I CHOOSE TO LOVE YOU

Cast: Kelas 1: Do Kyungsoo, Byun Baekhyun, Huang ZiTao, Oh Sehun, Kim Jongin

Kelas 2: Park Chanyeol, Kim Jongdae, Zhang Yixing

Kelas 3: Kim Minseok, Xi Luhan, Wu Yifan, Kim Joonmyeon

High School romance. Boys Love. Yaoi. EXO OTP. Banyak typo bertebaran dimana-mana. Cast bukan milik saya. Saya hanya menggunakan nama mereka sebagai imajinasi liar saya. Cerita murni dari otak saya. Jika ada kesamaan karakter, tokoh dan kejadian itu hanya kebetulan. Cerita yang udah mainstream. No Plagiat! Dont Bash! No Silent Readers! Hargai semua kerja keras saya. DLDR. RnR

.

.

Enjoy

.

.

Dont forget review

.

.

Happy Reading

.

.

.

UNTUK READERS DIBAWAH UMUR SILAHKAN MENJAUH. JIKA MASIH TETAP INGIN MEMBACA JANGAN SALAHKAN SAYA. SAYA SUDAH MEMPERINGATKAN! RATE NAIK JADI 'M'

CHAPTER 20 : MELTING

"Jika kau ingin mempermainkanku sebaiknya keluar dari apartemenku sekarang juga!" usir Kyungsoo dengan air mata yang membanjiri pipinya.

GREB

Jongin memeluk Kyungsoo. Ia tak bisa dan tak sanggup pergi walaupun Kyungsoo mengusirnya. Ia merasa bersalah membuat Kyungsoo seperti ini.

"Aku tak akan pergi. Tak akan pernah meninggalkanmu apapun yang terjadi. Kumohon dengar penjelasanku dulu"

"Kau mau menjelaskan apalagi, idiot! Sudah jelas kau pergi dengan yeoja itu!" Kyungsoo terus memberontak dipelukan Jongin. Jongin memegang pundak Kyungsoo dan menatap Kyungsoo dalam.

"Dia adalah yeoja yang menyelamatkanku sewaktu aku di Jepang. Jika bukan karena dia mungkin saat ini aku sudah mati"

Seketika air mata Kyungsoo berhenti. Ia terus menatap mata Jongin dan mencari kebenaran dari kata-katanya.

"Aku berhutang budi padanya, Kyung. Dia orang yang menyelamatkanku dari kematian. Jika dia tak menyelamatkanku mungkin aku tak bisa berdiri tegak disampingmu saat ini"

"Maafkan aku karena terlambat menjelaskannya kepadamu. Sungguh...aku tak mempunyai hubungan apa-apa dengannya. Dia akan menikah Kyung. Dia kemari hanya ingin menyampaikan undangan pernikahannya kepadaku secara langsung. Ia juga menyesal karena telah membuat hubungan kita seperti ini. Ia tak tau jika aku sudah memiliki kekasih"

Kyungsoo menunduk. Ia tak sanggup melihat tatapan mata Jongin yang memelas dan terlihat frustasi. Sebagian hati kecilnya merasa kasihan melihat Jongin seperti itu tapi sebagian yang lain ia merasa kecewa. Kecewa karena Jongin tak pernah menceritakan masa-masa sulitnya dulu kepadanya.

"Hei...tatap aku"

Tangan Jongin mengangkat dagu Kyungsoo hingga kedua mata bulat itu bertemu mata tajam milik Jongin. Jongin mengusap pelan sisa-sisa air mata Kyungsoo dengan ibu jarinya. Ia bersumpah untuk melindungi Kyungsoo dan membahagiakannya tapi ia sendiri yang membuat Kyungsoo bersedih seperti ini.

"Mianhae. Jeongmal mianhae" bisik Jongin.

"Kenapa kau tak pernah menceritakan itu padaku?"

Suara Kyungsoo masih terdengar sedikit bergetar. Jongin mengerti jika Kyungsoo kecewa padanya. Tapi masa-masa itu sangat ingin Jongin lupakan. Terlalu buruk untuk diingat bahkan untuk diceritakan kembali.

Melihat ekspresi Jongin yang terlihat sangat tak nyaman membuat Kyungsoo mengurungkan niatnya untuk memaksa pemuda tan itu lebih jauh. Mungkin kejadian itu amat sangat ingin dilupakan Jongin. Kyungsoo mengelus pelan pipi Jongin yang ditamparnya tadi.

