CHAPTER 19

*

*

-:-:-:-:-:-

*

*

"Chanyeol!" ucap Kris saat melihat laki-laki tinggi itu masuk ke B'Cafe. Sontak ucapan Kris membuat Baekhyun dan Sehun menoleh kearah tatapan Kris.

Chanyeol membawa langkahnya kearah laki-laki mungil itu, kini ia berdiri tepat dihadapan Baekhyun. Chanyeol kini bisa melihat dengan jelas Baekhyun orang yang dicintainya masih sama seperti dulu walau rambutnya berubah seperti pelangi.

"Baek, kau masih sama seperti dulu" tanpa Baekhyun sadari genggaman tangannya semakin mengerat, membuat Jiwon merengek kesakitan.

"Mommy, Mommy.." Jiwon merengek dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

Deg...

'Mommy?' batin Chanyeol.

Dengan sigap Sehun melepaskan genggaman tangan itu dan langsung menggendong Jiwon.

"Nji, ok?"

"Sakit Daddy." tangan Sehun tampak mengelus pergelangan tangan Jiwon dan tersenyum kearah anak kecil itu.

'Mommy, Daddy?' batin Chanyeol.

"Ka..kalian?" Chanyeol memandang kearah Baekhyun dan kemudian Sehun dengan tatapan tidak percaya.

"Ada apa kau kemari?" ucap Baekhyun.

"Kalian menikah?" alih-alih menjawab Chanyeol malah balik bertanya dengan senyuman mirisnya. Kakinya serasa melemas, rasanya Chanyeol ingin mati detik itu juga.

"Itu bukan urusanmu!" sahut Baekhyun dan Chanyeol lagi-lagi hanya tersenyum kecewa.

"Jadi ini anak kalian?"

Tangan Baekhyun menarik pergelangan tangan Sehun untuk pergi dari tempat itu. Namun saat Baekhyun melangkah pergi pergelangan tangannya dicekal oleh Chanyeol, membuat laki-laki mungil itu dengan terpaksa menghentikan langkah kakinya.

"Lepaskan tanganmu Chanyeol!"

"Jelaskan semuanya!"

"Tidak ada yang perlu dijelaskan!" dengan perlahan cekalan tangan itu terlepas dan Chanyeol hanya menatap kepergian Baekhyun dan Sehun dengan raut kecewa.

"Kris."

-:-:-:-

Kris masuk kedalam ruang kerja dengan secangkir teh mint dan memberikan teh itu pada Chanyeol.

"Bagaimana bisa kau mengetahui Baekhyun sudah ada diKorea?"

"Eomma." Kris menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti.

"Lalu.. untuk apa kau menemui Baekhyun?"

"Aku sudah menunggunya cukup lama. Tapi..." Chanyeol tersenyum kecewa.

"Apa maksud mu, bukankah kau sudah menikah dengan Minah?"

"Aku membatalkan pernikahanku karena aku mencintai Baekhyun."

"A...apa?" Kris benar-benar terkejut dengan lontaran Chanyeol, matanya tampak membulat.

"Lalu pernikahan waktu itu?"

"Minah menikah dengan Sungmin hyung cinta pertamanya dimasa sekolah dulu."

"Astaga ini gila, jika aku tahu Minah menikah dengan orang lain maka aku tidak akan menyampaikan pernikahan itu padanya. Lalu bagaimana dengan eomma mu?"

"Eomma?"

Flashback

1 Hari setelah keputusan Chanyeol

#

Nyonya Park begitu marah besar saat mengetahui Chanyeol membatalkan pernikahannya yang hanya tinggal menghitung bulan membuat ibu dan anak itu saling beradu mulut dihadapan tuan Park.

"Apa yang coba kau lakukan Chanyeol jangan membuat keluarga mu malu!"

"Eomma.. aku tidak bisa menikahi Minah karena aku tidak mencintainya"

"Apa karena Baekhyun lagi?"

"Eomma jelas sudah tahu jawabannya bukan!"

"Baekhyun?" itu tuan Park yang baru mengetahui permasalahnya.

"Jangan menjadi salah satu diantara orang-orang yang menjijikan Chanyeol!"

"Appa bahkan tidak mempermasalahkan hal itu, hanya Eomma disini yang mementingkan pembicaraan orang lain diluar sana daripada kebahagiaan anak Eomma sendiri."

"Jika Eomma malu mempunyai anak seperti ku, baiklah."

