Disclaimer :
Naruto © Masashi Kisimoto
High School DxD © Ichiei Ishibumi
( Sword Art Online, Mahouka Koukou No Rettousei, Charlotte, Vocaloid, Re:Zero, Accel Words, Code Classe, DanMachi, Noucome dan Bakemonogatari )
Summary : Uzumaki Naruto dan Hyuga Hinata, dua orang yang telah mati pada saat Perang Dunia Shinobi ke 4 bertemu dengan Shinigami dan memberikan mereka kesempatan kedua untuk hidup. Tapi mereka di berikan misi oleh Shinigami untuk mendamaikan Dimensi yang terjadi peperangan, bisakah Naruto dan Hinata melakukannya.
The Protector
Pair :
Naruto x Mega Harem ( Hinata x Asuna x Rias x Miku x Luka x Miyuki x Yumi x Hitagi x Akeno x Sona x Kuroyukihime x Chocholat x C.C x Hestia x Asia x Ouka x Seira x Garbiel x Kuroka x Yasaka x Uzume x Emilia x ... x ... x ... )# Ultimate-Ultimate Harem
Sasuke x Tsubaki x Rosswise
Issei x Harem ( Xenovia x Irina x Kusaka x Momo )
Genre : Adventure, Fantasy, Romance, Littel Humor, Echi, Big Harem, Incest, Dll.
Rate : M
Warning : Typo, OC, OOC, Multichap, jutsu buatan sendiri, alur berantakan dan lain-lain, Doujutsu!Naruto, Overpower!Naruto, Susano'o!Naruto, OOC!Sasuke, Mega or Ultimate-Ultimate!Harem, TripleSacred Gear! Naruto
" Naruto " berbicara
' Naruto ' batin
[" Naruto "] Biju/Sacred Gear berbicara
[' Naruto '] Batin Biju/Sacred Gear.
Note : Yo! Kembali Update! Yosh kita langsung saja ok! Pasti sudah tidak sabar menunggu cerita ini.
.
Chapter 20 : Destinity
.
Minggu, 7 Septem 20xx
Kediaman Yasaka
06.00 AM
.
Di pagi yang sedikit buruk untuk hari ini di mana cuaca sedikit tidak mendukung karena angin berhembus cukup kencang dengan awan tebal melanda Istana Yasakan.
Hal itu membuat kota kedinginan membuat semua harus berlindung di selimut yang tebal, namun untuk yang saat ini sangat berbeda.
Di mana tokoh utama kita saat ini tengah tertidur dengan di kerumuni para haremnya walau tidak memeluk dirinya maksudnya tidur bersama dalam satu ranjang besar.
" Eghh~ " akhirnya Naruto'pun terbangun dari tidurnya dan seketika tersentak saat Hinata dan Rias memeluk kepalanya membuatnya sedikit terbenam di kedua aset mereka.
Wajah Naruto seketika memerah karena kedua dada Hinata dan Rias sangat dekat, walau sudah pernah merasakannya, Naruto tetap saja memerah.
' Ku-Kuso, jangan sekarang ' batin Naruto berusaha menahan nafsunya karena godaan Hinata dan Rias.
" Eghhh~ Dingin " gumam keduanya kompak lalu semakin mempererat pelukan mereka membuat wajah Naruto hampir terbenam sepenuhnya.
' U-Ughh! S-Sial! Awas saja kau Rias-chan, Hinata-chan akan aku buat kalian mendesah! ' batin Naruto nista.
Slap~ glup
" Umn~ Jika Naruto-kun ingin susu katakan saja tidak perlu malu " ucap Rias yang rupanya sudah bangun dan menatap Naruto menggoda yang saat ini tengah menghisap putingnya dan Hinata.
" Huh~ Aku terpaksa karena kalian menggodaku " balas Naruto melepaskan kulumannya lalu bangun dari posisinya " Hooaaamm~ Padahal aku masih ngantuk karena permainan Miku-chan, Asia-chan dan Luka-chan " gumam Naruto yang menguap sambil menatap Miku, Asia dan Luka yang tengah tertidur pulas dengan kiss mark di sana sini.
" Sudahlah Naruto-kun, lagi pula sudah hak mereka mendapatkan jatah mereka " ucap Hinata sambil memijit Naruto yang masih lemas.
" Sekarang hari minggu dan cuacanya juga tidak bagus, apa yang harus kita lakukan dalam keadaan seperti ini " gumam Naruto sambil menatap jendela kamarnya
" Bagaimana kita melakukan itu saja? " usul Miyuki dengan wajah merona.
" Ti-Tidak, aku masih lelah jadi lain kali saja ya Miyuki-chan " tolak Naruto halus membuat Miyuki cemberut, padahal semalam dia sudah berusaha menahan nafsunya karena teriakan nikmat 3x lipat dari Miku, Asia dan Luka.
" Hegghh~ Sebaiknya kalian mandi dan siapkan sarapan saja untuk kita, Aku ingin pergi ke air terjun untuk berbicara dengan Hikari, sudah lama aku tidak bertemu dengannya " ucap Naruto sambil menggunakan celana panjangnya lalu meregangkan badannya.
Setelah itu Naruto'pun berjalan keluar menuju teras belakang dan di sana sudah ada Gabriel yang tengah berdiri sambil melihat langit yang sedikit buruk " Are? Gabriel-chan " gumam Naruto mendekati Gabriel
Gabriel yang merasa ada yang mendekatinya menoleh ke belakang dan dia sudah melihat Naruto berjalan ke arahnya " Ohayo Naruto-kun " sapa Gabriel dengan rona merah di wajahnya.
" Ohayo, kau sedang apa di sini Gabriel? " balas Naruto lalu bertanya pada Gabriel setelah berdiri di sampingnya
" Aku hanya memiliki firasat buruk akan datang, terlihat dari cuacanya " Jawab Gabriel sambil kembali melihat ke langit.
" mungkin firasatmu akan mengatakan akan ada badai " ucap Naruto mencoba menebak.
" Entahlah, tapi... Entah kenapa aku merasa takut " ucap Gabriel lirih.
" Daijoubu... Jika kau takut akan diriku ini, jangan khawatir, aku tidak akan mati semudah itu " ucap Naruto sambil memeluk pinggang Gabriel.
[" Apa kau sudah selesai bermesraan Partner "]
" Ah! Hikari, akhirnya kau menghubungiku juga, bagaimana rasanya bergabung dengan mereka? " balas Naruto begitu mendengar suara Hikari.