"Jika itu terlalu sulit kau tak perlu mengatakannya kepadaku. Aku tak ingin mempersulitmu lebih jauh lagi" ucap Kyungsoo lembut.

"Kau tak pernah mempersulitku, Kyung. Aku yang selalu mempersulitmu. Maafkan aku"

"Ne. Kau mempersulitku semenjak kita bertemu. Kau membuat hidupku yang selama ini tenang menjadi berantakan. Aku yang selalu berada didalam zona aman, kau ajak keluar garis batas itu. Kau mengubah semuanya. Mengubah semuanya menjadi hal-hal yang paling ku benci seumur hidupku"

Jongin menatap Kyungsoo dengan rasa bersalah. Ternyata selama ini keberadaannya membuat Kyungsoo tersiksa.

"Dan hal yang paling ku benci dari semua itu adalah kau masih saja berada disampingku dan mencintaiku sepenuh hati"

Kalimat penutup itu membuat senyum Jongin merekah. Kyungsoo benar-benar bisa membuatnya terjatuh dan terangkat lagi. Namja mungil ini bisa menguasai suasana hati seorang Kim Jongin.

Jongin mengecup sekilas bibir berbentuk hati milik Kyungsoo. Ia tersenyum melihat Kyungsoo yang sedikit syok dengan perbuatan Jongin.

"Dan aku sangat mencintaimu, baby"

"Cih...Menjijikkan sekali kata-katamu" ketus Kyungsoo. Jongin terkekeh mendengar balasan Kyungsoo. Ah...kekasih mungilnya ini benar-benar sangat menggemaskan.

Jongin menuntun Kyungsoo duduk disofa. Jongin duduk dengan memeluk Kyungsoo dari belakang yang berada dipangkuannya. Kyungsoo diam saja menerima perlakuan dari kekasih hitamnya itu. Tak dapat ia pungkiri jika ia suka diperlakukan seperti ini.

Jongin mempererat pelukannya. Ia resapi aroma tubuh Kyungsoo pasca mandi. Bau sabun masih melekat ditubuh namja bermata bulat itu. Padahal mereka menggunakan sabun yang sama tapi entah mengapa baunya lebih enak saat berada ditubuh Kyungsoo. Jongin terus mengendus bagian tengkuk Kyungsoo. Kyungsoo sedikit merinding saat nafas hangat Jongin menerpa bagian sensitifnya itu. Kyungsoo menggeliat tak nyaman saat Jongin terus melakukan hal itu kepadanya. Kyungsoo berusaha untuk mengelak dari perbuatan Jongin tapi Jongin masih saja gencar melakukannya.

"Jangan berbuat yang macam-macam, Kim!" peringat Kyungsoo.

"Wae? Apa aku tak boleh melakukan hal seperti ini kepada kekasihku sendiri?"

"Minggir! Aku mau mengerjakan tugas!"

"Nanti saja. Aku masih ingin seperti ini denganmu"

"Yak! Jika diteruskan bisa-bisa kau memperkosaku!"

"Biar saja. Aku dengan senang hati melakukan itu"

Kyungsoo terus memberontak dipelukan Jongin. Jongin sedikit kewalahan menahan pemberontakan Kyungsoo. Lama-lama Jongin kesal juga dengan tingkah Kyungsoo. Dengan sedikit kekuatannya Jongin membalikkan keadaan.

Kyungsoo mengerjab-ngerjabkan matanya berulang kali. Ia masih mencerna situasi saat ini. Tiba-tiba saja tubuhnya berada dibawah Jongin. Jongin tersenyum nakal. Namja mungilnya ini benar-benar sangat menggoda. Tanpa munggu waktu lama, Jongin mendekatkan bibirnya ke bibir Kyungsoo. Perlahan namun pasti Jongin mulai melumat bibir manis yang bagai candu untuknya.

Keduanya masih saling memanggut. Tangan Jongin yang semula menahan tangan Kyungsoo kini mulai beraksi ditubuh Kyungsoo. Salah satu tangan Jongin yang bebas dari menahan berat tubuhnya agar tak menindih tubuh Kyungsoo mulai menggerayangi kulit mulus Kyungsoo. Jongin mulai menelusupkan tangannya kedalam baju Kyungsoo.

Kyungsoo melenguh perlahan akibat perlakuan Jongin. Tangannya yang bebas Kyungsoo gunakan untuk meremas rambut Jongin. Jongin semakin gencar melakukan aksinya. Kyungsoo menekan kepala Jongin untuk memperdalam ciuman mereka. Ciuman Jongin semakin ganas dan liar. Suasana apartemen Kyungsoo menjadi lebih panas.