Chanyeol melangkahkan kakinya kelantai atas kearah kamarnya dan memasukan pakaiannya kedalam koper. Dengan langkah tergesa Chanyeol menuruni anak tangga dan menyeret kopernya dengan raut wajah dinginnya.Nyonya Park terus berteriak memanggil nama anaknya, namun sayang Chanyeol bahkan tidak menggubrisnya.

.

.

3 Minggu sudah Chanyeol tinggal di Apartemen tanpa melakukan apapun, ia sudah seperti mayat hidup dengan wajah yang kacau dan tubuh yang tak terawat. Bahkan laki-laki itu enggan untuk pergi keperusahaan membuat tuan Park kalangkabut menangani perusahaannya yang ditinggal Chanyeol. Bukan hanya diperusahaan yang membuat kepala tuan Park pusing bahkan dirumahpun sama halnya. Istrinya terus menangis karena Chanyeol sudah berminggu-minggu pergi dari rumah dan tidak kembali juga. Dengan terpaksa tuan Park mencari Chanyeol di setiap hotel dan Apartemen, dan bersyukurlah usahanya tidak sia-sia. Dengan secepat mungkin tuan Park dan istrinya mendatangi sebuah Apartemen yang ditinggali Chanyeol. Saat pintu terbuka tuan Park hanya menatap prihatin keadaan anaknya yang terlihat jauh menyedihkan. Sedangkan nyonya Park langsung memeluk Chanyeol dengan menangis.

"Ada apa dengan tubuhmu Chanyeol?" nyonya Park semakin terisak.

"Maafkan Eomma yang egois, Eomma tidak bisa ditinggal pergi olehmu dengan cara seperti ini. Maafkan Eomma"

"Jawab Eomma, Chanyeol."

"Eomma akan merestui mu jika itu yang membuatmu bahagia, jawab Eomma Chanyeol"

"Baekhyun sudah pergi!"

#

Flashback End

Kris menengadahkan kepalanya dengan helaan nafas kasar. Sedangkan Chanyeol sudah tampak berkaca-kaca saat ingat dengan penantiannya.

"Jika kau benar-benar mencintai Baekhyun carilah kebenarannya."

"Apa maksudmu?"

.

.

Baekhyun terduduk ditepi ranjang dengan terisak. Ini yang ia takutkan saat kembali ke Korea, bertemu kembali dengan seorang Park Chanyeol yang tidak bisa Baekhyun enyahkan dari dalam hatinya. Sedangkan Sehun terus mengelus punggung Baekhyun mencoba untuk menenangkannya, namun laki-laki mungil itu masih enggan untuk menghentikan isakannya. Sehun bahkan tidak tahu harus berbicara dan berbuat apa pada Baekhyun. Ia sendiri tidak menyangka akan bertemu dengan laki-laki itu secepat ini.

.

.

Chanyeol kembali kerumah yang sempat ia tinggali bersama dua sahabatnya itu. Dengan langkah gontai ia masuk kedalam dan menaiki anak tangga kearah kamar Baekhyun. Chanyeol menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang Baekhyun dengan berbaring menyamping, sedangkan tangan besarnya tampak mengelus tempat kosong disampingnya.

"Ini adalah saksi kita dulu, Baek." ucap Chanyeol dengan airmata yang menetes melewati pipinya.

"Kau masih ingat bukan?" gumam Chanyeol.

"Apa semuanya memang sia-sia?" Chanyeol terus bermonolog sendiri.

.

.

Suara gemericik hujan tampak terdengar pagi ini, Baekhyun terbangun dipagi hari seperti biasanya tanpa terlambat semenitpun. Sedangkan anaknya masih terbaring dengan lelapnya, tangan Baekhyun mengecup kepala Jiwon dan mengelus wajahnya dengan lembut. Baekhyun beranjak dari ranjangnya dan membawa langkahnya kekamar mandi. Didalam sana ia hanya menatap cermin dengan helaan nafas pelannya, Baekhyun menggelengkan kepalanya ia tidak mau memikirkan hal yang terjadi hari kemarin.

Laki-laki mungil itu kini menyibukan dirinya didapur seperti biasanya, Sehun menuruni anak tangga dengan pakaian rapihnya tanda ia sudah siap untuk memulai rutinitasnya. Laki-laki albino itu seperti biasa menyapa Baekhyun dan meminta laki-laki mungil itu untuk merapihkan dasinya.