[" Lumayan, tapi aku sedikit tidak suka dengan Bola bulu orangemu dan juga kadal merahmu itu "] jawab Hikari.
[" Hey! Apa maksudmu dengan bola bulu itu?! "]
[" Dan juga Kadal merah itu!? Kau mengajak kami bertarung!? "]
[" Baiklah! Ayo! Tempat luas juga jadi ayo kita selesaikan! "]
[" GROOOAAAAAAAR"]
Sementara Naruto hanya sweatdrop mendengar tiga partnernya tengah bertarung di alam bawah sadarnya entah apa yang akan terjadi di sana.
" Kenapa Naruto-kun? " tanya Gabriel dan di jawab gelengan dari Naruto.
" Tidak.. Bukan apa-apa, tadi aku mendapat panggilan dari Hikari jadi kami berbicara melalui telepati saja " jawab Naruto dan hanya di balas dengan Gabriel dengan berkata 'O'
" Naruto, Gabriel-sama kalian rupanya di sini, kalian di panggil oleh Yasaka-sama dan yang lainnya untuk sarapan " Ucap Tengu memberi kabar dan hanya di jawab anggukan oleh mereka lalu berjalan bersama menuju ruang makan.
.
Ruang Makan
06.30 AM
.
" Huuaaaaam~ Lelahnya " gumam Issei yang rupanya masih mengantuk.
" Semangat sedikitlah Isse-kun, bukannya kau saat ini ada latihan bagaimana mau kuat jika kau malas seperti itu " Ucap Rias mencoba menyemangati pawnnya itu.
" Ha'i Buchou.. Aku hanya lelah saja karena cuaca seperti ini membuat orang-orang mudah lelah seperti diriku " Balas Issei tetap dengan tampang lesu.
" Huuaaammm~ Untuk pertama kalinya aku setuju denganmu bocah mesum " ucap Yasaka tanpa dosa yang rupanya masih mengantuk
" Maaf kami datang terlambat " ucap Naruto dam Gabriel yang baru saja datang lalu duduk di kursi mereka.
" Uwaahh~ Kelihatannya lezat sekali " gumam Naruto menatap makanan di meja makan mereka.
" Naruto-san, selagi kami di sini bolehkah kami juga memintamu untuk mengajari kami juga? " tanya Kiba, karena selama mereka di istana Yasaka mereka hanya berlatih seorang diri tanpa adanya guru, karena Naruto adalah salah satunya yang terkuat dan juga sudah menjadikan Issei muridnya, jadi mungkin Naruto memiliki ruangan untuk mereka sebagai murid.
" Boleh Saja, lagi pula guru baru Issei akan datang untuk mengajarinya nanti " jawab Naruto sambil menyeruput minumnya.
" Siapa? " tanya Hestia mewakili semua.
" Lilith, wanita yang waktu itu di Coloseum " jawab Naruto dan hanya di balas O saja oleh mereka.
" A-Apa, Wanita waktu itu? " tanya Issei memastikan.
" Iya, apa ada masalah? " tanya balik Naruto.
" Yosha! Jika dia mengajariku aku akan semangat! " teriak Issei penuh semangat.
" seperti yangku duga pasti pikiran mesum ada di otaknya saat ini " celetuk Yasaka namun di acuhkan oleh Issei.
" dari pada ribut sebaiknya ayo kita langsung sarapan saja, aku sudah lapar " usul Naruto, namun sebelum memulai datang sosok Sasuke dengan kepala tertutup ember putih dengan gambar mata silang x dan mulut tersenyum.
" Sasuke, setelah kejadian waktu itu kau jadi gila ya? " tanya Naruto menatap aneh Sasuke menutup kepalanya dengan meniru salah satu orang terkenal saat ini :v (# siapakah? )
" Fufufu~ Kasihan sekali " gumam Akeno dengan suara sok prihatin.
" Ini semua karena kau Dobe! " balas Sasuke marah, namun Naruto hanya acuh saja.
" dari pada aku ribut denganmu lebih baik aku makan saja " gumam Naruto mengambil sumpitnya begitu juga yang lainnya.
" Ittadakimasu! "
.
Halaman Yasaka
08.00 AM
.
Trink! Tink! Trank! Tink!
Setelah melakukan sarapan, Naruto'pun akhirnya melatih Kiba, Xenovia dan Koneko dengan kemampuan masing-masing di mana Kiba dan Xenovia belajar bersama Bunshin Naruto sementara Koneko belajar dengan Naruto asli.
Kiba dan Xenovia belajar menggunakan pedang mereka lebih baik di karenakan kemampuan pedang mereka masih lemah terhadap Naruto yang bisa menggunakan pedang dengan satu pedang saja, bahkan mereka tidak bisa melukai sedikitpun Naruto karena serangan mereka selalu tertahan.
" Ayolah Kuatkan serangan kalian, ingat pedang bukanlah objek, mereka adalah bagian dari diri kalian " ucap Naruto memberi semangat.
" Ha'i Sensei! " balas Kiba dan Xenovia mulai meningkatkan serangan mereka.
Sementara Naruto dan Koneko, terlihat mereka saat ini saling duduk berhadapan sambil bermeditasi, mereka saat ini tengah mengumpulkan Energi senjutsu mereka untuk melakukan Latihan, bisa Naruto rasakan Senjutsu Koneko cukup cepat terkumpul namun masih lemah
" Baiklah ini sudah cukup " ucap Naruto membuka matanya memperlihatkan mata senjutsunya, sementara Koneko terlihat perubahan terjadi pada Koneko di mana dia menggunakan Kimono putih dengan telinga kucing dan ekor putihnya yang membuatnya terkesan manis.
' E-Eh! Kenapa dia bisa menjadi Cantik begini? ' batin Naruto tak percaya.
" Senpai kau tidak apa? " tanya Koneko dengan nada datar.
" A-Ah! Aku baik-baik saja " jawab Naruto lalu berdiri di ikuti Koneko dan merek saat ini berjalan menuju Tebing besar mereka.
" Pelajaran pertamamu adalah meningkatkan daya pukulanmu pada saat menggunakan Senjutsu, aku ingin kita melakukan pukulan beruntun pada tebing ini hingga masuk ke dalam " ucap Naruto memerintahkan.
" Tapi... " gumam Koneko tidak yakin.
" Sudah lakukan saja, jika kau tidak kuat kau bisa memberhentikan pukulanmu " ucap Naruto, Koneko yang mendengarnya hanya diam namun dengan tekad di akan mencobanya.
" Saa! Mulai! " ucap Naruto.