Kedua pemuda itu sama-sama tak ingin melepaskan tautan bibir mereka. Jongin yang sudah bernafsu tak bisa lagi menahan hasratnya. Perlahan-lahan ia mempersempit tubuhnya. Dan pertemuan antara sesuatu dibalik celana mereka membuat keduanya mendesah pelan. Sangat nikmat pikir Jongin. Ia ingin lebih. Ia ingin Kyungsoo menjadi miliknya seutuhnya.

Jongin terus menindih tubuh mungil Kyungsoo. Pemuda tan itu merasa melayang akan sentuhan tangan mungil Kyungsoo yang menjalar ditubuhnya. Jongin melepas tautan bibir mereka dan memandang Kyungsoo yang tengah terengah-engah akibat pertarungan panas mereka. Begitu indah ciptaan Tuhan yang satu ini. Ia merasa beruntung bisa mendapatkan makhluk secantik ini.

Jongin menciumi wajah Kyungsoo pelan. Ia ingin menikmati setiap jengkal wajah manis Kyungsoo. Kyungsoo menikmati setiap hal yang dilakukan padanya. Kepalanya mendongak saat Jongin mencium lehernya. Rasanya geli tapi ada rasa lain yang membuatnya ketagihan. Jongin masih bertahan dileher Kyungsoo. Ia mengendus dan sesekali menjilati leher Kyungsoo. Pelan namun pasti Jongin mulai menggigiti leher Kyungsoo hingga meninggalkan bercak merah.

TOK TOK TOK

"KYUNGIE~~~AKU DATANG!"

BRUK

Jongin yang malang. Ketukan keras dan suara melengking yang mengganggu kegiatan mereka membuat Jongin terdorong keras. Kyungsoo yang mempunyai reflek yang bagus langsung mendorong tubuh Jongin saat ada suara panggilan untuknya. Kyungsoo berlari membuka pintu apartemennya dan melihat ada dua orang namja berbeda tinggi badan tersenyum ke arahnya. Tapi senyuman itu langsung luntur dan tergantikan raut wajah heran.

Kyungsoo berdiri didepan mereka dengan rambut acak-acakan, baju berantakan dan bibir bengkak. Chanyeol yang langsung sadar apa yang habis Kyungsoo perbuat pun langsung tersenyum aneh. Sedangkan Baekhyun masih menatap Kyungsoo penuh selidik.

"Kau habis bangun tidur, Kyung?"

Pertanyaan dari Baekhyun membuat Chanyeol dan Kyungsoo jawdrop. Bagaimana tidak? Bagaimana bisa mendiskripsikan Kyungsoo sedang bangun tidur dengan keadaannya yang sekarang? Heol...si Byun terlampau polos.

Jongin menatap tajam kedua tamu itu. Sial, benar-benar sial. Bisa-bisanya ada pengganggu disaat genting seperti tadi. Hampir saja Jongin menjadi kan Kyungsoo miliknya bila bukan karena suara melengking si Byun.

Kyungsoo mempersilahkan Baekhyun dan Chanyeol masuk. Keduanya dengan senang hati masuk. Baekhyun terlihat sangat antusias saat melihat apartemen mungil Kyungsoo. Baru kali ini ia melihat apartemen yang luasnya tak lebih dari kamarnya. Chanyeol mengerti tatapan yang Jongin layangkan kepadanya. Ia sangat tau bagaimana rasanya saat sedang asik melakukan itu dan diganggu orang lain.

"Kami datang diwaktu yang tidak tepat bukan?" cengir Chanyeol idiot. Jongin masih saja menatap Chanyeol sengit.

"Jika sudah tau kenapa masih ada disini?!" sebal Jongin. Chanyeol semakin menunjukkan cengirannya.

"Aku membawakan makanan untukmu, Kyung. Apa kedatangan kami mengganggu kalian?" tanya Baekhyun.

"A-Aniya, Baek. Kau datang disaat yang tepat" gagap Kyungsoo.

"Benarkah? Wah...syukurlah kalau begitu" ceria Baekhyun dan langsung mengeluarkan semua makanan yang ia bawa.

Sedari tadi Jongin hanya menggerutu tak jelas mendengar ocehan Baekhyun. Moodnya memburuk akibat kehadiran tamunya itu. Chanyeol sedari tadi menepuk-nepuk bahu Jongin tapi ditepis oleh lelaki tan itu. Tak ada gunanya menenangkannya seperti itu. Ia masih kesal dengan kedatangan mereka.

