tahun yang lalu Mei sempat berhubungan dengan Itachi, namun saat Itachi mengenalkannya pada keluarga Uchiha, mereka menolak Mei dengan alasan bahwa Mei seorang Bitch kelas atas yang akan mencoreng nama keluarga Uchiha. Mei memang tidak menampik fakta tersebut, karena dia memang sering tidur dengan laki-laki yang akan menjadi pemegang saham diperusahaannya, semua itu dia lakukan untuk menarik mereka menanam saham di perusahaannya.
Kehidupan masa kecil yang serba kekurangan membuat Mei, ingin merubah masa dewasanya menjadi lebih baik. Namun semuanya hancur akibat penolakan dari keluarga Uchiha.
HER REAL MASK
Sasuke baru saja sampai di hotel, 40 menit lagi penerbangannya ke Konoha. Ketika Sasuke membuka pintu kamar, tatapan tajam dari Itachi dan Naruto menyambutnya. Sasuke mengabaikannya, dia langsung menghampiri koper hitamnya yang ditaruh didekat Naruto. Namun kaki Naruto langsung menghalangi dengan menyodorkan kakinya pada koper.
"Apa-apaan kau dobe ?? cepat menyingkir !! atau kita akan tertinggal penerbangan !!"
"Bukan aku yang membuat penerbangan terlambat, tapi kau !!" Naruto dengan berani menunjuk wajah Sasuke dengan telunjuknya.
"Apa maksudmu ??!!"
"Jadi karena kau sedang ada masalah dengan Hinata, kau melampiaskannya pada mantan kekasihku ?? keterlaluan kau otoutou !!" ujar Itachi tanpa menatap mata Sasuke.
"Apa maksud mu aniki ??"
"Kau tahu kenapa keluarga Uchiha menolaknya saat aku memperkenalkannya ?? karena dia seorang bitch !! dan sekarang kau malah mengabaikan Hinata dan malah berciuman dengan bitch itu ?!!" Itachi menghela napas sejenak sebelum melanjutkan ucapannya.
"Aku kecewa padamu." Ujar Itachi dan Naruto bersamaan.
Tiba-tiba saja ponsel dalam saku jas Sasuke bergetar, sebuah pemberitahuan instagram masuk kedalam ponselnya.
Terumi_Mei Thank you for a perfect night, @UchihaSasuke
"Shit !!!" Sasuke menggeser gambar tersebut, sial !! itu semua gambarnya bersama Mei saat makan malam tadi, dan foto Mei yang sedang menciumnya.
TBC
Alloha ada yang kangen FF ini ?? sebenernya dari akhir september cerita ini udah beres lho... Cuma aku baru posting sekarang, soalnya spesial buat HSS aku
Say Otanjobiomedeto dong
Wkwkwk jarak nya jauh banget ya ampe setahun, tapi ngga papalah...
READ AND REVIEW