Blar! Blar! Blar! Blar! Blar!
Keduanya'pun saling meninju tebing di depan mereka hingga membuat lubang dan mereka terus meninju tanah-tanah tebing itu hingga masuk ke dalam.
Meninggalkan mereka kita berpindah pada para harem Naruto yang saat ini tengah berenang di kolam air hangat dengan di lindungi kubah tanah dari Naruto, tentu saja Naruto tidak akan membiarkan tubuh indah yang hanya bisa di lihatnya di lihat orang lain
" Hehh~ sepertinya Naruto-kun melakukan pelatihan dengan sangat semangat " gumam Hitagi ketika bisa mendengar suara gemuruh layaknya gempa di luar.
" Biarkan saja, ini juga untuk teman kita yang belum berkembang " ucap Hinata tanpa masalah.
Kita kembali ke Naruto dan Koneko
Terlihat pada tempat awal melakukan pemukulan terlihat asap pada lubang di mana Koneko berada mulai menipis dan di susul oleh Naruto, lalu dari sana keluarlah Koneko yang mode senjutsunya sudah habis hanya meninggalkan kimononya saja, sementara Naruto tampak Senjutsunya masih aktif hingga sekarang.
" Tidak buruk Koneko-chan, kau bisa memukul separuh dari tebing ini sementara aku sudah mencapai ujungnya " puji Naruto, namun hal itu mendapat tatapan terkejut dari Koneko.
" Bagaimana bisa? Padahal kita sama-sama mengumpulkan Senjutsu " gumam Koneko tidak percaya.
" Itu mudah saja, Senjutsumu masih lemah dalam pemakaian dan cepat menguras tenaga dan Senjutsumu, Kau terlalu banyak memfokuskan Senjutsumu dalam sekali pukulan agar setiap pukulanmu itu menyakitkan.
Tapi dalam Senjutsu kau tidak perlu kekuatan lebih untuk menambah pukulanmu, apalagi kau adalah Rook, Dalam bidakmu adalah benteng dengan kata lain kekuatan yang cukup keras dan itu cocok untukmu.
Dalam penggunaan Senjutsumu kau hanya perlu menggunakan sedikit Senjutsu, paling tidak 15% dan 85% pemfokusan untuk menjaga Energi itu agar tetap layaknya baterai.
Jika Senjutsumu habis kau harus mengumpulkannya kembali dan itu akan menghabiskan waktu lama, Kau harus bisa menjaga Senjutsumu agar tetap walaupun tanpa Senjutsu kekuatanmu sangatlah baik " jelas Naruto panjang lebar, sementara Koneko menatap tangannya.
" Tapi... " gumam Koneko.
" Kau sudah cukup baik untuk itu Koneko-chan " koneko yang mendengar itu menoleh dan mendapati kakaknya datang mendekati latihannya.
" Nee-chan " gumam Koneko.
" Ah, Kuroka-chan, kebetulan. Kau juga adalah pengguna senjutsu seperti Koneko dan juga kau pengguna Youjutsu, aku ingin kau sedikit memberinya pelatihan dalam Senjutsu agar setiap dia melakukan serangan Senjutsunya bertambah walau itu 5%.
Aku tahu kau bisa melakukannya karena setiap makhluk kecil atau apapun di sekitarmu yang melewatimu mereka seperti kehilangan energi mereka, maka dari itu aku ingin kau melatih adikmu untuk saat ini " ucap Naruto meminta bantuan dengan menjelaskan tujuan utama latihan Koneko.
" Yaa~ Itu tidak masalah. Lagi pula aku juga ingin membayar hutangku " jawab Kuroka setuju sambil tersenyum pada adiknya yang juga tersenyum padanya.
" Baiklah kalau begitu aku pergi dulu, ada yang harus aku temui " ucap Naruto lalu menghilang dengan hiraishinnya.
Bziit!
Setelah berpindah saat ini Naruto berada di atas pohon bagian selatan istana Yasaka, dirinya laku melompat turun dan mendarat di kubah parah haremnya.
" Apakah kalian sudah selesai? " tanya Naruto namun dirinya tidak mendapat jawaban " Kemana mereka? " tanya Naruto entah pada siapa.
Syusyut! Wush!
Seketika sebuah akar melilit Naruto dan menariknya ke sebuah tempat dan setelah sampai pada ujungnya Naruto saat ini bisa melihat C.C mengunci dirinya di batang pohon dan menatapnya dengan tatapan nafsu.
" Ah! C.C-nee-san " gumam Naruto tenang " Ohahmmmpp~ " ucapan Naruto terkunci oleh bibir C.C, Naruto yang sudah bisa menebak hanya membalas ciuman itu dengan lembut, rambutnya terasa di remas oleh C.C karena dirinya tahu bahwa kakaknya itu menikmatinya.
Bziit!
Mendapat ide Naruto menghilang dan muncul di belakang kakaknya dan melanjutkan ciumannya pada kakaknya itu yang tampak menikmatinya, tangannya meremas belahan dua gunung kakaknya itu dengan lembut sehingga sang pemilik mendesah, merasa sudah Naruto'pun melepaskan ciumannya dan menatap mata kakaknya yang begitu sayu.
" Kau sungguh mesum Nee-san " gumam Naruto di samping telinga " Tapi Gomen aku hanya bisa memberikanmu ini saja untuk saat ini " lanjutnya lalu menjilati telinga kakaknya yang sedikit lebih tinggi darinya itu.
" A-Ahh~ Daijoubu Naru-kun, itu saja sudah memuaskan hasrat Nee-san " balas C.C sedikit mendesah lalu melanjutkan ciuman mereka.
Karena kebutuhan Oksigen akhirnya mereka melepaskan ciuman mereka hingga membuat jejak saliva " Ne, Nee-chan di mana yang lain? " tanya Naruto setelah menormalkan nafas.
" Mereka ada di belakang istana " jawab Singkat C.C, setelahnya Naruto mencium singkat bibir C.C lalu berpindah ke istana dengan Hiraishinya bersama C.C
.
Belakang Istana Yasaka
09.00 AM
.
Bziit!
Setelah berpindah, Naruto dan C.C bisa melihat yang lain saat ini tengah duduk bersama sambil melihat latihan Issei bersama Lilith, Naruto dan C.C akhirnya memutuskan untuk mendekat lalu duduk bersama yang lain.