"Aku baru tau jika kau ada hubungan dengan salah satu keluarga Kim, Kyung. Aku kira kau tak tertarik dengan hal-hal seperti itu" cerocos Baekhyun.

"Aku juga baru tau jika kalian berdua bertunangan" balas Kyungsoo.

Chanyeol dan Baekhyun terdiam. Seingat mereka hanya beberapa orang yang mengetahui pertunangan mereka dulu. Bagaimana si mata belo ini tau jika Baekhyun dan Chanyeol pernah bertunangan?

"Aku juga baru tau jika kau rela mati demi sekecil itu" sela Jongin.

"Rela mati?" tanya Kyungsoo ulang kepada Jongin dan menatap Baekhyun penuh selidik. Baekhyun hanya menunduk kikuk.

"I-itu cerita lama...ya...cerita lama..." gagap Chanyeol.

"Kita makan saja!" seru Baekhyun mengalihkan perhatian dan pembicaraan.

Kyungsoo yang memang tak mau repot mengurusi masalah orang lain hanya menurut dan memakan makanannya. Jongin juga ikut menyuapkan makanan ke mulutnya. Sedangkan Baekhyun dan Chanyeol masih merasa kikuk dengan pembicaraan tadi. Mereka benar-benar menghindari pembicaraan tentang masalah itu.

Keempat orang itu memakan makanannya dalam diam. Baekhyun yang biasanya cerewet lebih memelih diam. Ia bingung harus membicarakan apa. Ia takut jika topik itu kembali lagi. Kyungsoo membereskan bekas makanan mereka. Sesekali ia melirik Baekhyun dan Chanyeol. Jujur saja, Kyungsoo penasaran dengan cerita Baekhyun tapi nyatanya namja pecinta eyeliner itu tak mau bercerita. Jongin yang sedari tadi memperhatikan Kyungsoo langsung sadar jika kekasihnya itu memendam sesuatu.

Jongin berdehem pelan.

"Jika sudah selesai lebih baik kalian segera pulang. Aku lelah" usir Jongin.

"Memangnya ini apartemenmu?!" protes Chanyeol.

"Secara tak langsung iya" jawab Jongin cuek.

"Kajja, Baek! Sepertinya si hitam ini ingin melanjutkan apa yang tertunda tadi. Aku yakin dia sudah menahan hasratnya sedari tadi" sindir Chanyeol langsung menggeret tangan Baekhyun.

Jongin memandang tajam Chanyeol. Si tiang listrik itu menyebalkan sekali. Baekhyun sedikit bingung dengan pembicaraan Chanyeol. Ia masih belum paham apa yang sedang dibicarakan kedua seme itu.

BRAK

Chanyeol pergi dengan membanting pintu apartemen Kyuungsoo hingga penghuninya terlonjak kaget. Jongin menyumpah serapahi Chanyeol. Jika sampai pintu apartemennya Kyungsoo rusak, ia akan menuntut namja tinggi itu untuk memperbaikinya.

Kyungsoo beranjak dan menuju ranjang. Ia sangat lelah hari ini. Apalagi kedatangan tamu tak diundang tadi cukup menguras tenaga. Jongin hanya memandangi Kyungsoo yang menjauh. Ia putuskan untuk mandi sebelum ikut Kyungsoo tidur.

For your info, Jongin dan Kyungsoo tidur diranjang yang sama. Kalian tau sendirikan jika ranjang Kyungsoo tak terlalu besar. Ranjang itu hanya cukup ditempati untuk satu orang tapi kali ini tidak lagi. Awalnya Kyungsoo menolak tidur satu ranjang dengan Jongin. Jongin mengancamnya untuk membelikan Kyungsoo ranjang baru yang lebih besar bila tak menurut. Dan hal itu sukses membuat Kyungsoo menuruti kemauan namja tan itu. Ia paling tak suka ada barang-barang pemberian orang lain. Ia lebih suka membeli barang-barang dengan uangnya sendiri.

Setelah beberapa menit berlalu, Jongin keluar kamar mandi dengan handuk dikepalanya. Namja tan itu mengambil air didapur kecil apartemen Kyungsoo. Kemudian namja tan itu hanya menyampirkan handuknya disofa dan beranjak kekasur.