"Kau baik?"

"Tentu, tidak ada alasan untuk tidak baik." sahut Baekhyun sedangkan tangan mungilnya masih merapihkan dasi Sehun.

.

.

Sedangkan ditempat lain Chanyeol baru membuka matanya. Mata bulat miliknya menelisik setiap sudut kamar Baekhyun, ia baru ingat jika dirinya tertidur dirumah ini. Dengan perlahan Chanyeol beranjak dari atas ranjang, langkahnya ia bawa untuk membuka satu persatu lemari dikamar Baekhyun. Barang-barang Baekhyun sebagian masih tertinggal dikamarnya, dengan perlahan tangan Chanyeol mengambil sebuah album photo. Namun matanya teralihkan saat melihat sebuah amplop dengan logo rumah sakit Hanseol.

"Apa Baekhyun sakit?" dan Chanyeol membuka amplop itu dengan perasaan yang tampak penasaran. Matanya langsung membulat saat melihat tulisan 'positive hamil' tepat 4 tahun lalu saat Baekhyun masih tinggal diKorea.

Chanyeol melangkah mundur dan terduduk ditepi ranjang dengan mata yang terus menatap selembar kertas itu.

"Apa.. apa anak itu?" Chanyeol langsung berlari keluar dari rumah itu dengan mengendarai mobilnya. Hujan bahkan masih deras namun Chanyeol tetap mengendarai mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata membuat sebagian kendaraan lain membunyikan klaksonnya karena ulah Chanyeol yang tampak ugal-ugalan.

Setelah sampai Chanyeol memparkirkan mobilnya dan melangkah masuk dengan tergesa bahkan pakaiannya sudah basah kuyup.

"Chanyeol."

"Dimana Baekhyun?"

"Baekhyun ada dirumah orangtuanya." Chanyeol langsung berlari keluar dari B'Cafe saat mendengar ucapan Kris.

.

.

Baekhyun tengah duduk santai dengan secangkir kopi yang masih mengepul asapnya, sedangkan Sehun sudah pergi sejak tadi. Saat Baekhyun hendak menyesap kopinya tiba-tiba seseorang berteriak memanggil namanya.

"Baekhyun, Byun Baekhyun!"

Deg...

"Chanyeol." Baekhyun masih terduduk disofa nya. Sedangkan Chanyeol tanpa lelahnya terus berteriak dibalik pintu, membuat Baekhyun bingung harus membiarkannya atau justru membukanya. Namun akhirnya Baekhyun melangkahkan kakinya kearah pintu utama dan saat pintu utama terbuka Baekhyun bisa melihat Chanyeol dengan keadaan yang basah kuyup membuat perasaannya goyah kembali.

"Ada apa kau kemari?"

"Jelaskan semuanya sekarang juga!"

"Bukankah kemarin sudah ku bilang ti..."

"Mommy..." teriak Jiwon yang berlari kearah Baekhyun.

"Dia anak ku kan?" ucapan tiba-tiba Chanyeol membuat Baekhyun diam.

"Jawab Baek!" Baekhyun menyembunyikan Jiwon dibelakang tubuhnya.

"Dia anakku bukan anakmu, apa yang coba kau bicarakan?" Chanyeol langsung memperlihatkan selembar kertas milik Baekhyun itu.

"Kau hamil saat masih berada di Korea, bukan setelah kau meninggalkan Korea." Baekhyun benar-benar diam, ia ingin menyangkalnya tapi bibirnya terasa kelu untuk mengeluarkan satu huruf pun.

Jiwon yang sedari tadi berada dibelakang tubuh Baekhyun mencoba mengintip wajah Chanyeol dan menatapnya dengan penasaran.

"Uncle dumbo habis hujan-hujanan?" Jiwon berucap dengan polos membuat Chanyeol mengalihkan tatapannya. Ia berjongkok mencoba untuk menyentuh anak kecil itu namun Baekhyun menghalanginya.

"Jangan mencoba untuk menyentuhnya!" desis Baekhyun.

"Dia anakku!"

"Nji anak Daddy Hun." jawaban polos Jiwon benar-benar membuat raut wajah Chanyeol langsung kecewa.

"Mommy tidak menyuruh uncle dumbo ini masuk, bagaimana jika uncle sakit kalena habis hujan-hujanan?" Baekhyun benar-benar ingin menangis saat itu juga.