" Mou~ Naru-kun kau dari mana saja, kami sudah lama menunggumu dari tadi tahu, sampai-sampai kami meminta Nao-chan untuk menghancurkan kubah itu " ucap Hestia langsung bergelayut manja di samping Naruto
" Hahahaha.. Gomen Nee-chan, aku tadikan masih melatih Koneko-chan jadi aku tidak bisa melakukan hal itu " jawab Naruto canggung " Lalu bagaimana hasil latihannya? " tanya Naruto sambil melihat latihan Issei yang mencoba memanipulasi kekuatannya
" Kau bisa lihat sendiri, dia hanya bisa mencapai 15%, dan itu sangat buruk " jawab Nao sambil memainkan Hpnya.
" Ne Naruto-kun, kau juga pasti tahu dia pasti akan gagal, tapi kenapa kau memaksanya? " tanya Kuroyukihime ingin tahu.
" Hey, walaupun dia masih lemah jika dia punya tekad dia pasti berhasil " jawab Naruto enteng " Lagi pula aku bisa melihat bagaimana kuatnya dia jika sudah berhasil melalui segala rintangan " lanjutnya melihat Issei yang berusaha keras mencoba memanipulasi kekuatannya tapi tidak bisa membuatnya jatuh kelelahan karena sudah banyak mengeluarkan energi terbuang.
" Baiklah cukup untuk saat ini, istirahatlah bocah mesum " ucap tegas Lilith lalu berjalan ke arah Naruto, Issei yang ingin protes hanya bisa diam sambil mengatur nafasnya.
" Ne Naruto-san, bukannya kau pasti tahu akan hal ini, lalu kenapa kau memaksaku melatihnya? " tanya Lilith meminta kepastian.
" Lakukan saja Lilith-chan , lagi pula aku percaya padamu bisa melatihnya, lagi pula jika dia berusaha dia pasti bisa " jawab Naruto sambil memejamkan matanya sesaat lalu membukanya hingga di kedua matanya berubah di mana di mata kirinya berubah menjadi merah sementara di kanannya berwarna emas sesaat.
" Hahhh~ aku tidak tahu kenapa, tapi akan aku lakukan untuk si bocah mesum itu " gumam Lilith menghela nafasnya.
" Arigato " ucap Naruto lalu berdiri dari duduknya " Woi Issei, jika kau terus seperti itu kau tidak akan bisa menjadi Raja Harem. Jika kau terus seperti itu bisa-bisa aku mengambil seluruh perempuan di sini, mana semangatmu! " ujar Naruto sedikit memberi ucapan semangat mesum pada Issei, sontak ucapan Naruto membuat seluruh perempuan di sana merona.
" Urusai Naruto! Akan aku buktikan bahwa aku bisa dan aku bisa menjadi raja harem lihat saja! " ucap Issei dengan semangat namun saat berdiri dirinya jatuh kembali karena lemas.
" Sebaiknya kau tidur saja dan melihat seluruh perempuan menjadi milikku, hahahaha " ucap Naruto lalu pergi dari sana, Issei hanya bisa menyumpah serapahi para pria tampan yang selalu saja memenangkan hati perempuan.
.
Naruto Side
.
Saat ini Naruto berada di tempat latihannya sendiri, saat ini Naruto menutup matanya sambil merentangkan kedua tangannya yang masing-masing mengeluarkan aura kuning
[" Light Gear : Sword Gear! "]
Swuuuush! Sriiiiing!
Setelah mengatakannya, dari kedua tangan Naruto keluar satu Shield berwarna emas dan satunya lagi adalah pedang cahaya yang hampir sama seperti emperor.
" Yosh, kita lihat seberapa kuat gabungan dua gear ini " gumam Naruto melakukan Posisi
" Hikari, apa saja kemampuanmu, tolong tunjukkan padaku " pinta Naruto.
[" Baiklah "] jawab Hikari mengambil alih sebagian tubuh Naruto hingga membuat mata bagian kiri Naruto berubah menjadi emas.
[" Light Sargon! "] ucap Hikari menebaskan pedang cahayanya sambil berputar 360 derajat hingga membuat gelombang berjeruji tajam.
Sraash! Braak!
Gelombang itu'pun melewati dua pohon yang di depannya dan beberapa detik setelahnya kedua pohon itu'pun roboh menjadi dua.
Syutsyutsyut! Cklek!
Tangan yang di kendalikan Hikari'pun dengan lincah memutar pedangnya lalu kembali menggenggamnya erat dan bersiap menancapkannya ke tanah.
[" Light Orckizon! "] ucap Hikari kembali lalu menancapkannya ke tanah.
Sing! Sing! Sing! Sing! Sing!
Setelahnya di sekitar Naruto muncul cahaya terang hingga ke langit, lalu dari jarak dua meter kembali keluar cahaya menjadi lapisan kedua cahaya dan begitu seterusnya hingga cahaya kelima.
Siiiing! Sret! Twuuuuuuuuush!
Seketika kelima lingkaran cahaya itu menyatu menjadi satu lalu turun dengan cepat menjadi gumpalan energi putih hingga masuk ke tanah di mana pedang cahaya itu tertancap dan detik berikutnya ledakan di sekitar Naruto terjadi dengan dahsyat hingga menimbulkan sonic light terang yang menyinari terang daerah yasaka walau sesaat.
Setelah asap menipis terlihat Naruto masih berdiri di tengah dan sekitarnya terdapat sebuah kawah berukuran 100 meter dengan kedalam 20 meter.
Syutssyutsyut! Cklek!
Setelah itu Naruto mencabut pedangnya dan kembali memutarnya dengan cepat dan mengangkatnya ke atas.
[" Light Hordorin! "] ucap Hikari dan setelahnya sebuah Bola cahaya seperti matahari namun tidak terlalu besar muncul di atas ujung pedang Naruto.
Syuuuuuuuuuuuut!
Seketika semua di sekitar Naruto mulai terhisap ke dalam matahari itu, tidak semua terhisap hanya dalam jarak 50 meter saja yang di hisap hingga luluh lantah menjadi tanah.
Sret! Wush!
Setelahnya tangan Naruto yang mengacungkan pedang ke atas turun sesaat lalu menebas kembali ke atas hingga bola itu terbang ke atas.
Sret! Swush!
Wush! BLAAAAAAAAAAAAAAR!
Setelahnya Tangan Naruto kembali menebas ke bawah tepat ke arah sebuah gunung sangat jauh darinya, dan Bola iti dengan sangat cepat melesat ke arah Gunung itu hingga menabraknya lalu menyebabkan ledakan besar bahkan gelombang anginnya sampai terasa di tempat Naruto yang jaraknya 4 km dari tempat terjadinya ledakan.