Jongin meletakkan tangannya dikepala Kyungsoo sebagai bantalan. Ia menyamankan posisinya dan membuat namja mungil itu tidur dipelukannya. Jongin menarik perlahan selimut yang dipakai Kyungsoo. Ia menyamankan posisinya dan segera bergabung untuk mengarungi mimpi indah.

Kyungsoo membuka matanya. Sebenarnya ia tak tertidur. Ia dapat melihat dada bidang Jongin yang tak tertutupi sehelai kain pun. Another info, Jongin tak pernah memakai kaosnya jika tidur atau bisa dikatakan ia topless. Kyungsoo mengerjabkan matanya berkali-kali. Ia masih belum terbiasa tidur berdua bahkan seranjang dengan orang lain. Dan sialnya, orang yang bersamanya sekarang adalah Jongin, kekasihnya.

"Aku tau kau belum tidur. Jadi jangan menggelitikiku dengan bulu mata lentikmu itu, baby"

Kyungsoo mendorong tubuh Jongin hingga ia bisa melihat wajah kekasihnya itu. Jongin membuka matanya dan memandang Kyungsoo yang menatapnya.

"Wae?"

"Ck. Panggilanmu menggelikan sekali. Aku tak suka"

Jongin kembali menarik Kyungsoo kepelukannya. Ia membelai rambut Kyungsoo pelan.

"Tapi aku suka itu. Sangat manis sepertimu"

Kyungsoo memukul dada Jongin pelan. Jongin hanya terkekeh kecil.

"Apa kau cemburu, Kyung?" tanya Jongin tiba-tiba. Kyungsoo tak memberikan respon. Ia hanya diam dan mencerna kata-kata Jongin.

"Apa kau cemburu dengan Hinata?"

"Ani"

"Benarkah?"

"Aku hanya tak suka diacuhkan"

"Aku tak mengacuhkanmu"

"You did!"

Kyungsoo terduduk. Kembali mengingat kejadian beberapa hari yang lalu membuatnya kesal. Jongin ikut duduk. Ia menatap Kyungsoo yang sedang mempoutkan bibirnya.

"Jelaskan padaku" ucap Jongin lembut sambil memeluk Kyungsoo dari belakang. Satu hal yang Jongin ketahui selama bersama Kyungsoo selama ini. Saat kekasih mungilnya ini merajuk. Ia hanya perlu mendengarkan tanpa menatap wajahnya. Kekasihnya itu sangat pemalu jika menyangkut penjelasan akan masalah mereka. Jika Jongin memaksa untuk memandang wajah Kyungsoo, bisa dipastikan jika namjanya itu akan semakin merajuk dan tak akan pernah mengatakan hal yang sebenarnya.

"Aku tak suka jika saat kita bersama ada yang mengganggu. Apalagi orang yang mengganggu itu orang yang tak ku kenal"

Jongin menahan tawanya. Ah...kekasihnya ini memang menggemaskan. Ternyata ia cemburu hanya karena seorang wanita.

"Ah...maksudmu kau tak suka diganggu saat kita sedang bercumbu?" goda Jongin.

Kyungsoo memberengut semakin kesal. Jongin terkekeh. Ia ingat saat itu ia dan Kyungsoo sedang bercumbu panas di sofa. Jika saja tak ada suara telepon dari poselnya mungkin ia sudah meng 'iya-iya'kan Kyungsoo saat itu. Dan lebih parahnya, ponselnya saat itu ada didekatnya. Otomatis Kyungsoo dapat melihat siapa yang menelepon dan nama seorang wanita tercetak jelas diponsel Jongin. Karena sebuah hutang, Jongin tak bisa mengabaikannya begitu saja. Ia langsung mengangkat panggilan itu dan menjauh dari Kyungsoo yang hanya terdiam. And then...Kyungsoo mendiami Jongin semenjak kejadian itu.

"Aku juga tak suka diganggu saat kita sedang bercumbu. Apalagi tadi ada pengganggu saat kita akan memulai aksi kita" ucap Jongin dengan suara yang dibuat serendah mungkin diakhir kalimat.

Kyungsoo menegang saat Jongin melakukan itu. Bulu kuduknya berdiri saat Jongin mengecupi tengkuknya. Bibir tebal Jongin terus menciumi tengkuk Kyungsoo. Kyungsoo hanya bisa menggigit bibir bawahnya menahan hasrat yang mulai mencuat. Jongin terus melancarkan aksinya. Tangannya ikut beraksi dengan menyelinap masuk ke kaos yang dikenakan Kyungsoo. Tangan kekar itu meraba-raba perut rata Kyungsoo yang membuat pemiliknya semakin menggigit bibirnya.