Dengan terpaksa Baekhyun membiarkan Chanyeol masuk kerumah itu.

"Nji ingin hujan-hujanan sepelti uncle tapi Mommy tidak pelnah mempelbolehkan Nji main ail hujan." ucap Jiwon dengan lucu.

"Ini baju Sehun cepatlah ganti pakaianmu dan segera pergi!"

"Kau masih mengusirku?"

"Sehun tidak akan suka melihatmu berada disini!" Chanyeol yang mendengarnya hanya berdecak dan kemudian ia melangkah pergi.

.

"Mommy, Nji ingin hujan-hujanan sepelti uncle dumbo." Jiwon mulai merengek.

"Nji tidak boleh hujan-hujanan nanti sakit, kalau Nji sakit nanti Mommy sedih. Nji mau melihat Mommy sedih?" dan Jiwon tampak menggelengkan kepalanya dan langsung memeluk Baekhyun.

"Nji tidak mau melihat Mommy sedih" Baekhyun bisa melihat dengan jelas Chanyeol yang tengah berdiri dilantai atas yang tengah menatap kearahnya.

.

.

.

Chanyeol pulang kerumahnya dengan wajah kusut, pengusiran Baekhyun membuat dirinya frustasi. Chanyeol bahkan belum sempat menjelaskan semuanya dan ia belum mendengar semua penjelasan dari Baekhyun. Tangannya mengacak rambutnya dengan kasar, langkah Chanyeol terhenti saat nyonya Park menyapanya.

"Chanyeol kemana saja kau semalam?"

"Aku tidur dirumah itu!"

"Lalu kenapa kau tidak bekerja?"

"Aku menemui Baekhyun dan juga.."

"Juga?" namun Chanyeol tidak menjawabnya ia meneruskan langkahnya kembali. Nyonya Park hanya memandangi kepergian Chanyeol dengan helaan nafas pelan.

.

.

Chanyeol langsung menjatuhkan tubuhnya begitu saja diatas ranjangnya. Tangannya merogoh selembar kertas itu dan menatapnya kembali. Chanyeol terus bermonolog jika Jiwon adalah memang anaknya, ia bisa merasakan hal itu saat menatap manik milik Jiwon.

"Aku merasakannya Baek."

.

.

"Daddy tadi ada uncle dumbo datang kelumah."

"Uncle dumbo?"

"Uncle itu bilang pada Mommy, Nji anaknya dan Mommy malah pada uncle."

Sehun diam mendengar lontaran Jiwon, apa itu Chanyeol. Bagaimana bisa Chanyeol sampai mengetahuinya pikir Sehun.

"Bukankah Nji hanya punya satu Daddy?" Jiwon tampak mengangguk.

"Daddy Nji hanya Daddy Hun."

"Yang?"

"Yang tampan, Kelen, baik dan sangat sayang sama Nji." Sehun merentangkan kedua tangannya dan Jiwon langsung menerjang tubuh Sehun.

Baekhyun menghampiri Sehun dan Jiwon yang tengah berpelukan, ia duduk disofa samping Sehun. Tangannya mengusak rambut Jiwon dengan sayang, Baekhyun selalu merasa bahagia saat Jiwon selalu bermanja seperti itu pada Sehun ataupun padanya. Namun usakan tangan Baekhyun terhenti saat Sehun mengeluarkan suaranya.

"Apa Chanyeol tadi datang kemari?"

"Apa Jiwon yang memberitahu mu?"

"Baek?"

"Ya.. dia datang kemari dengan basah kuyup."

"Bagaimana bisa Chanyeol mengetahuinya?"

"Chanyeol menemukannya, aku melupakan hasil tes kehamilanku dirumah itu." Baekhyun menjatuhkan tubuhnya dibahu sofa dengan helaan nafasnya.

.

.

.

.

.

"Anak mommy memang sangat tampan!" ucap Baekhyun saat Jiwon sudah siap dengan pakaian rapihnya. Tangan Baekhyun dengan telaten menyisir rambut Jiwon didepan cermin. Anak kecil itu hanya duduk manis memandangi wajah Baekhyun dengan senyuman manisnya.

"Nji sudah siap untuk bertemu uncle?" Jiwon mengangguk dengan semangatnya. Tangan Baekhyun mencubit dengan gemas pipi tembem anaknya itu, Baekhyun bahagia jika dirinya selalu melihat senyuman manis yang selalu terpatri dibibir Jiwon.