Siiing! Bruk!
Setelahnya Naruto jatuh berlutut dengan deru nafas yang sangat cepat dan keringat yang terus mengalir di dahinya hingga keseluruh tubuhnya.
" U-Uso, aku tidak percaya hanya mengeluarkan tiga teknik bisa membuatku seperti ini " gumam Naruto sangat tidak percaya.
[" Itu di karenakan Aku mengambil alih sebagian tubuhmu, kami para naga sebenarnya di larang mengambil alih partner kami namun karena hal tadi aku terpaksa melakukannya, namun kau masih bisa bertahan dan itu lebih dari cukup.
Tiga teknik tadi itu belum seberapa dari yang lainnya Naruto, masih banyak kemampuanku yang belum aku tunjukkan, dan juga Sacred Gear asliku yang belum bangkit karena masih penyesuaian "] jelas Hikari membuat Naruto tertarik mendengarnya.
" Sacred Gear asli? Maksudmu seperti Balance Breaker? " tebak Naruto.
[" Ya, seperti itulah. Namun milikku dan kadal merah ini memiliki tingkatan berbeda dari Balance Breaker yang lainnya. Dan itu bernama Dragon Breaker, Dragon Breaker sendiri adalah level tertinggi dari Balance Breaker. Itu di karenakan mereka yang sudah bisa menyatukan kekuatannya dengan partner mereka "] jelas Hikari
" Lalu apakah aku bisa memasuki Dragon Breaker itu? " tanya Naruto.
[" Belum, maka dari itu aku sebut penyesuaian "] jawab Hikari tegas
[" Tapi untukku kau sudah bisa memasukinya Naruto, seperti dibilang kadal tua ini, aku dan dia memiliki tingkatan berbeda, tapi dalam level Dragon Breaker kami memiliki perbedaan 50 : 50, tapi segi kekuatan aku sedikit kuat di bandingnya "] ucap Red menyombongkan dirinya.
[" Huh! Urusai! "]
" Naru-kun " seketika Naruto menoleh ke belakang dan dia mendapati para haremnya tengah menatapnya khawatir terutama Gabriel.
" Daijoubuka Naru-kun? " tanya Gabriel sangat khawatir.
" A-Ah, Daijou_uggh! " seketika Naruto meringis memegangi kepalanya yang sakit, semua seketika semakin khawatir dengan Naruto.
" Naru-kun, teknik paling tinggi tadi kau gunakan itu bisa saja membunuhmu, Light Hordorin adalah teknik paling tinggi milik Hikari yang bisa saja menghancurkan apapun, bahkan juga si pengguna, kenapa kau menggunakan teknik tadi? " jelas Gabriel dengan khawatir.
" Souka, aku tidak tahu. Aku membiarkan Hikari mengambil alih setengah tubuhku, jadi begitulah hasilnya " jawab Naruto yang tidak tahu apa-apa.
[" Ghahahaha, ma-maafkan aku Naruto, aku terlalu bersemangat sampai lupa mengendalikannya "] balas Hikari dengan canggung lalu memutuskan panggilannya dengan Naruto.
" Ayo Naru-kun, kau harus berisitrahat dan memulihkan tenagamu, efek dari Light Hordorin adalah penghancuran beberapa sel tubuh yang bisa saja membuatmu lumpuh, kita harus mengobatimu sebelum selmu semakin parah " ajak Gabriel sambil memopong Naruto bersama Hitagi.
.
Menma Side
.
Swush! Crap! Sraash!
Sementara itu di sebuah tempat terlihat sosok elang datang dan mendarat di sebuah penjara Gua yang di lapisi gerbang berwarna silver dengan tambahan gerbang Petir, setelahnya elang itu berubah dan menjadi sosok Menma yang menyeringai dengan keji
" Khuhuhu, bersabarlah sebentar lagi sahabatku " Taw Menma mulai membuka telapak tangannya hingga mengeluarkan dua belas bola elementnya.
Swush! Blaaaaaaaaar!
Kedua Gerbang itu'pun hancur setelah terhantam teknik Menma, merasa penghalangnya sudah hilang Menma'pun masuk ke dalam Gua hingga paling dalam hingga terlihat sebuah gerbang kembali berwarna Silver dengan Lambang Naga Silver
" Sepertinya si Ferros membuat segel yang cukup rumit " gumam Menma.
[" Huh, segel ini bukanlah segel yang susah "] Menma yang mendengar suara itu hanya terdiam, namun tangan Kanan Menma bergerak sendirinya padahal Menma tidak mengerakkan tangannya sama sekali.
" Apa kau yakin tahu caranya, Gordoma? " tanya Menma entah pada siapa.
[" Khahahaha, kau terlalu meremehkanku, kau harusnya ingat seberapa kuat diriku ketika menghancurkan Lima Gunung 1000 tahun yang lalu "] balas suara itu, dan di belakang Menma perlahan aura hitam mulai berkumpul hingga membentuk sosok Banteng dengan mata merah menyala.
[" GRROOOOOAAAAAAAARRR! "]
.
.
Naruto Side
.
Sementara itu di sisi Naruto dia tampak duduk di bawah Air Terjun dengan posisi bertapa dengan Gabriel di belakangnya yang menyalurkan energi penyembuhan padanya, sementara yang lain masih menunggu di sisi Air terjun, menunggu hasil penyembuhan Gabriel yang tidak biasa.
Itu di karenakan Gabriel menyuruh Naruto duduk bertapa dan dia akan menyalurkan Energi miliknya dari belakang, memang bagi mereka itu sudah biasa bagi mereka para Malaikat karena metode mereka yang suci, berbeda dengan Iblis yang harus berkontak tubuh dengan sama-sama polos.
" Apa Naruto-nii akan baik-baik saja? " tanya Ayumi sedikit khawatir
" Jangan Khawatir, percayalah pada Gabriel-chan " hibur Yumi pada Ayumi.
Siing~
Perlahan lingkaran sihir Gabriel yang ada dipunggung Naruto menghilang menandakan bahwa penyembuhan itu sudah selesai " Sudah Selesai Naru-kun, kau sudah pulih kembali " bisik Gabriel sambil memeluk Naruto dari belakang.
" jangan gunakan teknik itu lagi ya? " pinta Gabriel lirih.
" Um, baiklah. Arigato Gabriel-chan " jawab Naruto sambil tersenyum pada Gabriel yang di sisi wajahnya
" Hey, kami di sini bukan untuk melihat kalian bermesraan ya " ucap Koruyukihime mengganggu mereka dengan nada kesalnya.