"Keluarkan desahanmu, sayang. Biarkan aku mendengarnya" bisik Jongin tepat ditelinga Kyungsoo.

"Ah~~Jong~~hmmmm~~in~~hmmmm"

Suara indah itu mengalun begitu saja dari mulut Kyungsoo. Jongin terus meraba kulit putih Kyungsoo hingga tangannya menemukan dua tonjolan kecil yang mulai mengeras. Jongin mulai memainkan kedua tonjolan itu. Kyungsoo menggelinjang pelan saat tangan Jongin terus memanjakannya. Reaksi Kyungsoo membuat libidonya mencuat. Dan secara tak sengaja bokong Kyungsoo menggoda bagian diantara selangkangan Jongin. Shit! Jongin tak tahan lagi.

Jongin membalikkan tubuh Kyungsoo hingga membuat namja mungil itu terlentang dibawahnya. Dan pandangan menggoda tersaji didepan matanya. Mata sayu milik Kyungsoo dengan bibir yang sedikit terbuka berhasil membuat Jongin semakin gila. Jongin langsung menyambar bibir Kyungsoo dan menghisapnya dengan kasar. Ia tak tahan lagi. Kyungsoo benar-benar menggoda malam ini. Jongin semakin memperdalam ciumannya. Lidahnya bergerak masuk ke mulut Kyungsoo dan menyusuri goa hangat itu.

Kyungsoo yang tak tahan dengan segala perlakuan Jongin hanya bisa membalas ciuman Jongin semampunya dan menjambak rambutnya. Ini gila dan panas. Jongin belum pernah menyentuhnya hingga sejauh ini. Dan ini lebih memabukkan dibandingkan sebelum-sebelumnya.

Jongin mengakhiri sesi cumbuan panas mereka. Keduanya terengah-engah. Dapat Jongin lihat, Kyungsoo sangat menggoda. Bibir berbentuk hati itu merah dan bengkak menggoda untuk dilumat kembali. Kyungsoo memalingkan mukanya dari pandangan Jongin. Ia malu, sangat! Dipandangi dengan jarak sedekat dan seintim ini oleh Jongin membuat jantungnya berdetak tak normal.

Jongin mulai menciumi leher Kyungsoo. Kyungsoo mengerang menerima rangsangan yang sangat nikmat itu. Tangan Jongin tak tinggal diam. Tangan itu mulai bergerak mengangkat kaos Kyungsoo keatas hingga menampilkan dua tonjolan yang sudah mengeras. Jongin mengangkat tubuh Kyungsoo dan menarik kaos yang sedari tadi mengganggu aksinya itu.

Jongin menyerang kulit mulus Kyungsoo. Awalnya ia hanya menjilati kulit Kyungsoo dengan kecupan disana sini. Tapi libidonya sudah tak tertahankan. Ia mulai menggigiti pelan leher Kyungsoo hingga menimbulkan bercak merah yang terlihat kontras dengan kulitnya. Kyungsoo mendongakkan kepalanya tak kuasa menahan hasratnya yang menggebu-gebu. Tangannya menjalar menuju rambut Jongin dan meremasnya.

Tanpa Kyungsoo sadari tangan Jongin sudah mulai bergerak menuju celananya. Tangan Jongin yang sangat terampil itu langsung saja menarik celana Kyungsoo hingga terlepas. Bibirnya masih memanjakan dua tonjolan yang sangat menggiurkan itu.

"Jong~~~ah~~~~"

Desahan Kyungsoo terus mengalun indah disetiap sentuhan Jongin. Suara-suara itu membuat Jongin semakin gencar 'menyerang' Kyungsoo. Tangan Jongin yang bebas langsung menggenggam pusat kenikmatan Kyungsoo. Kyungsoo memekik pelan. Kenikmatan demi kenikmatan diberikan Jongin untuknya.

Jongin terus memanjakan apa yang sedang digenggamnya hingga sang pemilik menggelinjang pelan. Ia terus melakukannya sambil melepaskan celananya. Jongin menjauhkan tangannya dan menindih kembali tubuh mungil tak berdaya dibawahnya. Muka Kyungsoo memerah. Ia malu saat tau jika dirinya sudah telanjang bulat didepan Jongin ditambah Jongin juga melakukan hal yang sama dengannya. Jongin tersenyum melihat ekspresi Kyungsoo. Ia mengusap pelan pipi tembam Kyungsoo.