Keduanya menuruni anak tangga dengan Jiwon yang berada digendongan Baekhyun. Baekhyun mengendarai mobilnya meninggalkan rumah itu, sedangkan Jiwon duduk dengan manisnya disamping Baekhyun. Anak kecil itu terus berceloteh dengan lucu membuat Baekhyun sangat gemas, namun sayang ucapan polos Jiwon membuat raut wajah Baekhyun berubah dengan seketika.

"Mommy.. kenapa uncle dumbo bilang Nji anak uncle dumbo?" Baekhyun hanya diam tanpa menyahutinya, ia sendiri bingung harus menjawab apa.

"Nji mau permen?" alih-alih menjawab Baekhyun malah mengalihkan pertanyaan Jiwon. Jiwon mengangguk dengan semangatnya saat mendengar kata permen dan tangan Baekhyun mengelus kepala Jiwon dengan senyumannya.

.

.

"Keponakan uncle yang tampan." pekik Kris saat melihat Jiwon masuk ke B'Cafe bersama Baekhyun. Kris merentangkan tangannya dan Jiwon langsung menerjang tubuhnya.

"Uncle punya sesuatu untuk keponakan yang tampan ini"

"Sesuatu?" ulang Jiwon. Kris mengangguk dan merogoh saku jasnya.

"Tada..." pekik Kris. Jiwon langsung berbinar saat matanya melihat lolipop besar. Sedangkan Baekhyun yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya.

"Aku sudah membelikannya Kris!"

-:-:-:-

Sedangkan ditempat lain Chanyeol memijit pelipisnya dengan pelan, isi kepalanya benar-benar penuh saat ini. Ia sedang memikirkan dua orang yang sama sejak hari pertemuan itu, tak lain dan tak bukan Baekhyun dan Jiwon. Chanyeol yakin dan sangat yakin bahwa Jiwon adalah hasil dari yang sudah ia lakukan bersama Baekhyun.

.

.

Baekhyun dan Kris saat ini tengah duduk diruang kerja, sedangkan Jiwon duduk disofa bersama lolipop yang Kris berikan padanya tadi. Dua orang laki-laki itu tengah berbincang bersama, melepaskan rasa rindu mereka selama beberapa tahun tidak bertemu. Baekhyun menceritakan tentang perjalanan hidupnya selama diManhattan membuat Kris terenyuh mendengarnya. Sedangkan Kris ia menceritakan tentang kisah asmaranya bersama seorang pria yang berasal dari China seperti dirinya. Saat Baekhyun mendengar cerita yang keluar dari mulut Kris, ia hanya berdecak mendengarnya.

"Jadi kau kembali pada mantan kekasihmu yang dulu pernah memutuskanmu karena laki-laki lain?"

"Dia sudah berubah Baek!"

"Ish... kau bodoh! siapa namanya Hu.. Huang To"

"Huang Zitao, Baek!"

"Ah ya itu."

Keduanya saling beradu mulut dengan pemikirannya masing-masing, bahkan tidak ada yang mau mengalah dari keduanya.

"Baek?"

"Mommy.." Kris yang hendak berbicara pada Baekhyun akhirnya ia urungkan saat Jiwon memanggil Baekhyun.

"Ada apa Nji?"

"Nji bosan."

"Baiklah Nji bisa main tapi tidak boleh keluar dari Cafe, ok?"

"Nji janji Mom."

Jiwon menarik tangan besar Kris untuk menemaninya bermain dan Kris tentu menurutinya dengan senang hati. Laki-laki itu dengan sigap langsung menggendong Jiwon membuat anak kecil yang berada digendongannya terpekik dengan senang. Sedangkan Baekhyun yang melihat Jiwon dengan senyuman lebarnya, ia pun ikut tersenyum. Saat langkah kaki Kris hendak menggapai pintu Baekhyun mengeluarkan suaranya membuat Kris menghentikan langkahnya dan menolehkan kepalanya kearah Baekhyun.

"Kris, apa yang mau kau katakan tadi?"

"Bukan apa-apa."

.

.

Kris tengah berdiri dengan mata yang memperhatikan Jiwon sejak beberapa menit yang lalu. Anak kecil itu terus berlarian kesana kemari dengan suara tawanya yang tampak menggemaskan membuat beberapa pengunjung B'Cafe tersenyum melihat tingkah lucu Jiwon begitupun dengan Kris. Jiwon terus berlarian namun saat matanya melihat sosok yang ia kenali masuk kedalam Cafe ia langsung memanggil orang itu.