" Hey, kalian tidak perlu cemburu begitu, lagi pula Gabriel hanya khawatir saja tadi, tidak perlu Cemburu baru Gabriel memelukku " ucap Naruto melepaskan pelukan Gabriel dengan lembut lalu mengajak Gabriel ke sisi Air terjun berkumpul dengan yang lain.
" Hmph! Walaupun begitu tetap saja " dengus Kuroyukihime memalingkan wajahnya.
" Mou~ Kuroyuki-chan tidak boleh begitu, kenapa dari kami semua hanya kau yang cemburu hmm~ " ucap Chocolat langsung memeluk Kuroyuki dari belakang dan mencubit pipi Kuroyuki gemas
" M-Mou~ Hentikan Choco-chan! " ucap Kuroyukihime tidak tahan dengan keganasan Chocolat yang menarik-narik pipinya.
" Fufufu~ Kau tidak perlu seperti tadi Kuroyuki-chan, walaupun kami ada dalam urutan belakang kami saja tidak cemburu " ucap Akeno sambil menggandeng tangan Naruto hingga tenggelam di belahan dadanya.
" Hn, itu benar Kuroyuki-chan, jika kau ingin memeluk Naruto-kun juga kau bisa memeluknya juga bukan? " ucap Hestia menimpali ucapan Akeno tadi.
" Ha'i-Hai'i " balas Kuroyukihime sambil mengalihkan pandangannya masih kesal.
" Hey, Nee-chan tidak perlu ngambek begitu, jika Nee-chan ingin pelukan katakan saja " bisik Naruto yang rupanya sudah di belakang Kuroyukihime sambil memeluknya dengan mesra.
" Mo-Mou~ Hentikan Baka Naru-kun " ucap Kuroyukihime dengan wajah memerah malu
" Heh~ Padahal kau tadi ingin di peluk bukan? " Goda Naruto
" Su-Sudahlah lupakan saja " balas Kuroyukihime mengalihkan pandangannya malu. Semua yang melihat itu hanya tertawa kecil.
" Baiklah, tapi jangan ngambek ketika aku di peluk lagi oleh yang lain ya? " goda Naruto lagi, Semua yang mendengar itu langsung memeluk Naruto massal dan menyisakan satu tempat saja yaitu tepat di bagian depan Naruto
" H-Hn " gumam Kuroyukihime tak jelas.
" Ayo, Cepat Kuroyuki-nee, kau tidak ingin sisa tempat ini di ambil bu.. "
Grep!
Dengan langkah bagaikan kilat, Kuroyukihime sudah di depan Naruto dan langsung memeluk Naruto " Hehh~ Benar-benar Tsundere " ejek Naruto.
" Urusai baka Otouto " balas Kuroyukihime mengeratkan pelukannya.
" Ehem! " semua yang mendengar itu terkejut dan mereka menoleh kebelakang dan mendapati Emilia, Yasaka dan Tengu ada di belakang mereka.
" Mou~ Bukannya sudah di katakan jangan memeluk Naruto secara massal seperti itu, jika Naruto ingin membalas pelukan kalian bagaimana " Omel Emilia. Sementara yang di omel hanya tertawa canggung.
" Naru-kun, aku harap kau nanti malam tidak mengecewakanku " ucap Yasaka sedikit mengancam.
" Hey, Bukankah kau paling belakang, seharusnya itu nanti malam itu aku! " ucap Miyuki sedikit kesal dan langsung memeluk lengan Naruto.
" He-Hey, kalian tidak perlu berdebat seperti itu " ucap Naruto mencoba menenangkan mereka yang bertengkar karena urusan ranjang.
" Lagi pula kami ke sini ingin memberitahukan hasil dari Issei " lanjut Tengu memberitahukan alasan mereka datang
.
.
Swung~ Swung~
Terlihat saat ini, Issei tengah menatap kagum sebuah tombak merah di tangannya, akhirnya Issei berhasil memanipulasi kekuatan miliknya menjadi bentuk senjata.
" Yatta! Aku berhasil " gumam Issei bangga sementara Naruto dan yang lain hanya tersenyum melihat.
" Hahh~ akhirnya bocah mesum itu berhasil juga walau sekali " gumam Lilith yang di samping Naruto.
" Ya, tapi... " gantung Naruto.
" Oi! Naruto! Lihatlah aku.. "
Blaaaaaaar!
Seketika Issei yang ingin menunjukkan hasilnya harus terhenti begitu tombak itu tiba-tiba meledak membuat Issei terpental secara tiba-tiba.
Syutsyut! Grep!
Namun C.C dengan cepat bertindak langsung mengeluarkan akarnya dan menangkap Issei sebelum terpental lebih jauh.
" Tapi itu masihlah belum sempurna, Dia baru mencapai 85%, seharusnya dia kembali memfokuskan untuk menjaga energi itu agar tidak meledak.
untuk kali ini dia sudah cukup karena telah menemukan metodenya sendiri untuk hal ini, mungkin di hari berikutnya dia sudah akan menyelesaikan latihan ini " lanjut Naruto sambil melihat tempat ledakan Issei tadi dan terdapat sebuah kawah berukuran sedang di sana.
Tap! Tap!
Tak lama setelah itu datanglah Kiba dan Xenovia yang tampak amburadul karena latihan dengan Bunshin Naruto, di susul Kuroka dan Koneko yang tampaknya juga membutuhkan Istirahat untuk latihan mereka.
" Ada Apa tadi? Aku mendengar suara ledakan tadi? " tanya Bunshin Naruto mewakili
" Oh, itu si Mesum, dia telah berhasil tapi dia tidak berkonsentrasi untuk menjaga energi itu hingga membuat energi itu meledak karena tidak stabil " jawab Naruto sambil memutar matanya.
" lalu bagaimana dengan kalian? " tanya Naruto balik pada bunshinnya.
" Untuk mereka sudah bagus dalam Kombinasi, kecepatan dan serangan mereka, aku rasa besok mereka akan selesai dan mereka akan melakukan latihan berikutnya " jawab sang Bunshin sambil melihat ke arah Kiba dan Xenovia yang tampak lelah dan tengah di sembuhkan oleh Asia.
" Lalu? " tanya Naruto pada Kuroka saat ini.
" Hampir sempurna Nyaa~ " jawab singkat Kuroka dengan senyum manisnya.
" Souka, lalu apa yang harus kita lakukan sekarang, sepertinya badai akan datang? " tanya Naruto pada yang lainnya.