"Kau yakin kita akan melanjutkan ini?" tanya Jongin. Kyungsoo hanya mengangguk kikuk. Heol...mereka sudah jauh bertindak dan tak akan meneruskannya? Tentu saja jawabannya tidak. Ia sangat menginginkan disentuh Jongin hari ini.

Jongin kembali menyerang bibir milik Kyungsoo. Keduanya terlibat adu lidah yang mendalam. Jongin terus saja menguasai permainan mereka. Jongin sudah mempersiapkan dirinya untuk segera menyatu dengan Kyungsoo. Dengan sentuhan lembut dan kehati-hatiannya Jongin menyatukan dirinya dengan Kyungsoo.

Kyungsoo mengerang disela-sela ciuman mereka. Rasanya sakit tapi tak terlalu sakit yang seperti ia bayangkan. Akhirnya keduanya bersatu tanpa ada keraguan. Hanya ada rasa cinta setiap sentuhan dan gerakan yang mereka lakukan. Kyungsoo bahagia ia memiliki Jongin disisinya. Ia tak akan pernah merasa kesepian dan sendirian lagi. Karena ada seseorang yang senantiasa berada disampingnya dan akan selalu menyayanginya.

.

.

.

.

.

.

Baekhyun hanya terdiam selama perjalanan pulang mereka. Chanyeol hanya sesekali melirik Baekhyun dari kaca sepion mobilnya. Semenjak keluar dari apartemen Kyungsoo, Baekhyun sama sekali tak berbicara ataupun membahas apa yang terjadi disana.

Chanyeol memarkirkan mobilnya dihalaman rumah Baekhyun. Baekhyun langsung turun dan masuk kerumah. Chanyeol mengikuti Baekhyun dari belakang. Untung saja saat ini kedua orang tua Baekhyun sedang pergi. Jadi ia dengan leluasa keluar masuk rumah Baekhyun tanpa kena omelan eomma Baekhyun yang sedikit cerewet.

Chanyeol ingat sebelum mereka keluar dari Rumah Sakit, keduanya kepergok sedang berduaan dikamar rawat Baekhyun. Betapa terkejutnya Kibum saat melihat kedua makhluk berbeda tinggi itu sedang berpelukan diranjang. Kibum menyelingkan kedua tangannya didepan dadanya dan menatap tajam dua makhluk itu. Dan yang dilakukan Baekhyun dan Chanyeol hanya bisa menunduk merasa bersalah.

Setelah keduanya menjelaskan apa yang terjadi dengan mereka, Kibum langsung marah-marah dan mengomel panjang lebar. Ia juga langsung menelepon Junsu untuk menemuinya. Dan saat itulah neraka bagi Chanyeol dan Baekhyun. Dua eomma yang sangat cerewet itu saling berlomba-lomba dalam memarahi Chanyeol dan Baekhyun. Selama hampir dua jam, Chanyeol dan Baekhyun harus duduk bersimpuh dengan tangan keatas dan menerima ceramah panjang lebar dari eomma-eommanya. Bahkan sampai sekarang kakinya masih sedikit kram.

"Hey baby..."

"Berhenti memanggilku seperti itu, Park! Aku bukan bayimu!" sentak Baekhyun marah dan duduk diranjangnya. Chanyeol mengikuti Baekhyun dan duduk disebelahnya.

"Sana pergi! Aku mau tidur!" usir Baekhyun menggunakan kakinya untuk menyingkirkan Chanyeol dari hadapannya.

"Bagaimana jika aku tidur bersama denganmu?" tawar Chanyeol.

"Jangan ganggu aku! Aku lelah!" tolak Baekhyun.

Chanyeol tak mendengarkan Baekhyun dan lebih memilih menaiki ranjang Baekhyun dan tidur disebelah namja mungil itu.

"YA! Apa yang kau lakukan!" teriak Baekhyun saat Chanyeol tidur sambil memeluknya.

"Diamlah, Baek. Aku mencoba untuk tidur"

"Jika kau ingin tidur pulang saja sana!"

"Aish...kau cerewet sekali"

Chanyeol menarik Baekhyun kepelukannya. Ia memeluk Baekhyun erat dan mengunci pergerakan namja mungil itu. Baekhyun kaget dengan apa yang baru saja dilakukan Chanyeol. Ia mencoba memberontak melepaskan pelukan si giant.

"Jika kau terus bergerak maka aku akan memperkosamu sekarang juga"

Baekhyun langsung berhenti bergerak. Ia tak ingin Keperawanannya eh keperjakaannya terenggut begitu saja oleh si namja tiang listrik ini.