"Uncle dumbo" pekik Jiwon, sontak Chanyeol langsung berjongkok dan menggendong Jiwon.

"Apa kabar anak tampan?"

"Uncle tidak membawa pelmen?" bukannya menjawab Jiwon malah balik bertanya dan tangan Chanyeol langsung mengusak rambut Jiwon dengan gemas.

"Aku ingin bertemu dengan Baekhyun."

Chanyeol langsung melangkahkan kakinya kearah ruangan kerja laki-laki mungil itu setelah mendapat anggukan dari Kris. Pintu ruangan itu Chanyeol ketuk terlebih dahulu dan setelah mendapat sahutan dari dalam dengan perlahan Chanyeol membuka knop pintunya. Namun saat pintu terbuka hanya pemandangan raut wajah Baekhyun yang tampak tak suka dengan kedatangan Chanyeol.

"Ada apalagi kau kemari?"

"Aku hanya ingin menemui anak ku dan kau Baekhyun."

"Dia bukan anak mu!" teriak Baekhyun membuat Jiwon yang berada didalam gendongan Chanyeol langsung menatap kearah Baekhyun.

"Mommy.." ucap Jiwon dengan pelan bahkan matanya sudah berkaca-kaca, Jiwon jelas terkejut karena ini untuk pertama kalinya anak kecil itu mendengar teriakan dari Baekhyun.

"Jangan berteriak kau membuatnya takut!" desis Chanyeol dan tangannya mengusap kepala Jiwon dengan pelan, sedangkan anak itu sudah menyembunyikan kepalanya diceruk leher Chanyeol.

"Turunkan anak ku!" desis Baekhyun. Namun Chanyeol tidak bergeming membuat Baekhyun dengan paksa mengambil Jiwon dari gendongan Chanyeol. Namun sayang Jiwon tidak mau terlepas dari gendongan laki-laki bertelinga lebar itu.

"Nji tidak mau, Nji takut." ucap Jiwon dengan isakannya yang masih berada digendongan Chanyeol.

"Maafkan Mommy baby, Mommy janji tidak akan berteriak lagi. Nji mau Mommy belikan ice cream yang besar?" Baekhyun mencoba merayu Jiwon dan alhasil saat mendengar kata ice cream Jiwon langsung menoleh dengan anggukannya dan Baekhyun langsung mengambil anaknya dari gendongan Chanyeol.

"Pergilah!" ucap Baekhyun mencoba untuk meredam amarahnya.

"Aku ingin melakukan tes DNA."

"tch.. untuk apa kau melakukannya dan berhentilah bicara omong kosong aku muak mendengarnya!"

"Dia Park Jiwon!"

"Ku bilang berhenti untuk bicara omong kosong!" desis Baekhyun dan melangkah pergi untuk meninggalkan ruangannya. Namun langkahnya terhenti saat Chanyeol kembali berucap.

"Jiwon anak kita."

Deg...

'Anak kita' batin Baekhyun.

Hati Baekhyun seketika menghangat saat kedua telinganya mendengar kata sederhana yang terucap dari mulut Chanyeol. Namun seperkian detik perasaan itu Baekhyun hilangkan dan ia pergi begitu saja meninggalkan Chanyeol seorang diri diruangannya.

.

.

Setelah meninggalkan Cafenya Baekhyun langsung mengemudikan mobilnya kearah pusat perbelanjaan demi membelikan ice cream yang ia janjikan pada Jiwon. Anak itu dengan riang dan semangatnya turun dari dalam mobil dengan tangan mungilnya yang Baekhyun genggam. Keduanya berjalan bersama memasuki pusat perbelanjaan, setelah beberapa menit berjalan mata Jiwon langsung berbinar saat kedua matanya melihat tempat surganya ice cream. Dengan girang Jiwon langsung berlari membuat Baekhyun hanya bisa menggelengkan kepalanya. Kaki mungilnya tampak melompat-lompat untuk bisa melihat berbagai ice cream itu namun sayang tubuh mungilnya tidak bisa menggapainya. Saat Baekhyun melihat Jiwon yang kesusahan ia pun menolong anak itu dengan menggendongnya.

"Baekhyun."

.

.

.

.

.

TBC