" Kita kembali saja, lagi pula sepertinya badai kali ini bukanlah badai biasa " jawab Emilia mewakili semua.
Mendengar itu semua'pun kembali menuju kerajaan, namun Nao masih membatu sambil melihat ke sebuah tempat, Naruto yang melihat itu mendekati Nao mencoba menyadarkan Nao.
" Ada Apa Nao-chan? " tanya Naruto penasaran karena dari tadi Nao hanya diam.
" Naruto-kun, sepertinya sesuatu yang bahaya akan datang ke sini " ucap Nao dengan suara datar membuat Naruto bingung.
" Siapa? " tanya Naruto
Deg!
" I-Ini... " gagap Nao ketika merasakan sebuah tekanan Energi, Raut Nao berubah menjadi dingin ketika merasakan energi itu.
" Tidak salah lagi, ini rivalnya " Naruto yng mendengar suara dirinya lagi satu bingung seketika " Rival Infernos adalah Ryukihos, The Dark Five Element Dragons, saat ini aku bisa merasakan energinya sudah bebas dan ini... " gantung Naruto lagi satu
" Jangan Katakan! " ucap Naruto tahu maksud ucapan Dirinya lagi Satu langsung merapal Segel dengan cepat.
" Doton : Bakutenso No Jutsu! " ucap Naruto.
Krak! Krak! Krak! Blaaaaaaar!
Seketika Tanah di depan Naruto retak hingga melebar mencapai ujung ke ujung lalu Naik ke atas dengan sangat cepat.
" Ninpo : Shikeyoujin " Ucap Naruto lagi.
Swuuuuungg!
Seketika sebuah Kekkai berwarna Ungu tercipta langsung melindungi Istana Yasaka dan mereka.
" Sial, mereka lebih cepat " ucap 'Naruto' dalam diri Naruto membuat Naruto tersentak.
" Nao! Bersiaplah! " ucap Naruto langsung menyentakkan dirinya hingga mengeluarkan Aura Merah dan membentuk sosok Susano'o.
" Iron Element : Gate Five Iron " ucap Nao langsung menghentakkan tangannya tanah.
Blar! Blar! Blar! Blar!
Seketika di depan mereka muncul Lima gerbang Besi berukuran besar bermaksud untuk melindung mereka
BRAAAAAANK!
Swush! Blaaaaar!
Seketika ke lima Gerbang itu tiba-tiba hancur dan gerakan cepat Naruto langsung mengarahkan tinju Susano'onya hingga sesuatu tak kasap mata itu terpental mengenai tanah.
Swuush! Blaaar!
Kembali sesuatu tak kasap mata langsung menghantam Nao hingga terseret beberapa meter dan terlihat Nao tengah menahan sebuah pukulan dari sosok perempuan berambut hitam.
" Kau... " geram Nao.
" Lama tidak bertemu Nao-chan " ucapnya dengan seringai keji.
" Jika Nao dengan rivalnya itu artinya " gumam Naruto bersiap ketika sebuah bayangan keluar dari balik asap.
" Khuhuhu! Senang bisa bertemu langsung denganmu adikku " ucap sosok itu yang rupanya Menma.
" Kau.. " geram Naruto langsung mengeluarkan Sword Emperornya.
" Naruto!/kun!/San! " Narutonyang mendengar teriakan itu melirik sesaat dan dia melihat semuanya, tengah berlari ke arah mereka.
" Dark Element : Flash Dynamite! " Ucap Kuroyukihime menyebutkan tekniknya lalu menghilang dengan bayangan hitam yang bergerak cepat.
" General Mobile Style : Light Masive " Ucap Miyuki memasuki kartu cahaya hingga membuat sebuah sinar terang.
Sriiing!
Wush! Duagh!
Karena tidak bisa melihat rival Nao harus menerima sebuah tendangan dari Kuroyukihime hingga terpental dan berhenti di samping Menma, Menma yang bisa mengatasi cahaya tadi hanya mendengus.
" Aku pikir ada apa, ternyata ada yang menyerang " gumam Uzume setelah sampai di samping Naruto dan Nao.
" Lalu, siapa yang menyerang kali ini? " tanya Miku ingin tahu.
" Ketua The Demon, Kitsune " jawab Naruto dengan dingin langsung bersiap menyerang, semua yang mendengar itu langsung bersiap.
" Khu! Jangan harap kalian bisa melawanku saat ini " desis Menma dengan dingin membuat Yasaka mengeram diam.
[" Ghahahaha, Yasaka. Shisashiburi, apa kau tidak ingin menyapa kakakmu ini? "] seketika sebuah bayangan hitam keluar dari tubuh Menma hingga membentuk bayangan rubah, Yasaka yang melihat itu berkilat marah dan mengeluarkan Aura Orangenya.
[" Kau bukanlah kakak yang aku kenal jadi jangan harap aku menyapamu "] balas Yasaka dengan suara beratnya.
[" Ghahahaha, kejam sekali. Tapi kau pasti tahu karena diriku sudah bebas, takdir akan terulang kembali di sini "] ucap Rubah bernama Kurima menyeringai keji
[" Jangan bercanda Kurima, kau tahu takdir itu di tentukan oleh Tuhan jadi jangan harap kau bisa mengubahnya "] balas Yasaka dengan tajam, namun Kurima hanya tertawa menanggapi.
[" Heh! Kau tahu saat ini Takdir hanyalah di tentukan oleh Izanagi dan Izanami. Tapi mereka bukanlah halangan bagiku karena Takdir yang lebih tepat adalah do tangan Tuhan, tapi aku tidak perlu takut harus membunuh Tuhan Itu di karenakan Tuhan Kalian itu sudah lama MATI "] ucap Kurima menyeringai keji membuat semua di sana tersentak
" I-Itu mustahil! " balas Xenovia tidak terima " Kokabiel juga bilang seperti itu! Dam kami tetap tidak percaya! Apa kau punya buktinya! " balas Xenovia mengacungkan pedangnya dengan wajah marah.
[" Hohoho, santai saja Exorist, memang benar Tuhan sudah mati, namun kepercayaanmu itu membuatmu lupa bahwa Tuhan sudah mati, itu di karenakan kau sudah menjadi Iblis "] ucap Kurima sambil melangkah pelan memutari Menma dan menyeringai ke arah Xenovia [" Kau tidak bisa melawan bahwa Fakta Tuhan telah mati, karena dari itu Takdirku yang dulu kalah di buat Oleh Tuhan akan aku Rubah menjadi Takdir Sesungguhnya dan Akan Aku buat Dunia ini merasakan kegelapan yang mendalam karena itu adalah takdir lama mereka! "]
" Takdir? Jika takdir kembali terulang dan kalian mengubahnya... " gantung Naruto menundukkan wajahnya.