"Bagus. Sekarang tidur tanpa ada protes"

Mulut Baekhyun yang akan menyuarakan sesuatu langsung tertutup saat Chanyeol memperingatinya. Tsk, Baekhyun sangat tak suka jika Chanyeol mendominasinya seperti ini. Tapi ia juga tak bisa menolaknya.

.

.

.

.

Jongin sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah. Ia menunggu Kyungsoo yang sedang memasukkan buku-buku pelajaran yang akan ia gunakan hari ini. Kyungsoo sibuk mempersiapkan apa saja yang akan dipelajarinya hari ini. Setelah bersiap ia melihat Jongin yang sibuk memainkan gadgetnya. Kyungsoo menepuk bahu Jongin dan memberinya isyarat untuk segera pergi. Jongin langsung menyimpan gadgetnya dan mengikuti Kyungsoo dari belakang.

Keduanya tampak menikmati hari ini. Jongin menggenggam tangan Kyungsoo dan tersenyum cerah. Jongin mengayunkan tangan mereka. Kyungsoo hanya memutar malas matanya. Tingkah Jongin seperti anak JHS yang sedang kasmaran.

"Berhenti mengayunkan tanganmu, bodoh! Tanganku jadi pegal!" ketus Kyungsoo.

"Wae~~~" rengek Jongin manja.

"Berhentilah bersikap menjijikkan seperti itu, Kim!" dengus Kyungsoo.

"Ck. Kau tak romantis sekali. Padahal Sebelumnya kau suka dengan segala perlakuanku sewaktu diranjang. Bahkan kau meminta lebih dan lebih...hmmmffftttt"

Mulut Jongin dibekap tangan mungil Kyungsoo. Kyungsoo memelototkan matanya sengit. Bisa-bisanya Jongin mengatakan hal memalukan seperti itu ditempat umum seperti ini.

"YA! Jangan berkata yang tidak-tidak! Aku tak mau orang lain mendengar ocehan gilamu itu!"

Jongin melepaskan tangan Kyungsoo.

"Itu bukan ocehan gila! Itu kenyataan! Saat kau mendesah...aw...aw...YA!"

Jongin mengerang kesakitan saat dipukuli Kyungsoo. Kyungsoo masih dengan brutal memukuli Jongin. Bukan apa-apa, ia hanya malu saat Jongin mengungkit kejadian kemarin. Ia masih belum terbiasa dengan hal-hal berbau seperti itu.

"Apa yang sedang kalian lakukan didepan gerbang sekolah?"

Kyungsoo menghentikan aksinya dan menoleh kearah suara yang bertanya. Jongin dan Kyungsoo bisa melihat beberapa mobil berbaris rapi saat akan memasuki gerbang sekolah. Jongin mendengus malas saat semua pengemudinya menurunkan kaca mobil. Tak perlu disebutkan satu-satu Jongin sudah tau siapa saja yang ada dibalik mobil itu.

"YA! Chagi! Byun Baek! Kembali ke mobil! Kau mau kemana?!"

Baekhyun berlari menuju Kyungsoo yang entah sedari kapan sudah berjalan menjauhi gerbang sekolah. Baekhyun ingin berjalan berdua dengan sahabatnya itu. Baekhyun meraih tangan Kyungsoo dan merangkulnya mesra. Chanyeol sedari tadi masih berteriak-teriak memanggil Baekhyun yang dengan tiba-tiba keluar dari mobilnya. Jongin berdecak dan berjalan menuju sekolah. Teman-temannya itu terkadang bertingkah idiot dan tak membiarkan dirinya bersenang-senang dengan kekasihnya.

.

.

.

.

TBC

Ada yang kecewa dengan chap ini? Maafkan aku yang ga bisa buat adegan hot. Apalagi adegan pentingnya aku buat tak terlihat secara kasat mata. Hahahahaha. Aku masih belum bisa buat adegan hot-hot gitu. Terus ntar aku disalahin lagi klo ada readers yang masih dibawah umur tercemar gara-gara epep ini. hihihi.

Ada yang tanya siapa Hinata, di chap ini cuma aku jelasin dikit. Dan ga tau kenapa aku pengen pake nama itu. Ini ga ada sangkut pautnya ma naruto ya. hihihihi. Selamat bergabung untuk readers baru. Selamat menikmati epep abal-abal ini.

Maaf aku belum bisa bales review atau nampilin big thanks dichap ini. Mian.