Krak! Krak! Blaaar!
Seketika tanah di bawah Naruto mengalami retak hingga membentuk kawah kecil dan aura merah perlahan keluar hingga membentuk wajah naga.
" Maka, Aku akan menjaga takdir itu agar tetap utuh, karena takdir kalian adalah mati dan di kubur dalam neraka! " lanjut Naruto mengangkat kepalanya memperlihatkan mata Mangenkyou Sharingan miliknya.
Swuuush!
Seketika Aura itu'pun langsung membungkus Tubuh Naruto dan terlihat saat ini Naruto sudah seperti Mode Kyubi miliknya namun kali ini pada bagian kepala Naruto terlihat sebuah kepala Naga dengan mulut terbuka dan pada bagian mulut Naga itu terdapat Wajah Naruto yang berwarna merah dengan Kumisnya yang menjadi tebal dengan garis hitam tajam di kedua matanya hingga telinga.
Pada bagian tubuhnya juga sudah berubah berwarna merah hingga bawah dengan jubah merah api membuat penampilannya seperti Roh pencabut nyawa naga di karenakan Sabit Api besar di tangannya.
[" Ghahahahaha! Mode Ghost Dragon, mode itu bahkan belum sebanding dengan milik kita, Ayo kita tunjukkan mode awal kita! "] ucap Kurima merendahkan Mode Naruto lalu Kurima mulai melebar dan membungkus tubuh Menma.
" Hahahaha! Bagus! Bagus! Ayo! Kita bertarung Adik Kesayanganku! " teriak Menma seperti Orang Gila lalu menyentakkan tubuhnya dengan keras.
Twung! Swuuuush!
Seketika dari tubuh Menma keluar aura gelap hingga terbang ke langit namun hal itu hanya sesaat karena setelahnya, terlihat sosok Menma yang telah terbalut Api hitam dengan jubah hitam dan di kepalanya terdapat tulang berbentuk Rubah yang membuka mulutnya dan di mulut tersebut terdapat wajah Menma dengan mata merahnya.
[" Itu, tidak mungkin, Mode Ghost Fox Black Fire "] gumam Yasaka ketika melihat mode Menma.
" Ghahahahaha, benar dengan ini kau akan kalah Naruto! " teriak Menma mengarahkan tangannya ke depan dan seketika dari kedua tangan Menma muncul sebuah Kapak besar dengan Aura hitam pekat.
[" Naruto, aku tidak terlalu bisa membantu banyak karena kita baru memasuki mode ini, tapi aku akan usahakan membantu "] ucap Red terdengar di pikiran Naruto.
" Aku tahu, mohon bantuannya " balas Naruto memutar Sabitnya dan menyiapkan posisi.
" Kurumi, apa kau juga akan melawan rivalmu itu? " Tanya Menma pada rekannya yang dari tadi diam.
" Fufufu~ Tentu saja, aku sudah tidak sabar bertarung kembali dengannya " balas perempuan bernama Kurumi menyeringai [" Dark Five Element : Balance Breaker! "]
Sring! Sring!
Seketika tubuh Kurumi terbalut Balance Breaker dengan pada bagian kepalanya berwarna merah, pada bagian badannya berwarna biru, di kedua lengannya berwarna kuning, di kaki kirinya berwarna Hitam dan satunya berwarna Hijau.
Nao yang melihat itu mengeram dan langsung mengeluarkan pedang besinya hingga mengeluarkan Aura Abu-abu [" Iron Style : Balance Breaker! "] ucap Nao juga langsung memasuki Balance Breakernya.
" Apa yang harus kita lakukan? " tanya Ouka sambil berbisik.
" Kita akan membantu Naruto-kun dan Nao-chan, kita harus menunggu celah untuk bisa menyerang mereka " balas Rias sambil berbisik.
" Rias, Akeno, Sona, Tsubaki kalian bersiaplah dengan Peerage kalian untuk membantu Nao, kalian akan di bantu oleh Miyuki, Miya, Luka, dan Chocholat.
Sementara Hinata, Uzume, Hitagi, Yumi, Miku, Kuroyukihime, Seira, Gabriel, Kuroka, Ouka, C.C, Hestia, Kuroka dan, Asuna kalian akan membantu Naruto-kun sesuai aba-abaku, dan Asia kau tetap bersamaku karena kekuatanmu sangat di butuhkan nanti " ucap Emilia memberi komando, bagaimanapun hanya dirinya yang bisa memberi komando
[" Kurima, Kau harus melawanku! Walaupun Kau bergabung dengan Partnermu, kau harus tetap melawanku! "] Ucap Yasaka keras
" Baiklah Ayo Kita Mulai Naruto, Yasaka! " teriak Menma langsung melesat cepat ke arah Naruto di ikuti oleh Naruto dan Yasaka, Kurumi yang melihat ketuanya melesat ke arah rivalnya melakukan hal yang sama begitu juga Nao.
.
Other Place
.
Di sebuah tempat jauh dari pertarungan Naruto terlihat beberapa Sosok tengah duduk menyaksikan pertarungan Naruto melawan Menma dan Kurumi yang melawan Nao, mereka tampak antusias menyaksikan pertarungan yang baru saja di mulai.
" Khuhuhu, setelah mendapat tanda, ayo kita habisi mereka " ucap seseorang berambut hitam memperlihatkan seringainya.
" Fufufu, Ya karena Kita... "
.
.
.
" Akan membantu ketua kita untuk mengubah takdir yang sudah di tentukan "
.
.
.
Rival
.
Note : Yo! Akhirnya bisa Upnih selama 3 bulan lebih tidak pernah Update di karenakan urusan fic lain. Kali ini hanya bisa segini saja Up, karena kemungkinan Chapter depan adalah yang terakhir dan akan lanjut Season 2'nya. Tapi untuk Season 2 saya belum kepikiran akan jalan atau tidak tapi tunggu sajalah.
Kali ini tidak terlalu penting karena hanya basa-basi dan awal persiapan pertarungan, tapi untuk di Chapter depan akan full fight sebagai gantinya.
Tidak banyak yang bisa katakan karena fic ini baru up, kemungkinan di chap depan baru saya bisa berbasa-basi kembali, baiklah hanya itu saja semoga fic kali ini menghibur jaa~
Please Review
